Anda di halaman 1dari 3

BAB V

ANALISA PERMASALAHAN
5.1. Mesin Wartsila Tipe V 20 34 SG
Mesin yang digunakan adalah berupa Mesin Gas Engine produk dari
Wrtsil Oy Finlandia. Dalam hal ini Engine dan Generator sudah menyatu
dengan alignment setting dari pabrikan dan tidak memerlukan angkur untuk
duduk

diatas

pondasi

karena

memiliki

sistem Common

Base

Frame

menggunakan steel spring element.Mesin yang terdiri dari Engine (4 tak),


Generator, dan Auxiliary Equipment yang didesain untuk dioperasikan dengan
menggunakan

natural

gas.Salah satu pembangkit yang dimiliki oleh Sektor

pengendalian pembangkit jambi adalah PLTMG Sei Gelam yang mempunyai 11


unit mesin dengan daya mampu total 90 MW. Mesin yang memanfaatkan gas
sebagai bahan bakarnya, PLTMG Sei Gelam pun didesain untuk beroperasi pada
saat beban puncak (peaker).
Dalam permasalahan yang akan dibahas ini tentang analisa pengaruh
turbocharger terhadap kinerja mesin gas wartsila 20V34SG pada PLTMG Sei
Gelam .Kita mendapatkan hasil dari pemecahan maslah yang terjadi di dalam
mesin wartsila dan mengetahui mesin mana yang mengalami perbedaan daya yang
dihasilkan dalam beban yang ditentukan mesin wartsila. Sehingga kita dapat
menyelesaikan

permasalahan yang terjadi didalam mesin Wartsila 20V34SG

khususnya pada turbocharger.

57

58

Gambar 5.1 Mesin Wartsila


5.2. Analisa hasil dari pemecahan masalah
Tabel 5.1 Hasil Dari Pemecahan Masalah
No

Mesin

Usaha pada mesin (joule)

engine 1

23.76x107 joule

engine 2

24.48x107 joule

engine 3

24.32x107 joule

0.45
0.4

0.36

0.35

0.39

0.39

0.35 0.34

0.35
0.31 0.31

0.31

0.3
0.25
0.2
0.15
0.1
0.05
0

0
10

0
11

59

Gambar 5.2 Hasil Dari Pemecahan Masalah


Keterangan Grafik :
Dari hasil grafik yang didapatkan standar nilai khas SLOC (Specific Lube Oil
Consumption) mesin Wartsila ini adalah Konsumsi pelumasannya antara 0,150
Gram/Kwh sampai 0,315 Gram/Kwh dalam setiap pengoperasiannya yang
ditandai dengan garis-garis putus yang bewarna biru.
Dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa mesin 1 dengan standar slocnya
0,363 Gram/Kwh,mesin 2 standar slocnya 0,345 Gram/Kwh,mesin 3 standar
slocnya 0,387 Gram/Kwh,mesin 6 standar slocnya 0,389 Gram/Kwh, mesin 8
standar slocnya 0,349 Gram/Kwh dan mesin 9 standar slocnya 0,343 Gram/Kwh
mengalami pemorosan pelumasan pada saat beroperasi dan mengasilkan Kwh
yang cukup besar, sedangkan pada mesin 4 standar slocnya 0,313 Gram/Kwh,
mesin 5 standar slocnya 0,309 Gram/Kwh,dan mesin 7 standar slocnya 0,305
Gram/Kwh mesin masih dalam keadaan standar dan menghasilkan Kwh yang
standar. Sementara mesin 10 dan mesin 11 tidak beroperasi dikarenakan mesin ini
mengalami perbaikan dibagian kelistikannya. Jika mesin melewatin batas Sloc
0,410 Gram/Kwh yang telah ditentukan oleh mesin Wartsila maka mesin harus di
berhentikan dan mengalami perbaikian dibagian mesinnya.