Anda di halaman 1dari 10

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Teori Dasar
Turbocharger merupakan sebuah peralatan untuk menambah jumlah
asupan udara yang masuk ke dalam silinder dengan memanfaatkan energi gas
buang hasil dari pembakaran. Turbocharger merupakan peralatan untuk mengubah
sistem pemasukan udara dari konsep natural atau alami menjadi sistem induksi
paksa. Jika sebelumnya udara yang akan dimasukkan ke dalam silinder hanya
mengandalkan kevakuman yang dibentuk dari pergerakan piston saat bergerak
dari TMA ke TMB atau saat langkah hisap, maka dengan turbocharger udara
ditekan masuk kedalam silinder menggunakan kompresor yang diputar oleh turbin
dan digerakkan oleh tenaga dari gas buang hasil pembakaran.
Untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna, maka diperlukan
tambahan udara yang dialirkan ke dalam silinder sejumlah aliran bahan bakar
tertentu, Bila kepekatan udara bertambah sebelum ditambahkan ke dalam silinder,
seluruh bahan bakar terbakar dan daya mesin akan bertambah. Untuk itu mesin
yang dilengkapi dengan turbocharger bertujuan untuk memadatkan udara masuk
ke dalam silinder mesin. Sehingga daya mesin lebih besar dibandingkan mesin
dengan dimensi yang sama.

Gambar.1 turbocharger
2.2. Prinsip kerja dan Komponen yang terdapat pada Turbocharger
Gas buang dari mesin mengalir menuju ke pembuangan (muffler) dialihkan
menuju sebuah turbin dengan tujuan untuk memutar sudu / baling baling turbin
yang di hubungkan dengan shaft / poros kompresor. Kompresor berfungsi
menghisap udara dari luar dan meningkatkan tekanan udara kemudian di alirkan
menuju intake manifold sehingga udara dalam ruang pembakaran menjadi
bertekanan tinggi sehingga kadar udara yang masuki dalam ruang silinder menjadi
lebih besar dan udara meningkat.
Seringkali mesin bekerja melebihi kapasitas sehingga kemungkinan terjadi
kelebihan kompresi udara oleh karena itu turbocharger di lengkapi dengan
pengatur level udara yang masuk. Dengan demikian kompresor menghisap udara
luar lewat saringan udara dan menekannya keintake manifold. Peningkatan

tekanan udara dalam intake manifold akan diikuti oleh kenaikan temperaturnya,
sehingga untuk dapat menambah jumlah (volume) udara yang masuk, dilakukan
penurunan temperature udara. Penurunan temperature akan diikuti oleh turunya
tekanan, sehingga kompresor dapat menambah jumlah udara yang masuk kedalam
slinder. Penurunan temperature udara dilakukan dengan menggunakan pendingin
yang disebut dengan intercooler.

Gambar 2. Prinsip kerja turbocharger


Komponen pada sistem turbocharger :

2.2.1. Rumah kompresor (Blower)


Rumah kompresor terbuat dari bahan aluminium bersambungan dengan
bagian pusat inti (centre core) ditopang oleh jaminan baut dan cincin pelat.

Gambar 3. Rumah kompresor

2.2.2. Pusat inti (centre core)


Pada bagian rumah pusat inti terdapat poros turbin dan turbin serta
roda kompresor (blower), bantalan , ring, cincin pelat, oil deflector.
Bagian-bagian yang berputar termasuk turbine shaft, kompresor wheel,
shaft bearing, thrust washer dan oil seal ring. Komponen-komponen ini
ditunjang oleh bagian center housing. Bagian-bagian yang berputar pada
turbocharger dioperasikan pada kecepatan dan temperatur yang tinggi,
sehingga materialnya dibuat sangat selektif dengan kepresisian yang
sangat tinggi.

Gambar 4. Pusat Inti

2.2.3. Rumah turbin (turbin housing)


Terbuat dari bahan cast steel dan bersambungan dengan bagian rumah
pusat inti (centre core) dengan memakai cincin baja penjamin. Diantara
sambungan rumah turbin dan manifold buang dipasang gasket yang terbuat dari
bahan stainless steel untuk menjamin sambungan tersebut.

10

Gambar 5. Rumah Turbin

2.3. Kontruksi Turbocharger


Kontruksi turbocharger terdiri dari sebuah turbin gas dan sebuah
kompresor, keduanya dipasang satu poros. Turbin gas berfungsi sebagai pemutar
kompresor dengan memanfaatkan

energi panas gas buang. Kontruksi

turbocharger seperti terlihat pada gambar berikut ini :

11

Gambar 6. Konstruksi Turbocharger

Gas buang dari exhaust manifold disalurkan menuju rumah sudu turbin gas
hingga turbin berputar. Putaran turbin disalurkan kekompresor melalui poros
penghubung hingga kompresor juga berputar. Putaran turbocharger bisa
mencapai 23.600 rpm lebih, putaran yang begitu tinggi yang menghasilkan
jumlah udara yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengisian alami.

2.4. Sistem Pelumasan Turbocharger


Turbocharger dapat berputar hingga 23.000 rpm sehingga dalam
sisitem ini pelumasan sangat penting, agar tidak terjadi gesekan yang
berlebih antara shaft dengan bushing yang dapat mengakibatkan trouble
atau kerusakan pada komponen turbocharger. Dalam pelumasan diatas
turboch arger dialiri oli paling akhir sehingga pada saat awal warming up
sebaiknya tidak terlalu lama low idle karena oli bisa saja mengalir tidak

12

maksimal sehingga dapat mengakibatkan umur turbocharger menjadi


pendek.

2.5. Keuntungan dari Sistem Turbocharger


2.5.1. Peningkatan daya pada mesin
Sebuah turbocharger dapat meningkatkan daya dan torsi mesin
sebesar 30% -40% dari versi konvensional.

2.5.2. Mengurangi kebisingan mesin

Turbin casing berfungsi sebagai kumpulan penyerapan kebisingan


mesin gas buang. Demikian pula, bagian inlet kompresor mengurangi
kebisingan yang dihasilkan oleh induksi udara dalam intake manifold.
Akibatnya, mesin turbocharger biasanya tenang dari pada konvensional
lainnya.

2.6. Kerugian dari Sistem Turbcharger


1. Bila turbocharger mengalami gangguan maka dapat berpengaruh
terhadap daya mesin.
2. Minyak pelumas lebih boros karena digunakan juga untuk melumasi
komponen-komponen yang terdapat pada turbocharger.
3. Menambah pekerjaan bagi operator mesin, karena harus terus
memperhatikan kerja dari turbocharger .
4. Motor membutuhkan kualitas minyak tinggi dan perubahan minyak
lebih sering, Karena mengalami kondisi kerja yang lebih keras
bantalan dari turbin dan kompresor perlu diperhatikan karena sering
bekerja pada suhu yang sangat tinggi.
5. Motor dengan turbocharger memerlukan bahan yang lebih baik

13

2.7.

Faktor Penyebab Kerusakan Pada Turbocharger


Sebuah turbocharger secara dasar adalah sebuah pompa udara. gas buang

panas yg meninggalkan mesin setelah pembakaran diarahkan langsung ke roda


turbin disamping turbocharger utnuk membuat turbin tersebut berputar hingga
kecepatan 23.600RPM
Roda Turbin itu terhubung oleh sebuah batang ke roda kompresor.
semakin turbin berputar cepat, kompresor pun ikut berputar dengan cepat. putaran
kompresor tersebut mendorong aliran udara dan mengkompres udara tersebut
sebelum dipompakan ke dalam ruang pembakaran mesin.
Prinsip dasar dibalik penggunaan turbochargin cukup sederhana, namun
sebuah turbocharger adalah sebuah komponen mesin yg sangat kompleks. tidak
hanya komponen-komponen dalam turbocharger itu sendiri yg harus terkoordinasi
secara tepat, tapi jg turbocharger dan mesin harus benar-benar cocok. jika tidak,
maka dapat menghasilkan mesin yg tidak efisien dan bahkan kerusakan.
Berikut troubel yang sering dialami pada turbocharger diantaranya disebabkan
oleh :
- Kurangnya pelumasan yang masuk dalam turbocharger
- Oli pelumas terkontaminasi
- Temperature yang tinggi yang disebabkan dari gas buang
- Masuknya material asing ke dalam turbocharger
2.8.

Pemeliharaan Turbocharger

14

Pemeliharaan dikategorikan menjadi 3 yaitu :


A. Melakukan inspeksi dan penggantian rutin.
Contoh : Membersihkan sisi compressor dan atau sisi turbine saat operasi,
minyak pelumas diganti setiap 1000 jam operasi disertai pemeriksaan dan
pembersihan pada ruang bearing. Ruang air pendingin, perlu diperiksa
bersamaan dengan saat penggantian minyak pelumas, bersihkan jika perlu.
B. Pemeliharaan Berkala
Contoh : Penggantian bearing dan komponen lainnya sambil melakukan
cleaning casing, nozzle ring dan complete rotor.
C. Overhaul perbaikan.
Contoh : Turbine blade rusak atau aus kerena erosi dan korosi temperatur
tinggi maka dilakukan perbaikan dengan merekondisi turbine blade.