Anda di halaman 1dari 26

Gurihnya Budidaya Burung Dara Pedaging

Posted by Kabar UKM on Nov 20, 2012 | Leave a Comment

Kebutuhan daging burung dara untuk konsumsi semakin meningkat. Kandungan gizi yang tinggi
pada daging burung dara telah menjadikannya sebagai alternatif sumber protein bagi keluarga.
Nilai protein, lemak dan mineral yang cukup tinggi serta rasa gurihnya telah menjadi alasan
utama kecintaan masyarakat akan daging burung dara. Depot, rumah makan dan restoran telah
banyak yang menawarkan menu dengan bahan utama daging burung dara. Harganya setiap porsi
burung dara goreng semakin mahal, yaitu berkisar antara Rp25.000,00 isi 1 ekor. Terkesan mahal
memang. Tapi jangan salah. Semakin mahal harga yang ditawarkan, konsumen semakin dibuat
penasaran. Hasilnya, menu burung dara goreng pun semakin diburu dan tergolong sebagai menu
yang paling cepat habis.
Membudidayakan burung dara dengan tujuan diambil dagingnya belum banyak dijalankan
khalayak secara umum. Selama ini, unggas pedaging yang paling banyak dibudidayakan oleh
para peternak adalah budidaya ayam kampung, ayam pedaging, burung puyuh dan bebek.
Burung dara, selain memiliki masa bertelur yang cukup cepat, juga tergolong sebagai unggas
dengan perawatan sangat mudah, tahan terhadap serangan penyakit dan tidak menyita biaya
perawatan yang tinggi.
Untuk memulai budidaya burung dara pedaging, bisa dilakukan berdasarkan tahap-tahap sebagai
berikut :

1. Pemilihan Lokasi
Burung dara tergolong burung yang paling mudah dalam melakukan adaptasi terhadap
lingkungan. Burung ini mampu hidup dan berkembang biak di daerah dingin atau panas,
berkelembaban rendah maupun tinggi. Burung dara juga terbukti sebagai unggas yang dapat
hidup secara bebas maupun diternakkan mulai dari zaman kuno hingga zaman modern, seperti
sekarang. Artinya, burung dara memiliki daya tahan hidup yang cukup tinggi pada lingkungan
apapun. Di desa, di kota, di pantai, di pegunungan, burung dara bisa hidup, tumbuh dan
berkembang dengan baik.
2. Persiapan Kandang
Beternak burung dara bisa jadi dapat berpengaruh terhadap keadaan lingkungan sekitar, terutama
dalam hal bau kotoran. Untuk itu, budidaya burung dara pedaging sebaiknya dilakukan pada
lingkungan yang cukup jauh dari pemukiman misalnya di pekarangan belakang rumah atau
dibuatkan kandang secara khusus yang berdiri sendiri dan terpisah dari rumah tempat tinggal.
Namun, bau kotoran burung dara bisa diminimalkan dengan cara menjaga kandang agar tetap
bersih dari kotoran. Berbagai desain kandang telah banyak dibuat oleh para ahli-ahli peternakan
sehingga kandang selalu bisa dalam keadaan bersih dan tidak menimbulkan bau yang
menyengat. Desain kandang terbaru dan modern ini bahkan memungkinkan untuk melakukan
aktivitas berternak di halaman depan rumah.
3. Pemilihan Indukan
Jika tujuan budidaya burung dara adalah untuk diambil dagingnya, maka indukan yang dipilih
sebaiknya adalah yang memiliki karakter yang sesuai yaitu berukuran besar, mengandung daging
yang banyak dan memiliki berat yang cukup tinggi. Karakter burung dara semacam ini bisa
didapatkan pada burung dara jenis megan atau biasa disebut sebagai burung dara Magelang
karena banyak didapatkan di kota Magelang, Jawa Tengah. Umumnya, burung dara megan ini
memiliki warna hitam dengan variasi biru atau hijau yang abstrak. Yang paling menonjol adalah
ukurannya yang terlihat jauh lebih besar daripada ukuran burung dara pada umumnya.
4. Persiapan Pakan
Burung dara tidak memerlukan pakan yang mahal. Cukup jagung giling atau biasa disebut beras
jagung untuk burung dara yang masih berusia bayi hingga 1 bulan dan siap untuk dipanen.
Sedangkan untuk indukan, cukup digunakan jagung pipilan yang belum digiling. Harganya
berkisar Rp4.000,00/kg. Sebagai variasi, bisa juga diberikan nasi karak, yaitu nasi sisa yang telah
dikeringkan. Harga nasi karak juga sangat murah. Yaitu tidak lebih dari Rp2.000,00/kg. Untuk
meningkatkan kecepatan tumbuh bayi burung dara, bisa diberi pakan unggas formula khusus
yang biasa disebut starter feed. Lipur khusus untuk bayi unggas ini dikenal sangat ampuh untuk

menjadikannya tumbuh dengan pesar dalam waktu hanya 30 hari. Harganya mulai
Rp6.000,00/kg untuk pembelian di toko grosir atau Rp9.000,00 untuk pembelian di toko
pengecer. Selain makanan formula, ditambahkan pula minuman formula yang diberi larutan
vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan.
5. Panen
Bayi burung dara yang diternakkan secara intensif dengan pemberian pakan dan vitamin formula
pertumbuhan bisa dipanen dalam waktu hanya 30 hari ketika berat tubuhnya mencapat 300 gram
atau lebih. Bisa jadi, ketika mencapai berat tubuh ini, burung dara masih bersuara seperti suara
piyik, bahkan sayapnya belum ditumbuhi bulu secara sempurna sehingga belum bisa terbang.
Namun, karena tujuan utama budidaya ini adalah untuk diambil dagingnya, maka proses panen
sudah bisa dilakukan.
Demikianlah, ternyata budidaya burung dara pedaging bisa dilakukan dimana saja dengan
mudah. Jangka waktu panen juga tidak terlalu lama karena burung dara tergolong sebagai burung
yang akan bertelur sepanjang tahun asalkan sudah tidak dalam keadaan mengasuh anak. Harga
jual anak burung dara pedaging juga cukup tinggi dan stabil yaitu sekitar Rp17.500,00 hingga
Rp20.000,00 per ekor. [AM/kabarukm.com]

BURUNG DARA YANG SEMAKIN LANGKA


Sabtu malam minggu kemarin (03/11), saya dan anak laki2 terkecil saya (Bima Lazuardi
Wiraatmaja) ingin sekali makan diluar dengan menu lauk BURUNG DARA GORENG, saya
ajak istri dan anak saya untuk makan ke warung kaki lima, biasanya ada sedia (persepsi saya
ada karena di spanduk warung biasanya ada gambarnya).
Ramai2 habis maghrib menyelusuri jalan jalan di kota Kediri tercinta untuk mencari warung kaki
lima yang sedia menu Burung Dara Goreng. Sudah 4 (empat) warung kami berhenti dan
bertanya, hasilnya NIHIL burung dara tidak ada. Pada akhirnya karena dah muter2 tidak dapat
kami berhenti dan makan bebek goreng di warung kaki lima yang ke 5 yang kami pilih.
Bakul warung ke 5, saya tanya menu burung dara, lalu cerita KOSONG, katanya sudah lama
tidak jualan, banyak yang tanya tetapi tidak ada burung dara. Tidak ada bakul yang mensuplai
daging burung dara. Instink wirausaha saya langsung Ngeh Kok tidak ada padahal
banyak yang suka dan membutuhkan Apa karena tidak ada yang beternak? Ada yang
beternak tetapi sambilan (umumnya)? Atau laju konsumsi (pemotongan) melebihi kelahiran?
Bisa bisa suatu saat burung dara menjadi barang langka atau bahkan punah.
Kenapa orang tidak mau beternak burung dara?

Setelah pulang sampai dirumah, pikiran saya terus jalan kenapa orang tidak mau beternak burung
dara secara sungguh sungguh sebagai sumber penghasilan ya.. Padahal beternak burung dara
sangat mudah sekali.. Daya produksi tinggi.. Cluth (jarak menetas ~ sapih ~ menetas lagi)
pendek sekali cuma 45 hari (satu tahun 8 kali menetas / panen).. Beranak selalu 2 (dua) ekor..
Pakan Cuma biji2an seperti jagung, kacang2an dll.. Kandang sederhana skali
Esuk harinya saya menelpon bakul burung dara bertanya berapa harga burung dara umur 3~4
minggu, dijawab harga bisa @ Rp.7.000,- ~ Rp.8.000,- / ekor. Berarti 1 pasang induk
menghasilkan anak : satu pasang seharga Rp.15.000,- dan dalam 1 tahun menghasilkan panen 8
kali seharga : Rp.15.000,- x 8 panen = Rp.120.000,- Menurut saya harga ini sangat bagus
menguntungkan.
Biaya pakan? (ini gambaran kasar ja) : per ekor habis : 25 gram / hari jagung. Hitunganya :
sepasang induk : 2 ekor x 25 gram = 50 gram x Rp.2.000,- = Rp.100,- / hari. Dalam 1 (satu)
tahun sepasang induk habis biaya pakan jagung : Rp.100,- x 365 hari = Rp.36.500,Lho? Tiap tahun sepasang induk burung dara mengahasilkan produktivitas pendapatan :
Rp. 120.000,-. Biaya produksi pakan sepasang induk : Rp.36.500,-. Jadi dari sepasang
burung dara ada laba : Rp.120.000,- Rp.36.500,- = Rp.83.500,- / per tahun. Laba ini
sangat besar sekali. Coba kalau anda punya 1.000 ekor induk? Laba anda bisa mencapai
Rp.83.500.000,- / tahun, sangat sangat cukup menambah penghasilan.
Imagine dan analisis saya terus berjalan :
a). Beternak burung dara ini cocok ditanah atau daerah mana? Juga
b). Bagaimana bentuk rumah / sarang burung dara (pagupon) yang ideal bagi burung dara?
c). Bagaimana teknis budidayanya?
Saya berimaginasi dan analisis sebagai berikut :
a). Beternak burung dara bisa dilakukan dimana saja, cocok ditanah manapun kalau bisa di
daerah yang agak jauh dari perkampungan / perumahan agar tidak dianggap mengganggu. Atau
mungkin di daerah perbukitan / gunung. Area tanah harus cukup luas untuk mengantisipasi
perkembangan usaha. Diusahakan dilakukan di daerah2 yang biji2an seperti jagung dll harga
murah maksimal Rp.2.000,- / kg.
b). Saya ber-imagine. Pemeliharaan burung dara secara intensip, punya induk minimal 1.000
pasang. Trus bentuk dan bahan sarang / rumah / pagupon burung dara yang cocok pas seperti
apa? Saya punya inspirasi : bentuk yang sangat pas cocok adalah seperti MENARA MASJID.
Lebar 6 meter dan tinggi 20 meter, terletak ditengah sawah tegalan, dengan pagar keliling.

Bentuk pagupon seperti MENARA MASJID, terbuat dari rangka besi beton 5 mm, kemudian
tembok terbuat dari tanah liat campur semen. Pada dinding menara (yang mengerucut dengan
kemiringan dinding 15%) ditanam ratusan gerabah kecil ukuran 20~25 cm (orang jawa
bilang : kwali, pundi, jun) yang berjajar jajar dengan posisi mulut gerabah agak menunduk
sebagai rumah indukan burung dara.
Pada dinding menara juga diberi besi seperti anak tangga dengan tujuan dipakai untuk memanjat
naik waktu panen anak burung dara. Perhitungan saya, setiap menara pagupon ukuran diameter 6
m dan tinggi 20 meter akan mampu menampung sebanyak 500 pagupon.
c). Tanah pekarangan dipagari keliling dengan tinggi setidaknya 2 (dua) meter, bahan bisa dari
bambu, seng atau tembok. Didalam lokasi peternakan selain ada MENARA PAGUPON, juga
dibuatkan
1. LANTAI PLESTER ukuran 20 m x 20 m, sebagai tempat memberi pakan burung dara
dengan cara jagung ditebar dilantai plester.
2. Dibuatkan BAK AIR BERSIH, ukuran 1 m x 20 m x dalam 50 cm, sebagai sumber air
minum, sekaligus pemberian vitamin / obat2an.
3. Dibuatkan tengeran (seperti jemuran baju) terbuat dari kayu / bambu secukupnya, sebagai
tempat burung dara istirahat, berjemur, kawin dll.
4. Gudang tempat menyimpan pakan, peralatan, mesin diesel pompa air minum, penerangan
listrik bila ada.
5. Pemberian pakan jagung dilakukan sehari 2 (dua) kali, pagi jam 07.00 dan siang jam 13.00.
jumlah pemberian : 25 gram / ekor / hari.
6. Program vaksinasi ND/IB dan ND/AI dilakukan pada indukan agar terbebas dari virus ND
(telo) dan AI (flu burung) setiap 3 bulan diulang. Dan pemberian vitamin dan asam amino
rutine pada setiap bulan ganjil : januari, maret, mei dst (pada setiap tanggal 1 ~ 7). Pemberian
antibiotik secara rutine pada setiap bulan genap : pebruari, april, juni dst (pada setiap tanggal 1
~ 7).
Sangat mudah sekali, budidaya mudah, pasar tersedia sangat banyak, dicari dimana mana.
Saya akan mendukung apabila anda anda mau dan berani mencoba. Untuk kemajuan
perlu perubahan dan perbedaan. Usaha tidak harus sama, tetapi perlu beda, inovatip dan
kreatip.
Merpati tidak pernah ingkar janji! (Selamat mencoba!).

Judul

INSPIRASI USAHA : BURUNG DARA

Nama Penulis

Ir. Ardi Wisuku

Tanggal Publish

November 12, 2012

Kategori

Peluang Usaha

Tags: Ajak, Bakul, Barang Langka, Bebek Goreng, Burung Dara, Daging, Inspirasi,
Jalan Jalan, Jualan, Kaki Lima, Kota Kediri, Maghrib, Makan, pada setiap, Panen,
Persepsi, Rp, Saya, Sedia, Spanduk, tidak ada, Warung, Wirausaha

INSPIRASI USAHA : BURUNG DARA


Contact Person
Nama: Ir. Ardi Wisuku As
No HP: 081 2340 4288 / 081 3593 84413
No TLP: (0354) 681781 (Hunting)
Alamat: JL. IR.H. SOETAMI NO 22, KEDIRI, 64124, EAST JAVA, INDONESIA
Email: info[at]kudahitamperkasa.co.id
Klik Untuk Hubungi Kami Secara Online

CV Kuda Hitam Perkasa Partner para


REKANAN PROYEK PEMERINTAH
Ditulis oleh: Ir. Ardi Wisuku | Ditulis pada: 13/09/2012

CV Kuda Hitam Perkasa Partner para REKANAN PROYEK PEMERINTAH


Pada setiap tahun anggaran Pemerintah Cq Dinas Peternakan baik Dinas Peternakan Tingkat
II Kabupaten / Kota, Dinas Peternakan Tingkat I Propinsi dan Direktorat Jendral
Peternakan selalu membuat anggaran Program Pembangunan Peternakan. Salah satunya
dibidang unggas dan yang sering unggas lokal (Ayam kamp petelur arab, ayam kampung
asli / buras, bebek, puyuh, entok dll).
Program / proyek proyek ini biasanya diperbantukan pada kelompok kelompok atau koperasi
peternakan dengan tujuan pembangunan dan pemerataan ekonomi peternakan rakyat,
peningkatan pendapatan masyarakat, ketersediaan gizi, serta kemajuan peternakan.
Kelompok / koperasi terpilih diseleksi oleh Tim dari Dinas Peternakan baik Tk II, I dan
Pusat sesuai dengan pemilik dan pengadaan program proyek.

Dalam prakteknya, pemerintah dalam melaksanakan proyek selalu melibatkan para


REKANAN proyek, penunjukan para rekanan melalui proses LELANG / TENDER yang
transparan baik nilai pagu, spek barang yang ditenderkan, proses pelaksanaan, evaluasi dll
dibuat terjadwal dengan baik. Para rekanan dalam melaksanakan proyek biasanya
membutuhkan partner SUPPLIER yang QUALIFIED baik secara kualitas, kuantitas dan
punya experient dibidangnya.
Beberapa kelompok / koperasi mendapatkan bantuan program dari dinas peternakan (biasanya
dari dinas peternakan Propinsi dan atau dirjen peternakan / pusat) melalui para rekanan ini
karena nilai bantuan secara total besar dan proses pelaksanaan harus melalui LELANG /
TENDER. Tetapi bantuan dari dinas peternakan TK II karena nilai biasanya tidak terlalu besar
bisa turun langsung ke kelompok / koperasi, melalui tahap termin I, II, dan III. Kelompok /
koperasi kemudian menghubungi para SUPPLIER yang qualified baik secara kualitas,
kuantitas dan punya ekperient dibidangnya.
CV Kuda Hitam Perkasa, Kediri merupakan produsen BIBIT UNGGUL UNGGAS LOKAL
yang paling berpengalaman di Indonesia, mempunyai produk lengkap dalam usaha unggas
lokal. Sudah punya pengalaman 16 tahun dibidangnya. Para rekanan proyek pemerintah sudah
menjadi parnet CV Kuda Hitam Perkasa, dengan pertimbangan sbb :
a. Produk unggas lokal lengkap : Ayam kampung petelur arab, ayam kampung asli, bebek
petelur, bebek pedaging, puyuh, entok dll
b. Disediakan dalam bentuk bibit doc / dod / doq (umur 1 hari) dan atau umur remaja : 3, 4
dan atau 5 bulan.
c. Kualitas terjamin. Telah dilaksanakan program vaksinasi & pengobatan dengan tertib dan
disiplin. Bebas flu burung yang bisa dipertanggung jawabkan diperkuat oleh uji laboratorium
dinas Peternakan.
d. Mampu menyediakan dalam jumlah ekor cukup berapapun yang dibutuhkan para rekanan.
e. Sudah punya pengalaman 16 (enam belas) tahun kirim bibit (umur 1) hari ke seluruh
wilayah Indonesia. Dan juga sudah punya pengalaman kirim distribusi umur remaja (umur
3, 4 dan 5 bulan) selama 10 tahun ke seluruh wilayah P Jawa / Bali, seluruh wilayah P
Sumatra, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dengan deflesi
kematian (akibat perjalanan) dibawah 1 %.
Kepada para pimpinan proyek mungkin bisa merekomendasikan CV Kuda Hitam Perkasa
menjadi supplier dalam pengadaan proyek dinas. Sudah banyak proyek pengadaan yang
ditangani CV. Kuda Hitam Perkasa. Pada tahun 2011 kami telah mensupplai pengadaan di
Jateng (Magelang, Pemalang), Jabar (kab Bandung, kota Bandung, kab Banjar), Banten
(Sukabumi, Cilegon), Lampung, SumSel (Prabumulih), Sumbar (Padang, Sawahlunto,
Bukittinggi, Payakumbuh), Riau (Pekanbaru), Gorontalo (Gorontalo, Boalemo), Papua
(Nabire, Tual).

Bagi dinas dinas peternakan diseluruh Indonesia, bila menginginkan mengadakan


pelatihan unggas lokal yang dipertuntukan peternak, kelompok, koperasi didaerahnya kami
bisa bantu datang dan memberikan materi pelatihan. Termasuk didalamnya materi analisa
perhitungan peluang usaha.
Apabila para peternak, kelompok, koperasi ada kurang paham masalah management teknis
budidaya unggas lokal jangan segan segan menghubungi kami baik via telepon, sms atau
email.
Bravo : Rekanan Kelompok Koperasi Peternakan.

Tips Sederhana Memelihara Burung Merpati Maupun Cara Beternak Burung


Merpati
BERBEDA dengan burung lainnya, burung merpati termasuk jenis burung
yang mudah dirawat. dan untuk mencari merpati pun bukan hal yang sulit,
karna merpati banyak dijual di pasar burung diindonesia. ada beberapa
tips simple saat memilih burung merpati, tentunya untuk yang mau dirawat
atau
diternakan
kembali.
pertama, tentu saja burung yang kamu beli itu harus sehat.ciri burung
merpati yang sehat adalah memiliki bulu yang bagus. bagian ujung
sayapnya tidak melor alias turun. bila di tangkap dengan tangan tenaga
reaksi/perlawanan
besar.
kedua, usahakan jangan membeli burung merpati yang sudah tua, ini tidak
bagus bagi yang sekedar membeli untuk disembelih maupun untuk
diternak.
ciri-ciri burung merpati yang telah berusia senja/tua adalah sebagai
berikut, daging di sekitar paruh yang kelihatan tebal. bagian lubang
hidungnya juga terlihat ada kerutan daging tebal. bila di cermati paruhnya
sudah ngak kilat.
selanjutnya, ketiga , bila saat kamu memilih diantara banyak burung yang
ada dalam satu sangkar, jangan terlalu dekat dengan sangkarnya dulu.
ambil beberapa langkah ke belakang dan cermati perilaku si burung
merpati dari kejauhan. yang mesti kamu perhatikan adalah burung yang
menjadi raja didalam sangkar, atau yang memiliki sifat paling domininan
kelima, pelajari ciri-ciri antara induk pejantan dan induk betina, induk
pejantan biasanya memiliki paruh yang lebih tebal, lehar lebih besar,

kepala yang lebih panjang dan besar. bulu disekitar lebih yang mengkilap.
bila didekato burung lain pejantan/betina lain dia akan bekur (berkutut)
kalau cara menternakan merpati juga gampang-gampang susah
sebenarnya. ada dua metode disini, yang pertama sistim kurung. jadi
burung merpati itu nga pernah dilepas atau keluar dari sangkar nya. cara
ini tidak begitu maksimal bila dipilih dalam menternakan burung merpati.
karna burung merpati adalah burung yang suka bersosialisai melalui
terbang dan mondar-mandir. tapi bila ini cara yang terakhir dipilih metode
ternaknya,
usahakan
sangkar
nya
di
perbesar.
metode kedua, sistim lepas kandang. bagi yang baru membeli burungnya
dari pasar burung ngak boleh langsung dilepas. kurung dan kasih makan
burung nya dahulu selama beberapa hari didalam kandang. selanjutnya
sayap burung disalasiban/di lakban/di lem isolasi.barulah burung dilepas
dalam keadaan sayap dilem (usahakan jangan merusak bulu sayapnya saat
me-lem maupun membuka lemnya).biarkan burung keluar sendiri dari
sangkar untuk pertama kali. saat malam tiba , bila si burung sudah tau cara
pulang
sendiri
kerumah
barunya
berarti
ada
kemajuan.
biarkan kejadian ini berulang-ulang selama beberpaa hari hingga
memungkinkan untuk dilepas (tips yg paling aman adalah saat burung
sudah
bertelur
dan
mengerami
baru
dilepas)
untuk mengawinkannya sendiri sebenarnya ada triknya, kumpulkan
beberapa burung merpati dalam kandang selama seminggu, maka akan
terjadi pacaran anatar sesama burung merpati. pasangan yang sudah
menjadi ini tidak akan berpisah bila tidak diapa-apain atau satunya tiada.
dan untuk melihat kapan saatnya burung merpati akan bertelur juga ada
caranya. berikut adalah tanda-tanda burung merpati bila akan bertelur.
indukan pejantan akan bersifat agresif dan membuntuti si burung betina
kemana pun ia terbang. selalu mengekor dibelakang si burung betina
hingga terlihat seperti overprotect (kayak orang yang pacaran aja :p)
sekedar pengetahuan, masa - masa inilah burung merpati bisa di balapkan.caranya :
tangkaplah siburung indukan ketika memasuki kandang. pisahkan dan jangan sampai
terlihat oleh burung pejantan selama beberapa menit. lalu ketika siburung jantan sudah
terlihat sibuk/bingung mencari burung betina dan memanggil-manggil dengan suara khas
khuuu khuuu keluarkan si burung betina.sijantan akan lengket ditangan
">
untuk membantu menjaga perkawinan siburung agar lancar ada beberapa
cara juga yang bisa kita lakukan. bila tanda-tanda akan bertelur sudah
terlihat seperti yang baru kusebutkan diatas , kamu bisa menyediakan
kayu-kayuan kceil seperti batang lidi, jerami, tali bekas yang kecil, atau apa
saja yang sifatnya bisa di rangkai burung merpati jadi sarang. karna selama

musim bertelur tiba, burung merpati akan mencari benda-benda tersebut


untuk
dibuat
alas
telur
untuk
pengeramaan.
demikian tips sederhana ini, moga di baca orang yang memerlukannya tips
ini. ow iya, burung merpati hanya mengerami hanya sekitar 19-22 hari. itu
waktu yang sudah pasti nya. ngak semua telur bisa menetas juga. paling
banyak satu pasang burung merpati hanya menghasilkan 2 telur, 3 telur
sangatlah langka. saat telur menetas kasihlah makan be-er atau jagung
yang halus ke burung indukan, karna akan disuapi keanak-anaknya.

makanan yang paling baik untuk merpati adalah jagung dan kacang hijau. namun
ada beberapa adat yang melarang umatnya memakan atau membunuh burung
merpati, apalagi menjualnya untuk disembelih. jadi, usahakan tidak berdagang
burung merpati, membunuh, maupun memakannya. karna burung merpati juga
merupakan teman manusia seperti layaknya kucing

Budidaya Burung Merpati

Burung merpati termasuk jenis burung yang mudah dirawat, dan untuk mencari merpati pun bukan hal
yang sulit, karna merpati banyak dijual di pasar burung. Bila ingin Membudidayakan Burung merpati
anda harus tau trik untuk memilih burung ini:
1. Burung yang kamu beli itu harus sehat.
Ciri burung merpati yang sehat adalah memiliki bulu yang bagus,bagian ujung sayapnya tidak turun,
bila di tangkap dengan tangan bereaksi kuat/beringas.
2. Jangan membeli Burung merpati yang sudah tua

ciri-ciri burung merpati yang tua adalah sebagai berikut, daging di sekitar paruh yang kelihatan tebal.
bagian lubang hidungnya juga terlihat ada kerutan daging tebal. bila di cermati paruhnya sudah ngak
kilat.
3. Pelajari ciri-ciri antara induk pejantan dan induk betina
Induk pejantan biasanya memiliki paruh yang lebih tebal, lehar lebih besar, kepala yang lebih panjang
dan besar. bulu disekitar lebih yang mengkilap. bila didekatkan burung lain pejantan/betina lain dia
akan berkutut.
Sebagai tambahan, Anda mungkin bingung bila harus memilih burung yang banyak dalam 1 sangkar.
Amatilah sebentar dan Perhatikan mana yang lebih dominan/menguasai kurungan tersebut, pilihlah
burung yang dominan itu induk yang bagus dan baik untuk di budidayakan.

Ada
2
Macam
cara Budidaya
Burung
Merpati yaitu:
1. Metode kandang, sistim ini kurang efektif karena burung merpati adalah burung yang
suka bersosialisasi.
Sehingga akan menekan terhadap keagresifan burung dan memperlama proses
perjodohan, dan
bila menggunakan metode ini harus membuat sangkar yang luas.
2. Metode LEpas Kandang
Metode ini sangat efektif, namun jangan keliru. Melepaskan burungnya setelah beberapa
hari tinggal di sangkar.
Misalnya 21 hari setelah pembelian, dan sebelum melepas untuk berjaga2 sayap burung d i
lakban/di lem isolas,
Agar burung tidak bisa terbang jauh.
Pengetahuan Mengenai cara Menjodohkan Burung
1. Pilih burung merpati yang akan kita jodohkan, tentu saja harus pastikan jantan dan betina.
2. Kurung burung jantan dan betina dalam satu kandang. lebih bagusnya tutup kandang pada malam
hari.
3. Mandikan burung tiap hari dan jemurlah ,Setelah kering masukkan burung dalam kandang lagi dan
beri makan.
4. ulangi lagi dari no 2 -3 kurang lebih 3 hari maka burung akan jodoh.
Ciri-ciri burung yang sudah jodoh adalah bila si jantan di lepas akan terbang mencari si betina, dan bila
didekatkan si jantan akan berkutut.
Kalo burung udah jodoh, Segera Persiapkan ranting/jerami biasanya akan digunakan sebagai tempat
bertelur. Seekor betina biasanya akan bertelur 1-2 saja. Burung akan mengerami telurnya selama 2021 hari apabila dalam waktu yang lebih belum menetas, telur itu busuk. Saat Sudah menetas berilah
makan Be-er, karena pasti akan disuapkan ke anaknya tersebut.
Pakan Yang baik untuk burung merpati adalah jagung dan kacang hijau.
Selamat mencoba, Bila ada kekurangan mohon ditambahkan. Suksess terus berwira
usaha !!!

Panduan cara beternak burung merpati bagi pemula


23.46 Burung Merpati

Burung Merpati adalah jenis burung yang bisa di umbar atau di bisa di lepas dan akan kembali
ke kandangnya sendiri. Burung merpati juga termasuk jenis burung yang mudah dirawat. dan
untuk mencari merpati pun bukan hal yang sulit, karna merpati banyak dijual di pasar burung
diindonesia. ada beberapa tips simple saat memilih burung merpati, tentunya untuk yang mau
dirawat
atau
diternakan
kembali.
1. Tentu saja burung yang kamu beli itu harus sehat.ciri burung merpati yang sehat adalah
memiliki bulu yang bagus. bagian ujung sayapnya tidak melor alias turun. bila di tangkap dengan
tangan
tenaga
reaksi/perlawanan
besar.
2. Usahakan jangan membeli burung merpati yang sudah tua, ini tidak bagus bagi yang sekedar
membeli
untuk
disembelih
maupun
untuk
diternak.
ciri-ciri burung merpati yang telah berusia senja/tua adalah sebagai berikut, daging di sekitar
paruh yang kelihatan tebal. bagian lubang hidungnya juga terlihat ada kerutan daging tebal. bila
di
cermati
paruhnya
sudah
ngak
kilat.
3. Bila saat kamu memilih diantara banyak burung yang ada
dekat dengan sangkarnya dulu. ambil beberapa langkah ke
burung merpati dari kejauhan. yang mesti kamu perhatikan
didalam
sangkar,
atau
yang
memiliki

dalam satu sangkar, jangan terlalu


belakang dan cermati perilaku si
adalah burung yang menjadi raja
sifat
paling
domininan

4. Pelajari ciri-ciri antara induk pejantan dan induk betina, induk pejantan biasanya memiliki
paruh yang lebih tebal, lehar lebih besar, kepala yang lebih panjang dan besar. bulu disekitar
lebih yang mengkilap. bila didekatkan burung lain pejantan/betina lain dia akan bekur (berkutut)
Kalau cara menternakan merpati juga gampang-gampang susah sebenarnya. ada dua metode
disini, yang pertama sistim kurung. jadi burung merpati itu nga pernah dilepas atau keluar dari
sangkar nya. cara ini tidak begitu maksimal bila dipilih dalam menternakan burung merpati.
karna burung merpati adalah burung yang suka bersosialisai melalui terbang dan mondar-mandir.
tapi bila ini cara yang terakhir dipilih metode ternaknya, usahakan sangkar nya di perbesar.
Sistim lepas kandang. bagi yang baru membeli burungnya dari pasar burung ngak boleh langsung
dilepas. kurung dan kasih makan burung nya dahulu selama beberapa hari didalam kandang.
selanjutnya sayap burung disalasiban/di lakban/di lem isolasi.barulah burung dilepas dalam
keadaan sayap dilem (usahakan jangan merusak bulu sayapnya saat me-lem maupun membuka

lemnya).biarkan burung keluar sendiri dari sangkar untuk pertama kali. saat malam tiba , bila si
burung sudah tau cara pulang sendiri kerumah barunya berarti ada kemajuan.
Biarkan kejadian ini berulang-ulang selama beberpaa hari hingga memungkinkan untuk dilepas
(tips yg paling aman adalah saat burung sudah bertelur dan mengerami baru dilepas)
Untuk mengawinkannya sendiri sebenarnya ada triknya, kumpulkan beberapa burung merpati
dalam kandang selama seminggu, maka akan terjadi pacaran anatar sesama burung merpati.
pasangan yang sudah menjadi ini tidak akan berpisah bila tidak diapa-apain atau satunya tiada.
dan untuk melihat kapan saatnya burung merpati akan bertelur juga ada caranya. berikut adalah
tanda-tanda burung merpati bila akan bertelur. indukan pejantan akan bersifat agresif dan
membuntuti si burung betina kemana pun ia terbang. selalu mengekor dibelakang si burung
betina hingga terlihat seperti overprotect (kayak orang yang pacaran aja :p)
sekedar pengetahuan, masa masa inilah burung merpati bisa di balapkan.caranya : tangkaplah
siburung indukan ketika memasuki kandang. pisahkan dan jangan sampai terlihat oleh burung
pejantan selama beberapa menit. lalu ketika siburung jantan sudah terlihat sibuk/bingung
mencari burung betina dan memanggil-manggil dengan suara khas khuuu khuuu keluarkan si
burung
betina.sijantan
akan
lengket
ditangan
Sebenarnya dalam menjodohkan burung merpati sangatlah gampang, penglaman saya dalam
menjodohkan
burung
merpati:
1. Pilih burung merpati yang akan kita jodohkan, tentu saja harus pastikan jantan dan betina. tapi
terkadang burung sesama sejenispun juga bisa jodoh, tapi sangat jarang.
2. Kandangkan burung jantan dan betina dalam satu kandang. lebih bagusnya tutup kandang
(gupon)
pada
malam
hari.
3. Pada pagi hari mandikan burung dan jemur pada sinar matahari. Lebih bagus lagi jika burung
jantan
dan
betina
di
pisahkan,
tetapi
masih
dalam
satu
kandang.
4.

Setelah

kering

masukkan

burung

dalam

kandang

lagi

dan

beri

makan.

5. ulangi lagi dari no 2 4 kurang lebih 3 hari maka burung akan jodah dan disa untuk di
templekkan.,.,
jika sudah jodoh (templek) maka burung jantan bisa di lepas dan akan mencari bettinanya (its itu
yang namanya burung sedang templek (bhs jawa)) hingga burung bertelur.
Untuk membantu menjaga perkawinan siburung agar lancar ada beberapa cara juga yang bisa
kita lakukan. bila tanda-tanda akan bertelur sudah terlihat seperti yang baru kusebutkan diatas ,
kamu bisa menyediakan kayu-kayuan kceil seperti batang lidi, jerami, tali bekas yang kecil, atau
apa saja yang sifatnya bisa di rangkai burung merpati jadi sarang. karna selama musim bertelur
tiba, burung merpati akan mencari benda-benda tersebut untuk dibuat alas telur untuk
pengeramaan.

Burung merpati hanya mengerami hanya sekitar 19-22 hari. itu waktu yang sudah pasti nya. ngak
semua telur bisa menetas juga. paling banyak satu pasang burung merpati hanya menghasilkan 2
telur, 3 telur sangatlah langka. saat telur menetas kasihlah makan be-er atau jagung yang halus ke
burung
indukan,
karna
akan
disuapi
keanak-anaknya.
Makanan yang paling baik untuk merpati adalah jagung dan kacang hijau. namun ada beberapa
adat yang melarang umatnya memakan atau membunuh burung merpati, apalagi menjualnya
untuk disembelih. jadi, usahakan tidak berdagang burung merpati, membunuh, maupun
memakannya. karna burung merpati juga merupakan teman manusia seperti layaknya kucing
(sumber: budidayanews.blogspot.com)

Panduan Ternak Burung Merpati Untuk


Pemula
Cara Awal Beternak Burung Merpati

Pigeons are birds bird


species can be Umbar or off and will return
to its
own
cage.Pigeons also include the type of bird that is easy to maintain. and to find the pigeon wasnot
a
difficult
thing, because pigeons are
sold on bird markets diIndonesia. there
aresome simple tips when choosing a dove, of course, for that would be treated or bredback.

Burung Merpati adalah jenis burung yang bisa di umbar atau di bisa di lepas dan akan kembali
ke kandangnya sendiri. Burung merpati juga termasuk jenis burung yang mudah dirawat. dan
untuk mencari merpati pun bukan hal yang sulit, karna merpati banyak dijual di pasar burung
diindonesia. ada beberapa tips simple saat memilih burung merpati, tentunya untuk yang mau
dirawat atau diternakan kembali.

1. Tentu saja burung yang kamu beli itu harus sehat.ciri burung merpati yang sehat adalah
memiliki bulu yang bagus. bagian ujung sayapnya tidak melor alias turun. bila di tangkap dengan
tangan tenaga reaksi/perlawanan besar.

2. Usahakan jangan membeli burung merpati yang sudah tua, ini tidak bagus bagi yang sekedar
membeli untuk disembelih maupun untuk diternak.

ciri-ciri burung merpati yang telah berusia senja/tua adalah sebagai berikut, daging di sekitar
paruh yang kelihatan tebal. bagian lubang hidungnya juga terlihat ada kerutan daging tebal. bila
di cermati paruhnya sudah ngak kilat.

3. Bila saat kamu memilih diantara banyak burung yang ada dalam satu sangkar, jangan terlalu
dekat dengan sangkarnya dulu. ambil beberapa langkah ke belakang dan cermati perilaku si
burung merpati dari kejauhan. yang mesti kamu perhatikan adalah burung yang menjadi raja
didalam sangkar, atau yang memiliki sifat paling domininan

4. Pelajari ciri-ciri antara induk pejantan dan induk betina, induk pejantan biasanya memiliki
paruh yang lebih tebal, lehar lebih besar, kepala yang lebih panjang dan besar. bulu disekitar
lebih yang mengkilap. bila didekatkan burung lain pejantan/betina lain dia akan bekur (berkutut)

Kalau cara menternakan merpati juga gampang-gampang susah sebenarnya. ada dua metode
disini, yang pertama sistim kurung. jadi burung merpati itu nga pernah dilepas atau keluar dari
sangkar nya. cara ini tidak begitu maksimal bila dipilih dalam menternakan burung merpati.
karna burung merpati adalah burung yang suka bersosialisai melalui terbang dan mondar-mandir.
tapi bila ini cara yang terakhir dipilih metode ternaknya, usahakan sangkar nya di perbesar.

Sistim lepas kandang. bagi yang baru membeli burungnya dari pasar burung ngak boleh langsung
dilepas. kurung dan kasih makan burung nya dahulu selama beberapa hari didalam kandang.
selanjutnya sayap burung disalasiban/di lakban/di lem isolasi.barulah burung dilepas dalam
keadaan sayap dilem (usahakan jangan merusak bulu sayapnya saat me-lem maupun membuka
lemnya).biarkan burung keluar sendiri dari sangkar untuk pertama kali. saat malam tiba , bila si
burung sudah tau cara pulang sendiri kerumah barunya berarti ada kemajuan.

Biarkan kejadian ini berulang-ulang selama beberpaa hari hingga memungkinkan untuk dilepas
(tips yg paling aman adalah saat burung sudah bertelur dan mengerami baru dilepas)

Untuk mengawinkannya sendiri sebenarnya ada triknya, kumpulkan beberapa burung merpati
dalam kandang selama seminggu, maka akan terjadi pacaran anatar sesama burung merpati.
pasangan yang sudah menjadi ini tidak akan berpisah bila tidak diapa-apain atau satunya tiada.
dan untuk melihat kapan saatnya burung merpati akan bertelur juga ada caranya. berikut adalah
tanda-tanda burung merpati bila akan bertelur. indukan pejantan akan bersifat agresif dan

membuntuti si burung betina kemana pun ia terbang. selalu mengekor dibelakang si burung
betina hingga terlihat seperti overprotect (kayak orang yang pacaran aja :p)

sekedar pengetahuan, masa masa inilah burung merpati bisa di balapkan.caranya : tangkaplah
siburung indukan ketika memasuki kandang. pisahkan dan jangan sampai terlihat oleh burung
pejantan selama beberapa menit. lalu ketika siburung jantan sudah terlihat sibuk/bingung
mencari burung betina dan memanggil-manggil dengan suara khas khuuu khuuu keluarkan si
burung betina.sijantan akan lengket ditangan

Sebenarnya dalam menjodohkan burung merpati sangatlah gampang, penglaman saya dalam
menjodohkan burung merpati:
1. Pilih burung merpati yang akan kita jodohkan, tentu saja harus pastikan jantan dan betina. tapi
terkadang burung sesama sejenispun juga bisa jodoh, tapi sangat jarang.
2. Kandangkan burung jantan dan betina dalam satu kandang. lebih bagusnya tutup kandang
(gupon) pada malam hari.
3. Pada pagi hari mandikan burung dan jemur pada sinar matahari. Lebih bagus lagi jika burung
jantan dan betina di pisahkan, tetapi masih dalam satu kandang.
4. Setelah kering masukkan burung dalam kandang lagi dan beri makan.
5. ulangi lagi dari no 2 4 kurang lebih 3 hari maka burung akan jodah dan disa untuk di
templekkan.,.,
jika sudah jodoh (templek) maka burung jantan bisa di lepas dan akan mencari bettinanya (its itu
yang namanya burung sedang templek (bhs jawa)) hingga burung bertelur.

Untuk membantu menjaga perkawinan siburung agar lancar ada beberapa cara juga yang bisa
kita lakukan. bila tanda-tanda akan bertelur sudah terlihat seperti yang baru kusebutkan diatas ,
kamu bisa menyediakan kayu-kayuan kceil seperti batang lidi, jerami, tali bekas yang kecil, atau
apa saja yang sifatnya bisa di rangkai burung merpati jadi sarang. karna selama musim bertelur
tiba, burung merpati akan mencari benda-benda tersebut untuk dibuat alas telur untuk
pengeramaan.

Burung merpati hanya mengerami hanya sekitar 19-22 hari. itu waktu yang sudah pasti nya. ngak
semua telur bisa menetas juga. paling banyak satu pasang burung merpati hanya menghasilkan 2

telur, 3 telur sangatlah langka. saat telur menetas kasihlah makan be-er atau jagung yang halus ke
burung indukan, karna akan disuapi keanak-anaknya.

Makanan yang paling baik untuk merpati adalah jagung dan kacang hijau. namun ada beberapa
adat yang melarang umatnya memakan atau membunuh burung merpati, apalagi menjualnya
untuk disembelih. jadi, usahakan tidak berdagang burung merpati, membunuh, maupun
memakannya. karna burung merpati juga merupakan teman manusia seperti layaknya kucing

Sumber: http://budidayanews.blogspot.com/2011/03/cara-awal-beternak-burung-merpati.html

Penyakit burung merpati


dan penanganannya
13/01/2010 pukul 17:16 By Duto Sri Cahyono in HOBI LAIN, MERPATI Tags: MERPATI,
merpati sakit, obat merpati sakit, penyakit merpati 1 Komentar
Burung merpati termasuk burung yang memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit. Namun hal
itu jangan membuat kita terlena. Sebab, kita tidak perlu lagi khawatir jika kita memang sudah:
1. Menyediakan tempat teduh untuk merpati (pagupon/gupon-Jawa) yang kering, terang,
ventilasi baik dan burung dapat pergi menghindari hembusan angin dari satu arah (graught).
2.
Menyediakan
tempat
tinggal/berteduh
yang
tetap
bersih.
3.
Memberi
makanan
yang
bermutu,
bersih,
bergisi
seimbang.
4.
Memberikan
grit
yang
cukup
dan
seimbang
mutunya.
5. Memberi air bersih yang terpisah dari air yang biasa untuk memandikan.
Penyakit umum merpati biasanya disebabkan oleh binatang kecil pengganggu yang
menyebabkan burung terkena infeksi, atau juga virus atau bakteri atau infeksi yang
disebabkannya.
Binatang pengganggu merpati umumnya adalah:
1. Kutu: Kutu merpati cukup besar untuk dilihat dengan mata telanjang. Berbeda dengan kutu
burung kicauan, kutu pada merpati tidak menghisap darah tetapi hidup dengan memakan bulu
dan sisik kulit merpati. Kehadirannya akan mengganggu jika cukup banyak (dan biasanya tidak
kita
sadari).
Pada
suhu
udara
panas,
perkembangannya
sangat
cepat.
Untuk menjaga merpati bebas kutu seperti ini, gunakan saja FreshAves, obat anti parasit yang
tidak
berbahaya
untuk
merpati
(tidak
membuat
keracunan).
Selain bisa digunakan untuk menyemprot burung, FreshAves juga perlu untuk membasmi semua
parasit di lingkungan tempat tinggal merpati.

2. Tungau Merah: Tungau ini sama dengan tungau ayam. Berbeda dengan kutu, tungau ini sulit
ditangani bila jumlahnya sudah banyak di badan burung. Burung ini hidup di celaj-celah kandang
atau kotak sarang, dan keluar di malam hari hanya untuk mencari makan. Untuk mengatasinya,
perlu dilakukan penyemrpotan kandang dan lingkungan merpati dengan FreshAves, baik secara
disemprotkan maupun dengan ditabur di dasar sarang.
3. Lalat merpati: Lalat yang pernah ditemukan di AS bagian selatan ini lebih kecil ketimbang
lalat yang biasa berkeliaran di rumah-rumah. Bukan hanya pengganggu, lalat ini juga membawa
bibit penyakit. Dia suka bersembunyi di di antara bulu-bulu burung. Telur dan larva lalat ini
ditempatkan di tepi sarang dan umumnya dipilih sarang yang masih ada anakannya. Penanganan
atas lalat ini bisa kita gunakan pula FreshAves untuk disemprotkan di lingkungan merpati dan
ditaburkan di dasar sarang.
Penyakit
lain:
1. Kanker: Penyakit ini disebabkan protozoa dan umum ditemukan di merpati. Kebanyakan
menjangkiti anak burung yang masih dalam sarang, meski juga banyak menyerang merpati
dewasa.
Gejalanya, terdapat luka di mulut atau leher yang diliputi cairan kental putih kekuningan. Luka
akan membesar dan akan menyebabkan kematian merpati.
Ada beberapa cara penyembuhan yang tergolong efektif sperti disampaikan Arie Soeseno dalam
Memelihara dan Beternak Burung Merpati, yakni dengan menyapu luka dengan larutan yang
terdiri dari 3 bagian glycerin dan 1 bagian jodium/iodine. Meski penyakit ini dapat diobati, tetapi
jika tidak begitu berharga maka sebaiknya burung yang terjangkit dimatikan saja agar isi
kandang tidak terjangkit semua. Ada pihak yang menyebutkan penyakit ini tidake menjalan,
namu
kita
tetap
harus
berhati-hati.
Pembersihan kandang dengan FreshAves sangat dianjurkan.
2. Kurus (merpati menjadi kurus): Burung kurus dan terlihat sakit. Umum ya disertai mencret.
Kurus memang bukan penyakit tetapi menunjukkan adanya gejala penyakit. Bantuan bisa
diberikan dengan mengosongkan tembolok kemudian diberi cairan susu hangat dan roti selama
perawatan.
3. Mencret/Diare: Biasanya disebabkan makanan yang tidak baik/rusak. Penyakit akan hilang
jika penyebabnya sudah diketahui dan dihilangkan. Cara penyembuhan terbaik dengan
memberikan jagung dan butir biji-bijian kecil (jewawut, millet, dsb) sampai burung sembuh.
Dapat juga burung diberi minyak kastroli atau garam epson sebagai sarana pencahan (urus-urus)
untuk membersihkan sistem pencernaan.
4. Pilek: Penyebabnya sama dengan penyebab pilek pada manusia. Intinya, perlu menjaga
burung agar berdaya tahan tinggi terhadap serangan penyakit. Salah satu cara yang disarankan
adalah pemberian BirdVit pada minumannya. BirdVit yang mengandung multivitamin dan
mineral ini bisa diberikan secara rutin setiap hari.

Jika burung pilek, jaga kehangatan tubuhnya. Minyak kastroli sebagai pencahar juga bisa
diberikan untuk membersihkan pencernaan. Anda juga bisa menggunakan obat-obatan yang
mengandung sulfa atau antibiotika yang ada di pasaran khusus untuk burung/unggas. Umumnya
pilek akan hilang dengan sendirinya kalau burung diberi penghangat dan dihindarkan dari
hembusan angin.
5. Pnemonia: kalau leher burung menjadi bengkak dan burung mengalami kesukaran bernafas,
serta tampak demam dan sakit maka ada kemungkinan terserang penemonia. Usahakan burung
agar hangat dan jauhkan dari angin. Pengobatan bisa dilakukan dengan pemberian sulfa atau
antibiotik.
6. Parathypus: Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan merupakan penyakit paling serius bagi
merpati. Serangan bisa menyebabkan kematian dari 80% burung di kandang.
Gejalanya bisa berbeda-beda antar burung. Persendian (umumnya di sayap) dan kaki merupakan
tempat-tempat yang mudah bengkak dan akan terisi oleh cairan. Merpati yang pincang atau
lumpuh merupakan tanda adanya parathypus. Pada serangan hebat, kematian akan datang tanpa
tanda pembengkaan. Boleh jadi pembengkaan pada sayap karena penggumpalan darah akibat
cedera, tetapi jika pembengkaan terjadi pada beberapa burung sekaligus, pantas diduga mereka
terkena
serangan
parathypus.
Pengobatan memang bisa dilakukan namun pengalaman menunjukkan bahwa membunuh
burung-burung yangt sakit merupakan cara terbaik agar penyakit tidak berjangkit lagi atau terjadi
penularan.
Penyakit ini menyebar dengan berbagai cara dan yang tercepat adalah melalui kotoran dan air
minum. Lalat, burung-burung liar dan tikus merupakan binatang yang dapat menyebarkan
penyakit ini. Jika terjadi serangan, selain saran terbaik untuk merpati dimusnahkan, maka bisa
dilakukan pengobatan massal dengan antibiotik, sulfa (sulfamerazine, sulfamethazine).
7. Coccidiosis: Penyebab protozoa dan menyebabkan peradangan pada intestin (usus). Protozoa
ini sebenarnya sudah tinggal di dalam tubuh burung, namun akan menyerang jika daya tahan
tubuh
burung
melemah.
Burung yang terkena coccidiosis mengalami mencret hebat, cepat menjadi kurus, dan tampak
pucat kekurangan darah. Sering ada gumpalan kotoran di pantat burung. Penularan penyakit ini
adalah melalui burung lain yang makan protozoa coccidia yang tercampur pakan. Lakukan
pencegahan dengan selalu menjaga kebersihan kandang dan lakukan penyemprotan dengan
BirdFresh secara periodik merupakan langkah terbaik. Untuk pengobatan, Anda bisa
mendapatkan obat untuk ini di pasaran.
8. Cacar: Cacar ini disebabkan oleh virus dan bisa membuat merpati cacat atau menemui
kematian. Gejalanya tampak sebagai kulit yang mengembang dan muncul pada daerah yang
tidak ditumbuhi bulu. Ada dua macam cacar yakni cacar leher dan cacar kulit. Cacar leher atau
diphteria ditemukan hanya dileher dan memiliki angka kematian yang besar. Pada cacar kulit,
kita akan melihat ada semacam petumbuhan kutil yang dapat begitu besar sehingga daerah mata
atau kaki dipenuhi seluruhnya. cacar kulit jarang mematikan untuk burung dengan daya tahan
tubuh kuat.

Virus cacar ini antara lain dibawa oleh nyamuk dan hanya dapat masuk ke dalam tubuh melalui
luka. Tidak ada pengobatan yang efektif untuk cacar ini, tetapi bisa dilakukan vaksinasi cacar
deengan vaksin cacar manusia (penggunan perlu petunjuk dokter hewan).
Demikian uraian mengenai penyakit burung merpati. Dan kalau kita amati secara keseluruhan,
maka penyakit burung merpati sangat ditentukan oleh kebersihan lingkungan dan daya tahan
tubuh burung merpati itu sendiri. Sekali lagi sekadar menyarankan, gunakan FreshAves untuk
pembasmian parasit dan BirdVit sebagai penyuplai makanan bervitamin dan bermineral tinggi.

Untuk penjelasan mengenai kedua produk itu, bisa Anda klik di sini.
Untuk penyakit burung kicauan, klik di sini.
Salam.

BERIKUT INI PRODUK RAWATAN WAJIB UNTUK MERPATI:

BIRD MINERAL
UNTUK
PENANGKARAN
DAN KESEHATAN
MERPATI

BIRDVIT UNTUK
RAWATAN HARIAN
MERPATI

PASTIKAN
MERPATI BEBAS MERPATI KENA CACING,
99% MUDAH DROP
KUTU

Cara Memelihara Burung Merpati

Merpati atau burung dara (jawa=doro) sejak dulu telah dimanfaatkan untuk menghasilkan
daging, sport, lomba, pertunjukan dan bahkan untuk keperluan komunikasi (merpati pos). Untuk
keperluan produksi daging wujud yang paling disukai adalah daging merpati yang masih muda
(squab) atau yang lebih dikenal dengan sebutan piyek. Daging merpati berwarna gelap, empuk,
lembab dan menempati kelas yang sama dengan daging kepiting, daging sapi muda (veal), atau
kambing muda. Squab (piyek) adalah sebutan untuk anak merpati yang masih berumur antara 2530 hari, kelezatan dan keempukan dagingnya akan menurun setelah umurnya lebih dari 30 hari.
Memilih merpati
Mengetahui bangsa-bangsa merpati cukup penting kiranya kalau kita sudah mulai tertarik dengan
usaha ini. Karena kurangnya pengetahuan akan strain juga akan berakibat kurang kegunaan
ternak yang akan kita usahakan. Merpati dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu untuk tujuan
pameran, produksi daging dan penampilan. Merpati untuk pameran dipilih berdasar pola
warnanya, merpati untuk tujuan produksi daging (squab) dipilih berdasar jumlah anak yang
besar-besar dan sehat sebanyak mungkin dalam jangka waktu yang cukup lama, sedangkan
merpati untuk penampilan (tumbler) dipilih berdasar ketegaran dan penampilan yang terkontrol
di udara.
Sebagai contoh, merpati untuk pameran mempunyai ukuran badan yang besar, cantik dan
tubuhnya seimbang akan tetapi mempunyai kelemahan yaitu perkembangbiakannya lambat. Oleh
karenanya tidak cocok untuk pemeliaraan yang bersifat komersial, ataupun untuk usaha produksi
sambilan.
Sifat merpati yang baik untuk tujuan daging
Karena tujuan produksi daging (squab) dipilih berdasar jumlah anak yang banyak, besar-besar
dan sehat sebanyak mungkin dalam jangka waktu yang cukup lama
maka perlu memperhatikan sifat berikut :
1. Secara umum bibit haruslah sehat, tegar dan tahan penyakit
2. Induk yang dipakai adalah induk yang lincah, punya sifat
keibuan (mothering) yang tinggi
3. Sex libido pejantan tinggi yang ditunjukkan sesaat sebelum betina mulai bertelur dan
terus berlangsung selama periode bertelur
4. Seekor induk seharusnya dapat menghasilkan anak 14-15 ekor setiap tahun dan dapat
bertahan selama 4-5 tahun
5. Ukuran induk tidak terlalu besar karena secara tidak sengaja ukuran tubuh yang terlalu
besar sering tanpa sengaja dapat memecahkan telurya sendiri dan kurang produktif
6. Catatan umur induk, umur 2-3 tahun jumlah anak setidak-tidaknya 14-18 ekor, umur 4-5
tahun setidaknya 10-12 ekor anakan
Siklus reproduksi

1. Perkawinan mulai berlangsung pada umur 5-8 bulan


2. Produksi telur puncak terjadi antara umur 12-18 bulan dan terus berlangsung sampai 2-3
tahun
3. Umur produksi yang masih dianggap menguntungkan yaitu tidak lebih dari 5-6 tahun
Untuk pemblelian awal hendaknya membeli pasangan merpati yang mempunyai catatan produksi
(recording). Walau agak mahal akan tetapi manfaat yang bias diambil insyaallah akan lebih
banyak. Tingkah laku kawin burung merpati berbeda dengan yang lainnya, semangat kawinnya
sangat tinggi dan sang jantan juga ikut andil dalam membuat sarang, mengerami telurnya serta
membesarkan anak-anaknya yang baru saja menetas. Merpati berpasangan secara tetap
sepanjang hidupnya, tetapi kalau salah satu mati atau dipsahkan oleh manusia maka akan
dicarilah pasangan lain dalam beberapa hari. Tetapi bila yang dipisah itu dikembalikan, pasangan
lama akan terwujud kembali. Oleh karenanya, mengapa pada kartu undangan pernihakan yang
anda terima sering kita jumpai lambing sepasang merpati.081316843815 juho
Perilaku kawin
Pejantan mulai dengan suatu kegiatan persiapan untuk kawin yaitu dengan menggembungkan
temboloknya, bulu-bulu dimekarkan, sayap direbahkan serta memperlihatkan penampilan yang
tenang. Bila seekor betina menerima pejantan itu maka pasangan itu mulailah bersatu untuk
meneruskannya. Segera setelah kawin, pejantan akan mencari bahan-bahan untuk membuat
sarang di dalam petak kandangnya
Masa bertelur
Setelah sarangnya selesai dipelrsiapkan atau mendekati akhir penyelesaian, betina akan
mengeluarkan teurnya yang pertama. Telur yang kedua biasanya dikeluarkan dalam 24 jam
berikutnya. Tiap kali masa bertelur, dapat diharapkan 2 butir telur atau dua ekor anak bisa
dihasilkan. Pengeraman akan segera dimulai dan dilakukan oleh pasangan itu, baik induk
maupun ayahnya. Betina lebih banyak melakukan kegiatan pengeraman, dan pejantan
menggantikannya dalam waktu singkat yaitu dari pagi sampai siang. Telur yang pertama akan
menetas dalam 17-18 hari, diikuti oleh telur yang ke dua 48 jam berikutnya.
Pakan merpati
Masalah gizi untuk merpati hampir sama saja dengan jenis-jenis unggas lainnya. Satu
perkecualian adalah merpati membutuhkan grit untuk membantu menggiling dan mencerna bijibijian yang di makan. Sebenarnya cukup sederhana saja kalau kita perhatikan, kebanyakan dari
kita cukup memberikan biji-bijian seperti jagung yang kering. Pemberian biji-bijian yang masih
basah atau segar (baru dipanen) dapat menimbulkan diare atau bahkan kematian pada anak
maupun merpati dewasa. Pakan merpati minimum mengandung kadar protein 14%. Konsumsi
biji-bijian merpati antara 100-150 gram/ekor/hari. Pemberian pakan sebaiknya dengan frekuensi
2 kali dalam sehari pada jam yang hampir sama yaitu antara matahari terbit sampai jam 9 pagi
serta antara jam 4 sore sampai matahari terbenam. Konsumsi hijauan tiap harinya adalah sekitar
100-150 gram untuk setiap pasang merpati.
Kandang
Pada
burung merpati yang hidupnya liar, mereka akan mencari tempat-tempat yang tinggi, terlindung
dari angin, hujan serta hewan-hewan pemangsa (predator). Manusia telah membuat modifikasi
namun tetap memperhatikan prinsip-prinsip tersebut dalam membuat kandang untuk merpati.

Kandang merpati pada dasarnya ada dua macam : yaitu kandang pasangan tunggal (single pair)
dan kandang pasangan ganda (multiple pair). Kandang seharusnya menghadap ke arah sinar
matahari, akan tetapi untuk Indonesia (tropis) tidak masalah karena cahaya matahari tersedia
dalam jumlah yang melimpah. Kalau kita memperhatikan di perdesaan atau lingkungan kota,
kandang merpati (pegupon) ditempatkan di depan rumah atau di atas rumah akan tetapi tetap
mengikuti prinsip-prinsip di atas.
Peralatan yang dibutuhkan
Mungkin yang ada dalam benak kita peralatan untuk beternak merpati adalah peralatan yang sulit
didapat dan kalau mendapatkannya harganya pun mahal. Peralatan untuk beternak burung
merpati tidaklah semahal yang kita bayangkan, bahkan peralatan ala kadarnya pun sudah cukup.
Peralatan yang diperlukan untuk beternak merpati antara lain tempat pakan, minum, tempat
untuk grit, nesting bowl, dan tenggeran. Tempat pakan, minum dan grit bisa kita beli di pasarpasar burung atau kalau ingin berhemat kita buat dari bambu pun jadi, sedangkan untuk sarang
kalau bisa berbentuk cekung. Bentuk yang cekung akan dapat membuat nyaman merpati untuk
mengerami telurnya dan mencegah anaknya yang masih kecil terjatuh.
Tatalaksana pemeliharaan
Merpati sama seperti burung lainnya yaitu gampang terkejut, oleh karenanya jangan membuat
kaget terutama pada malam hari terhadap induk yang sedang mengeram. Kejutan dapat
mengakibatkan induk kabur (kawus) sampai pagi hari sehingga telur-telur yang dierami akan
kehilangan panas sepanjang malam itu sehingga mengakibatkan kematian embrio. Kalau ada
telur yang retak, ukurannya terlalu kecil atau tidak normal sebaiknya disingkirkan saja, dengan
begitu pasangan induknya akan segera bertelur lagi. Sekitar 17-18 hari setelah pengeraman,
pastikan bahwa telur itu sudah menetas dan anak yang menetas normal yang pada umumnya
badan belum berbulu dan mata masih terpejam. Apabila yang menetas hanya satu ekor saja,
maka tunggulah sampai 2-3 hari lagi. Kalau memang ternyata anakan yang menetas hanya satu
ekor maka pemeliharaannya bisa tetap pada induk tersebut atau dititipkan pada induk yang lain
yang mempunyai anak cuma 1 ekor juga. Dengan begitu pasangan yang anaknya di titipkan pada
pasangan lain akan mulai berproduksi lagi.
Setelah umur 10 hari, anak merpati perlu di amati lagi. Mata anak merpati akan mulai terbuka
dan bulu mulai tumbuh. Pada tahap ini anak merpati mulai memanfaatkan biji-bijian bersamaan
dengan susu merpatia dari induknya. Pada umur 25 hari anak-anak dipilihi mana yang bisa
segera dipotong atau dijual. Penjualan biasanya pada umur 26-30hari. Standar untuk menetapkan
kapan anak sudah bisa dijual atau belum apaila anak telah tumbuh bulu-bulu jarum di bawah
sayap dan di badannya. Apabila bulu jarum itu belum lengkap maka penjualan bisa ditunda 2-3
hari ke depan.
Sekian dan Terima Kasih atas Pengunjungannya

INSPIRASI USAHA BURUNG DARA


INSPIRASI USAHA :
BURUNG DARA YANG SEMAKIN LANGKA

Sabtu malam minggu kemarin (03/11), saya dan anak laki2 terkecil saya (Bima Lazuardi
Wiraatmaja) ingin sekali makan diluar dengan menu lauk BURUNG DARA GORENG, saya
ajak istri dan anak saya untuk makan ke warung kaki lima, biasanya ada sedia (persepsi saya
ada karena di spanduk warung biasanya ada gambarnya).
Ramai2 habis maghrib menyelusuri jalan jalan di kota Kediri tercinta untuk mencari warung kaki
lima yang sedia menu Burung Dara Goreng. Sudah 4 (empat) warung kami berhenti dan
bertanya, hasilnya NIHIL burung dara tidak ada. Pada akhirnya karena dah muter2 tidak dapat
kami berhenti dan makan bebek goreng di warung kaki lima yang ke 5 yang kami pilih.
Bakul warung ke 5, saya tanya menu burung dara, lalu cerita KOSONG, katanya sudah lama
tidak jualan, banyak yang tanya tetapi tidak ada burung dara. Tidak ada bakul yang mensuplai
daging burung dara. Instink wirausaha saya langsung Ngeh Kok tidak ada padahal
banyak yang suka dan membutuhkan Apa karena tidak ada yang beternak? Ada yang
beternak tetapi sambilan (umumnya)? Atau laju konsumsi (pemotongan) melebihi kelahiran?
Bisa bisa suatu saat burung dara menjadi barang langka atau bahkan punah.
Kenapa orang tidak mau beternak burung dara?
Setelah pulang sampai dirumah, pikiran saya terus jalan kenapa orang tidak mau beternak burung
dara secara sungguh sungguh sebagai sumber penghasilan ya.. Padahal beternak burung dara
sangat mudah sekali.. Daya produksi tinggi.. Cluth (jarak menetas ~ sapih ~ menetas lagi)
pendek sekali cuma 45 hari (satu tahun 8 kali menetas / panen).. Beranak selalu 2 (dua) ekor..
Pakan Cuma biji2an seperti jagung, kacang2an dll.. Kandang sederhana skali
Esuk harinya saya menelpon bakul burung dara bertanya berapa harga burung dara umur 3~4
minggu, dijawab harga bisa @ Rp.7.000,- ~ Rp.8.000,- / ekor. Berarti 1 pasang induk
menghasilkan anak : satu pasang seharga Rp.15.000,- dan dalam 1 tahun menghasilkan panen 8
kali seharga : Rp.15.000,- x 8 panen = Rp.120.000,- Menurut saya harga ini sangat bagus
menguntungkan.
Biaya pakan? (ini gambaran kasar ja) : per ekor habis : 25 gram / hari jagung. Hitunganya :
sepasang induk : 2 ekor x 25 gram = 50 gram x Rp.2.000,- = Rp.100,- / hari. Dalam 1 (satu)
tahun sepasang induk habis biaya pakan jagung : Rp.100,- x 365 hari = Rp.36.500,Lho? Tiap tahun sepasang induk burung dara mengahasilkan produktivitas pendapatan :
Rp. 120.000,-. Biaya produksi pakan sepasang induk : Rp.36.500,-. Jadi dari sepasang
burung dara ada laba : Rp.120.000,- Rp.36.500,- = Rp.83.500,- / per tahun. Laba ini
sangat besar sekali. Coba kalau anda punya 1.000 ekor induk? Laba anda bisa mencapai
Rp.83.500.000,- / tahun, sangat sangat cukup menambah penghasilan.
Imagine dan analisis saya terus berjalan :
a). Beternak burung dara ini cocok ditanah atau daerah mana? Juga
b). Bagaimana bentuk rumah / sarang burung dara (pagupon) yang ideal bagi burung dara?

c). Bagaimana teknis budidayanya?


Saya berimaginasi dan analisis sebagai berikut :
a). Beternak burung dara bisa dilakukan dimana saja, cocok ditanah manapun kalau bisa di
daerah yang agak jauh dari perkampungan / perumahan agar tidak dianggap mengganggu. Atau
mungkin di daerah perbukitan / gunung. Area tanah harus cukup luas untuk mengantisipasi
perkembangan usaha. Diusahakan dilakukan di daerah2 yang biji2an seperti jagung dll harga
murah maksimal Rp.2.000,- / kg.
b). Saya ber-imagine. Pemeliharaan burung dara secara intensip, punya induk minimal 1.000
pasang. Trus bentuk dan bahan sarang / rumah / pagupon burung dara yang cocok pas seperti
apa? Saya punya inspirasi : bentuk yang sangat pas cocok adalah seperti MENARA MASJID.
Lebar 6 meter dan tinggi 20 meter, terletak ditengah sawah tegalan, dengan pagar keliling.
Bentuk pagupon seperti MENARA MASJID, terbuat dari rangka besi beton 5 mm, kemudian
tembok terbuat dari tanah liat campur semen. Pada dinding menara (yang mengerucut dengan
kemiringan dinding 15%) ditanam ratusan gerabah kecil ukuran 20~25 cm (orang jawa
bilang : kwali, pundi, jun) yang berjajar jajar dengan posisi mulut gerabah agak menunduk
sebagai rumah indukan burung dara.
Pada dinding menara juga diberi besi seperti anak tangga dengan tujuan dipakai untuk memanjat
naik waktu panen anak burung dara. Perhitungan saya, setiap menara pagupon ukuran diameter 6
m dan tinggi 20 meter akan mampu menampung sebanyak 500 pagupon.
c). Tanah pekarangan dipagari keliling dengan tinggi setidaknya 2 (dua) meter, bahan bisa dari
bambu, seng atau tembok. Didalam lokasi peternakan selain ada MENARA PAGUPON, juga
dibuatkan
1. LANTAI PLESTER ukuran 20 m x 20 m, sebagai tempat memberi pakan burung dara
dengan cara jagung ditebar dilantai plester.
2. Dibuatkan BAK AIR BERSIH, ukuran 1 m x 20 m x dalam 50 cm, sebagai sumber air
minum, sekaligus pemberian vitamin / obat2an.
3. Dibuatkan tengeran (seperti jemuran baju) terbuat dari kayu / bambu secukupnya, sebagai
tempat burung dara istirahat, berjemur, kawin dll.
4. Gudang tempat menyimpan pakan, peralatan, mesin diesel pompa air minum, penerangan
listrik bila ada.
5. Pemberian pakan jagung dilakukan sehari 2 (dua) kali, pagi jam 07.00 dan siang jam 13.00.
jumlah pemberian : 25 gram / ekor / hari.
6. Program vaksinasi ND/IB dan ND/AI dilakukan pada indukan agar terbebas dari virus ND
(telo) dan AI (flu burung) setiap 3 bulan diulang. Dan pemberian vitamin dan asam amino

rutine pada setiap bulan ganjil : januari, maret, mei dst (pada setiap tanggal 1 ~ 7). Pemberian
antibiotik secara rutine pada setiap bulan genap : pebruari, april, juni dst (pada setiap tanggal 1
~ 7).
Sangat mudah sekali, budidaya mudah, pasar tersedia sangat banyak, dicari dimana mana.
Saya akan mendukung apabila anda anda mau dan berani mencoba. Untuk kemajuan
perlu perubahan dan perbedaan. Usaha tidak harus sama, tetapi perlu beda, inovatip dan
kreatip.
Merpati tidak pernah ingkar janji! (Selamat mencoba!).