Anda di halaman 1dari 7

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS TELAGA ARUM

TENTANG
PENETAPAN INDIKATOR PRIORITAS MONITORING DAN PENILAIAN KINERJA
UPTD PUSKESMAS TELAGA ARUM
NOMOR:
Menimbang : a. Bahwa guna meningkatkan kualitas pelayanan di unit pelayanan public
UPTD Puskesmas Telaga Arum yang transparan dan akuntebel serta
efektif dan efisien,perlu disusun penetapan indicator prioritas
monitoring dan penlaian kinarja.
b. Bahwa berdasarkan pertimbangan dimaksud huruf a,agar
pelaksanaannya dapat berdaya guna dan berhasil guna perlu penetapan
keputusan Kepala UPTD Puskesmas Telaga Arum.
Mengingat : 1. Keputusan Mentri Kesehatan RI Nomor 128/MENKES/SK/II/2004,
tentang Kebijakan Dasar Puskesmas
2. Keputusan Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
KEP/25/25/M.PAN/2003, tentang Pedoman Umum Penyusunan
Indeks Kepuasana Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah.
3. Keputusan Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
63/KEP/M.PAN/2/2003, tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan
Pelayanan Publik.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi
Perangkat Daerah.
5. Peraturan Daerah Kabupaten Kayong Utara Nomor
.
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Kesatu : KEGIATAN PELAYANAN PENETAPAN INDIKATOR PRIORITAS
MONITORING DAN PENILAIAN KINERJA DILAKSANAKAN
SEBAGAIMANA TERSEBUT DALAM LAMPIRAN KEPUTUSAN
YANG MERUPAKAN BAGIAN YANG TAK TERPISAHKAN DARI
KEPUTUSAN INI
Kedua : BUKTI PENETAPAN INDIKATOR PRIORITAS MONITORING DAN
PENILAIAN KINERJA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PEDOMAN
DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT DI
PUSKESMAS SEBAGAI EVALUASI HASIL PELAKSANAAN
KEGIATAN
Ketiga : KEPUTUSAN INI MULAI BERLAKU SEJAK TANGGAL
DITETAPKAN
Ditetapkan di :
Pada tanggal :
Kepala UPTD Puskesmas Telaga Arum
( M. TRISNO YUWONO, SKM )
NIP. 19740502 199403 1 008
g Organisasi Perangkat Daerah. 5. Peraturan Daerah Kabupaten Kayong Utara Nomor
.
MEMUTUSKAN Menetapkan : Kesatu : KEGIATAN PELAYANAN PENETAPAN
INDIKATOR PRIORITAS MONITORING DAN PENILAIAN KINERJA
DILAKSANAKAN SEBAGAIMANA TERSEBUT DALAM LAMPIRAN KEPUTUSAN
YANG MERUPAKAN BAGIAN YANG TAK TERPISAHKAN DARI KEPUTUSAN INI
Kedua : BUKTI PENETAPAN INDIKATOR PRIORITAS MONITORING DAN

PENILAIAN KINERJA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PEDOMAN DALAM


MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT DI PUSKESMAS SEBAGAI
EVALUASI HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN Ketiga : KEPUTUSAN INI MULAI
BERLAKU SEJAK TANGGAL DITETAPKAN
Ditetapkan di : Pada tanggal : Kepala UPTD
Puskesmas Telaga Arum ( M. TRISNO YUWONO, SKM ) NIP. 19740502 199403 1 008 T E
N TAN G
PENETAPAN INDIKATOR PRIORITAS MONITORING DAN PENILAIAN KINERJA
UPTD PUSKESMAS GARUNG
KECAMATAN GARUNG
KEPALA UPTD PUSKESMAS GARUNG
KECAMATAN GARUNG
Menimbang :
a. Bahwa guna meningkatkan kualitas pelayanan di unit pelayanan publik di
unit pelayanan publik di puskesmas Garung yg transparan dan akuntabel
serta efektif dan efisien, perlu disusun penetapan indikator prioritas
monitoring dan penilaian kinerja.
b. Bahwa berdasarkan pertimbangan dimaksud huruf a, agar pelaksanaannya
dapat berdayaguna dan berhasil guna. Perlu menetapkan keputusan kepala
UPTD Puskesmas Kecamatan Garung
Mengingat :
1. Undang-undang Nomer 30 Tahun 1950 tentang pembentukan Daerah-daerah
Kabupaten dalam lingkungan propinsi Jawa Tenga
2. Pedoman Manajemen puskesmas sebagai tindak lanjut dari Keputusan
mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomer 128 MENKES/SK/II/2004
tentang kebijakan dasar puskesmas.
3. Peraturan pemeritah Nomer 41 Tahun 2007 tentang Organisasi perangkat
daerah Tahun 2007 Nomer 89,
4. Keputusan Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
KEP/25/25/M.PAN/2/2004. Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan
Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah.
5. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
Nomor 63/KEP/M.PAN/ 2003, tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan
pelayanan Publik.
6. Keputusan Mentri Kesehatan RI, Nomer 128/MENKES/SK/ II/2004, tentang
kebijakan dasar puskesmas.
7. Peraturan Mentri Kesehatan RI, Nomer 269/MENKES/III/2008. Tentang
pelyananan kesehatan.
8. Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 12 tahun 2008 tentang
Organisasi Pemerintahan Daerah Kabupaten Wonosobo (Lembaran Daerah
Kabupaten Wonosobo Tahun 2008 Nomor 17 Tambahan Lembaran Daerah
Kabupaten Wonosobo Nomor 77).
M E M U T U S KAN
PENETAPAN INDIKATOR PRIORITAS MONITORING DAN PENILAIAN KINERJA
PUSKESMAS GARUNG
Menetapkan :
KESATU : Kegiatan pelayanan penetapan indikator prioritas monitoring dan penilaian
kinerja
dilaksanakan sebagaimana tersebut dalam lampiran

keputusan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari keputusan ini.


KEDUA : Bukti penetapan indikator prioritas monitoring dan penilaian kinerja yang
digunakan sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat
di puskesmas, sebagai evaluasi hasil pelaksanaan kegiatan.
KETIGA : keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Download
of 2

1.1.5.b SK Tentang Penetapan Indikator


Prioritas Untuk Monitoing Dan Menilai
Kinerja
by irma-sulistyo-drg
on Dec 01, 2015
Report
Category:

Documents
Download: 2
Comment: 0
3,881
views
Comments
Description
Download 1.1.5.b SK Tentang Penetapan Indikator Prioritas Untuk Monitoing Dan
Menilai Kinerja
Transcript

T E N T A N G PENETAPAN INDIKATOR PRIORITAS MONITORING DAN


PENILAIAN KINERJA UPTD PUSKESMAS GARUNG KECAMATAN GARUNG
KEPALA UPTD PUSKESMAS GARUNG KECAMATAN GARUNG Menimbang : a.
Bahwa guna meningkatkan kualitas pelayanan di unit pelayanan publik di unit pelayanan
publik di puskesmas Garung yg transparan dan akuntabel serta efektif dan efisien, perlu
disusun penetapan indikator prioritas monitoring dan penilaian kinerja. b. Bahwa berdasarkan
pertimbangan dimaksud huruf a, agar pelaksanaannya dapat berdayaguna dan berhasil guna.
Perlu menetapkan keputusan kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Garung Mengingat : 1.
Undang-undang Nomer 30 Tahun 1950 tentang pembentukan Daerah-daerah Kabupaten
dalam lingkungan propinsi Jawa Tenga 2. Pedoman Manajemen puskesmas sebagai tindak
lanjut dari Keputusan mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomer 128
MENKES/SK/II/2004 tentang kebijakan dasar puskesmas. 3. Peraturan pemeritah Nomer 41
Tahun 2007 tentang Organisasi perangkat daerah Tahun 2007 Nomer 89, 4. Keputusan Mentri
Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor KEP/25/25/M.PAN/2/2004. Pedoman Umum
Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah. 5. Keputusan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63/KEP/M.PAN/ 2003, tentang Pedoman
Umum Penyelenggaraan pelayanan Publik. 6. Keputusan Mentri Kesehatan RI, Nomer
128/MENKES/SK/ II/2004, tentang kebijakan dasar puskesmas. 7. Peraturan Mentri
Kesehatan RI, Nomer 269/MENKES/III/2008. Tentang pelyananan kesehatan. 8. Peraturan
Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 12 tahun 2008 tentang Organisasi Pemerintahan Daerah
Kabupaten Wonosobo (Lembaran Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2008 Nomor 17
Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 77). M E M U T U S K A N
PENETAPAN INDIKATOR PRIORITAS MONITORING DAN PENILAIAN KINERJA
PUSKESMAS GARUNG Menetapkan : KESATU : Kegiatan pelayanan penetapan indikator
prioritas monitoring dan penilaian kinerja dilaksanakan sebagaimana tersebut dalam lampiran
keputusan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari keputusan ini. KEDUA : Bukti
penetapan indikator prioritas monitoring dan penilaian kinerja yang digunakan sebagai
pedoman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di puskesmas, sebagai evaluasi
hasil pelaksanaMetode survei UKM Puskesmas.

Kegiatan telusur manajemen dan pelaksanaan upaya kesehatan masyarakat (program)


Puskesmas dilakukan pada keseluruhan tahap yang dipersyaratkan pada kriteria yang
ditetapkan. Beberapa tahap dimaksud antara lain :
1. Proses identifikasi kebutuhan masyarakat terhadap program
2. Perencanaan program
3. Pengorganisasian program
4. Pelaksanaan program
5. Monitoring dan evaluasi program.
Penelusuran tersebut dilakukan dengan melihat hasil rekaman kegiatan mulai dari
perencanaan sampai dengan monitoring dan evaluasi berserta hasil dan tindak lanjut yang

dilakukan. Penelusuran juga dimaksudkan untuk memastikan proses sudah dilakukan sesuai
kebijakan dan pedoman program. Hal ini dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap
berbagai pihak terkait (lintas program, lintas sektor, masyarakat dan sasaran program) yang
terlibat dalam pengelolaan dan pelaksanaan program.
. Metode Survei Akreditasi Manajemen
Telusur untuk survei akreditasi manajemen bertujuan untuk memastikan bahwa sistem
manajemen mutu dan sistem manajemen telah DIBUAT dan DILAKSANAKAN. Penetapan
dan pembakuan sistem mutu dilakukan dengan menetapkan kebijakan, pedoman, dan
prosedur-prosedur mutu yang dilaksanakan dalam kegiatan-kegiatan perbaikan mutu dan
kinerja. Sedangkan penelusuran terhadap pelaksanaan sistem manajemen mutu terutama
adalah membuktikan apakah siklus PDCA (Plan, Do, Check, Action) sudah berjalan secara
konsisten sebagai upaya perbaikan mutu dan kinerja pelayanan.
Puskesmas Tumpang Status Dokumen Induk Salinan No.Distribusi Puskesmas Cicurug SOP
URUSAN KEPEGAWAIAN No Dokumen PKM CICURUG. TU 01 No Revisi 00 Halaman
1/2 PROTAP TATA USAHA Tanggal Terbit 14 April 2015 Disetujui oleh, Kepala UPTD
Puskesmas CICURUG dr. Teddy Mulyadi Simanungkalit NIP. 197012082005011006
Pengertian Tujuan Sebagai pedoman Kebijakan Ada petugas yang terampil Prosedur 1 1.
Izin/ Dispensasi a. Pegawai yang tidak masuk menyampaikan permohonan ijin ke atasan
langsung b. Atasan langsung menyampaikan kepada TU berkaitan dengan permohonan ijin
pegawai yang bersangkutan c. Permohonan ijin yang bersangkutan direkapitulasi dan
disesuaikan dengan laporan absensi pegawai 2. Keterangan karpeg a. Berkas diterima di TU
bagian kepegawaian b. Kepala TU menugaskan/ melakukan sendiri untuk memproses berkas
tersebut, kemudian memeriksa kepengkapan berkasnya dan ditata sesuai urutannya. c. Bila
berkas lengkap, dibuatkan permohonan ke instansi terkait d. Meminta tandatangan dari
pejabat terkait, kemudian berkas dikirim ke BKN 3. Data Pegawai a. Mempersiapkan Data
pegawai yang akan dimasukkan ke database atau diarsipkan b. Melakukan update database
kepegawaian dan Arsip kepegawaian c. Membuat/ mencetak statistik data kepegawaian 4.
Administrasi kepegawaian a. Berkas/ data pegawai berupa SK mutasi/ SK kenaikan pangkat
atau data pegawai yang lain diterima di TU bagian kepegawaian b. Melakukan update
database kepegawaian melalui aplikasi Simpeg/ Sikep 5. SPMT (Surat Perintah
Melaksanakan Tugas) a. Menyiapkan data pendukung b. Memproses Surat Perintah
Melaksanakan tugas c. Mengajukan ke Kepala Puskesmas untuk ditandatanganidan kemudian
dilaporkan ke Dinas Kesehatan 6. Surat rekomendasi Ijin belajar a. Yang bersangkutan
meminta ijin dan mengajukan permohonan pembuatan rekomendasi ijin belajar ke atasan
langsung (Kepala Puskesmas) b. Apabila diberikan ijin, Atasan langsung menyampaikan dan
memerintahkan kepada Kepala TU untuk membuatkan surat rekomendasi ijin belajar c. TU
membuatkan surat rekomendasi ijin belajar untuk yang bersangkutan ditujukan kepada Dinas
Kesehatan d. Kepala TU meminta tandatangan surat rekomendasi tersebut kepada Kepala
puskesmas kemudian mengajukan ijin belajar ke Dinas Kesehatan Puskesmas Cicurug SOP
URUSAN KEPEGAWAIAN No Dokumen PKM CICURUG. TU 01 No Revisi 00 Halaman
2/2 PROTAP TATA USAHA Tanggal Terbit 14 April 2015 Disetujui oleh, Kepala UPTD
Puskesmas CICURUG dr. Teddy Mulyadi Simanungkalit NIP. 197012082005011006
Prosedur 1 7. Absensi a. TU merekapituasi absesnsi harian pegawai, absensi jadwal piket
dokter, bidan,perawat dan petugas piket lain b. Membuat laporan rekapitulasi absen c.
Melaporkan rekapituasi absen kepada Kepala Puskesmas untuk ditandatangani d.
Menggandakan laporan rekapituasi absen untuk bagian Keuangan

SOP .SMD
Pengertian
Pelaksanaan Survey Mawas Diri (SMD) adalah kegiatan pengenalan, pengumpulan dan
pengkajian masalah keshatan oleh sekelompok masyarakat setempat di bawah bimbingan
tenaga kesehatan di desa.
Tujuan
Masyarakat dapat mengenali, mengumpulkan data dan mengkaji masalah kesehatan yang ada
di desa sehingga timbul kesadaran masyarakat untuk mengetahui masalah kesehatan dan
potensi yang ada di desanya yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahn kesehatan.
Yang melakukan Survey mawas diri adalah Petugas Pemegang Program
Kebijakan
Setiap pelaksanaan Survey Mawas Diri menggunakan SOP
Referensi
Buku Paket Kader Kesehatan dan Tokoh Masyarakat dalam Pengembangan Desa Siaga. Dep
Kes RI 2009, Jakarta
Prosedur

Petugas kesehatan mengumpulkan informasi tentang masalah kesehatan di wilayah


puskesmas

Petugas kesehatan mengenali masalah kesehatan di wilayaha kerja puskesmas

Petugas kesehatan membuat surat pemberitahuan kepada Kepala Kelurahan di


wilayah kerja puskesmas.

Petugas kesehatan mengirim surat pemberitahuan kepada Kepala Kelurahan di


wilayah kerja puskesmas.

Petugas kesehatan membuat presensi

Petugas kesehatan membuat formulir pengumpulan data

Petugas kesehatan mengumpulkan data dengan profil dari desa di wilayah kerja
puskesmas.

Petugas kesehatan mengkaji masalah di wilayah kerja puskesmas

Petugas kesehatan menentukan waktu pelaksanaannya

Petugas kesehatan menentukan cara pelaksanaan Survey Mawas Diri (kunjungan


rumah tangga (pemetaan), wawancara, diskusi, obeservasi/diskusi kelompok terarah
dengan perwakilan masyarakat)

Petugas kesehatan menentukan perumusan masalah Survey Mawas Diri / pengolahan


data

Petugas kesehatan melaksanakan evaluasi hasil Survey Mawas Diri

Petugas kesehatan membuat Rencana Tindak Lanjut

Petugas kesehatan melaksanakan Tindak Lanjut

Petugas kesehatan melaksanakan pendokumentasian hasil Survey Mawas Diri

Petugas kesehatan melaksanakan evaluasi hasil kegiatan

Dokumen terkait Surat pemberitahuan

Profil desa/kelurahan

Presensi

Format pengumpulan dan dan pengkajian data

Rencana Tindak Lanjut

Tindak Lanjut

Notulen