Anda di halaman 1dari 4

5.

1 definisi
Batu saluran kemih (urolitiasi)adalah adanya batu pada saluran kemih yang
bersifat idiopatik,dapat menimbulkan statis dan infeksi. Mengacu pada adanya
batu (kalkuli) pada traktus urinarius,
batu ginjal (kalkulus) adalah bentuk deposit mineral, paling umum
oksolaktat ca2+ dan fosfat ca2+, tetapi asam urat dan Kristal yang lain juga
membentuk batu. Meskipun kalkulus ginjal dapat terbentuk di mana saja dari
saluran perkemihan, batu ini paling umum ditemukan pada pelvis dan kaling
ginjal. Batu ginjal dapat tetap asimtomatik sampai keluar ke dalam ureter dab
atau urine terhambat bila potensiuntuk kerusakan ginjal adalah akut
5.2 klasifikasi
Macam-macam jenis batu dan proses pembentukannya:
1. Batu oksalat/kalsium oksalat
Asam oksalat di dalam tubuh berasal dari metabolisme asam amino dan
asam askobat (vitamin c). asam askobat merupakan precursor oksalat
yang cukup besar, sejumlah 30%-50% dikeluarkan sebagai oksalat urin.
Manusia tidak dapat melakukan metabolisme oksalat sehingga dikeluarkan
melalui ginjal jika terjadi gangguan fungsi ginjal dan asupan oksalata
berlebih di tubuh (misalnya banyak mengonsumsi nenas ) maka terjadi
akumulasi oksalat yang memicu terbentuknya batu oksalat di
gijal/kandungan kemih
2. Batu struvit
Batu struvit terdiri dari magnesium ammonium fosfat dan kalsium
karbonat. Batu tersbut terbentuk di pelvis dan kalik ginjal bila produksi
ammonia bertambah dan ph urin tinggi sehingga kelarutan fosfat
berkrang. Hal ini terjadi akibat infeksi bakteri pemecah ueien (yang
terbanyak dari spesies proteus dan providencia, peundominas aratia,
semua spesies klebsilla, himophilus stapylococus, dan coryne bacterium)
pada saluran urin. Enzim urieasa yang dihasilkan bakteri di atas
menguraikan urin menjadi ammonia dan karbonat ammonia bergabung
dengan air membentuk ammonium sehinga ph urin makintinggi. Karbon
dioksida yang berbentuk dalam suasana ph basa/ tinggi akan menjadi ion
karbonat membentuk kalsium karbonat
3. Batu urine
Terjadi pada penderitaan gout (sejenis rematik), pemakain urikosurik
(misalnya probenesid atau aspirin), dan penderita diare kronik (karena
kehilangan cairan, dan peningkatan konsentrasi urine), serta asidosis (ph
urin menjadi asam, sehingga terjadi pengendapan asam urine urat)
4. Batu sistina
Sistin merupakan asam amino yang kelarutatnya paling kecil ke larutan
semakin kecil jika ph urine turun /asam. Bila sistin tak larut maka akan
berpresipitasi (mengendap) dalam bentuk Kristal yang tumbuh dalam sel
ginjal/saluran kemih membentuk batu
5. Batu kalium fosfat
Terjadi pada penderita hiperkasiurik (kadar kalsium dalam urinr tinggi) dan
atau berlebih asupan kalsium (missal susu dan keju) ke dalam tubuh

6. Batu kalsium
Sebagian besar penderita batu kalsium mengalami hiperkasium, di mana
kadar kalsium di dalam air kemih sangat tinggin. Abat diuretic tiaziz
(misalnya trichiormetazid)akan mengurangi pembantuka batu yang baru.
Dianjurkan untuk minum banyak air putih (8-10 gelas /hari). Diet rendah
kalsium dan mengkonsumsi natrium solusa fosfat untuk meningkatkan
kadar sitrat(zat peninghambat pembentukan batu kalsium)di dalam air
krmih, yang menyokong terbentuknya batu kalsium, merupakan akibat
mengonsumsi makanan yang kaya oksalat(misalnya bayam, coklat,
kacang-kacangan, merica dan teh). Oleh kerena itu sebaiknya asupan
makanan tersebut dikurangi. Kadang batu kalsium terbentuk penyakit lain,
seperti hiperparatiroidisme, sarkoidosis keracunan vitamin D, asidosis
tubulus renalis atau kangker. Pada kasus ini sebaiknya dilakukan
pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut.
7. Batu asam urat
Dianjurkan untuk mengurangi asupan daging, ikan dan unggas, karena
makanan tersebut menyebabkan meningkatnya kadar asam urat di dalam
kemih. Untuk mengurangi pembentukan asam urat, bisa di berikan
alopurinol batu asam urat terbentuk jika keasaman air kemih
bertambah.oleh karena itu, untuk mencipkan suasana air kemih yang
alkalis (basa), bisa di berikan kalium sirtat. Juga sangat dianjurkan untuk
banyak minum air putih.
Makanan yang harus dihindari adalah makanan yang mengandung
kadar kapur (kalsium) tinggi karena bisa menaikkan kadar kalsium dalam
darah dan air kencing sehingga melebihi ambang batas aman dengan
akibat terbentuk kristal batu. Kristal batu yang membentuk dalam jumlah
banyak dan saling menempel akan menjadi batu ginjal terutama lemak
dan protein hewani, mengonsumsi terlalu banyak protein hewani seperti
telur dan daging ayam, sapi, kambing dll akan menimbulkan kenaikan
kadar kalsium (kapur ) dalam darah dan air kencing dengan akibat
terbentuk Kristal batu dan batu ginjal
5.3 etiologi
Penyakit batu saluran kemih menyebar di seluruh dunia dengan
perbedaan di Negara berkembang banyak ditemukan batu buli buli
sedangkan di Negara maju lebih banyak di jumpai batu saluran kemih
bagian atas (ginjal dan ureter ), perbedaan ini di pengaruhi status gizi dan
mobilitas aktivitas sehari-hari. Angka prevalesi rata-rata di saluran dunia
adalah 1-12% penduduk menderita batu saluran kemih, penyebab
terbentuknya batu saluran kemih diduga berhubungan dengan gangguan
aliran urin, gangguan metabolic, infeksi saluran kemih, dehidrasi dan
keadaan keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik) secara
epidemiologi terdapat beberapa factor yang mempermudah terjadinya
batu saluran kemih yang di bedakan sebagai factor intrisik dan factor
ektrinsik.
Factor intrisik meliputi:
1. Herediter, diduga dapat diturunkan dari generasi ke generasi.
2. Umum, paling sering didapat pada usia 30-50 tahun.

3. Jenis kelainan, jumlah pasien pria 3 kali lebih banyak di bandingkan


pasien.
Factor ekstrisik meliputi:
5.5 tanda dan gejala
manifest klines adanya batu dalam traktus urinarius trrgantung pada obtruksi,
infeksi dan edema. Ketika batu menghambat aliran urine, terjadi obtruksi yang
menyebabkan peningkatan tekanan hidrotatik dan distensi piala ginjal serta
ureter proksimal. Beberapa batu dapat menunjukkan sendikit gejala, terapi
secara perlahan merusak unit fungsional (nefron)ginjal, sedangkan yang lain
menyebabkan nyeri yang luar biasa dan ketidaknyamanan.
Batu pada piala ginjal menyebabkan sakit yang dalam dan terus menerus
di area kostrovetebral. Nyeri yang berasal dari area renal menyebabar secara
anterior pada wanita ke bawah mendekati kandung kemih sedangkan pria
mendekati testis. Apabiala ada nyeri tekan pada daerah kostovetebra dan
muncul mual dan muntah maka pasien sedang mengalami klik diare dan
ketidaknyamanan abdominal dapat terjadi gejala gastrointertinal ini akibat dari
reflex renointerstinal dan proksimitas anatomic ginjal ke lambung, pangkreas
dan usus besar.
batu yang terjebak pada ureter menyebabkan gelombang nyeri yang luar
biasa, dan kronik yang menyebar ke paha dan genetalia. Pasien sering merasa
ingin berkemih, tetapi hanya sedikit yang keluar dan biasanya mengandung
darah akibat aksi abrasit batu. Gejala ini biasa di sebut kolik uriterral. Umumnya
pasien akan mengeluarkan batu dengan diameter 0,5 sampai 1cm secara
spontan.
Batu yang berada pada kandung kemih biasanya menyebabkan gejala
iritasi dan berhubungan dengan infeksi traktus urina,ia dan hematuria. Jika batu
brontruksi pada leher kandung kemih, akan terjadi intense urine. Jika infeksi
berhubungan dengan adanya batu makakondisi ini jauh lebih serius, disetrika
sepsis yang mengancam kehidupan pasien
5.6 komplikasi
juka keberadaan batu dibiarkan maka dapat menjadi sarang kuman yang bisa
menimbulkan infeksi saluran kemih, piolonefritis, yang akhirnya merusak ginjal,
kemudian timbul gagal ginjal dengan segala akibat terparahnya.
5.7 pemeriksaan penunjang
diagnosis ditegagkan dengan studi ginjal, ureter, kandung kemih (GUK),urografi
intravena, atau pilografi regrograde.uji kimia darah dan urin 24 jam untuk
mengukur kadar kalsium, asam urat, kreatinin, natrium, PH, dan volume total
merupakan bagian dari upaya diagnostic. Riwayat diet dan medikasi serta
riwayat adanya adanya batu ginjal dalam keluarga didapatkan untuk
mengidentifikasikan factor yang mencetuskan terbentuknya batu pada pasien.
Adapun pemeriksaan diagnostic nya yaitu:

1. urinalisa: warna mungkin kuning, coklat gelap, berdarah ;secara umum


menunjukkan SDM,SDP<Kristal (sistin, asam urat, kalsium oksolat)serpihan,
mineral, bakteri, pus,;pH mungkin asam (meningkatkan sistin dan batu asam
urat) atau alkalin (miningkatkan magnesium, fosfat ammonium, atau batu
kalsium fosfat)
2. urin(24jam):kreatinin ,asam urat,kalsium,fosfat,oskolot atau sistin mungkin
meningkat
3. kultul urin:mungkin meningkatkan ISK (staploccus aureus, proteus, klebsiela,
pseudomonas).
4. Serve biokimia: peningkatan kadar kalsium,magnesium, asam urat,
fosfat,protein, eletrolit,
5. BUN:abnormal (tinggi badan serum /rendah pada urine )sekunder terhadap
tingginya batu
5.8 penatalaksanaan
pada dasarnaya penatalaksanaan batu saluran kemih secara farmakologis
meliputi dua aspek:
1. Menhilangkan rasa nyeri/kolik yang timbul akibat adanya batu, dan
2. Menangani batu Yang terbentuk, yaitu dengan meluruskan batu dan juga
mencegah terbentuknya batu lebih lanjut (atau dapat juga sebagai pencegahan/
profilaksis).
pencagahan terbantuknya batu ginjal harus lebih diperhatikan jika pada
pasien terdapat factor resiko sebagai baerikut: batu terbentuk sebelum pasien
berusia 30 tahun,adanaya riwayat batu saluran kemih pada keluarga, batu
multiple, gagal ginjal, atau saluran kemih pada keluarga,batu multiple, gagal
ginjal, atau adanya residen batu setelah dilakukan operasi sebelumnya.