Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Retradasi mental adalah penurunan fungsi intelektual yang menyeluruh secara bermakna
dan secara langsung menyebabkan gangguan adaptasi sosial, dan bermanifestasi selama masa
perkembangan. Retardasi mental merupakan suatu kelainan mental seumur hidup, diperkirakan
lebih dari 120 juta orang di seluruh dunia menderita kelainan ini.1
Oleh karena itu retardasi mental merupakan masalah di bidang kesehatan masyarakat,
kesejahteraan sosial dan pendidikan baik pada anak yang mengalami retardasi mental tersebut
maupun keluarga dan masyarakat. Retardasi mental merupakan suatu keadaan penyimpangan
tumbuh kembang seorang anak sedangkan peristiwa tumbuh kembang itu sendiri merupakan
proses utama, hakiki, dan khas pada anak serta merupakan sesuatu yang terpenting pada anak
tersebut. 2,3
Prevalens retardasi mental pada anak-anak di bawah umur 18 tahun di negara maju
diperkirakan mencapai 0,5-2,5% , di negara berkembang berkisar 4,6%. Insidens retardasi mental
di negara maju berkisar 3-4 kasus baru per 1000 anak dalam 20 tahun terakhir. Angka kejadian
anak retardasi mental berkisar 19 per 1000 kelahiran hidup.1 Banyak penelitian melaporkan
angka kejadian retardasi mental lebih banyak pada anak laki-laki dibandingkan perempuan.2,4-6
Untuk membangun sejarah dasar pengetahuan anak, dokter harus mendapatkan informasi
mengenai usia kehamilan, onset dini persalinan atau pecahnya selaput, durasi dan proses
persalinan, jenis pengiriman dan komplikasi. Skor Apgar pada satu dan (terutama) lima menit
harus ditinjau, dan berat lahir, panjang dan kepala pengukuran lingkar diperoleh dan diplot pada
grafik pertumbuhan yang sesuai. Orang tua harus bertanya tentang setiap penyakit, makan atau
tidur kesulitan dalam periode baru lahir dan masalah dengan menghisap atau menelan, serta bayi
disposisi umum. Ekstrem temperamen bayi sering petunjuk pertama untuk kursus atipikal dalam
perkembangan anak.7

Orang tua hendaknya memperhatikan benar perawatan diri anak retardasi mental,
sehubungan dengan fungsi peran anak dalam merawat diri kurang. Orang tua perlu mengetahui
bahwa anak yang menderita retardasi mental bukanlah kesalahan dari mereka, tetapi merupakan
kesalahan orang tua seandainya tidak mau berusaha mengatasi keadaan anak yang retardasi
mental. Menyarankan kepada orang tua anak retardasi mental, agar anak tersebut dimasukkan di
dalam pendidikan atau latihan khusus yaitu di Sekolah Luar Biasa agar mendapat perkembangan
yang optimal . Anak dengan retardasi mental bisa dilatih agar tidak terlalu bergantung.7
Dukungan keluarga sangat perlu untuk anak retardasi mental. Anggota keluarga
memandang bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan
bantuan jika diperlukan. Jenis dukungan keluarga ada empat yaitu : dukungan instrumental,
dukungan informasional, dukungan penilaian , dan dukungan emosional. Studi-studi tentang
dukungan keluarga telah mengkopseptulisasi dukungan social sebagai koping keluarga, baik
dukungan- dukungan yang bersifat eksternal maupun internal terbukti sangat bermanfaat.8
Langkah pertama dan yang paling penting dalam diagnosis retardasi mental adalah untuk
mendapatkan pasien dan keluarga sejarah yang komprehensif. Riwayat ginekologi dan riwayat
obstetri sebelumnya mungkin mengungkapkan infertilitas atau kematian janin.9 Penilaian status
kesehatan ibu selama kehamilan dengan terlibat anak harus mencakup pertanyaan tentang
penggunaan tembakau, alkohol dan obat-obatan (resep dan terlarang); gaya hidup atau risiko
lainnya untuk penyakit menular seksual; berat badan atau berat; tanda-tanda infeksi; penyakit
serius atau cedera; dan operasi atau rawat inap.10