Anda di halaman 1dari 20

RENCANA STRATEGIS

RUMAH SAKIT BERSALIN AL HASANAH MADIUN


TAHUN 2013 - 2015

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Adanya tuntutan masyarakat terhadap fungsi Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak telah
mendorong setiap pelayanan kesehatan untuk meresponnya dalam rangka memberikan
pelayanan

yang

diinginkan

penangananpenyediaan

barang

masyarakat
dan

jasa

yaitu

layanan

dengan

yang

standar

merupakan
mutu

yang

proses
dapat

dipertanggungjawabkan. Untuk itu disesuaikan dengan tuntutan perubahan lingkungan.


Untuk kepentingan itu fungsi Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun
diselenggarakan dengan memperhatikan Kepuasan Pelanggan, baik pelayanan internal
maupun pelayanan eksternal. Untuk memenuhi Kepuasan Pelanggan tersebut diperlukan
peningkatan mutu pelayanan dan komitmen seluruh karyawan di Rumah Sakit Bersalin Al
Hasanah Madiun.
Dengan Rencana Strategis Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun dimasa
mendatang diharapkan menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak yang tetap solid di tengah
tengah masyarakat dan mampu mengantisipasi setiap perubahan, akan tetapi yang lebih
penting adalah turut menentukan perubahan. Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun
merupakan Rumah Sakit Khusus Bersalin yang melayani Kesehatan Ibu dan Anak secara
berkesinambungan.
Rencana Strategis Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun mencakup tahapan
program dan kegiatan. Tahapan tahapan tersebut merupakan rangkaian yang saling
berkaitan dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan kolektif, Visi dan Misi Rumah Sakit
Bersalin Al Hasanah Madiun.

BAB II
GAMBARAN UMUM
RUMAH SAKIT BERSALIN AL HASANAH MADIUN

A.

SEJARAH RUMAH SAKIT BERSALIN AL HASANAH MADIUN


Pada awal Tahun 1975 fisik Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun sebagian
untuk ruang perawatan dan sebagian untuk rumah tinggal karena izin operasionalnya
Tahun 1975 sampai dengan Tahun 1999 adalah Bidan Praktek Swasta. Seiring
bertambah keinginan masyarakat untuk melahirkan di Bidan Praktek Swasta dan adanya
Dokter Kebidanan dan Kandungan yang praktek maka perizinannya pada Tahun 2000
sampai dengan Tahun 2003 ditingkatkan menjadi Rumah Bersalin Al Hasanah Madiun,
dengan diikuti tambal sulam gedung bangunan sesuai kebutuhan saat itu.
Pada Tahun 2004 sampai dengan sekarang rehap gedung terus dilakukan tahap
demi tahap dan diikuti penambahan bidan dan tenaga medis spesialis, maka
perizinannya pada Tahun 2004 itu ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Bersalin Al
Hasanah Madiun, namun rehap fisik Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun ini terus
dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan serta terkendali. Dan pada tahun 2014
kegiatan operasionalnya ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak Al Hasanah
Madiun
Dalam rangka melakukan percepatan serta pengendalian Kesehatan Ibu dan
Anak di Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun digariskan program pokok yang
akan dijabarkan dalam kegiatan serta didukung dengan Kebijakan dan Strategi
Management sebagai berikut :
1. Program Pokok :
a. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
b. Peningkatan Sarana dan Prasarana
c. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana
d. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
e. Peningkatan SDM Karyawan
f. Pengajuan RSIA
2. Kebijakan :
a. Pelayanan Ibu dan Anak yang berkesinambungan

b. Pelayanan berorientasi pada subject bukan pada administrasi dalam pelayanan


Ibu dan Anak.
c. Meningkatkan pendapatan untuk mendukung upaya kemandirian pembiayaan
dengan tidak mengesampingkan fungsi social.
3. Strategi :
Untuk mewujudkan Visi dan menjalankan Misi Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah
Madiun Tahun 2013 2015 tersebut dilakukan Strategi Pokok yaitu :
a. Menjaga mutu pelayanan dengan merencanakan pengajuan Akreditasi 5 (Lima)
Pelayanan.
b. Peningkatan Layanan Ibu dan Anak yang akan berdampak pada peningkatan
pendapatan disinergikan dengan menyebarkan ke pasien format IKM.
c. Pengembangan citra layanan Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun dengan
upaya promotif.
d. Peningkatan Ijin RSB menjadi RSIA
B.

TUGAS POKOK, FUNGSI RUMAH SAKIT BERSALIN AL HASANAH


MADIUN
Tugas Pokok dan Fungsi Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun :
a. Menyelenggarakan Pelayanan Ibu dan Anak
b. Menyelenggarakan Penunjang Pelayanan Ibu dan Anak
c. Menyelenggarakan Pelayanan dan Asuhan Keperawatan / Kebidanan
d. Menyelenggarakan Diklat
e. Menyelenggarakan Kegiatan Ketata Usahaan

C.

SUSUNAN ORGANISASI
Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun adalah Rumah Sakit Khusus Bersalin
Kelas C dan mempunyai fasilitas serta kemampuan medis Spesialis Kebidanan dan
Kandungan. Adapun Susunan Organisasi Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun
adalah sebagai berikut :
a. Direktur
b. Komite Medik
c. Komite Etik dan Hukum
d. Satuan Pengawas Internal
e. Staf Medis Fungsional
3

f. Seksi Penunjang
g. Seksi Keuangan
h. Sub. Bag. TU dan Administrasi
i. Sub. Bag. UP
j. Sub. Bag. Umum
k. Instalasi, Farmasi, Gizi, Penyehatan Lingkungan
l. Kelompok Jabatan Fungsional Keperawatan
m. Instalasi Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan
n. Kelompok Jabatan Fungsional Rawat Jalan / Rawat Inap
o. Instalasi Alat Medis dan Alat Non Medis
p. Instalasi Pantry dan Laundry
D.

KEADAAN PEGAWAI
Jumlah tenaga kesehatan keseluruhan yang ada di Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah
Madiun
1. Tenaga Medis
Dokter Spesialis Anak
Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan
Dokter Spesialis Anaestesi
Dokter Umum
Apoteker
Bidan / Perawat
Pembantu Bidan
Pengatur Analis
IPS
IPRS
Lain - Lain

2
3
2
2
1
21
6
1
1
1
8

Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi karyawan Rumah


Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun maka beberapa bidan telah mengikuti Diklat sebagai
berikut :
a. Pelatihan Advanced Cardiac Life Support (ACLS)
b. Seminar Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) dan General
Emergency Life Support (GELS)
c. Pelatihan Resusitasi Neonatus
d. Workshop Keselamatan Pasien dan Manajemen Resiko Klinis
e. Simposium Peranan Komunikasi Efektif dan Clinical Risk Management (ERM)
untuk meningkatkan Patient Safety
f. Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
g. Pelatihan Tumbuh Kembang Bagi Bidan
4

h. Pelatihan Basic Cardiac Life Support (BCLS)


i. Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD)
j. Pelatihan Surabaya Obstetri Ginekologi Update 4 (SOGU 4)
k. Pelatihan Pendidikan Perawat Kamar Bedah II
l. Pelatihan Komprehensip NICU
Data Pegawai Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

E.

Jenis Kepegawaian
Tenaga Medis
Apoteker / Asisten Apoteker
Bidan / Perawat
Pembantu Bidan
IRS
IPRS
Pemeliharaan Alat Kesehatan
Lain - Lain
Jumlah

Tahun 2013
9
1
18
6
2
3
1
8
45

Tahun 2014
7
1
21
6
3
3
1
8
44

JENIS PELAYANAN
1. Pelayanan Rawat Jalan :
a. ANC
b. Kesehatan Bayi / Tumbuh Kembang
c. KB
d. Imunisasi Dasar
e. Pap Smear
2. Pelayanan IGD :
a. IGD Kebidanan dan Kandungan
3. Pelayanan Rawat Inap :
a. Ibu Bersalin
b. Bayi Baru Lahir
c. Ibu Nifas
d. Ibu Hamil
e. Penyakit Kandungan
4. Pelayanan Penunjang :
a. Pelayanan Gizi
b. Pelayanan Laboratorium Dasar
c. Pelayanan USG
d. Pelayanan Farmasi
5. Kamar Operasi Khusus Kebidanan

6. Pelayanan Tambahan :
a. Senam Hamil
b. Pijat Bayi

F.

KINERJA LAYANAN
1. Kegiatan Rawat Jalan :
No.
1.
2.

Kegiatan
Kunjungan Rawat Jalan
Jumlah Hari Buka

Tahun 2012
8.040
288

Tahun 2013
8.686
288

N
T

Trend
8,03%
-

Analisa untuk Kunjungan Rawat Jalan :


Trend Naik 8,03% kemungkinan masyarakat lebih memilih berkunjung ke Rumah
Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun karena pelayanannya baik.
2. Kegiatan Rawat Inap :
No.
1.
2.

Kegiatan
Rawat Inap
Pemanfaatan TT Perawatan :
- ALOS
- BOR
- TOI

Tahun 2012
3.082

Tahun 2013
4.304

Total
39.64%

4
66,00
2

2
71,00
3

T
N
N

50%
59%
50%

Analisa :
ALOS turun 50% sedangkan BOR naik 59% hal ini berkaitan karena ada kenaikan
jumlah kunjungan sehingga jumlah TT naik.
3. Kegiatan Kebidanan dan Perinatologi
No.
1.
2.
3.

Kegiatan
Jumlah Persalinan
Jumlah Lahir Hidup
Jumlah Kelahiran Mati

Tahun 2012
1.526
1.523
3

Tahun 2013
1.387
1.386
1

Total
T
T
T

9,11
8,99
66,66

Jumlah Persalinan total 9,11% karena adanya program Jampersal, sedangkan


Kelahiran Mati dikarenakan BBLSR.

BAB III
ISU ISU STRATEGI
Dalam upaya meningkatkan Pelayanan di Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun
bagi semua lapisan masyarakat di wilayah Madiun dan sekitarnya diperlukan suatu pelayanan
yang baik, maka diperlukan tenaga profesional dan tenaga lainnya yang terampil dan
mumpuni dalam bidangnya sehingga meningkatkan derajat hidup manusia yang
membutuhkan pelayanan.
Untuk peningkatan Pelayanan di Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun terhadap
masyarakat yang membutuhkan layanan perlu mendapat perhatian yang serius dan juga harus
ditunjang dengan peralatan dan sarana, prasarana penunjang yang bagus dan representatif.
Peningkatan pelayanan di unit pelayanan Rawat Jalan, Rawat Inap dan Kamar Operasi
dengan layanan cepat dan tepat sehingga masyarakat merasa puas. Oleh karena itu apa yang
diinginkan masyarakat yang membutuhkan layanan di Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah
Madiun dapat terpenuhi.
Untuk itu strategi 5 (Lima) Tahun kedepan Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun
perlu mendapat perhatian antara lain :
1. Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak
2. Kecenderungan trend kematian bayi tetap yang disebabkan BBLR dan BBLSR
3. Terbatasnya jumlah tenaga yang memerlukan pemenuhan termasuk kompetensi
4. Keterbatasan sarana dan prasarana
Dalam rangka pengembangan dan peningkatan pelayanan Rumah Sakit Bersalin Al
Hasanah Madiun sampai dengan Tahun 2015 dipengaruhi oleh beberapa factor baik internal
maupun eksternal, factor factor yang menjadi bahan pertimbangan adalah sebagai berikut :
1. Lingkungan Internal
a. Faktor Pendorong / Kekuatan :
1) Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun merupakan Rumah Sakit Khusus
Bersalin yang melayani Kesehatan Ibu dan Anak secara berkesinambungan.

2) Adanya komitmen karyawan Rumah sakit Bersalin Al Hasanah Madiun terhadap


Visi dan Misi, Persatuan dan Kesatuan, serta Semangat, Partisipasi dalam bekerja
serta loyalitas yang tinggi.
3) Adanya pelayanan Spesialistik Kebidanan dan Kandungan.
4) Adanya Kebijakan dan Strategi Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun
diajukan perijinannya ditingkatkan menjadi RSIA
5) Menggali faktor potensi yang ada di Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun.
b. Faktor Kelemahan :
1) Dampak krisis dalam berbagai bidang yang sampai saat ini masih dirasakan oleh
Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun.
2) Peralatan / sarana prasarana medis khususnya BPHP dalam pengajuan
3) Kualitas dan kuantitas tenaga medis dan paramedis yang masih kurang untuk
meningkatkan cakupan serta kecepatan dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat.
4) Komunikasi yang masih kurang.
5) Ketermpilan tenaga administrasi yang masih perlu ditingkatkan.
2. Lingkungan Eksternal
a. Faktor Peluang :
1) Masih realiable untuk dikembangkan
2) Harapan masyarakat yang tinggi terhadap Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah
Madiun menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak.
3) Kerjasama dengan pihak Akademi Kebidanan untuk wahana pendidikan tenaga
bidan.
b. Faktor Ancaman :
1) Persaingan pelayanan Rumah Sakit dengan adanya beberapa Rumah Sakit Swasta
dan Rumah Sakit Pemerintah.
2) Meningkatnya harga obat dan peralatan kedokteran.
3) Krisis ekonomi yang belum membaik.
4) Pembangunan sarana dan prasarana yang belum tuntas karena keterbatasan
sumber pembiayaan
Faktor faktor kunci keberhasilan Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun dengan
mempertimbangkan lingkungan internal dan eeksternal, dengan skala prioritas dan kebijakan
yang ada, akan terwujud program dan kegiatan Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun
yang terangkum dalam perencanaan Strategi Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun.
8

Dengan melihat customer central atau kepentingan masyarakat selaras dengan tujuan dan
sasaran yang telah ditentukan, penentuan kegiatan Rumah sakit Bersalin Al Hasanah Madiun
terbagi dalam kegiatan untuk masa 1 (Satu) Tahun kedepan dan atau 4 (Empat) Tahun
berikutnya.

BAB IV
VISI, MISI, MOTTO, TUJUAN, SASARAN, KEBIJAKAN STRATEGI
AGENDA DAN PRIORITAS PROGRAM
RUMAH SAKIT BERSALIN AL HASANAH MADIUN
A. VISI
Visi adalah cara pandang kedepan kemana Rumah sakit Bersalin Al Hasanah Madiun
harus dibawa agar dapat eksis, antipasif dan inovatif.
Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang
diinginkan Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun.
Visi Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun adalah :
Menjadikan Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun sebagai Layanan Kesehatan
dibidang Kebidanan dan Kandungan sampai paripurna yang berorientasi pada Kepuasan
Pelanggan pada Tahun 2015.
Adapun penjabaran dari Visi Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun tersebut diatas
adalah :
1. Unggulan layanan pada pelayanan Spesialistik Kebidanan dan Kandungan.
2. Adanya layanan Tumbuh Kembang Anak dan Imunisasi.
3. Seluruh lapisan masyarakat dapat telayani baik untuk masyarakat menengah keatas
dengan kelas perawatan VIP dan bagi masyarakat menengah kebawah dengan kelas
perawatan kelas I, II dan III. Apabila tidak mampu / karyawan Rumah Sakit Bersalin
Al Hasanah Madiun ada pembebasan biaya atau bisa ikut jamkesmas
4. Layanan yang berorientasi pada Kepuasan Pelanggan.
B. MISI
Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah
Madiun agar tujuan Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun dapat terlaksana dan
berhasil dengan baik.
Misi merupakan penjabaran dan implementasi dari Visi yang telah ditetapkan lebih
dahulu.
Adapun Misi Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun sebagai berikut :
1. Menjadikan Pelayanan Kesehatan Kebidanan dan Kandungan yang Berpenampilan,
Profesional dan Beretika yang berorientasi kepada Kepuasan Pelanggan.

10

2. Mewujudkan jangkauan pelayanan yang optimal sesuai keinginan dan kebutuhan


pelanggan yang berdampak pada peningkatan pendapatan Rumah Sakit Bersalin Al
Hasanah Madiun dan kesejahteraan karyawan.
3. Mewujudkan

suasana

kondusif

dan

akomodatif

terhadap

pengembangan

profesionalisme yang ada di Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun.


C. MOTTO
SENYUM ANDA ADALAH KEPUASAN KAMI adalah Motto Rumah Sakit
Bersalin Al Hasanah Madiun.
Falsafah BERSAMA MENSYUKURI APA YANG TELAH DIANUGRAHKAN DAN
MENGIKHTIARI HARAPAN HIDUP DAN KEHIDUPAN YANG SEHAT WAL AFIAT
mengandung makna yaitu untuk memberi pelayanan terhadap pelanggan yang
berkualitas sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun
sehingga tercermin pada Kepuasan Pelanggan dan mensyukuri hingga tercapainya
harapan hidup sehat wal afiat.
D. TUJUAN
1. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang memadai di Rumah Sakit Bersalin
Al Hasanah Madiun bagi seluruh lapisan masyarakat.
2. Kemudahan akses mendapatkan layanan yang berkualitas diarahkan pada kemudahan
administratif, terjangkau dan dapat memberikan kepuasan kepada seluruh lapisan
masyarakat.
E. SASARAN
Sasaran peningkatan aksesbilitas dan kualitas pelayanan kesehatan adalah makin
terbukanya dan makin mudah bagi masyarakat, terutama untuk memperoleh pelayanan
kesehatan yang murah dan berkualitas tanpa diskriminasi serta makin meningkatnya taraf
kesehatan Ibu dan Anak yang tercermin dari :
1. Menurunnya Angka Kematian Bayi.
2. Pemanfaatan Buku KIA.
3. Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit Bersalin Al
Hasanah Madiun terutama pada Tumbuh Kembang Anak.
4. Meningkatnya jumlah dan kualitas Sumber Daya Manusia sesuai kompetensi guna
mendukung terwujudnya kualitas pelayanan.
11

5. Meningkatkan Sarana dan Prasarana di Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun.


F. KEBIJAKAN
1. Layanan berorientasi pada subyek bukan pada administrasi dan proses penyembuhan.
2. Perubahan lebih baik yang berkelanjutan (Contimous Improvement) selalu menjadi
bagian budaya kerja.
3. Meningkatkan pendapatan fungsional dalam mendukung upaya kemandirian
pembiayaan.
G. STRATEGI
Untuk mewujudkan dan menjalankan Visi dan Misi Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah
Madiun Tahun 2013 2015 tersebut dilakukan Strategi Pokok :
1. Jaga mutu pelayanan dengan menyebarkan format index kepuasan pasien.
2. Pengembangan citra layanan Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun dengan
berbagai upaya promotif.
3. Pendidikan berkelanjutan pada segala profesi.
4. Peningkatan layanan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan karyawan.
H. AGENDA DAN PRIORITAS PROGRAM
Berdasarkan Visi, Misi, Motto, Tujuan, Kebijakan dan Strategi serta permasalahan yang
telah diuraikan sebelumnya, maka ditetapkan Agenda Utama sebagai berikut :
1. Mewujudkan layanan unggulan sampai dengan akhir tahun 2015 yaitu :
a. Dari Unit Kerja Keperawatan Kebidanan : Meningkatkan kunjungan pijat bayi,
Senam hamil, Kunjungan Rumah ditargetkan setiap tahun naik 5 %.
b. Unit Kerja Rekam Medik : KLPCM 100 %.
c. Unit Kerja IGD : dengan Respon Time kurang 5 menit.
d. Unit Kerja Pelayanan Medik : Melaksanakan enam (6) indikator

klinik dan

KPRS.
e. Unit Kerja Administrasi dan Manajemen :
-

Terpenuhi kebutuhan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit 100%

Terpenuhinya SDM yang professional 80 %

2. Pengembangan sejenis layanan kesehatan dengan didukung tenaga ahli dibidangnya


dan memanfaatkan tenaga Dokter Ahli yang ada di Kota Madiun.
3. Pengembangan fisik dan peralatan kedokteran.
12

4. Dalam rangka mewujudkan layanan prima yang menjadi sasaran utama seluruh
lapisan masyarakat, diperlukan dukungan sarana dan prasarana yang memadai selain
tenaga ahli yang kompeten.
5. Penyempurnaan sistem manajemen layanan dengan jaga mutu termasuk Patient
Safety.
6. Pengajuan RSIA

13

BAB V
INDIKATOR TARGET
RUMAH SAKIT BERSALIN AL HASANAH MADIUN
No.

Nama Rumah Sakit

Program

Sasaran

Kegiatan

Indikator Kinerja Program

1.

2.

Rumah Sakit Bersalin


Al Hasanah Madiun

Program
Upaya
Kesehatan Ibu
dan Anak

II

Peran
pengadaan
Sarana
dan

Rumah Sakit
1. Pembangunan dan perbaikan sarana dan
prasarana serta pengadaan peralatan dan
perbekalan Rumah Sakit Bersalin Al
Hasanah Madiun.
2. Peningkatan Pelayanan di Rumah Sakit
Bersalin Al Hasanah Madiun.
3. Peningkatan Pelayanan Rawat Inap di
Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah
Madiun.
4. Peningkatan Pelayanan Gawat Darurat
Kebidanaan di Rumah Sakit Bersalin Al
Hasanah Madiun,
5. Peningkatan Pelayanan Laboratorium di
Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah
Madiun.
6. Peningkatan Pelayanan Farmasi di
Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah
Madiun.
7. Peningkatan Pelayanan Gizi di Rumah
Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun.
8. Penyusunan Standar Pelayanan di
Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah
Madiun.
9. Pelayanan bagi penduduk miskin.
Terpenuhinya Sarana 1. Pembangunan Ruang Gawat Darurat.
Prasarana Peralatan 2. Pembangunan Kamar Jenazah.
Rumah Sakit Bersalin 3. Pengadaan lat Kedokteran.
Meningkatnya Mutu
Pelayanan

Input :
1. Pelaksana kegiatan pelayanan kepada
pasien 10.000 11.000.
2. Dan pelaksanaan disesuaikan
Ouput :
1. Terselesaikannya pelayanan Rawat
Jalan sebanyak 8.686. pasien.
2. Terselesaikannya pelayanan Gawat
Darurat sebanyak 288 pasien.
3. Terselesaikannya Pelayanan Rawat
Inap sebanyak 1.006 pasien.
4. Terselesaikannya
pelayanan
Laboratorium.
5. Terlayaninya pelayanan bagi penduduk
miskin sebanyak 10 orang.
Outcome :
1. Tercapainya Angka Kematian Ibu
(AKI) 307/100.000 Kelahiran Hidup.
2. Angka Kematian Bayi ditargetkan
35/1000 Lahir Hidup.
3. Tercapainya rata rata lama dirawat
seorang pasien sebesar 3 hari.
Input :
1. Pelaksana kegiatan pelayanan kepada
pasien 10.000 11.000.

14

Prasarana
Rumah Sakit
Bersalin
Al
Hasanah
Madiun

Al Hasanah Madiun.

4. Peningkatan Kualitas Pelayanan Rumah


Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun.
5. Peningkatan Kualitas Kebidanan dan
Kandungan

1. Pendidikan dn Pelatihan Formal.


2. Pelatihan dan Kursus Tenaga Profesi
Medis maupun Non Medis baik didalam
maupun diluar Rumah Sakit Bersalin Al
Hasanah Madiun.

3.

III

Program
Sumber Daya
Kesehatan

Meningkatnya
Kualitas
dan
Kuantitas
Sumber
Daya Kesehatan.

4.

IV

Progrsm
Pemeliharaan
Sarana
dan
Prasarana
Rumah Sakit
Bersalin
Al
Hasanah
Madiun

Terpeliharanya
Sarana, Prasarana dan
Peralatan di Rumah
Sakit Bersalin Al
Hasanah Madiun.

1.
2.
3.

4.
5.

Pemeliharaan rutin / berkala


Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah
Madiun.
Pemeliharaan Ruang Rawat Inap
Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah
Madiun.
Pemeliharaan rutin / berkala
Instalasi Pengelolaan Limbah di
Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah
Madiun.
Pemeliharaan rutin / berkala Alat
Kesehatan di Rumah Sakit Bersalin Al
Hasanah Madiun.
Pemeliharaan rutin / berkala
Perlengkapan di Rumah Sakit Bersalin
Al Hasanah Madiun.

2. Dan pelaksanaan disesuaikan


Ouput :
1. Terlaksananya Pembangunan Gedung
Lantai II.
2. Terlaksananya Pengadaan Peralatan
Outcome :
1. AKI : 307 / 100.000 Kelahiran Hidup.
2. AKB : 35 / 1000 Lahir Hidup.
3. Tercapainya rata rata lama dirawat
seorang pasien sebesar 3 hari.
4. Tercapainya persentase pemakaian
tempat tidur (BOR) selama 5 tahun
sebesar 71%.
Input :
1. Pengadaan dan Pelaksanaan Progam
serta Kegiatan disesuaikan.
Output :
1. Terlaksananya Pendidikan Formal,
Pelatihan dan Kursus Tenaga Profesi
( Medis dan Non Medis ).
Outcome :
1. Tercapainya rata rata lama dirawat
seorang pasien sebesar 3 hari.
Input :
1. Pengadaan dan Pelaksanaan Program
serta Kegiatan sesuai kebutuhan.
Output :
1. Terlaksananya pemeliharaan Sarana
dan Prasarana Rumah Sakit Bersalin Al
Hasanah Madiun yang meliputi :
Pemeliharaan Gedung, Ruang Rawat
Inap, Instalasi Pengelolaan Limbah,
Alat Alat Kesehatan, Perlengkapan,
Alat Rumah Tangga, Jaringan Air, Gas,
Telepon, Listrik, Komputer dan
Genset.
Outcome :
1. AKI : 307 / 100.000 Kelahiran Hidup.
2. AKB : 35 / 1000 Lahir Hidup.

15

6.
7.
8.

5.

Program
Pelayanan
Administrasi
Perkantoran
Rumah Sakit
Bersalin
Al
Hasanah
Madiun

Meningkatnya
Pelayanan
Administrasi
Perkantoran Rumah
Sakit Bersalin Al
Hasanah Madiun.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pemeliharaan rutin / berkala Alat


Rumah Tangga di Rumah Sakit
Bersalin Al Hasanah Madiun.
Pemeliharaan rutin / berkala
Genset di Rumah Sakit Bersalin Al
Hasanah Madiun.
Pemeliharaan rutin / berkala
Jaringan Listrik, Air, Gas, Telepon dan
Komputer di Rumah Sakit Bersalin Al
Hasanah Madiun.
Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber
Daya Air dan Listrik.
Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan
Kendaraan Ambulance.
Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor.
Penyediaan
Komponen
Instalasi
Listrik Penerangan Bangunan Kantor.
Penyediaan
Biaya
Operasional
Pelayanan.
Pengelolaan Pengadaan Barang dan
Jasa.
Peningkatan Pelayanan Administrasi
Perkantoran.

3.
4.

Tercapainya rata rata lama dirawat


seorang pasien sebesar 3 hari.
Tercapainya persentase pemakaian
tempat tidur (BOR) selama 5 tahun
sebesar 71%.

Input :
1. Pengadaan dan Pelaksanaan Program
disesuaikan.
Output :
1. Tercapainya
tingkat
Kepuasan
Masyarakat terhadap Tingkat Kinerja
Pelayanan selama 5 (Lima) Tahun.
Outcome :
1. Tercapainya prosentase pemakaian
tempat tidur (BOR) selama 5 (Lima)
Tahun sebesar 71%.
2. Tercapainya pendapatan Rumah Sakit
Rp. 4.460.000.000,-.

16

17

BAB VI
PENUTUP
Demikian Rencana Strategis Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun ini disusun
untuk dapat digunakan sebagai acuan dasar dalam setiap langkah yang akan ditempuh oleh
Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun secara terencana dan terkoordinasi dengan
harmonis. Keberhasilan Program ini sangat tergantung pada motivasi, semangat dan
kesadaran dari seluruh karyawan di lingkungan Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Maadiun
terutama petugas pelaksana pelayanan dalam menjalankan kebijakan kebijakan yang sudah
ditetapkan.
Dukungan Pemerintah Propinsi Jawa Timur senantiasa sangat kami harapkan demi
terwujudnya pelayanan prima kepada masyarakat.

Madiun, Mei 2013


Mengetahui,
DIREKTUR RSB AL HASANAH MADIUN

KETUA TIM RENSTRA

dr. PARISUKO
NIK : 044.01.06.10

dr.RATIH KARTIKA

18

DAFTAR ISI
1. KATA PENGENTAR
2. BAB I

PENDAHULUAN

3. BAB II

GAMBARAN UMUM .

4. BAB III

ISU ISU STRATEGIS .

5. BAB IV

VISI MISI, MOTO, TUJUAN, SASARAN KEBIJAKAN STRATEGIS


AGENDA PRIORITAS PROGRAM ..

INDIKATOR TARGET

13

6. BAB V

19

KATA PENGANTAR
Dalam upaya memenuhi tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan ibu
dan anak yang professional, maka pelayanan tidak dapat lagi diberikan begitu saja.
Masyarakat mulai menuntut adanya akuntanbilitas dari pelayanan karena yang dilihat / dinilai
adalah hasil suatu pelayanan.
Dengan adanya perubahan lingkungan dimasyarakat maka kepentingan dan
fungsi Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun diselenggarakan dengan memperhatikan
kepuasan pelanggan sesuai dengan Visi Misi, seiring Rencana Strategis Rumah Sakit
Bersalin Al Hasanah Madiun dimasa mendatang turut menuntut perlua adanya perubahan
dilingkungan masyarakat.
Rencana Strategis Rumah Sakit Bersalin Al Hasanah Madiun mencakup tahapan
program kegiatan yang berkesinambungan untuk tercapainya Visi misi Rumah Sakit dimasa
yang akan dating. Amin
Madiun, Mei 2013
RSB AL HASANAH MADIUN

Dr. Ratih Kartika


Ketrua Tim Renstra

20