Anda di halaman 1dari 2

Keluhan utama :

Lemah, mudah capek dan kadang sakit kepala.


Riwayat munculnya keluhan :
Ny. SM usia 53 tahun, terdiagnosa DM tipe II sejak 6 bulan yang lalu. Dia telah mencoba mengontrol
gula darah nya dengan cara diet dan olahraga, tetapi tidak berhasil dan merasa berat badannya
semakin bertambah akhir-akhir ini. Ny. SM berobat ke dokter dan diberikan tablet Glibenklamid 2 x 5
mg. Setiap hari dia memeriksa kadar gula darahnya di apotek dekat rumah dan didapatkan hasil gula
darah sewaktu dengan range 215-260 mg/dl dan gula darah puasa rata-rata 170 mg/dl.
Riwayat penyakit :
- DM tipe II 6 bulan yang lalu
- Cardiac Heart Failure (CHF) 1 tahun yang lalu
- Dislipidemia 3 tahun yang lalu
- Obesitas sejak 10 tahun
Riwayat penyakit dalam keluarga :
Ibu hipertensi, ayah menderita bipolar disorder dan memiliki saudara yang menderita DM.
Riwayat social :
Ny. SM telah menikah sejak usia 21 tahun, memiliki 3 anak remaja. Dia bekerja di Bar yang sering
dipenuhi dengan asap rokok. Sesekali Ny. SM meminum sedikit minuman beralkohol untuk
menemani tamunya.
Obat obat yang diminum hingga saat ini :
- Simvastatin 10 mg, malam hari
- Glibenklamid 5 mg, S 2 dd 1
- Captopril 12.5 mg, S 3 dd 1
- Spironolakton 25 mg, pagi hari
- Bisoprolol 2.5, mg pagi hari
Hasil pemeriksaan fisik :
Genetic
: wanita dengan obesitas
Tanda-tanda vital
: TD 130/80 mmHg; RR 20 x/menit; nadi 80 x/menit (BB 109Kg; TB 145cm)
Pemeriksaan kaki
: sensasi baik, sedikit kalus ringan
Pemeriksaan fisik lain : dalam batas normal
Hasil pemeriksaan lab :
Na 139 mEq/L
K 3.6 mEq/L
Cl 103 mEq/L
Ca 9.4 mg/dl
Phosp 3.3 mg/dl

AST 15 iu/L
ALT 18 iu/L
BUN 15 mg/dl
Sr Cr 0.8 mg/dl
Gula darah sewaktu 247 mg/dl

HbA1C 9 %
Koloesterol total 215 mg/dl
LDL 135 mg/dl
HDL 56 mg/dl
Trigliserid 200 mg/dl

Urine :
Protein + (mikroalbuminuria)
Penilaian :
Berdasarkan laporan pasien, dia rutin berolahraga 1 minggu sekali dan seringkali sulit mengendalikan
nafsu makan, terutama karena sungkan menolak makan jika diajak oleh tamunya. Enam bulan yang
lalu saat terdeteksi DM, HbA1C-nya 8.9 %. Sejauh ini berat badannya telah bertambah 6.8 Kg
dibandingkan tahun kemarin. Dislipidemia yang dideritanya belum mencapai target yang digarapkan.

Meskipun demikian, dia tidak pernah merasas sesak lagi seperti yang dirasakan 1 tahun yang lalu
karena masalah jantungnya.
Pertannyaan :
1. Apa tujuan pemberian terapi pada pasien DM tipe II?
2. Faktor resiko apa yang terdapat pada pasien tersebut?
3. Hal apa saja yang mengindikasikan buruknya control gula pada pasien ini?
4. Lengkapi tabel berikut :
ASSESSMENT
No

Problem Medik

Terapi

DRP
(sertakan pustaka)

Keterangan

1
2
3
Dst
PLAN
No

Rekomendasi Terapi
(sertakan pustaka)

Monitoring
(Efikasi dan Efek samping)

1
2
3
Dst
Catatan : setiap kajian harus mencantumkan literature. Jika tidak, nilai = 0

Target
(sertakan pustaka)