Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MANDIRI MANAJEMEN MPKP

Disusun Oleh :
Yulie Rahmadini
NIM. 0911162972

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kepemimpinan dan manajemen dalam keperawatan melibatkan upaya perorangan
untuk mempengaruhi perilaku orang lain untuk memberikan layana keperawatan yang
professional, langsung dan individual. Peran kepemimpinan atau manajerial merupakan
peran penengah dimana tanggung jawab utama manajer perawat adalah merencanakan,
mengorganisir, memotivasi dan mengendalikan kerja para perawat dan tenaga penunjang
kesehatan lainnya dalam memberikan layanan keperawatan.
Proses kepemimpinan dan manajemen didasarkan kepada pendekatan ilmiah yang
disebut metode pemecahan masalah. Fungsi metode ilmiah ini adalah untuk
meningkatkan kemungkinan keberhasilan dari kegiatan manajer perawat, dalam situasi
lingkungannya yang unik dan tertentu. Dalam suatu lingkungan keperawatan tertentu,
terdapat anggota staf, klien, manajer, berbagai penentu situasi seperti kebijakan-kebijakan
dan norma-norma, serta sumber-sumber materi. Keadaan ini unik karena tidak mungkin
untuk menemukan lingkungan yang yang tepat sama di tempat lain dan waktu yang lain.
Tugas dari manajer perawat adalah mengenali sumber-sumber yang ada dilingkungannya
dan membuat sumber-sumber ini berfungsi didalam suatu sistem yang menyeluruh dalam
mencapai tujuan dan memungkinkan adanya pertunbuhan. Penggunaan metode ilmiah
dalam manajemen adalah untuk membantu manajer dalam mengkaji beberapa kebutuhan
dari sistem dan dalam memilih prioritas, mengidentifikasi elemen orang dan situasi yang
penting dalam mengemban tujuan-tujuan khusus, mengkaji secara kritis kekuatan dari
orang-orang tersebut dan mengembangkan strategi yang melibatkan kekuatan-kekuatan
tersebut dalam pekerjaan.
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui defenisi dari model praktik keperawatan professional
2. Untuk mengetahui berbagai model praktik keperawatan professional
3. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan dari berbagai model keperawatan
profesional.
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Defenisi

Model praktik keperawatan professional adalah suatu kerangka kerja yang


mendefenisikan keempat unsur yaitu standar, proses keperawatan, pendidikan, dan
sistem.
B. Dasar pertimbangan pemilihan model MPKP
1. Sesuai dengan visi dan misi institusi
2. Dapat diterapkannya proses keperawatan dalam asuhan keperawatan
3. Efisien dan efektif penggunan biaya
4. Terpenuhinya kepuasan klien, keluarga dan masyarakat
5. Kepuasan kinerja perawat
6. Terlaksananya komunikasi yang adekuat antara perawat dan tim kesehatan
lainnya.
C. Model keperawatan primer
Yaitu metode penugasan dimana satu orang perawat bertanggung jawab penuh selama
24 jam terhadap asuhan keperawatan pasien mulai dari pasien masuk sampai keluar
rumah sakit. Mendorong praktik kemandirian perawat, ada kejelasan antara si
pembuat rencana asuhan keperawatan dan pelaksana. Metode primer ini ditandai
dengan adanya keterkaitan kuat dan terus menerus antara pasien dan perawat yang
ditugaskan untuk merencanakan, melakukan dan koordinasi asuhan keperawatan
selama pasien dirawat.
Kelebihan :
Bersifat kontinuitas dan komprehensif
Perawat primer mendapatkan akontabilitas yang tinggi terhadap hasil dan

kemungkinan pengembangan diri


Keuntungan antara lain terhadap pasien, perawt, dokter dan rumah sakit

Keuntungan yang dirasakan adalah pasien merasa dimanusiawikan karena


terpenuhinya kebutuhan secara individu. Selain itu asuhan yang diberikan bermutu tinggi
dan tercapai pelayanan yang efektif terhadap pengobatan, dukungan, proteksi, informasi
dan advokasi. Dokter juga merasakan kepuasan dengan model primer karena senantiasa
mendapatkan informasi tentang kondisi pasien yang selalu diperbaharui dan
komprehensif.
Kelemahannya :

Hanya dapat dilakukan oleh perawat yang memiliki pengalaman dan


pengetahuan yang memadai dengan criteria asertif, self direction, kemampuan

dan mengambil keputusan yang tepat, menguasai keperawatn klinik, akontable


serta mampu berkolaborasi dengan berbagai disiplin.
Konsep dasar metode primer :
1. Adanya tanggung jawab dan tanggung gugat
2. Adanya otonomi
3. Ketertiban pasien dan keluarga
Tugas perawat primer :
1.
2.
3.
4.

Menerima pasien dan mengkaji kebutuhan pasien secara komprehensif


Membuat tujuan dan rencana keperawatan
Melaksanakan rencana yang telah dibuat selama dia dinas
Mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan pelayanan yang diberikan oleh disiplin

5.
6.
7.
8.

lain maupun perawat lain.


Mengevaluasi keberhasilan yang dicapai
Menerima dan menyesuaikan rencana
Menyiapkan penyuluhan untuk pulang
Melakukan rujukan kepada pekerja social, kontak dengan lembaga social di

masyarakat
9. Membuat jadwal perjanjian klinik
10. Mengadakan kunjungan rumah
Peran kepala ruang atau bangsal dalam metode primer :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Sebagai konsultan dan pengendalian mutu perawat primer


Orientasi dan merencanakan karyawan baru
Menyusun jadwal dinas dan member penugasan pada perawat asisten
Evaluasi kerja
Merencanakan atau menyelenggarakan pengembangan staf
Membuat 1-2 pasien untuk model agar dapat mengenal hambatan yang terjadi

Ketenagaan metode primer :


1.
2.
3.
4.

Setiap perawat primer adalah perawat bed side


Beban kasus pasien 4-6 orang untuk satu perawat
Penugasan ditentukan oleh Kepala Bangsal
Perawat primer dibantu oleh perawat professional lain maupun non professional
sebagai perawat asisten

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA
Nursalam, (2002). Manajemen keperawatan : Aplikasi dalam Praktik keperawatan
Profesional. Jakarta. Salemba medika.
Monica, (1998). Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan. Jakarta. EGC.