Anda di halaman 1dari 6

TUGAS 12

PENGENDALIAN DAN PENJAMINAN MUTU

Disusun oleh :
Dinda Ayu R
21070114120015
Kelas C

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2016

1. Definisi Analisa Kapabilitas Proses


Kemampuan suatu proses untuk menghasilkan suatu produk/jasa yang sesuai dengan
kebutuhan/syarat dari konsumen atau spesifikasi yang diharapkan. Statistical Process
Control (SPC)tidak mampu untuk menganalisa secara kuantitaif suatu proses yang
sedang berjalan, karena SPC hanya memantau/memonitor proses yang sedang berjalan.
Untuk mengetahui suatu proses berjalan secara capable/tidak (menghasilkan produk/jasa
yang sesuai spesifikasinya) dipakailah Analisa Kapabilitas Proses
2. Syarat syarat Analilsa Kapabilitas Proses
Syarat syarat pelaksanaan analisis proses kapabilitas:

Jika kita sudah mengetahui bagaimana kinerja proses kita (voice of process),
tentunya kita ingin membandingkannya dengan specifikasi yang ditentukan

pelanggan (voice of customer)


Analisis kemampuan proses (process capability analysis, PCA) menggambarkan
performansi proses dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan spesifikasi

yang diinginkan
Analisis kemampuan proses dapat dinyatakan sebagai probabilitas menghasilkan
karakteristik yang tidak sesuai, pada saat proses sedang in-control

3. Variabilitas Analisa Kapabilitas Proses


Analisis kemampuan proses merujuk pada keseragaman proses. Variabilitas di dalam
proses merupakan ukuran keseragaman output. Dalam hal ini terdapat dua cara berpikir
tentang variabilitas:

Variabilitas natural pada waktu tertentu


Variabilitas dari waktu ke waktu.

4. Kegunaan Utama Analisa Kapabilitas Proses


Analisis kemampuan proses merupakan salah satu bagian penting di dalam program
perbaikan kualitas keseluruhan, dengan kegunaan utama sebagai berikut:

Memperkirakan seberapa baik proses yang diamati mampu memenuhi syarat

toleransi yang diinginkan


Membantu product developers/ designers di dalam memilih atau memodifikasi

sebuah proses
Membantu menetapkan suatu interval antar sampel untuk keperluan memonitor

proses
Menentukan syarat-syarat kinerja untuk peralatan baru
Memilih vendor
Merencanakan urutan proses produksi di mana di dalamnya terdapat efek interaktif

dari proses terhadap toleransi


Mengurangi variabilitas proses manufakturing

5. Kondisi yang dapat Terjadi

6. Kriteria Penilaian Cp
Untuk kriteria penilaian dari Cp, adalah sebagai berikut:

1. Jika Cp >1.33, maka kapabilitas proses sangat baik.


2. Jika 1.00 Cp 1.33, maka kapabilitas proses baik, namun perlu pengendalian
ketat apabila Cp mendekati 1.00.
3. Jika Cp<1,00, maka kapabilitas proses rendah, sehingga perlu ditingkatkan
performansinya melalui perbaikan proses.
Penggunaan Cp dalam menilai kemampuan proses berdasarkan asumsi bahwa rata-rata
proses tepat berada di pertengahan batas spesifikasi. Dalam kenyataan, hal ini jarang
tercapai. Untuk memperbaiki kelemahan diatas, digunakan rasio Cpk, yang menyatakan
posisi rata-rata proses dibandingkan dengan batas spesifikasi. Makin tinggi nilai Cpk
makin kecil presentasi produk yang terletak di luar batas spesifikasi. Rumusnya:

Terkait dengan nilai Cpk, terdapat beberapa analisa sebagai berikut:


1. Nilai Cpk negatif menunjukkan bahwa rata-rata proses terletak di luar batas
spesifikasi.
2. Nilai Cpk sama dengan nol menunjukkan rata-rata proses sama dengan salah satu
batas spesifikasi.
3. Nilai Cpk diantara nol dan satu menunjukkan rata-rata proses terletak dalam batas
spesifikasi tetapi beberapa bagian dari variasi proses terletak di luar batas spesifikasi.
4. Nilai Cpk yang lebih besar dari satu menunjukkan seluruh variasi proses berada
dalam batas spesifikasi.
5. Nilai Cpk sama dengan nilai Cp menunjukkan bahwa rata-rata proses terletak tepat
ditengah-tengah spesifikasi.

7. Kriteria Penilaian Cpu


a. Jika CPU > 1.33, proses akan mampu memenuhi batas spesifikasi atas (USL/UCL).
b. Jika 1.00 CPU 1.33, proses masih mampu memenuhi batas spesifikasi atas
(USL/UCL), namun perlu pengendalian ketat apabila CPU telah mendekati 1.00.
c. Jika CPU < 1.00, proses tidak mampu memenuhi batas spsifikasi atas (USL/UCL).

Kesimpulan :
Kemampuan proses adalah suatu perhitungan melalui perbandingan antara output
produk dengan spesifikasi disain. Jika peralatan mempunyai kemampuan secara
konsisten memenuhi batas rentang kualitas yang diharapkan, maka kualitas dan biaya
produksi dapat optimal. Jika mesin tidak mampu secara konsisten memenuhi tingkat
kualitas yang diharapkan, maka biaya akan menjadi tinggi karena produk cacat (reject)
dan pengerjaan ulang (rework). Penggunaan analisa kemampuan proses, antara lain:
1. Memperkirakan variasi output dari proses.
2. Mempermudah pemilihan proses produksi.
3. Menentukan pemilihan mesin.
4. Membantu program pengendalian kualitas.
Apabila proses berada dalam pengendalian statistikal (proses stabil), hitung indeks
kapabilitas proses (Cp), dan indeks performansi Kane (Cpk), sebagai berikut:

Jika rata-rata proses = pertengahan batas spesifikasi, dan proses terdistribusi normal,
maka 99,73% output proses tersebut akan berada dalam rentang. Rumus diatas hanya
menunjukkan kemampuan proses, tetapi tidak menunjukkan apakah proses tersebut
mampu memenuhi batas spesifikasi yang diharapkan. Hubungan antara kemampuan
proses (6) dengan batas spesifikasi dapat dinyatakan dengan rasio kemampuan
(capability ratio, Cp).