Anda di halaman 1dari 7

RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO

JL.H. Masyhuri No. 39 Kotak Pos 144 Purwokerto 53134


Telp.( 0281) 630019 Fax (0281) 635394
E-mail : rsislam.purwokerto@gmail.com

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO


Nomor :

/SK.DIR/RSIP/IX/2013
TENTANG

KEBIJAKAN LANGKAH LANGKAH PENCEGAHAN RESIKO PASIEN JATUH


DI RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO
Menimbang
a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terhadap
pasien diperlukan usaha keselamatan pasien dan dalam hal mengurangi
resiko pasien dari cidera karena jatuh yang mengacu pada standar
akreditasi baru yang termasuk dalam kelompok sasaran keselamatan
pasien.
b. bahwa dalam identifikasi pasien resiko jatuh setiap pasien wajib diidentifikasi
melalui Morse Fall Scale Score (untuk pasien dewasa) dan Humpty Dumpty
Scale Score (untuk pasien pediatri) sejak awal mendapatkan pelayanan atau
pengobatan di RSI Purwokerto.
c. bahwa berdasarkan pertimbangan butir a dan b maka perlu dibuat Kebijakan
tentang Langkah-Langkah Pencegahan Resiko Pasien Jatuh di Rumah Sakit
Islam Purwokerto yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur.
Mengingat
1. Undang-undang Republik Indonesia No. 44 Tahun 2009 tentang
RumahSakit;
2. Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431);
3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5063);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637);
5. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang
Standar Pelayanan Rumah Sakit;
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang
Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit
7. Peraturan Menteri Kesehatan No. 1691 tahun 2011 tentang keselamatan
pasien rumah sakit

8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269/Menkes/Per/III/2008 tentang


Rekam Medis;
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 290/Menkes/Per/III/2008 tentang
Persetujuan Tindakan Kedokteran;
10. Nine Life Saving Patient Safety Solutions dari WHO Patient Safety (2007)
MEMUTUSKAN :
Menetapkan

PERTAMA

KEPUTUSAN

DIREKTUR

RUMAH

SAKIT

ISLAM

PURWOKERTO

TENTANG LANGKAH LANGKAH PENCEGAHAN RESIKO PASIEN JATUH


KEDUA

Memberlakukan kewajiban identifikasi resiko pasien jatuh kepada setiap


pasien sejak awal mendapatkan pengobatan atau pelayanan rawat inap
berdasarkan Morse Fall Scale dan Humpty Dumpty Scale

KETIGA

Memberlakukankewajiban petugas dalam melaksanakan langkah-langkah


pencegahan pada pasien yang mempunyai resiko jatuh sejak awal
mendapatkan pelayanan di rawat inap maupun apabila terjadi perubahan
kondisi atau pengobatan selama di Rumah Sakit.

KEEMPAT

Semua biaya yang dibutuhkan dengan adanya kebijakan/keputusan ini


dibebankan kepada anggaran RSI Purwokerto.
Ditetapkan di

: Purwokerto

Pada Tanggal

: 5 September 2013

RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO


DIREKTUR

dr. Budi Santosa, Sp.B

Lampiran
Keputusan Direktur RS Islam Purwokerto
Nomor

/SK.DIR/RSIP/IX/2013

Tanggal

: 5 September 2013

KEBIJAKAN LANGKAH LANGKAH PENCEGAHAN RESIKO PASIEN JATUH


RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO

Kebijakan Umum
1. Pelayanan di Rumah Sakit harus selalu berorientasi kepada mutu dan
keselamatan pasien.
2. Salah suatu usaha Rumah Sakit mengembangkan suatu pendekatan untuk
mengurangi risiko pasien dari cidera karena jatuh melalui standar pelayanan
medis yaitu pemasangan gelang/ tanda risiko jatuh di tempat tidur pasien.
3. Pelaksanaan berlaku pada semua situasi, kondisi setiap pasien yang masuk
Rumah Sakit, sesuai dengan kebijakan dan prosedur pelaksanaan.
4. Pelaksanaan pengkajian pasien risiko jatuh dilaksanakan dalam 24 jam oleh
petugas Rumah Sakit terhadap pasien yang datang melalui pintu Gawat Darurat
maupun Rawat Jalan dan pasien rawat inap yang memungkinkan terjadi
perubahan kondisi akibat efek pengobatan.
5. Menerapkan langkah langkah pencegahan pasien jatuh bagi mereka yang
dianggap beresiko jatuh.
Kebijakan Khusus
1. Setiap petugas yang terkait wajib melaksanakan prosedur identifikasi pasien risiko
jatuh berdasarkan Morse Fall Scale Score untuk pasien dewasa dan Humpty
Dumpty Scale Score untuk pasien Pediatri sejak awal mendapatkan
pengobatan/pelayanan di Rumah Sakit Islam Purwokerto
2. Setiap pasien yang yang sudah diidentifikasi dan dari hasil asesmennya dianggap
berisiko di wajibkan untuk menggunakan gelang warna kuning (gelang pasien
risiko jatuh) baik psien rawat jalan maupun pasien rawat inap dan di berikan tanda
khusus pasien risiko jatuh (di tempat tidur pasien).
3. Langkah langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah pasien jatuh (Intervensi
jatuh standar):
a. Lakukan observasi bila ada pasien beresiko jatuh/ membutuhkan bantuan
b. Keselamatan lingkungan :
i.

Hindari ruangan yang kacau

ii.

Gunakan lantai yang anti slip untuk kamar mandi

c. Untuk pasien rawat inap:


i.

Dekatkan bel atau telpondengan tempat tidur

ii.

Biarkan pintu terbuka

iii.

Upayakan penerangan yang cukup di ruangan

iv.

Pasang pagar tempat tidur

v.

Monitor kebutuhan pasien secara berkala, tawarkan bantuan untuk


buang air secara teratur

vi.

Edukasi prilaku yang aman

vii.

Edukasi penggunaan alat bantujalan (walker, handrail, dll)

viii.

Anjurkan pasien untuk menggunakan kaos kaki ataupun sepatu yang


tidak licin

d. Bila ada pasien dengan resiko jatuh tinggi, lakukan hal-hal sebagai berikut
(Intervensi jatuh resiko tinggi):
i.

Pakaikan gelang resiko jatuh (warna kuning).

ii.

Lakukan intervensi jatuh standar.

iii.

Lakukan penilaian jatuh seperti analisa cara berjalan, sehingga dapat di


tentukan intervensi spesifikseperti menggunakan terapifisik atau alat bantu
jalan tertentu untuk membantu mobilisasi.

iv.

Pasien di tempatkan dekat dengan nurse station.

v.

Handrail yang mudah di jangkau dan kokoh.

vi.

Siapkan alat bantu jalan di tempat yang mudah di jangkau.

vii.

Anjurkan menggunakan tempat duduk waktu mandi.

viii.

Dorong partisipasi keluarga dalam keselamatan pasien.

ix.

Jangan tinggalkan pasien sendiri di kamar atau di toilet.

MORSE FALL SCALE


VARIABEL
1. Riwayat Jatuh

NILAI

SKOR

Keterangan : waktu 3bulan

TIDAK

( misal : kejang, gangguan keseimbangan berjalan )


2. Diagnosa Sekunder (penyakit penyerta)

YA
TIDAK

25
0

YA

15

3. Penggunaan alat bantu ambulasi / berjalan pada ekstremitas


untuk mencapai keseimbangan / menopang berat tubuh :
-

Tidak ada alat bantu/posisi tidur atau bed rest/ada perawat

Tongkat/kruk (cane, cruthches, walker)

15

Pelengkap/aksesories alat bantu pada tongkat/kruk/kursi

30

roda
(remote kontrol yang menempel langsung utk operasional pada kursi
roda, dsb)
Keterangan : pada penyaki ataxia, arthritis, neuropahty,
hemiplegia/paresis, paraplegia/paresis, parkinson,
4. Pemasangan infus / i.v. line

TIDAK
YA

0
20

5. Gaya berjalan pasien :


-

Normal/bedrest/kursi roda/tidak dapat berjalan

Lemah

0
10
20

- Gangguan keseimbangan
6. Status mental pasien :
-

Orientasi Baik (menyadari kelemahannya)

Orientasi Buruk,(tidak menyadari kelemahannya)

15

(misal : pada pasien kejang, parkinson, dsb)

LEVEL RISIKO

SCORE

TINDAKAN

Risiko Rendah

0 24

Tindakan Pencegahan dengan Risiko Rendah

Risiko Sedang

25 44

Tindakan Pencegahan dengan Risiko Sedang

Risiko Tinggi

45

Tindakan Pencegahan dengan Risiko Tinggi

SKALA RISIKO JATUH HUMPTY DUMPTY UNTUK PEDIATRI


PARAMETER

KRITERIA

NILAI

SKOR

USIA

JENIS KELAMIN

DIAGNOSIS

GANGGUAN KOGNITIF

FAKTOR LINGKUNGAN

PEMBEDAHAN/ SEDASI/
ANESTESI

PENGGUNAAN
MEDIKAMENTOSA

<3TAHUN

3-7 TAHUN

7-13 TAHUN

13 TAHUN

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

DIAGNOSIS NEUROLOGI

PERUBAHAN OKSIGENASI (DIAGNOSIS RESPIRATORIK,


DEHIDRASI, ANEMIA, ANOREKSIA, SINKOP, PUSING, DSB )

GANGGUAN PRILAKU/ PSIKIATRI

DIAGNOSIS LAINNYA

TIDAK MENYADARI KETERBATASAN DIRINYA

LUPA AKAN ADANYA KETERBATASAN

ORIENTASI BAIK TERHADAP DIRI SENDIRI

RIWAYAT JATUH/ BAYI DILETAKKAN DI TEMPAT TIDUR DEWASA

PASIEN MENGGUNAKAN ALAT BANTU/ BAYI DI TEMPATKAN


DALAM TEMPAT TIDUR BAYI/PERABOT RUMAH

PASIEN DI LETAKKAN DI TEMPAT TIDUR

AREA DI LUAR RUMAH SAKIT

DALAM 24 JAM

DALAM 48 JAM

>48 JAM/ TIDAK MENJALANI PEMBEDAHAN/SEDASI/ANESTESI

PENGGUNAAN MULTIPEL : SEDATIF, OBAT HIPNOSIS,


BARBITURAT, FENOTIAZIN, ANTIDEPRESAN, PENCAHAR,
DIURETIK, NARKOSE

PENGGUNAAN SALAH SATU OBAT DI ATAS

PENGGUNAAN MEDIKASI LAINNYA/ TIDAK ADA MEDIKASI

JUMLAH SKOR HUMPTY DUMPTY

Skor assessment risiko jatuh (skor minimum 7, skor maksimum23)


Skor 7-11 : risiko rendah
Skor 12 : risiko tinggi

Resiko Rendah

Resiko Sedang

Resiko Tinggi

1. Pastikan bel mudah

1. Lakukan SEMUA

1. Lakukan SEMUA

dijangkau

pedoman pencegahan

pedoman pencegahan

untuk resiko rendah

resiko rendah dan


sedang

2. Roda tempat tidur pada


posisi terkunci

2. pasangkan gelang
khusus (warna kuning)
tanda resiko jatuh

2. kunjungi dan monitor


pasien/1jam

3. posisikan tempat tidur


pada posisi terendah

3. tempatkan tanda resiko


jatuh pada daftar nama
pasien (warna kuning)

3. tempatkan pasien di
kamar yang paling dekat
nurse station( jika
memungkinkan)

4. pagar pengama TT
dinaikkan

4. beri tanda resiko jatuh


pada kamar/ tempat tidur
pasien

LangkahLangkah Pencegahan Resiko Pasien Jatuh

Direktur,
Rumah Sakit Islam Purwokerto

dr. Budi Santosa, Sp.B