Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Fikri Naufal Anwari

Nim

: 120405128

Pemisahan Kelas C
Tugas

: Review Jurnal

Judul

: Using A Packed-Column Model To Simulate the Performance of A


Membrane Absorber

Penulis

: David de Montigny, Ahmed Aboudheir, Paitoon Tontiwachwuthikul,


and Amit Chakma

Asal Institusi : International Test Centre for CO2 Capture, University of Regina, Regina,
Saskatchewan S4S 0A2, Canada, and Department of Chemical Engineering,
University of Waterloo, Waterloo, Ontario N2L 3G1, Canada
Published at American Chemical Society Journal
Teknologi absorpsi dengan GAM (gas absorption membrane) dapat digunakan untuk
melakukan proses penyerapan CO2 ke dalam larutan MEA (monoethanolamine) encer dalam
suatu packed column. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi model perhitungan dan
mengganti packed column dengan membran berpori yang lebih murah dan lebih sederhana
yang dapat mengatasi masalah penyumbatan (channeling), banjir (flooding), pengendapan
(entrainment), dan pembentukan buih/busa (foaming). Percobaan dilakukan dengan
menggunakan rangkaian tiga modul GAM yang diisi dengan membran fiber berpori poly(tetrafluoroethylene) (PTFE) dengan modifikasi persamaan matematis korelasi kL Nii dan
Takeuchi.
Selama 20 tahun terakhir, berbagai percobaan telah dilakukan untuk mengevaluasi
kinerja dari sistem GAM baik secara praktek maupun perhitungan. Dari sekian banyak
percobaan, terdapat beberapa kekurangan, diantaranya tidak sesuainya jenis membran yang
digunakan untuk packed column pada sistem GAM, perolehan data percobaan yang tidak
akurat, jenis larutan yang tidak cocok untuk proses percobaan, dan persamaan matematis
yang tidak sesuai untuk kondisi operasi yang digunakan. Nilai Deviasi Mutlak Rata-Rata
(MAD) percobaan dengan sistem GAM dengan packed column dan menggunakan persamaan
korelasi Nii dan Takeuchi adalah 2,66 %. Kemudian, Falk-Pederson dan Dannstorm
menyarankan jika poly-(tetrafluoroethylene) (PTFE) merupakan membran yang cocok untuk
digunakan dengan alkanolamina.

Proses perpindahan massa dalam sistem terjadi setelah gas berdifusi melalui pori
membran yang memisahkan fasa gas dan cairan. Kelebihan dari teknologi ini adalah aliran
gas dan cairan yang independen, rasio luas permukaan terhadap volume yang besar dan dapat
diperbesar secara linier, sedangkan kelemahan teknologi ini adalah daya tahan membran
dapat mempengaruhi daya tahan perpindahan massa. Daya tahan tersebut dapat memburuk
apabila permukaan membran menjadi terlalu basah karena proses absorpsi itu sendiri.
Namun, penggunaan membran fiber berpori poly-(tetrafluoroethylene) (PTFE) memiliki
kelebihan dibandingkan packed tower karena perbandingan luas permukaan yang lebih besar,
laju alir gas dan cairan yang independen, serta penggunaan membran menambah daya tahan
perpindahan massa.
Terdapat 10 percobaan untuk mengamati kinerja dari sistem GAM. Dirangkai,tiga
modul membran yang sama dan dihubungkan ke sistem GAM. Modul membran terbuat dari
pipa akrilik yang berdiameter 28 mm dan memiliki ketebalan 6 mm. Dimana pada setiap
modulnya terdiri dari 57 membran fiber berpori mikro PTFE (polytetrafluoroethylene).
Sistem beroperasi secara counter-current untuk hasil kinerja yang optimum. Aliran gas masuk
melalui bagian atas modul pada sisis selongsong (shell-side) dan mengalir turun, sementara
larutan zat cair masuk melalui bagian bawah sistem dan mengalir naik melalui membran
berpori. Konsentrasi CO2 dalam gas diukur menggunakan infrared gas analyzer saat tercapai
kondisi steady-state. Temperatur gas dan cairan saat didalam sistem pengontak diukur dan
dilakukan sampling terhadap zat cat untuk kemudian dianalisa kandungan CO2.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa sistem menghasilkan kinerja yang akurat
dengan nilai Deviasi Mutlak Rata-Rata (MAD) dari percobaan diatas adalah 1,9 %.
Percobaan ini juga menunjukkan bahwa model packed column dapat dimodifikasi sehingga
meningkatkan kinerja dari sistem GAM. Secara keseluruhan, percobaan diatas dapat
memprediksikan data percobaan dengan tingkat akurasi yang tinggi dan terdapat peningkatan
ketika menggunakan persamaan korelasi Nii dan Takeuchi yang dimodifikasi dibandingkan
dengan persamaan aslinya.
Teknologi absorpsi baru dengan sistem GAM dengan menggunakan membran PTFE
yang dilakukan pada plant absorpsi gas CO2 menggunakan pelarut MEA (monoethanolamine)
secara keseluruhan memperlihatkan hasil yang baik dan tanpa hambatan. Nilai koefisien
perpindahan gas yang dikembangkan pada pemodelan dengan menggunakan persamaan Nii
dan Takeuchi yang dimodifikasi memperlihatkan hasil yang memuaskan. Hal tersebut sudah
sesuai dengan tujuan dari dilakukannya penelitian ini. Namun pada penelitian ini juga
terdapat hasil yang sedikit tidak akurat, yaitu pada kecepatan laju cairan dibawah 100

m3/m2.h. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat kemungkinan untuk mengembangkan


model perhitungan absorpsi sistem GAM (Gas Absorption Membrane) melalui perhitungan
dan pengidentifikasian mekanisme pengontakan gas-cairan dengan baik.