Anda di halaman 1dari 8

HUKUM BENDA

Oleh : KASHADI

Setelah keluarnya Undang-undang No. 5 Tahun 1960 (UUPA)


untuk benda bergerak yang diatur dalam KUH. Perdata masih

Dalam Hukum Perdata, manusia dan badan hukum bukan

berlaku, sedangkan untuk benda tidak bergerak sekarang sudah

merupakan objek hukum tetapi subjek hukum sedangkan objek

tidak berlaku lagi karena sekarang diatur kedalam Undang-undang

hukum adalah BENDA.

Pokok Agraria (UUPA).

Hukum Benda diatur dalam BUKU II Kitab UndangUndang Hukum Perdata.

Ps. 500 KUH. Perdata :


Segala apa yang karena perlekatan menjadi kesatuan dengan

Ps. 449 KUH. Perdata:

benda lain, merupakan BAGIAN dari benda lain tersebut.

Kebendaan (benda) adalah tiap-tiap BARANG dan HAK yang


dapat menjadi objek dari hak eigendom.

BENDA UTAMA (POKOK) DAN


BENDA BAGIAN (TURUTAN).

BARANG : menunjukkan benda yang bertubuh / berwujud. Artinya


dapat ditangkap dengan alat panca indera.

BENDA PENOLONG, yaitu benda yang secara ekonomis merupakan

HAK

satu kesatuan dengan benda lain tetapi tidak melekat pada benda

: menunjukkan benda yang tidak berwujud. Artinya tidak

dapat ditangkap dengan alat panca indera. Misalnya : Piutang (hak

lain tersebut. Misalnya kunci pintu.

tagih)`
KEBENDAAN TANPA SUBJEK
YANG DAPAT MENJADI OBJEK DARI HAK EIGENDOM

Ps. 519 KUH. Perdata : Ada kebendaan yang bukan milik

Maksudnya yang dapat dimiliki oleh seseorang atau Badan

siapapun.

Hukum. Untuk dapat menjadi objek dari hak eigendom, syaratnya

Kebendaan yang dimaksud adalah benda bergerak.

benda tersebut harus :

Dalam literatur hukum, benda bergerak yang tidak ada pemiliknya

berharga (dapat dinilai dengan uang) dan atau

dinamakan RES NULLIUS & RES DERELICTAE.

dapat dikuasai oleh manusia atau Badan Hukum (BH).

1.

Res Nullius
Adalah benda bergerak yang tidak ada pemiliknya, dan sejak

Dalam hukum benda di bedakan antara benda bergerak dan

semula belum pernah dimiliki oleh seseorang.

benda tidak bergerak.


BENDA

Contoh: ikan yang berada dilautan.

BERGERAK : yaitu benda yang dapat dipindahkan /

2.

Res Derelictae

berpindah dengan sendirinya dari satu tempat ketempat lain.

Adalah benda bergerak yang tidak ada pemiliknya, akan tetapi


pada mulanya pernah dimiliki oleh seseorang yang kemudian

BENDA TIDAK BERGERAK :yaitu tanah dan segala sesuatu yang

pemiliknya telah melepas hak atas benda tersebut.

terikat dengan tanah, misalnya bangunan rumah.

Contoh: kaleng-kaleng bekas yang telah dibuang oleh


pemiliknya di tong sampah.

Arti pentingnya membedakan

benda bergerak dan benda

tidak bergerak yaitu dalam hal:


benda bergerak
Penyeraha
n
Penjaminan

penyerahan
simbolis.
Gadai

nyata,

Daluwarsa

tidak diperlukannya.

Bezit

bezit berlaku sebagai


eigendom

Seseorang

telah

disuruh

mencangkul

tanahnya

A,

benda tidak bergerak

kemudian mendapatkan guci perhiasan terpendam (harta

balik nama

karun). Siapakah yang berhak atas harta karun itu.

hipotikX (sekarang hak


tanggungan)
diperlukan daluwarsaX

Jelaskan.

azas
bezit
berlaku
sebagai eigendom tidak
ada.

Yang berhak adalah yang menemukan dan pemilik tanah,


jadi pembagiannya setengah untuk penemu dan setengah
untuk pemilik tanah (Ps. 587 KUH. Perdata).

Untuk mencegah bahaya tenggelamnya sebuah kapal yang


sedang berlayar, maka barang-barang muatan banyak

PENYERAHAN
tangan

NYATA,

yaitu

penyerahan

langsung

dari

dilempar kelaut. Kemudian seorang nelayan menemukan

ketangan. Adanya penyerahan nyata kedudukan benda

barang-barang itu di tepi pantai. Berhakkah nelayan

berpindah.

memilikinya? Jelaskan!

PENYERAHAN SIMBOLIS, yaitu penyerahan

kunci bangunan

dimana benda yang akan diserahkan itu berada.

Nelayan tidak berhak memilikinya, karena barang-barang


tersebut

dibuang

menghindari
Ps. 1977 Ayat 1 KUH.Perdata :

Bezit berlaku sebagai eigendom

(bezit = eigendom).
Maksudnya :bezitter dari benda bergerak berlaku sebagai

dalam

tenggelamnya

keadaan
kapal,

darurat
sehingga

untuk
barang

tersebut bukan res derelictae. Sehingga pemiliknya dapat


meminta kembali barangnya dari nelayan. (Ps. 538 KUH.
Perdata).

eigenaarnya, atau orang yang menguasai benda bergerak berlaku


sebagai pemiliknya.

HAK KEBENDAAN : Hak yang memberikan kekuasaan langsung


atas

suatu kebendaan (benda).


Untuk memperoleh hak eigendom (Hak Milik) dengan jalan

CIRI- CIRI DARI HAK KEBENDAAN

penyerahan harus memenuhi 2 syarat: (Ps. 584 KUH. Perdata)

1.

1.

Alas

2.

kebendaan. mis, jual beli.


Orang yang berwenang (orang yang berhak bebas atas

Merupakan hak mutlak artinya berlaku bagi siapa saja dan


dapat dipertahankan terhadap siapa saja.

2.

Mempunyai

sifat

DROIT

DE

SUITE

(DDS)

&

hak

title

yang

mewajibkan

untuk

menyerahkan

kebendaan yang diserahkan ).

REVINDIKASI (R).
DDS: Hak kebendaan senantiasa mengikuti bendanya ditangan

Apabila salah satu syarat saja tidak dipenuhi, maka yang

siapapun benda itu berada.


R

: Hak untuk menuntut atau meminta bendanya kembali.

3.

Mempunyai hak untuk didahulukan.

4.

Objeknya benda.

menerima penyerahan benda, haknya atas benda tsb hanyalah HAK


BEZIT (HAK MENGUASAI).
PERBEDAAN

Ps. 529 KUH.Pdt

Bezit adalah kedudukan seseorang yang

menguasai / menikmati suatu kebendaan, baik dengan diri sendiri

HAK

EIGENDOM,

HAK

BEZIT

&

DETENTIE.
1.

Hak Eigendom: a.

maupun dengan perantaraan orang lain seolah-olah kebendaan itu

Ia menguasai benda untuk dirinya sendiri

- Cara memperoleh bendanya dengan sah,

misalnya

membeli buku dari toko buku.

eigendomnya.
Bezit (menguasai) ada 2 arti:
1.
2.

ANTARA

dengan diri sendiri (langsung)


dengan perantaraan orang lain (tidak langsung).

2.

Hak Bezit

3.

Cara memperoleh bendanya ada cacatnya,


i. misalnya mencuri buku.

:-

Ia menguasai benda untuk dirinya sendiri.

4.

Detentie

: - Ia menguasai benda untuk orang lain,


Misalnya meminjam, menyewa atau dititipi buku.

Mis, bendanya ia sewakan / pinjamkan / titipkan.


Jadi orang yang mempunyai benda kemudian bendanya ia
sewakan, maka ia tetap mempunyai hak bezit. Sedangkan hak

FUNGSI-FUNGSI YANG ADA PADA HAK BEZIT


Dalam keadaan normal (keadaan yang sesuai dengan

atas benda dari orang yang menyewa adalah DETENTIE.


DETENTOR : ia menguasai benda untuk orang lain.

hukum), orang yang menguasai benda adalah pemiliknya (eigenaar),


namun dapat terjadi yang menguasai benda bukan pemiliknya dan

Untuk membedakan antara HAK EIGENDOM & HAK BEZIT

bertentangan dengan hukum. Mis. Mencuri.


Dalam hal ini si pencuri hanya mempunyai hak bezit saja

terletak pada dasar haknya (cara memperoleh benda tersebut)

sedangkan pencurinya dinamakan bezitter.

yaitu:
1.
2.

Hak Eigendom
Cara memperolehnya dengan sah menurut hukum.
Hak Bezit
Cara memperolehnya dengan tidak sah / cacat. Mis.Mencuri /
membeli benda (barang) dari seorang pencuri.

Kalau terjadi demikian maka pemiliknya harus mengajukan


gugatan / tuntutan, tidak boleh main hakim sendiri karena Negara kita
Negara

hukum,

tidak

dapat

dibiarkan

seseorang

melakukan

perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh alat Negara.


Apabila eigenaar atau pihak ketiga main hakim sendiri
terhadap bezitter dalam mengambil bendanya kembali, maka si

Daluwarsa

Penarikan
Hasil

Bezitter
Beritikad
Baik
Dapat memeperoleh
HE
dengan
jalan
daluwarasa.
Berhak
memiliki
segala hasil
kebendaan
yang
telah
dinikmatinya sampai
hari ia

Bezitter Beritikad
Buruk
Tidak
dapat
memperoleh HE
dengan
jalan
daluwarasa.
Wajib
mengembalikan
hasil
kebendaan.

bezitter memperoleh perlindungan hukum dari hak bezit.


Perlindungan hukum dari hak bezit yang diberikan
kepada bezitter, dinamakan FUNGSI

Fungsi

Pengembalian
Benda

Jika tidak dapat


mengembalikan
bendanya,
tidak perlu mengganti
harga
benda tersebut.

Polisionil

: Perlindungan hukum dari hak bezit bagi


bezitter terhadap eigenaar.

Fungsi Hak Kebendaan : Perlindungan hukum dari hak bezit bagi


bezitter

terhadap

pihak

ketiga.

digugat dipengadilan.
3

POLISIONIL & FUNGSI

HAK KEBENDAAN.

Jika tidak dapat


mengembalikan
bendanya,
harus
membayar
harga benda
tersebut,
kecuali
dapat
membuktikan benda
itu akan
musnah juga bila
dikuasai eigenaar.

Ditinjau dari cara memperoleh bendanya, bezit dibedakan menjadi


2, yaitu bezitter beritikad baik dan bezitter beritikad buruk.

Bezitter beritikad baik, yaitu ia tidak mengetahui akan


cacat didalam cara memperoleh kebendaannya.

Bezitter beritikad buruk, yaitu ia mengetahui akan cacat


didalam cara memperoleh kebendaannya.

Yang menentukan ia bezitter beritikad baik atau buruk


adalah hakim.

Constitutum possessorium:
Yaitu penyerahan dengan melanjutkan penguasaan atas bendanya.
Disini tidak diperlukan adanya penyerahan nyata.

Perbedaan ini penting dalam hal

Contoh: dari bezitter menjadi detentor

CARA MEMPEROLEH BEZIT

Misalnya A pemilik dari sebuah sepeda, kemudian

Ps. 538 KUH. Perdata : Bezit dari suatu kebendaan diperoleh


dengan

menyewa sepeda yang telah ia jual tersebut. Maka disini

PERBUATAN yang membawa

tidak diperlukan adanya penyerahan nyata. Kedudukan A

kebendaan

itu

sekarang berubah dari bezitter menjadi detentor.

KEKUASAAN

nya

dalam
dengan

MEMPERTAHANKAN

kebendaan

itu

untuk

dirinya

sendiri.
mengandung kelemahan, yaitu pada istilah:
PERBUATAN

Kenyataannya

Traditio longa manu:


Atau penyerahan tangan panjang.
Dalam hal ini benda yang akan diserahkan masih berada pada pihak
ketiga.

Cara memperoleh bezit yang diatur dalam Ps. 538 tersebut


1.

sepedanya dijual kepada B, tetapi saat itu juga ia

suatu

maksud

melakukan

Contoh: adanya penyerahan surat konosemen


Misalnya A mengirimkan barang kepada B melalui kapal.

seseorang

dapat

memperoleh

Setelah surat konosemen diterima oleh B, maka B berhak


atas barang-barang yang tertera dalam surat tersebut

bezit tanpa harus melakukan suatu perbuatan. Mis, ahli waris.

tetapi barangnya belum diterima karena masih berada


pada pihak ketiga (dalam hal ini kapalnya).

2.

KEKUASAAN

: Kekuasaan yang diartikan dalam

pasal tersebut adalah kekuasaan langsung. Padahal dapat


juga seseorang memperoleh bezit dengan kekuasaan
tidak langsung (dengan perantaraan orang lain). Mis,
Benda diterima oleh pelayannya.
3.

bendanya dipertahankan untuk dirinya sendiri.

Mis. Pedagang.

TUNJUK dan PIUTANG ATAS NAMA.

Piutang atas bawa


Piutang jenis ini selalu ada surat buktinya.
Misalnya saham tidak atas nama, obligasi, sertifikat
Maka cara penyerahannya dilakukan seperti menyerahkan
benda bergerak bertubuh yaitu dengan menyerahkan

Dapat dilakukan dengan cara :


OCCUPATIE (PEMILIKAN SECARA SEPIHAK TANPA
BANTUAN DARI YANG BERHAK).
2.

Piutang ada 3 jenis yaitu PIUTANG ATAS BAWA, PIUTANG ATAS

deposito.

MEMPEROLEH BEZIT ATAS BENDA BERGERAK


1.

Piutang termasuk benda tidak berwujud.

CARA PENYERAHAN:

MEMPERTAHANKAN: Untuk memperoleh bezit tidak


perlu

CARA PENYERAHAN PIUTANG

TRADITIE (PENYERAHAN), yaitu dengan penyerahan

surat buktinya (Ps. 613 Ayat 3 KUH. Perdata)


Piutang atas tunjuk
Piutang jenis ini juga selalu ada surat buktinya.

nyata.

Misalnya wesel, cek.


BENTUK

SAMPINGAN

DARI

PENYERAHAN

NYATA

ATAU

Maka

cara

penyerahannya

dilakukan

dengan

PENYERAHAN NYATA TIDAK DIPERLUKAN APABILA TERJADI

endossemen kemudian menyerahkan surat buktinya.

PENYERAHAN SECARA:

(Ps. 613 Ayat 3 KUH. Perdata).

1.

TRADITIO BREVI MANU

2.

TRADITIO LONGA MANU

3.

CONSTITUTUM POSSESSORIUM

Piutang atas nama


Piutang jenis ini tidak selalu ada surat buktinya.
Misalnya A meminjamkan uang kepada B, disini A

Traditio brevi manu:

mempunyai piutang atas nama.

Atau penyerahan tangan pendek.

Cara penyerahannya dilakukan dengan

Dalam hal ini penyerahan nyata tidak diperlukan apabila benda yang

harus dibuat dengan akta autentik atau akta dibawah

akan diserahkan sudah berada pada orang yang akan menerimanya.


Contoh: dari detentor menjadi bezitter
Misalnya A pinjam sepeda kepada B, kemudian dengan

tangan. (Ps. 613 Ayat 1 dan 2 KUH. Perdata).


Dalam CESSIE terlibat ada 3 pihak, yaitu:
CEDENT

CESSIONARIS : Pihak yang menerima piutang atas nama


(Kreditor baru)

berada pada A dan kedudukannya A sekarang berubah


dari detentor menjadi bezitter.

: Pihak yang menyerahkan piutang atas nama


(Kreditor lama)

persetujuan B sepeda tersebut dibeli oleh A. Maka disini


penyerahan nyata tidak diperlukan karena sepeda sudah

cessie, yang

CESSUS

: Pihak yang berhutang (debitor).

Fungsi ini hanya berlaku dalam proses di pengadilan dalam


BERAKHIRNYA BEZIT

perkara antara pihak ke 1 dengan pihak ke 2.

Yaitu

Menurut fungsi ini, seseorang yang memperoleh benda

: 1. Bendanya musnah.
2. Bendanya hilang.

bergerak

3. Bendanya nyata-nyata ditinggalkan.

membuktikan hak bezitnya saja dan penggugat akan

4. Bendanya beralih ketangan orang lain.

dari

pihak

lain

apabila

digugat,

cukup

dimenangkan apabila hak eigendom masih ada padanya.

YANG DIMAKSUD DENGAN BENDA DALAM Ps. 1977 KUH.

Fungsi materiil

Perdata adalah BENDA BERGERAK ( benda bergerak tidak atas

Fungsi ini berlaku dalam perkara antara pihak ke 1 dengan

nama )

pihak ke 3 .
Menurut fungsi ini seseorang yang memperoleh benda

Yang dimaksud dengan BEZIT dalam Ps. 1977 ada 3 ajaran, yaitu

bergerak dari pihak lain yang nampaknya berwenang untuk

menyerahkan benda tersebut, walaupun sesungguhnya ia


1.

DETENTIE ADALAH EIGENDOM

tidak berwenang, akan menjadi eigenaar dari benda

Menurut ajaran ini, detentie adalah hak yang paling

tersebut, asalkan penyerahannya dilakukan dengan alas

sempurna, sedangkan hak yang paling sempurna adalah

hak yang sah.

eigendom. Jadi detentie sama dengan eigendom.


Konsekwensinya

seseorang

yang

meminjamkan

UNTUK MELINDUNGI PIHAK KE TIGA DALAM FUNGSI METERIIL

menyewakan / menitipkan benda bergeraknya pada orang

DARI TEORI LEGITIMASI HARUS MEMENUHI

lain, ia tidak dapat menuntut bendanya kembali, melainkan

4 SYARAT, YAITU:

hanya dapat meminta ganti rugi. Karena hak eigendom

1.

sudah beralih kepada peminjam / penyewa.

Yang dimaksud bezitter adalah pihak ketiga (pihak ke 3).


2.

2.

Bezitter harus beritikad baik


Bezit

atau

bendanya diperoleh tidak dengan cuma-

BEZIT ADALAH EIGENDOM

cuma

Ajaran ini mendasarkan pada 2 pasal sebagai alasannya,

Jadi harus ada kontra prestasi antara pihak/ tangan ke 2

yaitu:

dan pihak ke 3.

1)

Ps. 1977 ayat 1

: bezit berlaku sebagai

3.

eigendom

Pihak ke 3 harus menguasai bendanya secara langsung,

Ajaran ini tidak mempersoalkan cara

memperoleh

dengan demikian harus ada penyerahan nyata antara

bendanya, apakah dengan cara sah / tidak.


2)

Ps. 1963

Bezit harus riil

: mengatur

eigendom dengan

cara

tangan ke 2 ke tangan ke 3.

memperoleh

hak

Apabila penyerahannya dengan constitutum possessorium,

jalan daluwarsa terhadap benda

maka pihak 3 tidak dilindungi oleh hukum, yang dilindungi

tidak bergerak

pihak ke 1.
4.

Kelemahannya

Adanya penyerahan secara sukarela antara pihak ke 1


kepada pihak ke 2

Dalam Ps. 1963 untuk perlindungan bagi bezitter, si bezitter

Apabila tidak ada penyerahan sukarela, maka pihak ke 3

harus beritikad baik, sedangkan Ps. 1977

tidak dilindungi oleh hukum

merupakan

pelengkap dari Pasal 1963 maka tentunya si bezitterpun


juga harus beritikad baik. Sehingga bezit yang diperoleh

Pengecualian dari Ps. 1977 ayat 2 KUH. Perdata adalah Ps. 582

dengan itikad buruk TIDAK SAMA dengan eigendom.

KUH. Perdata
Ps. 1977 ayat 2:

3.

BEZIT

MELEGITIMASIKAN

EIGENDOM

(TEORI

Orang yang kehilangan / kecurian benda bergeraknya,

ia DAPAT

LEGITIMASI)

melakukan revindikasi bendanya dalam jangka waktu kurang dari 3

Dalam teori ini Ps. 1977 dikembalikan secara wajar, yaitu

tahun.

siapa yang dengan itikad baik menduga bezit sebagai

Dalam

eigendom akan dilindungi oleh hukum.

DIWAJIBKAN mengganti rugi.

hal

ini

pemilik

yang

mengajukan

revindikasi

TIDAK

Keadaan bezit disini fungsinya mengesahkan si bezitter


dari benda bergerak sebagai eigenaarnya.
Dalam

teori

ini

syarat

orang

Ps. 582

yang

berwenang

dikesampingkan.

: Barang siapa menunut kembalinya suatu kebendaan

yang telahdicuri / dihilangkan tidak diwajibkan mengganti rugi


kepada pemegangnya, KECUALI kebendaan itu dibelinya:
1. Di pasar tahunan atau

MENURURT

TEORI

LEGITIMASI,

Ps.

1977

KUH.

Perdata

mempunyai 2 macam fungsi, yaitu FUNGSI PROSSESSUIL /


KEACARAAN / FORMAL & FUNGSI MATERIIL.

2. Di lelang umum atau


3. Dari seorang pedagang yang terkenal biasa menjual barangbarang sejenis.

Fungsi formal (prossessuil)

Dalam hal ini pemiliknya jika akan menuntut kembali

bendanya/

MILIK BERSAMA BEBAS.

revindikasi WAJIB MENGGANTI RUGI

Yaitu apabila diantara yang bersangkutan hanya ada satu ikatan

HAK EIGENDOM (Ps. 570 KUH. Perdata)

hukum sebagai kawan milik, karena mereka secara bersama-sama

Pasal ini didalamnya terdapat 3 bagian, yaitu :

memiliki suatu kebendaan.

I.

Definisi dari Hak Eigendom

Misal, beberapa orang membeli sepeda, maka sepeda tersebut

Yaitu hak untuk menikmati suatu kebendaan secara bebas

menjadi milik bersama.

dan mempergunakan kebendaan itu secara mutlak.


II.

Pembatasan-Pembatasan dari Hak Eigendom

LUAS HAK KAWAN MILIK DARI MILIK BERSAMA BEBAS

Yaitu dalam pelaksanaan Hak Eigendom tidak boleh :


1. Bertentangan dengan Undang- undang atau Peraturan
lain.

ada 2, yaitu:
1.

2. Mengganggu haknya orang lain.

TANGANKAN MILIK BERSAMA BEBAS

Ganggungan terhadap haknya orang lain , meliputi :


a.

Perusakan

barang

HAK UNTUK MEMINDAH

(gangguan

Masing-masing kawan milik mempunyai bagian

yang

yang menjadi haknya, yang merupakan objek harta

menyebabkan kerugian meteriil atas kebendaan orang


lain) ada 4 jenis ( lihat halaman terakhir )
b.

kekayaan yang berdiri sendiri.

Masing-masing kawan milik dapat menyerahkan

Hinder (gangguan yang mengakibatkan kerugian

hak-haknya baik SELURUH atau BAGIANNYA DALAM

immaterial / gangguan yang hanya mengurangi

BENDA-BENDA TERTENTU.

penikmatan terhadap haknya orang lain).


Misal: membunyikan radio pada waktu malam dengan
keras sekali.
c.

Penyalah

gunaan

hak

(Perbuatan

yang

dilakukan tidak mempunyai kepentingan yang pantas


dan bertujuan untuk merugikan orang lain) Contoh
klasik, Putusan Pengadilan di Colmar, Perancis
tanggal 2 Mei 1855

tentang Lozen Schoorsteen

Arrest ( cerobong asap palsu ).


III.

kepentingan

umum

(Pasal 18 UUPA)
2.

Berdasarkan

Undang-

Undang (UU No. 29 Th. 1961)


3.

Masing-masing kawan milik SETIAP SAAT dapat menuntu


dilakukannya pemisahan & pembagian milik bersama bebas.
MILIK BERSAMA TERIKAT.
Yaitu apabila yang bersangkutan ada lebih dari satu ikatan hukum
sudah ada ikatan hukum yang lain. Mis, ikatan hukum sebagai suami-

Dapat dilakukan jika :


Demi

HAK UNTUK MENUNTUT DILAKUKAN PEMISAHAN &


PEMBAGIAN MBB.

artinya selain adanya ikatan hukum sebagai kawan milik sebelumnya

Pencabutan Hak Eigendom


1.

2.

isteri, sebagai kawan pesero, sebagai kawan waris.


LUAS HAK KAWAN MILIK DARI MILIK BERSAMA TERIKAT ada
2, yaitu :
1.

Ganti rugi yang layak.

HAK

masing-masing

MELALUI Ps. 1365 KUH. Perdata (Pasal tentang Perbuatan

menyerahkan

Melawan Hukum), yaitu:


1.

penikmatan Hak Eigendom secara normal yang berhubungan

Eigendomnya

sendiri,

bukan

2.
Gangguan harus mengenai

penikmatan

yang

hak-haknya

milik
dalam

TIDAK

DAPAT

BENDA-BENDA

Masing-masing

kawan

milik

hanya

dapat

lain.

Hak

Eigendomnya orang lain.


3.

kawan

hal ini supaya tidak memberatkan kawan milik yang

Gangguan harus mengenai


Hak

MILIK

menyerahkan hak-haknya SECARA KESELURUHAN,

dengan keadaan dan tempat.


2.

TANGANKAN

TERTENTU.

Gangguan harus terhadap

atas

MEMINDAH

Karena MBT merupakan satu kesatuan, maka

PEDOMAN MENGAJUKAN GUGATAN DENGAN ADANYA HINDER

penikmatan

UNTUK

BERSAMA TERIKAT.

sesungguhnya

dari

Hak

Eigendomnya

HAK UNTUK MENUNTUT DILAKUKAN PEMISAHAN &


PEMBAGIAN MBT.
Masing-masing kawan milik TIDAK DAPAT melakukan
penuntutan & pembagian MBT setiap saat, KECUALI

seseorang

kawan waris.
Hak untuk menuntut ini dapat dilakukan jika ikatan hukum

EIGENDOM (MILIK) BERSAMA


Maksudnya, ada suatu benda yang dimiliki secara bersama-sama

yang mengakibatkan MBT SUDAH TIDAK ADA LAGI.

oleh beberapa orang.

Mis, - Setelah perkawinan putus

Milik bersama dibedakan menjadi 2, yaitu:


1.

MILIK BERSAMA BEBAS

2.

MILIK BERSAMA TERIKAT

- Setelah Badan Hukum bubar


CARA-CARA MEMPEROLEH HAK EIGENDOM
Yang diatur dalam Ps. 584 KUH. Perdata ada 5, yaitu:

1. Pendakuan / pemilikan / occupatie.

Sekalian ahli waris dengan sendirinya karena hukum

2. Perlekatan / accessie.

memperoleh hak eigendom atas segala barang, hak &

3. Daluwarsa / verjaring.

piutang dari orang yang meninggal dunia (dalam hal ini

4. Pewarisan.

pewarisnya).

5. Penyerahan.
5. Penyerahan (Ps. 584)
Yang diatur diluar Ps. 584 KUH. Perdata ada 8, yaitu:

Penyerahan ada 2 jenis, yaitu Penyerahan Nyata dan

1. Penciptaan barang

5. Konfiskasi

Penyerahan Yuridis.

2. Penggabungan

6. Bubarnya Badan Hukum

Tujuan dari PN yaitu untuk memberikan kenikmatan dan


kekuasaan atas suatu benda

3. Penarikan hasil

7.

Persatuan

harta

kekayaan perkawinan

Tujuan dari PY yaitu untuk memberikan suatu hak


eigendom.

4. Pencabutan hak eigendom

8. Abandonnement
Apabila yang diserahkan adalah benda bergerak, maka
kedua jenis penyerahan tersebut terjadi bersamaan yaitu

Yang diatur dalam Ps. 584 KUH. Perdata.

pada waktu mengulungkan /menyerahkan bendanya.

1. Pendakuan (Ps. 585)


Pendakuan untuk memperoleh HE hanya dapat dilakukan terhadap
benda bergerak yang tidak ada pemiliknya, yaitu terhadap benda
Res Nullius & Res Derelictae.

Apabila yang diserahkan adalah benda tidak bergerak, maka


kedua jenis penyerahan tersebut selalu terpisah ,
yaitu PN dilakukan dengan menyerahkan kunci dari bangunan,
sedangkan PY nya dilakukan dengan balik nama

2. Perlekatan (Ps. 500)

Eigenaar dari benda utama memperoleh eigendom atas benda

Syarat-syarat

untuk

bagian (Ps. 588)

penyerahan, yaitu :

memperoleh

HE

dengan

jalan

1. Ada alas hak


3. Daluwarsa (Ps. 1963)

2. Yang menyerahkan kebendaan orang yang berwenang

Daluwarsa ada 2, yaitu Acquisitieve Verjaring & Extinctieve


Verjaring.

1. Alas Hak

AV yaitu daluwarsa untuk memperoleh HE.

Alas hak / title yang mewajibkan untuk menyerahkan kebendaan,

EV yaitu daluwarsa untuk dibebaskan dari suatu kewajiban.

dapat berupa PERBUATAN HUKUM & PERISTIWA HUKUM.

Arti pentingnya AV, yaitu: - Dalam peranan pembuktian

Perbuatan Hukum yaitu disebabkan karena langsung adanya

- Mengakhiri ketidak pastian hukum

perbuatan, mis. Perjanjian.


Peristiwa Hukum yaitu disebabkan karena Undang-undang, mis.

Objek dari daluwarsa adalah semua benda, baik bergerak

Kewajiban Alimentasi.

maupun tidak bergerak yang TERDIRI ATAS NAMA.


Benda yang terdiri atas nama, apabila benda tersebut terdaftar,

2. Orang Yang Berwenang ( OYB )

dengan demikian benda tersebut dilengkapi dengan surat-surat

OYB merupakan pelaksanaan dari ASAS NEMO PLUS (orang tidak

dan penyerahannya dilakukan dengan di balik nama.

dapat menyerahkan hak yang lebih dari hak yang ia punyai sendiri).

Mis. Tanah, kendaraan bermotor.

Biasanya OYB adalah Eigenaar.

Daluwarsa terhadap tanah setelah keluarnya UUPA sudah tidak

Namun dapat juga ia bukan eigenaar tetapi berwenang untuk

berlaku lagi.

menyerahkan kebendaan yang bukan miliknya kpd org lain.


Misalnya

kreditor

pemegang

gadai,

kreditor

pemegang

hak

tanggungan.
Syarat-syarat bagi bezitter untuk memperoleh HE dengan
jalan

daluwarsa, yaitu:

1. Bezitter harus beritikad baik.

Dapat juga ia eigenaar, tetapi ia tidak berwenang untuk menyerahkan


benda miliknya kepada orang lain.
Misalnya orang yang pailit, orang yang belum cukup umur.

2. Harus ada bezit sebagai eigendom, artinya bezit


3.

(menguasai) untuk dirinya sendiri.

Yang tidak diatur dalam Ps. 584 KUH. Perdata.

Bezit harus terus-menerus, tidak terputus dan tidak

1. Penciptaan barang

terganggu.

Dalam hal ini diperolehnya HE karena penciptaan barang pada

4. Bezit harus dimuka umum.

saat barang bentuknya berubah. Mis, kayu batangan jadi

5. Mempunyai jangka waktu 20 tahun atau 30 tahun.

patung.
2. Penggabungan (percampuran)

4. Pewarisan (Ps. 833)

Apabila benda gabungan / campuran itu terjadi karena:

a. Perbuatan orang, maka benda gabungan menjadi HE nya orang


yang menggabungkan tersebut dengan kewajiban harus

Apabila terdapat

GANGGUAN KECIL, maka eigenaar dapat

melakukan TUNTUTAN GANTI RUGI, misalnya karena adanya:

membayar harga benda milik orang lain.

- Perusakan barang

b. Kebetulan, maka benda gabungan tersebut, menjadi HE


bersama, tetapi haknya atas benda tersebut disesuaikan

- Hinder
- Penyalahgunaan hak

dengan harganya.
3.

Penarikan hasil

Sifat cara memperoleh hak eigendom

Yang memperoleh HE karena penarikan hasil hanya bezitter


yang beritikad baik saja. (lihat kuliah yang lalu).
4.

Dalam hal ini dibedakan menjadi 2, yaitu memperoleh HE:


Secara ORIGINAIR (ASLI), yaitu :

Pencabutan hak eigendom

Setelah keluarnya UUPA tidak berlaku lagi, karena Negara /

lain.

pemerintah terhadap tanah tidak lagi sebagai pemilik melainkan

Misalnya Pendakuan.

sebagai penguasa atas tanah.


5.

Apabila HE yang diperoleh tanpa bantuan dari orang

Konfiskasi (perampasan oleh yang berwajib)

HE yang diperoleh merupakan hak yang baru sama


sekali.

Adanya hukuman tambahan dari putusan hakim pidana

Misalnya Perlekatan.

(Ps. 39-Ps. 42 KUHP), maka konfiskasi merupakan salah satu

Secara DEREVATIEF (TIDAK LANGSUNG)

cara untuk memperoleh hak eigendom.

*. Diperoleh dari eigenaar semula atau eigenaar baru


menggantikan eigenaar lama. Mis, Penyerahan.
* Terjadi sebagai lanjutan dari hak yang sudah ada. Mis,

6.

Persatuan harta kekayaan perkawinan

Pewarisan.

Apabila tidak ada perjanjian kawin maka terdapat persatuan

Orang-orang yang memperoleh hak secara Derevatief disebut

harta kekayaan perkawinan, sehingga apa yang diperoleh

Mereka Yang Memperoleh Hak.

suami atau isteri menjadi harta milik bersama.

Mereka yang memperoleh hak dibedakan menjadi 2, yaitu:


Memperoleh Hak Secara Umum

7.

Pembubaran suatu Badan Hukum

Yaitu menggantikan orang lain sebagai eigenar dari

Apabila BH bubar, maka kekayaan dari badan hukum akan

SELURUH atau SEBAGIAN tertentu dari harta kekayaan

dibagikan kepada para anggotanya. Sehingga bagi para


anggota dengan adanya badan hukum bubar ia akan

orang lain tersebut. Mis. Para Ahli Waris.


Memperoleh Hak Secara Khusus

memperoleh Hak Eigendom atas suatu benda.

Yaitu memperoleh BENDA-BENDA TERTENTU dari orang


lain & memperolehnya karena adanya Penyerahan.

8.

Abandonnnement (melepaskan/ hilangnya sesuatu)

Misalnya:

Pembeli, penerima hibah.

Apabila benda diasuransikan yang kemudian terkena musibah,


maka benda tersebut menjadi milik perusahaan asuransi,
namun dengan kewajiban harus mengganti rugi.

Sebutkan 4 jenis Perusakan Barang , yaitu :


1. Perusakan barang sebagai akibat dari pmh terhadap
suatu benda dalam keadaan normal.

TUNTUTAN-TUNTUTAN

HUKUM

DARI

EIGENAAR

APABILA

Contoh: Dengan tongkatnya seseorang memecahkan

TERDAPAT GANGGUAN
Hak

eigendom

jendela kaca milik orang lain. Sengaja atau

mengandung

hak

untuk

melaksanakan

&

tidak harus mengganti kerugian.

mempertahankan bendanya. Maka sudah selayaknya eigenaar


dibekali dengan beberapa gugat untuk mempertahankan bendanya

2. Perusakan barang sebagai akibat dari pmh terhadap

apabila diganggu oleh orang lain. Gangguan dari orang lain dapat

suatu benda dalam keadaan abnormal.

berupa Gangguan Besar dan Gangguan Kecil.

Contoh:

GB yaitu gangguan yang mengakibatkan hilangnya sama sekali

Seseorang

kekuasaan eigenaar atas bendanya.

batu

mengenai

kaca

jendela

tetangga yang berakibat pecah dan juga rusaknya barang-

GK yaitu gangguan yang tidak menghilangkan kekuasaan eigenaar


atas

melempar

barang yang ada dibelakang kaca tersebut. Terhadap

bendanya.

kejadian ini pelempar harus mengganti kerugian. Tapi jika


dibelakang

jendela

terdapat

benda

itu

antik.
dalam

Berarti

pemiliknya

melakukan REVINDIKASI

abnormal. Jika barang itu ikut pecah, maka resiko

Ps. 574 KUH. Perdata disebutkan bahwa:

ditanggung si pemilik dan si pelempar tidak wajib

Tiap-tiap eigenaar dapat menuntut kembali kebendaannya

menempatkan

barang

Apabila terdapat GANGGUAN BESAR, maka eigenaar dapat

keadaan

mengganti kerugian dengan harga mahal.

dari tiap-tiap DETENTOR dalam keadaan beradanya.


DETENTOR
bezitter.

yang

dimaksudkan

adalah

detentornya

3.

Perusakan barang sebagai akibat dari perbuatan sah


terhadap suatu benda dalam keadaan normal.
Contoh:

A & B bertetangga. Rumah A bertingkat 2. kemudian rumah

alat-alatnya

B terbakar. Untuk menyelamatkan diri B harus naik keatas

pemiliknya sudah diberitahu akan dilakukan

balkonnya yang kemudian memecahkan kaca jendela

pengerasan tanah tetap menolak memindahkan

miliknya A diatas. Perbuatan B merupakan perbuatan sah

barang-barang tersebut, kemudian pecah. Maka

akan tetapi tetap harus mengganti kerugian terhadap A.

resiko

4. Perusakan barang sebagai akibat perbuatan sah terhadap


suatu benda dalam keadaan abnormal.

yang

ditanggung

mudah

si

pecah

pemilik

dimana

laboratorium.

Barang-barang yang berada dalam laboratoruim


berada dalam keadaan abnormal.

Contoh: Daerah pemukiman yang tanahnya lembek dan


labil perlu dikeraskan yang mungkin dengan
pemasangan tiang pancang. Jelas pemasangan
tiang pancang menimbulkan getaran-getaran.
Apabila disitu terdapat laboratorium dengan