Anda di halaman 1dari 6

Perhatikan 3+2 Bahasa

Tubuh Anda Saat


Public Speaking
Posted on June 20, 2014 by Papa Addin

Bahasa tubuh merupakan isyarat yang Anda sampaikan ke orang lain


yang bisa mencerminkan emosi, perasaan dan sikap Anda terhadap
orang lain. Uniknya bahasa tubuh ini terkadang kita lakukan dengan
tanpa sadar. Dan, dampaknya tentu akan berpengaruh pada pesan
yang sesungguhnya ingin Anda sampaikan ke audiens Anda.
Ada pertanyaan dalam diri saya, sebenarnya bagaimana bahasa tubuh
yang baik itu saat kita melakukan publik speaking? Bagaimana cara
berdiri, bagaimana posisi tangan, dan bagaimana agar audiens bisa
menikmati presentasi kita?

Usut punya usut lewat mempelajari beberapa pembahasan perihal


tersebut sampailah saya pada catatan 3+2 bahasa tubuh utama yang
harus Anda perhatikan saat melakukan public speaking. Tiga (3)
bahasa tubuh utama yang minimal harus Anda lakukan plus dua (2)
bahasa tubuh pelengkap yang akan membuat publik speaking Anda
menjadi semakin mantap.
Berikut ini catatan untuk 3 utama:

1. Sikap tubuh harus terbuka


Sebagian orang cenderung akan gugup dan bingung bagaimana
sesungguhnya sikap tubuh yang baik saat melakukan public speaking.
Ada yang berdiri dengan tangan dimasukkan ke saku. Ada yang Cuma
salah satu tangan di saku, bahkan ada yang berdiri seperti sedang
melakukan posisi istirahat di tempat dengan kedua tangan dibelakang
atau didepan.
Menurut analisa dari para ahli komunikasi, bahasa tubuh seperti itu
kurang baik.
Mengapa demikian? Bahasa tubuh seperti itu mencerminkan bahwa
Anda adalah orang yang tertutup, menjaga jarak, dan tidak terbuka
kepada orang lain.
Bebaskan penghalang antara Anda dengan Audiens Anda. Maksudnya,
tangan Anda tidak usah disilangkan di dada, atau seperti sedang
istirahat di tempat, atau seperti sedang menghadapi tendangan bebas
dengan melindungi bawah perut Anda. Dan, jangan juga memasukkan
tangan Anda ke dalam saku Anda.
Berdiri tegak, tapi tetap rileks. Tegakkan tulang belakang Anda dan
lemaskan bahu Anda. Bagi berat badan Anda secara merata diantara

kedua kaki Anda. Santai, tapi tetap kokoh dan perlihatkan tangan
Anda. Bahasa tubuh seperti ini menunjukkan bahwa Anda orang yang
terbuka buat para audiens Anda.
Kalau perlu, tidak usah pakai mimbar karena dia akan menghalangi
tubuh Anda. Mungkin sebagian Anda akan bilang bahwa Obama tetap
menggunakan mimbar dalam beberapa orasinya. Itu benar, tapi lihat
juga bahwa dia selalu membiarkan tangannya terbuka dan terlihat oleh
orang lain sambil melakukan gerakan tangan yang efektif.

2. Gerakan Tangan harus Efektif


Bahasa tubuh kedua yang harus Anda perhatikan adalah gerakan
tangan Anda.
Gerakan tangan saat melakukan publik speaking juga harus alami
karena gerakan tangan bisa memperkuat pesan yang hendak Anda
sampaikan.
Contoh, Anda bisa menaikkan atau menurunkan tangan Anda saat
bercerita perihal hasil penjualan Anda selama periode tertentu yang
mengalami pasang surut sampai akhirnya mencapai hasil optimal
tertentu.
Anda bisa mendekatkan jari tangan dan telunjuk Anda untuk
menggambarkan sesuatu yang kecil dan Anda bisa menggambarkan
sesuatu yang besar dengan melebarkan tangan Anda.
Anda bisa mengisyaratkan jari 1, 2, 3 dan seterusnya untuk
menekankan point-point penting yang hendak Anda sampaikan.
Anda juga bisa mendekatkan tangan ke dada untuk menyampaikan
rasa bangga, prihatin dan lain sebagainya.

Namun, gerakan tangan bisa memperlihatkan bahwa Anda sedang


gugup. Gerakan mengosok-gosok kedua belah tangan saat presentasi
atau gerakan tangan tanpa makna ke kiri dan ke kanan secara tidak
sadar mungkin Anda lakukan dan pastinya akan menganggu audiens
Anda.
Lalu bagaimana menghindari gerakan tangan yang berlebihan?
Kuncinya ada pada seberapa antusias dan tertariknya Anda pada apa
yang hendak Anda sampaikan ke audiens.
Gerakan tangan Anda akan menjadi sangat alami dan datang dari
dalam diri Anda bila Anda benar-benar menguasai dan sangat tertarik
untuk menyampaikan ide, gagasan serta data Anda kepada para
audiens.
Kuasai dengan benar materi Anda. Tunjukkan rasa antusiasme Anda
maka gerakan tangan Anda akan mengikutinya. Atau, bila Anda
tertarik dengan pola gerakan tangan yang baik saat presentasi Anda
bisa membacanya di artikeldisini.

3. Kontak Mata harus dilakukan

Masalah kontak mata menurut para ahli public speaking juga sangat
krusial.
Ide awalnya sederhana saja. Anda tentu ingin bahwa saat Anda
berbicara maka orang lain memperhatikan Anda dan itu hanya akan
terjadi bila Anda menjaga kontak mata Anda.
Jadi, jangan memandang ke bawah, ke dinding di depan Anda atau
malah membelakangi audiens Anda terlalu lama, tetapi tataplah
audiens Anda.

Bila Anda sedang berbicara di depan forum besar maka


teknik triangle bisa digunakan. Anda akan memandang audiens Anda
yang disebelah kiri Anda saat Anda menyampaikan satu ide kemudian
berpindah ke audiens yang tengah untuk satu ide lainnya dan beralih
audiens yang di kanan Anda untuk ide yang lainnya. Seterusnya
lakukanlah dengan santai dan bervariasi.
Kita sudah pernah belajar teknik-teknik kontak mata secara detail
dalam tulisan lalu disini. Bila berminat Anda bisa membacanya
kembali.
Catatan 2 tambahan:

4. Ekspresi Wajah Menarik


Sesungguhnya Anda tidak perlu kuatir dengan ekspresi wajah bila
memang Anda sudah mampu memperlihatkan antusiasme dan
ketertarikan Anda pada audiens Anda, tetapi tidak ada salahnya kalau
Anda juga memperhatikan faktor kelelahan Anda.
Seperti gerakan tangan, ekspresi wajah pun terkadang muncul tanpa
kita sadari, tetapi berdampak besar bagi orang yang melihat Anda.
Bahkan para ahli bahasa tubuh bisa mengetahui apakah seseorang itu
sedang berbohong atau tidak salah satunya lewat ekspresi wajah.
Oleh karena itu, Anda harus memancarkan wajah bahagia. Bila harus
tersenyum maka senyumlah yang tulus bukan senyum yang
dipaksakan karena audiens Anda bisa membedakannya.
Terkadang kelelahan dan ketegangan tercermin di wajah meskipun
Anda sudah memaksakan diri untuk tersenyum. Lakukanlah relaksasi
atau senam wajah sederhana seperti mengucapkan a,i,u,e,o dengan
mengerakan seluruh wajah atau Anda bisa saja melakukan gerakangerakan lain agar dahi, pipi, rahang Anda rileks sebelum memulai
berbicara.

Bisa juga Anda melakukan power poses agar hormon adrenalin Anda
meningkat dan Anda kembali bersemangat.

5. Melangkah dengan Tepat

Bila diperlukan Anda bisa melakukan langkah-langkah kecil dan


berpindah dari satu tempat ke tempat lain agar Anda tidak monoton di
satu tempat, tetapi sesuaikan dengan ruang bicara Anda.
Melangkahlah seperti Anda melakukan kontak mata. Bergerak satu dua
langkah untuk menjelaskan point pertama, kemudian melangkah lagi
untuk menjelaskan point kedua dan seterusnya. Lakukan sesuai
kebutuhan dan jangan tergesa-gesa atau dipaksakan untuk pindahpindah tempat.
Demikian para sahabat semua. Hasil catatan kecil pembelajaran
perihal bahasa tubuh saat melakukan public speaking. Semoga
bermanfaat untuk kita semua.