Anda di halaman 1dari 24

PENGEMBANGAN KURIKULUM FIQIH

(TELAAH TERHADAP KOMPONEN KURIKULUM FIQIH)


PADA MADRASAH TSANAWIYAH MIFTAHUL JANNAH PERANAP
A. Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya pendidikan merupakan media pengembangan kreatifitas,
nalar berfikir dan moralitas kehidupan manusia. Dengan demikian perlu
mendapatkan perhatian yang lebih mendasar dalam rangka perbaikan kualitas
sumber daya manusia, baik dari sisi intelektual, kreatifitas maupun moralitas.
Memang pendidikan di Indonesia mendapat nominasi yang paling utama di urutan
terakhir bila dibanding dengan pendidikan di negara-negara di Asia misalnya
Filipina, Jepang, Malaysia dan sebagainya. Oleh karena itu pendidikan harus terus
dikembangkan. Firman Allah :1
Artinya : Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:
"Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan
memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka
berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan
Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ayat diatas menjelaskan bahwa orang-orang yang mempunyai ilmu


pengetahuan diberi suatu keistimewaan dibandingkan dengan orang yang tidak
mempunyai ilmu pengetahuan yaitu diangkat derajatnya disisi Allah SWT.
Untuk mencapai keberhasilan pendidikan seperti yang diharapkan,
diperlukan beberapa komponen salah satunya adalah kurikulum. Mengingat
1 Departemen Agama Islam RI, AlQuran dan Terjemahan,(Bandung : Diponegoro,
2005), hlm. 434

kurikulum merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam sistem
pendidikan, maka diperlukan suatu pengembangan kurikulum dalam suatu satuan
pendidikan. Zakiah Darajat menyatakan bahwa unsur-unsur pendidikan meliputi :
1) Institusi, 2) Kurikulum, 3) Administrasi dan supervisi, 4) Bimbingan dan
penyuluhan dan 5) Evaluasi.2
Salah satu komponen yang terpenting dalam keberhasilan pendidikan
adalah kurikulum. Mengingat kurikulum merupakan salah satu unsur yang sangat
penting dalam sistem pendidikan, maka diperlukan suatu pengembangan
kurikulum dalam suatu satuan pendidikan dan tiap mata pelajaran. Pengembangan
kurikulum tersebut dilaksanakan oleh masing-masing guru bidang studi. Dan
keberhasilan pengembangan kurikulum ditentukan oleh guru dan sarana serta
prasarana yang ada. Salah satu kurikulum yang harus dikembangkan adalah
kurikulum pada mata pelajaran fiqih.
Adapun komponen-komponen yang harus dikembangkan dalam
pengembangan kurikulum adalah :
1. Pengembangan silabus yang meliputi mengidentifikasi standar
kompetensi dan kompetensi dasar, mengembangkan kompetensi dan
materi standar yang diperlukan dalam pembelajaran, mengembangkan
indikator untuk setiap kompetensi dasar, dan mengembangkan
instrumen penilaian.
2. Mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran
3. Mengembangkan kurikulum aktual (pelaksanaan pembelajaran)3

2 Zakiah Darajat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 1996), hlm.84

Namun, dari penelitian awal yang penulis lakukan,penulis menemukan


gejala-gejala sebagai berikut :
1. Guru tidak mengembangkan silabus sebelum pembelajarn dimulai
2. Guru lebih sering mengkopi silabus dari sekolah lain
3. Guru jarang membuat rencana pelaksanaan pembelajaran sebelum
pembelajaran dilaksanakan
4. Guru jarang mengembangkan pelaksanaan pembelajaran
Dari gejala-gejala tersebut, maka penulis tertarik untuk melaksanakan
penelitian dengan judul Pengembangan Kurikulum Fiqih (Telaah Terhadap
Komponen-Komponen Kurikulum Fiqih) Pada Madrasah Tsanawiyah Miftahul
Jannah Peranap.

B. Permasalahan
1. Identifikasi Masalah
a. Guru mata pelajaran fiqih kurang memahami mengenai pelaksanaan
pengembangan kurikulum fiqih.
b. Kurangnya pengembangan kurikulum Fiqih oleh guru yang
bersangkutan.
c. Pembelajaran yang dilaksanakan tidak sesuai dengan kurikulum yang
ada.
d. Dalam melaksanakan pengembangan kurikulum fiqih, guru kurang
memperhatikan kebutuhan siswa.
3 E. Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Suatu Panduan Praktis, (Bandung :
Remaja Rosdakarya,2008), hlm. 150

e. Komponen yang dikembangan dalam pengembangan kurikulum fiqih


belum jelas.

2. Batasan Masalah
Mengingat masalah pada penelitian ini sangat luas, maka untuk
menghindari perluasan masalah penulis membatasi masalah pada
penelitian ini pada komponen pengembangan kurikulum fiqih.

3. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah pada
penelitian ini adalah Bagaimanakah Pelaksanaan Pengembangan
Kurikulum Fiqih di MTs Miftahul Jannah Peranap?

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian


1. Tujuan penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui bagaimanakah pengembangan kurikulum fiqih di
MTs Miftahul Jannah Peranap.
b. Untuk mengetahui komponen apa sajakah yang dikembangkan
dalam pengembangan kurikulum fiqih.
2. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Sebagai sumbangan pemikiran penulis dalam meningkatkan mutu
pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Jannah Peranap.

b. Memberikan informasi kepada guru fiqih tentang apa dan bagaimana


pengembangan kurikulum fiqih.
c. Mengetahui dan mengupayakan peningkatan kemampuan guru fiqih
dalam mengembangkan kurikulum fiqih.
d. Sebagai acuan guru dalam upaya meningkatkan kualitas dan
kuantitas siswa.

D. Penegasan Istilah
1. Pengembangan berasal dari kata dasar kembang yang berarti menjadi
berambah sempurna, yang kemudian mendapat imbuhan pe- dan an
sehingga menjadi pengembangan yang berarti proses, cara atau perbuatan
mengembangkan, atau usaha sadar yang dilakukan untuk mencapai tujuan
yang diinginkan agar lebih sempurna dari sebelumnya.4
2. Kurikulum adalah program pendidikan yang disediakan oleh sekolah
untuk siswa. Melalui program yang direncanakan tersebut, siswa
melakukan berbagai kegiatan belajar sehinggga mendorong
perkembangan dan pertumbuhannya sesuai dengan pendidikan yang telah
ditentukan.5
3. Fiqih berasal dari kata faqaha yang berarti memahami dan mengerti.
Sedangkan secara istilah fiqih memiliki arti sebagai ilmu yang berbicara

4 Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 1989),hlm.414

5 Iskandar, W dan Usman Mulyadi, Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum, (Jakarta


Bina Aksara, 1988), hlm.6

tentang hukum-hukum syari amali (praktis) yang penetapannya


diupayakan melalui pemahaman yang mendalam terhadap dalil-dalilnya
yang terperinci dalam nash (Al-Quran dan Sunnah).6
4. Telaah memiliki arti penyelidikan, pemeriksaan, dan penelitian.7

E. Landasan Teoritis danKonsep Operasional


1. Landasan Teoritis
a. Pengertian
Kurikulum berasal dari kata curiculum (bahasa latin) dan kata
cuurier (bahasa Prancis) yang berarti lari atau juga dapat diartikan
sebagai suatu jarak yang harus ditempuh.8 Sedangkan pengertian
kurikulum menurut para tokoh adalah sebagai berikut :
1) Menurut Alice Miel, kurikulum adalah segala pengalaman dan
pengaruh yang bercorak pendidikan yang diperoleh anak di
sekolah.

6 Alaidin Koto, Ilmu Fiqih dan Ushul Fiqih, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2004),
hlm.2

7 Peter Salim dan Yenni Salim, Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, (Jakarta: Modern
English Press, 1991), hlm. 1567

8 Kunandar,Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


(KTSP) dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2007), hlm.
122

2) J. Galen Saylor da William M. Alexander,kurikulum adalah


segala usaha untuk mempengaruhi anak belajar, baik dalam
ruangan kelas, halaman sekolah atau diluar sekolah serta
kegiatan ekstrakurikuler.
3) Harold B.Albertyres,kurikulum adalah semua kegiatan baik di
dalam kelas maupun di luar kelas yang berada di bawah
tanggung jawab sekolah.
4) Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005, kurikulum adalah
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,isis, dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiaran pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.9
Sedangkan fiqih merupakan salah sagu mata pelajaran yang
diajarkan disekolah-sekolah berbasi agama yang memiliki arti
sebagai ilmu yang berbicara tentang hukum-hukum syari amali
(praktis) yang penetapannya diupayakan melalui pemahaman yang
mendalam terhadap dalil-dalilnya yang terperinci dalam nash (AlQuran dan Sunnah).10
Sehingga kurikulum fiqih dapat diartikan sebagai suatu
pedoman yang dibuat dalam upaya mencapai keberhasilan pada mata
pelajaran fiqih. Sedangkan pengembangan kurikulum fiqih dapat

9 Ibid, hlm. 123

10 Alaidin Koto,Loc.Cit

diartikan sebagai suatu usaha dalam mencapai keberhasilan pada


mata pelajaran fiqih dengan menggunakan pedoman yang telah
dibuat.

b. Komponen-Komponen Pengembangan Kurikulum


1) Pengembangan silabus
Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan
tentang implementasi kurikulum, yang mencakup kegiatan
pembelajaran, pengelolaan kurikulum berbasis
sekolah,kurikulum dan hasil belajar, serta penilaian berbasis
kelas.11 Dalam pengembangan silabus harus memperhatikan
prinsip-prinsip :
a) Ilmiah, yaitu keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi
muatan dalam silabus harus benar,logis, dan dapat
dipertanggung jawabkan.
b) Relevan, yaitu silabus yang dibuat mengandung arti bahwa
ruang lingkup, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan
penyajian materi dalam silabus disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik.

11 E.Mulyasa,Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kemandirian Guru


dan Kepala Sekolah, (Jakarta : Bumi Aksara, 2009), hlm. 133

c) Fleksibel dan kontinuitas, yaitu silabus yang dibuat harus


fleksibel dan berkesinambungan.
d) Konsisten dan memadai sesuai dengan sarana dan prasarana
yang ada.
e) Aktual dan kontekstual yaitu silabus memperhatikan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni
muktahir dalam kehidupan nyata.
f) Efektif dan efisien yaitu memperhatikan ketatalaksanaan
dalam proses pembelajaran dan memperkecil atau
menghemat penggunaan dana, daya dan waktu.12
Sedangkan langkah-langkah pengembangan silabus
adalah sebagai berikut :
a) Perencanaan
Dalam perencanaan ini harus mengumpulkan
informasi dan referensi, serta mengidentifikasi sumber
belajar termasuk nara sumber yang diperlukan dalam
pengembangan silabus. Pengumpulan informasi dan refernsi
dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan perangkat
teknologi dan informasi seperti komputer dan internet.13
b) Pelaksanaan
12 E. Mulyasa (Kuruikulum Tingkat Satuan Pendidikan Suatu Panduan Praktis), Op.Cit,
hlm. 191

13 E. Mulyasa ( Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ...), Op.Cit,


hlm.141

Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap ini,


yaitu :
(1) Mengisi kolom identitas
(2) Mengkaji dan menganalisis standar kompetensi
(3) Mengkaji dan menetukan kompetensi dasar
(4) Mengembangkan indikator kompetensi hasil belajar
(5) Mengidentifikasi materi standar
(6) Mengembangkan pengalaman/ kegiatan belajar
mengajar (standar proses)
(7) Menentukan jenis penilaian
(8) Menentukan alokasi waktu
(9) Menentukan sumber belajar14
c) Penilaian
Penilaian silabus dilakukan secara berkala dan
berkesinambungan. Hal ini dimaksudkan untuk
memperbaiki kualitas silabus terutama dalam kaitannya
dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi
dasar.
d) Revisi
Pelaksanaan revisi terhadap silabus yang telah
dinilai harus dilaksanakan secara kontiniu dan
berkesinambungan.
e) Pengembangan silabus berkelanjutan
14 Ibid, hlm. 142

10

Pengembangan silabus berkelanjutan dimaksudkan


bahwa silabus yang telah dibuat tersebut dijabarkan
kedalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP),
dilaksanakan, dievaluasi dan ditindak lanjuti.15

2) Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran


Rencana pelaksanaan pembelajaran adalah rencana yang
menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk
mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan
dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus.16
Adapun prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam
mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah
sebagai berikut :
a) Kompetensi yang dirumuskan dalam rencana pelaksanaan
pembelajaran harus jelas, konkrit dan mudah diamati.
b) Rencana pelaksanaan pembelajaran harus sederhana dan
fleksibel, serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan
pembelajaran.

15 Ibid, hlm. 146

16 E. Mulyasa (Kuruikulum Tingkat Satuan Pendidikan Suatu Panduan Praktis), Op.Cit,


hlm. 212

11

c) Kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam rencana


pelaksanaan pembelajaran harus menunjang, dan sesuai
dengan kompetensi dasar yang akan diwujudkan.
d) Rencana pelaksanaan pembelajaran yang dikembangkan
harus utuh dan menyeluruh, serta jelas pencapaiannya.
e) Harus ada koordinasi antar komponen pelakasana program
disekolah.
Cara pengembangan RPP dalam garis besarnya dapat
mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
a) Mengisi kolom identitas
b) Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk
pertemuan yang telah ditetapkan
c) Menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar,
serta indikator yang akan digunakan yang terdapat pada
silabus yang telah disusun
d) Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan standar
kompetensi dan kompetensi dasar, serta indikator yang telah
ditentukan
e) Mengidentifikasi materi standar berdasarkan materi
pokok/pembelajaran yang terdapat dalam silabus
f) Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan
g) Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri
dari kegiatan awal,inti dan akhir.
h) Menentukan sumber belajar yang digunakan

12

i) Menyusun kriteria penilaian,lembar pengamatan, contoh


soal dan teknik penskoran.
3) Pengembangan kurikulum aktual (pelaksanaan pembelajaran)
Kurikulum aktual atau pelaksanaan pembelajaran adalah
interaksi antara peserta didik dengan guru dan lingkungan
pembelajaran (interaction beetwen the learner and the external
condition). Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa bagaimanapun
bagusnya suatu kurikulum maka aktualisasinya sangat
ditentukan oleh profesionalisme guru dalam melaksanakan
pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik.17
Pelaksanaan pembelajaran juga diartikan sebagai
implementasi dari rencana pelaksanaan pembelajaran.
Pelaksanaan pembelajaran tersebut meliputi :
a) Kegiatan pendahuluan, terdiri dari :
a) Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk
mengikuti proses pembelajaran.
b) Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan
pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan
dipelajari.
c) Menjelaskan tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar
d) Menyampaikan cakupan materi
b) Kegiatan inti, terdiri dari :

17 Ibid, hlm. 151

13

a) melibatkan peserta didik dalam mencari informasi yang


luas tentang tema materi
b) menggunakan beragaman pendekatan pembelajaran,
media dan sumber belajar lain.
c) Melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses
pembelajaran
d) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
berfikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan
bertindak tanpa rasa takut.
e) Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam
bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah.
f) Berfungsi sebagai nara sumber dan fasilitator dalam
menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi
kesulitan.
g) Memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang
atau belum berpartisipasi aktif
c) Kegiatan penutup, terdiri dari :
(1) Bersama-sama dengan peserta didik/sendiri membuat
rangkuman atau kesimpulan
(2) Melakukan penilaian terhadap kegiatan yang sudah
dilakukan secara konsisten dan terprogram
(3) Memberi umpan balik terhadap proses dan hasil
pembelajaran

14

(4) Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk


remedi, pengayaan, bimbingan konseling, memberikan
tugas
(5) Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.18
c. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum
Agar dalam mengembangkan kurikulum dapat terlaksana
dengan baik, maka dalam mengembangkan kurikulum harus
memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Berpusat pada potensi,perkembangan, serta kebutuhan peserta ,
didik dan lingkungannya.
b. Beragam dan terpadu, yaitu memperhatikan karakteristik peserta
didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan.
c. Tanggap terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi
dan seni.
d. Relevan dengan kebutuhan hidup dan dunia kerja.
e. Menyeluruh dan berkesinambungan, yaitu kajian keilmuan dan
mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara
berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
f. Belajar sepanjang hayat
g. Seimbang antara kepentingan global, nasional dan lokal.19

18 Rustam, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru,(Jakarta


: Raja Grafindo Persada, 2010), hlm. 10-13

15

2. Konsep Operasional
Penelitian ini berhubungan dengan pengembangan kurikulum
fiqih (telaah terhadap komponen kurikulum fiqih) pada Madrasah
Tsanawiyah Miftahul Jannah Peranap.indikator pelaksanaan
pengembangan kurikulum fiqih (telaah terhadap komponen kurikulum
fiqih) dan memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
Adapun komponen-komponen pelaksanaan pengembangan kurikulum
fiqih yaitu :
a. Pengembangan silabus
1) Perencanaan yaitu pengumpulan informasi dan referensi dapat
dilaksanakan dengan memanfaatkan perangkat teknologi dan
informasi seperti komputer dan internet
2) Pelaksanaan, yang terdiri atas :
(1) Mengisi kolom identitas
(2) Mengkaji dan menganalisis standar kompetensi
(3) Mengkaji dan menetukan kompetensi dasar
(4) Mengembangkan indikator kompetensi hasil belajar
(5) Mengidentifikasi materi standar
(6) Mengembangkan pengalaman/ kegiatan belajar mengajar
(standar proses)
(7) Menentukan jenis penilaian
(8) Menentukan alokasi waktu
19 E. Mulyasa,(Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Suatu Panduan Praktis), Op.Cit,
hlm. 152-153

16

(9) Menentukan sumber belajar


3) Penilaian yang dilaksanakan secara berkala dan
berkesinambungan.
4) Revisi dilaksanakan terhadap silabus yang telah dinilai dan
dilaksanakan secara kontiniu dan berkesinambungan.
5) Pengembangan silabus berkelanjutan yaitu silabus yang telah
dibuat tersebut dijabarkan kedalam rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP), dilaksanakan, dievaluasi dan ditindak
lanjuti.
b. Pengembangan RPP
1) Mengisi kolom identitas
2) Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan
yang telah ditetapkan
3) Menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta
indikator yang akan digunakan yang terdapat pada silabus yang
telah disusun
4) Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan standar
kompetensi dan kompetensi dasar, serta indikator yang telah
ditentukan
5) Mengidentifikasi materi standar berdasarkan materi
pokok/pembelajaran yang terdapat dalam silabus
6) Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan
7) Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari
kegiatan awal,inti dan akhir.

17

8) Menentukan sumber belajar yang digunakan


9) Menyusun kriteria penilaian,lembar pengamatan, contoh soal
dan teknik penskoran.
c. Pengembangan kurikulum aktual (pelaksanaan pembelajaran)
1) Kegiatan pendahuluan, terdiri dari :
a) Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk
mengikuti proses pembelajaran.
b) Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan
pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan
dipelajari.
c) Menjelaskan tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar
d) Menyampaikan cakupan materi

2) Kegiatan inti, terdiri dari :


a) melibatkan peserta didik dalam mencari informasi yang luas
tentang tema materi
b) menggunakan beragaman pendekatan pembelajaran, media
dan sumber belajar lain.
c) Melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses
pembelajaran
d) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
berfikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan
bertindak tanpa rasa takut.

18

e) Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam


bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah.
f) Berfungsi sebagai nara sumber dan fasilitator dalam
menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi
kesulitan.
g) Memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang
atau belum berpartisipasi aktif
3) Kegiatan penutup, terdiri dari :
a) Bersama-sama dengan peserta didik/sendiri membuat
rangkuman atau kesimpulan
b) Melakukan penilaian terhadap kegiatan yang sudah
dilakukan secara konsisten dan terprogram
c) Memberi umpan balik terhadap proses dan hasil
pembelajaran
d) Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk remedi,
pengayaan, bimbingan konseling, memberikan tugas
e) Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.

F. Metode Penelitian
1. Lokasi dan Waktu Penelitian
a. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Miftahul
Jannah Peranap Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu.

19

b. Waktu Penelitian
Sedangkan waktu untuk melaksanakan penelitian ini adalah
lebih kurang tiga bulan. Namun, baru dapat dilaksanakan setelah
proposal penelitian ini diseminarkan.

2. Subjek dan Objek Penelitian


Yang menjadi subjek pada penelitian ini adalah yang
melaksanakan pengembangan kurikulum fiqih yaitu Guru Fiqih pada
MTs Miftahul Jannah Peranap Kecamatan Peranap. Sedangkan yang
menjadi objek pada penelitian ini adalah pengembangan kurikulum fiqih
(telaah terhadap komponen kurikulum fiqih) pada Madrasah Tsnawiyah
Miftahul Jannah Peranap.

3. Populasi dan Sampel


Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.20 Pada penelitian
ini yang menjadi populasi penelitian adalah guru Fiqih MTs Miftahul
Jannah Peranap yang berjumlah satu orang.

4. Teknik Pengumpulan Data


Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam
penelitian ini adalah:
a. Observasi
20 Suharsimi Arikunto, (Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik), Op.Cit, hlm.130

20

Observasi adalah pengamatan yang meliputi kegiatan


pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan
seluruh alat indera (penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba
dan pengecap).21 Observasi ini dilakukan dengan mengamati
instrumen-instrumen dalam proses penilaian serta data yang dapat
menunjang kelengkapan penelitian ini.
b. Wawancara
Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh
pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.22
Hal ini dilakukan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan lisan
yang langsung ditujukan kepada orang yang paling banyak
mengetahui mengenai lokasi penelitian yaitu Kepala Madrasah
Tsanawiyah Miftahul Jannah Peranap, sehingga dengan wawancara
tersebut akan diperoleh data tentang sejarah berdirinya sekolah, visi
dan misi sekolah, keadaan guru dan pegawai sekolah serta keadaan
siswa, keadaan sarana dan prasarana sekolah, serta struktur
organisasi Madrasah Tsanawiyah Miftahul Jannah.

c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau Variabel
yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti,

21 Ibid, hlm. 156

22 Ibid, hlm. 155

21

notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya.23 Dokumentasi ini di


dapat dari Kepala Sekolah dan guru yang bersangkutan yaitu guru
bidang studi fiqih pada Madrasah Tsanawiyah Miftahul Jannah
Peranap.

5. Teknik Analisis Data


Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teknik deskriptif kualitatif dengan prosentase. Caranya adalah apabila
semua data telah terkumpul, lalu diklasifikasikan menjadi dua kelompok
yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Terhadap data yang bersifat kualitatif
digambarkan dengan kata-kata atau kalimat yang dipisah-pisah menurut
kategori untuk memperoleh kesimpulan. Selanjutnya data yang bersifat
kuantitatif yang berwujud angka-angka diprosentasekan dan ditafsirkan.
Kesimpulan analisis data atau hasil penelitian dibuat dalam bentuk
kalimat-kalimat. Teknik semacam ini sering disebut teknik deskriptif
kualitatif dengan prosentase. Dengan rumus :

P=

F
x 100
N

Keterangan :
P = persentase
F = jumlah indikator / item yang dijawab
N = jumlah seluruh indikator24

23 Ibid, hlm. 231

22

Kemudian yang telah dipersentasekan akan ditafsirkan dengan


kalimat yang bersifat deskriptif dengan kriteria sebagai berikut :
1. 76 % - 100 %= Baik
2. 60 % - 75 % = Kurang baik
3. 0 % - 59 %

= Tidak baik

G. Sistematika Penulisan
BAB I:

Pendahuluan yang berisi latar belakang masalah, permasalahan


(identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah), tujuan
dan kegunaan penelitian, penegasan istilah, landasan teoritis dan
konsep operasional, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II:

Kajian Teoritis yang berisi tentang pengembangan kurikulum fiqih


(telaah terhadap komponen kurikulum fiqih) pada Madrasah
Tsanawiyah Miftahul Jannah Peranap.

BAB III:

Deskripsi secara umum tentang sejarah berdirinya, visi, misi,


keadaan guru dan siswa, kurikulum, sarana dan prasarana serta
proses pembelajaran tempat penelitian.

BAB IV:

Penyajian dan analisis data yang terdiri dari pengembangan


kurikulum fiqih (telaah terhadap komponen kurikulum fiqih) pada
Madrasah Tsanawiyah Miftahul Jannah Peranap

BAB V:

Penutup yang terdiri atas kesimpulan dan saran

24 Anas Sudjiono, Pengantar Statistik Pendidikan, ( Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada,
2009 ), hlm. 43

23

DAFTAR PUSTAKA

Alaidin Koto, Ilmu Fiqih dan Ushul Fiqih, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2004
Anas Sudjiono, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta : PT. Raja Grafindo
Persada, 2009
Departemen Agama Islam RI, AlQuran dan Terjemahan, Bandung : Diponegoro,
2005
Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 1989
E. Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Suatu Panduan Praktis,
Bandung : Remaja Rosdakarya,2008
E.Mulyasa,Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kemandirian
Guru dan Kepala Sekolah, Jakarta : Bumi Aksara, 2009
Iskandar, W dan Usman Mulyadi, Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum,
Jakarta Bina Aksara, 1988
Kunandar,Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru, Jakarta : Raja Grafindo
Persada, 2007
Peter Salim dan Yenni Salim, Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, Jakarta:
Modern English Press, 1991
Rustam, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, Jakarta :
Raja Grafindo Persada, 2010

Zakiah Darajat, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara, 1996

24