Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

Kebutuhan dan Pengembangan Dimensi Kepribadian Manusia

Kebutuhan dan Pengembangan Dimensi Kepribadian Manusia Penyusun : 1. Ma’nusatul Khaoro 2. Ulfi Nihaya 3 .

Penyusun :

1. Ma’nusatul Khaoro

2. Ulfi Nihaya

3. Muti Urrohman

PAI 1 A

Dosen :

Maesaroh, M. Ag

Institut Agama Islam Nahdatul Ulama

KEBUMEN

TAHUN 2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan hidayah-Nya kita dapat menyelesaikan makalah tentang “Kebutuhan dan Pengembangan Dimensi Kepribadian Manusia” ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan kami juga berterima kasih kepada Ibu Maesaroh selaku Dosen mata kuliah Dasar – dasar Pendidikan yang telah memberikan tugas ini kepada kami. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita dan dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.Kami menyadari sepenuhnya, bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat dimasa yang akan datang. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kasalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dimasa depan.

Kebumen,

September 2015

Penyusun

BAB 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari tentunya tak asing lagi dengan kata “Pendidikan”. Pada dasarnya manusia itu sangat peka dan perlu sekali akan pendidikan. Apalagi dijaman sekarang ini pendidikan sudah diajarkan sejak manusia masih berusia dini hingga manusia tersebut tumbuh dewasa, maka semakin besar manusia tersebut semakin banyak juga asupan pendidikan yang mungkin dirasakan oleh setiap manusia. Namun disisi lain, untuk menempuh pendidikan yang tinggi seringkali manusia terhambat karena kebutuhan yang semakin banyak dan beraneka ragam. Sedangkan, kebutuhan harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup dan jika tidak dipenuhi maka akan berakibat fatal. Dalam makalah ini diangkat judul yaitu Kebutuhan dan Pengembangan Dimensi Kepribadian Manusia, jadi di dalam pengembangan manusia sangat erat kaitannya dengan kebutuhan untuk manusia itu sendiri.

Rumusan Masalah Di dalam makalah ini kami telah menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam bab isi. Beberapa masalah tersebut antaralain :

1. Pengertian Kepribadian

2. Dimensi Kepribadian

3. Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kepribadian Manusia

4. Pengertian Kebutuhan dan Macam-macam Kebutuhan Manusia

5. Pengembangan Dimensi Kepribadian Manusia

Tujuan Penulisan Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dalam penulisan makalah ini yaitu untuk menambah wawasan bagi kita semua dan untuk mendongkrak setiap manusia untuk senantiasa berkembang serta memiliki kepribadian yang baik.

BAB 2

PEMBAHASAN

1 . Pengertian Kepribadian Kepribadian terjemahan dari Bahasa Inggris”personality”. Kata personality sendiri berasal dari Bahasa Latin “pesona”, yang berarti topeng yang digunakan oleh para aktor dalam suatu permainan atau pertunjukan. Istilah dalam teori psikologi kepribadian diberi makna yang berbeda-beda, antara lain :

1.

Personality (kepribadian)

2.

Character (karakter)

3.

Dispotition (watak)

4.

Temperamen (temperamen)

5.

Traits (sifat)

6.

Type-atribute (ciri)

7.

Habit (kebiasaan)

2

. Dimensi Kepribadian

Dimensi kepribadian terbagi menjadi :

1. Struktur, yaitu aspek-aspek kepribadian yang bersifat relatif stabil dan menetap, serta

yang merupakan unsur-unsur penbentuk sosok kepribadian.

2. Proses, yaitu konsep-konsep tentang motivasi untuk menjelaskan dinamika tingkah laku atau kepribadian.

3. Pertumbuhan dan perkembangan, yaitu aneka perubahan pada struktur sejak masa bayi sampai mencapai kemasakan, perubahan-perubahan pada proses yang menyertainya, serta berbagai factor yang menentukannya.

4. Psikopatologi, yaitu hakikat gangguan kepribadian atau tingkah laku beserta asal usul atau proses perkembangannya.

5. Perubahan tingkah laku, yaitu konsepsi tentang bagaimana tingkah laku bisa dimodifikasi atau diubah.

3 . Faktor Yang Mempengaruhi Kepribadian Manusia Meskipun kepribadian seseorang itu relatif konstan, namun dalam kenyataannya sering ditemukan adanya perubahan kepribadian. Perubahan itu dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Menurut Schoupenhouer, kepribadian itu lebih banyak dipengaruhioleh faktor bawaan daripada faktor dari luar. Hal ini didukung olehJ.J. Roseseau yang berpendapat bahwa “segala yang suci dari tangan Tuhan, rusak di tangan manusia”.Anak manusia itu sejak lahir abadi dalam keadaan yang suci, tetapi karena dididik oleh manusia sehingga menjadi rusak (Agus Sujianto, Halem Lubis & TaufikHadi). Contohnya adalah orang yang hidup dengan bakatnya, yang telah dibawa sejak lahir, yang memang sukar sekali dihilangkan dengan pengaruh apapun juga. Hal tersebut kemudian dipertentangkan oleh John Lockedengan Teori Tabula yang berpendapat bahwa anak sejak lahir masih seperti tabula rasa, dan baru akan dapat berisi bila ia menerima sesuatu dari luar, lewat alat inderanya. Karena itu pengaruh dari luarlah yang lebih kuat daripada pembawaan manusia.Melihat pertentangan tersebut, W. Stern berpendapat bahwa kedua kekuatan itu sebenarnya berpadu menjadi satu. Keduanya saling memberikan pengaruh. Sedangkan menurut Syamsu Yusuf & Juntika Nurihsan juga membagi faktor yang mempengaruhi kepribadian kedalam dua hal, yaitu faktor hereditas (genetika) dan faktor lingkungan(environment). Faktor hereditas (genetika) dalam kaitannya dengan perkembangan kepribadian adalah 1) Sebagai sumber bahan mentah kepribadian seperti fisik, inteligensi, dan temperamen 2) Membatasi perkembangan kepribadian (meskipun kondisi lingkungannya sangat baik/kondusif, perkembangan kepribadian itu tidak bisa melebihi kapasitas atau potensi genetika 3)Mempengaruhi keunikan kepribadian. Faktor lingkungan (environment) yang turut mempengaruhi kepribadian yaitu keluarga, kebudayaan, dan sekolah. Keluarga dipandang sebagai penentu utama pembentukan kepribadian karena keluarga merupakan kelompok sosial pertama yang menjadi pusat identifikasi anak. Selain itu, anak banyak menghabiskan waktunya di lingkungan keluarga. Para anggota keluarga juga orang-orang yang sangat berpengaruh bagi pembentukan kepribadian anak. Dan terakhir, keluarga juga dipandang sebagai lembaga yang dapat memenuhi kebutuhan manusiawi terutama bagi pengembangan kepribadiannya.

Faktor kebudayaan mempengaruhi individu untuk mengikuti pola-pola perilaku tertentu yang telah dibuat orang lain untuk kita. Setiap kelompok masyarakat (bangsa, ras, atau suku) memilik tradisi, adat, atau kebudayaan yang khas. Kebudayaan suatu masyarakat memberikan pengaruh terhadap setiap warganya,baik yang menyangkut cara berpikir, cara bersikap, atau cara berperilaku. Faktor lingkungan sekolah yang dinilai dapat mempengaruhi kepribadian yaitu iklim emosional kelas, sikap dan perilaku guru, disiplin (tata-tertib), prestasi belajar, dan penerimaan teman sebaya. Hurlock dalam Muh. Farozin & Kartika Nur Fathiyah, mengemukakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorang adalah pengalaman awal,pengaruh budaya, ciri-ciri fisik, kondisi fisik, keberhasilan &kegagalan, penerimaan sosial, pengaruh keluarga, dan tingkat penyesuaian. Faktor pengalaman awal biasanya dialami pada masa kanak-kanak dan ingatan akan hal itu akan sangat berpengaruh karena pengalaman meninggalkan kesan yang tidak terhapuskan pada konsep diri anak. Sedangkan dalam faktor pengaruh budaya, kelompok budaya menetapkan model untuk pola kepribadian yang disetujui dan menekan individu-individu yang tergabung didalamnya untuk berperilaku sesuai dengan norma budaya yang bersangkutan sehingga pada akhirnya individu tersebut menyesuaikan diri mengikuti pola perilaku yang telah ditetapkan kelompok budaya dan perilaku tersebut, menetap menjadi kecenderungan pola perilaku individu.Kemudian dalam faktor ciri-ciri fisik, secara langsung bentuk tubuh menentukan apa yang dapat dan yang tidak dapat dilakukan seseorang. Sedangkan secara tidak langsung ciri-ciri fisik menentukan bagaimana seseorang merasa tentang tubuhnya.Semakin banyak aktivitas dilakukan seseorang sesuai dengan ciri fisiknya akan semakin meningkatkan konsep diri positifnya dan pada akhirnya akan semakin mengembangkan kepribadian positif individu yang bersangkutan. Faktor yang selanjutnya yaitu kondisi fisik, dua aspek kondisi fisik yang mempengaruhi kepribadian yaitu kesehatan umum dan cacat jasmani. Kesehatan yang baik memungkinkan seseorang ikut serta dalam kegiatan kelompoknya sehingga lebih diterima kelompok dan pada akhirnya menentukan konsep diri positif yaitu sebagai individu yang diterima dengan baik oleh lingkungannya. Sedangkan cacat jasmani menentukan kepribadianseseorang melalui cara pandang seseorang terhadap kecacatannya dan aktivitas yang dapat dilakukan dengan kecacatan tersebut.

Semakin banyak aktivitas dapat dilakukan oleh individu yang cacatakan semakin meningkatkan konsep diri positif yang pada akhirnya berpengaruh pada terbentuknya perkembangan kepribadian yang sehat.

4 . Pengertian Kebutuhan Dan Macam-Macam Kebutuhan Manusia - Pengertian Kebutuhan Dalam pengertian, kebutuhan memiliki arti luas berdasarkan macam kebutuhan dan contohnya masing-masing. Seperti halnya manusia mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya berupa makanan : beras dan lauk pauknya, berupa pakaian : baju, celana, kaos kaki dan berbagai macam kebutuhan lainnya. Menurut para ahli, kebutuhan yaitu segala sesuatu yang muncul secara naluriah dan sangat diperlukan untuk mempertahankan hidupnya. Misalnya manusia haus maka ia harus minum, ketika sakit maka harus minum obat, dan seperti itu seterusnya. Dengan demikian berarti manusia masih merasa kekurangan dan selalu ingin merasa puas.

- Macam-Macam Kebutuhan :

a. Berdasarkan Intensitas :

-Kebutuhan Primer

- Kebutuhan Sekunder

- Kebutuhan Tersier

b. Berdasarkan Waktu :

- Kebutuhan Sekarang

- Kebutuhan Yang Akan Datang

- Kebutuhan Tidak Terduga

c. Berdasarkan Sifatnya :

- Kebutuhan Jasmani

- Kebutuhan Rohani

D. Berdasarkan Subjeknya :

- Kebutuhan Individual

- Kebutuhan Kolektif / Kelompok

5 . Pengembangan Dimensi Kepribadian Manusia Ketika diri kita merasa sehat jasmani dan rohani maka dapat dirasakan dan gejala dapat diungkapkan dalam bentuk sikap dan perbuatan fisik walaupun kesadaran itu bersifat psikis. Hal itu membuktikan bahwa diri kita eksis dan masih hidup. Secara psikis seseorang memenuhi pembinaan guna untuk pengembangan aspek psikisnya. Seperti pengembangan berpikir, mengingat, berfantasi, menganggap, mengamati, memperhatikan, dan sebagainya. Kebutuhan itu seharusnya dapat dipenuhi supaya dapat menciptakan kondisi manusia yang sehat jasmanidan rohani. Kebutuhan psikis dapat disebutkan sebagai berikut :

1. Rasa Aman

2. Penghargaan

3. Aktualisasi Diri

4. Kebutuhan Terhadap Agama

Dengan pendidikan yang bias diperoleh dari berbagai aspek kepribadian, memungkinkan seseorang menerima berbagai akibat pendidikan, sehingga kondisi kemanusiaannya dapat menerima perubahan dan perkembangan sesuai dengan pengaruh yang diterimanya baik lahir maupun batin. Dengan berbagai arah, macam, dan bentuk pendidikan yang diterimanya menyebabkan kualitas kepribadiannya diidentifikasikan dan berada.

arah, macam, dan bentuk pendidikan yang diterimanya menyebabkan kualitas kepribadiannya diidentifikasikan dan berada. 8

BAB 3

PENUTUP

Dari beberapa isi makalah yang dipaparkan, maka kami dapat menarik kesimpulan yaitu dalam kehidupan sangat dibutuhkannya suatu perkembangan yang berguna untuk mencapai manusia berpendidikan yang baik. Hal itu tentunya tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kepribadian manusia serta berbagai macam kebutuhan untuk kelangsungan hidupnya. Tanpa adanya kebutuhan maka pengembangan manusia pun tidak akan pernah maju dan berkembang.

Daftar Pustaka

http;//ssbelajar.blogspot.co.id/2013/05/faktor-pembentuk-kepribadian.html?m=1

http://www.artikelsiana.com/2015/01/pengertian-macam-macam-kebutuhan-contoh.html?m=1

htto://lonaidrus.blogspot.co.id/2009/07/faktor-faktor-yang-mempengaruhi_20.html?m=1

Yusuf, Syamsu 2007.Paedagogik; Pendidikan Dasar. Jakarta: Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia. Suwarno, Wiji.2006. Dasar-Dasr Ilmu Pendidikan. Jokjakarta;Ruzz.Media.