Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

a.1 Tujuan
1. Mempelajari cara pembuatan simplisia nabati dari beberapa macam
2.

tumbuhan obat
Melatih keterampilan dalam pembuatan simplisia nabati.

a.2 DasarTeori
a.2.1 TAKSONOMI
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom

: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Rosidae

Ordo

: Euphorbiales

Famili

: Euphorbiaceae

Genus

: Euphorbia

Spesies

: Euphorbia hirta L.

Sinonim

: Euphorbia pilulifera L, Euphorbia capita Lamk.

a.2.2

ORGANOLEPTIK
Bau
: Lemah
Rasa
: Pahit
Warna
: Hijau pucat
Bentuk : Agak kasar

a.2.3

KANDUNGAN KIMIA

Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah


diketahui, antara lain : Flavonoid, glikosida, asam forbat, alkaloid,
gula, dan tanin. (Jurnal Skrinning Fitokimia pada ekstrak heksan,
kloroform, dan metanol dari tanaman Patikan Kebo, oleh; Minhatun
Nafisah, Tukiran, Suyatno, dan Nurul Hidayati Jurusan Kimia,
FMIPA, Universitas Negeri Surabaya)

a.2.4

KEGUNAAN
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman
secara turun-temurun dari berbagai daerah dan negara, tanaman ini
untuk keseluruhan tanaman

bermanfaat untuk menyembuhkan

penyakit-penyakit sebagai berikut :


1. Asma.

7. Radang ginjal

2. Batuk.

8. Radang usus.

3. Bronkhitis.

9. Eksem (obat luar).

4. Disentri amuba.

10. Gatat (obat luar).

5. Herpes zoster.

11. Sakit tenggorokan

6. Pelancar ASI (obat luar)


Di mana peran alkaloidnya sendiri salah satunya sebagai zat
antinflamasi, antibakteri pada beberapa penyakit yang sudah
disebutkan di atas.
a.2.5

DOSIS EMPIRIS
1) Radang tenggorokan,
Ambil daun patikan kebo secukupnya, kemudian cuci sampai
bersih, lalu seduh dengan air panas secukupnya, kemudian saring
dan ambil airnya. Gunakan air seduhan daun petikan kebo
tersebut untuk berkumur kumur.
2) Bronkhitis,
ambil daun patikan kebo 1 genggam dan cuci sampai bersih,
kemudian direbus dengan botol cocacola sampai mendidih,
2

setelah mendidih angkat saring ambil airnya. Minum air ramuan


tersebut 3 kali sehari masing masing cangkir sekali minum.
3) Asma,
ambil daun patikan kebo kering 1genggam, cuci sampai bersih,
selanjutnya rebus dengan 2-3 gelas air sampai mendidih. Cara
menggunakannya minum ramuan tersebut 2 kali sehari gelas
pagi dan sore.
4) Radang Perut, Diare, Disentri, Dan Kencing Darah,
ambil daun patiakan kebo segenggam dan cuci sampai bersih,
kemudian daun patikan kebo dan satu potong gula batu rebus
dengan 3 gelas air sampai mendidih. Cara menggunakannya,
saring ambil airnya, kemudian minum air ramuan tersebut dua
kali sehari dengan dosis sekali minum 1cangkir.
5) Radang Kelenjar Susu dan Payudarah Bengkak,
ambil daun patikan kebo 1 genggam dan dua sendok kedelai, cuci
samapai bersih, kemudian rebus kedua bahan tersebut secara
bersamaan dengan volume air 3-5 gelas sampai mendidih. Saring
ambil airnya, minum air ramuan tersebut dua kali sehari dengan
dosis satu gelas. Untuk cara lain : ambil daun patikan kebo yang
masih segar kemudian dicuci sampai bersih, selanjutnya
ditambahkan garam dapur secukupnya, kedua bahan tersebut
tumbuk sampai halus, tempelkan pada bagian payu darah yang
sakit.
6. Eksim
Ambil daun patikan kebo secukupnya, kemudian cuci sampai
bersih, rebus dengan air secukupnya s
ampai mendidih. Gunakan air ramuan tersebut untuk bagian tubuh
yang sakit

BAB II
METODE KERJA
2.1 Alat danBahan
a. Alat
Timbangan
Pengayak (mesh 30)
Blender
Toples kaca
Oven
b. Bahan
air
Tanaman Patikan Kebo
2.2 Cara Kerja
1. Pengumpulan bahan baku
2. Sortasi basah
3. Pencucian
4. Pengubahan bentuk
5. Pengeringan
6. Sortasi kering
7. Pengemasan dan penyimpanan
8. Pemeriksaan mutu
2.3 Cara Ekstraksi
Cara ekstraksi yang dipilih untuk herba Patikan kebo ini adalah
Maserasi. Di mana Maserasi merupakan cara penyarian yang sederhana.
Maserasi dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan
penyari. Cairan penyari akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam
rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dengan karena
adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif di dalam sel dengan yang
di luar sel, maka larutan yang terpekat didesak keluar. Peristiwa tersebut
berulang sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan di luar sel
dan di dalam sel.
a. Tahap ekstraksi tanaman patikan kebo (Euphorbiae hirtae)

Serbuk halus tanaman tanaman patikan kebo (Euphorbiae hirtae)


sebanyak 5 gram dimaserasi dengan pelarut metanol, heksan, dan
kloroform dengan ketinggian pelarut 1 cm diatas sampel. Maserasi
didiamkan selama 24 jam pada suhu kamar. Hasil maserasi disaring
menggunakan penyaring Buchner dan filtrat yang diperoleh diuapkan
secara vakum menggunakan penguap putar rotary vacuum evaporator
untuk memperoleh ekstrak kental.
Sampel patikan kebo yang telah dikeringkan dan dihaluskan di
ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%
selama 5 hari. Filtrat yang diperoleh dipekatkan menggunakan rotavapor
untuk mendapatkan ekstrak kental dan siap digunakan sebagai bahan uji.
Reaksi identifikasi

alkaloid

menggunakan

metode

yang

tercantum dalam Materia Medika Indonesia Edisi V.

b. Uji Alkaloid
Ekstrak sampel kafein di lubang 1 pelat tetes diuji dengan
menambahkan 1-2 tetes pereaksi meyer dan dibiarkan mengendap. Setelah
itu, diamati endapan beserta warnanya. Ekstrak sampel kafein di lubang 2
pelat tetes diuji dengan menambahkan 1-2 tetes pereaksi dragendroff dan
dibiarkan mengendap. Setelah itu, diamati endapan beserta warnanya.

c. Uji Kromatografi
dengan metode kromatografi lapis tipis, menggunakan eluen etil
asetat : metanol : air (16:1:2), noda diamati menggunakan sinar UV 254
nm kemudian deteksi bercak dengan menyemprot pereaksi Dragendorff.
Bercak yang menandakan adanya alkaloid adalah bercak dengan warna
jingga, hitung harga Rf.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Data Pengamatan
Nama dan
Jenis
Simplisia

Berat

Berat

awal

akhir

Berat

Lama

Persen

serbuk

pengering

Rende

jadi

an

men
Rajang

Patikan
kebo
(Euphorbi

Ayakan

an :
3 kg

900 gr

600 gr

3 hari

30%
Serbuk

a hirta L.)

Mesh 30

: 20%

3.2 Data Perhitungan


Diketahui

Berat awal bahan basah

= 3000 gram

Berat awal setelah sortasi basah

= 2700 gram

Berat akhir setelah pengeringan

= 900 gram

Berat akhir setelah penyerbukan

= 600 gram

A. Susut pengeringan serbuk


Susut Pengeringan=

berat awal ( W O )berat akhir ( W )


berat awal ( W O )

2700 g 900 g
2700 g

100

x 100%

= 66,67 %

B. Rendemen serbuk
8

Rendemen=

berat akhir (W )
100
berat awal (W O )

900 g
2700 g

x 100%

= 33,33 %
3 kg x X = 200 gr x 45,5 gr
X =

200 gr x 45,5 gr
3000 gr
3,03 gr
2,5 gr

= 1,2 sdt

Dosis konversi

Penimbanga

Berat

n ke :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Rata rata

20 gr
20 gr
50 gr
50 gr
30 gr
25 gr
50 gr
30 gr
60 gr
25 gr
50 gr
50 gr
40 gr
60 gr
50 gr
40 gr
40 gr
50 gr
60 gr
60 gr
45,5gr

10

Dosis konversi untuk obat sakit tenggorokan


Semisal untuk mengetahui dosis serbuk yang dapat digunakan
dalam mengatasi sakit tenggorokan membutuhkan 1 genggam herba
patikan kebo
Serbuk : 200 gr
Berat rata-rata : 45,5 gr
1 sdt
=
2,5 gr
1 kg x X =
200 gr x 45, 5 gr
200 gr 45,5 gr
X =
1000
=

9,1 gr ~ 3 sdt

3.3 Pembahasan
Pada praktikum percobaan kali ini senyawa yang akan dibahas dari herba
patikan kebo Euphoria hirta L adalah alkaloid yang dimana bedasarkan
literature herba patikan kebo memiliki kandungan alkaloid, akan tetapi
seberapa besar kandungan alkaloid yang dimiliki oleh herba patikan kebo
belum diketahui sebab itu diperlukan beberapa metode untuk memperolehnya.
Pada beberapa literature yang kelompok kimi peroleh pengujian senyawa
alkaloid dengan cara ekstraksi. Ekstraksi adalah pemisahan suatu zat dari
campurannya dengan pembagian sebuah zat terlarut antara dua pelarut yang
tidak dapat tercampur untuk mengambil zat terlarut tersebut dari satu pelarut
ke pelarut yang lain. Ekstraksi bertujuan untuk melarutkan senyawa-senyawa
yang terdapat dalam jaringan tanaman ke dalam pelarut yang dipakai untuk
proses ekstraksi tersebut.
Dari

beberapa

metode

ekstraksi,

Maserasi

dipilih

karena

merupakan cara yang sederhana dan pelarut serta reagen yang digunakan
mudah diperoleh. Acuan percobaannya yaitu serbuk halus tanaman patikan
kebo (Euphorbiae hirtae)sebanyak 5 gram dimaserasi dengan pelarut
metanol, heksan, dan kloroform dengan ketinggian pelarut 1 cm diatas
sampel. Maserasi didiamkan selama 24 jam pada suhu kamar. Hasil
maserasi disaring menggunakan penyaring Buchner dan filtrat yang

11

diperoleh diuapkan secara vakum menggunakan penguap putar rotary


vacuum evaporator untuk memperoleh ekstrak kental. Atau dengan Atau
Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian deskriptif yang dilakukan
di laboratorium. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Farmakognosi,
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado Jurusan Farmasi
pada bulan Juni Juli 2012. Sampel penelitian menggunakan daun sirsak
yang diambil dari Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat.
Sampel patikan kebo yang telah dikeringkan dan dihaluskan
diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%
selama 5 hari. Filtrat yang diperoleh dipekatkan menggunakan rotavapor
untuk mendapatkan ekstrak kental dan siap digunakan sebagai bahan uji.
Pada metode maserasi terdapat beberapa keuntungan yaitu:

Unit alat yang dipakai sederhana


Biaya operasionalnya relatif murah
Prosesnya relatif hemat
Tanpa pemanasan

Terdapat pula kelemahan pada metode maserasi yaitu :


Proses penyaringannya tidak sempurna, karena zat aktif hanya mampu

terekstrasi sebesar 50%


Prosesnya membutuhkan waktu yang lama
Bagian tanaman yang diambil adalah seluruhnya, karena patikan kebo ini

masuk ke dalam golongan herba. Meski alkaloid yang menjadi fokus


pengamatan praktikum, namuan banyak juga terdapat beberapa senyawa
berkhasiat lainnya seperti fenolik, flavonoid, tanin, saponin, steroid atau
triterpenoid.
Dari pengkonversian dosis didapat 1 genggam patikan kebo setara dengan
3 sendok teh dalam bentuk serbuk. Sebagaimana hasil tersebut maka untuk
setiap kebutuhan patikan kebo pada dosis empiris tinggal dikalikan dengan
berapa besar kebutuhannya. Misalnya membutuhkan 3 genggam patikan kebo
berarti 3sdt dikalikan 3 genggam, maka hasilnya 9 sendok teh.
12

Untuk mengkonsumsi herba patikan kebo perlu diperhatikan kondisi


kesehatan pada pengguna sebab terdapat efek samping pada herba patikan
kebo diantaranya:
Alergi, iritasi, mual, muntah, getah bersifat beracun dan menyebabkan
iritasi eksternal.
Bukti empiris mengenai penggunaan tanaman patikan kebo sebagai obat
telah tercantum

dalam banyak artikel serta jurnal penelitian yang telah

tersebar luas di media elektronik atau media cetak. Sehingga jelas bahwa
tanaman patikan kebo ini sering digunakan karena takaran penggunaannya
telah banyak dicantumkan serta itu berarti banyak orang-orang yang telah
membuktikan khasiat dari tanaman patikan kebo ini dilihat dari kegunaankegunaan yang telah disampaikan pada bagian sebelumnya.

13

BAB IV
KESIMPULAN

Dari hasil pembuatan serbuk simplisia dari herba Patikan Kebo (Euphorbia
hirta L.) didapat hasil sebagai berikut :

Penyusutan rendemen serbuk sebesar 20%


Penyusutan rendemen rajangan 30%
Berat serbuk yang diperoleh dari 3kg patikan kebo adalah 600 gr
Hasil konversi dosis : segenggam patikan kebo setara dengan 3 sendok teh.
Manfaat herba patikan kebo :
Asma, Radang ginjal, Batuk, Radang usus, Bronkhitis, Eksem (obat luar),
Disentri amuba, Gatat (obat luar), Herpes zoster, Sakit tenggorokan, Pelancar
ASI (obat luar).

14