Anda di halaman 1dari 25

BUDAYA ORGANISASI PADA PERUSAHAAN PT NESTLE

Dosen Pengampu :

Dr Rochiyati Murni, SE, MP

PT NESTLE Dosen Pengampu : Dr Rochiyati Murni, SE, MP Disusun Oleh : 1. Diah Dwi

Disusun Oleh :

1. Diah Dwi Hastuti

13.0102.0060

2. Chuswatun Chasanah

13.0102.0070

3. Ida Nur ‘Aini

13.0102.0083

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG TAHUN 2016

PENDAHULUAN Latar Belakang

Satu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa dalam dunia bisnis setiap perusahaan dihadapkan pada persoalan bagaimana cara untuk memasarkan produknya agar dapat diterima dengan baik oleh para konsumen. Oleh karena itu, sekarang ini para manajer pemasaran selalu dituntut agar dapat memberi masukan dan saran pada manajemen agar perusahaan dapat menghasilkan suatu produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen yang disertai dengan harga yang terjangkau dan kemudahan bagi konsumen untuk memperoleh produk tersebut. Sebagai manusia kita harus memenuhi beberapa kebutuhanan hidup kita agar dapat melangsungkan hidupnya. Tanpa disadari banyak sekali orang Indonesia yang tidak minum susu. Dikarenakan baunya yang khas dengan rasa yang cenderung amis, sering sekali membuat orang merasa machtig (menimbulkan rasa neg) saat meminumnya. Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa orang cenderung malas minum susu. Percaya atau tidak, hal ini sangat merugikan tubuh kita mengingat banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari susu dengan kandungan kalsium yang tinggi dan sangat berguna bagi pertumbuhan tulang. Bahkan kalsium yang terkandung dalam susu, jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat bermanfaat mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi dan kebutuhan konsumen yang beranekaragam, para produsen pun berlomba untuk menguasai pasar dalam produk minuman antioksidan. Usaha ini terwujud dengan banyaknya perusahaan yang bergerak dalam bidang ini. Bahkan ada satu perusahaan yang mengeluarkan beberapa produk yang sejenis dengan merek yang berbeda. Penyusun melihat bahwa masyarakat di Indonesia, terutama kaum muda banyak minum produk dari PT. Nestle indonesia ini. Oleh sebab itu penyusun tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang manajemen strategi yang dilakukan oleh PT Nestle.

BAGIAN I PENERAPAN TUJUAN TAHUNAN PERUSAHAAN NESTLE

a. SasaranTahunan Nestle berkeinginan kuat untuk memberkan produk-produk yang sehat bagi masyarakat luas di Indonesia sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat terjamin kesehatannya dengan hadirnya produk-produk Nestle yang terjamin kualitasnya. Selain itu Nestle mempunyai tujuan seperti kebanyakan perusahaan lainnya yaitu ingin dapat bersaing dengan perusahaan lainnya dengan persaingan yang sehat dan dapat menguasai pasar. Dan sekarang tujuan Nestle itu hampir tercapai dengan menggunakan strategi pasar yang baik serta kerja keras Nestle semakin kuat dan berkembang pesat. Selain visi misi dan tujuan di atas Nestle juga memfokuskan diri untuk senantiasa memberikan informasi dan pendidikan bagi konsumen, yang tercantum dalam kemasan setiap produk Nestle.Dalam menjalankan bisnisnya, Nestle berusaha untuk selalu menjalankan tanggungjawab kepada masyarakat dan menciptakan manfaat. Nestle selalu memperhatikan lingkungan sekitar dengan cara menciptakan lingkungan sehat bagi semua orang di seluruh dunia dengan mengadakan kerjasamadengan para ahli untuk memberikan dan menginspirasi masalah-masalah tentang lingkungansehat bagi seluruh dunia

b. Sasaran Jangka Panjang

- Visi perusahaan PT Nestlé Indonesia, sebagai salah satu produsen makanan terbesar di Indonesia memiliki misi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat. Selain itu, visi dari PT Nestlé Indonesia adalah:

1) Meraih kepercayaan konsumen, dan menjadi perusahaan makanan dan nutrisi yang terkemuka serta terpandang di Indonesia. 2) Menjamin keuntungan dan kelangsungan pertumbuhan jangka panjang dengan modal yang efisien bagi perusahaan, melalui pelayanan yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan konsumen. 3) Menjadi pemimpin pangsa pasar atau posisi no. 2 yang kuat di setiap kategori Selain visi dan misi, PT Nestlé Indonesia juga menetapkan motto

perusahaan mereka, yaitu“Passion for Our Consumers”Melalui motto ini, PT Nestlé Indonesia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi konsumennya.

- Misi perusahaan Misi Nestlé Indonesia untuk turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat melalui produk-produknya yang berkualitas, bernutrisi dan lezat rasanya.Selain itu kami juga memfokuskan diri untuk senantiasa memberikan informasi dan pendidikan bagi konsumen kami, antara lain seperti tercantum dalam kemasan setiap produk kami. Dalam menjalankan bisnisnya, Nestlé berusaha untuk selalu menjalankan tanggungjawab kepada masyarakat dan menciptakan manfaat.

- Tujuan Jangka Panjang Nestle berusaha meraih kepemimpinan dan mendapat kepercayaan dengan memenuhi harapan konsumen yang pilihannya sehari-hari mendorong kinerjanya, pemegang saham, komunitas tempat Nestle beroperasi dan harapan masyarakat secara keseluruhan. Kami percaya nilai berkelanjutan bagi para pemegang sahamhanya dapat terwujud dalam jangka panjang jika perilaku, strategi dan operasinya juga member nilai bagi masyarakat tempat Nestle beroperasi, bagi mitra bisnis, dan tentu saja bagi para konsumen. Nestle menyebutnya “Menciptakan manfaat Bersama (Creating Shared Value)”.Nestle berinvestasi untuk masa depan untuk memastikan keberlangsungan keuangan dan lingkungan dari kegiatan dan operasional: dari segi kapasitas, teknologi, kemampuan, karyawan, merek, Riset dan Pengembangan (R&D). Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan hari ini tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya, dan melakukannya dengan cara yang menjamin pertumbuhan laba tahun demi tahun dan timbale balik yang tinggi bagi para pemegang saham dan masyarakat pada umumnya dalam jangka panjang.

1.

BAGIAN 2

4P PT NESTLE

PRODUK Adapun produk-produk yang dihasilkan oleh Nestle adalah sebagai berikut :

1)

Aneka kembang gula dan coklaT

2)

Yang terkenal dengan permen “FOXS”. PT. Nestle Indonesia yang berfokus pada penghasilan kembang gula dan coklat terletak di kota Tangerang, Banten. Kopi dan Minuman Salah satu produk kopi dan minuman Nestle yang terkenal di Indonesia adalah kopi dengan jenis “NESCAFE”. Untuk produksi kopi sendiri terletak di kota Lampung, Panjang Factory. Seperti yang kita ketahui bahwa komoditi kopi terbaik adalah salah satunya di kota Lampung. Para penikmat kopi, kaum adam maupun hawa akan dimanjakan dengan hadirnya terobosan inovasi terbaru dari NESCAFÉ ini. Ya, berbicara di Jakarta (8/02/10), Arshad Chaudhry, Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia mengatakan bahwa PT Nestlé Indonesia menghadirkan kopi NESCAFÉ ke standar kualitas baru dengan sebuah terobosan inovasi pada teknologi pengolahan kopi, yaitu ERA - Enhanced Recovery Aroma. Lantas apa kelebihan ERA? “ERA bisa menghasilkan secangkir kopi yang lebih nikmat rasanya,” ujar Sebastien Joho, Business Executive Manager untuk Coffee & Beverages PT Nestlé Indonesia. Konsumen, lanjutnya, akan menikmati pengalaman minum kopi pada tingkat kualitas baru, dengan rasa yang lebih nikmat dan aroma yang lebih mantap. Hal ini tidak saja memuaskan konsumen setia NESCAFÉ, namun kami yakin dapat memenangkan hati para penikmat kopi lainnya”“.ERA merupakan sebuah teknologi yang dipatenkan dan dikembangkan oleh pusat pengembangan produk Nestlé di Swiss.

3)

Nutrisi untuk anak Dalam bidang ini, adalah salah satu sumber profit terbesar perusahaan Nestle. Hampir mencapai 40% dari seluruh jenis produk yang dihasilkan, adalah susu. Untuk produksi susu sendiri, Nestle mencari lokasi di Pasuruan, Jawa Timur, Kejayan

4)

Factory. Karena petani susu terbaik dan terbesar terletak di kota tersebut. Produk susu “DANCOW” pun menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia, dibandingkan dengan produk susu lainnya. Dancow pun diproduksi dengan berbagai macam variasi, sesuai dengan permintaan pasar. Mulai dari untuk usia bayi, balita, anak-anak, remaja bahkan hingga ibu menyusui. Untuk strategi operasionalnya sendiri, mulai dari perencanaan hingga pemasarannya, Nestle menggunakan strategi line extension. Proses line extension yang terjadi pada Nestle DANCOW pertama-tama ialah melihat apakah perluasan lini tersebut sesuai dengan citra dari Nestle DANCOW itu sendiri yaitu sebagai expert dalam nutrisi khususnya dalam susu, dan sebagai partner orang tua. Langkah selanjutnya adalah melihat opportunity bagi Nestle DANCOW.Kemudian mencari tahu bagaimana rasa yang tepat untuk masyarakat Indonesia.Setelah itu harga juga harus diperhatikan agar sesuai dengan segmentasi yang ingin dituju.Langkah selanjutnya bagaimana dengan packaging produk perluasan lini tersebut.Dan yang terakhir bagaimana memasarkan produk perluasan lini tersebut agar sampai kepada segmentasi yang dituju. Nestle DANCOW melakukan strategi line extension agar dapat terus berkembang dan untuk terus memberikan apa yang konsumen inginkan. Selain agar bisnis DANCOW terus berkembang, strategi ini juga diharapkan dapat mempertahankan Nestle DANCOW sebagai market leader. Terakhir, berdasarkan hasil penelitian, Pemasaran yang dilakukan Nestle DANCOW terhadap produk lininya bermacam-macam seperti mengadakan kompetisi jingle, lalu caravan gizi DANCOW, hingga ke posyandu tergantung dengan segmentasi yang dituju oleh produk tersebut karena segmentasi dari produk-produk DANCOW berbeda-beda setiap sub-brandnya hal ini yang membuat Nestle DANCOW membedakan strategi pemasarannya ke tiap-tiap sub-brandnya. Jadi Nestle DANCOW terjun langsung ke segmen yang ingin dituju sesuai dengan sub-brandnya. Makanan Pendamping ASI Banyak jenis produk Nestle yang berupa makanan pendamping ASI, dan salah satu yang menjadi favorit konsumen Indonesia adalah nestle CERELAC.

5)

Sereal Sarapan Nestle KOKO KRUNCH adalah salah satu produk makanan nestle yang

6)

7)

8)

mendapat perhatian besar konsumen Indonesia. Produk Kuliner Bear Brand yang terkemas dalam satuan kaleng juga kini telah menjadi produk andalan nestle. Minuman Siap Minum Minuman susu kaleng Milo adalah salah satu produk minuman siap minum nestle yang juga sudah mendapat perhatian masyarakat. Selain itu terdapat juga produk susu bantal yang diproduksi siap untuk diminum. Health Care Nestle juga berinovasi dengan produk-produk untuk menjaga kesehatan maupun perawatan. Produk tersebut antara lain adalah :

Nestle juga berinovasi dengan produk-produk untuk menjaga kesehatan maupun perawatan. Produk tersebut antara lain adalah :
Nestle juga berinovasi dengan produk-produk untuk menjaga kesehatan maupun perawatan. Produk tersebut antara lain adalah :

a. Nutren Diabetes

b. Nutren Optimum

c. Nutren Fibre

d. Nutren Junior

e. Nestle Peptamen

f. Nestle peptamen Junior

Pengelolaan Kualitas Pada Nestlé, kualitas melampaui produk itu sendiri. Seluruh dunia dan seluruh merek Nestle, terlibat dalam berbagai inisiatif sosial dan lingkungan yang bersama-sama membuat perbedaan cukup.Sebenarnya, adalah bagaimana kita selalu melakukan bisnis di Nestlé dan merupakan bagian dari apa yang kita sebut menciptakan Shared Value. Bagi Nestlé, peduli tentang kesejahteraan orang lain dan lingkungan merupakan bagian integral dengan janji Nestlé untuk meningkatkan kualitas hidup melalui makanan dan minuman yang baik di mana-mana. Komitmen Nestlé untuk rasa, sehat dan dipercaya produk telah, dan akan selalu, terikat untuk menghormati kita untuk lingkungan dan orang-orang Nestlé bekerja, termasuk dengan para petani yang memasok bahan baku dan masyarakat dimana Nestlé beroperasi.

Dengan fokus pada Gizi, Air dan Pembangunan Pedesaan, Nestle bekerja untuk sumber, pembuatan dan paket produk Nestle dengan cara-cara bertanggung jawab dan

sosial-lingkungan-berkelanjutan - konsumen bahkan memberi lebih banyak alasan untuk percaya dan menikmati produk-produk Nestlé. Nutrisi: Sebagai yang terkemuka di dunia Gizi, Kesehatan dan Kebugaran Perusahaan, Nestle percaya bahwa masa depan ada dengan membantu orang makan makanan yang sehat. Apakah itu menangani kekurangan vitamin dan mineral di salah satu ujung spektrum, atau obesitas pada yang lain, nestle berkomitmen untuk membantu orang-orang di mana-mana melalui nutrisi yang baik dan pengertian. Sebagai contoh, pada tahun 2009 Nestlé:Meningkatan lebih dari 7.000 produk dengan asam baik, mengurangi garam, gula lemak trans, lemak jenuh pewarna atau buatan, atau meningkatkan gandum, sayuran atau konten kalsium. Meluncurkan Sehat Nestlé Kids Global Program - membangun nutrisi Nestle dan program kegiatan fisik mencapai 10 juta anak-anak sekolah - dengan komitmen untuk memiliki program yang tersedia di semua negara dimana Nestlé beroperasi pada akhir

2011.

Air dan lingkungan hidup: ambisi Nestlé adalah untuk menghasilkan makanan yang lezat dan bergizi dan minuman yang juga memiliki dampak lingkungan terendah. Nestlé menggunakan penilaian siklus hidup ilmiah untuk membantu menentukan dimana Nestlé dapat meningkatkan kinerja lingkungan dari produk Nestlé termasuk fase pertanian (bekerja sama dengan petani), dan konsumsi dan fase pasca-konsumsi (membantu konsumen untuk menyiapkan makanan dan membuang kemasan di lingkungan bertanggung jawab cara). Pada tahun 2009 Nestlé menginvestasikan lebih dari CHF 220 juta dalam inisiatif lingkungan termasuk tindakan untuk mengurangi penggunaan air, energi non-terbarukan dan sumber daya alam lainnya.Nestlé terus bekerja untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, menghilangkan limbah dan memperbaiki kemasan Nestlé.Tiga-perempat dari penduduk miskin dunia tinggal di daerah pedesaan. Nestlé berinvestasi lebih dari CHF 20 miliar per tahun pada bahan baku dan bekerja dengan sekitar 540.000 petani untuk membantu mereka meningkatkan kualitas hidup mereka melalui praktik pertanian diperbaiki dan kepedulian terhadap lingkungan.

Strategi Proses Nestle menggunakan strategi fokus mass customization. Strategi ini merupakan strategi pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin unik, secara cepat dan murah. Nestle telah menunjukkan bahwa penggunaan mass customiztion dapat memberikan imbalan yang besar. Lebih dari 100 jenis produk Nestle yang dihasilkan mendapatkan respon yang baik dari konsumen. Strategi ini diciptakan dengan maksud untuk lebih banyak lagi menarik perhatian konsumen. Dengan menciptakan berbagai macam jenis produk dengan jumlah yang tinggi. Alasan dasar penerapan strategi ini adalah konsumen memiliki permintaan yang tidak tetap. Selera pasar selalu berubah- ubah. Sehingga setiap perusahaan harus dapat menyesuaikan produk yang akan dihasilkan dengan selera pasar. Nestle adalah perusahaan makanan terbesar diseluruh dunia dengan ribuan macam produk dan unit bisnis di lebih dari 84 negara. Nestle menerapkan strategi manajemen kontrol sistem yang terdesentralisasi, dengan mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan di masing-masing unit bisnis sehingga keputusan-keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi di masing-masing negara. Untuk mengkoordinasikan seluruh unit bisnisnya di seluruh dunia maka dibutuhkan peranan sistem teknologi informasi yang bisa mengkoordinasikan seluruh aktivitas bisnis agar diperoleh competitive advantage. Sebelumnya Nestle telah menerapkan corporate intranet pada tahun 1997, yang bertujuan mendukung lima kegiatan bisnisnya yaitu purchasing, marketing, business intelligence, teknologi, dan manajemen sumberdaya manusia. Corporate intranet ini dikenal dengan Nestle Intranet Kit Assistant (NIKITA).NIKITA ini merupakan software yang dikembangkan oleh Nestle sendiri dan menjadi blueprint bagi pengembangan proyek intranet selanjutnya.Sistem ini digunakan lebih dari 80.000 karyawan Nestle di seluruh dunia. Email merupakan sarana interaksi yang fundamental di Nestle dan sudah menjadi budaya kerja di Nestle untuk berinteraksi antar departemen dengan hanya menggunakan email. Pemberitahuan, berita-berita penting, instruksi, dan komunikasi bisnis biasa menggunakan media email. Oleh karena itu intranet dan email merupakan kebutuhan pokok Nestle dan membuat komunikasi menjadi lebih cepat dan efisien.

Dengan makin ketatnya persaingan di industri bisnis makanan, maka Nestle membutuhkan dukungan teknologi informasi yang bisa menyatukan semua bisnis unit Nestle di seluruh dunia dan mengaplikasikan proses bisnis yang efisien dan efektif. Oleh karena itu pada tahun 2000, Nestle meluncurkan proyek GLOBE (Global Business Excellence)yang merupakan proyek terbesar Nestle selama 135 tahun berdirinya perusahaan ini. Tujuan dari proyek GLOBE adalah meningkatkan kinerja dan efisiensi bisnis Nestle di seluruh dunia.Proyek GLOBE ini merupakan sistem ERP (enterprise resource planning) yang menggunakan software SAP.Implementasi mySAP.com termasuk Workplace, SAP R/3, BW, APO, CRM, EBP dan Knowledge Warehouse. Proyek ini terbagi menjadi empat kegiatan pokok, yaitu Business Excellence, Data Standard&Data Management, Information Technology dan Global Template. Kapasitas Produksi Kapasitas adalah hasil produksi atau jumlah unit yang dapat ditahan, diterima, disimpan atau diproduksi oleh sebuah fasilitas dalam suatu periode waktu tertentu. Dalam hal ini perusahaan Nestle menerapkan bauran antara kapasitas efektif dan kapasitas desain, dimana perusahaan ini menargetkan hasil yang akan diproduksi dalam satu periode waktu tertentu dengan fasilitas yang telah diperkirakan dapat menghasilkan jumlah unit tertentu. Produk unggulan Nestle di Indonesia adalah susu bubuk (kaleng) merk Dancow.SURABAYAPT Nestle Indonesia, Kejayan, Pasuruan menjadi salah satu dari 10 pabrik susu terbesar di dunia. Pioner industri susu di Indonesiaini, baru saja mengucurkan investasi sedikitnya SFR 100 juta atau Rp 1,2 triliun. Brata Hardjosubroto Head of Public Relations PT Nestle Indonesia mengatakan, Nestle Kejayan memang baru selesai melakukan perluasan pabrik.‘’Operasional resminya dilakukan 3 Maret mendatang,’’ kata Brata kepada Malang Post, kemarin. Dari perluasan ini, Nestle diproyeksikan memiliki kapasitas produksi terpasang 1 juta liter susu per hari. Sebelumnya, Nestle yang bahan bakunya disuplai peternak susu di Jatim ini, kapasitas baru 500 ribu liter per hari. Adapun taktik yang digunakan Nestle untuk menyesuaikan kapasitas dengan permintaan pasar adlah :

a. Mengubah staf yang ada (menambah atau mengurangi jumlah karyawan)

Perusahaan raksasa makanan bernutrisi Nestle memiliki rahasia yang unik dalam rekrutmen karyawan.Sukses mereka menjaring tenaga-tenaga profesional berkualitas terletak pada strategi menjaga calon-calon karyawan potensial tetap santai dan sabar menunggu kesempatan untuk bergabung. Strategi rekrutmen Nestle adalah memastikan para kandidat yang ingin bergabung setia menunggu, hingga tahun berikutnya ketika lowongan pada berbagai posisi telah tersedia. Berbicara pada Konferensi Rekrutmen dan Retensi yang diselenggarakan oleh Chartered Institute of Personnel and Development, Inggris pekan lalu, kepala bagian rekrutmen Nestle Fionna White mengungkapkan adanya "candidate relationship management" di perusahaannya. Menurut White, strategi tersebut berhasil mengurangi biaya proses rekrutmen sehingga perusahaan bisa menghemat cukup signifikan. "Kami punya banyak kasus dimana para kandidat sabar menunggu sampai setahun, dan ketika pekerjaan untuk mereka telah tersedia, kami mengontak mereka dan mereka menerimanya," tutur dia kepada Personnel Today.

b. Menyesuaikan peralatan dan proses, meliputi pembelian mesin tambahan, atau menjual atau menyewakan peralatan yang ada Tiga tahun belakangan ini, PT Nestle Indonesia telah melakukan perluasan pabrik-pabrik maupun sistem input pada operasional fasilitas. Seperti perluasan pabrik susu di Kejayan Factory, Pasuruan akhir maret baru-baru ini, yang diharapkan dapat mencapai target produksi susu 1 juta liter per hari.

c. Memperbaiki metode untuk meningkatkan hasil produksi

d. Mendesain ulang produk untuk meningkatkan hasil produksi

2. PRICE :

Dalam menetapkan harga Nestle berorientasi pada persaingan (Buku Pemasaran Strategik, Editor Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc, hal.76). Tujuan dari penetapan harga ini agar :

a. Dapat menyaingi pesaing

Nestle akan memberlakukan harga sesuai dengan harga yang berlaku di pasar, dengan maksud agar tingkat kompetitive menjadi ketat sehingga masyarakat di tawarkan pada pilihan yang lebih menarik. Harga yang ditawarkan adalah harga yang tepat dan selalu disesuaikan dengan perkembangan harga di pasaran.

b. Persaingan bukan harga Nestle berusaha menghindari persaingan harga dengan tidak menurunkan harga produk, karena penurunan harga produk biasanya akan diikuti oleh penurunan harga dari produk pesaing. Untuk menarik nasabah Bank Muamalat menawarkan program hadiah dan cinderamata, serta pada periode menawarkan program diskon belanja penggunaan kartu ATM/debet.

c. Kepemimpinan kualitas produk Dengan tag-line “Good Food, Good Life” Nestle berusaha agar produknya dipandang dan dipersepsikan sebagai produk yang berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik.

produk yang berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik. 3. PLACE Dalam memasarkan dan melayani nasabah, perusahaan

3.

PLACE Dalam memasarkan dan melayani nasabah, perusahaan harus melakukan pertukaran antara biaya distribusi, pelayanan konsumen, dan penjualan.Dimana sebagian konsumen meyukai pelayanan yang sangat baik dengan biaya yang relatif rendah atau terjangkau (Buku Pemasaran Strategik, Editor Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc, hal

101). Nestle telah memiliki pabrik di 86 negara dan beroperasi di 197 negara diseluruh dunia.

di 86 negara dan beroperasi di 197 negara diseluruh dunia. 4. PROMOTION Salah satu strategi pemasaran

4.

PROMOTION Salah satu strategi pemasaran yang dilakukan adalah komunikasi hubungan masyarakat dan publisitas yaitu mode komunikasi untuk membangun citra perusahaan yang intensif dengan berbagai pemangku kepentingan sehingga dapat mempengaruhi secara positif cara pandang mereka terhadap perusahaan (Buku Pemasaran Strategik, Editor Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc, hal.143). Secara rutin Nestle mengagendakan kegiatan sosial melalui program CSV perusahaan mengkomunikasikan berbagai kegiatan sosial sebagai pendekatan integran dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

mengkomunikasikan berbagai kegiatan sosial sebagai pendekatan integran dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat. 13

5.

PROCESS Dengan mengoptimalkan semua fungsi dalam alur proses Supply Chain dimulai dari fungsi pengembangan produk, pemilihan supplier, penerimaan bahan baku, penyimpanan bahan baku di gudang, proses produksi dan penyimpanan barang jadi. Nestle menjamin produk-produk yang dihasilkan dan dipasarkannya adalah halal, berkualitas dan memenuhi kebutuhan konsumen akan aspek Nutrisi, Kesehatan dan Keafiatan. Dalam mengidentifikasi kebutuhan konsumen, dan kemudian menentukan segmen konsumen berdasarkan kebutuhannya. Apa yang diinginkan konsumen dari jasa yang diberikan oleh saluran distribusi ? ada enam hal yang dibutuhkan oleh konsumen dan keenam hal tersebut harus merupakan output dari jasa yang dihasilkan saluran distribusi, yaitu Jumlah produk yang dapat dibeli konsumen, waktu tunggu dan pengiriman baran, Kenyaman ruang, Keragaman produk dan Dukungan layanan (Buku Pemasaran Strategik, Editor Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc, hal.108). Nestle menjawab semua tantangan itu melalui varian produk yang ditawarkan seperti Baby foods, Bottled water, Cereals, Chocolate & confectionery, Coffee, Culinary chilled & frozen food, Dairy, Drinks, Food Service, Healthcare nutrition, Ice cream, Petcare, dan Weight management

chilled & frozen food, Dairy, Drinks, Food Service, Healthcare nutrition, Ice cream, Petcare, dan Weight management

BANGIAN 3 KEUANGAN PT NESTLE

Pengaturan sumber keuangan Nestle di atur oleh sistem informasi yang jelas, dengan menggunakan sistem informasi yang di kembangkan oleh Nestle maka data sumber keuangan Nestle di berbagai cabang Nestle yang tersebar di hampir seluruh dunia dapat terkontrol dengan baik oleh kantor pusat. Laporan keuangan Nestle di laporkan oleh setiap cabang nya dalam jangka waktu seminggu sekali, dengan di lakukan hal ini Nestle pusat dapat mengontrol dengan baik keuangan nya dan dapat menghindari terjadi nya rentang kontrol dalam memanajemen keuangan nya.

Nestle pun selalu melakukan pemantaun-pemantauan ke setiap cabang nya dengan terus melakukan pemantaun selain ingin mengontrol kinerja perusahaan nya tetapi juga agar dapat menanamkan persatuan yang kuat di tiap kantor cabang Nestle yabg tersebar di hampir bagian wilayah negara. Nestle menerapkan strategi manajemen kontrol sistem yang terdesentralisasi, denagn mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan di masing-masing unit bisnis sehingga keputusan-keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi di masing-masing negara. Untuk mengkoordinasikan seluruh unit bisnisnya di seluruh dunia maka dibutuhkan peranan sistem teknologi informasi yang bisa mengkoordinasikan seluruh aktivitas bisnis agar diperoleh competitive advantage. Memilih atau membangun strategi yang tepat bagi perusahaan pada suatu periode waktu menjadi kata kunci yang harus dilakukan oleh manajer Nestle.Strategi perusahaan disesuaikan dengan ukuran dan karakter perusahaan. Perusahaan seperti Nestle yang telah melakukan diversifikasi bisnis, pada umumnya memiliki dua tingkatan strategi: strategi unit bisnis (competitive strategy) yang menitik-beratkan pada upaya membangun keunggulan di setiap bidang usaha yang digeluti, dan strategi korporasi yang menentukan berbagai bisnis yang akan diusahakan termasuk pengelolaan keseluruhan portofolio bisnis perusahaan tersebut. Satu hal yang perlu dicermati, kompetisi terjadi pada level unit bisnis, perusahaan induk tidak terlibat langsung dalam persaingan.Strategi korporasi

berpeluang sukses jika memberi perhatian utama pada pemeliharaan keunggulan tiap tiap unit bisnis. Diversifikasi akan menambah biaya dan hambatan bagi unit bisnis yang sudah ada. Hambatan dan biaya tersembunyi (hidden costs) yang dibebankan kepada unit bisnis, secara terencana harus dapat dikurangi.Pemegang saham memiliki kesiapan untuk melakukan diversifikasi sendiri dengan memilih portofolio bisnis yang resiko dan return- nya sesuai dengan preferensi mereka. Hal ini menandakan strategi korporasi tidak dapat sukses kecuali ia dapat memberikan tambahan nilai bagi shareholders, dan industri di mana unit bisnis baru yang dibentuk memiliki struktur yang mendukung dihasilkannya return yang lebih tinggi dari biaya modal. Pertimbangan lain dalam membangun strategi korporasi adalah apakah unit bisnis baru dapat menghasilkan keunggulan bersaing dari hubungannya dengan unit-unit bisnis lain atau dengan induk perusahaan. Ada empat konsep strategi korporasi yang telah banyak diaplikasikan: portfolio management, restructuring, transferring skills, dan sharing activities. Portfolio management mendasarkan pada sejumlah asumsi vital. Diversifikasi dapat dilakukan melalui beberapa cara seperti akuisisi, merger, atau membangun unit bisnis baru (greenfield company).Melalui strategi restructuring, perusahaan Nestle mencari perusahaan yang tidak terlalu maju (undeveloped), sedang sakit, atau yang sedang menghadapi kesulitan akibat perubahan lingkungan bisnis yang tidak dapat diatasi. Perusahaan induk Nestle melakukan intervensi dengan mengubah tim manajemen, mengubah strategi bisnis, memasukkan (infused) teknologi baru, atau menjual/menutup unit-unit yang tidak efisien atau yang tidak terkait langsung dengan kompetensi inti unit bisnis terkait. Dalam transferring skills, terjadi sinergi dan proses aktif untuk mengubah strategi atau operasional unit bisnis. Proses perubahan dalam suatu unit bisnis sebagai sasaran transfer ketrampilan harus spesifik dan dapat dikenali. Hampir mirip dengan transferring skills, dalam sharing activities antar unit bisnis menggunakan beberapa sumber daya dalam value chain secara bersama.

Periode Akhir:

2015

2014

2013

2012

31/12

 

31/12

31/12

31/12

Total Pendapatan

151271.53

143328.98
143328.98

133084.08

116707.39

Pendapatan

151271.53 143328.98 133084.08 116707.39

 

Pendapatan Lainnya, Total -

-

-

-

Biaya Pendapatan, Total

83925.96

82099.05
82099.05

76298.15

66538.76

Laba Kotor

67345.57

61229.93

56785.93

50168.63

Total Biaya Operasi

117524.28

114128.76
114128.76

105251.1

90717.82

Penjualan/Umum/Administrasi Beban, Total 33598.33 32029.71 28952.95 24179.06

 

Penelitian & Pengembangan

-

-

-

-

Penyusutan / Amortisasi

-

-

-

-

Biaya (Pendapatan) Bunga - Net Operasi

-

-

-

-

Pengeluaran (Pendapatan) Tak Biasa

-

-

-

-

Biaya Operasi Lainnya, Total

-

-

-

-

Pendapatan Operasi

33747.24

29200.22
29200.22

27832.98

25989.57

Pendapatan (Biaya) Bunga, Net Non -

-4424.77

-4754.24

-1785.39

-939.4

Operasi

Untung (Rugi) Penjualan Aset

-

-
-

-

-

Lainnya, Bersih

- 24445.98
-
24445.98
 

Laba Bersih Sebelum Pajak

29322.48

26047.59

25050.17

Provisi Pajak Penghasilan

5585.7

2210.34

3789.31

3912.9

Laba Bersih Setelah Pajak

23736.78

22235.64
22235.64

22258.28

21137.28

Saham Minoritas

- -
-
-
 

Ekuitas dalam Afiliasi

-

-

-

Penyesuaian GAAP AS

- 22235.64
-
22235.64
 

Laba Bersih Sebelum Item Luar Biasa

 

23736.78

22258.28

21137.28

Total Item Luar Biasa

- 22235.64
-
22235.64
 

Laba Bersih

23736.78

22258.28

21137.28

Total Penyesuaian terhadap Laba Bersih

 

-

Pendapatan Tersedia bagi Saham Biasa

 

23736.78

22235.64

22258.28

21137.28

Tidak Termasuk Item Luar Biasa

 

Penyesuaian Dilusi

- 22235.64
-
22235.64
 

Laba Bersih Dilusi

23736.78

22258.28

21137.28

Saham Rata - Rata Tertimbang Dilusi

792.66

792.66

792.66

792.66

EPS Dilusi Tidak Termasuk Item Luar

 

29.95

28.05

28.08

26.67

Biasa

 

Dividen per Saham - Terbitan Primer

 

29

27.5

25.5

20

Saham Biasa

EPS Dilusi Dinormalisasi

30.05

28.5
28.5

28.1

26.97

BAGIAN 4

MANAJEMEN OPERASI

(PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PT NESTLE)

Nestlé merupakan produsen makanan terkemuka di dunia yang memasok lebih dari 10 juta produk makanan kepasaran setiap tahunnya. “Good Food, Good Lifemerupakan slogan Nestlé yang menggambarkan komitmen Nestlé sebagai produsen makanan yang peduli akan kesehatan umat manusia dengan menghasilkan makanan yang sehat, bermutu, aman, berkualitas, bergizi, dan menyenangkan untuk dikonsumsi demi mewujudkan kehidupan yang lebihbaik. PT Nestlé Indonesia sebagai salah satu produsen pangan terkemuka memberikan perhatian yang sangat serius terhadap masalah keamanan pangan dan produk yang dihasilkan.Nestlé sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak akhir abad ke-19 lewat produk “Tjap Nona” (Cap Nona) yang sempat dikenal dengan nama “Milk Maid”. Pada tahun 1910 pemasaran produk Nestlé dilakukan oleh cabang Nestlé di Singapura. Produk-produk Nestlé begitu mendominasi pasaran susu kental manis di Indonesia sehingga para konsumen mengidentifikasi semua jenis susu sebagai “Tjap Nona”. Strategi operasi merupakan rencana suatu organisasi untuk mencapai misi dan tujuannya. Strategi memanfaatkan peluang dan kekuatan, menetralkan ancaman, serta menghindari kelemahan. Strategi dibuat untuk mencapai misi perusahaan. Strategi operasi berhubungan dengan pengembangan dari perencanaan jangka panjang untuk menentukan bagaimana penggunaan yang baik dari sumber daya. Strategi operasi dan keputusan harus diisi secara kebutuhan dari bisnis dan harus menambah keunggulan bersaing bagi perusahaan. Perusahaan mencapai misi mereka melalui tiga cara yaitu diferensiasi, biaya rendah, dan respon yang cepat. Tiga cara tersebut dapat disebut sebagai konsep strategis. Satu atau kombinasi dari ketiga konsep strategis tersebut dapat menghasilkan sebuah sistem yang mempunyai kelebihan yang unik atas pesaingnya. Setiap strategi ini jelas berbeda. Setiap strategi masing masing memberikan peluang bagi para manager operasi untuk meraih keunggulan bersaing. Perusahaan nestle menggunakan strategi diferensiasi

produk sehingga setiap produk yang dihasilkan oleh perusahaan memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing dengan perusahaan pangan lainnya. Konsep strategis dapat tercapai ketika manager operasi membuat keputusan

efektif dalam sepuluh

keputusan operasi (operations decisions). Berikut adalah sepuluh keputusan manajemen

operasi

perusahaan.

yang mendukung misi dan menerapkan strategi

wilayah manajemen operasi. Keputusan ini dikenal sebagai

pada

perusahaan

Nestlé

a) Perencanaan barang dan jasa

1. Mengembangkan inovasi untuk pemenuhan selera konsumen dan kebutuhan konsumen

2. Memiliki pabrik yang besar dan mengutamakan keamanan pangan, ketaatan terhadap peraturan, dan komitmen manajemen terhadap keamanan produk yang dihasilkan

3. Produksi disesuaikan dengan tingkat permintaan dari pasar.

b) Kualitas

1. Produk dari perusahaan Nestlé tidak pernah mengabaikan faktor keamanan

pangan

2. Menerapkan prinsip zero waste dan zero defect

3. Menggunakan bahan baku yang terstandar mutu dan kualitas

4. Berkomitmen secara terus menerus untuk meningkatkan standar kualitas produk.

c) Perancangan proses dan kapasitas

1. Menggunakan strategi Focus Mass Customization sehingga pembuatan produk mampu memenuhi keinginan pelanggan secara cepat dan menekan biaya produksi.

2. Mengaplikasikan Néstle Nutritional Profiling System untuk memastikan produk memberikan nilai gizi yang baik untuk konsumen.

3. Memiliki ribuan macam jenis produk dan unit bisnis

4. Menghasilkan produk yang berkualitas dengan dampak rendah ke lingkungan

5. Perbaikan kemasan dan desain produk secara berkala.

d)

Pemilihan lokasi

1. Lokasi perusahaan yang strategis: dekat dengan sumber bahan bakudari

komoditi terbaik dan terletak dikawasan industri

2. Akses perusahaan terjangkau oleh setiap pemangku kepentingan

3. Setiap lokasi perusahaan dilengkapi dengan manajemen kontrol sistem yang terdesentralisasi dengan mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan di masing masing unit bisnis sehingga keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi di masing masing negara.

e) Perancangan tata letak Tata letak mendukung otomatisasi produksi yang berfokus pada produk.

f) Sumber daya manusia dan rancangan pekerjaan

1. Mempekerjakan tenaga tenaga profesional berkualitas

2. Selalu berusaha menciptakan loyalitas pekerja

3. Bekerja sama dengan petani disekitar lokasi perusahaan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup melalui perbaikan praktik pertanian dan kepedulian terhadap lingkungan

4. Menerapkan sistem ERP dan NIKITA (Néstle Intranet Kit Assistant) sehingga terjadi penyebaran informasi antar bagian di seluruh perusahaan Néstle didunia merata.

g) Manajemen rantai pasokan

Setiap perusahaan Néstle berlokasi didekat sumber komoditas yang terbaik sehingga pasokan bahan baku dapat terjaga kualitasnya, menekan biaya distribusi, dan mempunyai hubungan jangka panjang dengan pemasok bahan baku.

h) Persediaan

1. Néstle memproduksi berbagai macam jenis produk dengan jumlah yang tinggi

2. Menjaga persediaan barang untuk memastikan permintaan konsumen yang tidak tetap dan perubahan selera pasar.

i) Penjadwalan

1. Setiap aktivitas produksi produk selalu terjadwal dan terdapat perencanaan kebutuhan material atau bahan baku produksi

2.

Setiap aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan terjadwal dalam jadwal jangka pendek perusahaan, jadwal jangka menengah dan jadwal jangka panjang.

j)

Pemeliharaan

1. Karyawan sangat terlatih untuk memenuhi permintaan yang tidak pasti

2. Penyesuaian peralatan seperti pembelian mesin tambahan, menjual dan menyewakan peralatan yang ada

3. Perluasan pabrik

4. Evaluasi produktivitas mesin dan pekerja.

BAGIAN 5 Sumber Daya Manusia PT NESTLE

Nestle tentunya membutuhkan sumber daya dalam bentuk antara lain SDM, infrastruktur hingga know-how (pengetahuan). Manajemen bertanggung jawab dalam menyediakan sumber daya ini, sehingga mereka membentuk tim logistic tersendiri untuk memberi dukungan cukup pada tim yang mengimplementasikan pada Nestle. Tim logistic umumnya dipimpin oleh manajemen puncak yang berperan sebagai mediator antara manajemen puncak dan tim. Ia juga dipercaya dan bertanggung jawab dalam menyediakan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam waktu yang tepat, saat yang tepat dan kuantitas yang tepat pula.sehingga kinerja perusahaan dapat terjalin dengan baik pula. Manajemen puncak juga membantu dalam mengumpulkan dukungan yang dibutuhkan dan kerjasama dari karyawan, yang terkadang bersikap negative terhadap Perusahaan. Manajemen puncak Nestle biasanya adalah mereka yang terdiri dari orang yang berpengalaman dan memahami seluk beluk bisnis tersebut, mengerti apa yang bekerja dan tidak, dan bisa menangani ketidakpuasan karyawan. Oleh karena itu, mereka sudah terbiasa dalam menangani isu-isu yang menjadi hambatan bagi implementasi Nestle.

PT Nestle sendiri selalu melakukan open recruitment yang berbeda di setiap cabang-cabang nya, perusahaan memprioritaskan orang-orang asli yang tinggal di negara tersebut hal ini agar mendapatkan sumber daya manusia yang cocok dengan budaya perusahaan yang berlaku di negara tersebut.Tetapi perusahaan juga selalu mendatangkan tenaga ahli yang berasal dari negara yang berbeda hal ini di sebabkan karena sumber daya manusia tiap negara memiliki perbedaan. Suasana kerja yang menyenangkan menjadi kunci utama nestlé untuk menarik karyawan yang kompeten yang baru karena kebutuhan bisnis yang berkembang dan juga untuk mempertahankan karyawannya.hal ini tampak dari jumlah karyawan yang masuk relatif lebih banyak daripada yang keluar. Perusahaan secara teratur mengawasi jumlah perputaran karyawan setiap bulannya.

Setiap tahun nestlé selalu mengadakan evaluasi kinerja dan pengembangan karir bagi seluruh karyawannya (100%). hasil evaluasi ini akan menjadi dasar bagi Manajemen untuk meninjau kembali posisi jabatan setiap karyawan dan menilai kinerja selama tahun tersebut. Setiap karyawan baru nestlé selalu mendapat orientasi program, termasuk di dalamnya adalah nCBP yang memuat adanya peraturan anti korupsi. Menghormati Hak Asasi Manusia nestlé sepenuhnya mendukung prinsip-prinsip global Compact Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai hak asasi manusia dan ketenagakerjaan yang kami rangkum dalam prinsip bisnis kami yaitu The Nestlé Corporate Business Principles (NCBP).untuk memastikan bahwa setiap karyawan nestlé bekerja sesuai dengan nCBP, maka sosialisasi nCBP dilakukan melalui jaringan intranet dan melalui pelatihan karyawan baru. Jaringan intranet ini tersedia bagi semua karyawan sehingga setiap saat mereka dapat mengaksesnya.nestlé mengikuti Peraturan Pemerintah tentang Ketenagakerjaan mengenai batas usia minimum pekerja, yakni tidak kurang dari 18 tahun. Oleh karena itu, tidak ada pekerja anak di lingkungan kerja nestlé.demikian pula, kami tidak pernah memaksa karyawan untuk bekerja lebih dari waktu kerja yang telah ditentukan. hal ini juga tercantum dalam nCBP sebagai bagian dari penghormatan kami terhadap hak asasi manusia. Oleh karenanya, selama tahun 2010, keadaan kami stabil dan tidak terdapat waktu kerja yang hilang akibat adanya pemogokan atau kericuhan tertentu, baik yang terjadi dikalangan internal maupun eksternal.

yang hilang akibat adanya pemogokan atau kericuhan tertentu, baik yang terjadi dikalangan internal maupun eksternal. 23
24