Anda di halaman 1dari 36

Sahabat

Edukasi

yang

berbahagia...

Penilaian kinerja kepala sekolah dilaksanakan berdasarkan tupoksinya. Tupoksi kepala sekolah juga
harus mengacu pada Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan sekolah,
meliputi (1) perencanaan program, (2) pelaksanaan rencana kerja, (3) pengawasan dan evaluasi, (4)
kepemimpinan sekolah, (5) sistem informasi sekolah.
Berdasarkan Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala
Sekolah/Madrasah, Pasal 12 ayat (4) menyatakan bahwa penilaian kinerja kepala sekolah meliputi:
a. Usaha pengembangan sekolah/madrasah yang dilakukan selama menjabat kepala sekolah/madrasah;
b. Peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan selama
di bawah kepemimpinan yang bersangkutan; dan
c. Usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah.

Berikut Tupoksi Kepala Sekolah selengkapnya :


A. Perencanaan Program
1.
2.
3.
4.
5.

Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan visi sekolah.


Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan misi sekolah.
Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan tujuan sekolah.
Membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
Membuat perencanaan program induksi.
B. Pelaksanaan Rencana Kerja

1. Menyusun pedoman kerja;


2. Menyusun struktur organisasi sekolah;
3. Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan sekolah per semester dan Tahunan;
4. Menyusun pengelolaan kesiswaan yang meliputi: a. melaksanakan penerimaan peserta didik baru; b.
memberikan layanan konseling kepada peserta didik; c. melaksanakan kegiatan ekstra dan
kokurikuler untuk para peserta didik; d. melakukan pembinaan prestasi unggulan; e. melakukan
pelacakan terhadap alumni;
5. Menyusun KTSP, kalender pendidikan, dan kegiatan pembelajaran;
6. Mengelola pendidik dan tenaga kependidikan;
7. Mengelola sarana dan prasarana;
8. Membimbing guru pemula;
9. Mengelola keuangan dan pembiayaan;
10. Mengelola budaya dan lingkungan sekolah;

11. Memberdayakan peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah;


12. Melaksanakan program induksi.
C. Supervisi dan Evaluasi
1.
2.
3.
4.
5.

Melaksanakan program supervisi.


Melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
Melaksanakan evaluasi dan pengembangan KTSP
Mengevaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
Menyiapkan kelengkapan akreditasi sekolah.
D. Kepemimpinan Sekolah
Kepala sekolah melaksanakan tugas kepemimpinan sebagai berikut :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.

Menjabarkan visi ke dalam misi target mutu;


Merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai;
Menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan sekolah/madrasah;
Membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu;
Bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah;
Melibatkan guru, komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah/madrasah. Dalam hal
sekolah/madrasah swasta, pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara
sekolah/madrasah;
Berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat;
Menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan
sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik;
Menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik;
Bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum;
Melaksanakan dan merumuskan program supervisi, serta memanfaatkan hasil supervisi untuk
meningkatkan kinerja sekolah/madrasah;
Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan
kepercayaan yang diberikan kepadanya;
Memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran yang
dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah;
Membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program
pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru
dan tenaga kependidikan;
Menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk
menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif;
Menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite sekolah/madrasah
menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya
masyarakat;
Memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab;
Mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan
bidangnya;
Merencanakan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) di sekolah/madrasah;
Menyiapkan buku pendoman pelaksanaan program induksi di sekolah dan dokumen terkait seperti
KTSP, silabus, peraturan dan tata tertib sekolah baik bagi guru maupun bagi siswa, prosedurprosedur P3K, prosedur keamanan sekolah;
Melakukan analisis kebutuhan guru pemula;
Menunjuk pembimbing dari guru yang dianggap layak (profesional)
Membuat surat keputusan pengangkatan guru menjadi pembimbing bagi guru pemula;
Menjadi pembimbing, jika pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak terdapat guru yang
memenuhi kriteria sebagai pembimbing;
Mengajukan pembimbing dari satuan pendidikan lain kepada dinas pendidikan terkait jika tidak
memiliki pembimbing dan kepala sekolah/madrasah tidak dapat menjadi pembimbing;
Memantau secara reguler proses pembimbingan dan perkembangan guru pemula;
Memantau kinerja guru pembimbing dalam melakukan pembimbingan;

28. Melakukan observasi kegiatan mengajar yang dilakukan guru pemula dan memberikan masukan
untuk perbaikan;
29. Memberi penilaian kinerja kepada guru pemula;
30. Menyusun laporan hasil penilaian kinerja untuk disampaikan kepada kepala dinas pendidikan dengan
mempertimbangkan masukan dan saran dari pembimbing, pengawas sekolah/ madrasah, dan
memberikan salinan laporan tersebut kepada guru pemula;
31. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan
kepercayaan yang diberikan kepadanya;
32. Memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran yang
dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah;
33. Membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program
pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru
dan tenaga kependidikan;
34. Menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk
menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif;
35. Menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite sekolah/madrasah
menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya
masyarakat;
36. Memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab;
37. Mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan
bidangnya.
E. Sistem Informasi Sekolah
Kepala sekolah, dalam sistem informasi sekolah perlu:
1. Menciptakan atmosfer akademik yang kondusif dengan membangun budaya sekolah untuk
menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa, rasa tanggung jawab bagi guru dan karyawan,
menimbulkan rasa nyaman dalam bekerja dan belajar, menumbuhkan kesadaran tentang arti penting
kemajuan, dan menumbuhkan kedisiplinan tinggi;
2. Melakukan penataan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi warga sekolah berbasis kinerja;
3. Menjalinan kerjasama dengan pihak lain;
4. Didukung oleh penerapan tik dalam manajemen sekolah;
5. Didukung oleh kepemimpinan/manajerial yang kuat, dan memiliki tingkat sustainabilitas tinggi;
6. Penguatan eksistensi lembaga dengan melakukan sosialisasi kepada semua pihak untuk memberikan
informasi dan pemahaman yang sama sehingga sekolah/madrasah memperoleh dukungan secara
maksimal;
7. Penguatan manajemen sekolah dengan melakukan restrukturisasi dan reorganisasi intern sekolah
apabila dipandang perlu (tanpa mengubah atau bertentangan dengan peraturan yang ada) sebagai
bentuk pengembangan dan pemberdayaan potensi sekolah;
8. Melakukan penguatan kerjasama dengan membangun jaringan yang lebih luas dengan berbagai
pihak baik di dalam maupun di luar negeri, yang dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman
(MoU);
9. Meminimalkan masalah yang timbul di sekolah melalui penguatan rasa kekeluargaan dan
kebersamaan untuk memajukan sekolah;
10. Melakukan penguatan input sekolah dengan melengkapi berbagai fasilitas (perangkat keras dan lunak)
manajemen sekolah, agar implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis TIK lebih efektif.
Demikian Tupoksi Kepala Sekolah admin share dari Buku Kerja Kepala Sekolah, semoga bermanfaat
dan terimakasih atas kunjungannya Salam Edukasi!

Sedangkan jabatan Kepala Sekolah yang diemban mempunyai tugas dan pokok fungsi
sebagai berikut:
1. Perencanaan Program
1. Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan visi sekolah.
2. Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan misi sekolah.
3. Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan tujuan sekolah.
4. Membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran
Sekolah (RKAS).
5. Membuat perencanaan program induksi.
1. Pelaksanaan Rencana Kerja
1. Menyusun pedoman kerja;
2. Menyusun struktur organisasi sekolah;
3. Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan sekolah per semester dan Tahunan;
4.

Menyusun pengelolaan kesiswaan yang meliputi: a. melaksanakan penerimaan


peserta didik baru; b. memberikan layanan konseling kepada peserta didik; c.
melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik; d. melakukan
pembinaan prestasi unggulan; e. melakukan pelacakan terhadap alumni;

5. Menyusun KTSP, kalender pendidikan, dan kegiatan pembelajaran;


6. Mengelola pendidik dan tenaga kependidikan;
7. Mengelola sarana dan prasarana;
8. Membimbing guru pemula;
9. Mengelola keuangan dan pembiayaan;
10. Mengelola budaya dan lingkungan sekolah;
11. Memberdayakan peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah;
12. Melaksanakan program induksi.
1. Supervisi dan Evaluasi
1. Melaksanakan program supervisi.

2. Melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS)


3. Melaksanakan evaluasi dan pengembangan KTSP
4. Mengevaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
5. Menyiapkan kelengkapan akreditasi sekolah.
1. Kepemimpinan Sekolah
Kepala sekolah melaksanakan tugas kepemimpinan sebagai berikut :
1. Menjabarkan visi ke dalam misi target mutu;
2. Merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai;
3. Menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan sekolah/madrasah;
4. Membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan
peningkatan mutu;
5. Bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah;
6. Melibatkan guru, komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting
sekolah/madrasah. Dalam hal sekolah/madrasah swasta, pengambilan keputusan
tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah/madrasah;
7. Berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan
masyarakat;
8. Menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan
menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas
pelanggaran peraturan dan kode etik;
9. Menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik;
10. Bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum;
11. Melaksanakan dan merumuskan program supervisi, serta memanfaatkan hasil
supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah;
12. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai
dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya;
13. Memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran
yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah;
14. Membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan
program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan
pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan;

15. Menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah


untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif;
16. Menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite
sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam,
dan memobilisasi sumber daya masyarakat;
17. Memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab;
18. Mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai
dengan bidangnya;
19. Merencanakan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) di
sekolah/madrasah;
20. Menyiapkan buku pendoman pelaksanaan program induksi di sekolah dan dokumen
terkait seperti KTSP, silabus, peraturan dan tata tertib sekolah baik bagi guru maupun
bagi siswa, prosedur-prosedur P3K, prosedur keamanan sekolah;
21. Melakukan analisis kebutuhan guru pemula;
22. Menunjuk pembimbing dari guru yang dianggap layak (profesional)
23. Membuat surat keputusan pengangkatan guru menjadi pembimbing bagi guru pemula;
24. Menjadi pembimbing, jika pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak terdapat
guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing;
25. Mengajukan pembimbing dari satuan pendidikan lain kepada dinas pendidikan terkait
jika tidak memiliki pembimbing dan kepala sekolah/madrasah tidak dapat menjadi
pembimbing;
26. Memantau secara reguler proses pembimbingan dan perkembangan guru pemula;
27. Memantau kinerja guru pembimbing dalam melakukan pembimbingan;
28. Melakukan observasi kegiatan mengajar yang dilakukan guru pemula dan
memberikan masukan untuk perbaikan;
29. Memberi penilaian kinerja kepada guru pemula;
30. Menyusun laporan hasil penilaian kinerja untuk disampaikan kepada kepala dinas
pendidikan dengan mempertimbangkan masukan dan saran dari pembimbing,
pengawas sekolah/ madrasah, dan memberikan salinan laporan tersebut kepada guru
pemula;
31. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai
dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya;

32. Memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran


yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah;
33. Membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan
program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan
pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan;
34. Menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah
untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif;
35. Menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite
sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam,
dan memobilisasi sumber daya masyarakat;
36. Memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab;
37. Mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai
dengan bidangnya.
1. Sistem Informasi Sekolah
Kepala sekolah, dalam sistem informasi sekolah perlu:
1. Menciptakan atmosfer akademik yang kondusif dengan membangun budaya sekolah
untuk menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa, rasa tanggung jawab bagi
guru dan karyawan, menimbulkan rasa nyaman dalam bekerja dan belajar,
menumbuhkan kesadaran tentang arti penting kemajuan, dan menumbuhkan
kedisiplinan tinggi;
2. Melakukan penataan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi warga sekolah
berbasis kinerja;
3. Menjalinan kerjasama dengan pihak lain;
4. Didukung oleh penerapan tik dalam manajemen sekolah;
5. Didukung oleh kepemimpinan/manajerial yang kuat, dan memiliki tingkat
sustainabilitas tinggi;
6. Penguatan eksistensi lembaga dengan melakukan sosialisasi kepada semua pihak
untuk memberikan informasi dan pemahaman yang sama sehingga sekolah/madrasah
memperoleh dukungan secara maksimal;
7. Penguatan manajemen sekolah dengan melakukan restrukturisasi dan reorganisasi
intern sekolah apabila dipandang perlu (tanpa mengubah atau bertentangan dengan
peraturan yang ada) sebagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan potensi
sekolah;

8. Melakukan penguatan kerjasama dengan membangun jaringan yang lebih luas dengan
berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri, yang dibuktikan dengan adanya
nota kesepahaman (MoU);
9. Meminimalkan masalah yang timbul di sekolah melalui penguatan rasa kekeluargaan
dan kebersamaan untuk memajukan sekolah;
10. Melakukan penguatan input sekolah dengan melengkapi berbagai fasilitas (perangkat
keras dan lunak) manajemen sekolah, agar implementasi Sistem Informasi
Manajemen (SIM) berbasis TIK lebih efektif.

Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Guru


13.52.00 Amin Mungamar 1 blogger-facebook
Guru sebagai sosok teladan, sosok yang di gugu dan ditiru sudah sewajarnya jika selalu ingat
akan tupoksi atau tugas pokok dan fungsi sebagai seorang guru, dengan demikian ketika
seorang guru senantiasa memperhatikan, mengingat dan menjalankan apa yang menjadi
tupoksinya maka ia berhak menyandang gelar guru profesional.

Berikut tupoksi atau tugas pokok dan fungsi seorang


guru:
1. Membuat program pengajaran (Silabus, RPP, prota, promes)
2. Menganalisa materi pelajaran
3. Membuat lembar kerja siswa ( LKS )
4. Membuat program harian/jurnal belajar
5. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
6. Melaksanakan kegiatan penilaian baik itu ulangan harian,tengah semester atau akhir
semester
7. Melaksanakan analisis ulangan, program remedial, pengayaan

8. Mengisi daftar nilai siswa, mengisi raport


9. Melaksanakan bimbingan kelas/konseling
10. Melaksanakan kegiatan bimbingan guru/tutor sebaya apabila telah mengikuti
pelatihan
11. Membuat alat bantu mengajar/alat peraga
12. Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum
13. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah ( PKS, wali kelas dll )
14. Membuat catatan tentang kemajuan peserta didik
15. Meneliti daftar hadir siswa sebelum proses pembelajaran berlangsung
16. Mengatur kebersihan ruang kelas dan sekitarnya
17. Menumbuhkembangkan sikap menghargai seni
18. Mengikuti kegiatan kurikulum
19. Mengadakan penelitian tindakan kelas
20. Mengumpulkan angka kredit dan menghitungnya untuk kenaikan pangkat

Wakil kepala sekolah

Secara umum Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Wakil Kepala Sekolah adalah membantu
Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Menyusun perencanaan, membuat program kegiatan dan pelaksanaan program
2. Pengorganisasian
3. Pengarahan
4. Ketenagaan
5. Pengkoordinasian
6. Pengawasan
7. Penilaian
8. Identifikasi dan pengumpulan data
9. Penyusunan laporan
Wakil Kepala Sekolah bertugas membantu Kepala Sekolah dalam urusan-urusan sebagai
berikut: Kurikulum, Kesiswaan, Sarana Prasarana, dan Humas.
Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum :

1. Menyusun program pengajaran (Program Tahunan dan Semester)


2. Menyusun Kalender Pendidikan
3. Menyusun SK pembagian tugas mengajar guru dan tugas tambahan lainnya
4. Menyusun jadwal pelajaran
5. Menyusun Program dan jadwal Pelaksanaan Ujian Akhir Semester/ Kenaikan Kelas,
Ujian Sekolah dan Ujian Nasional
6. Menyusun kriteria dan persyaratan siswa untuk naik kelas/tidak, dan lulus/ tidak lulus
siswa yang mengikuti ujian
7. Menyusun jadwal penerimaan buku Rapor dan penerimaan STTB/ Ijasah dan SKHUN
8. Menyediakan jurnal kelas, jurnal piket, perangkat guru (yang berisi: absensi siswa dan
daftar nilai )
9. Penyusunan program PBM dan Analisis Standar Isi dan Analisis Standar Prose
10. Mengatasi hambatan terhadap PBM dan Bimbingan Belajar
11. Mengkoordinasikan pelaksanaan PBM
12. Mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan RPP
13. Menyusun laporan pelaksanaan PBM secara berkala
Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan :
1. Menyusun program pembinaan kesiswaan/ OSIS
2. Menegakkan Tata Tertib Sekolah
3. Berkoordinasi dengan guru BP/ BK,dan Wali Kelas untuk menangani siswa karena
sesuatu dan lain hal (ketidak hadiran ), pelanggaran tata tertib sekolah, dan siswa yang
memiliki kasus.
4. Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan siswa/ OSIS dalam
rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah.
5. Membina dan melaksanakan koordinasi Kebersihan, Kerindangan, Keindahan,
Kesehatan, dan Kekeluargaan ( 5 K )
6. Memberi pengarahan dan penilaian dalam pemilihan pengurus OSIS
7. Melakukan pembinaan pengurus OSIS dalam berorganisasi
8. Bekerjasama dengan para koordinator/ pelatih kegiatan ekstrakurikuler dalam
menyusun Program dan jadwal kegiatan secara berkala dan insidentil.
9. Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan Masa Orientasi Sisa Baru (MOS )
10. Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah.
11. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala
12. Melaksanakan pemilihan siswa penerima beasiswa
Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas :
1. Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan orangtua/ wali siswa
2. Membina hubungan antar sekolah dengan komite sekolah
3. Membina pengembangan hubungan antar sekolah dengan lembaga pemerintah, dunia
usaha dan lembaga-lembaga sosial lainnya
4. Memberi/ berkonsultasi dengan dunia usaha.
5. Menyusun laporan pelaksanaan hubungan masyarakat secara berkala
6. Melaksanakan tugas-tugas ke luar lembaga
7. Menjalin hubungan ke luar lembaga sesuai fungsi dan kebutuhan
8. Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana :
9. Menginventarisasi barang
10. Pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan penunjang KBM
11. Pendayagunaan sarana prasarana ( termasuk kartu-kartu pelaksanaan pendidikan )
12. Pemeliharaan sarana dan prasaran pendidikan ; pengamanan, penghapusan,dan

pengembangan
13. Pengelolaan alat-alat penunjang pembelajaran

TUGAS POKOK DAN FUNGSI TATA USAHA SEKOLAH/MADRASAH


URUSAN TATA USAHA SEKOLAH ADALAH BAGIAN DARI UNIT PELAKSANA
TEKNIS PENYELENGGARA SISTEM ADMINISTRASI DAN INFORMASI
PENDIDIKAN DI SEKOLAH/MADRASAH
(PERMENDIKNAS 24/2008)
FUNGSI KEPALA TATA USAHA :
1. PERENCANA ADMINISTRASI PROGRAM DAN ANGGARAN
2. KOORDINATOR ADMINISTRASI KETATAUSAHAAN
3. PENGELOLA ADMINISTRASI PROGRAM

4. PENYUSUN LAPORAN PROGRAM DAN ANGGARAN


5. PEMBINA STAF
TUGAS TATA USAHA
( TENAGA ADMINISTRASI ) SEKOLAH/MADRASAH
MELAKSANAKAN :
1. ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN
2. ADMINISTRASI KEUANGAN
3. ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA
4. ADMINISTRASI KEHUMASAN
5. ADMINISTRASI PERSURATAN DAN KEARSIPAN
6. ADMINISTRASI KESISWAAN
7. ADMINISTRASI LAYANAN KHUSUS
8. TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
DIKDASMEN 260-261/1996
1. ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN :
MELAKSANAKAN PROSEDUR DAN MEKANISME KEPEGAWAIAN
MERENCANAKAN KEBUTUHAN PEGAWAI
MENILAI DAN MEMBINA STAF
RINCIAN TUGAS :
MENGISI BUKU INDUK PEGAWAI
MENYUSUN DAFTAR URUT KEPANGKATAN
MENERBITKAN SURAT TUGAS/KEPUTUSAN
MENYUSUN DATA DAN STATISTIK KEPEGAWAIAN
MENYUSUN ARSIP DAN FILE PEGAWAI
MENGELOLA DAFTAR HADIR PEGAWAI, DLL
2. ADMINISTRASI KEUANGAN :
MELAKSANAKAN ADMINISTRASI KEUANGAN SEKOLAH,
MELIPUTI KEUANGAN RUTIN/DANA KOMITE SEKOLAH
/BANTUAN, DLL.
(DALAM PELAKSANAANYA DILAKSANAKAN OLEH

PERANGKAT BENDAHARA YANG BERTANGGUNG


JAWAB KEPADA KEPALA TATA USAHA
RINCIAN TUGAS :
MENYIMPAN DOKUMEN, REKENING GIRO/BANK
MENERIMA DAN MELAKUKAN PEMBAYARAN
MENYIMPAN ARSIP/DOKUMEN DAN SPJ KEUANGAN
MEMBUAT LAPORAN PENGGUNAAN KEUANGAN
MEMBUAT LAPORAN POSISI ANGGARAN (DAYA SERAP )
MENCATAT KEUANGAN BERDASARKAN SUMBER KEUANGANYA PADA BUKU
KAS UMUM, PEMBANTU DAN TABELARIS, DLL
3. ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA
MERENCANAKAN KEBUTUHAN DAN MENGELOLA SARANA
RINCIAN TUGAS :
1. MENYUSUN DAFTAR KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA
2. MENCATAT DAN MENGINVENTARISIR SARANA
3. MENYIMPAN DOKUMEN KEPEMILIKAN
4. MEMBUAT DAFTAR INVENTARISASI RUANG, DLL
4. ADMINISTRASI KEHUMASAN
MELAKSANAKAN HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT
RINCIAN TUGAS :
MEMBANTU PROSES KEGIATAN KOMITE
MENJALIN KERJA SAMA DENGAN PEMERINTAH DAN LEMBAGA MASYARAKAT
SERTA KETERLIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN (STAKEHOLDERS)
MENCATAT DAN MENDOKUMENTASIKAN PROSES KEGIATAN KEHUMASAN
MEMPROMOSIKAN SEKOLAH/MADARSAH DAN MENGKOORDINASIKAN
PENELUSURAN TAMATAN
5. ADMINISTRASI PERSURATAN DAN KEARSIPAN

MELAKSANAKAN TUGAS KESEKRETARIATAN DIBIDANG TATA PERSURATAN


DAN KEARSIPAN
RINCIAN TUGAS :
1. MENGELOLA SURAT MASUK DAN KELUAR

2. MENGGANDAKAN SURAT/TIKREY
3. MENGELOLA BUKU EKSPEDISI PERSURATAN
4. MEMELIHARA DAN MENATA KEARSIPAN DAN DOKUMEN , DLL
6. ADMINISTRASI KESISWAAN
MELAKSANAKAN PROSES ADMINISTRASI KESISWAAN
RINCIAN TUGAS :
1. MEMBUAT DAFTAR NOMOR INDUK SISWA
2. MENYUSUN DAFTAR KEADAAN SISWA
3. MEMBUAT USULAN PESERTA UJIAN
4. MENGINVENTARISIR DAFTAR LULUSAN
5. MENYIMPAN DAFTAR KUMPULAN NILAI (LEGER)
6. MENGINVENTARISIR PENDAFTARAN SISWA BARU
7. MENGISI PAPAN DATA KEADAAN SISWA,DLL
7. ADMINISTRASI LAYANAN KHUSUS
MELAKSANAKAN FUNGSI KOORDINATOR LAYANAN KHUSUS
RINCIAN TUGAS :
KOORDINATOR PETUGAS LAYANAN KHUSUS ; PENJAGA, TUKAN KEBUN,
PETUGAS KEBERSIHAN, PESURUH, DAN PENGEMUDI
MEMBANTU PROGRAM LAYANAN KHUSUS ; UKS, BIMBINGAN KONSELING,
LABORATORIUM/BENGKEL DAN PERPUSTAKAAN, DLL
8. TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
KOORDINATOR LAYANAN DATA DAN INFORMASI
RINCIAN TUGAS :
MENGAKSES DAN MENGELOLA DATA
MENDOKUMENTASIKAN ADMINISTRASI
MENGINFORMASIKAN SERTA MEMPROMOSIKAN
Hmmm bisa kita bayangkan begitu banyak jobdesk Tata Usaha meskipun begitu tidak sedikit
sekolah yang hanya memiliki 2 staf TU dengan semua pekerjaannya... namun tidak sesuai
dengan honor yang diterima. namun tidak semua sekolah yang rela dan benar"
mengalokasikan Dana Operasional yang diberikan pemerintah untuk kemajuan Tata usaha
sekolahnya.

209 Suka182 Komentar95 Kali Dibagikan

6. Tugas Pokok Penjaga Sekolah, Pesuruh, dan Cleaning


Service
J. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PENJAGA SEKOLAH
a. Melaksanakan tugas pengamanan Sekolah
b. Menonitor lingkungan Sekolah sebanyak 3 (tiga) kali :
1. Setelah bel masuk dibunyikan, petugas berkeliling Sekolah untuk memastikan bahwa
seluruh peserta didik sudah masuk kelas
2. Setelah bel istirahat berakhir, petugas berkeliling Sekolah untuk memastikan bahwa
seluruh peserta didik sudah masuk kelas
3. Setelah bel pulang, petugas berkeliling Sekolah untuk terakhir kali Untuk memastikan
bahwa kondisi lingkunan Sekolah aman
c. Mengawasi dan menjaga keamanan lahan parkir Sekolah
d. Memelihara dan menjaga barang-barang milik Sekolah
e. Bekerjama dengan dinas terkait apabila ada masalah keamanan yang tidak dapat dilakukan
secara internal atau sudah terjadi perbuatan melanggar hukum
K. TUGAS POKOK DAN FUNGSI PESURUH SEKOLAH
a. Melaksanakan tugas kebersihan
b. Menyediakan makan/minum untuk Kepala sekolah dan Tamu Sekolah
c. Meminta dan menerima tugas dari kepala sekolah
d. Membantu menyediakan kebutuhan barang-barang yang diperlukan Kepala sekolah
e. Melakukan tugas belanja makan/minum, foto copy, mengantar surat dan tugas sejenis
lainnya
f. Mengecek ketersedian air minum, teh, gula dan kopi setiap hari.
g. Memelihara dan menjaga barang-barang milik Sekolah
L. TUGAS DAN FUNGSI CLEANING SERVICE SEKOLAH
A. Mengusulkan kebutuhan bahan alat kebersihan
B. Membersihkan ruang kelas, ruang praktek, ruang kantor, kamar mandi/WC, aula,
Mushola, dan tembok, halaman, serta saluran air.
C. Mengantar surat, dokumen atau barang-barang
D. Menyiapkan ruang rapat/pertemuan atau ruangan praktek
E. Menyiapkan dan menyajikan air minum guru/pegawai dan tamu
F. Membayar listrik, air, telepon dan lain-lain
G. Membuang sampah
H. Membersihkan saluran air
I. Membantu guru-guru dan pegawai lain dalam melaksanakan tugas-tugasnya di sekolah
J. Melaporkan kerusakan dan kehilangan sarana
K. Kebenaran kebersihan dan keindahan lingkungan
L. Kebenaran dan ketertiban pelaksanaan kebersihan dan keindahan lingkungan
M. Adanya laporan pelaksanaan tugas dengan buku fisiknya
N. Tersedianya petunjuk pelaksanaan kegiatan kebersihan
O. Tersedianya petunjuk pelaksanaan kegiatan penataan dan pengembangan taman

Tugas Pokok dan Fungsi Komite Sekolah


Posted by New Johny Wuss

Komite Sekolah adalah suatu lembaga mandiri di lingkungan sekolah dan berperan dalam
peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arah, dan dukungan tenaga,
sarana, dan prasarana serta pengawasan pada tingkat satuan pendidikan (sekolah).
Awal terbentuknya Komite Sekolah berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional
(Kemendiknas) No. 014/ U/ 2002 Tanggal 2 April 2002 sekaligus menyatakan Badan
Pembantu Penyelenggara Pendidikan ( BP3 ) tidak berlaku lagi.
Badan ini bersifat mandiri, tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan lembaga
pemerintahan.
Komite Sekolah memiliki kedudukan yang kuat karena diundangkan dalam dalam UU
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN No. 20/2003).
Pasal 56 ayat 3 UU SPN No. 20/2003 menyatakan:
Komite Sekolah adalah lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu
pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arahan, dan dukungan tenaga, sarana dan
prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.
Tujuan Komite Sekolah
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No 44/U/2002 Tahun 2002 tentang
Komite Sekolah, Komite Sekolah bertujuan untuk:
1. Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan
operasional dan program pendidikan di satuan pendidikan;
2. Meningkatkan tanggung jawab dan peranserta masyarakat dalam penyelenggaraan
pendidikan di satuan pendidikan;
3. Menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam
penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan

Peran Komite Sekolah


a. Pemberi pertimbangan (Advisory Agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan
pendidikan di satuan pendidikan.
b. Pendukung (Supporting Agency) baik yang berwujud finansial, pemikiran, maupun tenaga
dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.
c. Pengontrol (Controlling Agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas
penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.
d. Mediator (Mediator Agency) antara pemerintah (Executive) dengan masyarakat di satuan
pendidikan.
Fungsi Komite Sekolah
Untuk menjalankan perannya komite sekolah mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Mendorong perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan
yang bermutu.
b. Melakukan kerja sama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha) dan
pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
c. Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan dan berbagai kebutuhan pendidikan
yang diajukan oleh masyarakat.
d. Memberikan masukan, pertimbangan dan rekomendasi kepada satuan pendidikan
mengenai: a). kebijakan dan program pendidikan; b). rencana anggaran pendidikan dan
belanja madrasah (RAPBM); c). Kriteria kinerja satuan pendidikan; d). criteria tenaga
kependidikan; e). hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan.
e. Mendorong orang tua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung
peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan.
f. Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di
satuan pendidikan.
g. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan, dan
keluaran pendidikan di satuan pendidikan.
Komite Sekolah dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai penunjang dalam
pelaksanaan proses pembelajaran yang sejalan dengan kondisi dan permasalahan lingkungan
masing-masing sekolah.
Komite sekolah dapat melaksanakan fungsinya sebagai partner sekolah dalam mengadakan
sumber-sumber daya pendidikan dalam rangka melaksanakan pengelolaan pendidikan yang
dapat mewujudkan fasilitas bagi guru dan siswa untuk belajar sehingga pembelajaran menjadi
semakin efektif.
Adanya sinergi antara komite sekolah dengan pihak sekolah melahirkan tanggung jawab
bersama antara sekolah dan masyarakat sebagai mitra kerja dalam membangun pendidikan.
Dari sini masyarakat akan dapat menyalurkan berbagai ide dan partisipasinya dalam
memajukan pendidikan di daerahnya.
Pihak sekolah harus mampu meyakinkan orang tua, pemerintah setempat, dunia usaha, dan
masyarakat pada umumnya bahwa sekolah itu dapat dipercaya. Dengan demikian, sekolah
pada tataran teknis perlu mengembangkan kemampuan menganalisis biaya sekolah yang
berkorelasi signifikan terhadap mutu pendidikan yang diperolehnya.

Pemberdayaan Komite Sekolah dapat diwujudkan diantaranya melalui pelibatan mereka


dalam penyusunan rencana dan program sekolah, RAPBS, pelaksanaan program pendidikan
dan penyelenggaraan akuntabilitas pendidikan.
Salah satu tugas dan fungsi komite adalah sebagai badan pertimbangan dan pendukung dalam
hal penyusunan dan penetapan RAPBS serta memberi dukungan dalam financial khususnya
dalam penggalian dana dari wali siswa atau masyarakat.
Bukan Hanya Ngurus Sumbangan
Fungsi, tugas, dan tanggung jawab Komite Sekolah disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
Peran komite sekolah bukan hanya sebatas pada mobilisasi sumbangan dan mengawasi
pelaksanaan pendidikan, namun juga meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan
perancanaan sekolah yang dapat merubah pola pikir, keterampilan, dan distribusi
kewenangan atas individual dan masyarakat yang dapat memperluas kapasitas manusia
meningkatkan taraf hidup dalam sistem manajemen pemberdayaan sekolah.
Dengan demikian, dapat disimpulkan, Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi
peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efesiansi
pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, baik pada pendidikan prasekolah, jalur
pendidikan sekolah, maupun luar sekolah.
Nama dan ruang lingkup lewenangan ini disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing
masing satuan pendidikan, seperti komite sekolah, komite pendidikan, komite pendidikan
luar sekolah, dewan sekolah, majelis sekolah, majelis madrasah, momite TK, atau nama lain
yang sesuai dengan criteria pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan sekolah dengan
fokus pemenuhan mutu yang kompetitif.
Organisasi & Pengurus Komite Sekolah
Berdasarkan Keputusan Kementerian Pendidikan, Keanggotaan Komite Sekolah terdiri atas:
1. Unsur masyarakat dapat berasal dari orang tua/wali peserta didik; tokoh masyarakat; tokoh
pendidikan; dunia usaha/industri; organisasi profesi tenaga pendidikan; wakil alumni; dan
wakil peserta didik.
2. Unsur dewan guru, yayasan/lembaga penyelenggara pendidikan Badan Pertimbangan Desa
dapat pula dilibatkan sebagai anggota Komite Sekolah (maksimal 3 orang).
3. Anggota Komite Sekolah sekurang-kurangnya berjumlah sembilan orang dan jumlahnya
gasal.
4. Pengurus Komite Sekolah sekurang-kurangnya terdiri atas Ketua, Sekretaris, dan
Bendahara yang dipilih dari dan oleh anggota. Ketua bukan berasal dari kepala satuan
pendidikan.
Prinsip Pembentukan Pembentukan Komite Sekolah menganut prinsip-prinsip sebagai
berikut:
a. transparan, akuntabel, dan demokratis;
b. merupakan mitra satuan pendidikan.

Mekanisme Pembentukan Komite Sekolah


a. Pembentukan Panitia Persiapan
1. Masyarakat dan/atau kepala satuan pendidikan membentuk panitia persiapan. Panitia
persiapan berjumlah sekurangkurangnya 5 (lima) orang yang terdiri atas kalangan praktisi
pendidikan (seperti guru, kepala satuan pendidikan, penyelenggara pendidikan), pemerhati
pendidikan (LSM peduli pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha dan
industri), dan orangtua peserta didik.
2. Panitia persiapan bertugas mempersiapkan pembentukan Komite Sekolah dengan langkahlangkah sebagai berikut:
a. Mengadakan forum sosialisasi kepada masyarakat (termasuk pengurus/ anggota BP3,
Majelis Sekolah, dan Komite Sekolah yang sudah ada) tentang Komite Sekolah menurut
Keputusan ini;
b. Menyusun kriteria dan mengindentifikasi calon anggota berdasarkan usulan dari
masyarakat;
c. Menyeleksi calon anggota berdasarkan usulan dari masyarakat;
d. Mengumumkan nama-nama calon anggota kepada masyarakat;
e. Menyusun nama-nama anggota terpilih;
f. Memfasilitasi pemilihan pengurus dan anggota Komite Sekolah;
g. Menyampaikan nama pengurus dan anggota kepada kepala satuan pendidikan:
b. Panitia Persiapan dinyatakan bubar setelah Komite Sekolah terbentuk.
Tahapan Pembentukan Komite Sekolah
Secara teknis, Tahapan Pembentukan Komite Sekolah sebagai berikut:
1. Sekolah membentuk tim penjaringan
2. Tim penjaringan menentukan dan mengundang calon pengurus
3. Calon pengurus bermusyawarah membentuk kepengurusan
4. Kepala Sekolah membuat SK pengurus
5. Pengurus yang terbentuk membuat AD/ART
6. Sekolah mengajukan program
7. Pengurus membahas program usulan sekolah
8. Pengurus mengundang orang tua wali untuk sosiali program
Demikian Tugas Pokok dan Fungsi Komite Sekolah serta Proses Penyusunan Pengurusnya
berdasarkan UU dan Keputusan Menteri seperti tercantum di atas.***

Tugas Pokok dan Fungsi Pengawas


Satuan Pendidikan
Posted on 8 April 2008 by AKHMAD SUDRAJAT 85 Komentar
Diambil dari: Nana Sudjana. 2006. Standar Mutu Pengawas. Jakarta: Depdiknas)
A. Tugas Pokok Pengawas Sekolah/Satuan Pendidikan
Tugas pokok pengawas sekolah/satuan pendidikan adalah melakukan penilaian dan
pembinaan dengan melaksanakan fungsi-fungsi supervisi, baik supervisi akademik maupun
supervisi manajerial. Berdasarkan tugas pokok dan fungsi di atas minimal ada tiga kegiatan
yang harus dilaksanakan pengawas yakni:
1. Melakukan pembinaan pengembangan kualitas sekolah, kinerja kepala sekolah,
kinerja guru, dan kinerja seluruh staf sekolah,
2. Melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan program sekolah beserta
pengembangannya,
3. Melakukan penilaian terhadap proses dan hasil program pengembangan sekolah
secara kolaboratif dengan stakeholder sekolah.
Mengacu pada SK Menpan nomor 118 tahun 1996 tentang jabatan fungsional pengawas dan
angka kreditnya, Keputusan bersama Mendikbud nomor 03420/O/1996 dan Kepala Badan
Administrasi Kepegawaian Negara nomor 38 tahun 1996 tentang petunjuk pelaksanaan
jabatan fungsional pengawas serta Keputusan Mendikbud nomor 020/U/1998 tentang
petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya, dapat
dikemukakan tentang tugas pokok dan tanggung jawab pengawas sekolah yang meliputi:
1. Melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pendidikan di sekolah sesuai dengan
penugasannya pada TK, SD, SLB, SLTP dan SLTA.
2. Meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar/bimbingan dan hasil prestasi
belajar/bimbingan siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Tugas pokok yang pertama merujuk pada supervisi atau pengawasan manajerial sedangkan
tugas pokok yang kedua merujuk pada supervisi atau pengawasan akademik. Pengawasan
manajerial pada dasarnya memberikan pembinaan, penilaian dan bantuan/bimbingan mulai
dari rencana program, proses, sampai dengan hasil. Bimbingan dan bantuan diberikan kepada
kepala sekolah dan seluruh staf sekolah dalam pengelolaan sekolah atau penyelenggaraan
pendidikan di sekolah untuk meningkatkan kinerja sekolah. Pengawasan akademik berkaitan
dengan membina dan membantu guru dalam meningkatkan kualitas proses
pembelajaran/bimbingan dan kualitas hasil belajar siswa.

Sedangkan wewenang yang diberikan kepada pengawas sekolah meliputi: (1) memilih dan
menentukan metode kerja untuk mencapai hasil yang optimal dalam melaksanakan tugas
dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kode etik profesi, (2) menetapkan tingkat kinerja guru
dan tenaga lainnya yang diawasi beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya, (3)
menentukan atau mengusulkan program pembinaan serta melakukan pembinaan. Wewenang
tersebut menyiratkan adanya otonomi pengawas untuk menentukan langkah dan strategi
dalam menentukan prosedur kerja kepengawasan. Namun demikian pengawas perlu
berkolaborasi dengan kepala sekolah dan guru agar dalam melaksanakan tugasnya sejalan
dengan arah pengembangan sekolah yang telah ditetapkan kepala sekolah.
Berdasarkan kedua tugas pokok di atas maka kegiatan yang dilakukan oleh pengawas antara
lain:
1. Menyusun program kerja kepengawasan untuk setiap semester dan setiap tahunnya
pada sekolah yang dibinanya.
2. Melaksanakan penilaian, pengolahan dan analisis data hasil belajar/bimbingan siswa
dan kemampuan guru.
3. Mengumpulkan dan mengolah data sumber daya pendidikan, proses
pembelajaran/bimbingan, lingkungan sekolah yang berpengaruh terhadap
perkembangan hasil belajar/bimbingan siswa.
4. Melaksanakan analisis komprehensif hasil analisis berbagai faktor sumber daya
pendidikan sebagai bahan untuk melakukan inovasi sekolah.
5. Memberikan arahan, bantuan dan bimbingan kepada guru tentang proses
pembelajaran/bimbingan yang bermutu untuk meningkatkan mutu proses dan hasil
belajar/ bimbingan siswa.
6. Melaksanakan penilaian dan monitoring penyelenggaran pendidikan di sekolah
binaannya mulai dari penerimaan siswa baru, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan
ujian sampai kepada pelepasan lulusan/pemberian ijazah.
7. Menyusun laporan hasil pengawasan di sekolah binaannya dan melaporkannya
kepada Dinas Pendidikan, Komite Sekolah dan stakeholder lainnya.
8. Melaksanakan penilaian hasil pengawasan seluruh sekolah sebagai bahan kajian untuk
menetapkan program kepengawasan semester berikutnya.
9. Memberikan bahan penilaian kepada sekolah dalam rangka akreditasi sekolah.
10. Memberikan saran dan pertimbangan kepada pihak sekolah dalam memecahkan
masalah yang dihadapi sekolah berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan.
Berdasarkan uraian di atas maka tugas pengawas mencakup: (1) inspecting (mensupervisi),
(2) advising (memberi advis atau nasehat), (3) monitoring (memantau), (4) reporting
(membuat laporan), (5) coordinating (mengkoordinir) dan (6) performing leadership dalam
arti memimpin dalam melaksanakan kelima tugas pokok tersebut (Ofsted, 2003).

Tugas pokok inspecting (mensupervisi) meliputi tugas mensupervisi kinerja kepala sekolah,
kinerja guru, kinerja staf sekolah, pelaksanaan kurikulum/mata pelajaran, pelaksanaan
pembelajaran, ketersediaan dan pemanfaatan sumberdaya, manajemen sekolah, dan aspek
lainnya seperti: keputusan moral, pendidikan moral, kerjasama dengan masyarakat.
Tugas pokok advising (memberi advis/nasehat) meliputi advis mengenai sekolah sebagai
sistem, memberi advis kepada guru tentang pembelajaran yang efektif, memberi advis kepada
kepala sekolah dalam mengelola pendidikan, memberi advis kepada tim kerja dan staf
sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah, memberi advis kepada orang tua siswa dan
komite sekolah terutama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan.
Tugas pokok monitoring/pemantauan meliputi tugas: memantau penjaminan/ standard mutu
pendidikan, memantau penerimaan siswa baru, memantau proses dan hasil belajar siswa,
memantau pelaksanaan ujian, memantau rapat guru dan staf sekolah, memantau hubungan
sekolah dengan masyarakat, memantau data statistik kemajuan sekolah, memantau programprogram pengembangan sekolah.
Tugas pokok reporting meliputi tugas: melaporkan perkembangan dan hasil pengawasan
kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Propinsi dan/atau Nasional, melaporkan
perkembangan dan hasil pengawasan ke masyarakat publik, melaporkan perkembangan dan
hasil pengawasan ke sekolah binaannya.
Tugas pokok coordinating meliputi tugas: mengkoordinir sumber-sumber daya sekolah baik
sumber daya manusia, material, financial dll, mengkoordinir kegiatan antar sekolah,
mengkoordinir kegiatan preservice dan in service training bagi Kepala Sekolah, guru dan staf
sekolah lainnya, mengkoordinir personil stakeholder yang lain, mengkoordinir pelaksanaan
kegiatan inovasi sekolah.
Tugas pokok performing leadership/memimpin meliputi tugas: memimpin pengembangan
kualitas SDM di sekolah binaannya, memimpin pengembangan inovasi sekolah, partisipasi
dalam memimpin kegiatan manajerial pendidikan di Diknas yang bersangkutan, partisipasi
pada perencanaan pendidikan di kabupaten/kota, partisipasi pada seleksi calon kepala
sekolah/calon pengawas, partisipasi dalam akreditasi sekolah, partisipasi dalam merekruit
personal untuk proyek atau program-program khusus pengembangan mutu sekolah,
partisipasi dalam mengelola konflik di sekolah dengan win-win solution dan partisipasi
dalam menangani pengaduan baik dari internal sekolah maupun dari masyarakat. Itu semua
dilakukan guna mewujudkan kelima tugas pokok di atas.
Berdasarkan uraian tugas-tugas pengawas sebagaimana dikemukakan di atas, maka pengawas
satuan pendidikan banyak berperan sebagai: (1) penilai, (2) peneliti, (3) pengembang, (4)
pelopor/inovator, (5) motivator, (6) konsultan, dan (7) kolaborator dalam rangka
meningkatkan mutu pendidikan di sekolah binaannya. Dikaitkan dengan tugas pokok
pengawas sebagai pengawas atau supervisor akademik yaitu tugas pokok supervisor yang
lebih menekankan pada aspek teknis pendidikan dan pembelajaran, dan supervisor manajerial
yaitu tugas pokok supervisor yang lebih menekankan pada aspek manajemen sekolah dapat
dimatrikkan dalam tabel berikut ini.
Tabel 1. Matrik Tugas Pokok Pengawas
Rincian Tugas

Pengawasan Akademik

Pengawasan Manajerial

(Teknis Pendidikan/ Pembelajaran)

Inspecting/
Pengawasan

Advising/
Menasehati

Monitoring/
Memantau

Pelaksanaan kurikulum mata


pelajaran

Proses
pembelajaran/
praktikum/ studi lapangan

Kegiatan ekstra kurikuler

(Administrasi dan Manajemen


Sekolah)

Pelaksanaan kurikulum sekolah

Penyelenggaraan
sekolah

Kinerja kepala sekolah dan staf


sekolah

Penggunaan media, alat bantu


dan sumber belajar

Kemajuan
pelaksanaan
pendidikan di sekolah

Kemajuan belajar siswa


Lingkungan belajar

Kerjasama
masyarakat

Menasehati
guru
dalam
pembelajaran/bimbingan yang
efektif

Kepala sekolah di
mengelola pendidikan

Kepala
sekolah
melaksanakan
pendidikan

administrasi

sekolah

dengan

dalam

dalam
inovasi

Guru dalam meningkatkan


kompetensi professional

Guru dalam melaksanakan


penilaian proses dan hasil
belajar

Kepala
sekolah
dalam
peningkatan
kemampuan
professional kepala sekolah

Guru dalam melaksanakan


penelitian tindakan kelas

Menasehati staf sekolah dalam


melaksanakan
tugas
administrasi sekolah

Guru dalam meningkatkan


kompetensi pribadi, sosial dan
pedagogik

Kepala sekolah dan staf dalam


kesejahteraan sekolah

Ketahanan pembelajaran

Penyelenggaraan kurikulum

Pelaksanaan
pelajaran

Administrasi sekolah

Manajemen sekolah

Standar mutu hasil belajar


siswa

Kemajuan sekolah

Pengembangan SDM sekolah

ujian

mata

Pengembangan profesi guru

Coordinating/
mengkoordinir

Reporting

Pengadaan dan pemanfaatan


sumber-sumber belajar

Pelaksanaan
pembelajaran

Pengadaan
belajar

Kegiatan
peningkatan
kemampuan profesi guru

inovasi

sumber-sumber

Kinerja
guru
dalam
melaksanakan pembelajaran

Kemajuan belajar siswa

Pelaksanaan
tugas
kepengawasan akademik

Penyelenggaraan ujian sekolah

Penyelenggaraan
siswa baru

penerimaan

Mengkoordinir
mutu

peningkatan

SDM sekolah

Penyelenggaraan
sekolah

Mengkoordinir
sekolah

Mengkoordinir
kegiatan
sumber daya pendidikan

Kinerja kepala sekolah

Kinerja staf sekolah

Standar mutu pendidikan

Inovasi pendidikan

inovasi

di

akreditasi

B. Fungsi Pengawas Sekolah


Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, pengawas sekolah melaksanakan fungsi supervisi,
baik supervisi akademik maupun supervisi manajerial.
Supervisi akademik adalah fungsi supervisi yang berkenaan dengan aspek pembinaan dan
pengembangan kemampuan profesional guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan
bimbingan di sekolah.
Sasaran supervisi akademik antara lain membantu guru dalam: (1) merencanakan kegiatan
pembelajaran dan atau bimbingan, (2) melaksanakan kegiatan pembelajaran/ bimbingan, (3)
menilai proses dan hasil pembelajaran/ bimbingan, (4) memanfaatkan hasil penilaian untuk
peningkatan layanan pembelajaran/bimbingan, (5) memberikan umpan balik secara tepat dan
teratur dan terus menerus pada peserta didik, (6) melayani peserta didik yang mengalami
kesulitan belajar, (7) memberikan bimbingan belajar pada peserta didik, (8) menciptakan
lingkungan belajar yang menyenangkan, (9) mengembangkan dan memanfaatkan alat Bantu
dan media pembelajaran dan atau bimbingan, (10) memanfaatkan sumber-sumber belajar,

(11) mengembangkan interaksi pembelajaran/bimbingan (metode, strategi, teknik, model,


pendekatan dll.) yang tepat dan berdaya guna, (12) melakukan penelitian praktis bagi
perbaikan pembelajaran/bimbingan, dan (13) mengembangkan inovasi pembelajaran/bimbingan.
Dalam melaksanakan fungsi supervisi akademik seperti di atas, pengawas hendaknya
berperan sebagai:
1. Mitra guru dalam meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran dan bimbingan
di sekolah binaannya
2. Inovator dan pelopor dalam mengembangkan inovasi pembelajaran dan bimbingan di
sekolah binaannya
3. Konsultan pendidikan di sekolah binaannya
4. Konselor bagi kepala sekolah, guru dan seluruh staf sekolah
5. Motivator untuk meningkatkan kinerja semua staf sekolah
Supervisi manajerial adalah fungsi supervisi yang berkenaan dengan aspek pengelolaan
sekolah yang terkait langsung dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas sekolah yang
mencakup: (1) perencanaan, (2) koordinasi, (3) pelaksanaan, (3) penilaian, (5) pengembangan
kompetensi SDM kependidikan dan sumberdaya lainnya. Sasaran supervisi manajerial adalah
membantu kepala sekolah dan staf sekolah lainnya dalam mengelola administrasi pendidikan
seperti: (1) administrasi kurikulum, (2) administrasi keuangan, (3) administrasi sarana
prasarana/perlengkapan, (4) administrasi personal atau ketenagaan, (5) administrasi
kesiswaan, (6) administrasi hubungan sekolah dan masyarakat, (7) administrasi budaya dan
lingkungan sekolah, serta (8) aspek-aspek administrasi lainnya dalam rangka meningkatkan
mutu pendidikan. Dalam melaksanakan fungsi supervisi manajerial, pengawas hendaknya
berperan sebagai:
1. Kolaborator dan negosiator dalam proses perencanaan, koordinasi, pengembangan
manajemen sekolah,
2. Asesor dalam mengidentifikasi kelemahan dan menganalisis potensi sekolah
binaannya
3. Pusat informasi pengembangan mutu pendidikan di sekolah binaannya
4. Evaluator/judgement terhadap pemaknaan hasil pengawasan
C. Kewenangan dan Hak Pengawas Sekolah
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pengawas sekolah/satuan
pendidikan, setiap pengawas memiliki kewenangan dan hak-hak yang melekat pada
jabatannya. Beberapa kewenangan yang ada pada pengawas adalah kewenangan untuk:
1. Bersama pihak sekolah yang dibinanya, menentukan program peningkatan mutu
pendidikan di sekolah binaannya.

2. Menyusun program kerja/agenda kerja kepengawasan pada sekolah binaannya dan


membicarakannya dengan kepala sekolah yang bersangkutan,
3. Menentukan metode kerja untuk pencapaian hasil optimal berdasarkan program kerja
yang telah disusun.
4. Menetapkan kinerja sekolah, kepala sekolah dan guru serta tenaga kependidikan guna
peningkatan kualitas diri dan layanan pengawas.
Hak yang seharusnya diperoleh pengawas sekolah yang profesional adalah :
1. Menerima gaji sebagai pegawai negeri sipil sesuai dengan pangkat dan golongannya,
2. Memperoleh tunjangan fungsional sesuai dengan jabatan pengawas yang dimilikinya,
3. Memperoleh biaya operasional/rutin untuk melaksanakan tugas-tugas kepengawasan
seperti; transportasi, akomodasi dan biaya untuk kegiatan kepengawasan.
4. Memperoleh tunjangan profesi pengawas setelah memiliki sertifikasi pengawas.
5. Menerima subsidi dan insentif
pengembangan profesi pengawas.

untuk

menunjang

pelaksanaan

tugas

dan

6. Memperoleh tunjangan khusus bagi pengawas yang bertugas di daerah terpencil,


rawan kerusuhan dan atau daerah bencana alam.
Semua biaya hak di atas dibebankan pada Pemerintah Pusat dan Daerah. Sedangkan
tunjangan kesejahteraan diharapkan diberikan oleh pemerintah daerah. Besarnya tunjangantunjangan di atas disesuaikan dengan kemampuan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun
pemerintah daerah. Subsidi dan insentif untuk peningkatan profesionalitas pengawas
diberikan sekali dalam setahun oleh pemerintah melalui Direktorat Tenaga Kependidikan.
Besarnya subsidi dan insentif disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Subsidi diberikan
kepada pengawas melalui koordinator pengawas (korwas) yang ada disetiap Kabupaten/Kota.
Untuk itu setiap korwas perlu menyusun program dan kegiatan peningkatan kemampuan
profesionalisme pengawas di daerahnya.
Perlu adanya pemikiran lebih lanjut mengenai status kepegawaian pengawas sekolah, apakah
berstatus pegawai pusat yang ditempatkan di daerah. Ataukah tetap sebagai pegawai daerah,
baik di tingkat provinsi (pengawas SMA dan SMK), di kabupaten (pengawas SLB dan SMP)
dan di kecamatan (pengawas TK/SD).

TUGAS POKOK
DAN FUNGSI PENGELOLA SEKOLAH
=========================================
==
KEPALA SEKOLAH
Kepala Sekolah berfungsi sebagai Edukator, Manager, Administrator, Supervisor, Leader,
Inovator dan Motivator (EMASLIM).

Kepala Sekolah selaku edukator bertugas melaksanakan proses


pengajaran secara efektif dan efisien.

Kepala Sekolah selaku manajer mempunyai tugas :

Menyusun perencanaan

Mengorganisasikan kegiatan

Mengarahkan / mengendalikan kegiatan

Mengkoordinasikan kegiatan

Melaksanakan pengawasan

Menentukan kebijaksanaan

Mengadakan rapat mengambil keputusan

Mengatur proses belajar mengajar

Mengatur administrasi Katatausahaan, Kesiswaan, Ketenagaan, Sarana


prasarana, Keuangan

Kepala Sekolah selaku administrator bertugas menyelenggarakan


administrasi :
o

Perencanaan

Pengorganisasian

Pengarahan dan pengendalian

Pengkoordinasian

Pengawasan

Evaluasi

Kurikulum

Kesiswaan

Ketatausahaan

Ketenagaan

Kantor

Keuangan

Perpustakaan

Laboratorium

Ruang keterampilan kesenian

Bimbingan konseling

UKS

OSIS

Serbaguna

Media pembelajaran

Gudang

7K

Sarana / prasarana dan perlengkapan lainnya

Kepala Sekolah selaku Supervisor bertugas menyelenggarakan supervisi


mengenal :
o

Proses belajar mengajar

Kegiatan bimbingan

Kegiatan ekstrakulikuler

Kegiatan kerja sama dengan masyarakat / instansi lain

Kegiatan ketatausahaan

Sarana dan prasarana

Kegiatan OSIS

Kegaitan 7K

Perpustakaan

Laboratorium

Kantin / warung sekolah

Koperasi sekolah

Kehadiran guru, pegawai, dan siswa

WAKIL KEPALA SEKOLAH


Wakil Kepala Sekolah membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sbb:

Penyusunan rencana, pembuatan program kegiatan dan program


pelaksanaan

Pengorganisasian

Pengarahan

Ketenagakerjaan

Pengkoordinasian

Pengawasan

Penilaian

Identifikasi dan pengumpulan data

Pengembangan keunggulan

Penyusunan laporan

URUSAN KURIKULUM

Menyusun dan menjabarkan Kalender Pendidikan

Menyusun Pembagian Tugas Guru dan Jadwal Pelajaran

Mengatur Penyusunan PRogram Pengajaran (Program Semester, Program


Satuan Pelajaran, dan Persiapan Mengajar, Penjabaran dan Penyesuaian
Kurikulum)

Mengatur pelaksanaan program penilaian Kriteria Kenaikan Kelas, Kriteria


Kelulusan dan Laporan Kemajuan Belajar Siswa serta pembagian Raport
dan STTB

Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan

Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar

Mengatur Pengembangan MGMP dan Koordinator mata pelajaran

Mengatur Mutasi Siswa

Melaksanakan supervisi administrasi dan akademis

Menyusun Laporan

URUSAN KESISWAAN

Mengatur pelaksanaan Bimbingan Konseling

Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 7K (Keamanan,


Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kesehatan dan
Kerindangan)

Mengatur dan membina program kegiatan OSIS meliputi: Kepramukaan,


Palang Merah Remaja (PMR), Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), Usaha
Kesehatan Sekolah (UKS), Patroli Keamanan Sekolah (PKS) Paskibra

Mengatur pelaksanaan Kurikuler dan Ekstra Kurikuler

Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan sekolah

Menyelenggarakan Cerdas Cermat, Olah Raga Prestasi

Menyeleksi calon untuk diusulkan mendapat beasiswa

URUSAN SARAN DAN PRASARANA

Merencanakan kebutuhan sarana prasarana untuk menunjang proses


belajar mengajar

Merencanakan program pengadaannya

Mengatur pemanfaatan Sarana Prasarana

Mengelola perawatan, perbaikan dan pengisian

Mengatur pembakuannya

Menyusun laporan

URUSAN HUBUNGAN MASYARAKAT

Mengatur dan mengembangkan hubungan dengan komite dan peran


komite

Menyelenggarakan bakti social, karyawisata

Menyelenggarakan pameran hasil pendidikan di sekolah (gebyar seni)

Menyusun laporan

GURU MATA PELAJARAN

Membuat Perangkat Pembelajaran

Melaksanakan kegiatan pembelajaran

Melaksanakan kegiatan Penilaian Proses Belajar, Ulangan Harian, Ulangan


Umum, Ujian Akhir

Melaksanakan analisis hasil ulangan harian

Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan

Mengisi daftar nilai siswa

Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan) kepada


guru lain dalam proses kegiatan belajar mengajar

Membuat alat pelajaran / alat peraga

Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni

Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum

Melaksanakan tugas tertentu di sekolah

Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi tanggung


jawabnya

Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar

Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran

Mengatur keberhasilan ruang kelas dan pratikum

Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan


perangkatnya

WALI KELAS

Pengelolaan kelas

Penyelenggaraan administrasi kelas meliputi : Denah tempat duduk siswa,


Papan absensi siswa, Daftar pelajaran kelas, Daftar piket kelas,Buku
absensi siswa, Buku kegiatan pembelajaran/buku kelas, Tata tertib siswa,
pembuatan statistik bulanan siswa

Pengisian daftar kumpulan nilai (legger)

Pembuatan catatan khusus tentang siswa

Pencatatan mutasi siswa

Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar

Pembagian buku laporan hasil belajar

GURU BIMBINGAN DAN KONSELING

Penyusunan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling

Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah


yang dihadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar

Memberikan layanan dan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi


dalam Kegiatan belajar

Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh


gambaran tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang
sesuai

Mengadakan penilaian pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan

Menyusun Satatistik hasil penilaian B.K

Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar

Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut Bimbingan dan


Konseling

Menyusun laporan pelaksanaan Bimbingan dan Konseling

PUSTAKAWAN SEKOLAH

Perencanaan pengadaan buku/bahan pustaka/media elektronik

Pengurusan pelayanan perpustakaan

Perencanaan pengembangan perpustakaan

Pemeliharaan dan perbaikan buku-buku / bahan pustaka / media


elektronika

Inventarisasi dan pengadministrasian buku-buku / bahan pustaka / media


elektronika

Melakukan layanan bagi siswa, guru dan tenaga kependidikan lainnya,


serta masyarakat

Penyimpanan buku perpustakaan / media elektronika

Menyusun Tata tertib perpustakaan

Menyusun Laporan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala

PENGELOLA LABORATORIUM

Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium

Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium

Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium

Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium

Inventarisasi dan pengadministrasian peminjam alat-alat laboratorium

Menyusun laporan pelaksanaan kagiatan laboratorium

KEPALA TATA USAHA

Penyusunan program kerja tata usaha sekolah

Pengelolaan keuangan sekolah

Pengurus administrasi ketenagaan dan siswa

Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha sekolah

Penyusunan administrasi perlengkapan

Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah

Mengkoordinasikan dan melaksanakan 7K

Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketata usahaan


secara berkala

10. Tugas Pokok Kepala Perpustakaan


K. KEPALA PERPUSTAKAAN
Merumuskan tujuan yang akan dicapai dari pengelolaan perpustakaan
Menyusun program kerja perpustakaan untuk mencapai tujuan pengelolaan perpustakaan
Mengembangkan perpustakaan digital, memberikan bimbingan dan pelatihan literasi
perpustakaan digital
Mengembangkan sumberdaya manusia yang mengelola perpustakaan
Melaksanakan program perpustakaan sesuai dengan program kerja yang telah disusun
Memantau dan mengevaluasi program perpustakaan
Mengembangkan koleksi perpustakaan yang mutakhir
Mengembangkan sumber belajar terutama yang bersifat elektronik dan
Membangun jaringan perpustakaan global.

TUGAS KOORDINATOR EKSKUL

Tugas pokok koordinator ekstrakurikuler adalah membantu kepala sekolah dalam kegiatan
ekstra kurikuler, sedangkan fungsi dari koordinator ekstrakurikuler adalah
1.Menyusun program kerja kegiatan ekskul
2.Membuat tata tertib dari masing-masing eksk
3.Mendata semua anggota ekskul (membuat biodata masing-masing anggota ekskul)
4.Mendata prestasi yang sudah diperoleh anggota ekskul dan mendokumentasi-kan bukti
fisik
5.Melakukan pembinaan terhadap siswa yang mengikuti ekskul
6.Memberikan arahan kepada setiap kegiatan ekskul
7.Mengontrol dan mengawasi kegiatan ekskul
8.Mengevaluasi kegiatan ekskul
9.Membuat laporan pelaksanaan kegiatan ekskul tiap bulan kepada kepala sekolah melalui
Pembantu Kepala Sekolah
10.Berkoordinasi dengan sesama koordinator ekskul lainnya dalam setiap kegiatan
11.Berkoordinasi dengan lembaga atau instansi yang melakukan kegiatan sejenis
12.Memelihara sarana-prasarana pendukung kegiatan ekskul
13.Melaksanakan pengaturan / persiapan dan pelaksanaan upacara bendera dan hari-hari
besar lainnya
14.Melaksanakan piket guna pemantauan dan pengawalan perilaku siswa di sekolah
15.Menegakkan kedisiplinan siswa yang meliputi ketepatan kehadiran/pemakaian seragam
sekolah, dan yang lainnya sesuai dengan tata tertibsekolah
16.Membuat laporan penilaian non akademis siswa tiap akhir semester.
SAAT EKSTRAKURIKULER
1.Siswa wajib mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, pada jam yang telah ditentukan
2.Siswa membawa perlengkapan yang telah ditentukan oleh instruktur ekstrakurikuler
3.Memakai seragam yang telah ditentukan (karate : dengan seragam karate, futsal : dengan
seragam futsal)
4.Selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, siswa tidak diperkenankan untuk keluar dari
kegiatan sebelum waktu selesai
5.Mengikuti materi ekstrakurikuler dengan tekun
6.Tetap menjaga kerapihan, kebersihan dan sopan santun
7.Memberitahu ketidakhadiran pada jam ekstrakuikuler pada koordinator ekstrakurikuler
(wakasek kesiswaan)
8.Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang telah dipilih minimal selama 1 TAHUN (tidak
berpindah)