Anda di halaman 1dari 45
LAPORAN KIN TAH ERJA INSTANSI PEMERINT (LKIP) UN ANGGARAN 2015 AH BALAI B BADAN PENELI

LAPORAN KIN

TAH

ERJA INSTANSI PEMERINT (LKIP) UN ANGGARAN 2015

AH

BALAI B

BADAN PENELI KEM

ESAR INDUSTRI AGRO

TIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI ENTERIAN PERINDUSTRIAN

LKIP BBIA

2015

KATA PENGANTAR

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) ini merupakan laporan

pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Balai Besar Industri Agro

(BBIA) yang memuat informasi mengenai kinerja BBIA Tahun Anggaran

2015.

Kegiatan BBIA yang dievaluasi kinerjanya meliputi Sasaran dan

Output Kegiatan sertapencapaian TAPKIN/PERJAKIN yang dibiayai oleh

DIPA Tahun 2015. Diharapkan dari hasil evaluasi kinerja ini dapat

diperoleh masukan yang bermanfaat untuk perbaikan dalam menyusun

program dan kegiatan dimasa yang akan datang.

Demikian, semoga laporan ini bermanfaat, khususnya untuk BBIA

maupun sebagai pertanggungjawaban publik.

Bogor, Januari 2016

Kepala Balai Besar Industri Agro

Ir. Rochmi Widjajanti,M.Eng

NIP.195609101984032002

publik. Bogor, Januari 2016 Kepala Balai Besar Industri Agro Ir. Rochmi Widjajanti,M.Eng NIP.195609101984032002 i
publik. Bogor, Januari 2016 Kepala Balai Besar Industri Agro Ir. Rochmi Widjajanti,M.Eng NIP.195609101984032002 i

LKIP BBIA

2015

IKHITISAR EKSEKUTIF

Balai Besar Industri Agro (BBIA) sebagai Instansi Pemerintah telah menetapkan tujuan dengan focus pada pelayanan public dan pengembangan organisasi dalam upaya menenuhi tuntutan masa depan BBIA sesuai dengan harapan stakeholder BBIA antara lain :

1. Mampu menguasai teknologi litbang di bidang bidang hilirisasi produk agro, komponen aktif alami, dan energi terbarukan secara berkesinambungan.

2. Menjadi lembaga pengujian yang fokus pada lingkup uji dengan cakupan pasar potensial.

3. Menjadi penyedia jasa layanan yang cepat dan handal.

4. Mampu menguasai pasar jasa layanan yang luas meliputi seluruh wilayah Indonesia.

5. Memanfaatkan teknologi tinggi yang cepat, akurat, dan efisien.

6. Memiliki citra superior sebagai dampak dari kemampuan dan reputasi layanannya.

Di samping itu, BBIA sebagai unit kerja di lingkungan BPPI berperan aktif untuk mendukung pencapaian Visi dan Misi BPPI yang tentunya secara tidak langsung akan mendukung Visi dan Misi Kementerian Perindustrian dan pada akhirnya mendukung visi dan misi Presiden. BBIA merupakan institusi teknis yang menangani industri agro, berperan dalam melaksanakan kebijakan pengembangan industri nasional untuk menopang pengembangan industri agro di Indonesia. Dengan melaksanakan tugas tersebut, maka diharapkan akan berkembang industri agro yang kuat dan mandiri, sehingga dapat memperluas lapangan kerja dan mendorong percepatan pembangunan industri nasional, serta mendorong akselerasi industrialisasi melalui hilirisasi industri agro. Hilirisasi industri di dalam negeri bertujuan untuk

akselerasi industrialisasi melalui hilirisasi industri agro. Hilirisasi industri di dalam negeri bertujuan untuk ii
akselerasi industrialisasi melalui hilirisasi industri agro. Hilirisasi industri di dalam negeri bertujuan untuk ii

LKIP BBIA

2015

menghasilkan nilait ambah, memperkuat struktur industri, serta menyediakan lapangan kerja dan peluang usaha di dalam negeri. Adapun kontribusi BBIA dalam mendukung hilirisasi industri agro antara lain melalui hasil-hasil litbang (misalnya penelitian tentang Cocoa Butter Substitute (CBS) dengan bahan baku dari kelapa sawit), pemberian berbagai pelatihan pengolahan produk pangan dari berbagai bahan baku guna menumbuhkan dan mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Untuk mencapai tujuan tersebut maka ditetapkan Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja BBIA dalam Perjakin 2015. Adapun sasaran strategis yang ingin dicapai yaitu (1)Meningkatnya hasil-hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri, (2)Meningkatnya kerjasama litbang, (3)Meningkatkan kualitas pelayanan publik (4) Meningkatnya publikasi ilmiah hasil litbang,(5)Meningkatnya kemampuan standardisasi, (6) Meningkatnya jasa pelayanan. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) BBIA tahun 2015 merupakan gambaran hasil yang dicapai berdasarkan kinerja sesuai dengan Perjanjian Kinerja (Perjankin) yang telah ditetapkan pada awal Tahun Anggaran 2015. Secara umum tahun 2015 BBIA telah melaksanakan kegiatannya sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Sampai dengan akhir TA 2015, sebagian besar target Indikator Kinerja dapat dipenuhi sesuai target yang yang ada pada Perjakin TA 2015 kecuali indikator kinerja Tingkat kualitas pelayanan publik (skala 5) masih di bawah target. Belum tercapainya target tingkat kepuasaan pelanggan dimanahasil survey menunjukkan skor rata-rata 3,78 sementara targetnya 4,02 (skala 5), hal ini salah satunya disebabkan karena masih cukup tingginya keterlambatan penyelesaian contoh uji jasa layanan, khususnya jasa layanan pengujian. Sementara itu total realisasi keuangan tahun 2015 sebesar Rp 46.697.894.115,- atau 96,49% dari pagu, yang terdiri dari Rupiah Murni (RM) sebesar Rp 25.662.888.169,- atau 97,95% dari pagu sebesar Rp

96,49% dari pagu, yang terdiri dari Rupiah Murni (RM) sebesar Rp 25.662.888.169,- atau 97,95% dari pagu
96,49% dari pagu, yang terdiri dari Rupiah Murni (RM) sebesar Rp 25.662.888.169,- atau 97,95% dari pagu

LKIP BBIA

2015

26.200.480.000,- dan PNBP BLU sebesar Rp 21.035.005.946,- atau 94,77% dari pagu sebesar Rp 22.195.000.000,-. Bila dibandingkan dengan TA 2014 dimana realisasi keuangannya sebesar 96,62% maka di TA 2015 tidak berbeda nyata dengan realisasitahun 2014, hanya terjadi selisih lebih kecil sebesar 0,13%. Realisasi penerimaan PNBP BBIA dari jasa pelayanan teknis tahun 2015 sebesar Rp 25.454.485.078,- atau 99,49% dari target sebesar Rp 25.584.685.429,- (RBA TA 2015 dan Renstra). Sementara bila dibandingkan dengan realisasi penerimaan PNBP Tahun 2014 maka terjadi kenaikan penerimaan sebesar Rp 1.410.534.611 ,- atau 5,87%%. Jasa layanan penyumbang terbesar terhadap total PNBP tahun 2015 adalah : pertama jasa layanan pengujian sebasar 64,27%, kedua jasa layanan sertifikasi sebesar 14,74%, ketiga jasa layanan Kalibarsi yaitu sebesar10,20% dan keempat adalah jasa layanan pelatihan yaitu sebesar 4,70%, kelima jasa layanan JPT lainnya yaitu sebesar 3,83%%, dan lainnya dibawah 1,2%. Adapun kendala dalam pencapaian kinerja sasaran strategis terletak pada tingkat Kualitas Pelayanan Publik, dimana masih terdapat waktu penyelesaian layanan khususnya pengujian yang terlambat. Hal ini terjadi karena jumlah sampel/alat yang masuk tidak diimbangi dengan ketersediaan peralatan dan SDM teknis yang memadai, demikian juga ruangan laboratorium yang ada perlu dilakukan perluasan/penambahan. Diharapkan pada tahun-tahun selanjutnya, capaian kinerja dapat mencapai target yang telah ditetapkan sebagai bahan untuk tindak lanjut, evaluasi dan perbaikan dalam pelaksanaan program/kegiatan periode 5 (lima tahun yang akan datang). Langkah-langkah strategis dalam upaya pencapaian layanan prima harus dilakukan secara terus-menerus (continuous improvement) sehingga upaya menjawab tantangan dan harapan dunia usaha/industri/masyarakat dapat terjawab.

continuous improvement ) sehingga upaya menjawab tantangan dan harapan dunia usaha/industri/masyarakat dapat terjawab. iv
continuous improvement ) sehingga upaya menjawab tantangan dan harapan dunia usaha/industri/masyarakat dapat terjawab. iv

LKIP BBIA

2015

1. Pelayanan Jasa Teknik Yang Prima (JPT)

Pelayanan JasaTeknis yang prima diwujudkan dengan memberikan perhatian pada laboratorium pengujian agar penyelesaian

contoh tepat waktu dalam rangka kepuasan pelanggan dan akandibentuk

Tim Penyelesaian Contoh dan Training, termasuk optimasi penggunaan SIL, SIKAL, dan lain-lain. Upaya perwujudan layanan satupintu (one stop service) merupakan langkah untuk mewujudkan good governance dan transparansi.Perbaikan sistem manajemen yang ada dan Standard Operation Prosedure (SOP) harus dilakukan secara berkesinambungan.Selainitu perluasan ruanglingkup uji merupakan salah satu upaya meningkatkan cakupan layanan sehingga masyarakat pengguna dapat memanfaatkan jasala yanan yang lebihluas. Guna mempercepat Delivery Time khususnya jasa layanan Pengujian, maka perlu dilakukan penambahan dan modernisasi peralatan Laboratorium Pengujian guna mendukung pelaksanaan Rapid Test.Dengan bertambahnya peralatan laboratorium dan modernisasi teknologi peralatan laboratorium tersebut maka waktu pelayanan akan semakin cepat sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

2. Kaderisasi

Usulan pengadaan pegawai baru harus segera dilaksanakan melalui analisis kebutuhan pegawai sesuai formasi pegawai (CPNS) merupakan langkah strategis yang harus dilaksanakan,karenadari data pemetaaan pegawai, tampak bahwa titik kritis terdapat pada 1 (satu) sampaidengan5 (lima) tahunmendatang. Hal ini disebabkan sebagian besar pegawai potensial dengan kompeten sitertentuakan memasuki BUP (Batas UsiaPensiun) yaitu 58 tahun dan jumlah pegawai yang pensiun lebih besar dibandingkan dengan jumlah pegawai baru (minus growth). Untuk itu, perlu perekrutan pegawai baru dan mempercepat pematangan tenaga muda untuk menggantikan

( minus growth ). Untuk itu, perlu perekrutan pegawai baru dan mempercepat pematangan tenaga muda untuk
( minus growth ). Untuk itu, perlu perekrutan pegawai baru dan mempercepat pematangan tenaga muda untuk

LKIP BBIA

2015

posisi yang penting tersebut melalui berbagai pelatihan teknis dan non teknis maupun sekolah pasca sarjana di dalam negeri atau luar negeri.

3. Pemanfaatan Saldo Kas BLU

Semenjak BBIA ditetapkan sebagai satker BLU pada akhir tahun 2009, realisasi PNBP terus menunjukkan kenaikan yang signifikan.Realisasi PNBP yang melebihi realisasi penggunaanpagu PNBP dalam lima tahun ini sehingga membuat Saldo Kas BLU BBIA terus bertambah (terakumulasi). Diharapkan, dengan adanya tambahan pagu dari Saldo Kas ini BBIA dapat melakukan langkah-langkah strategis untuk mengembangkan kapasitas dan kapabilitas BBIA serta mendukung pencapaian TAPKIN yang ditetapkan. Adapun langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan antaralain penambahan dan pemuktahiran peralatan laboratorium, pembangunan laboratorium pengujian dan litbang, dan lain-lain. Berbagai rencana strategis tersebut tentuny amembutuhkan anggaran yang besar, oleh karenaitulah Saldo Kas BLU BBIA dapat menjadi alternative sumber pembiayaannya.

amembutuhkan anggaran yang besar, oleh karenaitulah Saldo Kas BLU BBIA dapat menjadi alternative sumber pembiayaannya. vi
amembutuhkan anggaran yang besar, oleh karenaitulah Saldo Kas BLU BBIA dapat menjadi alternative sumber pembiayaannya. vi

LKIP BBIA

2015

DAFTAR ISI

 

Hal

KATA PENGANTAR

i

IKHTISAR EKSEKUTIF

ii-vi

DAFTAR ISI

vii

DAFTAR TABEL

viii

DAFTAR GAMBAR

ix

BAB. I

PENDAHULUAN

A. Tugas Pokok dan Fungsi BBIA

I-1

B. Peran Strategis Organisasi

I-2

C. Struktur Organisasi BBIA

I-4

BAB. II

PERENCANAAN DAN PERJANJIANKINERJA

A. Rencana Sasaran Strategis Organisasi

II-1

B. Rencana Indikator Kinerja Utama Tahun 2015

II-2

C. Rencana Anggaran Tahun 2015

II-2

D. Dokumen Perjanjian Kinerja

II-4

E. Output Jasa Layanan

II-5

F. PNBP Layanan

II-5

BAB. III

AKUNTABILITAS KINERJA

A.

Capaian Perjanjian Kinerja Tahun 2015

III-1

B

Analisis Capaian Kinerja

III-2

C.

Realisasi Keuangan

III-18

BAB. IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

IV-1

B. Saran dan Rekomendasi

IV-2

LAMPIRAN

1. TAPKIN BBIA TA 2015

2. SDM BBIA Berdasarkan Pendidikan Tahun 2015

3. Rencana Aksi Perjanjian Kinerja 2015

4. Ringkasan Hasil Litbang Tahun 2015

5. Volume dan Pelanggan Jasa Layanan BBIA

6. Daftar Belanja Modal Peralatan TA 2015

Ringkasan Hasil Litbang Tahun 2015 5. Volume dan Pelanggan Jasa Layanan BBIA 6. Daftar Belanja Modal
Ringkasan Hasil Litbang Tahun 2015 5. Volume dan Pelanggan Jasa Layanan BBIA 6. Daftar Belanja Modal

LKIP BBIA

2015

DAFTAR TABEL

No.

Judul Tabel

Hal

1

Kegiatan dan Anggaran BBIA TA 2015

II-3

2

Output Jasa Layanan Tahun 2014 dan Prognosa Tahun

II-5

2015

3

Target dan Realisasi PNBP Tahun 2014 serta Prognosa Tahun 2015

II-6

4

Prioritas Faktor-Faktor yang Harus Diperbaiki

III-8

5

Delivery Time Jasa Layanan BBIA Tahun 2015

III-9

6

Target dan Realisasi Output Jasa LayananTahun 2015

III-17

7

Target dan Realisasi PNBP 2015

III-17

8

Realisasi Anggaran Kegiatan Per Triwulan Tahun 2015

III-18

9

Ralisasi Anggaran Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri Agro Tahun 2015

III-19

10

Pagu dan Realisasi Berdasarkan Belanja

III-20

11

Perkembangan Realisasi Anggaran TA. 2013-2015

III-20

12

Pagu dan Realisasi PNBP Tahun 2015

III-21

13

Penerimaan PNBP Berdasarkan Jenis JPT Tahun 2011-2015

III-21

dan Realisasi PNBP Tahun 2015 III-21 13 Penerimaan PNBP Berdasarkan Jenis JPT Tahun 2011-2015 III-21 viii
dan Realisasi PNBP Tahun 2015 III-21 13 Penerimaan PNBP Berdasarkan Jenis JPT Tahun 2011-2015 III-21 viii

LKIP

2015

DAFTAR GAMBAR

No.

Judul Gambar

Hal

1

Susunan Organisai BLU BBIA

I- 4

2

Grafik Target dan Realisasi Kinerja Hasil Litbang yang Siap Diterapkan

III-3

3

Grafik Target dan Realisasi Hasil Litbang Yang Telah Diimplementasikan

III-4

4

Grafik Target dan Realisasi Kerjasama Litbang

III-6

5

Tingkat Kualitas Pelayanan Publik

III-8

6

Grafik Prosentasi Pelayanan Tepat Waktu

III-10

7

Grafik Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang Dipublikasikan

III-12

8

Grafik Peningkatan Jumlah Jenis Parameter Uji yang Sudah Bisa Diuji di Laboratorium

III-14

9

Grafik Jumlah Ruang Lingkup Pada LPK Diakui oleh KAN

III-14

10

Grafik Pertumbuhan PNBP BLU BBIA

III-15

11

Realisasi Total PNBP Tahun 2011-2015

III-16

12

Grafik Pagu dan Realisasi Anggaran Tahun 2010-2014

III-20

III-16 1 2 Grafik Pagu dan Realisasi Anggaran Tahun 2010-2014 III-20 Balai Besar Industri Agro (BBIA)
III-16 1 2 Grafik Pagu dan Realisasi Anggaran Tahun 2010-2014 III-20 Balai Besar Industri Agro (BBIA)

LKIP BBIA

2015

BAB I PENDAHULUAN

A. Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Balai Besar Industri Agro (BBIA) adalah salah satu satuan kerja yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, dengan tugas pokok sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 39/M-IND/PER/6/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Industri Agro, yang dinyatakan bahwa BBIA mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian, kalibrasi, sertifikasi, pelatihan, konsultansi, RBPI dan pengembangan kompetensi industri agro. Selain itu, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 517/KMK.05/2009 tanggal 28 Desember 2009, BBIA telah ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang mendapatkan kewenangan menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Mengingat statusnya tersebut, maka BBIA dituntut untuk menjalankan organisasinya secara profesional khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat industri agro harus dilakukan dengan lebih baik, transparan, akuntabel, dan mandiri. Adapun jasa pelayanan teknis yang menjadi layanan unggulan BBIA saat ini antara lain: jasa pengujian, sertifikasi, kalibrasi, pelatihan, kerjasama penelitian dan pengembangan, rancang bangun dan perekayasaan industri, konsultansi, dan inspeksi teknis. BBIA dalam mempertahankan eksistensi organisasi serta upaya untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik, perlu mengenali potensi yaitu kekuatan internal dan peluang dari eksternal serta permasalahan dengan memahami kelemahan dan hambatan organisasi BBIA. Perkembangan kinerja BBIA akan tergantung sejauh mana manajemen dapat mengoptimalkan potensi yang ada dan mengatasi permasalahan yang dihadapi baik secara internal maupun eksternal.

I-1

I- 1

LKIP BBIA

2015

Permasalahan utama yang sedang dihadapi organisasi BBIA antara lain

LAYANAN  Waktu penyelesaian yang lama, jumlah contoh semakin banyak dan bervariasi (komoditas maupun prameter
LAYANAN
 Waktu penyelesaian yang lama,
jumlah contoh semakin banyak
dan bervariasi (komoditas
maupun prameter uji).
 Penerapan pola PTSP belum
optimal.
KEUANGAN  Biaya investasi dan pemeliharaan tinggi.  BBIA menghadapi kendala terkait biaya peningkatan
KEUANGAN
Biaya investasi dan pemeliharaan
tinggi.
BBIA menghadapi kendala
terkait biaya peningkatan
kapasitas layanan
SARANA PRASARANA SDM & ORGANISASI  Jumlah SDM berpengalaman cenderung menurun (pensiun)  Keterbatasan
SARANA PRASARANA
SDM & ORGANISASI
 Jumlah SDM berpengalaman
cenderung menurun (pensiun)
 Keterbatasan prasarana lab
pengujian, kalibrasi dan
litbang.
 Kaderisasi SDM membutuhkan
waktu yang lama.
 SDM perlu mengikuti
perkembangan IPTEK.
 Tata letak dan pemeliharaan
peralatan, perlu perencanaan
dan penyempurnaan.

B. Peran Strategis Organisasi

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Besar Industri Agro telah

ditetapkan Visi dan Misi yang merupakan panduan/acuan dalam menjalankan

tugas dan fungsinya. Visi dan Misi tersebut selanjutnya dijabarkan dalam

tujuan yang lebih terarah dan lebih operasional berupa perumusan tujuan

I-2

I- 2

LKIP BBIA

2015

strategis (strategic goals) dan sasaran strategis organisasi Tahun 2015-2019

atau Indikator Kinerja Utama (IKU) yang digunakan dalam pengukuran kinerja

dan pengendalian pelaksanaaan program dan kegiatan.

VISI MISI dan TUJUAN BBIA
VISI MISI dan TUJUAN BBIA
VISI MISI Menjadi institusi litbang yang unggul di bidang hilirisasi produk agro, komponen aktif alami,
VISI
MISI
Menjadi institusi litbang yang unggul di
bidang hilirisasi produk agro, komponen
aktif alami, dan energi terbarukan; serta
sebagai penyedia jasa pelayanan teknis
yang profesional dan terpercaya di bidang
komoditas agro yang berkelas dunia pada
tahun 2035.
1.
Melakukan penelitian dan
pengembangan yang unggul dan
terpercaya di bidang hilirisasi produk
agro, kompenen aktif alami, dan
energi terbarukan secara
berkesinambungan untuk
pengembangan industri agro;
TUJUAN
. Meningkatnya inovasi
C.Struktur teknologi Organisasi yang unggul di
bidang hilirisasi produk agro,
komponen aktif alami, dan
energi terbarukan;
2. Meningkatnya kepuasan
pelanggan melalui pelayanan
prima jasa pelayanan teknis.
2. Melaksanakan secara profesional jasa
pelayanan teknis untuk industri agro,
yang meliputi jasa penelitian,
pengembangan, standardisasi,
pengujian, sertifikasi, kalibrasi dan
pengembangan kompetensi industri
agro.

I-3

I- 3

LKIP BBIA

2015

C. Struktur Organisasi BBIA

LKIP BBIA 2015 C. Struktur Organisasi BBIA Gambar 1. Susunan Organisasi BLU BBIA Tugas pokok masing-masing

Gambar 1. Susunan Organisasi BLU BBIA

Tugas pokok masing-masing jabatan adalah sebagai berikut :

1. Dewan Pengawas

Dewan Pengawas adalah organisasi yang dibentuk oleh Menteri Perindustrian dengan persetujuan Menteri Keuangan dengan tugas melakukan pengawasan terhadap pejabat Pengelola BLU-BBIA berkaitan dengan

I-4

I- 4

LKIP BBIA

2015

pelaksanaan RBA, Renstra Bisnis jangka Panjang dan Peraturan Perundangan yang berlaku. Kewajiban dan tanggung jawab Dewan Pengawas adalah :

1) Memberi pendapat dan saran kepada Menteri Perindustrian dan Menteri Keuangan mengenai Rencana Bisnis dan Anggaran yang diusulkan oleh Pejabat Pengelola BLU BBIA. 2) Mengikuti perkembangan kegiatan BLU BBIA, memberi pendapat dan saran kepada Menteri Perindustrian dan Menteri Keuangan mengenai setiap masalah yang dianggap penting bagi pengelolaan BLU BBIA. 3) Melaporkan kepada Menteri Perindustrian dan Menteri Keuangan apabila terjadi penurunan kinerja BLU BBIA, 4) Memberi nasihat kepada pejabat pengelola BLU BBIA dalam melaksanakan pengelolaan BLU BBIA. 5) Membuat laporan pelaksanaan tugasnya secara berkala kepada Menteri Perindustrian dan Menteri Keuangan sekurang-kurangnya 1 kali dalam 1 semester atau sewaktu-waktu apabila diperlukan

2. Pejabat Pengelola BLU-BBIA

a. Pemimpin BLU-BBIA

Pemimpin PK BLU BBIA adalah Kepala Balai Besar Industri Agro yang berfungsi sebagai penanggung jawab umum operasional dan keuangan, berkewajiban untuk :

1) menyiapkan rencana strategis bisnis; 2) menyiapkan rencana bisnis dan anggaran (RBA) tahunan; 3) mengusulkan calon pejabat keuangan dan pejabat teknis sesuai dengan ketentuan yang berlaku; dan 4) menyampaikan pertanggungjawaban kinerja operasional dan keuangan

I-5

I- 5

LKIP BBIA

2015

b. Satuan Pemeriksaan Intern.

Satuan Pemeriksaan Intern (SPI) merupakan unit organisasi yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BBIA. Satuan Pemeriksaan Intern berfungsi membantu Kepala BBIA dalam hal peningkatan pengendalian internal BBIA agar pengelolaannya sesuai dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Pemerintahan yang baik. Dalam melaksanakan fungsinya, SPI mempunyai tugas :

1) melaksanakan rencana kerja audit tahunan termasuk penugasan khusus dari Kepala BBIA; 2) menyusun rencana kerja audit tahunan; 3) menyusun pedoman, mekanisme kerja SPI dan prosedur audit yang berbasis risiko; 4) melakukan pengawasan keakuratan data akutansi keuangan; 5) melaksanakan pengawasan operasional kebijakan BBIA; 6) melaksanakan upaya-upaya yang mendorong efesiensi dan efektivitas kerja; 7) memberikan konsultasi peningkatan penerapan manajemen resiko dan prinsip-prinsip Good Governance; 8) menilai efektifitas sistem pengendalian intern (internal control system), termasuk di dalamnya memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian intern dan mengidentifikasikan hal- hal yang memerlukan perhatian serta tindak lanjut atas hasil audit; 9) melaporkan hasil pengawasan kepada Kepala BBIA Sesuai dengan kedudukannya, SPI mempunyai wewenang mengakses seluruh dokumen, pencatatan, personil dan fisik kekayaan BBIA diseluruh Bagian, Bidang dan unit-unit lainnya untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas auditnya.

I-6

I- 6

LKIP BBIA

2015

c. Kepala Bagian Tata Usaha

Kepala Bagian Tata Usaha BBIA berfungsi sebagai penanggung jawab keuangan berkewajiban untuk :

1)

mengkoordinasikan penyusunan RBA;

2) menyiapkan dokumen pelaksanaan anggaran BLU; 3) melakukan pengelolaan pendapatan dan belanja; 4) menyelenggarakan pengelolaan kas; 5) melakukan pengelolaan utang-piutang; 6) menyusun kebijakan pengelolaan barang, aset tetap, dan investasi BLU; 7) menyelenggarakan sistem informasi manajemen keuangan; dan 8) menyelenggarakan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. Selain itu Kepala Bagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok memimpin dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan teknis administratif kepada semua

unsur di lingkungan BBIA. d. Pejabat Teknis BLU-BBIA.

Pejabat teknis BLU BBIA berfungsi sebagai penanggung jawab teknis di bidang masing-masing dan berkewajiban untuk :

1)

menyusun perencanaan kegiatan teknis di bidangnya;

2)

melaksanakan kegiatan teknis yang sesuai RBA-nya; dan

3)

mempertanggungjawabkan kinerja operasional di bidangnya.

Pejabat Teknis BLU BBIA terdiri dari :

1)

Kepala Bidang Pengembangan Jasa Teknik

2)

Kepala Bidang Sarana Riset dan Standardisasi;

3)

Kepala Bidang Pengujian, Sertifikasi dan Kalibrasi;

4)

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Alih Teknologi

I-7

I- 7

LKIP BBIA

2015

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

Visi dan Misi BBIA periode 2015-2019 telah dirumuskan secara kolektif dan mengandung nilai-nilai, aspirasi, harapan-harapan stakehoder di masa depan serta mengacu kepada Visi, Misi dan Program Aksi Presiden RI Tahun 2015-2019, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035 dan Visi, Misi Kementerian Perindustrian. Visi dan Misi BBIA tersebut telah diturunkan ke dalam tujuan dan sasaran strategis tahun 2015-2019.

A. Rencana Sasaran Strategis 2015-2019 Dalam tahun 2015-2019 terdapat 2 (dua) tujuan BBIA yang dirinci ke dalam 6 (enam) sasaran strategis sebagai berikut :

Meningkatnya inovasi teknologi yang unggul di bidang hilirisasi produk agro,

1.

komponen aktif alami, dan energi terbarukan, Sasaran strategis yang terdiri dari:

a. Meningkatnya hasil-hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri

b. Meningkatnya publikasi inovasi teknologi

2. Meningkatnya kepuasan pelanggan melalui pelayanan prima jasa pelayanan

teknis.

Sasaran strategis yang terdiri dari:

a. Meningkatnya kerjasama litbang dengan industri

b. Meningkatnya kualitas pelayanan publik

c. Meningkatnya kemampuan standardisasi

d. Meningkatnya jasa pelayanan

II-1

II- 1

LKIP BBIA

2015

B. Rencana Indikator Kinerja Utama Tahun 2015 Mengacu kepada tujuan dan sasaran strategis pada Renstra BBIA, maka Indikator Kinerja Utama (IKU) BBIA Tahun 2015 adalah sebagai berikut.

No

Kinerja Utama

Indikator Kinerja

Target

1

Meningkatnya inovasi teknologi yang unggul di bidang hilirisasi produk agro, komponen aktif alami, dan energi terbarukan

Jumlah hasil litbang yang siap diterapkan (Penelitian)

3

Jumlah hasil litbang yang telah diimplementasikan (hasil penelitian)

3

 

Jumlah Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan (Judul)

10

Jumlah kerjasama litbang industri (kontrak)

6

2

Meningkatnya kepuasan pelanggan melalui pelayanan prima jasa pelayanan teknis

Meningkatnya indeks kualitas pelayanan publik (skala 5)

4,02

 

Persentase pelayanan tepat waktu (%)

80

IKU BBIA tersebut telah ditetapkan melalui Keputusan Kepala BBIA nomor 1473/Bd/BBIA/V/2015 tanggal 11 Mei 2015 tentang Penetapan IKU Balai Besar Industri Agro Tahun 2015-2019. IKU tersebut telah dijadikan sebagai dasar penetapan Perjanjian Kinerja tahun berjalan.

C. Rencana Anggaran Pada bulan April 2015 Pemerintah telah mengesahkan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P). Selanjutnya, BBIA mendapatkan tambahan pagu sebesar Rp 5.000.000.000,- (lima milyar rupiah) yang dialokasikan untuk kegiatan pengembangan Sains dan Tekno Park (STP). Di samping itu BBIA juga melakukan revisi DIPA.

Pada bulan Oktober 2015, BBIA mengajukan Revisi DIPA ke-4 yang disebabkan tercapainya target realisasi PNBP, adapun tambahan pagu PNBP BLU adalah sebesar Rp 1.900.000.000,- (Satu milyar sembilan ratus juta rupiah). Tambahan pagu ini digunakan untuk kegiatan operasional jasa pelayanan teknis dan belanja modal berupa kendaraan operasional dan

II-2

II- 2

LKIP BBIA

2015

inventaris pendukung lainnya. Dengan demikian total pagu DIPA Petikan BLU

BBIA Revisi ke-4 adalah sebesar Rp 46.690.480.000,- yang terdiri dari Rupiah Murni (RM) sebesar Rp 25.680.480.000,- dan PNBP BLU sebesar Rp.

21.010.000.000,-

Pada bulan Nopember BBIA mengajukan Revisi DIPA yang ke-5 berupa penambahan pagu yang berasal dari Rupiah Murni (RM) yakni sebesar Rp 520.000.000,- Tambahan pagu RM ini digunakan untuk pembayaran Tunjangan Kinerja PNS yang mengalami kenaikan, pasca disahkannya Perpres Nomor 111 Tahun 2015 tentang Kenaikan Tunjangan Kinerja Kementerian Perindustrian. Pada bulan yang sama juga BBIA mengajukan Revisi DIPA yang ke-6 berupa penambahan pagu yang berasal dari PNBP yakni sebesar Rp 1.185.000.000,- Tambahan pagu ini digunakan untuk kegiatan operasional jasa pelayanan teknis seiring dengan telah terlampauinya target PNBP TA 2015.

Dengan demikian pada akhir TA 2015 yaitu pada revisi DIPA yang ke-6, total pagu DIPA BBIA berubah menjadi Rp 48.395.480.000,- yang terdiri dari Rupiah Murni (RM) sebesar Rp 26.200.480.000,- dan PNBP BLU sebesar Rp 22.195.000.000,- Adapun rincian kegiatan, dan anggaran BBIA TA 2015 setelah melakukan revisi DIPA ke-6 seperti Tabel 1.

Tabel 1. Kegiatan dan Anggaran BBIA TA 2015

KODE

PROGRAM/KEGIATAN/OUTPUT

ANGGARAN (Rp.)

019.07.12

Program Pengkajian Kebijakan, Iklim, dan Mutu Industri

 

1867

Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri Agro

48.395.480.000

1.867.001

Hasil Kajian/Penelitian Penguasaan Teknologi Industri

785.890.000

1.867.002

Hasil Rekayasa Mesin/Peralatan Teknologi Industri

5.188.931.000

1.867.003

Layanan Jasa Teknis

13.758.656.000

1.867.004

Pengembangan Kelembagaan Balai Besar/Baristand Industri

1.499.691.000

1.867.005

Dokumen Perencanaan/ Penganggaran/ Pelaporan/Monitoring dan Evaluasi

250.140.000

1.867.994

Layanan Perkantoran

23.964.354.000

1.867.996

Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi

146.350.000

1.867.997

Peralatan dan Fasilitas Perkantoran

1.725.255.000

1.867.998

Gedung/Bangunan

1.076.213.000

II-3

II- 3

LKI P BBIA

2015

Apabila anggaran

akan terlihat sebagai beri kut :

tersebut dikelompokan ke dalam jen is belanja maka

NO

BELA NJA

PAGU (Rp)

I

RUPIAH MURNI (R M)

26.200.4

80.000

1

BELANJA PEGAWA I

17.651.5

30.000

2

BELANJA BARANG

4.532.9

94.000

3

BELANJA MODAL

4.015.9

56.000

II

PNBB BADAN LAY ANAN UMUM (BLU)

22.195.0

00.200

1

BELANJA PEGAWA I

 

2

BELANJA BARANG

19.170.2

82.200

3

BELANJA MODAL

3.024.7

18.000

 

TOTAL

48.395.4

80.200

D. Dokumen Perjanjian Kin erja Adapun dokumen PE RJAKIN yang telah disepakati oleh Ke

ala Balai Besar

Industri Agro dan Kepala BPPI adalah seperti pada tabel berikut :

yang telah disepakati oleh Ke ala Balai Besar Industri Agro dan Kepala BPPI adalah seperti pada

II-4

II- 4

LKIP BBIA

2015

dan

diselaraskan dengan indikator sasaran strategis Renstra BBIA maupun indikator IKU BBIA.

Indikator

kinerja

dalam

Perjakin

tersebut

sudah

disesuaikan

E. Output Jasa Layanan Kinerja layanan

seberapa besar

Output Layananya. Target dan realisasi output per 31 Desember 2014 serta

Prognosanya untuk tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 2.

BBIA

antara lain

dapat

dilihat dari

Tabel 2. Output Jasa Layanan Tahun 2014 dan Prognosa Tahun 2015

No

Output Jasa Layanan Teknis

 

Output Tahun 2014

 

Prognosa

Satuan

Target

Realisasi

Persen

Tahun 2015

1

Layanan Pengujian

Contoh

15.027

16.291

108%

15.177

2

Layanan Kalibrasi

Alat

7.042

8.969

127%

7.112

3

Layanan Sertifikasi

Sertifikat

359

347

97%

362

4

Layanan Pelatihan

Orang

1.412

1.938

137%

1.426

5

Layanan Konsultasi

Kerjasama

10

9

93%

10

6

Layanan RBPI

Kerjasama

6

6

100%

6

7

Layanan Litbang

MoU

6

7

117%

6

8

Jasa JPT lainnya

         

8.1

Layanan Uji Profisiensi

Produk

5

10

200%

6

8.2

Layanan Inspeksi Teknis

Proses

13

15

115%

25

8.3

Penanganan Pencemaran Lingkungan

MOU

1

0

146%

1

Pada tahun 2015 prognosa pertumbuhan output layanan Pengujian, Kalibrasi, Sertifikasi dan Pelatihan ditetapkan masing-masing 1% dari target tahun 2014.

F. PNBP Layanan Kinerja layanan BBIA dapat dilihat dari output layanan juga dapat dilihat dari pertumbuhan PNBPnya. Target dan realisasi PNBP tahun 2014 serta Prognosa PNBP Tahun 2015 nampak seperti pada Tabel 3 :

II-5

II- 5

LKIP BBIA

2015

Prognosa PNBP tahun 2015 dihitung berdasarkan proyeksi dari realisasi

PNBP tahun 2014, dan tahun-tahun sebelumnya, dengan mempertimbangkan

pula potensi masing-masing jasa layanan.

Tabel 3. Target dan Realisasi PNBP 2014 Serta Prognosa Tahun 2015

   

Tahun 2014

2015

Layanan

Target

Realisasi

Persen

Prognosa

Pengujian

16.416.988.132

15.295.478.037

93,17%

17.337.981.166

Kalibrasi

1.859.960.774

2.515.316.500

135,23%

1.964.304.573

Pelatihan

1.513.503.162

1.337.797.187

88,39%

1.598.410.689

Standardisasi

74.206.921

70.000.000

94,33%

78.369.929

Konsultansi

383.180.514

416.820.000

108,78%

404.676.940

Sertifikasi

2.845.809.455

3.295.434.800

115,80%

3.005.459.366

RBPI

171.815.802

91.250.000

53,11%

181.454.669

Litbang

211.636.664

72.540.000

34,28%

223.509.481

JPT lainnya

748.526.291

949.313.943

126,82%

790.518.616

Jumlah

24.225.627.715

24.043.950.467

99,25%

25.584.685.429

Dari Tabel 3, menunjukkan bahwa pada tahun 2015 prognosa PNBP sebesar Rp 25.584.685.43 atau naik 5,61% dari Target PNBP tahun 2014.

II-6

II- 6

LKIP BBIA

2015

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Keberhasilan Balai Besar Industri Agro akan tercermin pada tercapai atau tidaknya tujuan dan sasaran strategis yang telah dirumuskan di Renstra Bisnis BBIA. Tujuan dan sasaran strategis BBIA dapat tercapai jika asumsi-asumsi yang telah ditetapkan terpenuhi dan didukung pula oleh SDM yang berintegritas serta kompeten, tidak terkecuali dukungan dari sarana prasarana yang memadai. A. Capaian Perjanjian Kinerja Tahun 2015 Berikut ini capaian kinerja tahun 2015 berdasarkan sasaran strategis dan indikator kinerja yang ditetapkan dalam Perjakin 2015.

Sasaran Strategis

 

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

%

(1)

 

(2)

 

(3)

 

(4)

(5)

Meningkatnya hasil- hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri

1

Hasil litbang yang siap diterapkan

3

Penelitian

3

Penelitian

100,00%

2

Hasil litbang yang telah diimplementasikan

3

Penelitian

3

Penelitian

100,00%

Meningkatnya kerja sama litbang

 

Kerja sama litbang instansi dengan industri

6

MoU

6

Penelitian

100,00%

Meningkatkan kualitas pelayanan publik

1

Tingkat kualitas pelayanan publik (skala

5)

4

Skor rata-

3,78

Skor rata-

94,03%

rata

rata

   
 

2

Prosentasi pelayanan tepat waktu (pengujian, kalibrasi dan sertifikasi)

80

%

81,54

%

101,93%

Meningkatnya

 

Jumlah Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang dipublikasikan

10

KTI

10

KTI

100,00%

publikasi ilmiah

hasil litbang

Meningkatnya

1

Peningkatan jumlah jenis parameter uji yang sudah bisa diuji di laboratorium

2

Parameter

7

Parameter

350,00%

kemampuan

uji

uji

standardisasi

2

Peningkatan jumlah ruang lingkup pada LPK yang diakui oleh KAN

2

Komoditi/

6

Komoditi/

300,00%

Produk

Produk

Meningkatnya jasa pelayanan

 

Tingkat pertumbuhan PNBP

5

%

5,87

%

117,40%

III-1

III- 1

LKIP BBIA

2015

B. Analisis Capaian Perjanjian Kinerja

1. Sasaran

Strategis

I

:

Meningkatnya

dimanfaatkan oleh industri.

hasil-hasil

litbang

yang

Realisasi

Fisik

Target

Volume

Indikator Kinerja

Capaian

%

Jumlah hasil litbang yang siap diterapkan Jumlah hasil litbang yang telah diimplementasikan

3

Penelitian

3

100

3

Penelitian

3

100

Sasaran Strategis I terdiri dari dua indikator kinerja yaitu :

a. Hasil penelitian dan pengembangan yang siap diterapkan.

Sampai dengan akhir tahun 2015 realisasi fisik dari indikator

kinerja ini adalah 3 penelitian dengan capaian 100%. Adapun judul

penelitian yang siap diterapkan TA 2015 tersebut adalah sebagai

berikut:

1) Pengembangan Nano Asam Lemak dan Aplikasinya di Industri

Kosmetika.

2) Aplikasi Alat Pengering Hortikultura dan Umbi-umbian di Sentra

Industri.

3) Modifikasi Teknologi Alat Pengering Pada Proses Pengolahan Mocaf.

Perkembangan jumlah penelitian yang siap diterapkan baik target

maupun realisasinya sejak tahun 2011 sampai 2015 dapat lihat pada

gambar di bawah ini.

III-2

III- 2

LKIP BBIA

2015

10 9 9 8 7 7 6 5 5 4 4 4 4 5 4
10
9
9
8
7
7
6
5
5
4
4
4
4
5
4
3
3
3
2
1
0
2011
2012
2013
2014
2015
Target
Realisasi
Gambar 2. Grafik Target dan Realisasi Kinerja Hasil Litbang yang
Siap Diterapkan
Gambar 2 tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2011 dan

2012 realisasi hasil litbang yang siap diterapkan cukup tinggi yaitu 7 dan

9 penelitian juga di atas target yang ditetapkan, sementara itu jumlah penelitian yang siap diterapkan sejak tahun 2013 sampai 2015 mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena ada perbedaan pengertian terutama dalam penilaian kinerja litbang yang dilakukan oleh BPKIMI/BPPI selama ini.

Pemahaman mengenai litbang yang siap diterapkan sebelum tahun

2013 selama ini dimaknai oleh masing-masing satker sebagai hasil litbang

tahun yang bersangkutan dan berpotensi untuk diimplementasikan pada periode berikutnya. Akan tetapi sejak tahun 2013 pengertian siap diimplementasikan adalah hasil litbang yang dievaluasi dan telah dilakukan pengukuran sesuai dengan Teknometer dan sekurang- kurangnya mencapai level 6. Oleh karena itu ke depan setiap kegiatan atau judul litbang yang diusulkan di BBIA diharus diarahkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan atau industri. Dengan kata lain judul litbang harus sudah mempertimbangkan kemungkinan implementasinya sehingga memiliki prospek dalam meningkatan produktivitas dan efisiensi industri melalui perbaikan produk atau proses produksi serta teknologi yang dipakai.

III-3

III- 3

LKIP BBIA

2015

b. Hasil litbang yang telah diimplementasikan

Pada tahun 2015 realisasi fisik dari indikator ini sudah mencapai 100% yaitu 3 judul penelitian dari 3 yang ditargetkan. Adapun rincian litbang yang telah diimplementasikan adalah sebagai berikut :

1) Pengembangan Teknologi Proses Pengolahan Ikan Asap. Industri yang telah menerapkan hasil litbang ini adalah Kelompok Usaha "Kyoijsa", Jl Palasari Rt 24/Rw 07, Desa Sudaya Girang, Kec. Sukabumi, Kab Sukabumi. 2) Penelitian dan Pengembangan Teknologi Proses Pengolahan Cuka Kurma. Industri yang telah menerapkan hasil litbang ini adalah PD Tamurindo, Griya Depok Asri Blok E1/11 Rt 12/24, Kel. Mekarjaya, Kec. Sukmajaya, Depok. 3) Aplikasi Alat Pengering Hortikultura dan Umbi-umbian di Setra Industri. Industri yang telah menerapkan hasil litbang ini adalah Yayasan Maslahat Sejahtera, Jl. Sukamanah I, No.36c Rt 02/Rw 15, Kel. Sukasari, Kec. Tangerang Kota, Kota Tangerang. Perkembangan jumlah penelitian yang telah diterapkan baik target maupun realisasinya sejak tahun 2011 sampai 2015 dapat lihat pada gambar di bawah ini :

6 5 5 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 1
6
5
5
4
4
4
3
3
3
3
3
3
3
2
1
0
0
2011
2012
2013
2014
2015
Target
Realisasi
Gambar 3. Grafik Target dan Realisasi Hasil Litbang yang Telah
Diimplementasikan

III-4

III- 4

LKIP BBIA

2015

Dari Gambar 5, terlihat bahwa hasil litbang yang telah diimplemen-

tasikan relatif masih kecil dibandingkan dengan jumlah penelitian di BBIA

setiap tahunnya, yaitu rata-rata sebanyak 10-12 judul per tahun.

Faktor yang menyebabkan kesulitan implementasikan hasil litbang

antara lain:

1)

Judul atau ouput penelitian belum berorientasi kepada pelanggan, dan

lebih berorientasi pada kebutuhan peningkatan kompetensi peneliti

sendiri;

2)

Kedalaman proses atau tahapan litbang belum tuntas.

2. Sasaran Strategis II: Meningkatnya kerjasama litbang

Realisasi

Fisik

Target

Volume

Indikator Kinerja

Capaian

%

Jumlah kerjasama litbang dengan industri

6

Kerjasama

6

100.00

Pada tahun 2015 kerjasama litbang yang sudah disepakati ada 6

(enam) atau 100% dari target yang ditetapkan. Adapun kerjasama litbang

pada TA 2015 ini adalah sebagai berikut :

a. Kerjasama dengan UD. Cindy Group dengan judul : “Pengolahan Ikan

Tuna Asap dalam Kaleng.”

Kegiatan litbang ini meliputi :

- Pengalengan ikan tuna dalam asap

- Analisa dan pendugaan umur simpan serta

- Diskusi

b. Kerjasama dengan L. Energy., Co. Ltd, dengan judul : “Development of

High Quality Bio Heavy Oil Originated PAO to Guarantee Pour Point at

the Normal Temperature.”

Pada kerjasama litbang Pellet Biomas, yang sudah dilakukan adalah :

1) Studi banding dan survey bahan baku ke Pabrik pengolahan CPO di

PTPN VIII, PTPN VII.

III-5

III- 5

LKIP BBIA

2015

2) Analisa dan karakterisasi PAO serta diskusi dan penyusunan pelaporan. c. Kerjasama dengan Disperindagkop Kab. Serang dengan judul:

“Pengembangan produk berbasis buah-buahan dan umbi-umbian untuk IKM”. Pada kerjasama litbang ini, kegiatan yang sudah dilakukan adalah Pengembangan produk berbasis buah-buahan dan umbi-umbian untuk IKM (buah rambutan, pisang, nangka, salak, singkong, sukun).

d. Kerjasama dengan PT. Marinda Agritama dengan judul : Proses Pemurnian Minyak Kelapa Kasar (Crude Coconut Oil)” Pada kerjasama litbang ini, kegiatan yang sudah dilakukan adalah :

Rancangan proses pemurnian, Proses degumming, bleaching, dan

deodorisasi minyak kelapa kasar.

e. Kerjasama dengan Bapak Taufik dengan judul: “Proses ekstraksi buah kecubung.” Pada kerjasama litbang ini, kegiatan yang sudah dilakukan adalah :

Proses ekstraksi buah kecubung, dan pengeringan ekstrak buah kecubung.

f. Kerjasama dengan Bpk Afif dengan judul: “Proses pembuatan cuka kurma.”. Perkembangan realisasi dan target kerjasama litbang tahun

2011-2015 dapat lihat pada gambar 4. 8 7 7 6 6 6 5 4 4
2011-2015 dapat lihat pada gambar 4.
8
7
7
6
6
6
5
4
4
4
4
4
3
3
3
3
2
1
0
2011
2012
2013
2014
2015
Target
Realisasi

Gambar 4. Grafik Target dan Realisasi Kerjasama Litbang

III-6

III- 6

LKIP BBIA

2015

Dari Gambar 4 terlihat bahwa realisasi kerjasama litbang selalu

mencapai target setiap tahunnya.

Kerjasama litbang dengan industri merupakan usaha pemecahan

masalah di industri atau perbaikan produk dan proses produksi.

3. Sasaran Strategis III : Meningkatkan kualitas pelayanan publik

Realisasi

Fisik

Target

Volume

Indikator Kinerja

Capaian

%

Tingkat kualitas pelayanan publik (skala 5)

4.02

Skor rata-

rata

3.78

94.03

Prosentasi pelayanan tepat waktu (pengujian, kalibrasi dan sertifikasi)

80

%

81.54

101.93

Sasaran Strategis I terdiri dari 2 (dua) Indikator Kinerja:

a. Tingkat kualitas pelayanan publik (skala 5)

Sampai akhir tahun. 2015, riset kepuasan pelanggan telah

terlaksana sampai pada tahap pengolahan data dan pelaporannya.

Hasil survey berdasarkan Indeks Kepuasan Pelanggan BBIA adalah

dengan skor rata-rata 3,78. Nilai ini masih di bawah target yang

ditetapkan. Dari hasil analisis riset kepuasaan pelanggan tersebut

diperoleh data bahwa kinerja pelayanan belum memenuhi harapan

pelanggan. Sehingga aspek-aspek yang di nilai pelanggan kurang baik

harus menjadi prioritas perbaikan di tahun akan datang, seperti

dirangkum pada Tabel 4.

III-7

III- 7

LKIP BBIA

2015

Tabel 4. Prioritas Faktor-Faktor yang Harus Diperbaiki

No

Jasa layanan

Prioritas

1.

Pengujian

kecepatan waktu penyelesaian pengujian, kecepatan penenganan pengaduan dan tarif yang kompetitif.

2.

Kalibrasi

kecepatan waktu penyelesaian kalibrasi, kecepatan merespon permintaan pelanggan, dan ketepatan pelaksanaan kalibrasi sesuai jadwal.

3.

Sertifikasi

ketepatan waktu penyelesaian sertifikasi dan penerbitan sertifikat, kecepatan penanganan pengaduan dan kecepatan merespon permintaan pelanggan.

4.

Pelatihan

kecepatan penanganan pengaduan, tarif yang kompetitif dan transparan, dan kelengkapan ruang lingkup jenis pelatihan.

5.

Uji Profisiensi

kesesuaian antara parameter uji per komoditi pada program uji profisiensi yang diselenggarakan oleh BBIA dengan kebutuhan pelanggan. kesesuaian antara substansi dalam laporan uji profisiensi BBIA dengan kebutuhan. Pelanggan serta kesesuaian antara komoditas pada program uji profisiensi yang diselenggarakan oleh BBIA dengan kebutuhan pelanggan.

Angka Indek Kepuasan Pelanggan antara realisasi dan target tahun 2011-2015 dapat lihat pada gambar di
Angka Indek Kepuasan Pelanggan antara realisasi dan target
tahun 2011-2015 dapat lihat pada gambar di bawah ini
6
5
5
5
4
5
4.02
3.81
4
3.63 4.05
3.71 3.78
3
2
1
0
2011
2012
2013
2014
2015
Target
Realisasi

Gambar 5. Tingkat Kualitas Pelayanan Publik

Dari gambar 5. menunjukkan bahwa target tingkat kualitas pelayanan publik belum pernah tercapai, hal diduga bahwa tingkat

III-8

III- 8

LKIP BBIA

2015

keterlambatan penyerahan hasil dan merespon keluhan pelanggan belum sesuai dengan harapan pelanggan. b. Prosentasi pelayanan tepat waktu (pengujian, kalibrasi dan sertifikasi) Adapun waktu pelayanan untuk masing-masing jasa layanan sudah ditetapkan dalam Standar Pelayanan Minimum (SPM) BBIA. Data pencapaian standar waktu layanan untuk ketiga jenis layanan (Pengujian, Kalibrasi, dan Sertifikasi) sampai akhir tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Delivery Time Jasa Layanan BBIA Tahun 2015

 

Jenis

 

Standar

Pencapaian Standar Waktu Layanan

   

No

Pelayanan

Pelayanan

Jumlah

% Delivery

time

Publik

Minimun

Sesuai

Tidak

 

Sertifikasi

50

hari

       

A.

(perusahaan)

kerja

150

12

162

93%

B.

Pengujian

15

hari

8,910

6,431

15,341

58%

(contoh)

kerja

 

Kalibrasi

14

Hari

       

C.

(pelanggan)

kerja

902

58

960

94%

 

Rata-rata

       

81.54%

Berdasarkan Tabel 5, rata-rata realisasi delivery time dari ketiga jasa layanan adalah sebesar 81,54%. Jasa layanan kalibrasi dan sertifikasi sudah lebih baik delivery time-nya, namun untuk jasa pengujian masih jauh di bawah target.

Sebenarnya pada tahun 2015 sudah dilakukan penambahan pegawai harian lepas untuk mengatasi permasalahan keterlambatan delivery time namun ternyata belum berhasil memperkecil keterlambatan pengujian. Kemungkinan keterlabatan pengujian disebabkan adanya penambahan jumlah pelanggan dan jumlah contoh yang masuk. Pelanggan pengujian tahun 2015 sebanyak 2.078 perusahaan atau naik 15,51% (279 perusahaan) dari tahun 2014 dan

III-9

III- 9

LKIP BBIA

2015

contoh uji masuk pada tahun 2015 sebanyak 16.938 contoh uji atau

naik 3,97% (647 contoh uji) dari tahun 2014.

kinerja dari pelayanan tepat

waktu (pengujian, kalibrasi dan sertifikasi) tahun 2011-2015 dalam %

Perkembangan realisasi dan target

dapat lihat pada gambar 6. 84 83 82 80 80 80 78 81.54 76 79.47
dapat lihat pada gambar 6.
84
83
82
80
80
80
78
81.54
76
79.47
74
76.13
72
2011
2012
2013
2014
2015
Target
Realisasi

Gambar 6. Grafik Prosentasi Pelayanan Tepat Waktu

Gambar 6, menunjukkan realisasi kinerja pelayanan tepat waktu

tahun 2011-2015 yang masih di bawah target. Data tiga tahun terakhir

menunjukkan bahwa tingkat ketepatan pengujian masih rendah, maka

perlu perhatian khusus untuk dilakukan dari aspek penataan SDM,

peralatan dan alur kerja (distribusi contoh uji).

4. Sasaran Strategis IV : Meningkatnya publikasi ilmiah hasil litbang

Realisasi

Fisik

Target

Volume

Indikator Kinerja

Capaian

%

Jumlah Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang dipublikasikan

10

KTI

10

100.00

Sampai dengan akhir TA 2015 realisasinya karya tulis ilmiah yang

telah dihasilkan oleh para peneliti di BBIA adalah 10 judul KTI atau

sebesar 100% dari target.

III-10

III- 10

LKIP BBIA

2015

Adapun judul KTI dan jurnalnya adalah sebagai berikut :

a.

Hendra Widjaya . Isolation Of Mung Bean (Vigna radiata (L.) R. Wilczek) Proteins To Create A Skin Prick Test Reagent To The Diagnosis of Mung Bean Allergy, IOSR Journal Of Pharmacy, Volume 5, Issue 1 (January 2015), PP. 52-58.

b.

Rizal Alamsyah, Enny H,L. Eko S, Lukman, Nobel C. An Experimented Study on Synthetic Gas (Syngas) Production Through Gasification of Indonesian Biomas Pellet. Elsevier Science Direct, Energy Procedia 65 (2015) 292-299.

c.

Yuliasri Ramadhani Meutia, Ning Ima Arie Wardayanie , Rienoviar , Titin Mahardini, dan Indera Wirawan, Pengaruh Suhu dan Waktu Maserasi terhadap Komponen Volatil yang Terlibat pada Ekstraksi Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC). Warta IHP Tahun 2015.

d.

Agus Sudibyo dan Nami Lestari. Kajian Keamanan Pangan Senyawa Ester 3-MCPD dalam Produk Minyak/Lemak Pangan dan Produk Pangan Lainnya. Warta IHP Tahun 2015.

e.

Mirna Isyanti, Agus Sudibyo, Dadang Supriatna, dan Ade Herman Suherman. Penggunaan Berbagai Cocoa Butter Substitute (CBS) Hasil Hidrogenasi dalam Pembuatan Cokelat Batangan. Warta IHP Tahun

2015.

f.

Hasrul Abdi Hasibuan dan Aga Prima Hardika. Formulasi Margarin dan Cokelat Tabur Berbahan Minyak Sawit dan Minyak Inti Sawit menjadi Produk Olesan untuk Roti Tawar. Warta IHP Tahun 2015.

g.

Nami Lestari, Mirna Isyanti dan Aries Wibisono. Pengaruh Variasi Komposisi Lemak Cokelat, Olein Sawit dan Minyak Ikan Patin terhadap Kandungan Nutrisi Cokelat Oles. Warta IHP Tahun 2015.

h.

Tiurlan Farida Hutajulu dan Nobel Christian Siregar. Peningkatan Proses Ekstraksi Minyak Biji Mimba (Neem Seed Oil) dan Purifikasinya. Warta IHP Tahun 2015.

i.

Enny Hawani Loebis, Yuliasri Ramadhani Meutia, dan Lukman Junaidi. Proses Delignifikasi Limbah Pasar untuk Produksi Bioetanol. Warta IHP Tahun 2015.

III-11

 

LKIP BBIA

2015

j. Rizal Alamsyah dan Enny Hawani Loebis. Pembuatan Nata dari bahan Baku Air dengan Perlakuan Konsentrasi Nutrisi dan Mikroba. Warta IHP Tahun 2015. Perkembangan realisasi dan target publikasi ilmiah hasil litbang tahun 2011-2015 dapat lihat pada gambar 7.

12.5 12 12 11.5 11 11 10 10 10 10.5 10 10 10 10 10
12.5
12
12
11.5
11
11
10
10
10
10.5
10 10
10
10
10
10
9.5
9
2011
2012
2013
2014
2015
Target
Realisasi

Gambar 7. Grafik Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang Dipublikasikan Gambar 7 menunjukkan bahwa realisasi KTI yang dipublikasikan selalu mencapai target yaitu atara 10-12 tulisan per tahun. KTI mencerminkan kemampuan peneliti dalam mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan ilmiah dalam bidang industri agro dan teknologi pangan, mikrobiologi pangan, teknik pangan, teknik industri pertanian, khemurgi dan minyak atsiri, rekayasa peralatan, energi terbarukan dan analisis kimia.

5. Sasaran Strategis V : Meningkatnya kemampuan standardisasi

   

Realisasi

Indikator Kinerja

 

Target

Volume

Fisik

Capaian

%

Peningkatan jumlah jenis parameter uji yang sudah bisa diuji di laboratorium

 

Parameter

   

2

uji

7

350.00

Peningkatan jumlah ruang lingkup pada LPK yang diakui oleh KAN

 

Komoditi/

   

2

Produk

6

300.00

III-12

III- 12

LKIP BBIA

2015

Pada tahun 2015 realisasi fisik dari indikator ini sudah melampaui target yang ditetapkan. Berikut rincian capaian untuk indikator tersebut.

Indikator

Target

Realisasi

 

Parameter Uji

Peningkatan jumlah jenis parameter uji yang sudah bisa diuji di laboratorium

2

7

1

Poliphenol pada produk Teh Hitam dan Teh Kering dalam Kemasan

   

2

Bilangan Peroksida Pada Makanan Selain Minyak

   

3

Logam(Pb, Cd) menggunakan AAS Flame dan Grafit Furnace dalam Margarin

     

4

Angka Lempeng Total dan Coliform pada Air Mineral dan Demineral SNI tahun 2015.

   

5

Uji Bromat dan CO2 pada Air Mineral dan Demineral SNI tahun 2015

   

6

Pengujian Xylosa pada Kopi Instan

   

7

Pengujian coliform dan E. coli menggunakan colilert pada AMDK

Peningkatan

2

6

Komoditi/Produk

jumlah ruang

1 Kopi Mix

lingkup pada

2 Teh hijau

LPK yang

3 Teh hitam

diakui oleh

4 Biji Kopi

KAN

5 Agar-agar tepung

6 Teh hitam celup

Perkembangan realisasi dan target jumlah jenis parameter uji yang sudah bisa diuji di laboratorium tahun 2011-2015 dapat lihat pada gambar 8.

III-13

III- 13

LKIP BBIA

2015

8 7 6 6 6 6 6 7 7 5 6 6 4 5 3
8
7
6
6
6
6
6
7
7
5
6
6
4
5
3
2
2
1
0
2011
2012
2013
2014
2015
Target
Realisasi
Gambar 8. Grafik Peningkatan Jumlah Jenis Parameter Uji yang Sudah
Bisa Diuji di Laboratorium

Perkembangan jumlah ruang lingkup pada

LPK yang diakui oleh

KAN selama tahun 2011-2015 seperti pada Gambar 9.

8 7 7 6 6 6 5 3 4 4 2 3 2 2 1
8
7
7
6
6
6
5
3
4
4
2
3
2
2
1
2
1
1
0
2011
2012
2013
2014
2015
Target
Realisasi

Gambar 9. Grafik Jumlah Ruang Lingkup Pada LPK Diakui oleh KAN

Gambar 8 dan 9 menunjukkan bahwa realisasi selalu tercapai dari target yang ditetapkan, dengan adanya penambahan ruang lingkup dan peningkatan jumlah parameter yang bisa diuji di BBIA dan peningkatan jumlah ruang lingkup pada LPK yang diakui oleh KAN maka diharapkan jumlah jenis layanan publik BBIA khususnya kepada dunia industri akan

III-14

III- 14

LKIP

BBIA

2015

semakin meningkat

PNBP BLU.

dan pada akhirnya dapat menngkatka

n penerimaan

6. Sasaran Strategis VI

: Meningkatnya Jasa Pelayanan

Realisasi

Fisik

Target

Volume

Indikator Ki

nerja

Capa

ian

%

Tingkat pertumbuha

n PNBP

5

%

5.8

7

117.40

Kegiatan yang

dilaksanakan dalam melayani pelan

nggan adalah

Jasa Layanan Tek

nis Pengujian, Kalibrasi, Sertifikas

si,

Pelatihan,

Konsultasi, RBPI, L

itbang, dan JPT Lainnya (Uji Profis

iensi, ABITIS,

Penanganan Pencema

ran Lingkungan).

Realisasi peneri

maan PNBP BBIA dari jasa pelayanan

teknis tahun

2015 adalah sebesar

Rp 25.454.485.078. Jika dibandingkan

dengan PNBP

tahun 2014 pada triw

ulan yang sama maka realisasi PNBP t

ahun 2015 ini

mengalami kenaikan

sebesar atau 5,87%. Dengan demikia

n

target pada

Perjakin 2015 ini su

dah terlampaui. Adapun pertumbuha

n

penerimaan

PNBP BLU selama tah

un 2011-2015 seperti Gambar 10.

Ti ngkat pertumbuhan PNBP 20 15.36 13 15 10 5.87 4.82 5 0.58 0 2011
Ti ngkat pertumbuhan PNBP
20
15.36
13
15
10
5.87
4.82
5
0.58
0
2011 2012
2013
2014
2015

Gambar 10

. Grafik Pertumbuhan PNBP BBIA BLU

III-15

III- 15

LKIP

BBIA

2015

Pertumbuhan P

NBP meningkat setiap tahun. Adapun

capaian total

realisasi PNBP dari ta

hun ke tahun dapat dilihat pada gamb

ar 10.

PNBP BBIA 25,454,485,078 30,000,000,000 24,043,950, 467 22,938,763,106 25,000,000,000 19,949,894,102
PNBP BBIA
25,454,485,078
30,000,000,000
24,043,950,
467
22,938,763,106
25,000,000,000
19,949,894,102
20,000,000,000
17,587 ,400,152
15,000,000,000
10,000,000,000
5,000,000,000
0
2 011
2012
2013
2014
2015
Tahun
Jumlah Penerimaan (Rp)

Gambar 11. R

ealisasi Total PNBP Tahun 2011-2015

Dari Gambar 1

7. Target dan Realisasi

0 dan 11, menunjukkan bahwa pertu

Output Jasa Layanan 2015

mbuhan PNBP

BBIA Tahun 2011-20

15 sangat fluktuatif, hal terjadi sanga

t dipengaruhi

kondisi global dan ke

bijakan pemerintah.

Kinerja masing

jasa

layanan

selama

tahun

2015

berdasarkan

volume layanan dapat Tabel 6 memper umum tercapai di ata target dan penangan kinerja.

lihat pada Tabel 6. lihatkan bahwa target output jasa la s 90% kecuali jasa Inspeksi Teknis h an pencemaran lingkungan belum

yanan secara anya 68% dari menghasilkan

III-16

III- 16

LKIP BBIA

2015

Tabel 6. Target dan Realisasi Output Jasa Layanan Tahun 2015

No

Output Jasa Layanan Teknis

 

Output Tahun 2015

 

Satuan

Target

Realisasi

Persen

1

Layanan Pengujian

Contoh

15.177

16.948

112%

2

Layanan Kalibrasi

Alat

7.112

8.515

120%

3

Layanan Sertifikasi

Sertifikat

362

380

105%

4

Layanan Pelatihan

Orang

1.426

2.078

146%

5

Layanan Konsultasi

Kerjasama

10

9

90%

6

Layanan RBPI

Kerjasama

6

9

150%

7

Layanan Litbang

Kerjasama

6

6

100%

8

Jasa JPT lainnya

       

8.1

Layanan Uji Profisiensi

Produk

6

8

133%

8.2

Layanan Inspeksi Teknis

Proses

25

17

68%

 

Penanganan

       

8.3

Pencemaran

Komodit

1

0

0%

Lingkungan

8. Target dan Realisasi PNBP Tahun 2015

Kinerja

masing

jasa

layanan

selama

tahun

2015

berdasarkan

penerimaan jasa layanan dapat lihat pada Tabel 7.

Tabel 7.Target dan Realisasi PNBP Tahun 2015

No

Layanan

Target

Realisasi

Persen

1

Pengujian

17.337.981.166

16.360.498.973

94,36%

2

Kalibrasi

1.964.304.573

2.596.812.500

132,20%

3

Pelatihan

1.598.410.689

1.197.515.000

74,92%

4

Standardisasi

78.369.929

0

0,00%

5

Konsultansi

404.676.940

209.250.000

51,71%

6

Sertifikasi

3.005.459.366

3.752.867.000

124,87%

7

RBPI

181.454.669

66.700.000

36,76%

8

Litbang

223.509.481

297.032.866

132,89%

9

JPT lainnya

790.518.616

973.808.739

123,19%

 

Total

25.584.685.429

25.454.485.078

99,49%

III-17

III- 17

LKIP BBIA

2015

Dari Tabel 7, menunjukkan bahwa pada tahun 2015 target PNBP secara total sebesar Rp 25.584.685.43 atau 99,49% dari targetnya dan bila dibandingkan dengan total PNBP Tahun 2014 telah meningkat sebesar naik 5,61.

C. Realisasi Keuangan

1. Realisasi Anggaran Keuangan Pada awal tahun. 2015 telah disusun rencana dan target keuangan berdasarkan triwulanan. Adapun tingkat penyerapan anggaran sesuai dengan target dan realisasi tahun 2015 per triwulan diperlihatkan pada Tabel 8. Tabel 8. Realisasi Anggaran Kegiatan Per Triwulan Tahun 2015

   

Triwulan I

Triwulan II

Triwulan

Triwulan

(%)

(%)

III (%)

IV (%)

 

Kegiatan/Output

Anggaran

Keuangan

Keuangan

Keuangan

Keuangan

 

T

R

T

R

T

R

T

R

 

Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Industri Agro

48.395.480.000

20

17

40

39

70

65

100

96

 

Hasil Kajian/penelitian

                 

1

Penguasaan Teknologi Industri

785.890.000

10

17

40

44

70

76

100

97

 

Hasil Rekayasa

                 

2

Mesin/peralatan Teknologi Industri

5.188.931.000

10

4

50

4

75

29

100

92

3

Layanan Jasa Teknis

13.758.656.000

20

0

50

44

75

68

100

97

 

Pengembangan

                 

4

Kelembagaan Balai Besar/baristand Industri

1.499.691.000

20

17

50

33

75

49

100

80

5

Dokumen Perencanaan/ penganggaran/pelaporan

250.140.000

20

12

50

32

75

51

100

79

6

Layanan Perkantoran

23.964.354.000

20

13

50

45

75

70

100

97

7

Perangkat Pengolah Data Dan Komunikasi

146.350.000

20

21

50

99

75

99

100

99

8

Peralatan Dan Fasilitas Perkantoran

1.725.255.000

20

99

50

26

75

59

100

83

9

Gedung/bangunan

1.076.213.000

20

13

50

37

75

94

100

99

 

Jumlah

48.395.480.000

20

17

50

39

75

65

100

96

Sementara itu target dan realisasi anggaran dalam rupiah dapat dilihat pada Tabel 9.

III-18

III- 18

LKIP BBIA

2015

Tabel 9. Realisasi Anggaran Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri Agro Tahun 2015

NO

Kegiatan/0utput

 

Anggaran

Pagu

Realisasi

Sisa

%

 

Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri Agro

48.395.480.000

46.690.644.662

1.697.585.885

96

1

Hasil Kajian/penelitian Penguasaan Teknologi Industri

785.890.000

761.034.109

24.855.891

97

2

Hasil Rekayasa Mesin/ peralatan Teknologi Industri

5.188.931.000

4.896.724.590

292.206.410

92

3

Layanan Jasa Teknis

13.758.656.000

13.633.711.991

124.944.009

97

4

Pengembangan Kelembagaan Balai Besar/baristand Industri

1.499.691.000

1.234.248.675

265.442.325

80

5

Dokumen Perencanaan/ penganggaran/pelaporan

250.140.000

201.202.892

48.937.108

79

6

Layanan Perkantoran

23.964.354.000

23.327.303.358

637.050.642

97

7

Perangkat Pengolah Data Dan Komunikasi

146.350.000

145.498.000

852.000

99

8

Peralatan Dan Fasilitas Perkantoran

1.725.255.000

1.436.679.000

288.576.000

83

9

Gedung/bangunan

1.076.213.000

1.061.491.500

14.721.500

99

 

T O T A L

48.395.480.000

46.697.894.115

1.697.585.885

96

Dari Tabel 9, menunjukkan realisasi total anggaran 2015 sebesar 96% atau Rp 46.697.894.115,- Sisa anggaran yang tidak terserap sebesar Rp 1.697.585.885 tersebut disebabkan antara lain oleh:

a. Rencana Anggaran Operasional Perkantoran, khusus belanja pemeliharaan tidak terserap dengan baik. b. Terdapat penghematan/sisa dana dari proses lelang pengadaan barang dan jasa sebesar Rp 288.576.000,-

Berdasarkan jenis mata anggaran belanja, maka realisasi anggaran diperihatkan pada Tabel 10.

III-19

III- 19

LKIP BBIA

2015

Tabel 10. Pagu dan Realisasi Berdasarkan Belanja

NO

BELANJA

PAGU (Rp)

REALISASI

SISA

%

I.

RUPIAH MURNI (RM)

26.200.480.000

25.662.888.169

537.591.831

97,95

1

BELANJA PEGAWAI

17.651.530.000

17.533.025.779

118.504.221

99,33

2

BELANJA BARANG

4.532.994.000

4.197.280.916

335.713.084

92,59

3

BELANJA MODAL

4.015.956.000

3.932.581.474

83.374.526

97,92

II.

PNBP BADAN LAYANAN UMUM (BLU)

22.195.000.000

21.035.005.946

1.159.994.054

94,77

1

BELANJA PEGAWAI

       

2

BELANJA BARANG

19.170.282.000

18.343.093.446

827.188.554

95,69

3

BELANJA MODAL

3.024.718.000

2.691.912.500

332.805.500

89,00

 

TOTAL

48.395.480.000

46.697.894.115

1.697.585.885

96,49

Tabel 10 menunjukkan bahwa realisasi belanja Rupiah Murni

adalah sebesar 97,95% dari pagu, dan realisasi PNBP BLU sebesar 95%

dari pagu.

Perekmbangan realisasi anggaran belanja Tahun anggaran 2013

dan 2014 dapat lihat pada Tabel 11 dan Gambar 12.

Tabel 11. Perkembangan Realisasi Anggaran TA. 2013-2015

Uraian

PAGU

Realisasi

% Realisasi

TA. 2013

36.364.514.000

34.769.497.398

95,61%

TA. 2014

46.347.503.000

44.781.298.177

96,62%

TA. 2015

48.395.480.000

46.697.894.115

96,48

60,000,000,000 50,000,000,000 40,000,000,000 30,000,000,000 20,000,000,000 10,000,000,000 0 1 2 3 Pagu
60,000,000,000
50,000,000,000
40,000,000,000
30,000,000,000
20,000,000,000
10,000,000,000
0
1
2
3
Pagu
36,364,514,00
46,347,503,00
48,395,480,00
Realisasi
34,769,497,39
44,781,298,17
46,697,894,11
Gambar 12. Grafik Pagu dan Realisasi Anggaran Tahun 2010-2014.

III-20

III- 20

LKIP BBIA

2015

Tabel 11 dan Gambar 11 menunjukkan bahwa realisasi penyerapan anggaran tahun 2010 sampai 2014 berkisar antara 95,61- 96,48. Bila dibandingkan dengan Satker lain dalam Kementerian Perindustrian maka realisasi anggaran BBIA sudah cukup baik.