Anda di halaman 1dari 7

11.

Program TABULAPOT Tanaman Bumbu Dalam Pot

11.1.Kegiatan non fisik


11.1.1. Sosialisasi Penerapan Budidaya Tanaman Obat pada Tegakan
Tanaman Hutan dan Perkebunan
a)

Waktu, tempat, dan peserta


Gambar 1. Kegiatan sosialisasi
Sosialisasi pembuatan tanaman bumbu dalampot tabulapotbudidaya

tanaman obat pada tegakan tanaman hutan dan perkebunan yang kami lakukan di
Desa Melung RW 3 diawali dengan survey masyarakat yang memiliki tanaman
tegakan di hutan dan kebun. Sosialisasi dimulai tanggal 30 Juli 9 Agustus 2015
dengan mengunjungi satu per satu petani. Hari selanjutnya tepatnya tanggal 12
Agustus 2015 kami memperoleh data petani yang memiliki tanaman tegakan pada
hutan dan kebun. Selanjutnya berdiskusi mengenai budidaya tanaman obat berupa
lada rambat (Piper sp.) pada tegakan tanaman hutan dan perkebunan yang sedang
atau sudah diterapkan oleh mereka sekaligus mendiskusikan tentang penerapan
tanaman obat pada tegakan tanaman hutan dan perkebunan.
Penyuluhan pertama dilakukan pada tanggal 6 Agustus 2015 mulai pukul
07.00-10.00 WIB di rumah bapak Narwin selaku kepala Dusun II di RW 3 yang
dihadiri oleh petani yang memiliki tanaman tegakan pada hutan dan kebun.
Penyuluhan yang dilakukan berupa penyuluhan mengenai budidaya tanaman obat
pada tegakan tanaman hutan dan perkebunan. Penyuluhan diawali dengan
pemaparan materi dan kesediaan petani untuk menanam tanaman obat berupa lada
yang dilanjutkan dengan diskusi.
Tabel 4. Respon peserta penyuluhan pertanian organik wilayah Kadus II
No.
1
2
3
4

Nama
Narwin
Slamet
Kuswanto
Mukson

b) Tujuan dan manfaat

Alamat
RT 03 RW 03
RT 03 RW 03
RT 03 RW 03
RT 04 RW 03

Respon
Baik
Baik
Baik
Baik

Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah memberikan gambaran dan


pemahaman kepada petani mengenai cara budidaya tanaman obat pada tegakan
tanaman hutan dan perkebunan, manfaat dan prospek padi organik sehingga
diharapkan terdapat petani padi yang tertarik untuk membuat dan menerapkan
tanaman obat berupa lada pada tegakan tanaman hutan dan perkebunan.
c) Uraian capaian
Pada pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan ini, petani yang
dikunjungi menunjukkan respon positif terhadap budidaya tanaman obat berupa
lada rambat pada tegakan tanaman hutan dan perkebunan dan tertarik serta mau
untuk mengikuti sosialisai mengenai tanaman obat pada tegakan tanaman hutan
dan perkebunan.
d) Faktor pendorong dan penghambat
Faktor pendorong dalam kegiatan ini adalah antusias warga/petani yang
baik dan ketertarikan para petani untuk mengikuti kegiatan sosialisai mengenai
tanaman obat pada tegakan tanaman hutan dan perkebunan. Faktor penghambat
dari kegiatan ini adalah masih kurangnya kesadaran petani terhadap pemanfaatan
tegakan tanaman pada hutan dan kebun.
e) Rekomendasi perbaikan program
Rekomendasi yang dapat kami berikan adalah adanya pengelolaan yang
intensif dari pihak dosen dalam mengelola demplot budidaya padi org tanaman
obat pada tegakan tanaman hutan dan perkebunan setelah kegiatan KKN selesai
dan menyertakan orang yang berkompetensi langsung dalam budidaya tanaman
obat pada tegakan tanaman hutan dan perkebunan, sehingga dapat meyakinkan
petani mengenai manfaat dan prospek pasar hasil dari budidaya tanaman obat
pada tegakan tanaman hutan dan perkebunan berupa lada rambat yang
menjanjikan dan petani merasa mendapat jaminan pasar yang dapat meningkatkan
hasil dan pendapatan para petani.
PIC : Rizqi Firmansyah
11.1.2. Pencarian bahan dan pembuatan Penerapan Budidaya Tanaman
Obat pada Tegakan Tanaman Hutan dan Perkebunan
Waktu, tempat, dan peserta

Pencarian bahan tanaman obat pada tegakan tanaman hutan dan


perkebunan untuk persiapan dilakukan pada tanggal 15-19 Agustus 2015 disekitar
lahan bapak Mukson dan bapak Narwin. Setelah mendapat bibit lada langsung
dilakukan demplot untik pembibitan lada rambat.
Tujuan dan manfaat
Tujuan dilakukannya pencarian alat dan bahan pembuatan bahan-bahan
adalah untuk mempermudah pelaksanaan pembibitan tanaman lada rambat.
Maanfaatnya yaitu agar warga lebih mudah memperoleh materi berupa informasi
dan praktek mengenai tanaman obat berupa lada rambat pada tegakan tanaman
hutan dan kebun.
c)

Uraian capaian
Adanya petani yang menerapkan budidaya tanaman obat berupa lada

rambat pada tegakan tanaman hutan dan kebun.


d)

Faktor pendorong dan penghambat


Faktor pendorong kegitan ini adalah minat dari petani yang antusias

menerima program. Faktor penghambat yaitu suslit mendapat bahan berupa bibit
lada rambat yang dibutuhkan dalam budidaya tanaman obat pada tegakan tanaman
hutan dan kebun
Rekomendasi perbaikan program
Adanya pengarahan mengenai cara pemanfaatan berupa pemasaran
tanaman lada agar hasil dari program dapat memberikan penghasilan kepada
petani.
PIC : Rizqi Firmansyah

11.2.Kegiatan fisik
11.2.1. Penerapan Budidaya Tanaman Obat pada Tegakan Tanaman Hutan
dan Perkebunan.

a) Waktu, Tempat, dan Peserta


Penerapan budidaya tanaman obat berupa lada rambat pada tegakan
tanaman hutan dan kebun dilakukan tanggal 14 Agustus 2015 di rumah Bapak
Narwin. Pembibitan diawali dengan persiapan media tanam menggunakan media
tanah dan pupuk kandang pada polybag, selanjutnya pemotongan batang lada
rambat dan penanaman lada rambat.

Gambar 9. Penerapan Tanaman


Tabel 4. Peserta praktek pembibitan lada rambat di RW 03
No. Nama
1
Narwin
2
Slamet
3
Kuswanto
4
Mukson
b) Tujuan dan manfaat

Alamat
RT 03 RW 03
RT 03 RW 03
RT 03 RW 03
RT 04 RW 03

Respon
Baik
Baik
Baik
Baik

Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah petani mampu dan memahami


cara pemanfaatan tegakan tanaman pada hutan dan kebun menggunakan tanaman
lada rambat. Manfaat yang didapatkan petani yaitu petani dapat memperoleh
penghasilan tambahan dari budidaya tanaman obat berupa lada rambat yang
memiliki nilai ekonomis tinggi.
c) Uraian capaian
Adanya petani yang menerapkan budidaya tegakan tanaman pada hutan
dan kebun menggunakan tanaman lada rambat.
d) Faktor pendorong dan penghambat
Faktor pendorong pada kegiatan ini adalah adanya petani yang mau
mencoba menerapkan budidaya tegakan tanaman pada hutan dan kebun

menggunakan tanaman lada. Faktor penghambat dalam kegiatan ini adalah


rendahnya kualitas dari bibit lada yang didapat sehingga beresiko kegagalan pada
saat pembibitan ,elalui metode stek.
e) Rekomendasi perbaikan program
Pemilihan bibit lada dengan kualitas yang baik dapat menunjang
keberhasilan pada saat budidaya tegakan tanaman pada hutan dan kebun
menggunakan tanaman lada rambat.
PIC : Rizqi Firmansyah
11.2.2. Pembuatan dan pelaksanaan demplot
a) Waktu, tempat, dan peserta
Pembuatan demplot dilakukan pada lahan sawah milik Bapak Mukson
yang terletak di wilayah RW 03. Kegiatan demplot dimulai dari persiapan lahan
diantaranya pengolahan tanah meliputi pencangkulan dan pemberian pupuk
kandang pada tanggal 14 Agustus 2015.
b) Tujuan dan manfaat
Pembuatan demplot dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengetahui
meyakinkan petani agar menerapkan penanaman lada rambat pada tegakan kebun
dan hutan. Pengoptimalan penggunaan lahan melalui penanaman lada rambat
dapat memberikan informasi mengenai potensi dari tanaman lada rambat.
c) Uraian capaian
Petani mengerti dan memahami bagaimana tata cara dan proses dalam
budidayalada rambat pada tegakan tanaman hutan dan kebun.
d) Faktor pendorong dan penghambat
Faktor pendorongnya yaitu adanya kesadaran dari pemilik lahan demplot
untuk menerapkan budidaya lada rambat pada tegakan tanaman kebun dan hutan.
Penghambatnya yaitu penentuan waktu karena rutinitas petani yang berbeda-beda.
Gambar 15. Kegiatan pindah tanam padi
e) Rekomendasi perbaikan program

Penerapan budidaya tanaman lada rambat pada tegakan tanaman hutan


dan kebun harus diperhitungkan waktu memulai penerapan karena waktu program
terbatas.
PIC : Rizqi Firmansyah
11.2.3. Pendampingan
a) Waktu, tempat, dan peserta
Kegiatan pendampingan yang kami lakukan pada tanggal 18 Agustus
hingga 30 Agustus dengan perawatan pembibitan yang dilakukan di rumah Bapak
Narwin beserta warga yang terlibat untuk memantau kondisi tanaman agar dapat
ditanam dengan baik pada tegakan tanaman hutan dan kebun.
b) Tujuan dan manfaat
Tujuan dari kegiatan ini diharapkan petani mampu memberikan informasi
mengenai kegiatan budidaya tanaman obat berupa lada rambat pada tegakan
tanaman hutan dan kebun kepada petani lain. Selain itu juga sebagai salah satu
sarana pembelajaran antar petani dan mahasiswa KKN.
c) Uraian capaian
Capaian terhadap kegiatan ini adalah adanya hubungan baik berupa
berbagi informasi dan pengalaman serta kendala saat bertani antara petani dan
mahasiswa KKN.
d) Faktor pendorong dan penghambat
Faktor pendorong yaitu adanya komunikasi yang baik antar petani dan
mahasiswa KKN sehingga kegiatan pendampingan di lapangan dapat terlaksana
sesuai dengan permasalahan yang ada di lapangan. Faktor penghambatnya yaitu
keterbatasan waktu untuk menerapkan lada rambat pada tegakan tanaman kebun
dan hutan, sehingga program berjalan kurang maksimal.
e) Rekomendasi perbaikan program
Pengaturan jadwal antara persiapan program dan realisasi harus lebih
diperhitungkan agar program dapat berjalan dengan lancar. Sasaran program lebih
baik diperluas dengan ruang lingkup desa karena melihat potensi yang ada dan
kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian melalui pemanfaatan
tegakan tanaman hutan dan kebun menggunakan lada rambat.

PIC : Rizqi Firmansyah