Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN

GANGGUAN CITRA TUBUH

Untuk Memenuhi Tugas


Pendidikan Profesi Ners Departemen Jiwa

Oleh:
MIRA RAMDHANI
150070300011054
Kelompok 13

PENDIDIKAN PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
LAPORAN PENDAHULUAN
I.

Kasus (Gangguan Citra Tubuh)

II.

Proses terjadinya masalah


Gangguan konsep diri adalah suatu kondisi dimana individu mengalami kondisi
pembahasan perasaan, pikiran atau pandangan dirinya sendiri yang negatif.
1.

Definisi Gangguan Citra Tubuh


Citra tubuh membentuk persepsi seseorang tentang tubuh, baik secara
internal maupun eksternal. Persepsi ini mencakup perasaan dan sikap yang
ditunjukkan pada tubuh. Citra tubuh dipengaruhi oleh pandangan pribadi tentang
karakteristik dan kemampuan fisik dan persepsi dari pandangan orang lain
(Potter&Perry, 2006). Sedangkan citra tubuh menurut Honigman dan Castle,
body image adalah gambaran mental seseorang terhadap bentuk dan ukuran
tubuhnya, bagaimana seseorang mempersepsikan dan memberikan penilaian
atas apa yang dipikirkan dan rasakan terhadap ukuran dan bentuk tubuhnya, dan
bagaimana kira-kira penilaian orang lain terhadap dirinya (Sitorus, 2011)
Gangguan citra tubuh adalah perubahan persepsi tentang tubuh yang
diakibatkan perubahan ukuran bentuk, struktur, fungsi, keterbatasan makna dan
objek yang sering kontak dengan tubuh. Gangguan tersebut diakibatkan
kegagalan dalam penerimaan diri akibat adanya persepsi yang negatif terhadap
tubuhnya secara fisik. Persepsi tubuh secara fisik berkaitan dengan bagaimana
kita mempersepsikan diri kita secara fisik (Muhith A, 2015). Gangguan citra tubuh
ini mencankup perasaan yang tidak puas terhadap perubahan bentuk, struktur

2.
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

dan fungsi tubuh karena tidak sesuai dengan yang diinginkan (Lestari, 2015).
Tanda dan Gejala Gangguan Citra Tubuh
Menolak melihat dan menyentuh bagian tubuh yang berubah.
Tidak menerima perubahan tubuh yang telah terjadi atau akan terjadi.
Menolak penjelasan perubahan tubuh.
Persepsi negatif pada tubuh.
Preokupasi dengan bagian tubuh yang hilang.
Menggungkapkan keputusasaan.
Mengungkapkan ketakutan (Muhith A, 2015).
Sedangkan menurut Lestari (2015), tanda dan gejala gangguan citra tubuh
sesuai dengan temuan pada saat pengkajian pada pasien dapat dibedakan
menjadi 4, yaitu observasi, objektif, subjektif dan data dari hasil wawancara.

1) Observasi
a. Hilangnya bagian tubuh
b. Perubahan anggota tubuh, bentuk maupun fungsinya
c. Menyembunyikan atau memamarkan bagian tubuh yang terganggu
2) Objektif
a. Hilangnya bagian tubuh
b. Perubahan anggota tubuh, bentuk maupun fungsinya
c. Menyembunyikan atau memamerkan bagian tubuh yang terganggu
d. Menolak melihat bagian tubuh
e. Menolak menyentuh bagian tubuh
f. Aktivitas sosial menurun
3) Subjektif
a. Menolak perubahan anggota tubuh saat ini
b. Mengatakan hal negative tentang anggota tubuh yang tidak berfungsi
c. Mengungkapkan perasaan tidak berdaya, tidak berharga dan
keputusasaan
d. Menolak berinteraksi dengan orang lain
e. Mengungkapkan keinginan yang terlalu tinggi terhadap anggota tubuh
yang terganggu
f. Sering mengulang-ulang mengungkapkan kehilangan yang terjadi
g. Merasa asing terhadap bagian tubuh yang hilang
h. Menolak melihat bagian tubuh
i. Aktivitas sosial menurun
4) Data hasil wawancara
a. Menolak perubahan anggota tubuh saat ini, tidak puas dengan hasil
operasi
b. Menolak berinteraksi dengan orang lain
c. Mengungkapkan keinginan yang terlalu tinggi terhadap bagian tubuh yang
terganggu
d. Mengatakan hal negatif terhadap anggota tubuh yang tidak berfungsi
e. Mengungkapkan perasaan tidak berdaya, tidak berharga dan
f.
3.

keputusasaan
Sering mengulang mengatakan kehilangan yang terjadi merasa asing

terhadap bagian tubuhnya yang hilang


Etiologi
Citra tubuh dipengaruhi oleh pertumbuhan kognitif dan perkembangan
fisik. Perubahan perkembangan yang normal seperti pertumbuhan dan penuaan
mempunyai efek penampakan yang lebih besar pada tubuh dibandingkan
dengan aspek lainnya dari konsep diri. Selain itu, sikap dan nilai cultural dan
sosial juga mempengaruhi citra tubuh.
1) Faktor predisposisi
Adanya riwayat :
a. Biologis
Penyakit genetik dalam keluarga, pertumbuhan dan perkembangan
masa bayi, anak dan remaja, anoreksia, bumilia, atau berat badan kurang

atau berlebih dari berat badan ideal, perubahan fisiologi pada kehamilan
dan penuaan, pembedahan elektif atau operasi, trauma, penyakit atau
gangguan organ dan fungsi tubuh lain seperti stroke, kusta, asma,
pengobatan dan kemoterapi, penyalahgunaan obat atau zat.
b. Psikologis
Gangguan kemampuan verbal, konflik dengan nilai masyarakat,
pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan, ideal dan tidak realistis.
c. Sosial budaya
Pendidikan masih rendah, masalah dalam pekerjaan, nilai budaya
bertentangan dengan nilai individu, pengalaman sosial yang tidak
menyenangkan, kegagalan dalam peran sosial.
2) Faktor presipitasi
a. Trauma
b. Penyakit, kelainan hormonal
c. Operasi atau pembedahan
d. Perubahan masa pertumbuhan dan perkembangan : maturasi
e. Perubahan fisiologis tubuh : kehamilan dan penuaan.
4.

Penataksanaan
a. Memotivasi klien untuk melihat bagian yang hilang secara bertahap, bantu
pasien untuk menyentuh bagian tersebut
b. Diskusikan potensi bagian tubuh yang lain
c. Bantu pasien untuk meningkatkan fungsi bagian tubuh yang terganggu
d. Ajarkan pasien meningkatkan citra tubuh dengan cara menggunakan wig,
kosmetik, dan lain lain.
e. Menyediakan fasilitas

untuk

memenuhi

kebutuhan

pasien

dirumah,

memfasilitasi interaksi dirumah.


Melakukan hubungan interpersonal dengan orang lain atau terdekat untuk

f.

koping.
g. Mendapatkan support dari keluarga, teman,dan masyarakat serta jaringan
sosial.
h. Dapat dilakukan terapi oleh ahli terapi atau tenaga kesehatan.
5. Diagnosa Keperawatan
Tindakan pada Pasien
1. Tujuan khusus pada pasien:

Pasien dapat mengidentifikasi citra tubuhnya.


Pasien dapat mengidentifikasi potensi (aspek positif).
Pasien dapat melakukan cara untuk meningkatkan citra tubuh.
Pasien dapat berinteraksi dengan orang lain.

2. Tindakan keperawatan:

Diskusikan persepsi pasien tentang citra tubuhnya yang dulu dan saat ini,
perasaan dan harapan yang dulu dan saat ini terhadap citra tubuhnya.

Diskusikan potensi bagian tubuh yang lain.


Bantu pasien untuk meningkatkan fungsi bagian tubuh yang terganggu.
Ajarkan untuk meningkatkan citra tubuh.
Gunakan protese, wig,kosmetik atau yg lainnya sesegera mungkin,gunakan

pakaian yang baru.


Motivasi pasien untuk melihat bagian yang hilang secara bertahap.
Bantu pasien menyentuh bagian tersebut.
Motivasi pasien untuk melakukan aktifitas yang mengarah kepada

pembentukan tubuh yang ideal.


Lakukan interaksi secara bertahap dengan cara :
- Susun jadual kegiatan sehari-hari.
- Dorong melakukan aktifitas sehari dan terlibat dalamkeluarga dan
-

sosial.keluarga dan sosial.


Dorong untuk mengunjungi

teman

atau

orang

lain

yang

berarti/mempunyai peran penting baginya.


- Beri pujian terhadap keberhasilan pasien melakukan interaksi.
Tindakan pada Keluarga
1. Tujuan khusus pada keluarga:

Keluarga dapat mengenal masalah gangguan citra tubuh.


Keluarga mengetahui cara mengatasi masalah gangguan citra tubuh
Keluarga mampu merawat pasien gangguan citra tubuh.
Keluarga mampu mengevaluasi kemampuan pasien dan memberikan
pujian atas keberhasilannya.

2. Tindakan keperawatan:

Jelaskan dengan keluarga tentang gangguan citra tubuh yang terjadi pada
pasien.
Jelaskan kepada keluarga cara mengatasi gangguan citra tubuh.
Ajarkan kepada keluarga cara merawat pasien.
- Menyediakan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pasien dirumah.
- Menfasilitasi interaksi dirumah.
- Melaksanakan kegiatan dirumah dan sosial.
- Memberikan pujian atas keberhasilan pasien.
Ajarkan kepada keluarga untuk mengevaluasi perkembangan kemampuan
pasien seperti pasien mampu menyentuh dan melihat anggota tubuh yang

terganggu, melakukan aktifitas dirumah dan dimasyarakat tanpa hambatan


Beri pujian yang realistis terhadap keberhasilan keluarga
Diagnosa Keperawatan
Gangguan citra tubuh berhubungan dengan cedera, perseptual, psikososial,
pembedahan,

trauma,

terapi

penyakit

ditandai

dengan

mengungkapkan

perasaan yang mencerminkan perubahan pandangan tentang tubuh individu


(misal, penampilan, struktur, dan fungsi).

Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4x24 jam gangguan


citra tubuh berkurang
NOC : Body Image
1. Gambaran dalam diri
2. Kesesuaian antara kenyataan tubuh, ideal tubuh, dan penampilan tubuh
3. Deskripsi bagian tubuh yang terkena
4. Sikap terhadap bagian tubuh yang terkena
5. Sikap dalam menggunakan strategi untuk meningkatkan penampilan.
6. Kepuasan dengan penampilan tubuh
7. Sikap dalam menggunakan strategi dalam mengkatkan fungsi
8. Penyesuaian terhadap perubahan dalam penampilan fisik
9. Penyesuaian terhadap perubahan fungsi tubuh
10. Penyesuaian terhadap perubahan status kesehatan
11. Penyesuaian terhadap perubahan tubuh karena penuaan
12. Penyesuaian terhadap perubahan tubuh karena luka
13. Penyesuaian terhadap perubahan tubuh karena pembedahan
NIC : Body Image Enhancement
1.

Tentukan harapan citra tubuh pasien berdasarkan


tahap perkembangan

2.

Bantu pasien untuk berdiskusi tentang perubahan


karena sakit atau pembedahan

3.

Bantu pasien menentukan tingkat perubahan yang


sebenarnya dalam tubuh atau tingkat fungsinya

4.

Pastikan kepada pasien bahwa perubahan fisik


akan bergabung dengan citra tubuh pasien

5.

Bantu pasien untuk memisahkan penampilan fisik


dari perasaan nilai pribadi

6.

Bantu pasien menentukan pengaruh kelompok


sebaya pada persepsi pasien dari citra tubuh ini

7.

Bantu

pasien

untuk

berdiskusi

mengenai

pasien

untuk

berdiskusi

mengenai

perubahan karena pubertas


8.

Bantu
perubahan karena kehamilan

9.

Bantu

pasien

untuk

berdiskusi

mengenai

perubahan karena penuaan


10. Identifikasi pengaruh dari budaya, agama, ras,
seksual dan umur pasien dalam hal citra tubuh
11. monitor apakah pasien dapat melihat bagian tubuh
yang berubah
12. monitor frekuensi dari kalimat mengkritisi diri
13. Identifikasi strategi koping yang digunakan orang
tua

di

dalam

respon

terhadap

perubahan

penampilan anak
14. Jelaskan jika sebuah perubahan citra tubuh dapat
berkontribusi untuk meningkatkan isolasi sosial
15. Bantu pasien mengidentifikasi bagian dari tubuh
mereka yang mempunyai aspek positif
16. Bantu pasien untuk mengidentifikasi perilaku yang
dapat menigkatkan penampilan
17. Identifikasi dukungan grup yang ada pada pasien

6.

Psikopatologi
Isolasi sosial: menarik diri dari lingkungan
Gangguan konsep diri: Harga diri rendah
Menolak keadaan yang terjadi pada
dirinya
(marah, malu, takut,putus asa

Memahami dan
menghargai

keadaan

tubuhnya
persepsi negative terus-terusan)
Koping tdk berhasil

koping berhasil

Rasa sedih dan duka cita (rasa shock, kesangsian, pengingkaran, kemarahan,
rasa bersalah atau penerimaan)
Gangguan Citra Tubuh
Perubahan bentuk, ukuran, fungsi, keterbatasan tubuh yang membuat
individu merasakan ada nilai negative dalam tubuhnya

Faktor Predisposisi (biologis seperti penyakit genetik, psikologis seperti


gangguan kemampuan verbal, sosial budaya seperti pendidikan yang
rendah)dan Presipitasi (trauma, penyakit, operasi, penuaan, efek kemoterapi)

DAFTAR PUSTAKA

Lestari, Retno. 2015. Asuhan Keperawatan Pasien dengan Gangguan Citra Tubuh.
Disampaikan pada Kuliah Mental Health Nursing Program Studi Ilmu Keperawatan
Universitas Brawijaya.
Muhith, A. 2015. Pendidikan Keperawatan Jiwa Teori dan Aplikasi. Yogyakarta : Andi
Potter, P dan Perry, A. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses dan
Praktik. Jakarta : EGC
Sitorus, RR. 2011. Gambaran Citra Tubuh Pasien Pasca Amputasi di Poliklinik Bedah Ortopedi
di RSUPH H. Adam Malik. Online. (Http://repository.usu.ac.id/bitstream/.../4/Chapter
%20II.pdf Diakses pada tanggal 1 Oktober 2016. Pada pukul 22.00 WIB)