Anda di halaman 1dari 21

Aplikasi Client Server

Membahas Tentang :

Arsitektur Jaringan Komputer di Fakultas Teknologi Informasi

Arsitektur Jaringan Komputer di Fakultas Teknologi Informasi RIDHO PURNAMA 1311512013 RIYADH MUHAMMAD

RIDHO PURNAMA

1311512013

RIYADH MUHAMMAD

1311512019

M. REYHAN CAESARO ANWAR

1311512021

DIAN ZULFI NANDA

1311512027

RYCHO VERNANDO PUTRA

1311512029

FARUQ AKROBI

1311512035

Dosen Pengampu : Budi Rahmadya, M.Eng

JURUSAN SISTEM KOMPUTER

FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

2016

Perancangan Arsitektur Jaringan Komputer di FTI

Pada saat kita ingin melakukan instalasi jaringan komputer, terlebih dahulu kita harus memperhatikan bentuk/ struktur topologi yang dipakai. Topologi jaringan sendiri merupakan suatu bentuk/ struktur jaringan yang menghubungkan antar komputer satu dengan yang lain dengan menggunakan media kabel maupun nirkabel. Dalam instalasi jaringan, kita harus benar-benar memperhatikan jenis, kelebihan dan kekurangan masing-masing topologi jaringan yang akan kita gunakan. Berikut jenis-jenis topologi jaringan yang ada :

1. Topologi Bus

Topologi bus bisa dibilang topologi yang cukup sederhana dibanding topologi yang lainnya. Topologi ini biasanya digunakan pada instalasi jaringan berbasis fiber optic, kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan client atau node. Topologi bus hanya menggunakan sebuah kabel jenis coaxial disepanjang node client dan pada umumnya, ujung kabel coaxial tersebut biasanya diberikan T konektor sebagai kabel end to end.

biasanya diberikan T konektor sebagai kabel end to end. 2. Topologi star Topologi star atau bintang

2. Topologi star

Topologi star atau bintang merupakan salah satu bentuk topologi jaringan yang biasanya menggunakan switch/ hub untuk menghubungkan client satu dengan client yang lain.

bentuk topologi jaringan yang biasanya menggunakan switch/ hub untuk menghubungkan client satu dengan client yang lain.

3. Topologi Ring

Topologi ring atau cincin merupakan salah satu topologi jaringan yang menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya dalam suatu rangkaian melingkar, mirip dengan cincin. Biasanya topologi ini hanya menggunakan LAN card untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya.

untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya. 4. Topologi Mesh Topologi mesh merupakan bentuk topologi

4. Topologi Mesh

Topologi mesh merupakan bentuk topologi yang sangat cocok dalam hal pemilihan rute yang banyak. Hal tersebut berfungsi sebagai jalur backup pada saat jalur lain mengalami masalah.

sebagai jalur backup pada saat jalur lain mengalami masalah. 5. Topologi Peer to Peer Topologi peer

5. Topologi Peer to Peer

Topologi peer to peer merupakan topologi yang sangat sederhana dikarenakan hanya menggunakan 2 buah komputer untuk saling terhubung. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel yang menghubungkan antar komputer untuk proses pertukaran data.

6. Topologi Linear

6. Topologi Linear

Topologi linier atau biasaya disebut topologi bus beruntut. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer.

menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer. 7. Topologi Tree Topologi tree atau pohon merupakan topologi

7. Topologi Tree

Topologi tree atau pohon merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga topologi bus. Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda

interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda 8. Topologi Hybrid Topologi hybrid merupakan topologi

8. Topologi Hybrid

Topologi hybrid merupakan topologi gabungan antara beberapa topologi yang berbeda. Pada saat dua atau lebih topologi yang berbeda terhubung satu sama lain, disaat itulah gabungan topologi tersebut membentuk topologi hybrid.

Sebelum membahas tentang perancangan jaringan, ada beberapa device yang digunakan untuk merancang jaringan tersebut.

Sebelum membahas tentang perancangan jaringan, ada beberapa device yang digunakan untuk merancang jaringan tersebut. Device-device tersebut adalah:

1.SWITCH
1.SWITCH

Switch merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 2, Data Link Layer. dia bekerja sebagai penyambung / concentrator dalam Jaringan. Switch mengenal MAC Adressing shingga bisa memilah paket data mana yang akan di teruskan ke mana. switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi dengan komputer lain dalam LAN.

Switch jaringan (atau switch untuk singkatnya) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC).Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.Switch

dapat dikatakan sebagai multi-port bridge karena mempunyai collision domain dan broadcast domain tersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket yang melalui switch jaringan.Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer atau router ke hub. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LANs.

Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI. Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah Router memiliki kemampuan Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berada di network yang berbeda.Jika paket- paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.

penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.

Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerjajaringan.

Yang akan kita bahas pada posting kali ini. Banyak perbedaan dari beberapa routing yang telah ada sekarang dan biasanya routing itu sangat dibutuhkan untuk menghubungkan jaringan antar lokal ataupun antar kota. Routing adalah Konfigurasi yang akan dilakukan pada perangkat keras Router. Jenis-jenis router pun berbeda-beda, konfigurasinya pun berbeda-beda. Contoh CISCO produksi router CISCO banyak digunakan karena konfigurasinya sudah familiar dan banyak instansi pendidikan pun sudah dijadikan matakuliah agar bisa di pelajari lebih lanjut. Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yaitu:

a. Static Routing ( Routing Statis)

Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan. Routing static pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang berada di jaringan tersebut.

Penggunaan routing statik dalam sebuah jaringan yang kecil tentu bukanlah suatu masalah, hanya beberapa entri yang perlu diisikan pada forwarding table di setiap router. Namun Anda tentu dapat membayangkan bagaimana jika harus melengkapi forwarding table di setiap router yang jumlahnya tidak sedikit dalam jaringan yang besar.

Routing static dengan menggunakan next hop cocok digunakan untuk jaringan multi-access network atau point to multipoint sedangkan untuk jaringan point to point, cocok dengan menggunakan exit interface dalam mengkonfigurasi

static route. Recursive route lookup adalah proses yang terjadi pada routing tabel untuk menentukan exit interface mana yang akan digunakan ketika akan meneruskan paket ke tujuannya.

b. Dynamic Routing (Routing Dinamis)

Dynamic Routing (Router Dinamis) adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan antara router lainnya. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan data ke arah yang benar. Dengan kata lain, routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing secara otomatis.

Dynamic router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.

Apabila jaringan memiliki lebih dari satu kemungkinan rute untuk tujuan yang sama maka perlu digunakan dynamic routing. Sebuah dynamic routing dibangun berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh protokol routing. Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang secara dinamis mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routing didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute backup bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin. Router saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Pemeliharaan jalur dilakukan berdasarkan pada jarak terpendek antara device pengirim dan device tujuan.

4. Ethernet Collision

Collision atau tabrakan data terjadi ketika pada sebuah jaringan ethernet terdapat lebih dari satu Station/Host yang mengirimkan data pada saat yang bersamaan, pada kondisi tertentu ini adalah hal yang normal terjadi dan bukanlah sebuah permasalahan.

Walau kebanyakan orang sudah mengetahui bahwa pada jaringan komputer berbasis ethernet pasti akan terjadi collision, namun tidak banyak yang tahu bahwa collision pada ethernet terbagi atas dua jenis, yaitu “early collision” dan “late collision”.

Berikut ini gambar rancangan Dinamic, Static Router dan Ethernet Collision

gambar rancangan Dinamic, Static Router dan Ethernet Collision Gambar 1 . Dinamic, Static Router dan Ethernet

Gambar 1. Dinamic, Static Router dan Ethernet Collision

PEMBAHASAN

Langkah-langkah perancangan jaringan komputer di FTI dengan kondisi bangunan yang terdiri dari dua lantai :

A. Komponen pembangun jaringan

1. 16 buah PC

2. 2 buah Switch

3. 1 buah Router

4. 2 buah Wireless Router

5. 2 buah hub

6. 1 buah Server Induk

7. 10 buah Laptop

B. Langkah-langkah perancangan

1. Buka Cisco Packet Tracer

2. Rancang dan susunlah device pembangun jaringan di atas.

a. Lantai 1(Dinamis dan Collision) terdiri dari :

- 8 PC

-1 server induk -1 switch untuk membagi jaringan ke PC

-1 wireless router sebagi penghubung jaringan lokal dengan jaringan luar .

- 5Laptop wireless router sebagai client

- 2smartphone

b. Lantai 2 (static dan Collision)

terdiri dari :

- 8 PC

-1 switch untuk membagi jaringan ke PC -1 wireless router sebagi penghubung jaringan lokal dengan jaringan

luar .

- 5Laptop wireless router sebagai client

- 1 smartphone

- 1 table PC

setting IP

Router : FE 0/0 (dinamis) : 192.168.10.1

 setting IP  Router : FE 0/0 (dinamis) : 192.168.10.1 FE 0/1 (Statis): 192.168.20.1

FE 0/1 (Statis): 192.168.20.1

 setting IP  Router : FE 0/0 (dinamis) : 192.168.10.1 FE 0/1 (Statis): 192.168.20.1

- wireless router1 Internet (192.168.10.9)

- wireless router1 Internet (192.168.10.9) LAN (192.168.0.1)

LAN (192.168.0.1)

- wireless router1 Internet (192.168.10.9) LAN (192.168.0.1)

SSID : Lantai 1 dan setting sebagai WPA pass: android1

SSID : Lantai 1 dan setting sebagai WPA pass: android1 Sama halnya pada wireless router lantai

Sama halnya pada wireless router lantai 1, pada lantai 2 lakukan dengan cara yang sama dan menggunakan IP yang berbeda. Maka :

- wireless router2

-internet (192.168.20.11) - LAN (192.168.0.2)

router2 -internet (192.168.20.11) - LAN (192.168.0.2) Laptop pada jaringan Wireless Router mendapatkan IP secara

Laptop pada jaringan Wireless Router mendapatkan IP secara dinamis dan acak ketika disambungkan. Cara connect ke Wireless Router lantai 1, yaitu :

- klick pada laptop

- pada tab physical, pilih linksys-WPC300N

- matikan koneksi pada laptop

- ganti port dengan linksys-WPC300N, kemudian hidupkan kembali.

- kemudian pada tab desktop, PC wireless kemudian pilih connect dan pilih lantai 1 untuk connect dan masukkan password sesuai Wireless Router lantai 1 “android1”.

- hasil koneksi ditandai dengan mendapat ip secara otomatis lihat pada ip configuration.

- begitu seterusnya dilakukan pada kelima laptop.

Hal yang sama juga dilakukan pada 5 laptop yang akan dikoneksikan ke Wireless Router lantai 2.

Setting IP Lantai 1

Karena menggunakan DHCP maka IP address dapat diperoleh dengan cara otomatis. Berikut langkah-langkahnya :

- klick pada PC 1.1

- pilih tab desktop

- pilih ip configuration

- pilih DHCP, maka secara otomatis ip akan keluar

Default Gateway : 192.168.10.1

ip PC 1.1 : 192.168.10.3 (DHCP)

Gateway : 192.168.10.1 ip PC 1.1 : 192.168.10.3 (DHCP) Hal yang sama dilakukan terhadap 8 PC

Hal yang sama dilakukan terhadap 8 PC dan 1 server induk yang terkoneksi pada DHCP lantai 1.

Setting IP Lantai 2

Karena menggunakan static routing, jadi penetapan ip dilakukan secara manual :

- klick pada PC 2.1

- pilih tab desktop

- pilih ip configuration

- pilih static, da ketikkan secara manual ip addres dan default gateway nya

Default Gateway : 192.168.20.1 ip PC 2.1 : 192.168.20.2

nya Default Gateway : 192.168.20.1 ip PC 2.1 : 192.168.20.2 Hal yang sama dilakukan terhadap 8

Hal yang sama dilakukan terhadap 8 PC yang terkoneksi pada switch lantai 2 dengan menetapkan ip secara manual.

ip PC 2.2 : 192.168.20.3 ip PC 2.3 : 192.168.20.4 ip PC 2.4 : 192.168.20.5 ip PC 2.5 : 192.168.20.6

ip PC 2.6 : 192.168.20.7 ip PC 2.7 : 192.168.20.8 ip PC 2.8 : 192.168.20.9

C. Simulasi

Ping untuk 1 jaringan yang sama

Lantai 1

ping PC 192.168.10.4 dari PC1.3

 Ping untuk 1 jaringan yang sama Lantai 1 ping PC 192.168.10.4 dari PC1.3 Lantai 2

Lantai 2

ping PC 192.168.20.8 dari PC2.1

 Ping untuk 1 jaringan yang sama Lantai 1 ping PC 192.168.10.4 dari PC1.3 Lantai 2

Ping untuk 2 jaringan berbeda (lantai 1 ke lantai 2) dari PC 1.5 (PC lantai

1)

berbeda (lantai 1 ke lantai 2) dari PC 1.5 (PC lantai 1)  Ping Laptop 1.5(client)

Ping Laptop 1.5(client) wireless router 1 ke jaringan lokal

berbeda (lantai 1 ke lantai 2) dari PC 1.5 (PC lantai 1)  Ping Laptop 1.5(client)

Ping jaringan lantai 1 (PC dengan ip 192.168.10.5)dari server induk

lantai 1 (PC dengan ip 192.168.10.5)dari server induk  Ping jaringan lantai 2 (PC dengan ip

Ping jaringan lantai 2 (PC dengan ip 192.168.20.7)dari server induk

1 (PC dengan ip 192.168.10.5)dari server induk  Ping jaringan lantai 2 (PC dengan ip 192.168.20.7)dari

Collision

Lantai 1

1. 4 buah PC di hubungkan dengan 1 hub

2. Konfigurasikan 4 PC tersebut sama dengan konfigurasi dinamic

3. Hubungkan hub dengan switch menggunakan kabel cross-over

Lantai 2

1. 4 buah PC di hubungkan dengan 1 hub

2. Konfigurasikan 4 PC tersebut sama dengan konfigurasi static

3. Hubungkan hub dengan switch menggunakan kabel cross-over

3. Hubungkan hub dengan switch menggunakan kabel cross-over Untuk menguji collision pada jaringan adalah sebagai berikut

Untuk menguji collision pada jaringan adalah sebagai berikut :

1. Klik add simple PDU (P)

2. Klik pada PC yang akan menjadi source dan destination. Dalam hal ini PC2.1 ke PC2.6 dan PC2.2 ke PC2.7

3. Klik simulation mode atau shift+S

4. Lalu jalankan auto capture / play

Terlihat terjadi tabrakan data saat pc2.1 dan pc2.2 mengirimkan data ke pc 2.6 dan pc.2.7

Terlihat terjadi tabrakan data saat pc2.1 dan pc2.2 mengirimkan data ke pc 2.6 dan pc.2.7 secara bersamaan

KESIMPULAN

Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan. Routing static pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang berada

di jaringan tersebut.

Penggunaan routing statik dalam sebuah jaringan yang kecil tentu bu kanlah suatu masalah, hanya beberapa entri yang perlu diisikan pada forwarding table di setiap router. Namun Anda tentu dapat membayangkan bagaimana jika harus melengkapi forwarding table di setiap router yang jumlahnya tidak sedikit dalam jaringan yang besar.

Pada Static Routing, kita menentukan IP addrees secara manual. Maka, kita

menuliskan secara langsung pemberian IP pada setiap PC yang akan dikoneksikan

ke jaringan.

Dynamic Routing (Router Dinamis) adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan antara router lainnya. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan data ke arah yang benar. Dengan kata lain, routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing secara otomatis.

Berbeda dengan Static Routing, Dynamic Routing memberikan IP secara otomatis oleh router. Maka, awalnya kita set router menjadi DHCP yang mampu mengatur IP address untuk device yang akan terkoneksi terhadap jaringan. Kita tentukan set maximum device yang akan terkoneksi. Setelah melakukan hal yang demikian, maka kita tinggal koneksikan saja PC atau device yang akan terkoneksi. DHCP akan secara otomatis memberikan IP address nya.

Collision atau tabrakan data terjadi ketika pada sebuah jaringan ethernet terdapat lebih dari satu Station/Host yang mengirimkan data pada saat yang bersamaan, pada kondisi tertentu ini adalah hal yang normal terjadi dan bukanlah sebuah permasalahan. Collision tidak hanya terjadi saat dua buah source mengirimkan data pada destinasi yang sama namun juga pada destinasi yang berbeda selama lebih dari satu source mengirimkan data melewati hub dan router dalam waktu yang bersamaan.