Anda di halaman 1dari 3

Gilang Cahya

Nugraha
153112620120034
S1 Biomedik Unas
Kekayaan Alam Indonesia
A. Biogeografi Indonesia
Indonesia adalah suatu negara kepulauan yang terletak di antara 2 daerah biogeografi
besar, yaitu antara daerah biogeografi Oriental dan daerah biogeografi Australian. Wilayah
biogeografi Oriental meliputi Indonesia bagian barat, misalnya Sumatera, Jawa, Kalimantan,
dan Bali. Wilayah yang juga dikenal sebagai Sundaland ini pada masa lalu bersatu dengan
daratan Benua Asia. Sementara itu wilayah yang meliputi Indonesia bagian Timur seperti
Papua dan beberapa pulau kecil di sekitarnya merupakan bagian dari Australia dan pulaupulau yang muncul dari dasar laut.
Sejarah pembentukan Kepulauan Nusantara di sabuk khatulistiwa itu menghasilkan
tiga kawasan biogeografi utama, yaitu: Paparan Sunda, Wallacea, dan Paparan Sahul. Masingmasing kawasan biogeografi adalah cerminan dari sebaran bentuk kehidupan berdasarkan
perbedaan permukaan fisik buminya.
1. Kawasan Paparan Sunda (di bagian barat)
Paparan Sunda adalah lempeng bumi yang bergerak dari Kawasan Oriental (Benua
Asia) dan berada di sisi barat Garis Wallace. Garis Wallace merupakan suatu garis khayal
pembatas antara dunia flora fauna di Paparan Sunda dan di bagian lebih timur Indonesia.
Garis ini bergerak dari utara ke selatan, antara Kalimantan dan Sulawesi, serta antara Bali dan
Lombok. Garis ini mengikuti nama biolog Alfred Russel Wallace yang, pada 1858,
memperlihatkan bahwa sebaran flora fauna di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali lebih
mirip dengan yang ada di daratan Benua Asia.
2. Kawasan Paparan Sahul (di bagian timur)
Paparan Sahul adalah lempeng bumi yang bergerak dari Kawasan Australesia (Benua
Australia) dan berada di sisi timur Garis Weber. Garis Weber adalah sebuah garis khayal
pembatas antara dunia flora fauna di Paparan Sahul dan di bagian lebih barat Indonesia. Garis
ini membujur dari utara ke selatan antara Kepulauan Maluku dan Papua serta antara Nusa
Tenggara Timur dan Australia. Garis ini mengikuti nama biolog Max Weber yang, sekitar
1902, memperlihatkan bahwa sebaran flora fauna di kawasan ini lebih serupa dengan yang
ada di Benua Australia.
3. Kawasan Wallacea / Laut Dalam (di bagian tengah)

Lempeng bumi pinggiran Asia Timur ini bergerak di sela Garis Wallace dan Garis
Weber. Kawasan ini mencakup Sulawesi, Kepulauan Sunda Kecil (Nusa Tenggara), dan
Kepulauan Maluku. Sumba, Sumbawa, Lombok dan Timor. Flora fauna di kawasan ini
banyak merupakan jenis-jenis endemik (hanya ditemukan di tempat bersangkutan, tidak
ditemukan di bagian lain manapun di dunia). Memiliki hewan-hewan khas (terutama di Pulau
Sulawesi) tidak sama dengan hewan oriental dan hewan Australia, misal: Anoa, burung Mako,
kera hitam.
B. Biodiversitas Indonesia
Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang
tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub).
Tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia ini terlihat dari berbagai macam ekosistem
yang ada di Indonesia, seperti: ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang
rumput, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem air tawar, ekosistem air laut, ekosistem
savanna, dan lain-lain. Masing-masing ekosistem ini memiliki keaneragaman hayati
tersendiri.
Tumbuhan (flora) di Indonesia merupakan bagian dari geografi tumbuhan IndoMalaya. Flora Indo-Malaya meliputi tumbuhan yang hidup di India, Vietnam, Thailand,
Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Flora yang tumbuh di Malaysia, Indonesia, dan Filipina
sering disebut sebagai kelompok flora Malesiana.
Hutan di daerah flora Malesiana memiliki kurang lebih 248.000 species tumbuhan
tinggi, didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon-pohon yang
menghasilkan biji bersayap. Dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi dan membentuk
kanopi hutan. Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae misalnya Keruing
(Dipterocarpus sp), Meranti (Shorea sp), Kayu garu (Gonystylus bancanus), dan Kayu kapur
(Drybalanops aromatica).
Hutan di Indonesia merupakan bioma hutan hujan tropis atau hutan basah, dicirikan
dengan kanopi yang rapat dan banyak tumbuhan liana (tumbuhan yang memanjat), seperti
rotan. Tumbuhan khas Indonesia seperti durian (Durio zibetinus), Mangga (Mangifera
indica), dan Sukun (Artocarpus sp) di Indonesia tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa dan
Sulawesi.

Indonesia bagian timur, tipe hutannya agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai
Irian Jaya (Papua) terdapat hutan Non-Dipterocarpaceae. Hutan ini memiliki pohonpohon sedang, diantaranya beringin (Ficus sp), dan matoa (Pometia pinnata). Pohon
matoa merupakan tumbuhan endemik di Irian.

Pustaka: -http://www.yosiskanda.wordpress.com
-http://www.mongabay.co.id
-http://www.diversitaspisang.blogspot.co.id