Anda di halaman 1dari 2

Kasus

Ny. M (20th) telah melahirkan anak pertamanya, seorang anak berjenis kelamin laki-laki
di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pelita Harapan Surabaya dengan kelahiran normal. Tetapi,
kelahiran tersebut tidak diinginkan oleh Ny. M karena Ny.M merupakan korban pemerkosaan.
Walaupun, suami Ny.M sudah menerima keadaan istrinya, Ny.M belum bisa menerima
kenyataan tersebut. Ny. M merasa kecewa dan marah pada dirinya dan belum bisa menerima
anak yang dia lahirkan. Menurut suaminya, Ny.M terlihat murung, sering menangis serta tidak
bisa mengurus dirinya dan bayinya. Sesekali Ny.M sempat mencederai diri dengan menyayat
tubuhnya dengan silet saat mengingat kejadian pemerkosaan tersebut.
Pengkajian
a. identitas
1. nama : Ny.M
2. umur : 20th
3. jenis kelamin : perempuan
4. pendidikan : mahasiswi
5. alamat : Surabaya
6. Status: menikah
Alasan masuk
Ny.M dibawa oleh suaminya ke Rumah Sakit Jiwa karena Ny.M berusaha untuk mencederai
dirinya sendiri akibat depresi pasca melahirkan.
Faktor Predisposisi
Ny. M merupakan korban pemerkosaan. Ny. M belum siap untuk mengurus anak, merasa
kecewa, tidak bisa melanjutkan cita-citanya sebagai pramugari akibat pada kejadian tersebut.

1. Dampak pengalaman melahirkan


Pengalaman melahirkan Ny.M bukan merupakan kelahiran yang diinginkan karena Ny.M masih
berusia muda dan merupakan korban pemerkosaan.
2. Citra Diri Ibu
Penampilan Ny.M terlihat lusuh dengan wajah yang pucat, mata sembab, rambut acak-acakan
dan terlihat kurus. Tampak juga bekas sayatan dibagian pergelangan tangan.
3. Interaksi Orang tua Bayi
Ny. M tidak merespon, hanya diam dan cenderung marah saat si bayi mulai menangis. Ny. M
masih enggan menyusui bayinya.
4. Perilaku Adaptif dan Perilaku Maladaptif
Ny. M dan suaminya sudah mempersiapkan peralatan bayi dan kebutuhan bayi mereka.
5. Struktur dan fungsi keluarga
Suami Ny. M berusaha untuk membujuk Ny. M agar mau menyusui bayinya. Suami Ny. M
menghibur dan menenangkan Ny. M saat Ny. M mulai gelisah saat mengingat kejadian tersebut.

Diagnosa (resiko bunuh diri)


Intervensi (askep resiko bunuh diri)

Evaluasi