Anda di halaman 1dari 3

Business Champions - Brands - ICSA

Cara Pocari Membangun Engagement


Konsumen Melalui Media Sosial
by Tiffany Diahnisa - November 11, 2016

1
Shares

Click to share on Facebook (Opens in new window)


Click to share on Twitter (Opens in new window)
Click to share on LinkedIn (Opens in new window)
Click to share on Google+ (Opens in new window)
Click to share on WhatsApp (Opens in new window)

Tingginya penggunaan media sosial saat ini, membuat konsumen lebih berani
mengeluarkan pendapatnya baik mengenai apa yang diinginkannya jika mengkonsumsi
produk/jasa tertentu hingga mengutarakan kritik dan saran. Oleh karena itu, sebuah
brand harus mau mendengarkan apa saja keinginan dan kebutuhan konsumen dari
produknya, kemudian melakukan tindak lanjut secara cepat.
Hal ini berbeda dengan kondisi 5-10 tahun lalu, di mana terdapat perbedaan tantangan
dalam memuaskan pelanggan. Menurut Daniel Pieter, Head of Marketing PT Amerta
Indah Otuska (Pocari Sweat), beberapa tahun lalu konsumen mengemukakan
pendapat dan keluhannya melalui medium konvensional seperti surat pelanggan atau
call center. Sekarang, mereka bisa berbicara kapan saja melalui media digital.
Sebagai salah satu brand yang meraih kemenangan Indonesia Customer
SatisfactionAward (ICSA) selama 11 kali berturut-turut, Pocari Sweat menganggap
bahwa adanya media sosial menjadi tantangan positif bagi brand, untuk berkomunikasi
secara langsung dengan konsumen.

Campaign #saferunning (Doc.www.pocarisweat.co.id)

Beberapa waktu lalu, media sosial menyebabkan peningkatan antusiasme masyarakat


terhadap healthy lifestyle, salah satunya ketertarikan pada olahraga lari. Pocari
Sweatmelihat ini sebagai sebuah opportunity untuk mengajak dan mengedukasi kepada
para pelari dan yang baru mulai berlari melalui campaign #saferunning.
Melalui kampanye ini, perusahaan ingin mengedukasi para pelari mengenai teknik
berlari yang aman dan benar seperti misalnya tentang pentingnya kebutuhan akan
minuman yang mengandung ion sebelum, saat, dan setelah berlari, dan berbagai
persiapan lainnya untuk menunjang better performance. Jadi, tujuannya bukan hanya
mempromosikan produk saja tetapi ini salah satu cara memberikan kepuasan kepada
pelanggan untuk menjawab needs and wants mereka.
Kami melihat beberapa hal tersebut adalah tools untuk membangun engagement
dengan konsumen, karena kita bisa berkomunikasi langsung dengan konsumen melalui
media sosial. Sedangkan untuk komunitas, kami memiliki tim below the line yang bisa
berkomunikasi secara langsung ke komunitas di hampir seluruh kota besar di Indonesia
untuk mendengarkan suara mereka, tuturnya.
Saat ini, TV tetap menjadi medium utama dalam media investment mix perusahaan,
akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa digital memiliki peran yang semakin penting
untuk sebuah brand dapat berinteraksi secara personal kepada konsumen sehingga
perushaan mencoba lebih berani untuk berinovasi dalam mengalokasikan budget
pemasaran kami.

Sebagai tambahan, Pocari Sweat menduduki posisi pertama setelah Mizone pada
kategori minuman isotonic siap minumdengan nilai brand share 61,5 persen dan Total
Satisfaction Score (TSS) sebesar 4,378.
Editor : Eva Martha Rahayu