Anda di halaman 1dari 6

Eka Hospital: Layanan Integrated Care with One Price

Solution
by Gustyanita Pratiwi - April 25, 2013

0
Shares

Click to share on Facebook (Opens in new window)

Click to share on Twitter (Opens in new window)

Click to share on LinkedIn (Opens in new window)

Click to share on Google+ (Opens in new window)

Click to share on WhatsApp (Opens in new window)

Eka Hospital telah menerapkan teknologi dan metode terkini di bidang kedokteran. Dalam tempo
kurang dari setahun, rumah sakit ini telah terakreditasi secara nasional oleh Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia sebagai rumah sakit berstandar Tinggi Tingkat Penuh. Dalam
waktu yang sangat singkat, dua tahun masa beroperasi, Eka Hospital BSD telah memperoleh
akredistasi internasional yang diterbitkan oleh Joint Commission International, sebagai badan
resmi dunia untuk standardisasi rumah sakit internasional. Hal ini menunjukkan pula pengakuan
dari masyarakat internasional akan prestasi Eka Hospital dengan standar layanan yang sangat
baik dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Eka Hospital merupakan rumah sakit ke-3 di Indonesia yang mendapat JCI, dan merupakan RS
tercepat mendapat akreditasi ini. Hanya sembilan bulan sudah tercapai. Bagaimana layanan yang
diberikan oleh rumah sakit yang mulai beroperasi pada 20 Agustus tahun 2008 ini? Hasan
Widjaja, Operational Director Eka Hospital BSD, mengungkapkannya kepada Gustyanita
Pratiwi:

Bagaimana Eka Hospital mengelola bisnis rumah sakit? Apa keunikan atau keunggulan
masing-masing?
Eka Hospital mulai beroperasi pada tanggal 20 Agustus 2008. Di sini kami menerapkan
teknologi dan metode terkini di bidang kedokteran yang didukung oleh tim dokter, tenaga medis,
serta staf profesional yang berdedikasi tinggi. Berada di dua lokasi strategis, Bumi Serpong
Damai-Tangerang dan Pekanbaru-Sumatera, Eka Hospital semakin matang menghadirkan
inovasi terbaru di bidang kesehatan. Dengan kapasitas 500 (lima ratus) tempat tidur, Eka
Hospital memiliki lebih dari 180 dokter spesialis dan konsultan yang mengkhususkan diri dalam
bidang medis dan bedah, yang 80%-nya adalah dokter full time (purna waktu).
Dalam waktu relatif singkat, yaitu di tahun pertama beroperasi, Eka Hospital telah terakreditasi
secara nasional oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia sebagai rumah sakit berstandar
Tinggi Tingkat Penuh. Sertifikat akreditasi ini meliputi 16 bidang penilaian, yaitu: Manajemen
dan Administrasi, Jasa Kedokteran, Layanan Darurat, Pelayanan Keperawatan, Rekam Medik,
Farmasi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Radiologi, Laboratorium, Kamar Operasi,
Pencegahan Infeksi Nosokomial, Perinatal Resiko Tinggi, Pelayanan Rehabilitasi Medis,
Pelayanan Gizi, Jasa Perawatan Intensif, dan Bank Darah.

Selain itu, dalam kurun waktu dua tahun masa beroperasi, tim dokter bedah Eka Hospital telah
banyak melaksanakan serangkaian operasi bertingkat kesulitan tinggi, di antaranya: Di bidang
Bedah Saraf, tim dokter telah melakukan operasi pembedahan akses minimal pada tulang
belakang, operasi tumor otak, serta menangani kasus pecahnya pembuluh darah. Di bidang
Intervensi Radiologi : Operasi Pemasangan Koil di Pembuluh Darah Otak. Di bidang Ortopedi :
Operasi penggantian tempurung lutut, HNP, Operasi Penggantian Tulang Panggul. Di bidang
Jantung dan Pembuluh Darah: Operasi Intervensi Koroner Utama (Pemasangan balon di jantung
dan pemasangan stent) dengan menggunakan Angiografi.
Keunggulan-keunggulan kami di antaranya : Integrated Electronic Medical Record (EMR)
sistem elektronik terpadu yang merangkum database pasien sehingga dapat mengurangi tingkat
kesalahan manusia dan mengefektifkan pelayanan. Melalui sistem EMR, transfer digital rekam
medis pasien antarbagian bahkan antarrumah sakit dapat dilakukan tanpa kerumitan.
Kebijakan Satu Pasien Satu Kamar tidak hanya meningkatkan kenyamanan, privasi, dan
keamanan pasien tetapi juga mengurangi infeksi nosokomial dalam rumah sakit. Selain itu,
pasien dapat beristirahat lebih baik sehingga proses pemulihannya akan lebih cepat. Jadi, di sini
semua kelas, kecuali yang sifatnya basic/ charity (sesuai dengan ketentuan pemerintah), mulai
dari standar, standar plus, VIP, sampai president suit, termasuk ICU (perawatan intensif),
menerapkan kebijakan satu pasien satu kamar. Jadi tidak campur. Nah ini gunanya tentu untuk
kenyamanan pasien selain meminimalkan infeksi nosokomial.
Informasi medis yang disupervisi oleh dokter umum, memberikan kemudahan bagi pasien
dalam mendapatkan perawatan yang tepat oleh dokter spesialis yang tepat. Eka Hospital
memiliki tim dokter profesional yang selalu memfokuskan diri untuk memberikan pelayanan
kesehatan inovatif dengan menerapkan metode modern dan teknologi yang berorientasi pada
keselamatan dan kenyamanan pasien.
Belum banyak rumah sakit di Indonesia yang menerapkan pelayanan terintegrasi secara utuh. Di
Eka Hospital kami sangat mengedepankan teamwork dokter sehingga jika umumnya pasien
cenderung dirawat atau diobati oleh satu dokter, namun di Eka Hospital, pasien dapat ditangani
oleh tim. Bagusnya adalah, kalau dokternya berhalangan, maka pasien tidak harus menunggu
sampai dokternya datang, jadi terlantar. Nah, itu yang kami tidak mau. Teamwork dokter
ditujukan mengantisipasi kemungkinan pasien telantar tanpa penanganan.
Tentu kami juga pikirkan dari segi pasien, bagaimana kalau dokternya pakai tim, berarti kan
dokternya banyak? Apakah nanti biayanya tidak bengkak? Pertanyaan dasarnya kan balik lagi ke
situ. Maka dari itu, kami menerapkan Integrated Care With One Price Solution. Jadi pelayanan
terpadu dengan sistem 1 harga. Misalnya, kita bicara rawat jalan, pasien ke dokter spesialis, saat
ini harga Rp 260 ribu. Itu sudah termasuk biaya administrasi, biaya pemeriksaan dokter spesialis,
dan juga biaya parkir dua jam yang tidak kami pisah-pisahkan. Apabila pasien ini dirujuk ke
dokter berikutnya, maka tidak perlu bayar lagi. Jadi selama hari yang sama dia dirujuk ke
beberapa dokter, itu tidak bayar lagi. Ini kembali lagi karena kami ingin penanganan pasien Eka
Hospital terintegrasi.

Contoh, saya adalah pasien penyakit dalam, saya bilang ke dokternya, Saya biasanya agak
nyeri-nyeri di sini dok. Kemudian dokternya menyarankan ke dokter jantung, karena biasanya
kalau gejala di dada kiri lebih cenderung ke jantung. Kemudian saya berpikir lagi, nanti kalau ke
dokter jantung pasti bayar lagi. Akhirnya saya bilang : Enggak dok kadang-kadang aja
nyerinya. Pasien akan mengurungkan niatnya. Karena mereka memikirkan biaya juga,
akhirnya : Kasih obat saja dok kalau pas nyeri-nyeri sedikit, obat apa kek. Akibatnya
penanganan kurang tepat. Tapi kalau dengan integrated care with one price solution , kemudian
pasien dirujuk ke dokter jantung, pasien tidak perlu khawatir karena kalau memang tidak ada
tindakan apa apa kan tidak masalah, karena tidak bayar biaya konsultasi lagi. Kami ingin pasien
yang datang ke Eka Hospital mendapatkan pelayanan yang tuntas dan terintegrasi. Itu salah satu
keunggulan dari segi pelayanan medis kami.
Di Eka Hospital juga lebih banyak dokter yang full time, artinya dokter tersebut tidak praktik di
tempat lain, hanya praktik di Eka, dan domisilinya di sekitar Eka. Ini untuk menjamin
ketersediaan dokter. Jadi kami tidak mau pasien yang datang ke Eka, misalnya kasus UGD,
begitu dipanggil dokternya, dokternya malah sedang dalam perjalanan. Sepertii yang kita ketahui
sendiri kondisi lalu lintas mungkin macet, dll. Dengan kami menerapkan seperti ini, tentu
ketersediaan dokter akan lebih terjamin untuk pasien.
Untuk melengkapi layanan berkualitas, Eka Hospital juga mengembangkan pusat layanan
terpadu (center of excellence) sebagai pusat keunggulan yang memberikan layanan inovatif
terpadu kepada masyarakat.
Komitmen Eka Hospital untuk menjadi penyedia layanan kesehatan terdepan di Indonesia,
diwujudkan pula melalui pencapaian akreditasi internasional JCI oleh Eka Hospital BSD, pada
11 Desember 2010. Dalam waktu yang sangat singkat, dua tahun masa beroperasi, Eka Hospital
BSD telah memperoleh akredistasi internasional yang diterbitkan oleh Joint Commission
International, sebagai badan resmi dunia untuk standardisasi rumah sakit internasional. Hal ini
menunjukkan pula pengakuan dari masyarakat internasional akan prestasi Eka Hospital dengan
standar layanan yang sangat baik dan berorientasi pada keselamatan pasien. Kami adalah rumah
sakit ke-3 di Indonesia yang mendapat JCI, dan merupakan RS tercepat mendapat akreditasi ini.
Hanya sembilan bulan sudah tercapai. Sejauh pengetahuan saya JCI-nya bahkan yang tercepat
se-Asia Pasifik. Karena umumnya dicapai dalam waktu 1 tahun.
Tentu balik lagi di sini bahwa EMR sangat menunjang prestasi kami. Mungkin sedikit sharing
saja, pada waktu pemeriksaan, kami punya kebutuhan apa saja yang perlu diperiksa, semua
sudah ada di sistem. Jadi tidak perlu lagi yang namanya lihat-lihat kertas. Jadi lebih up to date
lah, istilahnya tidak bisa dibohongi karena ada buktinya langsung di sistem. Misalnya kalau
ditanya, mana bukti diagnosa sudah dibuat atau belum? Bisa dicek di sistem. Apalagi mereka
(JCI) juga lebih percaya pada sistem. Karena isiannya ini tidak bisa diubah. Dan itu yang
menjadikan proses lebih cepat. Jadwalnya harusnya seminggu, namun di hari ke 3-4, JCI sudah
nyatakan Eka Hospital lulus. Jadi teknologi mempercepat waktu kami dalam mendapatkan JCI.
Apa yang dilakukan untuk terus meningkatkan kualitas dan layanan?

Kualitas pelayanan kami tingkatkan dengan melakukan beberapa inovasi yang didukung TI juga.
Bagaimana supaya pasien bisa lebih cepat ditangani. Sekarang kan trennya sudah pakai
smartphone , dll, tentu kami juga menggunakan fasilitas semacam itu. Bahkan kami juga
menyediakan media-media sosial untuk menjawab pertanyaan dari pasien. Kami punya facebook
dan twitter, di mana pasien bisa berinteraksi dengan rumah sakit melalui media sosial. Tentu
dengan bahasan yang lebih umum, tidak terlalu clinical.
Kami juga bekerja sama dengan institusi-institusi lain untuk meningkatkan kualitas medis kami.
Salah satunya dengan Mayo Clinic Amerika. Itu kan rumah sakit yang ternama ya di dunia,
bahkan nomor satu di Amerika. Nah, kami ada kerja sama intensif dalam bentuk Electronic
Medical Consult. Kami bisa melakukan konsultasi medis jarak jauh dengan video conference
Mayo Clinic Amerika. Di situ pasien dengan dokter kami, bisa langsung berinteraksi dengan
dokter di Mayo Clinic, tapi tentu kami atur dulu dalam perjanjian. Biasanya ini sangat membantu
apabila pasien tersebut ingin mendapatkan second opinion. Daripada jauh-jauh ke Amerika, dia
bisa konsultasi di video conference dengan didampingi oleh dokter spesialis yang menangani di
Eka Hospital. Atau mungkin dia sudah pernah berobat ke Mayo, kemudian ingin kontrol, itu juga
bisa dilakukan melalui teknologi hasil kerja sama Eka Hospital dengan Mayo ini. Kami juga
senantiasa mencoba melakukan inovasi-inovasi dalam pelayanan kesehatan. Konsep-konsep di
mana kami terus melakukan perubahan yang tidak ada di rumah sakit lain, karena visi kami ingin
leading se-Asia Pasifik.
Apa saja kendala yang dihadapi dalam mengelola rumah sakit?
Tentu kendala banyak. Kami di sini kan bukan jualan produk, tapi jualan suatu layanan. Tentu di
dalam layanan tersebut, tingkat kepuasan masing-masing individu berbeda. Tapi bagaimana kami
bisa menerapkan standar, itulah yang lebih penting. Jadi kendala-kendala pasti ada. Dan itu coba
kami eliminir dengan meningkatkan standar-standar pelayanan. Misalnya kami menetapkan
suatu pelayanan standar terhadap suatu penyakit. Kami berharap dengan adanya standar-standar
yang baik itu, komplain akan berkurang. Kalau komplain pasti ada, tiap pelayanan tidak mungkin
lah tidak pernah menjumpai komplain. Mungkin kamu cocok dengan dokter ini, belum tentu si A
cocok juga.
Bagaimana strategi bersaing?
Ya tentu persaingan tidak bisa kami pungkiri. Buat kami, melihat rumah sakit lain itu bukan
sebagai kompetitor, lebih sebagai mitra. Karena kami juga kerja sama kok dengan rumah sakitrumah sakit sekeliling. Tapi bagaimana kami bisa leading, tentu kami harus terus melakukan
inovasi-inovasi. Seperti One Price Solution, mungkin baru Eka Hospital yang menerapkan
kebijakan ini di Indonesia. Kenapa kami bisa begitu? Karena dokter-dokter di sini, kami
berlakukan sistem gaji tetap (salary base system). Itu juga salah satu keunggulan kami. Jadi kami
tidak memberikan jasa dokter berdasarkan jumlah pasien yang ditangani. Tapi kami memberikan
jasa dokter berdasarkan dari segi customer satisfaction, (Key Performance Indicator) KPI,
kualitas medis, dll. Jadi di sini, dokter-dokter punya KPI yang cukup tinggi, sehingga dia punya
cukup waktu untuk berdiskusi dengan pasien.

Kadangkala kan ada yang ingin cepat-cepat ngomong sama pasien, karena di luar pasiennya
sudah banyak yang menunggu. Tapi kalau di sini, bukan itu yang kami cari. Kami lebih melihat
dari kualitas medis, pasiennya itu puas atau tidak dengan dokternya, dll. Seminggu sekali kami
up date ke dokternya bagaimana tingkat kepuasan pasien. Setiap pagi kan ada morning report ya,
dokter-dokter kumpul di dokter lounge, mereka membahas semuanya. Bahkan ada satu hari
khusus kami membahas dari sisi nonmedisnya, misalnya dari sisi manajemennya. Kami
sampaikan apakah ada keluhan pasien, dll. Karena kadangkala kendala terbesar adalah
komunikasi ke pasien. Itu yang kami ingatkan ke dokter-dokter juga. Bagaimana kami mengatasi
kendala-kendala itu, kami juga rutin melakukan pelatihan-pelatihan, baik internal maupun
eksternal. Jadi dokternya pun di samping skill medis kami training, dari segi nonteknis pun kami
training. Seperti communication skill, grooming, intinya penampilan secara keseluruhan menjadi
perhatian kami juga.
Apa target dan rencana ke depannya?
Ya tentu target disesuaikan dengan visi kami untuk menjadi yang terdepan di Asia Pasifik. Tapi
tentu menjadi yang terdepan saja tidak cukup kalau kami tidak bisa memberikan kontribusi untuk
Indonesia. Dengan demikian kami mengajak pula mitra rumah sakit di Indonesia untuk dapat
bersaing dalam mutu dengan layanan kesehatan di negara-negara Asia lainnya. Tentu kami akan
senantiasa memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan yang terbaik, kemudian menciptakan
satu kondisi yang masyarakat itu lebih peduli dengan kesehatan. Itu sih yang akan kami arahkan
ke depan. Kami berharap jangka panjangnya adalah kesehatan di Indonesia bisa lebih baik
daripada negara-negara lain, tidak hanya di Asia Tenggara tentunya, tapi mungkin di seluruh
dunia, bahwa Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju. Dan Eka Hospital bisa turut
ambil bagian dalam hal itu.