Anda di halaman 1dari 67

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk

LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 SERTA TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015 (30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 TIDAK DIAUDIT)

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk DAFTAR ISI

SURAT PERNYATAAN DIREKSI

Halaman

LAPORAN KEUANGAN Untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September

2016

dan 2015 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 (30 September

2016

dan 2015 Tidak Diaudit)

Laporan Posisi Keuangan

1

Laporan Laba Rugi Komprehensif

3

Laporan Perubahan Ekuitas

4

Laporan Arus Kas

5

Catatan atas Laporan Keuangan

6

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk

LAPORAN POSISI KEUANGAN

30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 (30 September 2016 - Tidak Diaudit)

 

Catatan

30 September 2016

31 Desember 2015

 

Rp'000

Rp'000

ASET

Kas dan setara kas

5,31

16,863,705

9,372,552

Piutang pembiayaan konsumen

6

Pihak ketiga

1,371,946,908

1,277,517,139

Cadangan kerugian penurunan nilai

(12,518,437)

(22,035,843)

Piutang pembiayaan konsumen - bersih

1,359,428,471

1,255,481,296

Piutang sewa pembiayaan

7

Pihak ketiga

301,625,454

507,032,347

Cadangan kerugian penurunan nilai

(16,078,858)

(14,947,956)

Piutang sewa pembiayaan - bersih

285,546,596

492,084,391

Anjak Piutang

8

Pihak ketiga

246,000

4,377,809

Cadangan kerugian penurunan nilai

(164,000)

-

Anjak Piutang - bersih

82,000

4,377,809

Piutang lain-lain

10

Pihak berelasi

31

2,734,384

3,206,877

Pihak ketiga

36,038,704

639,875

Jumlah

38,773,088

3,846,752

Biaya dibayar di muka

11

Pihak berelasi

31

373,287

378,971

Pihak ketiga

6,286,071

5,763,804

Jumlah

6,659,358

6,142,775

Investasi pada entitas asosiasi

9

37,515,774

38,271,180

Aset pajak tangguhan - bersih

29

6,794,636

4,829,468

Aset tetap

Biaya perolehan

72,957,822

72,894,032

Akumulasi Penyusutan

(37,872,235)

(34,376,426)

Jumlah tercatat

12,31

35,085,587

38,517,606

Aset lain-lain - bersih

13,31

53,064,548

41,434,228

JUMLAH ASET

1,839,813,763

1,894,358,057

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

-

1

-

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk

LAPORAN POSISI KEUANGAN

30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 (30 September 2016 - Tidak Diaudit) - (Lanjutan)

 

Catatan

30 September 2016

31 Desember 2015

 

Rp'000

Rp'000

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

Utang bank

14

Pihak berelasi

31

199,603,254

151,362,113

Pihak ketiga

986,692,130

1,095,033,302

Jumlah

1,186,295,384

1,246,395,415

Utang usaha kepada pihak ketiga

15

11,145,143

4,563,138

Utang lain-lain

16

Pihak berelasi

31

132,506

102,317

Pihak ketiga

22,672,908

30,536,872

Jumlah

22,805,414

30,639,189

Biaya masih harus dibayar

17

Pihak berelasi

31

501,541

427,989

Pihak ketiga

10,486,514

10,506,473

Jumlah

10,988,055

10,934,462

Utang pajak

3,219,475

750,803

Surat berharga yang diterbitkan - bersih

19

307,909,039

307,545,960

Liabilitas imbalan pasca kerja

20

10,955,701

9,180,786

JUMLAH LIABILITAS

1,553,318,211

1,610,009,753

EKUITAS

Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham

Modal dasar - 4.000.000.000 saham

Modal ditempatkan dan disetor -

1.002.000.352 saham

21

100,200,035

100,200,035

Tambahan modal disetor

21

(2,384,634)

(2,384,634)

Saldo laba

Ditentukan penggunaannya

800,000

700,000

Tidak ditentukan penggunaannya

184,757,163

181,138,870

Penghasilan komprehensif lain

9, 20

3,122,988

4,694,033

JUMLAH EKUITAS

286,495,552

284,348,304

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS

1,839,813,763

1,894,358,057

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

- 2 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (Tidak Diaudit)

 

Notes

30 September 2016

30 September 2015

 

Rp'000

Rp'000

PENDAPATAN

Pembiayaan konsumen

22

152,329,011

160,494,434

Sewa Pembiayaan

23

39,033,280

72,373,748

Anjak Piutang

106,982

81,250

Administrasi

24

26,900,550

24,220,229

Pendapatan penalti

25

18,454,874

21,931,919

Bunga

31

89,548

156,286

Bagian laba bersih entitas asosiasi

9

815,641

1,075,603

Pendapatan lain-lain

2,169,609

3,262,219

JUMLAH PENDAPATAN

239,899,495

283,595,688

BEBAN

Bunga dan pembiayaan lainnya

26,31

139,909,158

160,211,243

Tenaga kerja

44,321,547

43,948,672

Beban cadangan kerugian penurunan

nilai

6,7

7,987,385

41,017,735

Umum dan administrasi

27,31

38,322,490

34,201,300

Imbalan pasca kerja

20

3,600,000

1,953,108

Beban lain-lain

28

76,461

729,378

JUMLAH BEBAN

234,217,041

282,061,436

LABA SEBELUM PAJAK

5,682,454

1,534,252

BEBAN PAJAK

3p,29

Pajak kini

(3,929,326)

(595,817)

Pajak tangguhan

1,965,165

(54,343)

JUMLAH BEBAN PAJAK - BERSIH

(1,964,161)

(650,160)

LABA BERSIH PERIODE BERJALAN

3,718,293

884,092

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN

Pos yang tidak direklasifikasi ke laba rugi

Keuntungan (kerugian) bersih aktuarial

20

-

197,346

Pajak penghasilan terkait pos yang tidak

akan direklafikasi ke laba rugi

-

-

Sub jumlah

-

197,346

Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi

Bagian penghasilan komprehensif lain

atas entitas asosiasi

9

(1,571,047)

3,575,728

Jumlah penghasilan komprehensif lain

tahun berjalan setelah pajak

(1,571,047)

3,773,074

LABA (RUGI) KOMPREHENSIF

2,147,246

4,657,166

LABA PER SAHAM DASAR

3q,30

3.71

0.88

(dalam Rupiah penuh)

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

- 3 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (Tidak Diaudit)

 

Keuntungan

Bagian penghasilan

Saldo Laba

 
 

Modal

Tambahan

aktuarial pada

komprehensif lain

Ditentukan

Tidak ditentukan

 

Catatan

saham

modal disetor

program

atas entitas

penggunaannya

penggunaannya

Jumlah ekuitas

 

imbalan pasti

asosiasi

 

Rp'000

Rp'000

Rp'000

Rp'000

Rp'000

Rp'000

Rp'000

Saldo per 1 Januari 2015

100,200,035

(2,384,634)

604,897

1,762,025

600,000

178,788,389

279,570,712

Cadangan umum

21

-

-

-

-

100,000

(100,000)

-

Laba bersih

21

-

-

-

-

-

884,092

884,092

Pendapatan komprehensif lainnya

197,346

3,575,728

3,773,074

Saldo per 30 September 2015

100,200,035

(2,384,634)

802,243

5,337,753

700,000

179,572,481

284,227,878

Saldo per 1 Januari 2016

100,200,035

(2,384,634)

891,950

3,802,085

700,000

181,138,870

284,348,306

Cadangan umum

21

-

-

-

-

100,000

(100,000)

-

Laba bersih

21

-

-

-

-

-

3,718,293

3,718,293

Pendapatan komprehensif lainnya

-

-

-

(1,571,047)

-

-

(1,571,047)

Saldo per 30 September 2016

100,200,035

(2,384,634)

891,950

2,231,038

800,000

184,757,163

286,495,552

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

- 4 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk

LAPORAN ARUS KAS

UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (Tidak Diaudit)

 

30 September 2016

30 September 2015

Rp'000

Rp'000

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan pembiayaan konsumen, sewa

pembiayaan dan anjak piutang

1,246,449,289

1,386,171,652

Penerimaan kas sehubungan dengan kerjasama

Penerusan pinjaman

280,541,919

217,917,070

Penerimaan operasional lainnya

(8,834,186)

(6,244,910)

Penerimaan bunga

89,548

156,286

Pembayaran kas untuk:

Pembayaran pembiayaan konsumen, sewa

pembiayaan dan anjak piutang

(930,114,057)

(930,820,124)

Pembayaran beban operasional

(86,534,762)

(74,914,104)

Pembayaran kas sehubungan dengan kerjasama

penerusan pinjaman

(293,395,112)

(334,321,419)

Pembayaran operasional lainnya

179,945

(5,452,974)

Pembayaran bunga

(138,402,669)

(157,796,258)

Pembayaran pajak penghasilan

(1,190,439)

(5,269,794)

Kas Bersih Diperoleh untuk Aktivitas Operasi

68,789,476

89,425,425

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Hasil penjualan aset tetap

1,442,439

1,623,167

Perolehan aset tetap

(2,805,884)

(14,628,728)

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi

(1,363,445)

(13,005,561)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penerimaan utang bank

743,011,834

682,311,956

Pembayaran utang bank

(802,946,712)

(793,132,797)

Pembayaran surat berharga

-

(3,000,000)

Kas Bersih Digunakan dari Aktivitas Pendanaan

(59,934,878)

(113,820,841)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS

DAN SETARA KAS

7,491,153

(37,400,977)

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE

9,372,552

47,132,240

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE

16,863,705

9,731,263

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian

yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

- 5 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT)

1.

UMUM

a. Pendirian dan Informasi Umum

PT. Verena Multi Finance Tbk (“Perusahaan”) didirikan dengan nama PT Maxima Perdana Finance berdasarkan akta No. 43 tanggal 21 Juli 1993 dari Sri Nanning, S.H., notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2 11503.HT.01.01.Th.93 tanggal 29 Oktober 1993 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 88 tanggal 4 November 1994, Tambahan No. 8832. Berdasarkan akta No. 46 tanggal 14 Februari 2003 dari Eliwaty Tjitra, S.H., notaris di Jakarta, nama Perusahaan diubah menjadi PT. Victoria Finance Indonesia. Akta tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. C 11197 HT.01.04.TH.2003 tanggal 21 Mei 2003 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 78 tanggal 30 September 2003 Tambahan No. 9255.

Selanjutnya, berdasarkan Akta No. 6 tanggal 11 Juni 2003 dari Herlien Widjaja, S.H., notaris di Jakarta, nama Perusahaan diubah menjadi PT. Verena Oto Finance. Perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C 15620 HT.01.04.TH.2003 tanggal 7 Juli 2003 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No.

87 tanggal 31 Oktober 2003 Tambahan No. 10899.

Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Verena Oto Finance Tbk No. 33 tanggal 27 Agustus 2010 dari Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta, nama Perusahaan diubah menjadi PT. Verena Multi Finance Tbk. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Keuangan Republik Indonesia, masing-masing dengan Surat Keputusan No. AHU 45965.HT.01.02. Tahun 2010 tanggal 28 September 2010 dan No. KEP 654/KM/10.2010 tanggal 9 Desember 2010.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan No. 88 tanggal 24 April 2015 dari Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta, dalam rangka perubahan Anggaran Dasar Perusahaan untuk menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan, POJK No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka dan POJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Dewan Direksi dan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah dilaporkan kepada Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0933612 tanggal 21 Mei 2015 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0935603.AH.01.02 Tahun 2015 tanggal 21 Mei 2015. Terakhir Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan sebagaimana tersebut dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan No.88 tanggal 23 Juni 2016 dari Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta, dalam rangka perubahan susunan Direksi Perusahaan, yang dimana perubahan Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah dilaporkan kepada Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0065309 tanggal 20 Juli 2016.

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan utama Perusahaan meliputi usaha dibidang sebagai berikut:

a. Pembiayaan Investasi

b. Pembiayaan Modal Kerja

c. Pembiayaan Multiguna

d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.

Perusahaan, dengan nama sebelumnya, PT Maxima Perdana Finance, memperoleh izin usaha lembaga

pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan surat keputusan No.994/KMK.017/1993 tanggal

30 Desember 1993. Perusahaan mulai beroperasi pada tanggal 21 Juni 2003, dengan izin usaha berdasarkan

Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-161/KM.6/2004 tanggal 4 Mei 2004 Jo. No.

KEP-654/KM.10/2010 tanggal 9 Desember 2010.

- 6 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Saat ini, Perusahaan menjalankan usaha utamanya dibidang Pembiayaan Multiguna Pembiayaan Modal Kerja dan Pembiayaan Investasi. Perusahaan saat ini mempunyai 23 (dua puluh tiga) kantor cabang yang terletak di kota Banda Aceh, Bandung, Banjarmasin, Bogor, Cikarang, Jakarta, Makasar, Malang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Rantau Prapat, Samarinda, Semarang, Serang, Surabaya dan Tangerang. Kantor pusat Perusahaan beralamat di Gedung Bank Panin, Lantai 3, Jalan Pecenongan No. 84, Jakarta Pusat.

Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha Panin Grup dengan entitas induk akhir adalah PT. Panin Investment. Jumlah karyawan Perusahaan pada 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 sebanyak 705 karyawan dan 701 karyawan.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris

Komisaris

Komisaris Independen

Dewan Direksi

Direktur Utama

Direktur Independen

Direktur

Komite Audit

Ketua

Anggota

30 September 2016

31 Desember 2015

Murniaty Santoso

Murniaty Santoso

Gunawan Santoso

Gunawan Santoso

Evi Firmansyah

Evi Firmansyah

Andi Harjono*

Hadi Budiman

Iman Syahrizal

Andi Harjono

Iman Santoso*

Iman Syahrizal

Evi Firmansyah

Evi Firmansyah

Bondan Anugrah

Carlo Rubens Jusuf

Evelyn Natasha

Evelyn Natasha

*berlaku effektif sejak mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian

kemampuan dan kepatutan (fit & proper test).

Pembentukan Komite Audit telah sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan Dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, tanggal 23 Desember 2015.

Gaji dan kesejahteraan Dewan Komisaris masing-masing sebesar Rp 990.018 ribu dan Rp 1.206.793 ribu untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2016 dan 2015. Gaji dan kesejahteraan Dewan Direksi masing-masing sebesar Rp 3.415.547 ribu dan Rp 4.106.699 ribu untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2016 dan 2015.

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

Penawaran Umum Saham

Pada tanggal 13 Juni 2008, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) berdasarkan surat BAPEPAM-LK No. S-3825/BL/2008 untuk melakukan penawaran umum atas 460.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat dengan nilai nominal per saham sebesar Rp 100 dan harga penawaran per saham sebesar Rp 100. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 25 Juni 2008. Penawaran umum saham perdana ini disertai dengan penerbitan 46.000.000 Waran Seri I.

Pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 jumlah saham Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sebanyak 1.002.000.352 lembar.

- 7 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Penawaran Umum Obligasi

Pada tanggal 11 Maret 2011, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari ketua BAPEPAM-LK berdasarkan surat BAPEPAM-LK No. S-2568/BL/2011 untuk melakukan penawaran obligasi Verena Multifinance I tahun 2011 kepada masyarakat dengan jumlah pokok sebesar Rp 500 miliar. Pada tanggal 21 Maret 2011 seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (Catatan 19).

Pada tanggal 30 November 2012, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari ketua BAPEPAM-LK berdasarkan surat BAPEPAM-LK No. S-13646/BL/2012 untuk melakukan penawaran umum berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Verena Multi Finance Tahap I Tahun 2012 kepada masyarakat dengan jumlah pokok maksimum sebesar Rp 1.000 miliar.

Pada tanggal 11 Desember 2012, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Verena Multi Finance Tahap I Tahun 2012 dengan nilai nominal Rp 300 miliar.

Pada tanggal 24 Desember 2013, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Verena Multi Finance Tahap II Tahun 2013 dengan nominal Rp 153 miliar.

Pada tanggal 19 Maret 2014, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Verena Multi Finance Tahap III Tahun 2014 dengan nominal Rp 135 miliar.

2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STÁNDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK)

a. Standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan

Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan semua standar baru dan revisi serta interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2015.

PSAK 1 (revisi 2013), Penyajian Laporan Keuangan

Amandemen terhadap PSAK 1 memperkenalkan terminologi baru untuk laporan laba rugi komprehensif. Berdasarkan amandemen terhadap PSAK 1, laporan laba rugi komprehensif telah diubah namanya menjadi laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Amandemen terhadap PSAK 1 mempertahankan opsi untuk menyajikan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain baik sebagai suatu laporan tunggal atau disajikan dalam dua laporan terpisah tetapi berturut-turut. Namun, amandemen terhadap PSAK 1, mengharuskan tambahan pengungkapan dalam bagian penghasilan komprehensif lain dimana pos-pos dari penghasilan komprehensif lain dikelompokkan menjadi dua kategori: (1) tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi; dan (2) akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu terpenuhi.

Amandemen ini telah diterapkan secara retrospektif, dan oleh karena itu penyajian pos penghasilan komprehensif lain telah dimodifikasi untuk mencerminkan perubahan tersebut.

Amandemen PSAK 1 juga relevan terhadap Perusahaan mengenai jika laporan posisi keuangan pada posisi awal periode terdekat sebelumnya (laporan posisi keuangan ketiga) dan catatan terkait harus disajikan. Amandemen menjelaskan bahwa laporan posisi keuangan ketiga diharuskan jika a) suatu entitas menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif, atau penyajian kembali retrospektif atau reklasifikasi dari pos-pos dalam laporan keuangannya, dan b) penerapan penyajian kembali retrospektif atau reklasifikasi mempunyai pengaruh material atas informasi dalam laporan posisi keuangan ketiga. Amandemen menjelaskan bahwa catatan terkait tidak perlu disajikan dalam laporan posisi keuangan ketiga.

Selain perubahan yang telah dinyatakan di atas, penerapan amandemen terhadap PSAK 1 tidak mengakibatkan dampak atas laba rugi, penghasilan komprehensif lain dan jumlah laba rugi komprehensif.

PSAK 15 (revisi 2013), Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama

- 8 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Ruang lingkup PSAK 15 diperluas untuk mencakup entitas yang merupakan investor dengan pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas investee.

Penerapan PSAK 15 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

PSAK 24 (revisi 2013), Imbalan Kerja

Amandemen terhadap PSAK 24 mengubah akuntansi program imbalan pasti dan pesangon. Perubahan paling signifikan terkait akuntansi atas perubahan dalam kewajiban manfaat pasti dan aset program. Amandemen mensyaratkan pengakuan perubahan dalam kewajiban imbalan pasti dan nilai wajar aset program ketika amandemen terjadi, dan karenanya menghapus pendekatan koridor yang diijinkan berdasarkan PSAK 24 versi sebelumnya dan mempercepat pengakuan biaya jasa lalu. Amandemen tersebut mensyaratkan seluruh keuntungan dan kerugian aktuaria diakui segera melalui penghasilan komprehensif lain sehingga aset atau liabilitas pensiun bersih yang diakui dalam laporan posisi keuangan mencerminkan jumlah keseluruhan dari defisit atau surplus program. Selanjutnya, biaya bunga dan imbal hasil aset program yang digunakan dalam PSAK 24 versi sebelumnya digantikan dengan nilai ”bunga neto” berdasarkan PSAK 24 (revisi 2013) yang dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto dengan liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Perubahan ini berdampak pada jumlah yang diakui dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun-tahun sebelumnya.

Selanjutnya, PSAK 24 memperkenalkan perubahan tertentu dalam penyajian biaya manfaat pensiun termasuk pengungkapan yang lebih luas.

Ketentuan transisi yang spesifik berlaku untuk penerapan pertama kali atas PSAK 24. Perusahaan menerapkan ketentuan transisi yang relevan dan menyajikan kembali jumlah-jumlah komparatif atas dasar retrospektif (Catatan 36).

PSAK 46 (revisi 2014), Pajak Penghasilan

Amandemen terhadap PSAK 46: (1) menghilangkan pengaturan tentang pajak final yang sebelumnya termasuk dalam ruang lingkup standar; dan (2) menetapkan praduga (rebuttable presumption) bahwa jumlah tercatat properti investasi yang diukur menggunakan model nilai wajar dalam PSAK 13, Properti Investasi akan dipulihkan sepenuhnya melalui penjualan.

Berdasarkan amandemen tersebut, kecuali praduga yang dapat dibantah, pengukuran liabilitas pajak tangguhan atau aset pajak tangguhan yang disyaratkan untuk mencerminkan konsekuensi pajak dari pemulihan jumlah tercatat properti investasi melalui penjualan. Praduga penjualan ini dapat dibantah jika properti investasi dapat disusutkan dan investasi properti dimiliki dalam model bisnis yang bertujuan untuk mengkonsumsi secara substantial seluruh manfaat ekonomis atas investasi properti dari waktu ke waktu, bukan melalui penjualan.

Penerapan PSAK 46 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui laporan keuangan.

PSAK 48 (revisi 2014), Penurunan Nilai Aset

PSAK 48 telah diubah untuk memasukkan persyaratan dari PSAK 68, Pengukuran Nilai Wajar.

Penerapan PSAK 48 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui laporan keuangan.

PSAK 50 (revisi 2014), Instrumen Keuangan: Penyajian

Amandemen terhadap PSAK 50 mengklarifikasi penerapan tentang persyaratan saling hapus. Secara khusus, amandemen tersebut mengklarifikasi arti dari ”saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus” dan ”realisasi dan penyelesaian secara simultan”. Amandemen tersebut juga mengklarifikasi bahwa pajak penghasilan yang terkait dengan distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas dan biaya transaksi dicatat sesuai dengan PSAK 46.

- 9 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Amandemen ini telah diterapkan secara retrospektif. Perusahaan tidak memiliki pengaturan saling hapus terkait dengan hal ini, penerapan amandemen tidak berdampak material terhadap pengungkapan atau jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

PSAK 55 (revisi 2014), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran

Amandemen terhadap PSAK 55 memberikan panduan persyaratan untuk menghentikan akuntansi lindung nilai ketika derivatif ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dinovasi berdasarkan keadaan tertentu. Amandemen tersebut juga mengklarifikasi bahwa setiap perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan sebagai suatu instrumen lindung nilai akibat dari novasi termasuk dalam penilaian dan pengukuran dari efektivitas lindung nilai. Selanjutnya, amandemen tersebut mengklarifikasi akuntansi dari derivatif melekat dalam hal reklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori nilai wajar melalui laba rugi.

Standar ini juga diubah untuk memasukkan persyaratan dari PSAK 68, Pengukuran Nilai Wajar.

Penerapan PSAK 55 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui laporan keuangan.

PSAK 60 (revisi 2014), Instrumen Keuangan: Pengungkapan

Amandemen terhadap PSAK 60 menambahkan persyaratan pengungkapan transaksi termasuk pengalihan aset keuangan. Amandemen ini dimaksudkan untuk memberikan transparansi yang lebih besar terkait eksposur risiko jika aset keuangan dialihkan tetapi entitas yang mengalihkan tetap memilih keterlibatan berkelanjutan atas aset tersebut. Amandemen tersebut juga mensyaratkan pengungkapan jika aset keuangan dialihkan tidak merata sepanjang periode. Selanjutnya, entitas disyaratkan untuk mengungkapkan tentang hak saling hapus dan pengaturan terkait (sebagai contoh persyaratan penyerahan jaminan) untuk instrumen keuangan berdasarkan perjanjian penyelesaian secara neto yang dapat dipaksakan dan perjanjian serupa.

Amandemen ini telah diterapkan secara retrospektif. Perusahaan tidak memiliki pengaturan saling hapus, karenanya penerapan amendemen tidak berdampak material terhadap pengungkapan atau jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

PSAK 68, Pengukuran Nilai Wajar

PSAK 68 menetapkan acuan tunggal atas pengukuran nilai wajar dan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar yang berlaku baik pada pos-pos instrumen keuangan dan pos-pos instrumen non-keuangan ketika PSAK lain mensyaratkan atau mengizinkan pengukuran nilai wajar dan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar. Standar tersebut tidak mengubah persyaratan mengenai pos-pos yang harus diukur atau diungkapkan pada nilai wajar.

PSAK 68 mengharuskan penerapan secara prospektif sejak 1 Januari 2015.

PSAK 68 menetapkan acuan tunggal atas pengukuran nilai wajar dan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar. Standar tersebut tidak mengubah persyaratan mengenai pos-pos yang harus diukur atau diungkapkan pada nilai wajar.

Selain itu, ketentuan transisi khusus diberikan kepada entitas sehingga entitas tidak perlu menerapkan persyaratan pengungkapan yang ditetapkan dalam standar ini dalam informasi komparatif yang disediakan untuk periode sebelum penerapan awal dari standar. Sesuai dengan ketentuan transisi ini, Perusahaan tidak membuat pengungkapan baru yang disyaratkan oleh PSAK 68 untuk periode komparatif tahun 2014 (lihat Catatan 33 untuk pengungkapan tahun 2015). Selain pengungkapan tambahan, penerapan PSAK 68 tidak berdampak material atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

b. Standar dan interpretasi telah diterbitkan tapi belum diterapkan

Standar dan penyesuaian standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:

Standar

PSAK 110 (revisi 2015): Akuntansi Sukuk.

- 10 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Penyesuaian

PSAK 5: Segmen Operasi

PSAK 7: Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi,

PSAK 13: Properti Investasi,

PSAK 16: Aset Tetap,

PSAK 19: PSAK Aset Tak Berwujud,

PSAK 22: Kombinasi Bisnis,

PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan,

PSAK 53: Pembayaran Berbasis Saham dan

PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar

Amandemen standar dan interpretasi berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016, dengan penerapan secara retrospektif yaitu:

PSAK 4: Laporan Keuangan Tersendiri tentang Metode Ekuitas dalam Laporan Keuangan Tersendiri,

PSAK 15: Investasi Pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi,

PSAK 24: Imbalan Kerja tentang Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja,

PSAK

Laporan Keuangan Konsolidasian tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian

65:

Konsolidasi,

PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi dan

ISAK 30: Pungutan.

Amandemen standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016, yang diterapkan secara prospektif yaitu:

PSAK 16: Aset Tetap tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi,

PSAK 19: Aset Tak Berwujud tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi dan

PSAK 66: Pengaturan Bersama tentang Akuntansi Akuisisi Kepentingan dalam Operasi Bersama.

Amandemen standar dan interpretasi berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2017, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:

PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Prakarsa Pengungkapan,

ISAK 31: Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK 13: Properti Investasi.

Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standar terhadap laporan keuangan.

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI

a. Pernyataan Kepatuhan

Laporan keuangan Perusahaan disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

b. Dasar Penyusunan

Dasar penyusunan laporan keuangan adalah biaya historis, kecuali properti dan instrumen keuangan tertentu yang diukur pada jumlah revaluasian atau nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan, yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi dibawah ini. Mata uang penyajian yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah (Rp).

- 11 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Biaya historis umumnya didasarkan pada nilai wajar dari imbalan yang diberikan dalam pertukaran barang dan jasa.

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam suatu transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran, terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi menggunakan teknik penilaian lain. Dalam mengestimasi nilai wajar aset atau liabilitas, Perusahaan memperhitungkan karakteristik aset atau liabilitas, jika pelaku pasar memperhitungkan karakteristik tersebut ketika menentukan harga aset atau liabilitas pada tanggal pengukuran. Nilai wajar untuk tujuan pengukuran dan/atau pengungkapan dalam laporan keuangan ditentukan berdasarkan basis tersebut, kecuali untuk transaksi pembayaran berbasis saham dalam ruang lingkup PSAK 53, transaksi sewa dalam ruang lingkup PSAK 30, dan pengukuran yang memiliki beberapa kemiripan dengan nilai wajar tetapi bukan merupakan nilai wajar, seperti nilai realisasi neto dalam PSAK 14 dan nilai pakai dalam PSAK 48.

Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

c. Transaksi Dengan Pihak-pihak Berelasi

Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:

a) Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:

1)

memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;

2)

memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau

3)

merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.

b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:

1)

entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).

2)

satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).

3)

kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.

4)

satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.

5)

entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor.

6)

entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).

7)

orang yang diidentifikasi dalam huruf a) 1) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

d. Instrumen Keuangan

(i) Aset keuangan

Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar.

Aset keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.

- 12 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Pinjaman yang diberikan dan piutang

Kas dan setara kas, kas yang dibatasi penggunaannya, piutang sewa pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen, tagihan anjak piutang dan piutang lain-lain dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai “pinjaman yang diberikan dan piutang”. Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai.

Bunga diakui dengan suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunganya tidak material.

Metode suku bunga efektif

Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan dan beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan atau pembayaran kas di masa datang (termasuk seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal.

Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif.

Penurunan nilai aset keuangan

Aset keuangan dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal laporan posisi keuangan. Aset keuangan diturunkan nilainya jika terdapat bukti yang obyektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

Bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut:

kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau

pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau

terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan.

Perusahaan pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.

Jika Perusahaan menentukan tidak terdapat bukti obyektif penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, maka Perusahaan memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif.

Cadangan kerugian penurunan nilai secara individual dihitung dengan menggunakan metode diskonto arus kas (discounted cash flows). Perhitungan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang atas aset keuangan dengan agunan (collateralised financial asset) mencerminkan arus kas yang dapat dihasilkan dari pengambilalihan agunan dikurangi biaya-biaya untuk memperoleh dan menjual agunan, terlepas apakah pengambilalihan tersebut berpeluang terjadi atau tidak.

Dalam melakukan penilaian secara kolektif, Perusahaan harus menghitung:

Probability of default (”PD”) – model ini menilai probabilitas konsumen gagal melakukan pembayaran kembali secara penuh dan tepat waktu.

- 13 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Recoverable amount didasarkan pada identifikasi arus kas masa datang dan estimasi nilai kini dari arus kas tersebut (discounted cash flow).

Loss given default (”LGD”) – Perusahaan mengestimasi kerugian ekonomis yang mungkin akan diderita Perusahaan apabila terjadi tunggakan kredit/ pembiayaan. LGD menggambarkan jumlah utang yang tidak dapat diperoleh kembali dan umumnya ditunjukkan dalam persentase dari exposure at default (EAD). Model Perhitungan LGD mempertimbangkan jenis peminjam, fasilitas dan mitigasi risiko,misalnya ketersediaan agunan.

Loss identification period (”LIP”) - periode waktu antara terjadinya peristiwa yang merugikan dalam kelompok aset keuangan sampai bukti obyektif dapat diidentifikasi atas kredit/pembiayaan secara individual.

Exposure at default (”EAD”) – Perusahaan mengestimasi tingkat utilisasi yang diharapkan dari kredit/pembiayaan pada saat terjadi tunggakan.

PD, LGD dan LIP diperoleh dari observasi data kredit/pembiayaan selama minimal tiga tahun.

Cadangan kerugian penurunan nilai yang dinilai secara kolektif dilakukan dengan mengkalikan nilai baki debet kredit/pembiayaan pada posisi laporan dengan probability default (PD), loss identification period (LIP) dan loss given default (LGD).

Perusahaan menggunakan model analisa statistik, yaitu flow rate method untuk penilaian penurunan nilai aset keuangan secara kolektif.

Jumlah kerugian diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset keuangan dan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit di masa datang yang diharapkan tapi belum terjadi) yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut.

Kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan nilai tercatat aset keuangan atau kelompok aset keuangan tersebut dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai yang terbentuk. Jika pada periode berikutnya jumlah penurunan nilai berkurang dan penurunan dapat dikaitkan secara obyektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui (seperti meningkatnya peringkat kredit debitur atau penerbit), kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dipulihkan melalui laba rugi hingga nilai tercatat aset keuangan pada tanggal pemulihan penurunan nilai tidak melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum pengakuan kerugian penurunan nilai dilakukan. Pada saat kerugian penurunan nilai diakui, pendapatan bunga diakui berdasarkan nilai tercatat setelah kerugian penurunan nilai dengan menggunakan suku bunga yang digunakan untuk mendiskonto estimasi arus kas masa datang pada saat menghitung penurunan nilai.

Penghentian pengakuan aset keuangan

Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.

Pada penghentian pengakuan aset keuangan secara keseluruhan, selisih antara jumlah tercatat aset dan jumlah pembayaran dan piutang yang diterima dan keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas diakui dalam laba rugi.

Pada penghentian pengakuan aset keuangan terhadap satu bagian saja (misalnya ketika Perusahaan masih memiliki hak untuk membeli kembali bagian aset yang ditransfer), Perusahaan mengalokasikan jumlah tercatat sebelumnya dari aset keuangan tersebut pada bagian yang tetap diakui berdasarkan keterlibatan berkelanjutan dan bagian yang tidak lagi diakui berdasarkan nilai wajar relatif dari kedua bagian tersebut pada tanggal transfer. Selisih antara jumlah tercatat yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui dan jumlah dari pembayaran yang diterima untuk bagian yang yang tidak lagi diakui dan setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui tersebut yang sebelumnya

- 14 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain diakui pada laba rugi. Keuntungan dan kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain dialokasikan pada bagian yang tetap diakui dan bagian yang dihentikan pengakuannya, berdasarkan nilai wajar relatif kedua bagian tersebut.

(ii)

Liabilitas keuangan dan intrumen ekuitas

Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas

Instrumen liabilitas dan ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas.

Instrumen ekuitas

Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan liabilitasnya. Instrumen ekuitas diterbitkan oleh Perusahaan dan diakui pada saat hasilnya diterima, dikurangi dengan biaya penerbitan langsung.

Liabilitas keuangan

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai pada biaya perolehan diamortisasi.

Liabilitas Keuangan pada biaya Perolehan Diamortisasi

Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai wajarnya dikurangi biaya transaksi. Nilai wajar tersebut dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan penerbitan liabilitas keuangan tersebut. Pengukuran selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dimana beban bunga diakui berdasarkan tingkat pengembalian yang efektif, kecuali untuk liabilitas jangka pendek dimana pengakuan bunganya tidak material.

Selisih antara hasil emisi (setelah dikurangi biaya transaksi) dan penyelesaian atau pelunasan pinjaman diakui selama jangka waktu pinjaman.

Penghentian pengakuan liabilitas keuangan

Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi.

(iii)

Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika dan hanya jika, Perusahaan:

e. saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan

f. berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

(iv)

Reklasifikasi Aset Keuangan

Perusahaan tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi aset keuangan ke kelompok aset keuangan FVTPL. Perusahaan hanya dapat melakukan reklasifikasi aset keuangan ke kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang jika aset keuangan tersebut memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang dan Perusahaan memiliki intensi dan kemampuan memiliki aset keuangan untuk masa mendatang yang dapat diperkirakan atau hingga jatuh tempo dari kelompok aset keuangan FVTPL atau dari kelompok tersedia untuk dijual. Aset keuangan tersebut direklasifikasi pada nilai wajar pada tanggal reklasifikasi yang menjadi biaya perolehan diamortisasi yang baru. Setiap keuntungan dan kerugian yang sudah diakui dalam laba rugi tidak boleh dibalik. Setiap keuntungan dan kerugian yang sudah diakui dalam pendapatan komprehensif lain diamortisasi ke laba rugi selama sisa umur aset keuangan (jika aset keuangan memiliki

- 15 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

jatuh tempo tetap) atau tetap diakui dalam pendapatan komprehensif lain sampai aset keuangan tersebut dilepas atau dijual (jika aset keuangan tidak memiliki jatuh tempo tetap).

(v) Reklasifikasi Liabilitas Keuangan

Perusahaan tidak diperkenankan untuk mereklasifikasi liabilitas keuangan dari atau ke kelompok liabilitas keuangan FVTPL.

e. Nilai wajar

Sejak 1 Januari 2015, nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran tanpa memperhatikan apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi menggunakan teknik penilaian lain. Dalam mengukur nilai wajar atas suatu aset atau liabilitas pada tanggal pengukuran, Perusahaan memperhitungkan karakteristik suatu aset atau liabilitas jika pelaku pasar akan memperhitungkan karakteristik tersebut ketika menentukan harga aset atau liabilitas pada tanggal pengukuran.

Sebelum 1 Januari 2015, nilai wajar adalah nilai yang digunakan untuk mempertukarkan suatu aset atau untuk menyelesaikan suatu liabilitas antara pihak-pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi secara wajar (arm’s length transaction).

Dalam rangka konsistensi dan perbandingan dalam pengukuran nilai wajar dan pengungkapan terkait, Perusahaan melakukan pengukuran nilai wajar dengan hirarki berikut:

Tingkat 1 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik.

Tingkat 2 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga).

Tingkat 3 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari teknik penilaian yang mencakup input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi).

f. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas diklasifikasi dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang.

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu sembilan bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.

g. Piutang Pembiayaan Konsumen

Piutang pembiayaan konsumen diklasifikasikan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang.

Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penurunan nilai, penghentian pengakuan piutang pembiayaan konsumen dan nilai wajar mengacu pada Catatan 3d dan 3e.

Pendapatan administrasi yang diperoleh dari konsumen pada saat perjanjian pembiayaan pertama kali ditandatangani, dibukukan sebagai pendapatan pada laba rugi tahun berjalan.

h. Piutang Sewa Pembiayaan

Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Sewa lainnya, yang tidak memenuhi kriteria tersebut, diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

- 16 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Sebagai Lessor

Dalam sewa pembiayaan, lessor mengakui aset berupa piutang sewa pembiayaan sebesar jumlah investasi sewa neto Perusahaan. Pengakuan pendapatan sewa pembiayaan dialokasikan pada periode akuntansi yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi bersih lessor.

Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

Sebagai Lesse e

Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa, kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat aset yang dinikmati pengguna. Rental kontinjen diakui sebagai beban di dalam periode terjadinya.

Dalam hal insentif diperoleh dalam sewa operasi, insentif tersebut diakui sebagai liabilitas. Keseluruhan manfaat dari insentif diakui sebagai pengurangan dari biaya sewa dengan dasar garis lurus kecuali terdapat dasar sistematis lain yang lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat yang dinikmati pengguna.

Pelunasan sebelum masa berakhirnya perjanjian dianggap sebagai pembatalan kontrak dan laba atau rugi yang timbul diakui dalam laba rugi periode berjalan.

i. Tagihan Anjak Piutang

Tagihan anjak piutang merupakan piutang yang dibeli dari Perusahaan lain. Tagihan anjak piutang diklasifikasikan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang.

Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, reklasifikasi, penurunan nilai, penghentian pengakuan tagihan anjak piutang dan nilai wajar mengacu pada Catatan 3d dan 3e.

j. Investasi pada entitas asosiasi

Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan. Pengaruh signifikan yaitu kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee namun tidak mempunyai pengendalian atau pengendalian bersama, atas kebijakan tersebut.

Penghasilan dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi digabungkan dalam laporan keuangan dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, kecuali ketika investasi diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, sesuai dengan PSAK 58 (revisi) 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan. Dengan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi diakui di laporan posisi keuangan sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan atas laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi yang terjadi setelah perolehan. Ketika bagian Perusahaan atas kerugian entitas asosiasi melebihi nilai tercatat dari investasi (yang mencakup semua kepentingan jangka panjang, yang secara substansi, membentuk bagian dari investasi bersih Perusahaan dalam entitas asosiasi), Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas kerugian selanjutnya. Kerugian selanjutnya diakui hanya apabila Perusahaan mempunyai kewajiban bersifat hukum atau konstruktif atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.

Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas dari tanggal pada saat investee menjadi entitas asosiasi. Setiap kelebihan biaya perolehan investasi atas bagian Perusahaan atas nilai wajar bersih dari aset yang teridentifikasi, liabilitas dan liabilitas kontinjen darI entitas asosiasi yang diakui pada tanggal akuisisi, diakui sebagai goodwill. Goodwill termasuk dalam jumlah tercatat investasi, dan diuji penurunan nilai sebagai bagian dari investasi. Setiap kelebihan dari kepemilikan Perusahaan dari nilai wajar bersih dari aset yang teridentifikasi, liabilitas dan liabilitas kontinjen atas biaya perolehan investasi, sesudah penilaian kembali segera diakui di dalam laba rugi pada periode dimana investasinya diperoleh.

Persyaratan dalam PSAK 55 (Revisi 2011) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, diterapkan untuk menentukan apakah perlu untuk mengakui setiap penurunan nilai sehubungan dengan investasi pada entitas asosiasi Perusahaan. Jika perlu, jumlah tercatat investasi yang tersisa (termasuk goodwill) diuji penurunan nilai sesuai dengan PSAK 48 (Revisi 2009), Penurunan Nilai Aset, sebagai suatu aset tunggal dengan

- 17 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

membandingkan antara jumlah terpulihkan (mana yang lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual) dengan jumlah tercatatnya. Rugi penurunan nilai yang diakui pada keadaan tersebut tidak dialokasikan pada setiap aset yang membentuk bagian dari nilai tercatat investasi. Setiap pembalikan dari penurunan nilai diakui sesuai dengan PSAK 48 sepanjang jumlah terpulihkan dari investasi tersebut kemudian meningkat.

Perusahaan menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal investasinya tidak lagi menjadi investasi pada entitas asosiasi atau ketika investasi diklasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual. Ketika Perusahaan mempertahankan kepentingan dalam entitas yang sebelumnya merupakan asosiasi dan kepentingan yang tersisa adalah aset keuangan, Perusahaan mengukur setiap sisa kepentingan pada nilai wajar pada tanggal tersebut dan nilai wajar dianggap sebagai nilai wajarnya pada saat pengakuan awal sesuai dengan PSAK 55. Selisih antara jumlah tercatat entitas asosiasi pada tanggal metode ekuitas dihentikan penggunaannya, dan nilai wajar setiap investasi yang tersisa dan setiap hasil pelepasan bagian kepentingan dalam entitas asosiasi termasuk dalam penentuan keuntungan atau kerugian pelepasan dari entitas asosiasi. Selanjutnya, Perusahaan mencatat seluruh jumlah yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas asosiasi tersebut dengan menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika entitas asosiasi telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas yang terkait. Oleh karena itu, jika keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain oleh entitas asosiasi akan direklasifikasi ke laba rugi pada saat pelepasan dari aset atau liabilitas terkait, Perusahaan mereklasifikasi keuntungan atau kerugian dari ekuitas ke laba rugi (sebagai penyesuaian reklasifikasi) ketika metode ekuitas dihentikan penggunaannya.

Perusahaan melanjutkan penerapan metode ekuitas jika investasi pada entitas asosiasi menjadi investasi pada ventura bersama atau investasi pada ventura bersama menjadi investasi pada entitas asosiasi. Tidak terdapat pengukuran kembali ke nilai wajar pada saat perubahan kepentingan.

Jika Perusahaan mengurangi bagian kepemilikan pada entitas asosiasi tetapi Perusahaan tetap menerapkan metode ekuitas, Perusahaan mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan pengurangan bagian kepemilikan (jika keuntungan atau kerugian tersebut akan direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan aset atau liabilitas yang terkait).

Ketika Perusahaan melakukan transaksi dengan entitas asosiasi, keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi dengan entitas asosiasi diakui dalam laporan keuangan Perusahaan hanya sepanjang kepemilikan dalam entitas asosiasi yang tidak terkait dengan Perusahaan.

k. Biaya Dibayar di Muka

Biaya dibayar di muka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

l. Aset Tetap Pemilikan Langsung

Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam penyediaan jasa atau tujuan administratif dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai.

Penyusutan diakui sebagai penghapusan biaya perolehan aset dikurangi nilai residu dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

Tahun

Bangunan Prasarana Kendaraan Perabot dan peralatan kantor Komputer

Bangunan Prasarana Kendaraan Perabot dan peralatan kantor Komputer
Bangunan Prasarana Kendaraan Perabot dan peralatan kantor Komputer
Bangunan Prasarana Kendaraan Perabot dan peralatan kantor Komputer

20

4

4 - 8 4 - 8

4

Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.

Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.

- 18 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan pada laba rugi pada periode yang bersangkutan.

m. Penurunan Nilai Aset Non Keuangan

Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu, Perusahaan mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas atas aset.

Estimasi jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakai. Dalam menilai nilai pakainya, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset yang mana estimasi arus kas masa depan belum disesuaikan.

Jika jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi kecuali relevan aset tersebut dicatat pada jumlah revaluasian, di mana kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi.

n. Piutang Jaminan yang dikuasakan kembali

Piutang jaminan yang dikuasakan kembali dinyatakan sebesar nilai realisasi bersih pada saat jaminan ditarik. Kelebihan nilai realisasi bersih piutang jaminan yang dikuasakan kembali diatas nilai piutang yang tidak tertagih akan dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi. Beban yang berhubungan dengan aset yang dikuasakan kembali dan pemeliharaannya akan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Pada saat akhir tahun, piutang jaminan yang dikuasakan kembali akan direview apabila terdapat penurunan nilai. Pada saat piutang jaminan yang dikuasakan kembali dijual, nilai tercatatnya akan dikeluarkan dan hasil laba atau rugi akan dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi.

o. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan pembiayaan konsumen, pendapatan sewa pembiayaan, pendapatan anjak piutang, pendapatan bunga dan beban bunga diakui secara akrual menggunakan metode suku bunga efektif (Catatan 3d).

Penerimaan yang berhubungan dengan piutang yang mengalami penurunan nilai langsung mengurangi nilai tercatat piutang. Pendapatan pembiayaan konsumen dan pendapatan sewa pembiayaan dari piutang yang mengalami penurunan nilai dihitung menggunakan suku bunga efektif atas dasar nilai piutang setelah memperhitungkan penurunan nilai.

Beban provisi sehubungan dengan pinjaman yang diterima diamortisasi dengan metode suku bunga efektif dan dibukukan sebagai bagian dari beban bunga dan beban pembiayaan lainnya.

Pendapatan dan beban lainnya

Pendapatan jasa administrasi yang tidak beratribusi secara langsung atas transaksi sewa pembiayaan dan pembiayaan konsumen dibukukan sebagai pendapatan pada laba rugi dan diakui pada saat diterima.

Pendapatan denda keterlambatan dan keuntungan penghentian kontrak diakui pada saat diterima.

Beban lainnya diakui pada saat terjadinya.

- 19 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

p. Provisi

Provisi diakui ketika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

Jumlah yang diakui sebagai provisi merupakan estimasi terbaik dari pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.

Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara handal.

q. Imbalan Pasca Kerja

Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini.

Imbalan pasca-kerja yang dicatat sebagai imbalan manfaat pasti ditentukan menggunakan metode Projected Unit Credit dengan penilaian aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan. Pengukuran kembali, yang terdiri keuntungan dan kerugian aktuaria, tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan dengan beban atau kredit yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui dalam laporan laba rugi pada periode amandemen program. Bunga bersih dihitung dengan menggunakan tarif diskonto pada awal periode dengan liabilitas imbalan pasti. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut: (i) biaya jasa (termasuk biaya jasa saat ini, biaya jasa lalu, serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian); (ii) beban bunga bersih atau pendapatan; dan (iii) pengukuran kembali.

r. Pajak Penghasilan

Pajak terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain karena pos pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan pada tahun berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan.

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba kena pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain dari kombinasi bisnis) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak mempengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal goodwill.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan.

Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tecatat aset dan liabilitasnya.

Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.

- 20 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali untuk pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui diluar laba atau rugi (baik dalam penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi.

s. Laba per Saham

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif.

t. Informasi Segmen

Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Perusahaan yang secara regular direview oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi.

Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:

a) Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);

b) Yang hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan

c) Dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian kinerja mereka terfokus pada lokasi geografis.

4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, yang dijelaskan dalam Catatan 3, manajemen diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda dari estimasi tersebut.

Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui dalam periode estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode itu, atau pada periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi kedua periode tersebut.

Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi

Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 3, tidak terdapat pertimbangan kritis yang memiliki dampak signifikan pada jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

Sumber Estimasi Ketidakpastian

Informasi tentang asumsi utama yang dibuat mengenai masa depan dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan di bawah ini.

Rugi Penurunan Nilai Aset Keuangan

Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai. Suatu aset keuangan dinyatakan mengalami penurunan nilai bila ada bukti obyektif terjadinya peristiwa yang berdampak pada estimasi arus kas atas aset keuangan. Bukti tersebut meliputi data yang

- 21 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

dapat diobservasi yang menunjukkan bahwa telah terjadi peristiwa yang merugikan dalam status pembayaran debitur atau kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan kelalaian membayar piutang.

Kerugian penurunan nilai adalah selisih antara nilai tercatat dan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan dan realisasi agunan pada tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Penyisihan penurunan nilai akan dibentuk untuk mengakui kerugian penurunan nilai yang terjadi dalam portofolio aset keuangan. Manajemen menggunakan perkiraan berdasarkan pengalaman kerugian historis untuk aset dengan karakteristik risiko kredit dan bukti obyektif adanya penurunan nilai yang serupa dengan yang ada dalam portofolio pada saat penjadwalan arus kas masa depan.

Perusahaan melakukan penilaian terhadap penurunan nilai dalam dua cara, yaitu:

a. Individual, dilakukan untuk jumlah aset keuangan yang melebihi ambang batas (threshold) tertentu dan aset keuangan yang memiliki bukti obyektif penurunan nilai yang telah teridentifikasi secara terpisah pada tanggal laporan posisi keuangan. Kerugian penurunan nilai adalah selisih antara nilai tercatat dan nilai kini dari estimasi terbaik atas arus kas masa depan dan realisasi agunan pada tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Estimasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas utang dan fleksibilitas keuangan debitur, kualitas pendapatan debitur, jumlah dan sumber arus kas, industri di mana debitur beroperasi dan nilai realisasi agunan. Estimasi jumlah dan waktu pemulihan masa depan akan membutuhkan banyak pertimbangan. Jumlah penerimaan tergantung pada kinerja debitur pada masa mendatang dan nilai agunan, keduanya akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di masa depan, di samping itu agunan mungkin tidak mudah dijual. Nilai aktual arus kas masa depan dan tanggal penerimaan mungkin berbeda dari estimasi tersebut dan akibatnya kerugian aktual yang terjadi mungkin berbeda dengan yang diakui dalam laporan keuangan.

b. Kolektif, dilakukan untuk jumlah aset keuangan yang tidak melebihi ambang batas (threshold) tertentu, tidak memiliki bukti obyektif penurunan nilai dan aset keuangan yang memiliki bukti obyektif penurunan nilai, namun belum diidentifikasi secara terpisah pada tanggal laporan posisi keuangan. Pembentukan kerugian penurunan nilai dilakukan secara kolektif dengan antara lain memperhitungkan jumlah dan lamanya tunggakan, agunan dan pengalaman kerugian masa lalu. Faktor paling penting dalam pembentukan cadangan adalah probability of default dan loss given default. Kualitas aset keuangan pada masa mendatang akan dipengaruhi oleh ketidakpastian yang dapat menyebabkan kerugian aktual aset keuangan dapat berbeda secara material dari cadangan kerugian penurunan nilai yang telah dibentuk. Ketidakpastian ini termasuk lingkungan ekonomi, suku bunga dan pengaruhnya terhadap pembelanjaan debitur, tingkat pengangguran dan perilaku pembayaran.

Metodologi dan asumsi yang digunakan dalam penurunan nilai individual dan kolektif ini akan ditelaah secara berkala untuk mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktual.

Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap

Masa manfaat setiap aset tetap Perusahaan ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direview secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor yang

Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 12.

Manfaat karyawan

Nilai kini atas imbalan kerja karyawan tergantung dari banyaknya faktor yang dipertimbangkan dari basis aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Perubahan atas asumsi-asumsi tersebut akan mempengaruhi nilai tercatat atas imbalan kerja karyawan.

Asumsi yang digunakan dalam menentukan biaya atau pendapatan untuk imbalan kerja termasuk tingkat diskonto. Perusahaan menentukan tingkat diskonto yang tepat pada setiap akhir tahun. Ini merupakan tingkat suku bunga yang digunakan untuk menentukan nilai kini atas arus kas masa depan yang diestimasi akan digunakan untuk membayar imbalan kerja. Dalam menentukan tingkat diskonto yang tepat, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga atas Obligasi Pemerintah yang mempunyai jatuh tempo yang menyerupai jangka waktu imbalan kerja karyawan.

- 22 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

5. KAS DAN SETARA KAS

30 September 2016

Rp'000

31 Desember 2015

Rp'000

Kas

916,910

1,660,590

Bank

Pihak berelasi

Bank Pan Indonesia

245,860

308,864

Pihak ketiga

Bank Central Asia

11,809,185

2,931,442

Bank Capital

8,683

184,920

Bank Rakyat Indonesia (Persero)

368,451

563,627

Bank Rakyat Indonesia Agroniaga

10,303

424,833

Bank Mandiri

2,786,070

2,475,870

Lainnya

718,243

822,406

Jumlah Bank

15,946,795

7,711,962

Jumlah Kas dan Setara Kas

16,863,705

9,372,552

6. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN BERSIH

 

30 September 2016

31 Desember 2015

Rp'000

Rp'000

Piutang pembiayaan konsumen

Pihak ketiga

1,640,621,971

1,526,608,352

Pendapatan pembiayaan

konsumen yang belum diakui

Pihak ketiga

(268,675,063)

(249,091,213)

Jumlah

1,371,946,908

1,277,517,139

Cadangan Kerugian Penurunan

Nilai

(12,518,437)

(22,035,843)

Bersih

1,359,428,471

1,255,481,296

Suku bunga per tahun

12,5% - 17,0%

12,0% - 17,0%

Jumlah piutang pembiayaan konsumen berdasarkan jenis produknya adalah sebagai berikut:

 

30 September 2016

31 Desember 2015

Rp'000

Rp'000

Kendaraan

1,445,143,929

1,472,025,460

Lain-lain

195,478,042

54,582,892

Jumlah

1,640,621,971

1,526,608,352

- 23 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Jumlah angsuran pembiayaan konsumen sesuai dengan jatuh temponya adalah sebagai berikut:

 

30 September 2016

31 Desember 2015

Rp'000

Rp'000

Telah jatuh tempo

30,197,721

27,523,675

Satu tahun berikutnya

1,336,049,648

697,213,817

Dua tahun berikutnya

140,632,848

471,101,424

Tiga tahun berikutnya atau lebih

133,741,754

330,769,436

Jumlah

1,640,621,971

1,526,608,352

Jangka waktu pembiayaan adalah berkisar antara 1 - 4 tahun.

Perusahaan menggunakan piutang pembiayaan konsumen sebagai jaminan utang bank (Catatan 14) dan surat berharga yang diterbitkan (Catatan 19). Jumlah piutang pembiayaan konsumen yang dijaminkan pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 masing-masing adalah sebagai berikut:

 

30 September 2016

31 Desember 2015

Rp'000

Rp'000

Utang Bank

Pihak berelasi

Bank Pan Indonesia

202,694,520

136,803,931

Pihak ketiga

Bank Negara Indonesia (Persero)

565,616,352

543,595,415

Bank Resona Perdania

30,012,019

57,751,969

Bank Victoria International

72,738,577

66,448,817

Bank Permata

155,459,711

70,653,898

Bank ICBC

27,239,600

35,090,042

Bank Sinarmas

3,645,397

9,261,409

Bank DKI

-

8,255,300

Bank Ganesha

24,210,206

24,779,803

Bank BRI Agro

40,368,324

66,265,548

Surat Berharga yang diterbitkan - bersih

Obligasi Berkelanjutan I

Verena Multi Finance Tahap I

7,476,657

-

Obligasi Berkelanjutan I

Verena Multi Finance Tahap II

61,757,740

49,496,244

Obligasi Berkelanjutan I

Verena Multi Finance Tahap III

55,294,681

45,822,048

Jumlah

1,246,513,784

1,114,224,424

Piutang pembiayaan konsumen dijamin dengan kendaraan bermotor yang dibiayai Perusahaan beserta Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dari kendaraan yang bersangkutan. Piutang pembiayaan konsumen untuk alat-alat lainnya dijamin dengan barang-barang yang dibiayai.

Kualitas piutang pembiayaan konsumen berikut:

pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebagai

- 24 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

 

30 September 2016

31 Desember 2015

Rp'000

Rp'000

Tidak mengalami penurunan nilai Mengalami penurunan nilai

1,489,853,848

1,366,020,424

150,768,123

160,587,928

Jumlah

1,640,621,971

1,526,608,352

Umur piutang pembiayaan konsumen yang mengalami penurunan nilai, sebagai berikut:

30 September 2016

Rp'000

31 Desember 2015

Rp'000

1 - 60 Hari 61 - 180 Hari Lebih dari 180 Hari

85,430,427

88,490,517

25,554,777

21,476,837

9,763,838

19,977,298

 

120,749,042

129,944,652

Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2016 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut:

30 September 2016

Rp'000

31 Desember 2015

Rp'000

Saldo awal tahun

22,035,843

24,293,357

Penyisihan tahun berjalan

Individual

(175,914)

2,529,535

Kolektif

2,553,079

24,952,216

Akrual bunga pada piutang yang

mengalami penurunan nilai

(1,001,286)

(1,697,284)

Penghapusan

(10,893,285)

(28,041,981)

Saldo akhir periode

12,518,437

22,035,843

Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai dan agunan yang diterima dari konsumen telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang.

7. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN

Pihak ketiga

30 September 2016

Rp'000

31 Desember 2015

Rp'000

Piutang sewa pembiayaan

345,734,735

583,683,776

Nilai sisa

724,132,267

793,247,405

Pendapatan sewa pembiayaan

yang belum diakui

(44,109,281)

(76,651,429)

Simpanan jaminan

(724,132,267)

(793,247,405)

Jumlah

301,625,454

507,032,347

Cadangan kerugian penurunan

nilai

(16,078,858)

(14,947,956)

Bersih

285,546,596

492,084,391

Suku bunga per tahun

14,5%-18,0%

14,5%-18,0%

- 25 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Jumlah piutang sewa pembiayaan berdasarkan jenis produk adalah sebagai berikut:

30 September 2016

Rp'000

31 Desember 2015

Rp'000

Alat berat

167,753,542

343,562,334

Mesin

153,959,403

213,991,678

Kendaraan

24,021,790

26,129,764

Jumlah

345,734,735

583,683,776

Jumlah angsuran sewa pembiayaan sesuai dengan jatuh temponya adalah sebagai berikut:

Nilai kini dari pembayaran minimum

Pembayaran minimum sewa pembiayaan

sewa pembiayaan

 

30 September 2016

31 Desember 2015

30 September 2016

31 Desember 2015

Rp'000

Rp'000

Rp'000

Rp'000

Angsuran sewa pembiayaan

 

Sampai

dengan satu tahun

299,222,902

409,390,788

261,047,660

355,051,809

Lebih dari satu tahun sampai

lima tahun

46,511,833

174,292,988

40,577,794

151,980,538

Subjumlah

345,734,735

583,683,776

301,625,454

507,032,347

Pendapatan sewa pembiayaan belum diakui

 

Sampai dengan satu tahun

 

38,175,242

54,338,979

-

Lebih dari satu tahun sampai lima tahun

5,934,039

22,312,450

-

Subjumlah

 

44,109,281

76,651,429

-

-

Jumlah

301,625,454

507,032,347

301,625,454

507,032,347

Jangka waktu rata-rata pembiayaan adalah 3 tahun.

Perusahaan menggunakan piutang sewa pembiayaan sebagai jaminan utang bank (Catatan 14) dan surat berharga yang diterbitkan (Catatan 19). Jumlah yang dijaminkan pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 masing-masing adalah sebagai berikut:

- 26 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Utang Bank

30 September 2016

Rp'000

31 Desember 2015

Rp'000

Pihak berelasi

Bank Pan Indonesia

1,256,350

37,118,367

Pihak ketiga

Bank Negara Indonesia (Persero)

-

-

Bank ICBC

33,223,927

68,764,463

Bank DKI

24,175,279

50,906,193

Bank Resona Perdania

13,854,791

36,595,831

Bank Permata

12,960,279

24,244,672

Bank Sinarmas

217,638

9,472,264

Bank Victoria International

28,635,256

83,879,107

Bank Ganesha

415,204

53,440

Bank BRI Agro

-

5,421,869

Surat Berharga yang diterbitkan - bersih

Obligasi Berkelanjutan I

Verena Multifinance Tahap I

15,870,630

23,763,115

Obligasi Berkelanjutan I

Verena Multifinance Tahap II

91,605,182

103,640,289

Obligasi Berkelanjutan I

Verena Multi Finance Tahap III

76,948,112

86,872,478

Jumlah

299,162,648

530,732,088

Biaya-biaya yang timbul dari transaksi sewa pembiayaan seperti premi asuransi, bea materai dan biaya terkait lainnya sehubungan dengan perolehan aset sewa pembiayaan, dibebankan kepada konsumen dan dicatat pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

Kualitas piutang sewa pembiayaan pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut:

30 September 2016

Rp'000

31 Desember 2015

Rp'000

Tidak mengalami penurunan nilai Mengalami penurunan nilai

283,782,135

496,158,527

61,952,600

87,525,249

Jumlah

345,734,735

583,683,776

Umur piutang sewa pembiayaan yang mengalami penurunan nilai, sebagai berikut:

30 September 2016

Rp'000

31 Desember 2015

Rp'000

1 - 60 Hari 61 - 180 Hari Lebih dari 180 Hari

16,385,594

45,985,114

22,678,818

22,214,051

12,047,288

8,935,433

 

51,111,700

77,134,598

Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk tahun yang berakhir 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut:

- 27 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

30 September 2016

Rp'000

31 Desember 2015

Rp'000

Saldo awal tahun

14,947,956

9,849,219

Penyisihan tahun berjalan

Individual

4,520,059

4,429,435

Kolektif

897,205

17,947,464

Akrual bunga pada piutang yang

mengalami penurunan nilai

(1,947,435)

(2,295,020)

Penghapusan

(2,338,927)

(14,983,142)

Saldo akhir periode

16,078,858

14,947,956

Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang sewa pembiayaan telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang.

Simpanan Jaminan

Pada saat perjanjian sewa pembiayaan dimulai, lessee memberikan simpanan jaminan yang akan digunakan sebagai pembayaran atas pembelian dari aset sewa pembiayaan pada akhir masa sewa, bila opsi dilaksanakan penyewa pembiayaan. Apabila opsi tidak dilaksanakan, simpanan jaminan tersebut akan dikembalikan kepada lessee pada akhir masa sewa pembiayaan.

8. TAGIHAN ANJAK PIUTANG

 

30 September 2016

31 Desember 2015

 

Rp'000

Pihak ketiga

Anjak Piutang

246,000

4,433,224

Pendapatan anjak piutang

yang belum diakui

-

(55,415)

Jumlah

246,000

4,377,809

Cadangan kerugian penurunan

nilai

(164,000)

-

Bersih

82,000

4,377,809

Tingkat bunga efektif rata-rata pertahun

18.00%

13.56%

Jangka waktu tagihan anjak piutang berdasarkan periode dalam perjanjian adalah 2 4 bulan. Tagihan anjak piutang memiliki jaminan tambahan berupa tanah, bangunan, kendaraan dan personal guarantee.

Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk tahun yang berakhir 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut:

30 September 2016

Rp'000

31 Desember 2015

Rp'000

Saldo awal tahun

-

-

Penyisihan tahun berjalan

Individual

164,000

-

Kolektif

-

-

Akrual bunga pada piutang yang

mengalami penurunan nilai

-

-

Penghapusan

-

-

Saldo akhir periode

164,000

-

- 28 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas anjak piutang telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang.

9. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI

Pada tanggal 28 Juli 2010, Perusahaan dan IBJ Leasing Co. Ltd., membentuk perusahaan sewa pembiayaan, PT IBJ Verena Finance (IBJV) yang berdomisili di Jakarta dengan jumlah modal sebesar Rp 100 miliar atau setara dengan 100.000 saham. Perusahaan memperoleh 20% kepemilikan pada IBJV sebesar Rp 20 miliar serta membukukan penyertaan dengan menggunakan metode ekuitas.

Pada tanggal 19 Juni 2013, IBJV menyetujui dan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp 100.000.000 ribu menjadi Rp 166.000.000 ribu, terdiri dari 166.000 saham, berdasarkan keputusan pemegang saham IBJV yang dinyatakan melalui akta No. 05 tanggal 19 Juni 2013 dari Notaris Ferry Gustiawan, S.H. Dari 66.000 saham baru, Perusahaan memperoleh 5.000 lembar saham baru senilai Rp 5.000.000 ribu. Karena tambahan kepemilikan yang baru pada IBJV tidak proporsional dengan kepemilikan Perusahaan pada IBJV, kepemilikan Perusahaan pada IBJV menurun dari 20,00% pada tahun 2012 menjadi 15,06% pada tahun 2013.

Perusahaan menganggap penurunan kepemilikan pada IBJV sebagai perubahan kepemilikan tanpa kehilangan pengaruh signifikan karena Perusahaan tetap memiliki wakil pada Dewan Direksi di IBJV, hal ini membuat Perusahaan dapat berpartisipasi dalam proses pembuatan kebijakan di IBJV, termasuk partisipasi dalam pengambilan keputusan terkait dividen dan pembagian lainnya. Oleh karena itu, Perusahaan tetap menggunakan metode ekuitas untuk investasi di IBJV.

Pada tanggal 10 September 2014, IBJV menyetujui dan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp 166.000.000 ribu menjadi Rp 171.000.000 ribu, terdiri dari 171.000 saham, berdasarkan keputusan pemegang saham IBJV yang dinyatakan melalui akta No. 3 tanggal 10 September 2014 dari Notaris Ferry Gustiawan, S.H. Keseluruhan 5.000 saham baru diambil bagian oleh Perusahaan senilai Rp 5.000.000 ribu. Sehingga kepemilikan Perusahaan pada IBJV meningkat menjadi 17,54%.

Mutasi nilai tercatat investasi di IBJV adalah sebagai berikut:

30 September 2016

Rp'000

31 Desember 2015

Rp'000

Saldo awal tahun

38,271,180

38,412,216

Tambahan investasi

Bagian laba bersih entitas asosiasi

815,641

1,225,181

Pendapatan komprehensif lain

Bagian efektif atas perubahan nilai

wajar instrumen derivatif - lindung

nilai arus kas - entitas

asosiasi

(1,571,047)

(1,366,217)

Saldo akhir periode

37,515,774

38,271,180

Ringkasan informasi keuangan dibawah ini merupakan jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan entitas asosiasi yang disusun sesuai dengan Standar Akuntasi Keuangan Indonesia

- 29 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

30 September 2016

31 Desember 2015

 

Rp'000

Rp'000

Jumlah aset

972,177,841

1,331,324,215

Jumlah liabilitas

(766,686,182)

(1,113,178,493)

Aset bersih

205,491,659

218,145,722

Jumlah pendapatan

149,860,258

83,093,403

Laba bersih

5,144,536

6,983,527

Rekonsiliasi dari ringkasan informasi keuangan diatas terhadap jumlah tercatat dari bagian entitas asosiasi yang diakui dalam laporan keuangan.

30 September 2016

Rp'000

31 Desember 2015

Rp'000

Aset bersih entitas asosiasi Proporsi bagian kepemilikan Perusahaan

205,491,659

218,145,722

17.54%

17.54%

Nilai tercatat bagian Perusahaan

37,515,774

38,271,180

10. PIUTANG LAIN-LAIN

Piutang lain-lain kepada pihak berelasi

Akun ini merupakan pinjaman dengan bunga yang diberikan kepada manajemen kunci dengan tingkat bunga sebesar 10,85% per tahun. Jangka waktu pinjaman adalah 1 sampai dengan 7 tahun dengan sisa umur sampai dengan jatuh tempo adalah lebih dari 1 sampai dengan 4 tahun (Catatan 31).

Piutang lain - lain kepada pihak ketiga

Akun ini merupakan piutang dari PT Wacana Indonesia sehubungan dengan transaksi pengalihan piutang (Cessie).

11. BIAYA DIBAYAR DI MUKA

Sewa

30 September 2016

Rp'000

31 Desember 2015

Rp'000

Pihak berelasi

368,295

378,836

Pihak ketiga

5,219,809

5,314,614

Asuransi dan lain-lain

Pihak berelasi

4,992

135

Pihak ketiga

1,066,262

449,190

Jumlah

6,659,358

6,142,775

- 30 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

12. ASET TETAP

 

1 Januari

30 September

2016

Penambahan

Pengurangan

2016

Rp'000

Rp'000

Rp'000

Rp'000

Biaya perolehan

Pemilikan langsung

Tanah

13,069,791

-

13,069,791

Bangunan

9,443,147

-

9,443,147

Prasarana

14,755,697

436,524

15,192,221

Kendaraan

14,867,975

1,649,000

2,742,095

13,774,880

Perabot dan peralatan kantor

9,501,791

175,766

9,677,557

Komputer

11,255,631

544,595

-

11,800,226

Jumlah

72,894,032

2,805,885

2,742,095

72,957,822

Akumulasi penyusutan

Pemilikan langsung

Bangunan

1,295,512

354,118

1,649,630

Prasarana

12,685,869

794,964

13,480,833

Kendaraan

5,434,927

1,334,981

1,139,734

5,630,174

Perabot dan peralatan kantor

7,589,353

677,655

8,267,008

Komputer

7,370,765

1,473,825

-

8,844,590

Jumlah

34,376,426

4,635,543

1,139,734

37,872,235

Jumlah Tercatat

38,517,606

35,085,587

1 Januari

31 Desember

2015

Penambahan

Pengurangan

2015

Rp'000

Rp'000

Rp'000

Rp'000

Biaya perolehan

Pemilikan langsung

Tanah

6,260,423

6,809,368

13,069,791

Bangunan

4,970,860

4,472,287

9,443,147

Prasarana

13,647,020

1,108,677

14,755,697

Kendaraan

17,575,195

1,903,412

4,610,632

14,867,975

Perabot dan peralatan kantor

9,124,974

376,817

9,501,791

Komputer

14,098,680

2,305,869

5,148,918

11,255,631

Jumlah

65,677,152

16,976,430

9,759,550

72,894,032

Akumulasi penyusutan

Pemilikan langsung

Bangunan

976,099

319,413

1,295,512

Prasarana

11,342,878

1,342,991

12,685,869

Kendaraan

5,227,141

2,081,821

1,874,035

5,434,927

Perabot dan peralatan kantor

6,537,314

1,052,039

7,589,353

Komputer

10,555,422

1,964,261

5,148,918

7,370,765

Jumlah

34,638,854

6,760,525

7,022,953

34,376,426

Jumlah Tercatat

31,038,298

38,517,606

Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap untuk periode yang berakhir 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut:

- 31 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

30 September 2016

Rp'000

31 Desember 2015

Rp'000

Jumlah tercatat

1,602,361

2,736,597

Harga jual

1,442,439

2,613,178

Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap

(159,922)

(123,419)

Perusahaan memiliki 3 bidang tanah di Jakarta dan Medan dengan hak legal berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu 20 (dua puluh) sampai dengan 30 (tiga puluh) tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 11 November 2016 6 Februari 2042. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.

Nilai wajar tanah dan bangunan yang dimiliki Perusahaan pada tanggal 30 September 2016 sebesar Rp 28.787.531 ribu.

Manajemen berpendapat bahwa nilai aset tetap tidak mengalami penurunan nilai.

Pada tanggal 30 September 2016, aset tetap, kecuali tanah telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, kecurian dan risiko lainnya kepada PT Asuransi Multi Artha Guna (pihak berelasi), PT Pan Pacific Insurance, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Asoka Mas, PT AIG Insurance Indonesia, PT Asuransi Raksa Pratikara, PT Asuransi Artharindo dan PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 26.908.983 ribu.

Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan diatas tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang ditanggungkan.

13. ASET LAIN-LAIN

Piutang jaminan yang dikuasakan kembali

30 September 2016

Rp'000

31 Desember 2015

Rp'000

Piutang jaminan yang dikuasakan kembali

8,878,506

9,820,054

Cadangan penurunan nilai

(275,637)

(1,594,415)

Bersih

8,602,869

8,225,639

Beban ditangguhkan - bersih

9,080,071

4,384,456

Rekening amanat

2,935,179

3,863,750

Lain-lain

32,446,429

24,960,383

Jumlah

53,064,548

41,434,228

Piutang Jaminan yang dikuasakan kembali

Piutang jaminan yang dikuasakan kembali merupakan jaminan piutang pembiayaan konsumen berupa kendaraan yang telah diambil alih oleh Perusahaan.

Manajemen berpendapat bahwa cadangan penurunan nilai piutang jaminan yang dikuasakan kembali cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset tersebut.

Beban ditangguhkan

Beban ditangguhkan merupakan beban insentif kepada dealer, beban atas jasa provisi utang bank yang berasal dari pembiayaan konsumen without recourse (Catatan 34a dan 34b) dan yang ditangguhkan dan diamortisasi selama jangka waktu pembiayaan dan beban konsultan manajemen yang ditangguhkan.

- 32 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Beban amortisasi atas beban ditangguhkan untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 masing-masing sebesar Rp 8.684.574 ribu dan Rp 11.845.076 ribu.

Lain-lain

Lain-lain terdiri dari pendapatan bunga yang masih harus diterima, beban ditangguhkan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar dan Surat Tagihan Pajak (Catatan 18), uang jaminan sewa, uang jaminan lain-lain dan uang muka lain- lain.

14. UTANG BANK

 

30 September 2016

31 Desember 2015

Rp'000

Rp'000

Pihak berelasi

Bank Pan Indonesia

199,603,254

151,362,113

Pihak ketiga

Bank Negara Indonesia (Persero)

527,745,721

505,244,709

Bank Victoria International

100,000,000

150,000,000

Bank ICBC

56,388,889

93,888,889

Bank Permata

154,310,148

92,559,173

Bank Resona Perdania

43,472,222

92,222,222

Bank BRI Agro

53,069,394

69,995,443

Bank DKI

24,732,934

51,192,231

Bank Ganesha

24,753,308

23,533,892

Bank Sinarmas

2,219,514

16,396,743

Jumlah

1,186,295,384

1,246,395,415

10,00% - 14,25%

9,75% - 14,25%

Nilai tercatat pada biaya perolehan diamortisasi dari utang bank adalah sebagai berikut :

 

30 September 2016

31 Desember 2015

Rp'000

Rp'000

Utang bank Beban bunga yang masih harus dibayar

1,186,295,384

1,246,395,415

4,194,304

4,618,625

Jumlah

1,190,489,688

1,251,014,040

Perusahaan tidak memiliki tunggakan pembayaran pokok, bunga maupun pelanggaran lainnya berkaitan dengan utang bank selama tahun 2016 dan 2015.

Bank Pan Indonesia

Pada tanggal 30 November 2010, Perusahaan mengadakan perjanjian fasilitas pinjaman cerukan dengan Bank Pan Indonesia (Bank Panin) sebesar Rp 25 miliar. Pada tanggal 24 November 2014, Perusahaan memperoleh plafond untuk fasilitas pinjaman cerukan sebesar Rp 50 miliar. Fasilitas pinjaman cerukan dikenakan suku bunga mengambang sebesar 11,50% per tahun pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen sebesar 100% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6). Saldo fasilitas pinjaman cerukan pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp 47.486.102 ribu dan Rp 28.591.690 ribu. Fasilitas pinjaman cerukan yang jatuh tempo pada tanggal 10 September 2015 telah diperpanjang sampai dengan 10 September 2016 dan saat ini sedang dilakukan proses perpanjangan sampai dengan 10 September 2017.

Pada tanggal 2 Agustus 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari Bank Panin sebesar Rp 150 miliar yang jatuh tempo pada tanggal 15 Februari 2016. Suku bunga sebesar 9,75% per tahun. Pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015, saldo fasilitas pinjaman tetap masing-masing adalah sebesar Rp nihil dan

- 33 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Rp 2.424.242 ribu. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan Perusahaan sebesar 100% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7).

Pada tanggal 10 September 2013, Perusahaan juga memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari Bank Panin sebesar Rp

250 miliar yang jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2017. Suku bunga sebesar 12,00% per tahun. Pada tanggal 30

September 2016 dan 31 Desember 2015, saldo fasilitas pinjaman tetap masing-masing adalah sebesar Rp nihil dan Rp 15.000.000 ribu. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan Perusahaan

sebesar 100% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7).

Pada tanggal 11 Juni 2015, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari Bank Panin sebesar Rp 100 miliar yang jatuh tempo pada tanggal 26 Juni 2018. Suku bunga sebesar 12,50% per tahun. Pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015, saldo fasilitas pinjaman tetap ini adalah sebesar Rp 65.555.556 ribu dan Rp

90.383.681 ribu. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan Perusahaan

sebesar 100% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7).

Pada tanggal 14 Desember 2015, Perusahaan juga memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari Bank Panin sebesar Rp

100 miliar yang jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2017. Suku bunga sebesar 11.75% per tahun. Pada tanggal 30

September 2016 dan 31 Desember 2015, saldo fasilitas pinjaman tetap adalah sebesar Rp 86.722.222 ribu dan Rp

14.962.500 ribu. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan Perusahaan

sebesar 100% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7).

Bank Negara Indonesia (Persero) (BNI)

Pada tanggal 22 Maret 2005 dan 12 Juni 2007, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit channeling with recourse masing-masing sebesar Rp 50 miliar dan Rp 500 miliar, di luar kredit konsumen kemitraan pola channeling without recourse sebesar Rp 100 miliar. Perjanjian kerjasama ini telah diubah beberapa kali sehubungan dengan perpanjangan atas fasilitas pinjaman tersebut, terakhir pada tanggal 23 Desember 2010 fasilitas kredit yang diperoleh berubah menjadi fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 530 miliar yang jatuh tempo pada tanggal 14 Desember 2014 dan telah diperpanjang sampai dengan 14 Desember 2016. Pada tahun 2015 dan 2014, fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 11,00% - 13,00%. Pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perusahaan sebesar 105% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6).

Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, Perusahaan setuju untuk membuka rekening amanat (escrow account) pada BNI, dengan saldo sejumlah Rp 11.224 ribu dan Rp 23.033 ribu masing-masing pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015, disajikan sebagai rekening amanat sebagai bagian dari akun Aset Lain- lain (Catatan 13).

Sebagaimana tercantum dalam perjanjian kerjasama pembiayaan, Perusahaan bertanggung jawab untuk, antara lain, melakukan penagihan, serta memelihara pencatatan dan penyimpanan dokumen-dokumen. Sebagai imbalannya, Perusahaan diperbolehkan untuk membebankan suku bunga tertentu kepada pelanggan melebihi suku bunga yang dibayarkan kepada BNI. Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan tersebut, Perusahaan akan menanggung seluruh risiko kerugian yang terkait dengan pembiayaan yang diberikan sesuai dengan perjanjian tersebut dan membukukan piutang pembiayaan konsumen tersebut pada laporan keuangan Perusahaan.

Bank Victoria International TBK,

Pada tanggal 29 September 2014, Perusahaan memperoleh fasilitas demand loan dengan mekanisme seperti Money Market Line dari Bank Victoria dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar. Pada 7 Agustus 2015 plafond fasilitas kredit ini meningkat menjadi Rp 150 miliar dan jatuh tempo pada 29 September 2016. Setelah dilakukan perpanjangan Pinjaman, plafon diturunkan menjadi Rp 100 miliar dan akan jatuh tempo pada 29 September 2017. Pinjaman ini dikenakan suku bunga tetap, yang akan ditentukan pada saat pencairan. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan Perusahaan sebesar 100% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7). Saldo fasilitas pinjaman adalah sebesar Rp 100.000.000 ribu dan Rp 150.000.000 ribu pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015.

Bank ICBC Indonesia

Pada tanggal 18 Juli 2014, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari Bank ICBC dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sejumlah Rp 150 miliar. Pinjaman ini dikenakan suku bunga tetap, yang akan ditentukan pada saat pencairan dan jangka waktu perjanjian kredit adalah 36 bulan sejak tanggal pencairan dana. Pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan Perusahaan kepada pihak ketiga

- 34 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6 dan 7). Pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015, saldo fasilitas pinjaman sebesar Rp 56.388.889 ribu dan Rp 93.888.889 ribu.

Bank Permata

Pada tanggal 21 Desember 2011, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit kemitraan konsumen channeling sebesar Rp 100 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 12,25% - 12,50% dan 12,75% - 12,80% masing- masing untuk tahun-tahun yang berakhir 30 September 2016 dan 31 Desember 2015. Pada tanggal 30 September

2016 dan 31 Desember 2015, saldo fasilitas kredit konsumen kemitraan channeling masing-masing sebesar Rp

142.617.010 ribu dan Rp 69.284.879 ribu. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan Perusahaan sebesar 100% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7). Pada tanggal 22 Februari 2013 Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas sejumlah Rp 200 miliar yang jatuh tempo pada tanggal 21 Desember

2015 tetapi diperpanjang sampai dengan 21 Desember 2016. Apabila setelah berakhirnya jangka waktu, fasilitas

kredit ini belum diperpanjang maka secara otomatis akan diperpanjang untuk jangka waktu sembilan bulan sejak tanggal berakhirnya fasilitas kredit.

Pada tanggal 16 Mei 2014, Perusahaan juga memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari Bank Permata sebesar Rp 100 miliar suku bunga yang dikenakan adalah sebesar 12,75% - 13,65% per tahun. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu perjanjian kredit adalah 42 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit. Pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015, saldo pinjaman tetap adalah sebesar Rp 12.287.073 ribu dan Rp 23.274.294 ribu. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan Perusahaan sebesar 100% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7).

Bank Resona Perdania

Pada tanggal 9 Desember 2013, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman promissory note sejumlah Rp 120 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 4,00% di atas Cost of Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan Perusahaan kepada pihak ketiga minimal sebesar 100% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6 dan 7). Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan Perusahaan dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2017. Pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015, saldo fasilitas pinjaman masing-masing adalah sebesar Rp 12.222.222 ribu dan Rp 42.222.222 ribu.

Pada tanggal 12 Desember 2014, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman promissory note sejumlah Rp 75 miliar. Fasilitas ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 3,50% di atas Cost of Loanable Fund (COLF), dan dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan Perusahaan kepada pihak ketiga minimal sebesar 100% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6 dan 7). Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai transaksi pembiayaan Perusahaan dengan pelanggan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Februari 2018. Pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015, saldo fasilitas pinjaman sebesar Rp 31.250.000 ribu dan Rp 50.000.000 ribu.

Bank Rakyat Indonesia Agroniaga

Pada tanggal 10 Juli 2015, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja pinjaman tetap angsuran I (KMK PTA I) dari Bank Rakyat Indonesia Agroniaga dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sejumlah Rp 75.000.000 ribu. Pinjaman ini dikenakan suku bunga tetap sebesar 12,75% per tahun dan jangka waktu perjanjian kredit adalah 48 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit. Pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perusahaan kepada pihak ketiga minimal sebesar 100% dari saldo fasilitas pinjaman dan piutang sewa pembiayaan Perusahaan kepada pihak ketiga minimal sebesar 125% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6 dan 7). Pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015, saldo fasilitas pinjaman sebesar Rp 53.082.310 ribu dan 69.995.443 ribu.

Bank DKI

Pada tanggal 27 Maret 2014, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari Bank DKI dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sejumlah Rp 100 miliar. Pinjaman ini dikenakan suku bunga tetap sebesar 13% per tahun dan jangka waktu perjanjian kredit adalah 42 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit. Pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan Perusahaan kepada pihak ketiga minimal sebesar 110% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6 dan 7). Pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015, saldo fasilitas pinjaman sebesar Rp 24.732.934 ribu dan Rp 51.192.231 ribu.

- 35 -

PT. VERENA MULTI FINANCE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2016 DAN 2015 (TIDAK DIAUDIT) - (Lanjutan)

Bank Ganesha

Pada tanggal 30 Maret 2015, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit fixed loan dari Bank Ganesha dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sejumlah Rp 30 miliar. Pinjaman ini dikenakan suku bunga tetap sebesar 12,75% per tahun dan jangka waktu perjanjian kredit adalah 36 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan Perusahaan kepada pihak ketiga minimal sebesar 105% dari saldo fasilitas pinjaman (Catatan 6 dan 7). Pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015, saldo fasilitas pinjaman sebesar Rp 16.422.521 ribu dan Rp 23.533.892 ribu.

Pada tanggal 11 Januari 2016, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit fixed loan dari Bank Ganesha dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sejumlah Rp 10.000.000 ribu. Pinjaman ini dikenakan suku bunga tetap sebesar 12,75% per tahun dan jangka waktu penarikan pinjaman adalah 12 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan property Perusahaan kepada pihak ketiga minimal sebesar 100% dari saldo fasilitas pinjaman. Pada tanggal 30 September 2016, saldo fasilitas pinjaman sebesar Rp 8.330.787 ribu

Bank Sinarmas

Pada tanggal 8 Maret 2011, Perusahaan dan Sinarmas merubah perjanjian fasilitas demand loan menjadi fasilitas term loan dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar. Pada tanggal 16 April 2013, Perusahaan dan Sinarmas merubah maksimum fasilitas kredit menjadi Rp 75 miliar. Tingkat suku bunga tahunan sebesar 12,00% untuk tahun 2016 dan 2015. Fasilitas ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan Perusahaan sebesar 110% dari saldo pinjaman (Catatan 6 dan 7) dan akan jatuh tempo dalam 36 bulan sejak pencairan kredit terakhir pada tanggal 19 November 2013. Saldo fasilitas pinjaman term loan masing- masing sebesar Rp 2.219.514 ribu dan Rp 16.396.743 ribu pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015.

15. UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA

Merupakan utang kepada