Anda di halaman 1dari 12

ISSN 2302-5298

 
 

Lingkup Artikel Yang Dimuat Dalam Jurnal Ini Adalah Kajian Empiris dan Konseptual Kontemporer Pada Bidang Ekonomi, Bisnis & Akuntansi

Analisis Pengaruh Lingkungan Internal dan Eksternal Terhadap Kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Di Kota Tual

Meyske Angel Rahantoknam

Abstract

This study aims to assess the influence of internal and external environment on the performance of small and medium enterprises (SMEs) in the city of Tual of Maluku province. Through a questionnaire survey using the instrument for data collection and purposive sampling technique for selecting sample, obtained 58 respondents as the study sample. The test results by using multiple regression analysis showed that the internal environment and the external environment proved positive and significant effect on the performance of small and medium enterprises (SMEs) in the city of Tual of Maluku province. This means that the impulse increase in internal and external environment will be followed by an increase in the level of performance of SMEs in the city of Tual

Key Words :

Internal, Eksternal

Environment,

Performance

Penulis adalah dosen pada Politeknik Perikanan Negeri Tual e-mail : meyske_angel@yahoo.com

benchmark Volume 3 No 2 Maret 2015

135

PENDAHULUAN Kawasan perkotaan baik kota besar maupun kecil di Indonesia, seperti juga perkotaan di dunia ketiga, banyak dijumpai berkembangnya industri kecil sebagai akibat tidak mampunya pemerintah mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan. Beberapa kegiatan industri kecil bahkan masuk dalam sektor informal. Namun keberadaan mereka belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. Pada umumnya pemerintah daerah sebagai pengelola kota masih banyak memikirkan sektor formal yang lebih mudah dikontrol. Padahal sektor industri kecil (dan menengah) memiliki kontribusi yang nyata bagi pengatasan masalah pengangguran dan masalah perekonomian kawasan perkotaan. Secara kualitatif peran usaha kecil dalam perekonomian nasional pun tidak diragukan (Hurriyati, 2008). Pertama, usaha kecil dapat memperkokoh perekonomian nasional melalui berbagai keterkaitan usaha, seperti fungsi pemasok, fungsi produksi, fungsi penyalur dan pemasar bagi hasil produk- produk industri besar. Usaha kecil berfungsi sebagai transformator antar sektor yang mempunyai kaitan ke depan maupun ke belakang (forward and backward-linkages). Bahkan, dalam perekonomian modern seperti sekarang ini tidak ada satupun mata rantai ekonomi yang semata-mata terdiri dari perusahaan besar dan semata-mata dari perusahaan kecil (Drucker, 2000 dalam Hurriyati, 2008).

Kedua, usaha kecil dapat meningkatkan efisiensi ekonomi khususnya dalam menyerap sumber daya yang ada. Usaha kecil sangat fleksibel karena dapat menyerap tenaga kerja lokal, sumber daya lokal dan meningkatkan sumber daya manusia untuk menjadi wiraswasta-wiraswasta yang tangguh. Karena sifatnya yang relatif fleksibel, usaha kecil mudah beradaptasi dengan lingkungan yang terbatas infrastrukturnya dibanding dengan usaha besar yang pada umumnya membutuhkan sumber daya dan dana yang besar. Namun disisi yang lain usaha kecil dan menengah dihadapkan dengan tingkat persaingan sering dengan bergulirnya perdagangan pasar bebas. Kondisi persaingan saat ini menurut Handfield, (2002) dalam Suharto dan Devie, (2013) dapat dikatakan bahwa pada jaman sekarang perubahan sangat cepat terjadi, dimulai dari kemajuan teknologi, sistem perdagangan globalisasi, dan stabilitas ekonomi politik dunia. Dan dengan meningkatnya jumlah kompetitior asing dan dalam negeri, organisasi diharapkan dapat meningkatkan kinerja eksternal dan internalnya agar tetap dapat bersaing di pasaran. Maka dari itu organisasi diharuskan dapat beradaptasi dengan keadaan saat ini yang semakin modern dan menuntut sebuah organisasi tersebut harus bergerak mengikuti perubahan yang ada. Dalam menghadapi kondisi tersebut maka organisasi memerlukan strategi keunggulan bersaing agar tetap

136

Analisis Pengaruh Lingkungan Internal dan Eksternal Terhadap Kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Di Kota Tual

dapat memiliki posisi dalam pasar. Dengan adanya strategi keunggulan bersaing didalam perusahan, diharapkan organisasi dapat mempetahankan posisi bersaingnya terhadap kompetitor (Porter, 1993). Lingkungan adalah salah satu faktor terpenting untuk menunjang keberhasilan perusahaan dalam persaingan. Faktor lingkungan tersebut terdiri terdiri atas faktor eksternal dan faktor internal perusahaan. Faktor eksternal terdiri terdiri atas tiga sub kategori yaitu, faktor dalam lingkungan jauh, faktor dalam lingkungan industri/pesaing, faktor dalam lingkungan pesaing. Faktor internal terdiri atas manajemen fungsional dan budaya perusahaan (Robinson & Pearce, 1997 serta Hunger dan Wheelen, 2003) yang mengemukakan bahwa sebelum perusahaan merumuskan strategi, manajemen harus mengamati lingkungan eksternal untuk mengidentifikasi kesempatan dan ancaman yang mungkin terjadi. Penelitian ini merupakan replikasi dari kajian-kajian empiris diatas yang akan diarahkan untuk mengkaji pengaruh lingkungan eksternal maupun internal pada usaha kecil dan menengah (UKM) yang ada di Kota Tual Provinsi Maluku. Motivasi penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa pengusaha UKM di Kota Tual yang relatif berpendidikan rendah, tidak paham atau mungkin saja mengacuhkan pentingnya melakukan pemetaan terhadap lingkungan usaha mereka, diharapkan melalui kajian ini mereka dapat memilih strategi yang tepat

benchmark Volume 3 No 2 Maret 2015

setelah memperhatikan faktor lingkungan usaha baik internal maupun eksternal. Implementasi hasil kajian ini tentu saja akan meningkatkan kinerja UKM di Kota Tual.

TEORITIS DAN

HIPOTESIS

Lingkungan Usaha Agar perusahaan mampu mencapai tujuan yang ingin dicapai, maka perlu diketahui karakteristik lingkungan yang dihadapi perusahaan, sebab lingkungan eksternal ini akan memberikan peluang (opportunity), ancaman (threath), dan kendala (constraint) bagi perusahaan (Robinson & pearce, 1997) dengan memandang bahwa lingkungan memang benarbenar tidak terkontrol, maka yang pertama kali dilakukan adalah mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal perusahaan sebelum membuat strategi-strategi dalam menghadapi kondisi lingkungan usaha.

Lingkungan Internal Profil perusahaan menggambarkan kuantitas dan kualitas sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, dan mencerminkan kondisi intern dan kapabilitasnya. Sumber daya keuangan, sumber daya manusia, dan sumber daya fisik perusahaan dapat digunakan untuk menilai kekuatan dan kelemahan manajemen dan struktur organisasi perusahaan. Dengan melakukan analisis terhadap lingkungan internalnya, maka perusahaan dapat membandingkan keberhasilan masa lalu perusahaan dan titik perhatian tradisionalnya dengan kemampuan perusahaan saat ini guna

KERANGKA

137

mengidentifikasi kemampuan masa depan perusahaan (Pearce & Robinson). Pada beberapa penelitian yang mengasosiasikan lingkungan internal dengan faktor organisasional (organizational faktor) menyatakan bahwa faktor organisasional yang mempengaruhi hubungan antara orientasi wirausaha dan kinerja perusahaan adalah ukuran perusahaan, karakteristik industri, lamanya operasi perusahaan, dan kepemilikan perusahaan (Chow, 2006 dalam Wulandari, 2009). Hal ini sejalan dengan dimensi yang digunakan oleh Lumpkin & Dess, (1996) yang menyatakan bahwa karakteristik dari faktor organisasional adalah ukuran perusahaan, struktur organisasi, strategi perusahaan, proses pembuatan strategi, sumber daya perusahaan, budaya perusahaan, dan karakteristik tim manajemen puncak.

Lingkungan Eksternal Perusahaan sebagai suatu sistem akan berkait dengan sekumpulan faktor penentu yang dapat mempengaruhi arah dan kebijakan perusahaan dalam mengelola bisnisnya (Husein Umar, 2003). Lingkungan bisnis dapat dibagi menjadi lingkungan eksternal dan internal. Lingkungan eksternal dibagi ke dalam dua kategori yaitu lingkungan jauh dan lingkungan industri. Faktor lingkungan jauh dikaji melalui faktor- faktor PEST (politik, ekonomi, sosial, dan teknologi), sedangkan faktor lingkungan industri dikaji melalui aspek- aspek yang terdapat dalam Konsep Strategi Bersaing (Competitive Strategy) dari Michael Porter yaitu hambatan masuk,

daya tawar pemasok, daya tawar pembeli, ketersediaan barang substitusi, dan persaingan dalam industri. Lingkungan eksternal juga dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan konsumen, pemasok, dan aliansi serta pengaruh ketiganya dalam meningkatkan efektivitas rantai pemasok (supply chain) seperti yang dikemukakan Coulthard, (2007). Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan eksternal adalah dynamism (jumlah dan kecepatan perubahan lingkungan), munificence (kelangkaan atau kelimpahan sumber daya yang diperlukan untuk perusahaan), kompleksitas (peraturan, persaingan, internasionalisasi, teknologi) dan karakteristik industri.

Kinerja Perusahaan Kinerja perusahaan (performance) merupakan sebuah konstruk yang umum digunakan untuk mengukur dampak dari

sebuah orientasi strategi perusahaan. Penurunan kinerja perusahaan tentu menjadi masalah dan merupakan tantangan bagi orientasi strategi perusahaan untuk dapat terus mempertahankan kinerja perusahaan dengan baik melalui satu orientasi strategi agar dapat bertahan dalam industri tersebut.

positif

antara pilihan strategi yang tepat dengan

kinerja organisasi (Supratikno dalam Wulandari, 2009). Dalam konteks ini, faktor pilihan strategi berkaitan dengan bagaimana sumber daya perusahaan dipilih untuk menghadapi persaingan usaha yang sangat ketat dan intens.

Terdapat

korelasi

yang

138

Analisis Pengaruh Lingkungan Internal dan Eksternal Terhadap Kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Di Kota Tual

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Usaha Kecil dan Menengah adalah

kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan memenuhi criteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagaimana diatur dalam Undang-undang. Pengertian kecil didalam usaha kecil bersifat relatif, sehingga perlu ada batasannya yang dapat menimbulkan defenisi usaha kecil dari beberapa segi. Defenisi- defenisi usaha kecil dari berbagai segi tersebut adalah sebagai berikut; 1. Berdasarkan Total Asset yaitu pengusaha yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat membuka usaha. 2. Berdasarkan Total Penjualan Bersih Pertahun yaitu pengusaha yang mempunyai total penjualan bersih pertahun paling banyak Rp.

1.000.000,-

3. Berdasarkan Status Kepemilikan yaitu pengusaha yang berbentuk

perseorangan, bila berbadan hokum atau tidak berbadan hukum, termasuk koperasi.

Model Konseptual dan Hipotesis Penelitian Kerangka konseptual penelitian ini dibangun dengan didasarkan pada fenomena-fenomena masalah yang terjadi, keselarasan dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai, keterkaitan antar variabel terteliti secara teoritis dan kajian penelitian-penelitian sebelumnya serta metodologi yang digunakan. Kerangka konseptual

benchmark Volume 3 No 2 Maret 2015

penelitian ini lahir dari pengembangan model kajian-kajian empiris yang diharapkan dapat menggambarkan tentang penelitian yang akan dilakukan penulis secara keseluruhan, yaitu untuk menguji dan menganalisis pengaruh lingkungan internal dan eksternal terhadap kinerja usaha seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini; Berdasarkan uraian hasil kajian empiris yang telah dikemukakan, maka hipotesis penelitian yang dikemukakan adalah; H 1 : Lingkungan internal berpengaruh terhadap kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Tual. H 2 : Lingkungan eksternal berpengaruh terhadap kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Tual.

METODE PENELITIAN

Desain Penelitian Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian penjelasan (eksplanatory) karena berupaya untuk menjelaskan hubungan kausalitas antara lingkungan internal dan eksternal terhadap kinerja UKM. Pendekatan dalam penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif, model penelitiannya adalah model survei dengan menggunakan instrument kuesioner.

Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitan ini adalah seluruh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Tual. Sementara teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling yakni pemilihan sampel dangan menggunakan pertimbangan atau kriteria. Adapun kriteria atau pertimbangan yang menjadi dasar

139

pemilihan sampel adalah; UKM yang dipilih sebagai sampel adalah yang terdaftar di dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tual, UKM tersebut terdata sebagai UKM yang masih aktif dan jenis usaha UKM tersebut adalah usaha industri mebel. Berdasarkan kriteria tersebut, jumlah UKM yang berhasil dikumpulkan sebagai sampel penelitian adalah sebanyak 58 UKM.

Defenisi dan Pengukuran Variabel Penelitian Adapun variabel penpelitian yang akan diuji dan dianalisa dalam kajian ini meliputi ;

Variabel independen, yakni; a. Lingkungan internal yang digunakan dalam penelitian ini adalah aspek-aspek kuantitas dan kualitas sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang mencerminkan kondisi dan kapabilitas perusahaan serta dinamika hubungan (relationship dynamism) antar komponen organisasi seperti budaya, strategi, kepemimpinan, proses pengambilan keputusan, struktur, dan sumber daya (Wulandari, 2009). Lingkungan internal diukur melalui indicator; ukuran perusahaan, struktur organisasi, strategi perusahaan, proses pembuatan strategi, sumber daya perusahaan, budaya perusahaan. b. Lingkungan eksternal yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua keadaan dan kekuatan diluar perusahaan yang berhubungan dengan konsumen, pemasok, dan aliansi serta

1.

pengaruh ketiganya dalam meningkatkan efektivitas rantai pemasok (supply chain), mempengaruhi pilihan (opsi) strategik yang dilakukan oleh perusahaan dan menentukan situasi persaingannya (Wulandari, 2009). Lingkungan eksternal diukur melalui indicator; dynamism (jumlah dan kecepatan perubahan lingkungan), munificence (kelangkaan atau kelimpahan sumber daya yang diperlukan untuk perusahaan) dan kompleksitas (peraturan, persaingan, internasionalisasi, teknologi). 2. Variabel dependen, yakni; Kinerja UKM Indikator yang diadopsi dari Hidayat dan Budiarto, (2009) yang antara lain; (1) kinerja kualitas (quality performance) yang terdiri dari prosentase produk rusak, pengembalian dan jaminan, barang rusak dan pengolahan kembali dan sebagainya, (2) kinerja operasi (operating performance) yang terdiri dari rata-rata tingkat perputaran produksi tahunan (3) kinerja keuangan yang diukur dengan tingkat profitabilitas, (4) kinerja pemasaran yang diukur dengan prosentase market share tahunan, dan (5) kinerja penjualan yang diukur dengan peningkatan jumlah prosentase penjualan. Metode Analisis Data Pembahasan mengenai bagian ini selanjutnya akan dibagi dalam beberapa bagian yakni; pembahasan uji instrument

140

Analisis Pengaruh Lingkungan Internal dan Eksternal Terhadap Kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Di Kota Tual

(kuisioner) penelitian, pembahasan uji asumsi yang mendasari analisis regresi, pembahasan analisis regresi berganda

dan pengujian hipotesis yang diajukan

dalam kajian ini.

Uji instrumen penelitian

1. Uji Validitas

Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi Product Moment Person, dimana valid atau tidaknya instrumen dapat diketahui dengan membandingkan indeks korelasi Product

Moment Person dengan signifikan 5%.

2. Reliabilitas Dalam penelitian ini, pengujian

reliabilitas menggunakan Alpha cronbachs. Suatu instrumen dapat dikatakan reliabel

jika memiliki nilai koefisien keandalan

lebih besar atau sama dengan 0,6 artinya apabila = 0,6 maka instrumen dapat dikatakan reliabel.

3. Analisis Regresi Berganda

Analisis yang digunakan untuk menjawab masalah kajian ini adalah analisis regresi berganda yang didahului dengan pengujian asumsi klasik yakni; uji

normalitas, uji multilinieritas dan uji heterokedtisitas. Formula analisis regresi berganda yang dimaksud (unstandardized coefficients) adalah:

Y = + 1 X 1 + 2 X 2 + Keterangan:

Y

=

Kinerja UKM

=

Intercept

=

Koefisien regresi

X

1

=

Lingkungan internal

X 2

=

Lingkungan eksternal

=

Residual

benchmark Volume 3 No 2 Maret 2015

HASIL

PENELITIAN

Uji Kualitas Data Semua variabel dan indikator yang diuji dalam penelitian ini dinyatakan valid dan reliabel.

PEMBAHASAN

Uji Asumsi Klasik Tampilan normal probability plot data penelitian ini terlihat pada gambar dibawah ini;

Gambar 1. Hasil Pengujian Normalitas

gambar dibawah ini; Gambar 1. Hasil Pengujian Normalitas Berdasarkan tampilan gambar normal probability plot

Berdasarkan tampilan gambar normal probability plot diatas, maka data penelitian ini dapat dikatakan telah memenuhi kaidah normalitas karena terlihat bahwa data menyebar mengikuti garis diagonal, penyebarannya secara acak dan tidak membentuk pola tertentu. Pengujian heteroskedastisitas dalam penelitian ini dilakukan dengan melihat gambar charts scatterplot. Berikut ini adalah hasil pengujian heteroskedastisitas yang terlihat pada gambar dibawah ini.

141

Gambar 2. Hasil Pengujian Heterokedastisitas

Gambar 2. Hasil Pengujian Heterokedastisitas Gambar diatas menunjukan bahwa data penelitian bebas heterokedastisitas

Gambar diatas menunjukan bahwa data penelitian bebas heterokedastisitas karena titik-titik data menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Pengujian multikolinearitas kajian ini menggunakan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF) atau faktor pertambahan ragam. Berikut ini adalah hasil Pengujian multikolinearitas seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini;

Tabel 1. Pengujian Multikolinieritas

Model

Collinearity

Statistics

Tolerance

VIF

Lingkungan

Internal

0.130

7.685

Lingkungan

Eksternal

0.130

7.685

Sumber: Data diolah Data diatas menunjukan bahwa nilai tolerance tidak lebih dari 1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) tidak melebihi 10 yang berarti tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen dalam penelitian ini.

Analisis Regresi Berganda Hasil pengujian data penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan tujuan untuk mengananalisis pengaruh lingkungan internal dan eksternal terhadap kinerja UKM di Kota Tual terlihat pada tabel dibawah ini ;

Tabel 2. Hasil Pengujian Regresi Berganda

Variabel

Standardized

t

Sig

Keterangan

Coefficients

hitung

Constant

3.172

 

Lingkungan

0.830

10.961

0.000

signifikan

Internal

Lingkungan

0.284

2.855

0.006

signifikan

Eksternal

R Square

0.963

Adjusted R Square

0.962

t tabel

2.017

Sumber: Data diolah

Kelayakan model atau determinasi model konseptual yang dibangun dalam penelitian ini menunjukan bahwa model konseptual penelitian ini layak karena terbukti bahwa tingkat kinerja UKM di

Kota Tual dapat dijelaskan oleh lingkungan internal dan lingkungan eksternal dengan nilai determinasi atau tingkat kelayakan sebesar 0.962 atau 96.2% sementara 3.8% lainnya dijelaskan

142

Analisis Pengaruh Lingkungan Internal dan Eksternal Terhadap Kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Di Kota Tual

oleh variabel lain yang tidak diuji dalam model konseptual penelitian ini.

Pembahasan Hasil Penelitian. Hasil analisis pada diatas menunjukan bahwa lingkungan internal dan lingkungan eksternal terbukti mempengaruhi tingkat kinerja UKM di Kota Tual secara positif dan signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan parameter atau koefisien regresi lingkungan internal dan lingkungan eksternal yang menunjukan bahwa jika lingkungan internal dan lingkungan eksternal meningkat atau semakin baik maka tingkat kinerja UKM di Kota Tual juga akan semakin meningkat. Dengan demikian dapat dijustifikasi bahwa dorongan peningkatan lingkungan internal dan lingkungan eksternal akan meningkatkan tingkat kinerja UKM di Kota Tual. Hasil tersebut dibuktikan melalui pengujian hipotesis yang ditawarkan dalam penelitian ini. Hipotesis pertama menyatakan bahwa; lingkungan internal berpengaruh terhadap kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Tual. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t dengan tingkat signifikannya 5%. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa lingkungan internal terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap tingkat kinerja UKM di Kota Tual. Hal ini ditunjukan dari nilai signifikansi sebesar 0.000 (probabilitas < 0.05) dan nilai t hitung sebesar 10.961 sedangkan t tabel 2.017 sehingga t hitung > t tabel (10.961 > 2.017) yang berarti bahwa hipotesis pertama diterima. Hasil analisis

benchmark Volume 3 No 2 Maret 2015

menunjukan bahwa indikator yang relatif lebih baik dalam menjelaskan variabel ini adalah indikator ke tiga (struktur organisasi) yang menyatakan bahwa; struktur usaha kami tergolong sederhana tetapi membantu agar seluruh pekerjaan berjalan dengan baik . Hipotesa kedua menyatakan bahwa lingkungan eksternal berpengaruh terhadap kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Tual. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa lingkungan eksternal terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap tingkat kinerja UKM di Kota Tual. Hal ini ditunjukan dari nilai signifikansi sebesar 0.006 (probabilitas < 0.05) dan nilai t hitung sebesar 2.855 sedangkan t tabel 2.017 sehingga t hitung > t tabel (2.855 > 2.017) yang berarti bahwa hipotesis kedua diterima. Hasil analisis menunjukan bahwa indikator yang relatif lebih baik dalam menjelaskan variabel ini adalah indikator dinamis yang menyatakan bahwa; perubahan lingkungan bisnis pasti akan mempengaruhi keberlangsungan usaha Temuan penelitian ini sejalan dengan hasil kajian-kajian empiris oleh; Riyarsi, (2009) yang menyimpulkan bahwa faktor lingkungan yakni; faktor internal berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan PDAM Kota Surakarta sementara faktor eksternal berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan PDAM Kota Surakarta. Jauch dan Glueck, (1998) juga menyatakan bahwa untuk mencapai kinerja yang optimal, strategi harus dirumuskan dengan memperhatikan lingkungannya. Senada

143

dengan hasil kajian empiris diatas, Wulandari, (2009) menyatakan bahwa lingkungan eksternal dan internal memiliki pengaruh positif terhadap kinerja wirausaha. Hasil kajian ini juga didukung oleh hasil penelitian oleh; Rukmantara, (2010) menyatakan bahwa; lingkungan internal (modal, pemasaran dan SDM) berpengaruh positif terhadap Kinerja usaha kecil dan lingkungan eksternal (modal dan kebijakan pemerintah) berpengaruh positif terhadap Kinerja usaha kecil. Peneliti lainnya yakni Wahyuni, (2005) menunjukan bahwa lingkungan eksternal berpengaruh langsung secara positif terhadap kinerja perusahaan tampa melalui orientasi strategik dan Bahri, (2012) yang menyatakan bahwa dinamika lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing perusahaan.

SIMPULAN Berdasarkan pembahasan hasil penelitian pada bagian sebelumnya, maka simpulan dari kajian ini adalah sebagai berikut; 1. Lingkungan internal terbukti secara mempengaruhi tingkat kinerja UKM di Kota Tual secara positif dan signifikan yang artinya jika lingkungan internal meningkat atau semakin baik maka tingkat kinerja UKM di Kota Tual juga akan semakin meningkat. Dengan demikian dapat dijustifikasi bahwa dorongan peningkatan lingkungan internal akan diikuti oleh peningkatan tingkat kinerja UKM di Kota Tual.

2. Lingkungan eksternal terbukti secara mempengaruhi tingkat kinerja UKM di Kota Tual secara positif dan signifikan yang artinya jika lingkungan eksternal meningkat atau semakin baik maka tingkat kinerja UKM di Kota Tual juga akan semakin meningkat. Dengan demikian dapat dijustifikasi bahwa dorongan peningkatan lingkungan eksternal akan diikuti oleh peningkatan tingkat kinerja UKM di Kota Tual.

DAFTAR RUJUKAN Agusty, F., (2006) Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitian Untuk Penulisan Skripsi, Tesis Dan Disertasi Ilmu Manajemen, Edisi Kedua, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang. Agung Riyarsi, (2009) Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan PDAM Kota Surakarta, Jurnal Jejak, Vol.2, No. 1, Maret 2009, hal; 44-51. Ana Wulandari, (2009) Pengaruh Lingkungan Eksternal dan Lingkungan Internal terhadap Orientasi Wirausaha Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Perusahaan, Jurnal Pengembangan Wiraswasta, Vol. 11, No. 2, Desember 2009, Hal; 142-152. Arikunto, (2003) Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek, Rineka Cipta, Jakarta. Bagus Rukmantara, (2010) Analisis Pengaruh Lingkungan Internal dan Eksternal Terhadap Kinerja Usaha Kecil di Kota Medan (Studi Kasus PAda

144

Analisis Pengaruh Lingkungan Internal dan Eksternal Terhadap Kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Di Kota Tual

Debitur PT. Sarana Sumut Ventura Dengan Pinjaman diatas 100 Juta Rupiah), Penelitian Mandiri, Fakultas Ekonomi Universitas Sumatra Utara. Fredianto, Ronnie dan Zulaikha, (2000) Hubungan Antara Lingkungan Eksternal, Orientasi Strategik dan Kinerja Perusahaan (Studi Terapan Pada Industri Manufaktur Menengah Kecil di Kotamadya Semarang), Simposium Nasional Akuntansi 4 :

Hal 591-623. Husein Umar, (2003) Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, PT. Raja Grafindo Persada. Hunger., J., David dan Wheelen, Thomas, L., (2003) Manajemen Strategis, Penerbit Andi, Yogyakarta. Jaka Sriyana, (2010) Strategi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Studi Kasus di Kabupaten Bantul, Seminar Nasional 2010, Menuju Purwerejo Dinamis dan Kreatif. Malian, H., (2005) Prospek Pengembangan Agroindustri Dalam Meningkatkan Daya Saing dan Ekspor Berdasarkan Permintaan Jenis Produk Komuditas Perkebunan Utama, Balitban, Departemen Pertanian. Max, Coulthard, (2007) The Role of Entrepreneurial Orientation on Firm Performance and the Potential Influence of relational Dynamism. Journal of global Business and Technology, Vol. 3 No. 1, 2007, pp. 29-39. Nanik Wahyuni, (2005) Pengaruh Lingkungan Eksternal terhadap Kinerja Perusahaan Dengan orientasi Strtategik Sebagai

benchmark Volume 3 No 2 Maret 2015

Variabel Intervening, Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Soegipranata. Porter, Michael E., (1993) Keunggulan Bersaing Menciptakan dan Mempertahankan Kinerja Unggul,

Erlangga, Jakarta. Rachmad, Hidayat dan Hairil, Budiarto, (2009) Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Strategi dan Kinerja Industri Manufaktur di Jawa Timur, Jurnal ilmiah Semesta Teknika, Vol.12, No. 1, Mei 2009, Hal;

10-20.

Regina, Suharto dan Devie, (2013) Analisa Pengaruh Supply Chain Manajement Terhadap Keunggulan bersaing dan Kinerja Perusahaan, Bussines Accounting Review, Vol. 1, No. 2,

2013.

Robinson, R., dan John, P., (2008) Strategic Management; Formulation, Implementation, & Control, McGraw Hill. Sarosa, Wicaksono, (2000) Menyoroti Sektor Informal Perkotaan, Research and Development Director Urban and Regional Development Institute (URDI) diakses pada 7 Agustus 2014 dari http://www.urdi.org/urdi/bull

etin/volume-12a.php

Syamsul Bahri, (2012) Pengaruh Dinamika Lingkungan Terhadap Daya Saing Perusahaan (Studi Kasus pada Industri Manufaktur di Sulawesi Selatan), Jurnal Analisis, Desember 2012, Vol. 1, No. 2, Hal; 190-200

145

146

Analisis Pengaruh Lingkungan Internal dan Eksternal Terhadap Kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Di Kota Tual