Anda di halaman 1dari 2

Yunanto Herlambang

L1A015044

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN

a. Faktor Prenatal (pra-kelahiran)


Lingkungan prenatal merupakan lingkungan dalam kandungan ibu. Pada periode ini
individu mendapatkan pengaruh tidak langsung dari ibu. Maka dari itu, kondisi ibu
sangat menentukan kondisi bayi yang ada dalam kandungannya tersebut, baik secara
fisik maupun secara psikis. Pada saat peroide kehamilan, Ibu saya tidak ngidam hal
yang bermacam-macam dan aneh-aneh. Selama kehamilannya, dalam sholat Ibu saya
selalu berdoa agar diberikan anak yang tidak memiliki kekurangan baik itu fisik
maupun mental, anak yang berbakti pada kedua orang tua, dan taat beragama.
b. Faktor Warisan Biologis ( Heredity)
Warisan biologis memengaruhi kehidupan manusia dan setiap manusia mempunyai warisan
biologis yang unik, berbeda dari orang lain. Artinya tidak ada seorang pun di dunia ini yang
mempunyai karakteristik fisik yang sama persis dengan orang lain, bahkan anak kembar
sekalipun. Faktor keturunan berpengaruh terhadap keramah-tamahan, perilaku kompulsif
(terpaksa dilakukan), dan kemudahan dalam membentuk kepemimpinan, pengendalian diri,
dorongan hati, sikap, dan minat. Warisan biologis yang terpenting terletak pada perbedaan
intelegensi dan kematangan biologis.Keadaan ini membawa pengaruh pada kepribadian
seseorang. Tetapi banyak ilmuwan berpendapat bahwa perkembangan potensi warisan
biologis dipengaruhi oleh pengalaman sosial seseorang. Bakat memerlukan anjuran,
pengajaran, dan latihan untuk mengembangkan diri melalui kehidupan bersama dengan
manusia lainnya.
1. Ciri fisik
Dari ciri fisik saya mewarisi ciri fisik Bapak saya, yaitu bentuk wajah dan cara
tersenyum, juga postur tubuh yang mirip, sedangkan warna kulit saya mengikuti warna
kulit ibu saya.
2. Ciri psikologis
Hal yang diwariskan dalam psikologis adalah seperti emosi, tempramen, pengendalian
diri, dan lain-lain. Kepribadian saya yang paling menonjol dalam sisi psikologis yang
diwariskan dari orang tua adalah sifat saya yang cenderung menyimpan emosi dalam
diam, namun dapat meledak sewaktu-waktu. Hal ini sama dengan Bapak saya yang marah
dalam diamnya. Untuk masalah kebersihan, saya merasa risih jika lingkungan di sekitar
tidak bersih dan tertata rapi, seperti halnya Ibu saya yang tidak menyukai sesuatu yang
tidak bersih.
3. Kecerdasan
Pada bagian kecerdasan, saya sedikit mewarisi keahlian Bapak saya dalam hal kelistrikan
dan kerja lainnya, seperti memperbaiki gagang pintu dan memasangnya. Untuk belajar
ditempat ramai, saya bisa cukup fokus, tapi di suasana sepi merupakan yang terbaik bagi

saya untuk dapat belajar. Dan sebuah ilustrasi sangat membantu proses belajar saya. Hal
ini saya dapatkan dari Bapak saya.
c. Faktor Lingkungan (Environtment)

Ciri-ciri kepribadian seseorang dalam hal ketekunan, ambisi, kejujuran, kriminalitas,


dan kelainan merupakan hasil pengaruh lingkungan. Lingkungan adalah segala
sesuatu yang ada di sekitar kita, baik keadaan fisik maupun sosial.
1. Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik meliputi keadaan alam, geografis, iklim, dan sumber daya alam.
Ketiga hal ini mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang, baik secara
langsung maupun tidak langsung. Di daerah asal saya, Bima, beriklim panas
sehingga menyebabkan watak penduduknya cenderung keras, begitu juga pada
diri saya, walaupun sedikit dan tidak tampak. Dari segi geografis, saya tinggal
dekat dengan bukit, sehingga saya menyukai keindahan dan kelestarian alam yang
hijau.
2. Lingkungan sosial
Berbeda dengan lingkungan fisik, lingkungan sosial terdiri dari unsur kebudayaan,
pengalaman kelompok, pengalaman unik, dan sejarah serta pengetahuan.
Kepribadian yang disebabkan oleh lingkungan sosial bersifat dinamis, sehingga
dapat berubah.
Masyarakat sekitar tempat tinggal saya mempunyai unsur tradisional yang cukup
tinggi, seperti rasa saling peduli terhadap sesama, saling menolong dan bergotong
royong, dan membantu jika ada kesusahan. Hal yang semakin jarang ada pada
daerah perkotaan. Hal ini cenderung mempengaruhi kepribadian saya yang suka
menolong dan membantu sesama, serta peduli dengan orang lain. Di daerah
tempat tinggal saya, tidak ada perbedaan antara orang mampu dan tidak mampu,
tidak ada tenggang rasa dan diskriminasi, semuanya sama, satu rasa sama rasa.
Hal ini membuat saya menghargai perbedaan dan selalu terbuka dengan
perbedaan, tidak membuat perbedaan sebagai suatu penghalang untuk
berinteraksi, karena tidak ada manusia yang tidak membutuhkan manusia lainnya,
semuanya saling berhubungan dan saling membutuhkan. Kalimat Maja Labo
Dahu juga mengajarkan saya agar menjadi pribadi yang malu untuk berbuat salah
dan takut untuk berbuat salah, tapi bukan berarti menjadi minder dan menarik diri
dari pergaulan.
d. Faktor kejiwaan
Faktor kejiwaan tidak bersumber pada faktor biologis tetapi bersumber pada proses
interaksi dan sosialisasi dengan masyarakat. Jika berada dalam kesulitan, saya
seringkali memotivasi diri saya sendiri untuk tetap bertahan dan berjuang untuk
keluar dari kesulitan tersebut. Terkadang kakak ataupin orang terdekat saya
memotivasi saya saat saya mengalami kesulitan, karena saya lebih suka menyimpan
atau menyembunyikan masalah saya untuk saya sendiri dan tidak membebani orang
lain.