Anda di halaman 1dari 2

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

TATA LAKSANA KASUS


RSU WISATA UIT
MAKASSAR
2015
1

Pengertian(Definis
i)

Anamnesis

Pemeriksaan Fisik

Kriteria Diagnosis

Diagnosis Kerja

Diagnosis Banding

Pemeriksaan
Penunjang

Terapi

Edukasi

10 Prognosis
11 Tingkat Evidens
12 Tingkat
Rekomendasi
13 Penalaah Kritis
14 Indicator Medis
15 Kepustakaan

PNEUMONIA (ICD 10 : J18.9)


Peradangan atau inflamasi parenkim paru,distal dari bronkhialis terminalis yang
mencangkup bronkhiolus respiratoris adn alveoli serta menimbulkan konsolidasi
jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat.
1 Batuk dengan dahak mukoid/purulen/darah
2 Sesak nafas
3 Demam tinggi
4 Nyeri dada
1 Sakit berat, disertai sianosis
2 Suhu tubuh meningkat
3 Tachycardia
4 Respirasi meningkat (cepat dan dangkal)
5 Pernapasan cuping hidung
6 Retraksi interkostalis
Trias pneumonia ( batuk, demam, sesak)
Diagnosis ditegakkan berdasarkan ananmnesis dan pemeriksaan fisik, untuk
diagnosis defenitif dilakukan pemerikassan penunjang
1 Bronchitis Akut
2 Pleuritis eksudatif karena TB
3 CA. paru
4 Infark Paru
1 Foto thorax PA terlihat perselubungan pada daerah yang terkena.
2 Laboratorium : leukositosis
3 Analisa sputum ; leukosit
4 Gram sputum
1 Suportif : bed rest, minum secukupnya bila dehidrasi
2 Definitif : penisilin sensitive streptococcus pneumonia (PSSP) yaitu : golongan
penisilin ( amoxicillin 20-40 mg/kg BB dalam 3 Dosis) atau sefalosporin
golongan 1 ( cefadroxil 30 mg/kg BB/ hr dalam 2 dosis)
1 Pola hidup sehat
2 vaksinasi
Ad Vitam
: Dubia ad bonam
Ad sanationam : Dubia ad malam
Ad Fungsionam : Dubia ad malam
IV
A
1 Dr. Sutriani Syamsuddin,SpA
2 Dr. Hj. Nuraeny Sirajuddin, SpA
Trias pneumonia (batuk, demam, sesak)
1 Behrman RE Vaughan VC, Nelson Ilmu Kesehatan, Bagian II Edisi 12 Penerbit
EGC Jakarta 1992 Hal 617-628
2 Dahlan, Z 2006, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI
Jakarta