Anda di halaman 1dari 3

SKILL LAB

UJI TUBERKULIN
I.

PENDAHULUAN

Uji Tuberkulin.
Pada anak, uji tuberkulin merupakan pemeriksaan yang paling bermanfaat untuk
menunjukkan sedang/pernah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis dan sering
digunakan dalam screening tuberkulosis (TB). Efektifitas dalam menemukan infeksi
TB dengan uji tuberkulin adalah lebih dari 90%.
II.

TUJUAN

Dengan melakukan uji tuberkulin kita dapat mengetahui apakah seorang anak saat
itu telah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis.
III.

LEARNING OBJECTIVE

Setelah mengerjakan skill lab Uji Tuberkulin mahasiswa mampu :


1. Melakukan/mengerjakan uji tuberkulin cara mantoux
2. Bisa membaca dan menginterpretasi hasil dari uji tuberkulin
IV.

RANCANGAN ACARA PEMBELAJARAN

Waktu
10 menit
30 menit
40 menit

70 menit

V.
1.
2.
3.
4.

Aktivitas Belajar Mengajar


Pendahuluan
Demonstrasi cara melakukan uji
tuberkulin (Mantoux)
Demonstrasi oleh instruktur,
mahasiswa melakukan simulasi
secara bergantian dengan
bimbingan instruktur
Self practice, mahasiswa
melakukan sendiri

SARANA DAN ALAT YANG DIPERLUKAN

PPD RT 23
Disposible spuit 1 cc (Insulin)
Kapas
Alkohol 70%

Keterangan
Narasumber
Narasumberr
Instruktur Mahasiswa

Instruktur mahasiswa

VI.

PROSEDUR

Ada beberapa cara melakukan uji tuberkulin, namun sampai sekarang cara mantoux
lebih sering digunakan. Lokasi penyuntikan uji mantoux umumnya pada bagian
atas lengan bawah kanan bagian depan, disuntikkan intrakutan (ke dalam kulit/
intrakutan).
Penilaian uji tuberkulin dilakukan 4872 jam setelah penyuntikan dan diukur
diameter dari pembengkakan (indurasi) yang terjadi:
1. Pembengkakan (Indurasi) : 04mm, uji mantoux negatif.
Arti klinis : tidak ada infeksi Mycobacterium tuberculosis.
2. Pembengkakan (Indurasi) : 59mm, uji mantoux meragukan.
Hal ini bisa karena kesalahan teknik, reaksi silang dengan
Mycobacterium atypikal atau pasca vaksinasi BCG.
3. Pembengkakan (Indurasi) : >= 10mm, uji mantoux positif.
Arti klinis : sedang atau pernah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis.

VII.

PELAKSANAAN

VIII.

RUJUKAN

Said M, Daulay R, Naning R, Dadiyanto DW. Prosedur tindakan pada penyakit


respiratori. Dalam: Rahajoe NN, Supriyatno B, Setyanto DB, penyunting. Respirologi
Anak. Edisi pertama. Jakarta: Badan Penerbit IDAI; 2008. h. 595-9.