Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TUBERKULOSIS PADA ANAK

DISUSUN OLEH :
DESSYANA PAULUS

(1610 721 001)

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
JAKARTA
2016/2017

SATUAN ACARA PENYULUHAN


TUBERKULOSIS PADA ANAK
Tema

: Penyakit Tuberkulosis pada Anak.

Sasaran

: Keluarga Ny. D

Hari / Tanggal

: Kamis 22 Desember 2016

Waktu

: 15.00-15.30 WIB

Tempat

: Kediaman Ny. D, Jalan CIlobak no. 10 Rt 01/Rw 07

Pemateri

: Dessyana Paulus

A. Latar Belakang
Penyakit tuberculosis atau yang lebih dikenal dengan TB atau TBC merupakan salah satu
penyakit yang sudah populer dikalangan masyarakat. Penyakit TB adalah penyakit yang
berbahaya karena dapat menyebar dengan luas dengan metode penularannya adalah melalui
droplet. Penyakit TB ini disebabkan karena kuman TB. Kuman ini banyak terdapat di udara
luar. Setiap anggota keluarga dalam masyarakat memiliki resiko terserang penyakit ini
mulai dari bayi sampai orang tua. Terlebih lagi anak

dimana mereka pada masa

pertumbuhan sangat lincah bermain tentu orang tua harus memiliki pengawasan ketat untuk
melindungi anak dari penyakit ini. Terlebih lagi, penyakit TB merupakan peringkat pertama
penyakit yang ada di Poli Anak menurut survey yang dilakukan oleh petugas. Oleh karena
itu, dibutuhkan banyak informasi dan pengetahuan bagi keluarga agar sang anak terhindar
dari kuman TB.
B. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang penyakit TB selama 1 x 30 menit
diharapkan ibu pasien dan keluarga mengerti serta dapat mengaplikasikan tentang cara
pencegahan dari penyakit TB, khususnya untuk sang buah hati.
C. Tujuan Instruksional Khusus
1. Pengunjung mampu memahami pengertian penyakit Tuberkulosis.
2. Pengunjung mampu memahami tentang penyebab penyakit Tuberkulosis.
3. Pengunjung mampu memahami tentang tanda dan gejala penyakit Tuberkulosis pada
sang anak.
4. Pengunjung mampu memahami tentang cara penularan penyakit Tuberkulosis.

5. Pengunjung mampu memahami tentang cara pengobatan penyakit Tuberkulosis,


khususnya untuk sang anak.
6. Pengunjung mampu memahami tentang cara pencegahan penyakit Tuberkulosis
khususnya untuk sang anak.
D. Sasaran
Adapun sasaran dari penyuluhan dan pendidikan kesehatan ini ditujukan kepada keluarga
Ny. D
E. Materi (terlampir)
1. Pengertian penyakit tuberculosis.
2. Penyebab penyakit tuberculosis.
3. Tanda dan gejala penyakit tuberculosis.
4. Cara penularan penyakit tuberculosis.
5. Cara pengobatan penyakit tuberculosis.
6. Cara pencegahan penyakit tuberculosis.
F. Media
1. Leaflet
2. Power Point Presentation
G. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi

H. Kegiatan Penyuluhan
No
TAHAP
1.
Pembukaan

KEGIATAN
Mengucapkan

( 5 menit )

salam
Memperkenalkan

diri
Menjelaskan
tujuan
pendidikan

kesehatan
Apersepsi dengan
cara menggali

MEDIA
-

Kegiatan Peserta
Menjawab salam
Mendengarkan

pengetahuan
yang dimiliki
pasien dan
keluarga tentang
penyakit
2.

Pelaksanaan

tuberculosis
Menjelaskan

( 15 menit )

materi
Pasien dan

Lembar

balik
Leaflet

Mendengarkan
Bertanya

Mendengarkan
Menjawab salam

keluarga
memperhatikan
penjelasan tenta
ng penyakit
tuberculosis

(TB)
Pasien dan
keluarga
menanyakan
tentang hal-hal

3.

Penutup

yang belum jelas


Menyimpulkan

materi
Mengevalusi

(10 menit)

pasien dan
keluarga tentang
materi yang telah

diberikan
Mengakhiri
pertemuan

I. Evaluasi
Menanyakan kembali tentang materi yang dijelaskan pada sasaran penyuluhan tentang :
1. Apakah pengertian dari penyakit tuberkulosis?
2. Apakah penyebab penyakit tuberkulosis?

3.
4.
5.
6.

Apa saja tanda gejala penyakit tuberkulosis?


Bagaimana cara penularan penyakit tuberculosis?
Bagaimana pengobatan dari penyakit tuberculosis?
Bagaimana cara pencegahan dari penyakit tuberculosis ?

Lampiran
TINJAUAN TEORI
TBC pada Anak
A. Pengertian
Penyakit TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh mikrobakterium
tuberkulosis. Kuman batang aerobik dan tahan asam ini dapat merupakan organisme patogen
maupun saprofit. Sebagian besar kuman TBC menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai
organ tubuh lainya. (Maryunani, 2010)
Tuberculosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan Mycobacterium
tuberculosi yang menyerang paru-paru dan hampir seluruh organ tubuh lainnya. Bakteri ini
dapat masuk melalui saluran pernapasan dan saluran perncernaan (GI) dan luka terbuka pada
kulit. Tetapi paling banyak melalui inhalasi droplet yang berasal dari orang yang terinfeksi
bakteri tersebut (Sylvia A. Price dalam NANDA 2015).
B.

Penyebab
Penyebab tuberkulosis adalah Mycobacterium tuberculosis. Ada dua macam mikobakteria
tuberculosis yaitu Tipe Human dan Tipe Bovin. Basil tipe bovin berada dalam susu sapi yang
menderita mastitis tuberkulosis usus. Basil tipe human bisa berada di bercak ludah (droplet)
dan di udara yang berasal daripenderita TBC, dan orang yang terkena rentan terinfeksi bila
menghirupnya.

C.

Jenis-jenis TB
1) TB dengan konfirmasi bakteriologis
TB dengan konfirmasi Bakteriologis terdiri dari hasil positif baik dengan pemeriksaan
BTA, biakan, maupun tes cepat.
2) Tuberkulosis Meningitis
Merupakan salah satu bentuk TB pada Sistem Saraf Pusat yang sering ditemukan pada
anak, dan merupakan TB dengan gejala klinis berat yang dapat mengancam nyawa, atau
meninggalkan gejala sisa pada anak.

Anak biasanya datang dengan keluhan awal demam lama, sakit kepala, diikuti kejang
berulang dan kesadaran menurun.
3) TB Milier
Tuberkulosis milier termasuk salah satu bentuk TB dengan gejala klinis berat dan
merupakan 3-7% dari seluruh kasus. TB milier terjadi oleh karena adanya penyebaran
secara hematogen dan diseminata, bisa ke seluruh organ, tetapi gambaran milier hanya
dapat dilihat secara kasat mata pada foto torak. Terjadinya TB milier dipengaruhi oleh 3
faktor, yaitu: M. Tuberculosi, status imunologis pasien, faktor lingkungan.
Gejala dan tanda awal TB milier sama dengan TB lainnya, dapat disertai sesak nafas,
ronki, dan mengi.
4) Tuberkulosis Tulang/Sendi
Merupakan suatu bentuk infeksi TB ekstrapulmonal yang mengenai tulang atau sendi.
Gejala dan tanda spesifikberupa bengkak, kaku, kemerahan, dan nyeri pada pergerakan
dan sering ditemukan setelah trauma.
5) Tuberkulosis Kelenjar
Infeksi TB pada kelenjar limfe superfisial, yang disebut dengan skrofula, merupakan
bentuk TB ekstrapulmonal pada anak yang paling seringterjadi, dan terbanyak pada
kelenjar limfe leher.
Klenjar limfe biasanya membesar perlahan-lahan pada stadium awal penyakit.
Pembesaran kelenjar limfe bersifat kenyal, tidak keras, discrete, dan tidak nyeri.
6) Tuberkulosis Pleura
Efusi pleura adalah penumpukan abnormal cairan dalam rongga pleura. Efusi pleura TB
bisa ditemukan dalam 2 bentuk yaitu cairan serosa bentuk ini yang paling banyak
dijumpai dan empiema TB yang merupakan efusi pleura TB primert yang gagal
mengalami resolusi dan berlanjut ke proses supuratif kronik. Gejala dan tanda awal
meliputi demsm akut yang disertai batuk non produktif, nyeri dada. Pasien juga dalam
keadaan sesak nafas yang berat.
7) Tuberkulosis Kulit
Skrofuloderma merupakan manifestasi Tbkulit yang paling khas dan paling sering
dijumpai pada anak. Skrofuloderma terjadi akibat penjalaran perkonttinuitatum dan
kelenjar limfe yang terkwna TB. Skrofuloderma biasanya ditemukan di leher dan wajah,
dan ditempat yang mempunyai kelompok kelewnjar limfe, misal didaerah parotis dan di
tempat submandibula, supraklavikula dan daerah lateral leher . selain itu skrofuloderma
dapat timbul di ekstremitas atau trunkus tubuh yang disebabkan oleh TB dan tulang sendi.
8) Tuberkulosis Abdomen

TB abdomen mencangkup lesi granulomatosa yang bisa ditemukan di peritoneum , usus


momentum, mesenterium dan hepar. M. Tuberculosis sampai ke organ tersebut secara
hematogen ataupun penjalaran langsung. Peritonitis TB jarang dijumpai yaitu sekitar 15% dari kasus TB anak. Umumnya terjadi pada orang dewasa dengan perbandingan
perempuan lebih sering dari laki-laki 2:1.
9) Tuberkulosis Mata
Pada umumnya mengenai konjungtiva dan kornea sehingga sering disebut dengan
keratokonjungtivitis fliktenilaris. Penyakit ini ditandai dengan terentknya satu atau lebih
nodul inflamsi yang disebut flikten pada daerah limbus disertai hiperemis
disekitarnya.umumnya ditemukan pada anak 3-15 tahun dengan faktor risiko kemiskinan,
kep[adtan penduduk, sanitasi buruk, dan malnutrisi.
10) Tuberkulosis Ginjal
TB ginjal merupakan hasil penyebaran hematogen. Tuberkulosis ginjal seringkali secara
klinis tenang pada fase awal, hnaya ditandai dengan pluira yang steril dan hematuria
mikroskopis.disuria, nyeri pinggang atau nyeri abdomen, hematuria makroskopis dapat
terjadi sesuai dengan berkembangnya penyakit.
11) Tuberkulosis Jantung
Tuberkulosis yang kebih umum terjadi pada jantung adalah perikarditis TB tetapi hanya
0,5-4% dari TB anak. Perikarditis TB biasa terjadi akibat invasi kuman secara langsung
atau drainase limfatik dari kelenjar subkarinal. Gejalanya tidak khas yaitu demam sub
febris, lesu dan BB turun. Nyeri dada jarang timbul pada anak . dapat ditemukan friction
rub dan suara jantung melemah dengan pulpus paradoksus.

D. Tanda dan Gejala


Tanda dan gejala penyakit TB Paru tidak khas, apalagi pada anak anak. Akan tetapi apabila
ditemukan gejala-gejala beriut ini pada seseorang, yang bersangkutan bisa diduga menderita
TB Paru.
1. Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas dan tidak

2.
3.
4.
5.
6.

naik dalam waktu 1 bulan meskipun sudah dengan penanganan gizi yang baik.
Nafsu makan tidak ada (Anorexia) dengan gagal tumbuh dan berat badan tidak
naik dan adequat.
Demam lama atau berulang-ulang tanpa sebab yang jelas dan disertai keringat
malam, malaise.
Pembesaran kelenjar limfe superfisialis yang tidak sakit, biasanya multiple paling
sering didaerah leher, ketiak dan lipatan paha.
Gejala-gejala dan saluran napas, misalnya batuk lama lebih dari 30 hari, tanda
cairan didada dan nyeri dada, sesak napas.
Gejala-gejala dari saluran cerna, misalnya diare berulang-ulang yang tidak
sembuh dengan pengobatan diare, benjolan diperut dan tanda-tanda cairan diperut.

Apabila terjadi gejala-gejala tersebut, periksa secepat mungkin ke Puskesmas atau ke dokter
untuk memastikan apakah benar terserang penyakit TBC.
E. Sistem Skoring Penegakan Diagnosa TBC
Parameter

0
Tidak jelas

1
-

Negative

Kontak dengan
Pasien TB

2
Laporan
keluarga, kontak
dengan pasien
BTA negative
atau tidak tahu,
atau BTA tidak
jelas.
-

Uji Tuberkulin
BB/keadaan
gizi (dengan
KMS atau
tabel)
Demam tanpa
sebab jelas
Batuk
Pembesaran
kelenjar limfe
koli, aksila,
inguinal
Pembengkakan
tulang/sendi
panggul, lutut,

Gizi kurang:
BB/TB < 90%
atau BB/U <
80%
2 minggu
3 minggu
Jml 1, tidak

Gizi buruk:
BB/TB < 70%
atau BB/U <
60%
-

3
Kontak dengan
pasien BTA
positif.

Positif ( 10
mm, atau 5
mm, keadaan
imunosupresi)
-

nyeri
-

Ada
pembengkakan

Skor

falang
Foto dada

Normal/ tidak
jelas

Sugestif TB

Jumlah Skor

F.

Cara Penularan TBC


Sumber penularan adalah dahak penderita TBC yang mengandung kuman TBC. TBC
menular melalui udara bila penderita batuk, bersin dan berbicara dan percikan dahaknya
yang mengandung kuman TBC melayang-layang di udara dan terhirup oleh oranglain.
Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri
Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anakanak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering
masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama
pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh
darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir
seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar
getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu
paru-paru.

G.

Komplikasi TB
1) Kerusakan tulang dan sendi
Nyeri tulang punggung dan kerusakan sendi bisa terjadi ketika infeksi kuman TB
menyebar dari paru-paru ke jaringan tulang. Dalam banyak kasus, tulang iga juga bisa
terinfeksi dan memicu nyeri di bagian tersebut.
2) Kerusakan otak
Kuman TB yang menyebar hingga ke otak bisa menyebabkan meningitis atau peradangan
pada selaput otak. Radang tersebut memicu pembengkakan pada membran yang
menyelimuti otak dan seringkali berakibat fatal atau mematikan.
3) Kerusakan hati dan ginjal
Hati dan ginjal membantu menyaring pengotor yang ada adi aliran darah. Fungsi ini akan
mengalami kegagalan apabila kedua organ tersebut terinfeksi oleh kuman TB.

4) Kerusakan jantung
Jaringan di sekitar jantung juga bisa terinfeksi oleh kuman TB. Akibatnya bisa terjadi
cardiac tamponade, atau peradangan dan penumpukan cairan yang membuat jantung jadi
tidak efektif dalam memompa darah dan akibatnya bisa sangat fatal.
5) Gangguan mata
Ciri-ciri mata yang sudah terinfeksi TB adalah berwarna kemerahan, mengalami iritasi
dan membengkak di retina atau bagian lain.
6) Resistensi kuman
Pengobatan dalam jangka panjang seringkali membuat pasien tidak disiplin, bahkan ada
yang putus obat karena merasa bosan. Pengobatan yang tidak tuntas atau tidak disiplin
membuat kuman menjadi resisten atau kebal, sehingga harus diganti dengan obat lain
yang lebih kuat dengan efek samping yang tentunya lebih berat.
H.

Yang Harus Dilakukan Penderita TB


Untuk menghindari penularan, seorang penderita TB Paru hendaknya:
1) Menutup mulut pada saat bersin atau batuk.
2) Tidur terpisah dari keluarga.
3) Mengusahakan matahari masuk ke ruang tidur serta menjemur alat-alat tidur sesering
mungkin pada pagi hari, karena kuman TB mati oleh matahari.
4) Tidak meludah sembarang tempat, melainkan di tempolong yang sudah diisi sabun,
karbol, atau lisol, karena kuman TB mati oleh zat-zat tersebut.

I. Pencegahan Penyakit TBC


Penyakit TB Paru dapat dicegah dengan:
1. Imunisasi BCG yang diberikan pada bayi.
Seorang bayi yang telah di imunisasi BCG tidak menjamin akan terhindar dari TB,
melainkan masih ada kemungkinan untuk tertular.
2. Meningkatkan daya tahan tubuh, antara lain dengan makan makanan bergizi.
3. Mendiagnosis dan mengobati TB pada orang dewasa.
Pada anak-anak sangat rentan tertular TB dari orang dewasa. Oleh sebab itu, wajib
memeriksakan semua dahak pada orang dewasa yang mengalami batuk-batuk selama
lebih dari 1 bulan. Kita harus mengobati semua pasien dewasa yang mengalami TB,
sehingga mereka tidak mengeluarkan bakteri yang masih hidup.
J. Pengobatan bagi Penderita TBC

TBC dapat disembuhkan dengan berobat secara tekun dan teratur selama 6 bulan atau 12
bulan. Obat-obatan yang diberikan dipergunakan sesuai dengan petunjuk puskesmas/dokter.
K. Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Minum Obat
1.

Sebaiknya satu papan obat (gliser) ditelan sekaligus makan pagi atau
malam sebelum tidur.

2.

Jika sulit obat ditelan satu persatu, akan tetapi harus habis dalam waktu
2 jam

3.

Jangan berhenti minum obat sebelum selesai dari waktu yang ditentukan
meskipun keluhan dan gejalanya sudah tidak ada lagi.

4.

Hubungi petugas kesehatan bila timbul gejala-gejala: mata menjadi


kuning, nyeri perut, mual-muntah, pusing, hilang nafsu makan, perubahan pada
penglihatan, gatal-gatal dan nyeri otot.

5.

Jangan khawatir bila air seni berwarna kemerahan, hal ini merupakan
pengaruh dari obat anti TB Paru.

L.

Akibat Penderita Tidak Berobat


Kuman-kuman pada tubu akan kebal terhadap obat, sehingga menuyulitkan pengobatan.

M.

Perawatan Penderita TBC di Rumah


1. Menganjurkan kepada anggota keluarga untuk mengawasi penderita makan obat sesuai
dengan anjuran.
2. Memberikan waktu istirahat yang cukup bagi penderita minimal 6-8 jam/ hari.
3. Melakukan pemeriksaan secara rutin ke tempat pelayanan kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA
Mansjoer, A. 2000. Kapita selekta kedokteran Edisi II. Jakarta : Media Aesculapius
FKUI.
Guyton & Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Jakarta : EGC.
Elizabeth J.Corwin, 2009. Buku Saku Patofisiologi Edisi III.Jakarta : EGC.
PKRS RSUD Dr. Saiful Anwar tentang TB Paru.
Nurarif, Amin H. & Kusuma, Hardhi. 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan
Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Jogjakarta: Mediaction.
Kementrian Kesehatan RI. 2013. Petunjuk teknis Manajemen TB Anak. Jakarta:
Kementrian Kesehatan RI.