Anda di halaman 1dari 3

Bab I Pendahuluan

I.1 Latar Belakang


Vitamin C adalah antioksidan yang larut dalam air yang ditemukan
dalam berbagai buahbuahan dan sayuran. Vitamin C diperlukan
untuk produksi kolagen dalam jaringan ikat, gigi dan tulang. Vitamin
C merupakan antioksidan kuat yang dapat membantu proses dalam
pengobatan kanker, penyakit jantung dan mengurangi stress
(Tahirovic dkk, 2012).
Sebagian besar tumbuhan dan hewan memiliki kemampuan untuk
mensintesis vitamin C. Satusatunya mamalia yang tidak dapat
mensintesis vitamin C adalah primata, termasuk manusia. Oleh
karena itu manusia tergantung pada sumbersumber eksogen vitamin
yang meliputi buah-buahan, sayursayuran serta makanan suplemen
dan sediaan farmasi yang biasanya berupa sediaan tablet (Wardani,
2012). Dewasa ini penggunaan obatobatan dan sumber alami
lainnya yang mengandung vitamin C semakin meningkat sehingga
diperlukan prosedur penentuan yang akurat dan spesifik untuk
menjamin kualitas mutu dari produk (Okiei, 2009).
Banyak metode analisis yang telah digunakan dalam literatur untuk
penentuan vitamin C dalam matriks yang berbeda. Contohnya yaitu
metode titrasi iodometri dan asam basa pada sampel sediaan farmasi
(Sudarmadji, 1989), titrasi dengan 2,6 Dikloroindofenol pada sampel
makanan (Sudarmadji, 1989), dan spektrofotometri UV-Vis dengan
menggunakan pereaksi warna hijau leuko malakit pada sediaan tablet
dan buah-buahan (Tiwari, 2010). Selain itu, vitamin C dapat

2
dianalisis menggunakan pereaksi warna dinitrofenilhidrazin untuk
sampel buah-buahan (Kapur dkk, 2012), dan menggunakan pereaksi
warna biru metilen pada sampel tumbuhan (Tahirovic dkk, 2012),
kromatografi cair kinerja tinggi pada sampel minuman kesehatan
(Kumar, 2011), kromatografi cair kinerja tinggi pada sampel buahbuahan dan jus (Scherer, 2012). Berdasarkan metode-metode
tersebut, oleh karena itu diperlukan penelitian mengenai penetapan
kadar vitamin C dengan pereaksi warna lainnya. Pada penelitian ini
akan dilakukan penentuan kadar vitamin C dengan penambahan
pereaksi warna Fe3+ berlebih, Fe3+ akan mengoksidasi vitamin C dan
sisa Fe3+ akan direaksikan dengan SCN- akan membentuk warna
merah jingga.
I.2 Perumusan Masalah
Penentuan vitamin C pada sediaan tablet dengan metode
spektrofotometri UV-Vis dengan penambahan pereaksi warna telah
banyak dilakukan. Sehingga pada penelitian ini akan dikembangkan
penentuan

vitamin C

pada

sediaan

tablet

dengan

metode

spektrofotometri UV-Vis dengan penambahan pereaksi Fe 3+ dan


SCN- .
I.3 Batasan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada penggunaan pereaksi Fe 3+ dan SCN-,
analisis yang dilakukan hanya pada sediaan tablet berwarna putih
disertai dengan pencarian kondisi reaksi yang optimal pada saat
penetapan.
I.4 Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan metode
analisis vitamin C pada sediaan tablet.

3
I.5 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan alternatif
metode pada penetapan vitamin C dalam sediaan tablet.