Anda di halaman 1dari 17

Imperata cylindrica (alang-alang)

Alang-alang atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap
menjadi gulma di lahan pertanian. Rumput ini juga dikenal dengan namanama daerah seperti alalang, halalang.
Alang-alang dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang
tersebar cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yang lekas
menembus tanah yang gembur. Berlawanan dengan anggapan umum, alangalang tidak suka tumbuh di tanah yang miskin, gersang atau berbatu-batu.
Rumput ini senang dengan tanah-tanah yang cukup subur, banyak disinari
matahari sampai agak teduh, dengan kondisi lembap atau kering. Di tanahtanah yang becek atau terendam, atau yang senantiasa ternaungi, alangalang pun tak mau tumbuh. Gulma ini dengan segera menguasai lahan
bekas hutan yang rusak dan terbuka, bekas ladang, sawah yang mengering,
tepi jalan dan lain-lain.

Teki :Cyperus rotundus

Cyperus rotundus L.
I. Sistematika
Kingdom
Divisio
Subdivisio
Kelas
Ordo
Family
Genus
Spesies

Bahan
: Plantae
: Spermatophyta
: Angiospermae
: Dicotyledoneae
: Cyperales
: Cyperaceae
: Commelina
: Cyperus rotundus L.
Rumput teki

( nama latin )
(nama daerah)

II. Morfologi Tumbuhan


a.
Akar
Akar Rumput teki(Cyperus rotundus L.) merupakan sistem perakaran serabut, akar rumput
teki memiliki banyak percabangan dan akar rumput teki memiliki banyak anak cabang akar,
akar rumput teki memiliki rambut-rambut halus. Akar rumput teki tumbuh memanjang dan
menyebar di dalam tanah.
b.
Batang
Batang Rumput teki(Cyperus rotundus L.) tumbuh tegak, berbentuk segitiga, berongga kecil
dan agak lunak, tingginya 10-30 cm dan penampangnya 1-2 mm. membentuk umbi di
pangkal batang, membentuk rimpang panang yang dapat membentuk tunas baru, daundaun terdapat di pangkal batang.
c.
Daun
Daun Rumput teki(Cyperus rotundus L.) berbangun daun garis, licin, tidak berambut, warna
permukaan atas hijau tua sedangkan permukaan bawah hijau muda, mempunyai parit yang
membujur di bagian tengah, ujungnya agak runcing, lebih pendek dari batang yang
membawa bunga, lebarnya 2-6 mm.
d.
Bunga
Bunga Rumput teki(Cyperus rotundus L.) memiliki bulir longgar terbentuk di ujung batang,
braktea dua sampai empat, tidak rontok, panjangnya lebih kurangnsama atau melebihi
panjang perbungaan, bercabang utama tiga sampai Sembilan yang menyebar, satu bulir
berbunga sepuluh sampai empat puluh.
e.
Buah

Buah Rumput teki(Cyperus rotundus L.) berbentuk bulat telur berisi tiga, panjangnya kurang
lebih 1,5 mm, buah rumput teki memiliki warna coklat kehitam-hitaman. Buah rumput teki
tersusun berselang-seling sedikit bertumpang-tindih dan merapat ke sumbu, buah rumput
teki berbentuk bulat telur dan lepes.
f.
Biji
Biji Rumput teki(Cyperus rotundus L.) terdiri dari sepuluh sampai empat puluh buliran yang
tersusun berselang-seling sedikit bertumpang-tindih dan merapat ke sumbu, biji berbentuk
bulat telur dan lepes, panjangnya kurang lebih 3 mm, berwarna coklat kemerah-merahan,
benang sari dan putik tersembul keluar.

ISISTEMATIKA BAHAN
Kingdom
:
Plantae
Division
:
Magnoliophyta Angiospermae
Class
:
Magnoliopsida Dicotyledonae
Order
:
Lamiales
Family
:
Verbenaceae
Genus
:
Stachytarpheta
Species
:
Stachytarpheta indica
Synonym
:
S. marginata, Vahl, S. pilosiuscula, S. Villosa Turcz., S.urticifolia Dalz. et
Gibs., Valerianoides jamaicensis, Abena jamaicensis, Cymburus urticifolius, Verbena
indica, Linn.,
MORFOLOGI TUMBUHAN
1. Akar
Stachytarpheta jamaicensis merupakan tumbuhan dikotil, maka memiliki sistem perakaran
akar tunggang. Seperti akar pada umumnya, akar tumbuhan ini berwarna putih sampai
kekuningan.
2. Batang
Batang tumbuh tegak,tingginya 0,3-0,9 m.Berkayu, berbentuk bulat dan berwarna hijau
keputih-putihan. Tipe pertumbuhan dan perkembangan batang simpodial (memiliki
beberapa sumbu) sehingga batang utamanya tidak dapat dibedakan. Arsitektur
percabangannya ialah model Leeuwenberg dimana setiap caulomer menghasilkan lebih dari
satu caulomer baru pada bagian proksimalnya. Caulomer-caulomer baru ini tumbuh
menempati ruang yang tersedia, sehingga membentuk struktur artikulasi tiga dimensi dan
perbungaan letaknya selalu terminal.
3.
Daun
Daun pada Stachytarpheta indica berwarna hijau cerah ,tidak jelas berlekuk-lekuk,tulang
daun sisi dari orde kedua dari sisi bawah ridak menonjol.Tepi bawah dari gigi daun yang
paling tidak dua kali panjang tepi atas.Daun berhadap-hadapan,bertangkai sangat
panjang,berbentuk ellips memanjang atau bulat telur,dengan kaki yang menyempit demi
sedikit,diatas bagian kaki yang bertepi rata bergigi beringgit,berambut jarang atau tidak
yang ukurannya 4-9 dan 2,5-5 cm.Bulir bertangkai pendek ,panjang 15-30 cm.Daun
pelindung dengan kuat menempel kelopak,bertepi lebar serupa selaput.
4. Bunga
Stachytarpheta indica mahkota bunga berwarna ungu,panjang kelopak kira-kira 0,5
cm.Tabung mahkota Stachytarpheta indica melekuk dari sumbu bulir,panjangnya kira-kira 1

cm,tepiannya bergigi 5,terbuka datar.Benang sari 2,tanpa staminodia.Tonjola dasar bunga


Stachytarpheta indica berbentuk bantal.
5.
buah
Buah Stachytarpheta indica berbentuk garis baji,panjangnya kira-kira 0,5 cm,pecah dalam
dua kendaga
Dactyloctenium aegyptium (L.) Richt
Sistematika Bahan
Kingdom
: Plantae
Divisio
: Spermatophyta
Subdivisio
: Angiospermae
Kelas
: Dicotyledoneae
Ordo
: Poales
Family
: Poaceae
Genus
: Dactyloctenium
Spesies
: Dactyloctenium aegyptium (L.) Richt.
Tapak jalak

( nama latin )
(nama daerah)

Morfologi Tumbuhan
a.
Akar
Akar tapak jalak (Dactyloctenium aegyptium (L.) Richt.) merupakan sistem perakaran
serabut. Akar tapak jalak memiliki banyak percabangan dan akar tapak jalak memiliki
banyak anak cabang akar, akar tapak jalak memiliki rambut-rambut halus. Akar tapak jalak
tumbuh memanjang dan menyebar di dalam tanah.
b.
Batang
Batang tapak jalak (Dactyloctenium aegyptium (L.) Richt.) tidak berongga dan tidak berbulu,
bentuknya bulat sedikit tertekan, tumbuh menjalar dengan ujung tumbuh tegak atau miring,
pada buku-bukunya tumbuh akar serabut dan terbentuk tunas-tunas baru, batangnya yang
tegak membentuk bunga tingginya 7-60 cm, buku-bukunya tidak berbulu.
c.
Daun
Daun tapak jalak (Dactyloctenium aegyptium (L.) Richt.) berbangun daun garis, tidak
menyempit di bagian pangkal, ujungnya runcing, tepi daun bagian pangkal ditumbuhi bulu
berwarna bening, permukaann daun datar atau agak bergelombang berbulu panjang tapi
jarang, berukuran panjang 2-28 cm dan lebarnya 3-10 mm.
d.
Bunga
Bunga tapak jalak (Dactyloctenium aegyptium (L.) Richt.) sumbunya tak berbulu berwarna
hijau terlihat kontras dengan warna sekam buliran yang coklat kemerah-merahan, tidak
berbulu, berbentuk agak tajam pada bagian punggung. Benang sari berwarna kuning atau
keputih-putihan. Putik berwarna putih dan berbentuk sempit.
e.
Buah
Buah tapak jalak (Dactyloctenium aegyptium (L.) Richt.) berbentuk perahu yang tertekan
dan meruncing. Buah tapak jalak berbulu seperti janggut pendek, ukuran panangnya
hamper sama dengan lebarnya yaitu 3-5 mm. buah tapak jalak berwarna coklat kemerahmerahan yang kontras berasal dari warna G2.
f.
Biji
Biji tapak jalak (Dactyloctenium aegyptium (L.) Richt.) yang umumnya berjumlah tiga
sampai enam kadang-kadang sampai tujuh tumbuh di ujung tangkai bunga membentuk jari
(digitarius). Biji tapak jalak panjangnya mencapai 4,5 cm dengan lebar 5-8 mm. Biji tapak
jalak memilik sumbu tak berbulu.

Ageratum conyzoides L.

I. Sistematika
Kingdom
Divisio
Subdivisio
Kelas
Ordo
Family
Genus
Spesies

Bahan
: Plantae
: Spermatophyta
: Angiospermae
: Dicotyledoneae
: Asterales
: Asteraceae
: Ageratum
: Ageratum conyzoides L.
Babandotan

( nama latin )
(nama daerah)

II. Morfologi Tumbuhan


a.
Akar
Akar Babandotan(Ageratum conyzoides L.) merupakan sistem perakaran tunggang. Akar
babandotan memiliki panyak percabangan. Akar babandotan memliki warna coklat keputihputihan. Akar babandotan tidak lagi memiliki rambut-rambut halus seperti pada batangnya.
Akar babandotan keluar dari pangkal batang yang tegak dan kadang terbaring.
b.
Batang
Batang Babandotan(Ageratum conyzoides L.) tumbuh tegak, buku-bukunya dan permukaan
bagian batang yang lebih muda ditumbuhi rambut halus (sebagian rambutnya getas),
tingginya berkisar dari 25-50 cm. batang babandotan membentuk cabang, pada batang
daun tumbuh berhadapan, pada ketiak daun tumbuh tunas yang membentuk cabang.
c.
Daun
Daun Babandotan(Ageratum conyzoides L.) berbangun daun bulat telur, segitiga-bulat telur
atau belah ketupat telur, bagian pangkal helai daun berbentuk bundar atau sedikit

meruncing, sedangkan ujung helai daun berbentuk runcing atau agak tumpul, ukuran helai
daun panjangnya 2-10 cm dan lebarnya 0,5-5 cm, berambut halus, tepi daun bergigi atau
berombak.
d.
Bunga
Bunga Babandotan(Ageratum conyzoides L.) merupakan kelompok kepala bunga. Dalam
satu kelompok terdiri dari tiga atau empat kepala bunga. Masing-masing kepala bunga
tumbuh pada tangkai sendiri. Terdidi dari 60-75 bunga yang tersusun dalam daun pembalut,
bentuknya menyerupai mangkok, mahkota lima berwarna putih atau lembayung.
e.
Buah
Buah Babandotan(Ageratum conyzoides L.) termasuk ke dalam buah keras. Buah
babandotan berbentuk persegi lima yang runcing. Buah babandotan memiliki rambut sisik
berwarna putih dan bentuknya kecil. Buah babandotan memiliki warna hitam/berwarna
hitam. Buah babandotan panjangnya sekitar 2-3,5 mm.
f.
Biji
Biji Babandotan(Ageratum conyzoides L.) berukuran kecil, biji babandotan memiliki lima
papus atau merupakan bulu pada puncaknya. Biji babandotan juga tidak memiliki bulu pada
permukaan bijinya. Biji babandotan berbentuk bulat kecil agak lonjong Biji babandotan
memiliki warna kehitam-hitaman.

Kyllinga monocephala R.
Sistematika Bahan
Kingdom
Divisio
Subdivisio
Kelas
Ordo
Family
Genus
Spesies

: Plantae
: Spermatophyta
: Angiospermae
: Monocotyledoneae
: Cyperales
: Cyperaceae
: Kyllinga
: Kyllinga monocephala R.
Teki Udel-udelan (nama daerah)

Morfologi Tumbuhan
a. Akar
Akar Teki udel-udelan ( Kyllinga monocephala R. ) merupakan rimpang pendek yang
beruas-ruas teratur. Akar udel-udelan memiliki percabangan yang merayap. Rimpang
yang dimiliki udel-udelan ini berwarna merah.
b. Batang
Batang Teki udel-udelan (Kyllinga monocephala R. ) memiliki bentuk persegitiga yang
tajam dengan tinggi batang 0,1-0,5 m. Warna pada batang udel-udelan kerap kali
berwarna hijau dan biasanya batang udel-udelan tidak melakukan percabangan.
c. Daun
Daun Teki udel-udelan (Kyllinga monocephala R. ) memiliki panjang 2-4 cm dengan bentuk
garis sempit. Lebar daun udel-udelan ini 2-4 mm, dan juga terdapat daun pembalut
yang menutupi pelepah dan bongkol semu yang berbentuk kerucut.
d. Bunga
Bunga Teki udel-udelan (Kyllinga monocephala R. ) berbentuk bulat yang berwarna putih.
Bunga udel-udelan ini biasanya duduk di ujung pucuk pangkal dan terdapat banyak bulir.
e. Bulir
Bulir Teki udel-udelan (Kyllinga monocephala R. ) berbentuk bulat telur dengan
panjang 3-3,5 mm dan berwarna coklat muda serta berjerawat halus. Buahnya ini terletak
di tengah-tengah daun dan bunga.

Asystasia intrusa Bl.

Sistematika Bahan
Kingdom
Divisio
Subdivisio
Kelas
Ordo
Family
Genus
Spesies

: Plantae
: Spermatophyta
: Angiospermae
: Dicotyledonae
: Acanthales
: Acanthaceae
: Asystasia
: Asystasia intrusa Bl. (nama latin)
Rumput ganda rusa (nama daerah)

Morfologi Tumbuhan
a. Akar
Akar rumput ganda rusa (Asystasia intrusa Bl.) termasuk sistem perakaran serabut.
b. Batang
Batang rumput ganda rusa (Asystasia intrusa Bl.) tumbuh tegak ataupun serong,
tinggi 0,5-1,3 cm, membentuk cabang, batang segi empat dan terkadang menjalar.
c. Daun
Daun rumput ganda rusa (Asystasia intrusa Bl.) tepi daun bergelombang dengan
ujung daun runcing, pertulangan daun menyirip, daun berbentuk bulat telur dan tangkai
daun 1-3 cm.
d. Bunga
Bunga rumput ganda rusa (Asystasia intrusa Bl.) sumbu tangkai karangan bunga
segi empat, tersusun dalam tandan yang cukup rapat seperti bulir, mahkota bunga kuning
muda, tangkai bunga pendek.
e. Buah
Buah rumput ganda rusa (Asystasia intrusa Bl.) buah kotak berambut cukup tebal
dan bentuknya memanjang.
f. Biji
Biji rumput ganda rusa (Asystasia intrusa Bl.) kecil, berwarna hitam, dan
kebanyakan 4.

Euphorbia hirta L.

Sistematika Bahan
Kingdom
: Plantae
Divisio
: Spermatophyta
Subdivisio
: Angiospermae
Kelas
: Dicotyledoneae
Ordo
: Euphorbiales
Family
: Euphorbiaceae
Genus
: Euphorbia
Spesies
: Euphorbia hirta L.
( nama latin )
Patikan kebo
(nama daerah)
Morfologi Tumbuhan
a.
Akar
Akar Patikan kebo (Euphorbia hirta L.) termasuk ke dalam sistem perakaran tunggang. Akar
Patikan kebo memiliki banyak cabang- cabang akar. Akar Patikan kebo memiliki banyak
rambut-rambut atau bulu-bulu halus. Akar Patikan kebo memiliki tudung akar atau kaliptera.
Akar Patikan kebo berwarna kecoklatan.
b.
Batang
Batang Patikan kebo (Euphorbia hirta L.) memiliki ruas-ruas. Batang patikan kebo berbentuk
bulat silinde. Batang patikan kebo memiliki warna merah sedikit keunug-unguan. Batang
patikan memiliki bulu-bulu halus diseluruh permukaannya. Pangkal batang patikan kebo
tumbuh ke atas. Percabangan batang selalu mengarah keluar.
c.
Daun
Daun Patikan kebo (Euphorbia hirta L.) memiliki ukuran kecil. Daun patikan kebo menempel
di buku-buku batangnya. Daun patikan kebo termasuk kedalam golongan daun tunggal

dengan duduk daun saling berseberangan satu daun dengan daun lainnya. Panjang daun
berkisar antara 0.5-5 cm. Warna daunya hijau bercak ungu
d.
Bunga
Bunga Patikan kebo (Euphorbia hirta L.) sebagai mana daunnya juga muncul di ketiak daun.
Bunga patikan kebo memiliki ukuran yang kecil dan memiliki jumlah yang banyak. Bunga
patikan kebo tergolong kedalam bunga majemuk. jika diperhatikan secara cermat tampak
bahwa bunga betina di kelilingi oleh beberapa bunga jantan. Warna bunganya hijau keungu
unguan.
e.
Buah
Buah Patikan kebo (Euphorbia hirta L.) memiliki bentuk seperti kapsul. Buah patikan kebo
memiliki 3 tonjololan bulat. Buah patikan kebo ditumbuhi rambut-rambut halus atau bulubulu halus. Buah patikan kebo tumbuh bersama dengan bunganya yang muncul di ketiak
daun sama seperti daunnya.
f.
Biji
Biji Patikan (Euphorbia hirta L.) memiliki warna. kecoklat-coklatan. Biji patikan kebo
berbentuk bulat. Biji patikan kebo tidak memiliki rambut-rambut atau bulu-bulu halus
diseluruh permukaan bijinya. Biji patikan kebo digunakan sebagai alat perkembang biakan
tanaman itu sendiri. Biji patikan kebo berwarna merah kecoklatan.

I. Sistematika
Kingdom
Divisio
Subdivisio
Kelas
Ordo
Family
Genus
Spesies

Bahan
: Plantae
: Spermatophyta
: Angiospermae
: Dicotyledoneae
: Violales
: Passifloraceae
: Passiflora
:Borreria latifolia (Aubl.) K.Schum.

( nama latin )

II. Morfologi Tumbuhan


a.
Akar
Akar Borreria latifolia (Aubl.) K.Schum. termasuk ke dalam sistem perakaran
tunggang,memiliki banyak cabang- cabang akar. Akar rumput Borreria latifolia (Aubl.)
K.Schum. memiliki banyak bulu-bulu halus. Akar Borreria latifolia (Aubl.) K.Schum. memilik
tudung akar atau kaliptera. Akar Borreria latifolia (Aubl.) K.Schum. berwarna kecoklatan.
b.
Batang
Batang Borreria latifolia (Aubl.) K.Schum. tumbuh tegak tingginya 15-20 cm biasanya kurang
lebih 25 cm, membentuk cabang dari bagian pangkal batang, warnanya ungu, bentuk
penampangnya segi empat, sisi-sisinya berambut halus, pada buku-bukunya tumbuh dua
helai daun yang berhadapan.
c.
Daun
Daun Borreria latifolia (Aubl.) K.Schum. berbangun daun bulat panjang lanset, bagian
pangkal melebar dan ujungnya runcing, ukuran panjangnya 2,5-5,5 cm dan lebarnya 0,75-2
cm, tepi daun terasa kasar bila diraba karena adanya bulu-bulu halus yang keras,
permukaan atas berwarna hijau gelap keungu-unguan dengan urat daun yang nyata.
d.
Bunga
Bunga Borreria latifolia (Aubl.) K.Schum. mempunyai dua kelopak berambut halus, mahkota
berbentuk seperti lonceng dengan 4 daun tajuk, panjangnya 3-3,75 mm, berwarna putih.
Kepala bunga kecil, terdapat di ketiak daun dan di ujung batang, ukuran penampangnya
kurang lebih 12 mm.
e.
Buah
Buah Borreria latifolia (Aubl.) K.Schum. mempunyai bentuk lonjong, buah terbelah
membujur atau longitudinal atas dua belahann, buah Borreria latifolia (Aubl.) K.Schum.
berambut di bagian atas, sekat atau septum yang persisten jelas terlihat, ukurannya kurang
lebih 1 mm.

Kirinyuh (Chromolaena odorata)

Chromolaena odorata merupakan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat luka tanpa
menimbulkan bengkak, tumbuhan ini berfungsi juga sebagai bahan insektisida nabati untuk
mengendalikan beberapa jenis hama sayuran. Biller et al. (1994), melaporkan tumbuhan
rumput ini juga dapat digunakan sebagai pakan ternak, namun harus melalui proses
pengolahan seperti pengeringan dan penumbukan.
Chromolaena odorata merupakan gulma bagi pertanian karena pertumbuhannya yang
cepat, sehingga menggu produksi tanaman pertanian dan dapat menutupi lahan pertanian.
Klasifikasi ilmiah dari rumput minjangan (Chromolaena odorata) :
Kingdom
: plantae
Diviso
: Magnoliohyta
Kelas
: Magnoliopsida
Sub-kelas
: Asterales
Familia
: Asteraceae
Genus
: Chromolaena
Spesies
: Chromolaena odorata (Wikipedia, 2011)
Chromolaena odorata dikenal pula dengan nama tekelan maupun kirinyuh. Chromolaena
odorata merupakan tumbuhan perdu berkayu tahunan. Gulma ini mempunyai cirri khas:
daun berbentuk segita, mempunyai tiga tulan daun yang nyata terlihat dan bila diremas
akan terasa bau yang khas, percabangan berhadapan, perbungaan majemuk yang dari jauh
terlihat berwarna putih. Penyebaran meliputi 50 1000 m diatas permukaan laut (Nasution,
1986).
2. Bentuk batang
Pada tumbuhan Chromolaena odorata memiliki struktur batang yaitu :
a)
Batang berbentuk bulat (teres)
b)
Arah tumbuh batang tegak lurus (erectus)
c)
Pada permukaan batang terdapat rambut (pilosus)

d)

Percabangan pada batang merupakan cara percabangan monopodial, dimana batang


pokok tampak lebih jelas karena lebih besar dan lebih panjang (lebih cepat
pertumbuhannya) dari pada cabang-cabangnya.
e)
Bentuk percabangan pada tumbuhan ini adalah tegak (fastigiatus), yaitu sudut antara
batang dan cabang amat kecil, sehingga arah tumbuh cabang hanya pada pangkalnya
sedikitserong keatas, tetapi selanjutnya hampir sejajar dengan batang pokoknya.
f)
Batang kurinyuh memiliki permukaan berbulu atau berambut
g)
Jenis tumbuhan ini merupakan tumbuhan tahunan.
3. Bentuk Daun
Pada tumbuhan Chromolaena odorata memiliki struktur daun tidak lengkap . Karna
hanya terdiri atas tangkai dan helaian saja. Adapun struktur-struktur daun adalah sebagai
berikut :
1. Tangkai daun
1. Tangkai daun kirinyuh (Chromolaena odorata) ini atau kirinyuh adalah setengah
lingkatan.
2. Helaian daun kirinyuh (Chromolaena odorata) memiliki bagian bawah yang
terlebar sehingga bentuk daun ini yaitu bangun segitiga.
3. Tulang daun
Bentuk tulang-tulang daun yaitu mencapai tepi daun dan bentuk susuna
tulangnya yaitu daun bertulang melengkung. Dimana satu tulang di tengah paling
besar dan yang lain mengikuti tepi daun (melengkung).
4.
Warna daun pada tumbuhan kirinyuh adalah hijau tua.

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Myrtales
Family: Melastomataceae
Genus: Clidemia
Species: Clidemia hirta (L.) D. Don
Deskripsi
Habitus : Perdu, yang tegak dan naik dengan tinggi 0,5-2 meter.
Batang : Berkayu, bulat, berbufu rapat atau bersisik, percabangan simpodial, coklat.
Daun : Tunggal.bulat telur, panjang 2-20 m, lebar 1-8 cm, berhadapan, ujung dan
pangkal runcing, tepi rata, berbulu, hijau.
Bunga : Majemuk, kelopak berlekatan, berbulu, bagian ujung pendek dari pangkal,
ujung meruncing, daun pelindung bersisik, ungu kemerahan, benang sari delapan
sampai dua belas, panjang 3 cm, merah muda, putik satu, kepala putik berbintik
hijau, bakal buah beruang empat sampai enam, mahkota lima, bulat telur, ungu dan
putih.
Buah : Buni, bulat telur, ungu.
Biji : Kecil, ungu.
Akar : Tunggang, coklat.
Distribusi/Penyebaran : Terdapat di seluruh Indonesia, terutama di pinggir-pinggir
hutan, semak belukar dan tepi jurang
Habitat : Tumbuh di dataran rendah hingga kurang lebih 1.500 m dpl..
Penggunaan

Pencuci luka bernanah

Menghentikan pendarahan pada luka sayat

Daun : Pencuci luka bernanah yang menahun. Caranya : Ambil beberapa


lembar daun, kemudian diremas-remas dan disap-usapkan sambil mandi atau dicuci
pada luka. Ulangi beberapa kali dalam seminggu. Daun ini juga dapat digunakan
untuk menghilangkan lendir ikan saat membersihkan atau penghilang rasa pahit
pada daun pepaya atau pepaya muda sebelum dimakan.

Mikania (Mikania micrantha)


Klasifikasi
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)


Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas
: Asteridae
Ordo
: Asterales
Famili
: Asteraceae
Genus
: Mikania
Spesies
: Mikania micranth
Mikania micrantha merupakan gulma tahunan yang tumbuh merambat dengan cepat.
Mikania termasuk dalam gulma penting pada kelapa sawit yang dapat tumbuh hingga
ketinggian 700 mdpl. Mikania umumnya tumbuh dominan pada areal kelapa sawit belum
menghasilkan (TBM) hingga dapat meimbelit/menutupi seluruh pelepah tajuk kelapa sawit.
Mikania juga menghasilkan senyawa alelopati berupa phenol dan flavon. Mudah berkembang
biak melalui potongan batang dan biji. Viabilitas biji mencapai lebih dari 60%, sedangkan
daya tumbuh stek dapat mencapai 95%.
Botani
Batang M. micrantha tumbuh menjalar berwarna hijau muda, bercabang dan ditumbuhi
rambut-rambut halus. Panjang batang dapat mencapai 3-6m. Pada tiap ruas terdapat dua
helai daun yang saling berhadapan, tunas baru dan bunga.
Helai daun berbentuk segitiga menyerupai hati dengan panjang daun 4-13cm dan lebar
daun 2-9cm. Permukaan daun menyerupai mangkok dengan tepi daun bergerigi.

Bunga tumbuh berwarna putih, berukuran kecil dengan panjang 4.5-6mm, dan tumbuh dari
ketiak daun atau pada ujung tunas. Biji dihasilkan dalam jumlah besar, berwarna coklat
kehitaman dengan panjang 2mm.