Anda di halaman 1dari 2

37

BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya maka dapat
ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.

Berdasarkan hasil analisis, ketercapaian produksi batu kapur berdasarkan


perencanaan tambang bulan April 2016 adalah sebagai berikut :
a.

Penggalian sesuai rencana (in of plan) adalah sebesar 74,97% atau


115.449 ton, kelebihan penggalian (overcut) adalah sebesar 41,09% atau
63.272 ton, dan penggalian yang belum selesai (unfinished) adalah
sebesar 25,94% atau 39.944 ton.

b.

Ketercapaian produksi aktual adalah sebesar 116,05% atau 178.722 ton


untuk batu kapur, 96,88% atau 14.531 BCM untuk tanah penutup, dan
85,45% atau 25.634 ton untuk tanah liat.

2.

Ketidaktercapaian produksi batu kapur berdasarkan perencanaan tambang


bulan April 2016 disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :
a.

Kurangnya pengawasan yang menyebabkan sering terjadi kelebihan


penggalian (overcut).

3.

b.

Kegiatan penggalian kurang disiplin.

c.

Belum adanya indikator dan evaluasi ketercapaian perencanaan tambang.

Ketidaktercapaian rencana penambangan bulan April 2016 berdampak pada


rencana penambangan bulan Mei hingga Desember 2016. Dampak tersebut
antara lain :
a.

Peningkatan stripping ratio secara keseluruhan menjadi lebih besar, yaitu


dari kondisi rencana sebesar 0,095 menjadi 0,116. Kondisi ini sebenarnya
belum menjadi masalah dan masih sangat ekonomis. Namun dalam
beberapa waktu ke depan ekspose terhadap tanah penutup akan lebih
banyak terjadi mengingat kondisi endapan penggalian mulai mengarah ke
pinggiran kuari, sehingga grafik peningkatan stripping ratio wajib
diperhatikan.

b.

Perubahan layout blok-blok kuari yang sebelumnya telah direncanakan.


Jika hal ini terus dibiarkan akan mengakibatkan kehilangan blok akibat

Universitas Sriwijaya

38
ketidaksesuaian penggalian dengan rencana penambangan, sehingga
endapan bahan galian batu kapur akan mengalami kekeliruan dalam
perencanaan.
4.

Upaya yang dapat dilakukan agar produksi batu kapur dalam perencanaan
tambang tahun 2016 dapat tercapai adalah sebagai berikut :
a.

Perencanaan dan penjadwalan ulang jam kerja alat gali muat.

b.

Meningkatkan pengawasan di lapangan.

c.

Penambangan harus disiplin.

d.

Penambahan indikator dan evaluasi ketercapaian perencanaan tambang.

5.2. Saran
Saran yang dapat diberikan Penulis setelah melakukan penelitian adalah
sebagai berikut :
1.

Diperlukan

pembenahan

dan

pengawasan

yang

lebih

baik

untuk

meminimalisir kehilangan waktu akibat hambatan yang terjadi selama


bekerja. Baik itu akibat alat, operator, maupun kondisi kerja. Karena hal ini
mempengaruhi waktu kerja efektif dari alat mekanis sehingga ketercapaian
rencana penambangan dan ketercapaian produksi akan terganggu.
2.

Penggunaan indikator dan evaluasi terhadap ketercapaian perencanaan


tambang.

3.

Diperlukan pengawasan yang lebih baik agar tidak terjadi kelebihan galian
(overcut), terutama penambahan dan pengecekan rutin patok-patok elevasi.

Universitas Sriwijaya