Anda di halaman 1dari 53
Fly (blood sucking & non blood sucking) Myasis, Ordo Siphonoptera, Ordo Pthiraptera, Ordo Hemiptera &
Fly (blood sucking & non blood sucking) Myasis,
Ordo Siphonoptera, Ordo Pthiraptera,
Ordo Hemiptera & Ordo Orthoptera
Dorta Simamora
Dorta Simamora FK UWKS 2014
1. Biting Flies Blood sucking Bagian mulut dari serangga tersebut digunakan untuk menusuk dan menghisap
1. Biting Flies
Blood sucking
Bagian mulut dari serangga tersebut digunakan untuk
menusuk dan menghisap darah penderita
 Stable Fly : Stomoxys calcitrans  vektor perantara
Trypanosoma evansi, anthrax, tetanus, yellow fever
(jantan & betina menghisap darah)
Stomoxys Calcitrans
 Horse (Tabanus sp.) and Deer Flies (Chrysops sp.)
 Screw worm fly: Cochliomyia hominivorax  myasis
 Gnats: Simulium and Culicoides
Cochliomyia hominivorax
Myasis by Cochliomyia hominivorax
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Blood sucking  Lalat pembawa penyakit  Tabanids- horseflies, deerflies Francisella tularensis penyebab
Blood sucking  Lalat pembawa penyakit
 Tabanids- horseflies, deerflies Francisella tularensis
penyebab tularemia
 Black flies Simulium damnosum  penyebab onchocerciasis,
vectornya Onchocerca volvulus  kebutaan
 Sandflies Phlebotomus sergenti  penyebab Leishmaniasis
 Tsetse flies Glossina palpalis, Glossina morsitans 
penyebab African trypanosomiasis (sleeping sickness)
 Kissing bugs (Assassin bugs) Triatoma dimidiata  vektornya
Trypanosoma cruzi penyebab penyakit Chagas
 Fleas kutu (pinjal) Pulex irritans  Plague and murine
typhus vektornya Rickettsia typhi
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Blood sucking  Lalat pembawa penyakit Tabanid (lalat kuda) Black flies Simulium Triatoma dimidiata Glossina
Blood sucking  Lalat pembawa penyakit
Tabanid (lalat kuda)
Black flies Simulium
Triatoma dimidiata
Glossina palpalis
Pulex irritans
Phlebotomus sergenti
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Lalat Simulium = lalat hitam onchocerciasis Penyebab onchocerciasis atau "kebutaan sungai" sebagian besar di
Lalat
Simulium = lalat hitam
onchocerciasis
Penyebab onchocerciasis atau "kebutaan sungai" sebagian besar di
Afrika. Peradangan kornea jangka panjang, atau keratitis , menyebabkan
penebalan stroma kornea yang akhirnya mengarah pada kebutaan
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Non blood sucking Lalat bukan penghisap darah 1) Infeksi bakteri penyebab demam tipus, kolera, frambusia,
Non blood sucking
Lalat bukan penghisap darah
1) Infeksi bakteri penyebab demam tipus, kolera,
frambusia, sakit mata, typhoid paratyphoid,
poliomyelitis and infeksi enteroviral. Amuba,
helminthes
Ex : Musca autumnalis
2) Penyebab infeksi bovine keratoconjunctivitis
Ex : Thelazia callipaeda 
Dorta Simamora FK UWKS 2014
3. Myasis  Myasis invasi larva lalat kedalam suatu jaringan hidup pada hewan berdarah panas
3. Myasis
 Myasis invasi larva lalat kedalam suatu
jaringan hidup pada hewan berdarah panas
termasuk manusia  melalui luka terbuka
 Ada larva lalat yang terdapat di dalam /di
atas tukak luka yang tidak diacuhkan,
dimana larva tersebut hidup dari nanah
atau jaringan jaringan misalnya dari genus :
◦ Lucillia
◦ Calliphora
◦ Phormia
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Type Myiasis 1. Accidental atau Pseudomyiasis  Infeksi oleh larva lalat pada manusia yang mengkonsumsi
Type Myiasis
1. Accidental atau Pseudomyiasis
 Infeksi oleh larva lalat pada manusia yang mengkonsumsi
makanan yang terkontaminasi dengan larva.
◦ Insekta penyebab myasis adalah dari family Muscidae
◦ Myasis hidung dan sinus, vagina dan usus
2. Fakultatif
Larva hidup bebas pada bangkai, juga dapat menyerang
hidup hostnya
3. Obligat :
 Sebagian kehidupan larva hidup pada host
Ex : Chrysomya bezziana (lalat hijau), Dermatobia hominis
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Myiasis Producing Flies  Three Main Families: ◦ (1) Calliphoridae ◦ (2) Sarcophagidae ◦ (3)
Myiasis Producing Flies
 Three Main Families:
◦ (1) Calliphoridae
◦ (2) Sarcophagidae
◦ (3) Oestridae
 Black Blow Fly
 Myasis pada hewan ternak juga
disebabkan oleh lalat
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Calliphoridae: Metallic Flies Cochliomyia hominivorax Dorta Simamora FK UWKS 2014
Calliphoridae: Metallic Flies
Cochliomyia hominivorax
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Calliphoridae: Metallic Flies Lucilia spp. Dorta Simamora FK UWKS 2014
Calliphoridae: Metallic Flies
Lucilia spp.
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Calliphoridae: Metallic Flies Calliphora spp. Dorta Simamora FK UWKS 2014
Calliphoridae: Metallic Flies
Calliphora spp.
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Secara klinik / menurut lokasi - Myasis kulit - Myasis lubang lubang tubuh (myasis atrial):
Secara klinik / menurut lokasi
- Myasis kulit
- Myasis lubang lubang tubuh
(myasis atrial): hidung, mata,
telinga, vagina
- Myasis usus, tractus urogenital
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Famili Sarcophagidae (lalat daging, flesh flies)  Wohlfartia magnifica. Myasis fakultatif berupa myasis kulit dan
Famili Sarcophagidae (lalat daging, flesh flies)
 Wohlfartia magnifica. Myasis fakultatif
berupa myasis kulit dan myasis atrium
 Wohlfartia vigil. Myasis Fakultatif, berupa
myasis kulit dan myasis atrium (lubang
hidung, telinga, mulut dan vagina)
 Sarcophaga haemorrhoidalis, Sarcophaga
fuscicauda, Sarcophaga carnaria. Myasis
obligat dan myasis accidental atau
pseudomyasis
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Contoh lalat yang berpotensi menyebabkan myasis Famili Calliphoridae (Blow flies)  Chrysomia bezziana. Myasis
Contoh lalat yang berpotensi menyebabkan myasis
Famili Calliphoridae (Blow flies)
 Chrysomia bezziana. Myasis obligat
myasis kulit, myasis atrium
 Callitroga hominivorax : Accidental atau
Pseudomyasis, berupa myasis kulit
 Callitroga macellaria. Pseudomyasis,
berupa myasis kulit
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Peran Insekta dalam Kedokteran  Sebagai vektor biologik & mekanik  Sebagai hospes perantara 
Peran Insekta dalam Kedokteran
 Sebagai vektor biologik & mekanik
 Sebagai hospes perantara
 Sebagai penyebab berbagai penyakit
ex : alergi, kerusakan / kelainan sel atau
jaringan
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Habitat pada manusia  Endoparasit : hidup mengembara dalam jaringan tubuh (Tunga penetrans), myasis dalam
Habitat pada manusia
 Endoparasit : hidup mengembara dalam jaringan
tubuh (Tunga penetrans), myasis dalam bentuk larva
 Ektoparasit : Hidup pada permukaan tubuh hospes
(Pediculus, nyamuk, tungau, pinjal)
Lama hidup pada hospes
 Permanen : Seluruh /sebagian besar hidupnya ada
pada satu hospes (pediculus)
 Periodik/tidak permanen : berpindah dari satu
hospes ke hospes lain (pinjal dan nyamuk)
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Cara penularan Penyakit 1. Secara Mekanik : dengan bagian luar tubuh serangga. 2. Secara Biologik
Cara penularan Penyakit
1. Secara Mekanik : dengan bagian luar tubuh serangga.
2. Secara Biologik : parasit / agens mengalami proses biologik
 Propagatif :
Parasit (virus, bakteri spirochaeta) membelah diri / berkembang
di dalam tubuh vektor  Yersinia pestis
 Sikliko-propagatif :
Parasit (Plasmodium, Leishmania, Trypanosoma) berubah
bentuk & membelah diri
 Sikliko develepmental :
Parasit (filaria) berubah menjadi bentuk infektif.
ex : filaria dalam tubuh nyamuk culex, Glossina
3. Secara transovarian atau herediter : pada stadium muda vektor 
arthtopoda betina kepada turunannya melalui telur.
4. Fecal/Sterkorarian  Transmisi lewat feses arthropoda
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Cara infeksi  Anterior inoculative Melalui tusukan atau gigitan alat mulut : air liur tuma.
Cara infeksi
 Anterior inoculative
Melalui tusukan atau gigitan alat mulut :
air liur tuma.
 Posterior contaminative
Melalui kontaminasi tinja : tuma/pinjal
 Crushing
Melalui kontaminasi serangga yang
dimatikan atau dihancurkan
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Kelas : Insecta Ordo Siphonaptera Famili Tungidae  Tunga Famili Pulicidae  Pulex Famili Ceratophyllidae
Kelas : Insecta
Ordo Siphonaptera
Famili Tungidae  Tunga
Famili Pulicidae  Pulex
Famili Ceratophyllidae  Nosopsyllus, Diamanus
Ordo Phthiraptera (Anoplura)  Pediculidae  Pediculus,
Phthrius
Ordo Hemiptera
Reduviidae  Triatoma, Reduvius,
Rhodnius
Cimicidae  Cimex
Ordo Orthoptera  Blattidae, Blatta, Blatella, Periplaneta
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Kelas Insekta 1. Ordo Siphonoptera  Pinjal Siphon = pipa, aptera = tidak bersayap Ciri
Kelas Insekta
1. Ordo Siphonoptera  Pinjal
Siphon = pipa, aptera = tidak bersayap
Ciri dan morfologi
 Berukuran kecil 1-4mm
 Tidak bersayap
 Berbentuk pipih,
 Hidup di host & Bersifat
ektoparasit,
 Pengisap darah hewan berdarah
panas
 warnanya kuning coklat,
 Suka pada tempat lembab,
menghindari sinar & tempat
hangat
 jantan lebih kecil dari betina
 Jantan dan betina (imago)
mengisap darah, larva dan pupa
tidak.
Ex : Xenopsylla cheopis,
Stivalius cognatus  pinjal
pada tikus ladang  bersarang di
bulu tikus.
Ctenosephalides felis  kucing
Ctenosephalides canis  anjing
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Ordo Sihonoptera Ctenocephalides canine = dog flea Dorta Simamora FK UWKS 2014
Ordo Sihonoptera
Ctenocephalides canine = dog flea
Dorta Simamora FK UWKS 2014
1. Ordo Siphonoptera  Pinjal Kepentingan medis : Sebagai penyebab sampar dan tifus endemik Tunga
1. Ordo Siphonoptera  Pinjal
Kepentingan medis :
Sebagai penyebab sampar dan tifus endemik
Tunga penetrans  berbintil merah dan
gatal gatal  vektor dari penyakit sampar atau pes 
Yersinia pestis terdapat dalam perut dan saluran ludah pinjal.
Tropical epidemic pest  vektornya Xenopsylla cheopis,
Xenopsylla astia,  gigitan “blocked flea”
Sylpatic plague vektornya Xenopsylla philoxera di Afrika,
Xenopsylla brasilisiensis di Argentina, Xenopsylla cheopis di
Asia Tenggara  penyebaran antara tikus rumah & tikus sawah.
Murine (Endemic) thypus  Rickettsia typhi atau Rickettsia mooseri
 penyebarannya melalui feses pinjal masuk ke dalam luka
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Ordo Sihonoptera  Siphon: a tube : Aptera: wingless Pulex irritans = human flea Dorta
Ordo Sihonoptera 
Siphon: a tube : Aptera: wingless
Pulex irritans = human flea
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Ordo Sihonoptera Xenopsylla cheopis = Rat flea Xenopsylla cheopis, sejenis kutu tikus yang terinfeksi virus.
Ordo Sihonoptera
Xenopsylla cheopis = Rat flea
Xenopsylla cheopis, sejenis kutu tikus yang
terinfeksi virus.
Menyebabkan penyakit Bubonic Plague
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Ordo Sihonoptera  Nosopsyllus = Rat flea  pinjal pada tikus Yersinia pestis Bakteri Yersinia
Ordo Sihonoptera
 Nosopsyllus = Rat flea  pinjal pada tikus
Yersinia pestis
Bakteri Yersinia pestis hidup dalam kutunya tikus. Merupakan bakteri gram negattif
 Bakteri fakultative anaerobe dapat meninfeksi manusia dan binatang
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Daur hidup pinjal  Hospes pinjal  hewan peliharaan dan liar terutama tikus  Lama
Daur hidup pinjal
 Hospes pinjal  hewan peliharaan dan liar terutama tikus
 Lama hidup 1 tahun  kondisi baik dan sejuk, lembab, hidup di
luar hospes 38-125 hari
 Larva mati pada suhu 36 oC, dewasa 38oC selama 24 jam
 Pinjal dewasa hidup dari hospes, larva dari sisa sisa bahan bergizi
 darah kering dan tinja pinjal dewasa.
 Jantan atau betina mengisap darah.
 Daya loncat yang tinggi  mudah berpindah
 Agar dapat bertelur banyak, pinjal betina berkopulasi berkali kali
dan sering mengisap darah hostnya.
 Telur kecil, ovoid berwarna putih susu, diletakkan pada rambut
hospes atau tempat kediaman.
 Berbiak dengan metamorfosis lengkap
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Yersinia pestis life cycle Bubonic plague Dorta Simamora FK UWKS 2014
Yersinia pestis life cycle
Bubonic plague
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Penyakit yang ditimbulkan oleh Bakteri Yersinia pestis Septicemic plague : Yersinia pestis berkembang biak dalam
Penyakit yang ditimbulkan oleh Bakteri Yersinia pestis
Septicemic plague : Yersinia pestis berkembang
biak dalam peredaran darah (kehilangan darah
karena pes)
Gejala: demam, menggigil, pusing, lemah, sakit
pada perut, shock, pendarahan di bawah
kulit /organ2 tubuh lainnya, pembekuan darah
pada saluran darah, tekanan darah rendah, mual,
muntah, organ tubuh tidak bekerja dengan baik
Bubonic plaque : Inkubasi 2-7 hari  kelenjar getah bening bekas gigitan
kutu yang terinfeksi membengkak berisi cairan  limpa, thymus (bubo)
Pneumonic plague Inkubasi 1-3 hari. Gejala : pneumonia napas
pendek, sesak napas, batuk, sakit pada dada yang paling berbahaya
dibandingkan jenis lainnya. Menular lewat udara & merupakan infeksi
sekunder akibat Bubonic plague & Septicemic plague yang tidak diobati
dengan benar.
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Berbagai macam penyakit  pinjal Bertindak sebagai vektor mekanik berbagai penyakit  bakteri atau virus
Berbagai macam penyakit  pinjal
Bertindak sebagai vektor mekanik berbagai penyakit 
bakteri atau virus terkontaminasi dengan tinja.
Ctenopcephalides canis, Ctenopcephalides felis, dan Pulex
irritans  hospes perantara cacing pita pada anjing.
Dipylidium caninum bersama Nosopsyllus fasciatus,
Xenopsilla cheopis dan Leptopsill segnis  hospes perantara
cacing pita tikus Hymenolepis diminuta  parasit insidental
pada manusia.
Iritasi kulit ludah pinjal
Gigitan pinjal  dermatitis, rasa gatal dapat ditolong
dengan lotion calamin atau menthol fenol.
Dorta Simamora FK UWKS 2014
OrdoOrdo SihonopteraSihonoptera Ctenocephalides felis = Cat flea Dorta Simamora FK UWKS 2014
OrdoOrdo SihonopteraSihonoptera
Ctenocephalides felis = Cat flea
Dorta Simamora FK UWKS 2014
2. Ordo Pthiraptera /Anoplura  (Lice/Tuma) Kutu penghisap Famili Pediculidae  Pediculosis : penyakit kulit
2. Ordo Pthiraptera /Anoplura  (Lice/Tuma) Kutu penghisap
Famili Pediculidae  Pediculosis : penyakit kulit menular
ditimbulkan oleh infestasi parasit Pediculus atau Phthirus (kutu)
Sub ordo Mallophaga
 Umumnya hidup pada burung
 Trichodectes canis  hospes
Dipylidium caninum
Sub Ordo Siphunculata 
penghisap darah, parasit pada
mamalia  manusia
Ex :
 Hidup dari makanan berupa
kulit dan rambut /bulu host
 Pediculus humanus capitis =
kutu badan, dada berbulu
atau pakaian
 Pediculus humanus corporis =
kutu kepala
 Phthirus pubis = kutu pubis
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Morfologi dan mencegah Morfologi  Kecil tidak bersayap  mulut mengandung alat penusuk yang dapat
Morfologi dan mencegah
Morfologi
 Kecil tidak bersayap
 mulut mengandung alat
penusuk yang dapat ditarik
ke dalam jika tidak dipakai.
 Antena 5 ruas,
 Mata faset bersusun ada
juga yang tidak,
 ektoparasit pada mamalia
dan burung
 Metamorfosis tidak
sempurna
Pencegahan menjaga kebersihan
rambut kepala :
- sering menyisir nimfa & ovanya
- insektisida gologan organoklorin
(BHC)
Dorta Simamora FK UWKS 2014
2. Ordo Pthiraptera /Anoplura  (Lice/Tuma) Kutu Famili Pediculidae  Pediculosis : penyakit kulit menular
2. Ordo Pthiraptera /Anoplura  (Lice/Tuma) Kutu
Famili Pediculidae  Pediculosis : penyakit kulit
menular ditimbulkan oleh infestasi parasit
Pediculus atau Phthirus (kutu)
1. Pediculus humanus capitis  pada rambut
kepala.
Patologi klinik.
Lesi kulit kepala karena tusukan tuma saat
mengisap darah  papel merah dan rasa gatal
 menimbulkan eksudat nanah berasal dari
luka gigitan yang meradang.
Dorta Simamora FK UWKS 2014
2. Ordo Ptyraptera/Anoplura  (Lice/Tuma) Kutu Famili Pediculidae  Pediculosis : penyakit kulit menular ditimbulkan
2. Ordo Ptyraptera/Anoplura  (Lice/Tuma) Kutu
Famili Pediculidae  Pediculosis : penyakit kulit menular
ditimbulkan oleh infestasi parasit Pediculus atau Phthirus (kutu)
Pediculus humanus capitis pada rambut kepala.
1. Diagnosis  gatal gatal pada daerah belakang
kepala atau belakang telinga
2. Diagnosis banding  Piodermi (infeksi bakteri
pada kulit kepala) : infetigo, furunkel
3. Tinea capitis
4. Dermatitis seboroika
furunkel
5. Hair cast
6. Trichorrhexis nodosa
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Terapi  Prinsip terapi  membunuh semua kutu dan telurnya  Obat pilihan Gamma benzene
Terapi
 Prinsip terapi  membunuh semua kutu dan telurnya
 Obat pilihan Gamma benzene hexachloride lindane dalam
bentuk krim lotion atau sampo
Pencegahan penularan
 Penderita harus dipisahkan.
 Alat alat yang digunakan penderita didesinfeksi.
 Kebersihan rambut diperhatikan
Dorta Simamora FK UWKS 2014
2. Ordo Pthiraptera /Anoplura  (Lice/Tuma) Kutu 2. Pediculus humanus corporis  hidup pada rambut
2. Ordo Pthiraptera /Anoplura  (Lice/Tuma) Kutu
2. Pediculus humanus corporis  hidup pada rambut dada,
ketiak dan serat pakaian
Menyebabkan Pediculosis corporis  sebagai vektor dari typus
epidemik (Rickettsia prowazecki demam parit /Trench fever (Rickettsia
quintana) demam berulang (Relapsing fever/ Borellia reccurentis
Infeksi pada manusia
terjadi secara
- Posterior
contaminative 
melalui tinja tuma
- Anterior inoculative
 liur tuma crushing
 badan tuma
Dorta Simamora FK UWKS 2014
2. Ordo Pthiraptera /Anoplura  (Lice/Tuma) Kutu Famili Pediculidae  Pediculosis : penyakit kulit menular
2. Ordo Pthiraptera /Anoplura  (Lice/Tuma) Kutu
Famili Pediculidae  Pediculosis : penyakit kulit menular
ditimbulkan oleh infestasi parasit Pediculus atau Phthirus (kutu)
Pediculus humanus corporis  pada rambut
kepala.
1. Penyebaran kosmopolit, lebih banyak di daerah
dingin, karena pakaian tebal dan jarang mandi
2. Penularan tuma melalui kontak langsung atau
pakaian
3. Telur dilekatkan dengan  chitin like cement
4. Telur menetas 7-8 hari menjadi larva dan harus
makan (mengisap darah) agar dapat hidup terus
5. Peranan yang lebih penting sebagai vektor
penyakit louse borne disease
louse borne disease
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Pediculus humanus corporis life cycle Dorta Simamora FK UWKS 2014
Pediculus humanus corporis life cycle
Dorta Simamora FK UWKS 2014
2. Ordo Pthiraptera /Anoplura  (Lice/Tuma) Kutu 3. Phthirus pubis  gangguan pada daerah pubis,
2. Ordo Pthiraptera /Anoplura  (Lice/Tuma) Kutu
3. Phthirus pubis  gangguan pada daerah pubis,
bentuknya menyerupai ketam : (Crab louse)
Ditemukan hidup pada
rambut kemaluan,
rambut ketiak,
jenggot, kumis, alis
dan bulu mata.
Tuma memasukkan
mulutnya beberapa
hari ke dalam kulit
sambil mengisap
darah untuk
pertumbuhan telur
hingga dewasa kurang
3-4 minggu
 Diagnosis : jika menemukan Phthirus
pubis dewasa, nimfa atau telurnya
dari rambut pubis / lain
 Gejala : ada papula kecil dengan
krustasi disertai gatal yang hebat
 Pengobatan : Insektisida DDT 10%
bentuk bubuk
 Mencukur rambut tempat hidupnya
 Memberikan gammexan
 Penularan : kontak langsung/ hub
seksual, handuk, tempat tidur, toilet
Nymph of P. pubis.
Betina dewasa
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Jantan dewasa
Siklus hidup Phthirus pubis Dorta Simamora FK UWKS 2014
Siklus hidup Phthirus pubis
Dorta Simamora FK UWKS 2014
3. Ordo Hemiptera  (true bugs) Kepik Hemi = setengah, ptera = sayap Berperan dalam
3. Ordo Hemiptera  (true bugs) Kepik
Hemi = setengah, ptera = sayap
Berperan dalam Ilmu Kedokteran
 Famili Reduviidae dari genus Triatoma
 Famili Cimicidae dari genus cimex
Dorta Simamora FK UWKS 2014
3. Ordo Hemiptera  (true bugs) Kepik 1. Famili Reduviidae dari genus Triatoma  Disebut
3. Ordo Hemiptera  (true bugs) Kepik
1. Famili Reduviidae dari genus Triatoma
 Disebut cone nosed bugs  kepala runcing
 Morfologi  mempunyai mata faset dan ocelli,
2 pasang sayap dan 3 pasang kaki hidup di
celahcelah dinding rumah berlantai tanah.
 Tubuhnya terbagi dengan jelas atas kepala
thorax dan abdomen
 Siklus hidup : dari stadium nimfa sampai
dewasa mengisap darah di malam hari.
 Metamorfosis tidak lengkap
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Kepentingan Medis Gigitan menimbulkan luka, benjolan, nyeri, cellulitis, limfangitis Ex : Reduvius personatus  vektor
Kepentingan Medis
Gigitan menimbulkan luka, benjolan, nyeri, cellulitis, limfangitis
Ex : Reduvius personatus  vektor penyakit Chagas 
Trypanosoma cruzi di Brazil, Meksiko dan argentina
vektornya : Panstrongylus megistus, Triatoa infestans,
Rhodnius prolixux
Reduvius personatus
Triatoa infestans
Rhodnius prolixux
limfangitis
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Kepentingan Medis 2. Famili Cimicidae (kutu Busuk/Bed Bugs) dari genus Cimex  Disebut kutu busuk
Kepentingan Medis
2. Famili Cimicidae (kutu Busuk/Bed Bugs) dari genus Cimex
 Disebut kutu busuk  mengeluarkan bau khas, yang dikeluarkan
oleh stink gland banyak di celah celah tempat tidur yaitu dari
Cimex
 Banyak di negeri dengan 4 iklim
 Ex : Cimex lectularius (yang umum) Cimex hemipterus di daerah
tropis
 Morfologi : oval, pipih, bersegmen terdiri atas kepala, toraks dan
abdomen , Cimex betina lebih besar dari jantan, tidak bersayap ,
hidup pada sela sela perabot, rumah tangga, kursi, tempat tidur.
 Mengisap darah pada malam hari atau di ruang gelap (bioskop)
 Siklus hidup : metamofosis tidak lengkap
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Ordo Ordo Hemiptera Hemiptera Cimex lecturalius = kutu busuk = bad bug Dorta Simamora FK
Ordo Ordo Hemiptera Hemiptera
Cimex lecturalius = kutu busuk = bad bug
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Kepentingan Medis Gigitannya menimbulkan gatal, urticaria, sebagai vektor Pasteurella tularensis penyebab penyakit
Kepentingan Medis
Gigitannya menimbulkan gatal, urticaria, sebagai vektor
Pasteurella tularensis penyebab penyakit Tularemia.
Vektor biologis dan mekanis dari virus hepatitis B
Pasteurella tularensis
tularemia skin ulcer
Dorta Simamora FK UWKS 2014
4. Ordo Orthoptera  Kecoa/lipas Lipas dari Famili Blattidae penting sebagai pengganggu rumah tangga, karena
4. Ordo Orthoptera  Kecoa/lipas
Lipas dari Famili Blattidae penting
sebagai pengganggu rumah tangga,
karena mungkin sebagai hospes
perantara cacing parasit.
Lipas insekta besar yang hidup di darat,
bergerak cepat, omnivora, mempunyai
antena panjang, bagian mulut
menggigit, sayap depan sempit dan
mengeras
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Summary 1. Arthropoda yang ada hubungannya dengan kedokteran  spesies yang menjadi vektor penyakit 2.
Summary
1. Arthropoda yang ada hubungannya dengan kedokteran  spesies yang
menjadi vektor penyakit
2. Dari kelas Insekta yang penting dalam ilmu kedokteran ada 4 orda yaitu :
1. Ordo Siphonoptera  Pinjal
2. Ordo Ptyraptera/Anoplura  (Lice/Tuma) Kutu
3. Ordo Hemiptera  (true bugs) Kepik
4. Ordo Orthoptera  Kecoa/lipas
Dorta Simamora FK UWKS 2014
Direct Causes of Disease or Distress • Ektoparasites – kutu, tungau • Endoparasites – kutu,
Direct Causes of Disease or Distress
• Ektoparasites – kutu, tungau
• Endoparasites – kutu, tuma, myiasis
• Envenomization : Masuknya racun ke dalam tubuh
manusia dan hewan  tawon, lebah, laba-laba,
• Allergic Reactions – tungau debu
• Annoyance : yang menyebabkan iritasi  nyamuk,
lalat hitam
• Delusory parasitosis (DP) - psychosis
Dorta Simamora FK UWKS 2014
ThankThank YouYou You all… Dorta Simamora FK UWKS 2014
ThankThank YouYou
You all…
Dorta Simamora FK UWKS 2014
 Oral Myiasis—A Case Report Vikas Singla Journal of Oral and Maxillofacial Surgery, 2013-09-01, Volume
 Oral Myiasis—A Case Report Vikas Singla Journal of Oral and Maxillofacial Surgery, 2013-09-01, Volume
71, Issue 9, Pages 1555.e1-1555.e4 Copyright © © 2013 American Association of Oral and Maxillofacial
Surgeons
 Wilderness Medicine , Sixth Edition Paul S. Auerbach Chapter 48, 883-900.e4 Copyright © 2012, 2007,
2001, 1995, 1989, 1983 by Mosby, an imprint of Elsevier Inc.
Dorta Simamora FK UWKS 2014