Anda di halaman 1dari 3

Kambing memiliki tingkat perkembangbiakan yang sangat baik, dalam 7 bulan induk

kambing sudah bisa di kawinkan lagi, dengan masa kehamilan sekitar 5-6 bulan, maka anak
kambing akan terlahir. Pada umumnya 1 induk kambing akan beranak sekitar 1-4 ekor, jadi
ini sangat bagus untuk kita kembangkan menjadi usaha ternak yang berpotensi. Keuntungan
dari cara beternak kambing yang tepat tentunya adalah maksimalnya pertumbuhan dan
perkembangbiakan pada kambing. Dari hal itu juga masih banyak keuntungannya, yaitu dari
hasil susu peras yang di hasilkan (jika ternak kambing etawa/susu), keuntungan lainnya
adalah pupuk kandang yang bisa dijual atau di gunakan pupuk sendiri. Pupuk yang di
hasilkan dari kotoran dan pembuangan sisa pakan dai ternak kambing sangat bagus untuk di
gunakan sebagai pupuk organik.
Proses Reproduksi Kambing Sebelum memulai untuk menjalankan usaha ternak
kambing, maka sebaiknya yang perlu kita ketahui adalah bagaimana prosesnya. Kambing
memang memiliki tingkat reproduksi yang tinggi, bahkan kambing ini dapat melahirkan 2
kali dalam satu tahun. Paling tidak kambing akan beranak 3 kali dalam masa 2 tahun, jadi
betapa menggiurkan untuk memulai usaha ternak kambing tersebut, apalagi jika induk
mampu beranak 3-4 ekor setiap melahirkan tentunya akan mempercepat perkembangan
ternak kambing yang kita lakukan. Kambing ini akan dewasa setelah berumur 6 bulan, dan
kambing siap di kawinkan saat berumur 10-12 bulan. Dengan lama waktu birahi sekitar 24
45 jam, dengan siklus birahi yang berselang selama 17 21 hari, birahi kambing dapat di
tandai dengan sifatnya yang gelisah, memiliki nafsu makan dan minum berkurang, selalu
mengibaskan ekornya, kencing lebih sering, kemaluan akan bengkak dan basah. Dalam
ternak kambing, ratio jumlah pejantan dan betina adalah = 1 : 10, jika perkawinan sudah
terbuahi maka lama waktu bunting adalah 144 156 hari (atau sekitar 5 bulan). Dan anak
kambing akan di sapih setelah sekitar 3-4 bulan anak kambing terlahir.
Dalam langkah awal tentunya di mulai dari persiapan pembuatan kandang sebagai tempat
tinggal kambing dan di akhiri dengan masa panen. Dalam langkah-langkah cara ternak
kambing yang baik dan benar memang sangat mudah untuk di lakukan, kita bisa melakukan
usaha ini sebagai usaha sampingan. Dibawah ini adalah langkah-langkah yang harus kita
lakukan terlebih dahulu agar ternak kambing yang akan kita jalankan menjadi semakin
mantab dan berimbas dengan maksimalnya hasil panen.
Persiapan Pembuatan Kandang Kambing Untuk modal awal cara ternak kambing yang
tepat, kandang ini adalah salah satu hal penting yang nantinya akan menunjang keberhasilan
dari usaha ternak kambing yang akan kita jalankan. Kandang yang baik juga akan
menimbulkan kenyamanan yang membuat kambing menjadi mudah gemuk dan
berkembangbiak. Tingkat minimal kandang ini adalah bersih, memiliki sinar matahari yang
cukup, tidak panas (teduh), dan penempatan kandang paling minim adalah berjarak 5 meter
dari rumah. Hal ini ditakutkan akan berimbas bau kotoran campur urine kambing yang tidak
sedap, ingat selain kambing kita sehat, kita juga lebih penting untuk lebih sehat. Di bawah ini
adalah ukuran ideal kandang untuk memulai ternak kambing.
Kandang Cara Ternak Kambing Cepat Gemuk Dan Hasil Panen Maksimal : Kandang untuk
beranak untuk induk+dua anak : 120 cm x 120 cm /ekor, Kandang induk (baik yang hamil

atau tidak hamil) untuk 1 ekor: 100 cm x 125 cm, Kandang pembesaran anak yang telah di
sapih untuk satu ekor: 100 cm x 125 cm, Kandang pejantan per ekornya adalah : 110 cm x
125 cm, Kandang dara/dewasa (di siapkan sebagai kambing potong) per ekornya adalah : 100
cm x 125 cm
Persiapan Pemilihan Bibit Ternak Kambing Dalam tahap ini tentunya kita sudah
menentukan untuk melakukan ternak kambing dengan jenis tertentu, mengingat jenis
kambing di Indonesia sangatlah banyak, bahkan sampai puluhan jenisnya di masing-masing
wilayah. Dalam kasus ini, jika kita ingin ternak kambing sebagai kambing potong (pedaging)
maka sebaiknya bibit yang kita siapkan adalah bibit jenis kambing kacang (jawa). Mengapa
kambing ini, karena kambing ini sangatlah cepat untuk berkembangbiak, mudah gemuk,
mudah adaptasi di semua lingkungan, lebih tahan penyakit, dan dagingnya paling diminati.
Jika kita ternak kambing dengan tujuan susu perah, maka bibit jenis kambing yang harus kita
siapkan adalah jenis kambing etawa, kambing sangat bagus untuk menghasilkan susu.
Kambing etawa ini justru malah memiliki 2 opsi hasil panen, yaitu susu perah dan juga
sebagai kambing potong/pedaging. Kambing etawa ini memiliki keunggulan tubuhnya yang
berukuran yang besar, tentunya bobot daging yang di hasilkan juga lebih banyak daripada
kambing jenis kacang/jawa. Baiklah, untuk menentukan bibit kambing sebagai induk dan
pejantan yang baik harus memiliki kriteria seperti dibawah ini :
A. Kriteria Calon Induk Kambing Yang Ideal : Bentuk tubuhnya yang seimbang, memiliki
dada yang dalam dan lebar, bentuk garis punggung dan pinggangnya lurus,
tulangan/tubuhnya besar dan tidak gemuk (sehat) bukan obesitas, Berkaraktek jinak dan tidak
galak, Memiliki keempat kakinya yang lurus dan tumitnya tinggi, Memiliki jumlah gigi
lengkap, mempunyai kriteria merumput dengan baik, dan rahang atas/bawah rata, Terlahir
dari 2 pranakan/bahkan anak tunggal, Bentuk ambingnya simetris dan tidak menggantung
atau memiliki puting 2 buah (bercabang).
B. Kriteria Calon Pejantan Kambing Yang Ideal : Memiliki ukur tubuh yang besar dan
panjang (tulangannya besar), sangat bagus jika memiliki bagian belakang yang lebih tinggi
dan lebih besar, memiliki bentuk dada yang lebar, serta kambing tidak teralalu gemuk,
perawakannya gagah, aktif dan tentunya memiliki nafsu kawin yang tinggi, Bentuk seluruh
kakinya yang lurus serta kuat, Di lahirkan dari 2 bersaudara atau tunggal, Memiliki usia di
antara 1,5 -3 tahun.
Cara Pemberian Pakan Ternak Kambing Poin ini juga termasuk hal penting dalam cara
ternak kambing yang baik dan benar, pakan juga salah satu masalah penting yang menunjang
keberhasilan ternak kambing yang telah kita mulai. Sebenarnya dalam pemberian pakan ini
sangatlah mudah, tidak seperti pemberian pakan pada ternak lainnya, karna kambing ini dapat
memakan rumput/hijau-hijauan lainnya serta pakan tambahan yang nantinya akan menunjang
agar kambing cepat gemuk dan juga berreproduksi dengan baik. Pakan yang di berikan
sebaiknya yang lebih mudah di dapatkan, tidak pakan yang harganya mahal agar bisa
menekan seminimal mungkin pengeluaran untuk pakan. Namun pakan yang kita berikan
haruslah mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang cukup untuk

kebutuhan kambing setiap harinya. Pakan yang di berikan juga di anjurkan yang mudah di
cerna, tidak beracun, dan di sukai kambing (lahap makannya). Kandungan pakan ini bisa kita
dapatkan dengan memberinya hijauan seperti berbagai jenis rumput dan makan tambahan
seperti konsentrat yang bisa di dapatkan dengan membelinya di toko pakan ternak terdekat.
Solusi lainnya untuk mengganti konsentrat agar kambing sehat dan gemuk adalah campuran
dari beberapa bahan seberat 3kg (sebaiknya 1 ekor kambing setiap harinya di berikan dengan
berat pakan tambahan 3 kg) yaitu ; ampas tahu 40%, bekatul 40%, dan racikan singkong
20%, pakan tambahan bisa di berikan pada siang hari (bukan pada saat memberi pakan hijauhijauan). Cara pemberian pakan yang baik adalah dengan memberinya pakan rerumputan 2
kali dalam satu hari, yaitu pagi di antara pukul 08.00 WIB - pukul 16.00 WIB, berat rumput
yang di butuhkan adalah 10% dari berat badan kambing setiap harinya. Dan pemberian pakan
tambahan konsentrat/campuran bahan yang saya sebutkan diatas, adalah paling bagus
diberikan pakan tambahan dengan berat 3kg setiap harinya, pakan tambahan bisa di berikan
pada saat siang hari. Untuk indukan kambing yang sedang hamil, menyusui, atau pejantan
yang sering di kawinkan, sebaiknya di berikan pakan penguat yang bisa di beli di toko pakan
ternak terdekat. Jangan lupa untuk memberinya minum setiap harinya, pemberian minum
paling bagus setelah memberikan pakan tambahan.
Cara Pengendalian Penyakit Pada Kambing Sudah sering saya bilang bahwa kunci
keberhasilan dalam usaha ini adalah dengan menjalankan cara ternak kambing yang baik dan
benar, dengan terpenuhinya poin tersebut maka keberhasilan ternak kambing yang telah kita
jalankan akan tercapai. Selain dari persiapan kandang yang baik dan pemberian pakan yang
tepat, ada satu hal lagi yang penting yaitu, pengendalian penyakit. Dengan pencegahan
terjadinya serangan penyakit pada kambing maka sebaiknya di cegah dengan melalui sanitasi
kandang yang tepat dan pemberian makanan yang mencukupi gizi, serta vaksinansi. Penyakit
yang sering menyerang kambing adalah sebagai berikut ; cacingan, kudis (scabies), kembung
perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis. Semua penyakit ini bisa di
kendalikan dengan cara ternak kambing yang baik dan benar, dengan itu kambing akan lebih
sehat dan terhindar dari penyakit. Jika ada kambing yang terserang penyakit, maka sebaiknya
di lakukan pemisahan dan pengobatan.
Cara Panen Ternak Kambing Panen kambing ini tentunya terbagi dua jenis, yaitu
sebagai kambing pedaging (potong) atau sebagai kambing susu perah. Dalam hal ini tentunya
harus di usahakan agar selalu meningkatkan nilai tambah hasil produksi ternak kambing
yang kita jalankan yaitu mencakup daging, susu, kulit, tanduk, atau kotoran yang nantinya
bisa di jadikan pupuk organik. Untuk waktu yang tepat menjual kambing adalah di saat berat
badan kambing sudah tidak dapat bertambah lagi (berat maksimal) agar nilai jualnya tinggi
karena dagingnya juga banyak. Kambing di usia 1-1,5 tahun berat tubuhnya sudah tidak dapat
bertambah lagi (kambing normal tidak kurus), jadi saat umur terse
but sangat ideal untuk menjualnya.