Anda di halaman 1dari 21

Strategi PT Unilever,Tbk.

PT Unilever bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak


sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari
teh dan produk-produk kosmetik.
Sebagaimana disetujui dalam Rapat Umum Tahunan Perusahaan pada tanggal 13
Juni, 2000, yang dituangkan dalam akta notaris No. 82 yang dibuat oleh notaris
Singgih Susilo, S.H. tertanggal 14 Juni 2000, perusahaan juga bertindak sebagai
distributor utama dan memberi jasa-jasa penelitian pemasaran. Akta ini disetujui
oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan (dahulu Menteri Kehakiman)
Republik Indonesia dengan keputusan No. C-18482HT.01.04-TH.2000. Perusahaan
memulai operasi komersialnya pada tahun 1933.

Perluasan Unilever Indonesia


Pada tanggal 22 November 2000, perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT
Anugrah Indah Pelangi, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Anugrah Lever
(PT AL) yang bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan
penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet
dan Sakura dan merk-merk lain atas dasar lisensi perusahaan kepada PT Al.

Pada tanggal 3 Juli 2002, perusahaan mengadakan perjanjian dengan Texchem


Resources Berhad, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Technopia Lever
yang bergerak di bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan
menggunakan merk dagang Domestos Nomos. Pada tanggal 7 November 2003,
Texchem Resources Berhad mengadakan perjanjian jual beli saham dengan
Technopia Singapore Pte. Ltd, yang dalam perjanjian tersebut Texchem Resources
Berhad sepakat untuk menjual sahamnya di PT Technopia Lever kepada Technopia
Singapore Pte. Ltd.Dalam Rapat Umum Luar Biasa perusahaan pada tanggal 8
Desember 2003, perusahaan menerima persetujuan dari pemegang saham
minoritasnya untuk mengakuisisi saham PT Knorr Indonesia (PT KI) dari Unilever
Overseas Holdings Limited (pihak terkait). Akuisisi ini berlaku pada tanggal
penandatanganan perjanjian jual beli saham antara perusahaan dan Unilever
Overseas Holdings Limited pada tanggal 21 Januari 2004. Pada tanggal 30 Juli 2004,
perusahaan digabung dengan PT KI. Penggabungan tersebut dilakukan dengan
menggunakan metoda yang sama dengan metoda pengelompokan saham (pooling
of interest). Perusahaan merupakan perusahaan yang menerima penggabungan
dan setelah penggabungan tersebut PT KI tidak lagi menjadi badan hukum yang
terpisah. Penggabungan ini sesuai dengan persetujuan Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM) dalam suratnya No. 740/III/PMA/2004 tertanggal 9 Juli
2004.Pada tahun 2007, PT Unilever Indonesia Tbk. (Unilever) telah menandatangani

perjanjian bersyarat dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk
(Ultra) sehubungan dengan pengambilalihan industri minuman sari buah melalui
pengalihan merek Buavita dan Gogo dari Ultra ke Unilever. Perjanjian telah
terpenuhi dan Unilever dan Ultra telah menyelesaikan transaksi pada bulan Januari
2008.

Kronologi

1920-30 Import oleh van den Bergh, Jurgen and Brothers


1933 Pabrik sabun Zeepfabrieken NV Lever Angke, Jakarta
1936 Produksi margarin dan minyak oleh Pabrik van den Bergh NV Angke, Jakarta
1941 Pabrik komestik Colibri NV, Surabaya
1942-46 Kendali oleh unilever dihentikan (Perang Dunia II)
1965-66 Di bawah kendali pemerintah
1967 Kendali usaha kembali ke Unilever berdasarkan undang-undang penanaman
modal asing
1981 Go public dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta
1982 Pembangunan pabrik Ellida Gibbs di Rungkut, Surabaya
1988 Pemindahan Pabrik Sabun Mandi dari Colibri ke Pabrik Rungkut, Surabaya
1990 Terjun di bisnis teh
1992 Membuka pabrik es krim
1995 Pembangunan pabrik deterjen dan makanan di Cikarang, Bekasi
1996-98 Penggabungan instalasi produksi Cikarang, Rungkut
1999 Deterjen Cair NSD Cikarang
2000 Terjun ke bisnis kecap
2001 Membuka pabrik teh Cikarang
2002 Membuka pusat distribusi sentral Jakarta
2003 Terjun ke bisnis obat nyamuk bakar

2004 Terjun ke bisnis makanan ringan


2005 Membuka pabrik sampo cair Cikarang
2008 Terjun ke bisnis minuman sari buah

Prinsip Bisnis Unilever

Prinsip Bisnis Unilever merupakan standar perilaku bagi seluruh karyawan Unilever
di seluruh dunia. Kami juga berkomitmen untuk secara terus menerus memperbaiki
cara kami bekerja untuk mencapai tujuan jangka panjang dalam mengembangkan
usaha yang berwawasan lingkungan.
Komitmen di dalam prinsip bisnis ini menjadi acuan kami dalam kemitraan dengan
para pengambil keputusan kami, menangani tantangan sosial dan lingkungan dan
memberikan sumbangsih pada pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Strategi Teknologi Informasi

Banyak strategi yg digunakan perusahaan khususnya dibidang teknologi informasi


untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. PT unilever menjalankan Komunikasi
pasar terpadu (Integrated Marketing Communication/IMC). Strategi ini merupaka
upaya perusahaan untuk memadukan dan mengkoordinasikan semua saluran
komunikasi untuk menyampaikan pesannya secara jelas, konsisten dan
berpengaruh kuat tentang organisasi-organisasi produknya.
IMC (menurut buku Advertising Management; chapter 3) adalah sebuah konsep dari
perencanaan komunikasi pemasaran yang memperkenalkan nilai tambah dari
rencana komprehensif yang mengevaluasi peran strategis dari berbagai disiplin
komunikasimisalnya periklanan umum, respon langsung, sales promotion, dan PR
dan mengombinasikan disiplin-disiplin ini untuk memberikan kejelasan,
konsistensi dan dampak komunikasi yang maksimal.

Secara sederhana-nya IMC dapat diartikan sebagai Proses dari pengelolaan


customer relationships yang menggerakkan brand value. Sedangkan secara
spesifik, IMC dapat diartikan sebagai proses yang mempunyai fungsi bersilang
dalam menciptakan dan memelihara hubungan yang menguntungkan dengan
customer dan stakeholder lainnya dengan mengontrol dan mempengaruhi secara

strategis semua pesan yang terkirim kepada kelompok ini serta menggerakkan
dialog dengan maksud tertentu kepada mereka.
Integrated Marketing Communication (IMC) adalah satu dari sekian proses yang
tersedia guna membina hubungan dengan customer. Apa yang membedakan IMC
dengan proses customer-centric lainnya adalah dasar dari proses tersebut adalah
komunikasi, yang merupakan jantung dari semua hubungan, dan juga merupakan
proses yang sirkuler.

Seperti yang sudah disebutkan diatas, konsep dasar dari IMC adalah komunikasi.
Dengan komunikasi ini, IMC berusaha untuk memaksimalkan pesan positif dan
meminimalkan pesan negatif dari suatu brand, dengan sasaran menciptakan dan
menyokong brand relationship. Untuk membangun hubungan jangka panjang, IMC
juga digunakan untuk membangun dan memperkuat brand. Brand relationship yang
positif juga akan menghasilkan keuntungan dan meningkatkan nilai dari pemegang
saham perusahaan tersebut.
Semakin banyaknya istilah IMC yang dipakai oleh para praktisi dan pakar
pendidikan, namun tidak ada istilah yang benar-benar disetujui tentang apakah IMC
itu? Tapi ada dua ide pokok mengenai IMC: (Sumber: buku Advertising Management)
komunikasi pemasaran yang bersifat one-voice.
Maksudnya adalah, walaupun elemen komunikasi pemasaran yang digunakan
berbeda-beda dalam meraih konsumen namun semua itu harus dapat dikoordinasi
dengan cara yang tepat oleh berbagai organisasi dan agensi yang bekerja pada
elemen-elemen yang berbeda tersebut
Komunikasi yang berintegrasi
Komunikasi disini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan brand awareness atau
pencitraan produk yang baik saja, namun juga harus dapat menimbulkan hasil
penjualan yang baik.

STRATEGI PEMASARAN SEMUA PRODUK PT. UNILEVER INDONESIA, Tbk.

Seperti kita ketahui, Unilever adalah perusahaan multinasional yang memproduksi


barang konsumen untuk memenuhi kebutuhan akan nutrisi, kesehatan dan
perawatan pribadi sehari-hari dengan produk-produk yang membuat para
pemakainya merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan.
Tujuan Pemasaran

Menjadi yang pertama dan terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan
aspirasi konsumen
Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan, konsumen dan komunitas.
Menghilangkan kegiatan yang tak bernilai tambah dari segala proses.
Menjadi perusahaan terpilih bagi orang-orang dengan kinerja yang tinggi.
Bertujuan meningkatkan target pertumbuhan yang menguntungkan dan
memberikan imbalan di atas rata-rata karyawan dan pemegang saham.
Mendapatkan kehormatan karena integritas tinggi, peduli kepada masyarakat dan
lingkungan hidup.

Strategi PT. UNILEVER,tbk dalam memasarkan produk


Di dalam menghadapi persaingan antar perusahan, PT. UNILEVER,tbk memiliki
strategi-strategi dalam menghadapi persaingan-persaingan antar perusahaan,
strategi itu antara lain:
1.

KEPEMIMPINAN HARGA RENDAH

Dengan menjaga harga yang rendah dan rak-rak diisi dengan baik menggunakan
sistim pengisian kembali persediaan yang melegenda, wal-mart menjadi pemimpin
bisnis eceran di amerika serikat. Sistem mili wal-mart mengirimkan pesanan atas
barang dagang baru secara langsung kepada pemasok ketika pelanggan membayar
pembelian mereka pada kasir.terminal titik pejualan mencatat kode barang setiap
barang yang melewati kasir dan mengirimkan transaksi pembelian langsung kepada
komputer pusat wal-mart. Komputer mengumpulkan pesanan dari semua toko waimart dan mengirimkannya ke pemasok. Pemasok juga dapat mengakses daa
penjualan dan persediaan wal-mart menggunakan teknologi web. Sistem ini mampu
membuat wal-mart mempertahankan biaya rendah sembari menyesuaikan
persediaannya untuk memenuhi permintaan pelanggan.

2.

DIFERENSIASI PRODUK

Produk Unilever terus memperkenalkan kemasan-kemasan yang terbaru, tetapi


Unilever tetap mempertahankan kualitas produknya. Baik itu kemasan yang botol
kaca, sachet, botol kecil dan masih banyak lagi kemasannya.

3.

BERFOKUS PADA PELUANG PASAR

Produk Unilever menggunakan sistem informasi pelanggan yang beda dengan yang
lain, produk masuk kedalam pasar dengan cara mempromosikan barang-barangnya
dengan cara terjun langsung ke masyarakat dengan bukti-bukti kualitas secara real,
misalnya dengan diadakannya perlombaan-perlombaan kepada masyarakat
perbandingan antara produk Unilever dengan produk-produk pesaing lainnya.

4.

MENGUATKAN KEAKRABAN PELANGGAN DAN PEMASOK

Menggunakan sistem informasi untuk memfasilitasi akses langsung dari pemasok


terhadap jadwal produksi.dan bahkan mengizinkan pemasok untuk memutuskan
bagaimana dan kapan mengirim pasokan kepada pemasok. Selain itu Unilever juga
melakukan Tanya jawab kepada para konsumen dan membuat suara konsumen
tempat para konsumen mengeluh.

Dalam PT Unilever Indonesia, promosi yang dilakukan paling banyak melalui media
elektronik. Namun dalam kehidupan sehari-hari promosi yang dilakukan PT. Unilever
Indonesia tidak hanya lewat media elektronik tetapi banyak juga melalui media
cetak, sponsorship, mengadakan event-event yang memasukkan produk-produk
dari PT. Unilever seperti Kecap Bango, Pepsodent, Shampo Pantene, dll. Karena jika
promosi yang dilakukan hanya melalui media elektronik maka PT. Unilever Indonesia
tidak mendapatkan keuntungan yang optimal. Masyarakat di Indonesia terdiri dari
berbagai kalangan dan tingkatan sosial yang beragam. Jika perusahaan tidak bisa
menyentuh hati masyarakat semua kalangan maka perusahaan tidak dapat
berkembang pesat. Makna dari iklan yang ditawarkan oleh perusahaan juga harus
bisa dipahami oleh berbagai kalangan, karena iklan adalah salah satu cara promosi
yang bisa dilakukan oleh perusahaan agar dapat memperoleh keuntungan yang
optimal.

Selain melalui iklan elektronik proses pemasaran yang dilakukan Unilever juga
menggunakan berbagai cara, diantaranya dengan berbagai program pemasaran
yang dapat menarik perhatian pelanggan. Kupon belanja gratis produk unilever
adalah salah satu cara promosi yang dilakukan oleh Unilever, selain itu diskondiskon yang diberikan juga banyak menarik perhatian pelanggan yang berasal dari
kalangan masyarakat menengah kebawah.
Iklan itu sendiri adalah kandungan utama dari manajemen promosi yang
menggunakan ruang media bayaran untuk menyampaikan pesan, sementara para
klien dan praktisi periklanan memandangnya hanya sebagai sarana untuk
berkomunikasi dengan konsumen. Iklan ini merupakan bagian dari bauran promosi,
yang terdiri dari pemasaran langsung, PR (Public Relations), promosi penjualan, dan
penjualan personal. Peranan merek produk juga sangat berperan penting, karena
merek merupakan simbol dari sebuah produk yang dipasarkan. Bahkan dalam satu
perusahaan terdapat berbagai macam merek yang berbeda-beda.
Pemasaran berskala besar seperti ini hanya satu daripada beragam program
promosi yang dilakukan Unilever, promosi inter-personal langsung ke pelanggan
juga dilakukan oleh Unilever dengan memberikan keuntungan khusus yang
diberikan pada pelanggan setia pengguna produk Unilever. Dengan program
pemasaran ini diharapkan Unilever dapat mencakup pangsa pasar yang luas di
pasar konsumen Indonesia.
Dalam pemasaran global, eksistensi perusahaan diperlukan dalam mengembangkan
ide pemikiran, baik dalam cakupan nasional maupun internasional. Dalam hal ini
khususnya perusahaan Unilever harus bisa membuat sebuah grand design
mahakarya khususnya pemasaran global yang menuntut sebuah keajaibankeajaiban dalam mengembangkan karir sebuah perusahaan khususnya unilever
selain memantau jalannya proses globalisasi dari para pesaing. Mutlak adanya
selalu diadakan apa yang disebut dengan inovation treatment dalam setiap sesi
langkah-langkah perusahaan.
Oleh karena itu pertanyaan lain dapat muncul seketika mengapa promosi perlu
diadakan, jawabannya tentu saja iya, karena dalam beberapa aspek perusahaan
salah satu tujuan pengembangan mutu perusahaan ialah dapat menyentuh seluruh
lapisan konsumen dalam hal ini adalah sasaran global yang diadakan dan dibuat
dari grand design tersebut, oleh karena itu sebuah perusahaan unilever dapat fight
dengan para pesaingnya baik dari dunia asing maupun pesaing-pesaing unggulan
dalam negeri.
Unilever juga terus mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, melakukan
inovasi dan aktivasi produk, serta terus membangun citra produk. Hal ini
merupakan sebagian dari strategi perusahaan untuk dapat mempertahankan dan
meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand-brand Unilever. Komunikasi
yang disampaikan melalui iklan di berbagai media cetak maupun elektronik sangat

efektif dan langsung mengenai sasaran,untuk evaluasi kedepannya PT. Unilever


Indonesia, Tbk akan melakukan 4 hal demi tetap memiliki citra baik pada
konsumennya, antara lain: branding, design, technical printing, dan merchandising.
Sehingga dengan cepat hal tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk
membeli dan mengkonsumsi produk-produk yang dikeluarkan oleh PT. Unilever.
Strategi Promosi yang dapat dilakukan oleh PT. Unilever yaitu:

Periklanan semua bentuk penyajian nonpersonal dan promosi ide, barang atau
jasa yang dibayar oleh suatu sponsor tertentu.
Promosi Penjualan Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan
mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.
Hubungan Masyarakat dan Publisitas berbagai program untuk mempromosikan
dan atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.
Penjualan Secara Pribadi interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau
lebih untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesan
Pemasaran Langsung penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, dan alat
penghubung non personal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau
mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan.

Akan tetapi dengan bertambahnya zaman, persaingan pasar semakin ketat,


berkembangnya berbagai jenis media baru dan semakin canggihnya konsumen
maka Strategi Promosi dirumuskan menjadi:

Advertising
Consumer Sales Promotion
Trade Promotion and Co-Marketing
Packaging. Point Of Purchase
Personal Selling
Public relations
Brand Publicity
Corporate Advertising

The Internet
Direct Marketing
Experiantial contact: Event, sponsorship
Customer Service
Word Of Mouth

Consumer market sales promotion techniques :

Kupon Sertifikat yang memberi hak kepada pemegangnya untuk mendapat


pengurangan harga seperti yang tercetak untuk pembelian produk tertentu.
Price-Off Deals Memberikan potongan harga langsung ditempat pembelian.
Premium and Advertising Specialties Barang yang ditawarkan dengan biaya
yang relatif rendah atau gratis sebagai insentif untuk membeli produk tertentu.
Contest and Sweeptakes Hadiah adalah tawaran kesempatan untuk
memenangkan uang tunai, perjalanan, atau barang-barang karena membeli
sesuatu.
Sampling and Trial Offers Penawaran gratis untuk sejumlah produk atau jasa
(pemberian contoh produk).
Brand Placement Salah satu teknik dari sales promotion untuk mencapai pasar
dengan memasukkan produk pada sebuah acara televisi atau film.
Rebates memberikan pengurangan harga setelah pembelian terjadi dan bukan
pada toko pengecer.
Frequency Program ini merupakan salah satu teknik yang mengarah kepada
program-program yang berkelanjutan seperti menawarkan konsumen diskon atau
hadiah langsung gratis untuk mencapai terjadinya pengulangan dalam pembelian
atau langganan dari merk atau perusahaan yang sama.
Event Sponsorship Ketika perusahaan mensponsori suatu acara, membuat
merek sangat ditonjolkan pada acara tersebut sehingga membuat kredibilitas
merek meningkat bersamaan dengan para penonton di acara.

Pendekatan penjualan dan promosi penjualan akan efektif dan efisien apabila
dirancang dengan menerapkan pola regionalisasi atau diterapkan di daerah-daerah
atau kawasan tertentu. Unilever sudah menerapkan pola regionalisasi karena
Unilever telah memiliki pabrik-pabrik atau juga cabang perusahaan di tiap-tiap
negara. Hal ini dilakukan agar setiap negara dapat membeli produk yang sesuai
dengan keinginan dan kebiasaan mengkonsumsi produk yang sangat erat
hubungannya dengan cita rasa negaranya.
Unilever telah membuka cabang perusahaan di Indonesia. Untuk lebih dikenal oleh
masyarakat indonesia dan bisa mendapat hati masyarakat Indonesia maka Unilever
membuat produk yang sesuai dengan cita rasa Indonesia seperi kecap Bango.
Kecap merupakan makanan yang terbuat dari kacang kedelai. Bisa dibilang kecap
merupakan makanan yang khas dari Indonesia.
Untuk itu Unilever membuat produk kecap bango untuk di konsumsi masyarakat
Indonesia. Walau kecap bango bukan produk asli buatan unilever namun nama
Unilever lebih terkenal karena kecap bango sekarang ini merupakan produk yang
dikembangkan oleh Unilever. Terlebih iklan yang ditampilkan di media tentang
produk kecap bango sangat mencerminkan negara Indonesia. Dengan model-model
yang berasal dari Indonesia, ini akan lebih membangun image Unilever dimata
konsumen di Indonesia. Konsumen akan mempunyai keinginan untuk membeli
produk kecap bango karena terkesan melihat iklan yang ditampilkan tersebut.
Walaupun konsumen hanya coba-coba membeli merek tersebut namun setidaknya
produk tersebut sangat dikenal oleh masyarakat.
Oleh karena itu, kualitas sangat penting dalam pembuatan produk. Karena
walaupun promosi yang dilakukan perusahaan sangat baik namun jika kualitas yang
ditawarkan tidak diperhatikan maka promosi yang dilakukan bisa dibilang sia-sia
saja
Macam-macam Produk yang dikeluarkan Unilever
PT. Unilever Indonesia, Tbk. Yang beroperasi di indonesia sejak tahun 1933, telah
tumbuh menjadi perusahaan penyedia consumer product yang mempunyai peran
penting di indonesia. Unilever adalah produsen merek-merek terkenal di seluruh
dunia yang juga terkenal di tingkat regional dan lokal, antara lain Pepsodent,
Lifebuoy, Lux, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Rinso, Molto, Ponds, Blue Band, Royco,
Sariwangi, Bango, Taro dan masih banyak lagi.
Posisi Unilever yang kuat sebagai pemimpin pasar telah diakui melalui berbagai
penghargaan nasional dan regional yang diterima oleh perusahaan. PT. Unilever
Indonesia melalui brand-brand nya kembali membuktikan keunggulannya dengan
meraih peringkat dalam Packaging Consumer Branding Award 2005 yang
diselenggarakan oleh Indonesia Brand Identity Summit (IBS) bekerjasama dengan
majalah SWA dan MIX.

Berikut adalah peringkat yang diraih oleh brand-brand Unilever dalam setahun
Indonesia Packaging Consumer Award 2005. Sunsilk, Pepsodent, Lux, Molto,
Lifebuoy, Axe dan Clear merupakan merek produk perawatan rumah dan tubuh
(home and Personal Care) yang tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia.
Sedangkan untuk produk makanan dan ice cream, ada blue band yang legendaries,
Bango, Sari Wangi, Rpyco dan Walls. Masih ada sederet merek produk lagi yang bila
disebutkan satu persatu namanya, terasa sangat akrab dengan kehidupan kita.
Bisa jadi Anda mempunyai kenangan khusus tak terlupakan dengan salah satu atau
lebih produk buatan PT Unilever Indonesia Tbk ini. Benar, merek-merek yang
disebutkan di atas memang hanya sebagian kecil dari merek yang dikembangkan
PT Unilever Indonesia Tbk. Saat ini kami memiliki 33 merek dan beroperasi di 13
kategori sementara di seluruh dunia, Unilever memegang 400 brand, kata Presiden
Direktur PT Unilever Indonesia Tbk, Maurits Lalisang dalam sebuah wawancara
khusus dengan SH di Graha Unilever Jakarta, sore pekan lalu.
PT Unilever Indonesia Tbk merupakan anak perusahaan Unilever International yang
berkantor pusat di dua kota yakni di London, Inggris dan Rotterdam Belanda.
Sementara di Indonesia, Unilever berkantor pusat di Jakarta dan memiliki dua pabrik
besar di Cikarang dan Rungkut (Surabaya). Pabrik di Surabaya utamanya
memproduksi sabun sedangkan di Cikarang memproduksi es krim, margarin, dan
berbagai makanan ringan. Secara umum Unilever menjadi pemimpin pasar barang
konsumer (consumer goods) di Indonesia. Namun, kondisinya tidak sama untuk
setiap kategori produk dan wilayah pemasaran.
Kini, Unilever Indonesia telah berusia lebih dari 70 tahun dengan komposisi
kepemilikan saham, Mavibel (Maatschap voor Internationale Bellengginggen) B.V 85
persen dan publik 15 persen. Langit di Junjung Maurits mengungkapkan prinsip
yang selalu dikedepankan Unilever dalam berbisnis. Di mana bumi dipijak disitu
langit dijunjung. Unilever pada dasarnya selalu mengikuti aturan yang berlaku
dimana ia beroperasi, ujar Maurits. Itulah alasannya mengapa Unilever Indonesia
memutuskan menjadi perusahaan terbuka.

Menjadi perusahaan terbuka berarti pembayaran pajak lebih jelas dan transparan
karena diaudit oleh lembaga yang berkompeten. Sebagai konsekuensinya,
masyarakat bisa ikut memiliki saham Unilever Indonesia. Di Cina, Unilever
menggandeng partner lokal karena pemerintah Cina mengharuskan seperti itu
sementara di Thailand, Unilever International menguasai saham sepenuhnya.
Dalam enam tahun terakhir, penjualan Unilever di Indonesia bertumbuh dua digit
atau diatas 10 persen. Omset penjualan untuk tahun 2004 mencapai US$ 1 miliar.
Tahun 2005 ini, saya perkirakan pertumbuhan penjualan akan meningkat signifikan
dan tetap berada di atas dua digit, ujar Maurits optimistis.

Transisi Tahun 2004 merupakan tahun transisi bagi Unilever Indonesia. Mengapa
demikian, karena kepemimpinan kembali berada tangan orang Indonesia asli
setelah bertahun-tahun dipimpin oleh orang asing. Tahun lalu, Nihal Kaviratne dari
India menyerahkan tongkat estafetnya kepada Maurits Lalisang yang sebelumnya
menjabat Direktur Corporate Relations. Maurits memang bukan orang lokal pertama
yang menjadi presiden direktur tetapi orang ketiga setelah Yamani Hasan (1980an)
dan Sri Urip (1990an). Saat ini, tinggal dua orang asing yang menduduki jabatan
direksi.
Potensi Tak Kalah Menurut pandangan Maurits, potensi orang lokal sebenarnya tidak
kalah dengan orang asing. Saya merangsang anak-anak pergi ke luar negeri
sehingga bisa memperkaya pengalaman dan pengetahuan, paparnya. Sampai saat
ini Unilever Indonesia telah mengirimkan 18 karyawannya ke luar negeri ada yang
ke London, Thailand. Rotterdam, Shang Hai (Cina) dan Itali.
Salah satu kendala yang dihadapi yakni banyak orang Indonesia yang enggan ke
luar negeri karena merasa sudah enak berada di Indonesia. Terobosan yang
dilakukan Maurits antara lain mengirim ke luar negeri untuk jangka waktu 1-2 tahun
sehingga mereka bisa bekerja pada budaya dan lingkungan kerja yang berbeda. Ia
mengakui kekuatan Unilever ada pada kualitas sumber daya manusia.
Unilever secara rutin merekrut lulusan baru dari universitas terkemuka. Setelah itu
diberikan pelatihan selama tiga bulan. Mereka tidak langsung kerja tetapi ditraining
di berbagai bidang seperti manufaktur, pemasaran dan litbang (penelitian dan
pengembangan). Saat ini tenaga kerja yang diserap oleh Unilever secara langsung
berjumlah 3.000 orang ini belum termasuk tenaga kerja tidak langsung.
Total tenaga kerja yang terserap berjumlah 25.000 orang. Jika diansumsikan satu
orang memiliki empat anggota keluarga maka perusahaan menanggung nasib
sekitar 100.000 orang. Pangsa Terbesar Indonesia saat ini menjadi pangsa pasar
kedua terbesar bagi Unilever setelah India, mengalahkan Cina, Jepang dan
Australia. Indonesia dilihat sebagai permata dari timur oleh Unilever pusat karena
pangsa pasarnya memang sangat besar, kata Maurits. Bahkan dua orang yang
menduduki CEO Unilever di kantor pusat pernah bekerja di Indonesia.
Memang saat ini persaingan di industri barang konsumer sangat ketat baik dari
pemain lokal maupun pemain domestik. Pesaing dari luar seperti P&G sedangkan
pesaing lokal seperti Wings. Namun Maurits menganggap positif yang namanya
persaingan karena akan menimbulkan inovasi dan tidak menyebabkan monopoli di
pasar.
Tantangan terbesar kini dan sangat merugikan adalah maraknya pemalsuan dan
penyelundupan. Banyak produk palsu dan selundupan dari Cina sehingga membuat
Unilever tidak kompetitif. Karenanya pemerintah perlu menegakkan aturan main
yang jelas karena dalam bisnis yang penting adalah adanya kepastian usaha dan
kepastian hukum, katanya. Pemerintah harus berani menindak tegas terhadap

barang-barang palsu dan selundupan dari Cina yang menggangu industri secara
umum.
Perlindungan hak cipta perlu dilakukan karena dibutuhkan biaya besar dalam riset
dan pengembangan serta biaya iklan. Hal ini sering membuat kita sebagai pelaku
usaha frustasi karena pemerintah tidak mengambil tindakan tegas, ucap Maurits.
Di samping itu, Maurits berpendapat pemerintah perlu membuat infrastruktur yang
memadai berupa jalan sehingga pemasaran produk dapat menjangkau ke seluruh
wilayah dengan biaya murah.
Hal ini juga sebagai kompensasi rencana penghapusan subsidi BBM di sektor
industri. Terkait dengan penghapusan subsidi BBM bagi industri, Unilever kini
mengganti penggunaan solar ke gas untuk pabriknya di Cikarang. Sayang, pasokan
gas dari Pertamina tidak konsisten. Jika berniat mengurangi konsumsi minyak bumi
maka penyediaan gas harus dilakukan pemerintah. Organik Unilever saat ini
memang fokus melakukan pertumbuhan oraganik seperti peningkatan omset
penjualan, laba perusahaan dan menekan struktur biaya. Namun tidak menutup
kemungkinan melakukan pertumbuhan anorganik.
Sepanjang kiprahnya di Indonesia, Unilever telah empat kali mengakuisisi merek.
Akuisisi teh celup Sari Wangi dilakukan tahun 1990, Yoohan (dengan berbagai merek
seperti Molto, Trisol, Whipol) tahun 1998, kecap Bango tahun 2000 dan Taro tahun
2003. Maurits menekankan, Dalam melakukan akuisisi, Unilever selalu
menggunakan dana keuangan internal, tidak perlu injeksi dana kantor pusat. Ia
menekankan, akuisisi hanya akan dilakukan jika bisa mendukung bisnis utama
Unilever yang telah ada.
Maurits menekankan, Unilever tidak akan keluar dari bisnis utamanya,
memproduksi dan memasarkan barang-barang konsumer.
Unilever tidak akan berniat menguasai industri dari hulu sampai hilir meskipun
memiliki kemampuan dari segi pendanaan. Pertumbuhan organik lebih diharapkan,
katanya. Hal ini dibuktikan dengan pendirian kantor pemasaran Unilever Indonesia
ke berbagai negara seperti Singapura, Jepang dan Australia. Sabun Lux buatan
Rungkut, ice cream Walls dan teh Sari Wangi buatan made in Cikarang bisa
ditemukan di ketiga negara ini. Total ekspor produk Unilever Indonesia mencapai
enam persen dari omset penjualan.
Menjadi Bergairah dengan Vitalitas
Vitalitas adalah inti semua kegiatan Unilever. Vitalitas terdapat di dalam produk,
karyawan dan nilai-nilai Unilever. Vitalitas mempunyai arti yang berbeda bagi
masing-masing orang. Ada yang menganggapnya sebagai energi, yang lain
menganggapnya lebih luas lagi sebagai kondisi badan dan pikiran yang sehat
merasakan hidup yang berarti. Bagaimanapun juga mereka mendefinisikannya,
jutaan orang di seluruh dunia menggunakan produk Unilever setiap hari untuk

meningkatkan vitalitas kehidupan mereka baik dengan merasa yakin pada diri
mereka karena memiliki rambut yang berkilau dan senyum yang cemerlang,
mempunyai rumah yang tetap segar dan bersih, atau dengan menikmati secangkir
teh yang nikmat, makanan yang memuaskan dan makanan kecil yang
menyehatkan.
Sejak abad 19 ketika William Hesketh Level menyatakan bahwa misi perusahaan
adalah menciptakan tempat tinggal bersama yang bersih; mengurangi beban kerja
untuk wanita; meningkatkan kesehatan dan meningkatkan daya tarik pribadi, hidup
lebih menyenangkan dan berarti bagi mereka yang menggunakan produk-produk
kami, vitalitas telah menjadi jantung usaha Unilever.
Vitalitas berarti apa yang harus dipertahankan: nilai-nilai Unilever, apa yang
membuat Unilever berbeda, dan bagaimana Unilever memberi sumbangsih kepada
masyarakat. Vitalitas merupakan ikatan bersama yang menghubungkan produkproduk Unilever dan merupakan inti Unilever yang tidak ada duanya untuk
beroperasi di seluruh dunia.
Kesehatan & Nutrisi
Misi vitalitas Unilever mengharuskan Unilever untuk menumbuhkan usahanya
dengan menangani masalah-masalah kesehatan dan gizi. Unilever memusatkan
perhatiannya pada sejumlah prioritas yang mencakup gizi anak dan keluarga,
kesehatan jantung dan pengendalian berat badan.
Luar Dalam
Budaya Unilever juga menggambarkan vitalitas. Menambah vitalitas hidup
memerlukan standar tertinggi perilaku terhadap setiap orang yang berhubungan
dengan Unilever; masyarakat yang Unilever sentuh dan lingkungan yang
terpengaruh oleh Unilever.
Permintaan yang terus meningkat akan lebih banyak vitalitas hidup memberi
Unilever kesempatan besar untuk tumbuh. Cara Unilever bekerja dan produk-produk
yang Unilever kembangkan dibentuk oleh kecenderungan pelanggan, bersamasama dengan kebutuhan untuk membantu meningkatkan standar kesehatan dan
higiene baik di negara-negara berkembang maupun maju di seluruh dunia.
Masalah yang dihadapi PT. Unilever, Tbk adalah masalah penipuan yang
mengatasnamakan PT. Unilever. Yaitu dengan menyelipkan kertas undian yang
diletakkan didalam produk Unilever seperti shampo, Rinso dsb. Penipuan seperti ini
bagi orang yang mudah tergiur akan sangat merugikan. Ia biasanya langsung
senang dan tanpa berfikir langsung menelpon nomor oknum yang ada dalam kartu
undian tersebut. Dan ujung ujungnya minta transfer uang. Dalam promosi PT.
Unilever tidak mengalami masalah karena dalam stateginya PT. Unilever sangat
hati-hati sehingga tujuan perusahaan dengan mudah terpenuhi.

Peranan merek bukan lagi sekedar sebagai nama ataupun sebagai pembeda
dengan produk-produk pesaing, tetapi sudah menjadi faktor penentu untuk dapat
menjadi trend setter di bidang industri. Banyak perusahaan yang berhasil karena
memiliki reputasi merek, sehingga dapat membuka distribusi di kota-kota lain
bahkan negara-negara lain dengan menarik pelanggan sasaran melalui kekuatankekuatan merek yang mereka miliki. Sebuah merek yang telah mencapai ekuitas
tinggi merupakan asset yang berharga bagi perusahaan.
Untuk itu, mempertahankan dan meningkatkan ekuitas merek bukan pekerjaan
mudah, karena yang dihadapi adalah ekspektasi pelanggan. Konsumen akan
merasa familiar dengan nama merek yang pertama masuk ke pasar, sekalipun
merek-merek yang masuk belakangan berkinerja lebih baik. Ini akan mengarah
kepada terciptanya kesetiaan yang lebih besar pada merek pertama dan produsen.
Kesetiaan pelangaan menjadi kunci sukse tidak hanya dalam jangka pendek tetapi
keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Contohnya seperti sabun kecantikan
merek Lux, yang merupakan sabun kecantikan pertama yang masuk ke pasaran di
Indonesia. Sabun kecantikan merek Lux memperluas jenis produk sabun mandinya,
yang tidak hanya sabun mandi yang berupa batangan padat tetapi juga berupa
sabun mandi cair.
Merek perlu dipersepsikan sebagai produk yang berkualitas tinggi, sehingga
konsumen dapat memahami sebuah produk hanya melalui eksistensi, fungsi, citra
dan mutu. Kualitas di mata konsumen lebih bersifat subyektiif, tergantung
bagaimana persepsi konsumen terhadap produk itu. Ketika kemudian jumlah merek
yang dikenal konsumen semakin banyak, maka peranan merek dapat diperluas
sehingga mampu memberikan asosiasi tertentu dibenek konsumen. Seuah merek
akan sering dihubungkan dengan fungsi dan citra khusus. Nilai yang didasari merek
sering kali didasari pada asosiasi-asosiasi spesifik yang berkaitan dengannya.
Asosiasi merek (brand association) diupayakan dengan slogan, atau posisi yang
diinginkan, atau dengan strategi brand identity, yaitu menciptakan atribut yang
penting sebagai bahan yang dipersepsikan konsumen. Asosiasi-asosiasi merek
seperti Ronald McDonald bisa menciptakan sikap atau perasaan positif yang
berkaitan dengan suatu merek. Merek dan kwalitas berperan sebagi persepsi yang
mempengaruhi keputusan membeli pelanggan. Nilai haruslah menjadi landasan
strategi dan taktik, karena nilai merupakan alasan mengapa konsumen
menggunakan produk dan tetap setia (loyal). Nilai suatu brand yaitu menciptakan
semakin banyak komsumen yang setia, konsumen yang setia (loyal) adalah tujuan
setiap pemasar. Kesetiaan pelanggan terhadap merek merupakan salah satu aset
merek. Hal in sangat mahal nilainya karena untuk membangunnya banyak tantan

KONSEP DASAR PENGEMBANGAN BERBAGAI PROGRAM IMC

1. DIRECT MARKETING

Disaat perusahaan ingin berhubungan langsung dengan customer tanpa melalui


retailer, maka digunakanlah direct-response marketing, seperti: close-loop,
interactive, database-driven messaging system yang menggunakan banyak jenis
media untuk menciptakan respon behavioral.
Direct marketing merupakan salah satu fungsi IMC yang terdiri dari front-end dan
back end operations. Front-end menyusun harapan-harapan dari konsumen yang
mencakup the offer (yakni segala sesuatu yang nyata maupun tidak dijanjikan oleh
perusahaan guna mencapai perilaku customer yang diinginkan perusahaan, misal:
penawaran harga khusus, garansi, dll), the database (mendapatkan data customernya dan menggunakan data itu untuk penawaran selanjutnya) dan the response
(memberikan respon yang baik terhadap customer, misal: dengan membuat tollfree-line untuk layanan customer) sedangkan back end berusaha mempertemukan
harapan konsumen dengan produk, mencakup fulfillment (yakni membuat produk
atau informasi yang diminta oleh konsumen cocok, efektif dan tepat waktu).

2. SALES PROMOTION

Sales promotion merupakan istilah singkat dari penawaran nilai tambah yang
dirancang untuk menggerakkan dan mempercepat respons dari customer. Contoh
dari nilai tambah itu sendiri adalah kesempatan untuk memenangkan hadiah,
potongan harga (seperti diskon 20 %, sale 50 % off, dsb.), produk ekstra (seperti isi
teh kotak 30% lebih banyak), sample gratis dan premiums (misalnya beli rinso
dapat piring cantik)
Pada konsepnya, Sales promotion digunakan untuk memotivasi customer agar
melakukan aksi dengan membeli produk yang dipicu dengan adanya penawaran
produk dalam jangka waktu terbatas. Unilever sering menggunakan strategi ini dan
telah terbukti dapat meningkatkan omset penjualan.

3. PUBLIC RELATIONS/MPR

PR dalam konsepsi IMC melakukan pekerjaan yang sangat luas dan beragam, tidak
hanya bertugas men-track opini publik saja, tetapi juga bertugas me-manage
corporate brand dan menjaga reputasinya.
Lalu MPR merupakan salah satu fungsi PR yang digunakan sebagai media tanpa
bayar untuk menyampaikan brand information guna mempengaruhi calon customer
atau customer secara positif. MPR sendiri lebih fokus kepada customer atau calon
customer dan melengkapi strategi marketing yang lain dengan 4 cara: (1)
meningkatkan kredibilitas brand message; (2) menyampaikan message sesuai
targetnya berdasarkan aspek demografis, psikografis, etnik atau khalayak secara
regional; (3) mempengaruhi opinion leader atau trendsetter yang berpengaruh; (4)
melibatkan customer dan stakeholder lainnya pada event spesial.

4. PERSONAL SELLING

Personal Selling adalah komunikasi dua arah dimana seorang penjual menjelaskan
fitur dari suatu brand untuk kepentingan pembeli. Dalam Personal Selling, dilibatkan
komunikasi yang sifatnya tatap muka dan kegiatannya pada sekaramg ini terfokus
pada pemecahan masalah dan penciptaan nilai bagi customer (lebih dikenal
sebagai partnership) Dimensi dari partnership ini adalah, seorang salesperson harus
memahami customer-nya dengan baik.
Personal selling sendiri merupakan bagian dari direct marketing, namun perbedaan
dasarnya adalah dalam personal selling, perusahaan yang dijembatani salesperson
berinteraksi secara tatap muka dengan customer.

5. ADVERTISING

Advertising merupakan Suatu bentuk dari presentasi non-personal dan promosi


dari suatu ide, barang atau jasa yang tidak gratis (berbayar) dan dilakukan oleh
sponsor (perusahaan) yang teridentifikasi. Karakteristik dari iklan sendiri adalah
bersifat non-personal, komunikasi satu arah, ada sponsor (khalayak yang peduli),
dan bertujuan untuk mengubah sikap dan perilaku.
Biasanya advertising itu dipakai ketika suatu perusahaan ingin mengubah customer
dari unaware, menjadi aware terhadap suatu brand. Biaya untuk advertising ini
memang cukup besar bagi suatu perusahaan tetapi Unilever sangat memperhatikan
advertising yang akan digunakan karena hal ini akan membantu perusahaan dalam
pembentukan brand image.

6. PUBLICITY

Publicity sendiri merupakan salah satu jasa yang disediakan oleh Public Relations
Firm maupun Advertising Agency. Publicity timbul untuk membantu menangkap
perhatian publik dan membedakan tiap-tiap perusahaan tersebut dari perusahaanperusahaan lain yang menjadi saingannya. Publicity dalam MPR berarti memeproleh
penyebutan nama merek di media massa dalam cara-cara yang berbeda, waktu dan
tempat sesering mungkin sehingga menjadi top-of mind awareness. Walaupun PR
menawarkan kredibilitas yang lebih besar dalam membangun publicity, namun
advertsing dapat menawarkan awareness dan kontrol yang lebih besar. Lalu untuk
beberapa alasan, maka sejumlah perusahaan menyampaikan pesan PR mereka
lewat advertising.

7. EVENTS/SPONSORSHIP

Event marketing adalah situasi yang signifikan atau peristiwa promosional yang
mempunyai fokus utama untuk menangkap perhatian dan melibatkan customer
dalam event tersebut. Perusahaan dan organisasi-organisasi non-profit
menggunakan events dengan beberapa alasan, yaitu: untuk melibatkan sasaran
khalayak, untuk mengasosiasikan sebuah brand dengan aktivitas, gaya hidup atau
orang-orang tertentu, untuk meraih sasaran khalayak yang sulit dijangkau, untuk
meningkatkan brand awareness dan untuk menyediakan platform yang baik bagi
brand publicity.

Sponsorship adalah dukungan finansial kepada suatu organisasi, orang, atau


aktivitas yang dipertukarkan dengan publisitas merek dan suatu hubungan.
Sponsorship dapat membedakan sekaligus meningkatkan nilai suatu merek.
Beberapa pedoman yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan dalam memilih
sponsorship: target khalayak, penguatan citra merek, dapat diperpanjang,
keterlibatan merek, biaya yang efektif dan sponsor lainnya.
Unilever sering sekali menjadi sponsor pada sebuah acara karena perusahaan telah
memperhitungkan dengan matang keuntungan yang akan diperoleh. Dengan
menjadi sponsor pada salah satu acara maka unilever dapat menaympaikan pesan
dari brnad yang akan dipromosikan dan meningkatkan brand awareness.

8. INTERACTIVE MARKETING

Interactive marketing disini lebih tertuju kepada bagaimana suatu perusahaan


mampu atau tidak berkomunikasi dengan customer-nya atau mampu memberikan
solusi yang baik, yang terkait dengan penggunaan produk. Dalam hal ini interactive
marketing juga terkait dengan customer relationship management.

Unilever sebagai salah perusahaan yang menguasai beberapa pasar mampu


mempertahankan posisinya selama beberapa tahun karena perusahaan mampu
memberikan image yang memuaskan terhadap konsumen. Setiap tahunnya mulai
muncul produk-produk baru yang menawarkan berbagai macam kelebihan dan
harga yang bersaing, tetapi dengan strategi yang matang maka unilever
menfokuskan strategi untuk meningkatkan penjualan pada pembentukan brand
image dan pemasaran yang baik.
Dari definisi umum tersebut, dapat dilihat sejumlah manfaat IMC bagi organisasi
atau perusahaan, diantaranya:

Membentuk identitas merek yang kuat di pasar dengan mengikat bersama dan
memperkuat semua citra dan pesan komunikasi perusahaan.
Mengkoordinasikan semua pesan, positioning dan citra, serta identitas
perusahaan melalui semua bentuk komunikasi pemasaran
Adanya hubungan yang lebih erat antara perusahaan (melalui produk/jasanya)
dengan para konsumennya.
Solusi IMC menuntut untuk memahami pentingnya semua titik-titik kontak di
mana pelanggan mungkin medadak menjumpai perusahaan tertentu, produk dan
mereknya.
IMC harus bisa menghasilkan konsistensi komunikasi yang lebih baik dan dampak
penjualan yang lebih besar
IMC menempatkan tanggung jawab ditangan seseorang untuk menyatukan citra
perusahaan, karena citra perusahaan ini dibentuk oleh ribuan aktivitas perusahaan.

Ada yang menarik dari laporan majalah Business Week edisi Asia yang diterbitkan
beberapa waktu lalu. Melalui survei yang bertajuk The Asia BusinessWeek 50,
majalah yang memiliki reputasi bagus itu mencoba memilih barisan perusahaan

yang memiliki kinerja yang kinclong dari ratusan perusahaan yang asli Asia
ataupun korporasi multi-nasional yang beroperasi di Asia. Kriteria utama yang
mereka gunakan sebagai dasar pemilihan adalah kinerja keuangan dan
pertumbuhan bisnis selama tiga tahun terakhir.
Hasilnya cukup mengejutkan, namun sekaligus cukup asyik untuk didengar: mereka
menobatkan Unilever Indonesia sebagai perusahaan terbaik nomer satu se Asia.
Sebuah hasil yang sungguh layak diapresiasi dan kita beri tepuk tangan. Sebuah
hasil yang juga menunjukkan satu bukti bahwa roda bisnis di negeri ini ternyata
terus melaju dan menggeliat kencang.

Pada sisi lain, prestasi yang diraih oleh Unilever Indonesia ini kian menegaskan
keberhasilan mereka dalam menancapkan jejak bisnisnya di tanah air sebuah
ikhtiar yang telah dilakukan sejak tahun 1933. Dalam kenyataannya, produsen asal
Belanda ini makin melaju dengan beragam produk dan serangkaian strategi
pemasaran yang masif. Kamar mandi kita mungkin kini telah sesak dengan aneka
produk yang mereka ciptakan. Juga baju kita setiap hari mungkin dicuci dengan
deterjen produksi mereka. Dan setiap malam, mereka terus hadir berdendang dan
menyapa kita melalui tayangan iklan yang rancak di layar televisi.
Segenap usaha itu kemudian membikin para petinggi Unilever Indonesia bisa
memancarkan senyum a la senyum Pepsodent : dalam kurun 2006 total penjualan
sebanyak Rp 11 trilyun mengucur deras ke brankas, dan profit bersih sebesar Rp
1,7 trilyun berhasil direngkuh. Ah, sebuah hasil yang sungguh sedap, sesedap teh
Sariwangi
Namun dibalik kinerja keuangan yang kinclong itu, ada dua pelajaran manajerial
yang ingin kita explorasi disini. Yang pertama, melalui pengalaman pemasarannya
yang amat ekstensif, kita mungkin mesti harus menyebut Unilever Indonesia
sebagai The Best Marketing School in Town. Sebuah tempat dimana proses
pengembangan SDM dalam bidang pemasaran menemukan bentuknya yang paling
ideal.
Dalam konteks ini, kita melihat mereka mampu mendesain skema pengembangan
karir yang sistematis dan terencana terhadap para manajer mereka baik yang
senior maupun junior. Didukung oleh portfolio produk yang luas, mereka lantas
cukup leluasa untuk melakukan rotasi diantara manajernya untuk berpindah dari
satu produk (brand) ke lini produk lainnya. Dan disinilah mereka kemudian mampu
menempa para manajer mereka secara optimal melalui pergerakan karir yang
dinamis baik secara vertikal, diagonal dan horizontal. Yang lebih elok, mereka
tampaknya juga mampu menciptakan proses mentoring secara natural dimana para
manajer yang telah senior secara konstan terus menerus melakukan transfer
pengetahuan kepada para juniornya.

Pelajaran kedua yang bisa kita petik adalah ini : Unilever Indonesia memiliki
komitmen yang kuat dan bervisi jauh kedepan dalam mendidik dan
mengembangkan barisan sumber daya manusianya. Dalam sebuah kesempatan,
Direktur SDM Unilever Indonesia Josef Bataona menyebutkan, mayoritas jajaran
direksi mereka sekarang adalah para peserta program management trainee (MT)
yang telah mereka tempuh puluhan tahun sebelumnya. Program MT Unilever
Indonesia memang terkenal bagus, dan pernyataan diatas kian menegaskan
reputasi itu. Artinya, mereka benar-benar menjalankan program MT sesuai dengan
tujuan dasarnya : yakni mencetak dan menyiapkan para future leaders secara
sistematis dan terencana. Ke depan Unilever Indonesia pasti akan terus menemui
persaingan bisnis yang kian keras dan melelahkan. Namun melalui serangkaian
proses pengembangan SDM yang cerdas dan brilian, mereka barangkali akan
menghadapi persaingan bisnis itu dengan penuh percaya diri.