Anda di halaman 1dari 5

POLA FUNGSI KESEHATAN :

1. Pola penatalaksanaan kesehatan / persepsi sehat


Pasien mengatakan saat sakit misalnya hipertensinya kambuh maka pasien
langsung meminum obat yang didapat dari RS saat kontrol sebelumnya. Begitu
juga saat pasien mengalami anemis, badan terasa lemas maka pasien juga
meminum obat yang diresepkan dokter dari RS. Selain itu, pasien juga mengatakan
bahwa sehat ataupun sakit itu dipengaruhi oleh pola hidup salah satunya yaitu pola
makan.
Pemeriksaan fisik yang menunjang
Keadaan umum lemah, pasien tampak tenang dan tidak ansietas
Masalah Keperawatan
Tidak ada masalah keperawatan
2. Pola Nutrisi Metabolik
Pasien mengatakan porsi makannya normal 3x sehari dan habis, dengan lauk telur,
ikan laut, tahu, tempe, tidak makan sayur karena pantangan, saat memasak juga
garamnya dikurangi karena pantangan diet hipertensi, tetapi kadang-kadang pasien
juga makan-makanan yang dilarang misalnya makan ikan asin tetapi tidak sering
hanya saat kepingin saja.
Pasien minum air putih sehari 1 liter, tetapi kadang-kadang juga kurang dari itu.
Pemeriksaan fisik yang menunjang
Keadaan umum lemah, kulit lembab tetapi ada kemerahan pada kulit bekas
garukan, rambut bersih, kuku bersih, Sklera merah muda, mukosa bibir kering,
CRT <2 detik, dan tidak sianosis.
Masalah Keperawatan
Kerusakan integritas kulit
3. Pola Eliminasi
a.

Eliminasi Alvi
Pasien mengatakan bahwa BAB nya lancar 1x sehari atau 2 hari sekali, dengan
konsistensi lembek, berwarna kuning kecokelatan, tidak cair dan ada ampas

b.

Eliminasi Uri
Pasien mengatakan BAK nya 100 cc/hari, warnanya kuning jernih dan tidak
berbau menyengat

Pemeriksaan fisik yang menunjang


Inspeksi : Tampak odema perut (asites), Genetalia bersih
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan

Perkusi : Semua lapang abdomen dulnes (berisi cairan)


Auskultasi : Bising usus 15x/menit
Masalah Keperawatan
Kelebihan volume cairan
4. Pola Istirahat dan tidur
Pasien mengatakan saat dirumah sulit memulai tidur, bisa tidur sebentar 2 jam
terus bangun lagi dan susah untuk memulai tidur lagi. Selain itu juga jarang bisa
tidur siang, dan saat di RS bisa tidur 4 jam saat proses Dialisa berlangsung.
Pemeriksaan fisik yang menunjang
Keadaan umum lemah, tidak ada sianosis, skera berwarna merah muda, kantung
mata berwarna gelap
Masalah Keperawatan
Gangguan Pola Tidur
5. PolaAktifitas - Latihan
Pasien mengatakan dirumah sebagai ibu rumah tangga, saat waktu senggang
dipakai untuk menonton televisi. Tetapi saat penyakitnya kambuh pasien hanya
bisa berbaring lemah diatas tempat tidur. Selain itu pasien juga tidak pernah
berolahraga.
Pemeriksaan fisik yang menunjang
Tampak odema pada kedua ekstremitas bawah, kekuatan otot 5
4
Masalah Keperawatan
Resiko Intoleransi aktivitas

5
4

6. Pola kognitif perseptual keadekuatan alat sensori


Pasien mengatakan tidak menggunakan alat bantu dengar dan kacamata, tingkat
orientasi orang, waktu dan tempat baik, dan mampu berkomunikasi secara baik dan
normal.

Pemeriksaan fisik yang menunjang


Pasien mampu mengorientasi orang, waktu dan tempat, komunikasi baik, tidak ada
gangguan dalam panca indranya, kesadaran kompos mentis (GCS 456)
Masalah Keperawatan
Tidak ada masalah keperawatan
7.

Pola konsep dir idan persepsi diri

Pola persepsi
Pasien mengatakan bahwa sakit yang dideritanya karena faktor gaya hidup yang buruk
seperti tidak menjaga pola makan, melanggar diet yang telah ditentukan, jarang
berolahraga dan juga riwayat hipertensi yang dideritanya
Konsep diri
a. Gambaran diri
Pasien merasa titik kelemahannya yaitu saat sakit karena hanya bisa terbaring
lemas ditempat tidur dan tidak bisa melakukan aktivitas
b. Harga diri
Pasien terkadang merasa bahwa dirinya sudah tidak bisa melakukan aktivitas yang
seharusnya menjadi kewajibannya sebagai ibu rumah tangga karena penyakit yang
dideritanya maka pasien tidak boleh beraktivitas banyak dan berat karena
membuatnya akan cepat lelah dan kondisinya akan memburuk.
c. Ideal diri
Pasien mengatakan bahwa ingin segera sembuh sehingga dapat beraktivitas seperti
biasanya dan dapat melakukan tanggung jawab sebagai ibu rumah dengan baik
d. Peran diri
Saat penyakit pasien kambuh maka pasien sudah tidak bisa melakukan tugasnya
sebagai ibu rumah tangga seperti memasak, meyapu, mengepel, dll
e. Identitas diri
Pasien berusia 36 tahun yang mempunyai kewajiban sebagai ibu rumah tangga.
Jadi perannya sekarang yaitu sebagai istri, ibu bagi keluarganya yang membantu
menjaga kebersihan rumah dan menyiapkan segala keperluan keluarga. Namun saat
sakitnya kambuh pasien berperan sebagai pasien yang mendapat perawatan medis
dan harus kooperatif dalam tindakan medis yang diberikan.
Masalah Keperawatan
Tidak ada masalah keperawatan
8. Pola Reproduksi Seksual
Pasien mengatakan sudah menikah dan dikaruniai anak satu , hamil pertama usia
30 tahun dan tidak menggunakan KB
Pemeriksaan fisik yang menunjang
Genetalia bersih, tidak ada benjolan dan rasa nyeri saat ditekan pada payudara

Masalah Keperawatan
Tidak ada masalah keperawatan
9. Pola hubungan peran
Persepsi klien tantang pola hubungan
Pasien mengatakan sangat akrab kepada semua anggota keluarganya termasuk
suaminya. Baginya suaminya itu adalah penyemangat hidupnya karena selalu
memberikan dukungan positif ketika pasien merasa ingin menyerah. Dan proses
pengambilan keputusan dikeluarganya yaitu suami.
Persepsi klien tentang peran dan tanggung jawab
Pasien mengatakan perannya didalam keluarga yaitu sebagai istri dan ibu rumah
tangga yang berkewajiban membersihkan rumah, menyiapkan makanan, dsb. Tetapi
ketika sakitnya kambuh pasien tidak bisa membantu menguruh rumah tangga
sehingga pasien membutuhkan bantuan dari keluarga yang lainnya.
Masalah Keperawatan
Tidak ada masalah keperawatan
10. Mekanisme Koping
Kemampuan mengendalian stress
Pasien mengatakan jika pasien mengalami masalah maka pasien selalu bercerita
kepada suaminya untuk memecahkan masalah dan mendapatkan jalan keluarnya
Sumber pendukung
Keluarga ( Suami, orang tua dan anak-anaknya)
Masalah Keperawatan
Tidak ada masalah keperawatan

11. Pola tata nilai dan kepercayaan


Pasien beragama islam yang mempunyai kewajiban untuk sholat 5 waktu. Dan
ketika dirumah pasien sholat berjamah dengan suami dan kedua orang tuanya.
Terkadang juga pasien mengikuti kegiatan pengajian dengan tetangganya yang
biasanya diadakan seminggu sekali.
Masalah Keperawatan
Tidak ada masalah keperawatan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan Laboratorium
Hasil lab DL tanggal 15 November 2016 jam 18.03
Hb

: 7,4 g/dl

Lekosit

: 5.010/mm3 (4.500-13.500)

Hematokrit : 23,0 %
Trombosit

(12,8-16,8)
(33-45)

: 176.000/mm3 (150.000-440.000)

2. Pemeriksaan Radiologi
Tidak ada
3. Pemeriksaan Lain lain
Tidak ada
4. Terapi dan Diet.
Terapi : ISDN 2x1, amliodipin 2x1, transfusi darah PRC (Gol. B+) jumlah 3 colf
Diet

: Kurangi asupan natrium dan protein, kebutuhan energi 2100 kkal, tinggi
protein 92,4, lemak 46,7 dan karbohidrat 357.