Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN

ELEKTRONIKA ANALOG DAN DIGITAL


OPERATIONAL AMPLIFIER

Disusun Oleh :
Mahfuzhah Salfitri
15063006

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017

I.

TUJUAN PRAKTIKUM
Setelah melakukan praktikum ini diharapkan mahasiswa telah memiliki kemampuan
menggunakan Op-Amp sebagai penguat Inverting.

II.

ALAT DAN BAHAN


1. Osciloscop
2. Multimeter
3. Signal Generator
4. Catu daya
5. Breadboard dan kabel-kabel penghubung
6. Op-Amp (LM 741)
7. Resistor 1 K dan 10 K
8. Kapasitor

III.

TEORI SINGKAT
Penguat operasional (operational amplifier) atau yang biasa disebut op-amp
merupakan suatu jenis penguat elektronika dengan hambatan (coupling) arus searah yang
memiliki bati/faktor penguatan (gain) sangat besar dengan dua masukan dan satu
keluaran.Penguat operasional pada umumnya tersedia dalam bentuk sirkuit terpadu dan
yang paling banyak digunakan adalah seri 741.
Simbol Op-Amp biasanya di tulis seperti gambar dibawah ini :

Gambar 01. Simbol Op-Amp

Pada mulanya Op-amp digunakan untuk rangkaian perhitungan analog, rangkaian


pengaturan dan instrumentasi. fungsi utamanya adalah untuk melakukan operasi linier
matematika (tegangan dan arus), integrasi dan penguatan.
Selain itu adalah untuk :
-

Buffer Sinyal

Menguatkan sinyal

Mengintegrasikan sinyal

Mengeraskan suara

Dll

Penguat operasional banyak digunakan dalam berbagai aplikasi karena beberapa


keunggulan yang dimilikinya, seperti penguatan yang tinggi, impedansi masukan yang
tinggi, impedansi keluaran yang rendah dan lain sebagainya. Berikut ini adalah
karakteristik dari Op Amp ideal:

Penguatan tegangan lingkar terbuka (open-loop voltage gain) AVOL =

Tegangan ofset keluaran (output offset voltage) VOO = 0

Hambatan masukan (input resistance) RI =

Hambatan keluaran (output resistance) RO = 0

Lebar pita (band width) BW =

Waktu tanggapan (respon time) = 0 detik

Karakteristik tidak berubah dengan suhu

Kondisi ideal tersebut hanya merupakan kondisi teoritis tidak mungkun dapat dicapai
dalam kondisi praktis. Tetapi para pembuat Op Amp berusaha untuk membuat Op Amp
yang memiliki karakteristik mendekati kondisi-kondisi di atas. Karena itu sebuah Op
Amp yang baik harus memiliki karakteristik yang mendekati kondisi ideal. Berikut ini
akan dijelaskan satu persatu tentang kondisi-kondisi ideal dari Op Amp.
1.

Penguat Pembalik ( Inverting amplifier )

Sebuah penguat pembalik menggunakan umpan balik negatif untuk membalik dan
menguatkan sebuah tegangan.Resistor Rf melewatkan sebagian sinyal keluaran kembali
ke masukan. Karena keluaran taksefase sebesar 180, maka nilai keluaran tersebut secara
efektif mengurangi besar masukan.Ini mengurangi bati keseluruhan dari penguat dan
disebut dengan umpan balik negatif.
Rf
Vin

Rin

_
+

Besar tegangan Output :

Vout

2. Penguat Tidak Membalik (NonInverting)


Penguat Non Inverting amplifier merupakan kebalikan dari penguat inverting,dimana
Input dimasukkan pada input non inverting sehingga polaritas output akan sama dengan
polaritas input tapi memiliki penguatan yang tergantung dari besarnya Rfeedback dan
Rinput.

Gambar Op-Amp
non inverting

IV.

GAMBAR RANGKAIAN
-

Penguat Inverting
Pada penguat inverting sumber isyarat dihubungkan dengan masukan (-) seperti
tampak pada gambar dibawah ini :

Vin

R1= 1 k

Vout
R2 = 10k

Vo = v.ol . V1
v.ol = -

Penguat Noninverting

Vin

Vout

R1 = 1k
R2 = 10 k

Vo = v.ol. V1
v.ol =

V.

LANGKAH KERJA
-

Langkah kerja Penguat Inverting


1. Rakitlah seperti gambar di atas
2. Atur signal generator sehingga penunjukan berharga 100 Hz
3. Amati tegangan keluaran pada Osciloscope dan catat hasil pengamtan pada
tabel
4. Ulangi langkah 2 dan 3 dan sesuaikan harga frekuensi yang telah ditetapkan.

Langkah Kerja Penguat Noninverting


1. Rakitlah rangkaian percobaan seperti gambar noninverting diatas dengan
menghubungkan signal generator pada masukan penguat non inverting
2. Atur tegangan sumber sesuai tabel, dimana penunjukan harga tergangan
tersebut akan terbaca pada layar oscilloscope
3. Amati tegangan keluaran pada oscilloscope dan catat hasil tegangan
4. Ulangi langkah ke 2 dan 3 untuk besaran sumber yang berbeda.

VI.

HASIL PENGAMATAN
-

Tabel pengamatan Inverting


No
1.
2.
3.
4.
5.

Vin (Volt)
1,4
1,4
1,4
1,4
1,4

Vout (Volt)
1,2
1,2
1,2
1,2
1,2

Tabel pengamatan Noninverting


No
1.
2.
3.
4.
5.

VII.

f (Hz)
0,1
1
4
8
16

Vin (Volt)
0,5
1,0
1,5
2,0
2,5

R1 k
1
1
1
10
10

R2 k
10
10
10
10
10

Vout (Volt)
0,8
1,2
1,8
2,2
2,6

ANALISA DATA
Menganalisa data Vout inverting dengan rumus :
Vo = v.ol . Vin
v.ol = Jadi, harga v.ol = - 10.000 / 1000= - 10

Vout1= -10 . 1,4 = -14

Harga yang dihasilkan melalui analisa di atas sangat tidak valid

karena

seharusnya Vout memiliki harga yang lebih besar dibandingkan dengan Vin . Hal
tersebut terjadi sebab Op-Amp Inverting dapat menguatkan signal masukan atau
Vin hingga membuat Vout lebih besar harganya.
Hal tersebut bisa terjadi Karena bebrapa faktor:

1. Komponen utama yaitu Op-Amp sudah tidak baik.


2. Breadboard tidak stabil
3. Kabel-kabel penghubung yang longgar
4. Bahkan bisa saja terjadi kesalahan dalam merangkai .
-

Analisa data Noninverting :


Vo = v.ol. V1
v.ol =

v.ol 1= (1+ 10000/1000) = 11


Vo = 11.0,5 = 5,5 V

v.ol 2= (1+ 10000/1000) = 11


Vo = 11 . 1,0 = 11 V

v.ol 3= (1+ 10000/1000) = 11


Vo = 11 . 1,5 = 16,5 V

v.ol 4= (1+ 10000/10000) = 2


Vo = 2 . 2 = 4 V

v.ol 5= (1+ 10000/10000) = 2


V o = 2 . 2,5 = 5 V

Dari analisa yang dilakukan memiliki kesamaan yaitu Vout > Vin.
tegangan keluaran lebih besar dari tegangan masukan namun hasil yang di
tunjukan oleh pengukuran dan perhitungan berbeda jauh.
VIII. KESIMPULAN
Untuk percobaan penguat Inverting banyak di temukan masalah baik dari komponen
yang tidak bekerja stabil/longgar hingga salah pembacaan alat ukur namun menurut

saya hasil dari pengukuran dapat di atasi bila harga R1 dan R2 di tukar . Agar bisa
mendapatkan Vout lebih besar dari Vin.
Sedangkan untuk percobaan noninverting sudah memenuhi pedoman yang ada dan
hasil dari pengukuran serta perhitungan sama-sama memiliki harga Vout yang lebih
besar dari Vin walaupun memiliki selisih harga yang berbeda jauh.
IX.

REFERENSI
Read more at: http://elektronika-dasar.com/percobaan/karakteristik-penguat-membalikinverting-amplifier/

http://blog.ub.ac.id/kharislave/files/2012/09/PENGUAT-OPRASIONAL-OP-AMP.pdf
http://elektronikaindustri.com/pengertian-penguat-op-amp-operating-amplifier/
http://www.ilmu.8k.com/pengetahuan/opamp.html