Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH SISTEM PENCERNAAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN


DENGAN CA. KOLOREKTAL

Disusun Oleh :
Weta Okta Rena

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


TRI MANDIRI SAKTI
BENGKULU
2011
1

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas kami dengan judul Asuhan
keperawatan pada klien dengan CA. kolorektal . Tugas kami ini dibuat untuk memenuhi salah
satu tugas pada mata kuliah Sistem pencernaan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik maupun
saran yang sifatnya membangun untuk perbaikan dan kesempurnaan makalah kami ini sangat
kami harapkan sebagai bahan koreksi bagi kami guna kesempurnaan dan perbaikan serta
menambah referensi dimasa yang akan datang.
Kami mengharapkan semoga makalah ini dapat berguna dan dapat memberikan manfaat
kepada TMS Fakultas Ilmu Keperawatan Bengkulu pada umumnya dan khususnya kepada kami
sendiri.

Bengkulu, Oktober 2012

Kelompok

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.......................................................................................

KATA PENGANTAR......................................................................................

ii

DAFTAR ISI ...................................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN
A.
B.
C.

Latar Belakang..........................................................................
Tujuan Umum.......
Tujuan Khusus..........

5
6
6

BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.
J.
K.
L.
M.
N.

Definisi......................................................................................
Etiologi..
Tanda dan Gejala...
Patofisiologi
Komplikasi
Klasifikasi
Pnatalaksanaan
Pengobatan
Asuhan Keperawatan
Pengkajian
Diagnosa Keperawatan
Intervensi
Implementasi
Evaluasi

BAB III PENUTUP


A.
B.

Kesimpulan...............................................................................
Saran..........................................................................................

46
46

DAFTAR PUSTAKA....

47

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
3

Colorectal Cancer atau dikenal sebagai Ca. Colon atau Kanker Usus Besar adalah
suatu bentuk keganasan yang terjadi pada kolon, rektum, dan appendix (usus buntu). Di
negara maju, kanker ini menduduki peringkat ke tiga yang paling sering terjadi, dan
menjadi penyebab kematian yang utama di dunia barat. Untuk menemukannya diperlukan
suatu tindakan yang disebut sebagai kolonoskopi, sedangkan untuk terapinya adalah
melalui pembedahan diikuti kemoterapi. Penyebab jelas kanker usus besar belum
diketahui secara pasti, namun makanan merupakan faktor yang penting dalam kejadian
kanker tersebut. Yaitu berkorelasi dengan faktor makanan yang mengandung kolesterol
dan lemak hewan tinggi, kadar serat yang rendah, serta adanya interaksi antara bakteri di
dalam usus besar dengan asam empedu dan makanan, selain itu dapat juga dipengaruhi
oleh minuman yang beralkohol, khususnya bir. Pada tahun 2002 karsinoma kolorektal
menduduki peringkat kedua pada kasus karsinoma yangterdapat pada pria, sedangkan
pada wanita karsinoma kolorektal mendudukiperingkat ketiga dari semua kasus
karsinoma.Gejala yang di timbulkan antara lain adalah nyeri di perut bagian bawah,darah
pada tinja, diare, konstipasi, atau perubahan kebiasaan buang air besar,obstruksi usus,
anemia dengan penyebab tidak di ketahui dan berat badanmenurun tanpa alasan yang
diketahui.
B. Tujuan
Tujuan Umum
Tujuan penulisan makalah ini adalah menambah wawasan mahasiswa mengenai
asuhan keperawatan pada pasien dengan Kanker Colorektal.
Tujuan Khusus
Mengetahui definisi Kanker Colorektal.
Mengetahui etiologi, kanker colorektal.
Mengetahui clasifikasi Kanker Colorektal.
Mengetahui patofisiologi Kanker Colorektal.
Mengetahui manifestasi klinis kanker colorektal.
Mengetahui complikasi kanker colorektal.
Mengetahui asuhan keperawatan yang benar untuk pasien dengankanker
kolorektal

BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A. Defenisi
Colorectal Cancer atau dikenal sebagai Ca. Colon atau Kanker Usus Besar adalah
suatu bentuk keganasan yang terjadi pada kolon, rektum, dan appendix (usus buntu). Di
negara maju, kanker ini menduduki peringkat ke tiga yang paling sering terjadi, dan menjadi
penyebab kematian yang utama di dunia barat. Untuk menemukannya diperlukan suatu

tindakan yang disebut sebagai kolonoskopi, sedangkan untuk terapinya adalah melalui
pembedahan diikuti kemoterapi.
Kanker colon adalah suatu kanker yang yang berada di colon. Kanker colon adalah
penyebab kedua kematian di Amerika Serikat setelah kanker paru-paru (ACS 1998)
Penyakit ini termasuk penyakit yang mematikan karena penyakit ini sering tidak
diketahui sampai tingkat yang lebih parah. Pembedahan adalah satu-satunya cara untuk
mengubah kanker Colon.
B. Etiologi
Penyebab dari pada kanker Colon tidak diketahui. Diet dan pengurangan waktu
peredaran pada usus besar (aliran depan feces) yang meliputi faktor kausatif. Petunjuk
pencegahan yang tepat dianjurkan oleh Amerika Cancer Society (The National Cancer
Institute), dan organisasi kanker lainnya. Makanan-makanan yang pasti di curigai
mengandung zat-zat kimia yang menyebabkan kanker pada usus besar. Makanan tersebut
juga mengurangi waktu peredaran pada perut, yang mempercepat usus besar menyebabkan
terjadinya kanker. Makanan yang tinggi lemak terutama lemak hewan dari daging
merah,menyebabkan sekresi asam dan bakteri anaerob, menyebabkan timbulnya kanker
didalam usus besar. Daging yang di goreng dan di panggang juga dapat berisi zat-zat kimia
yang menyebabkan kanker. Diet dengan karbohidrat murni yang mengandung serat dalam
jumlah yang banyak dapat mengurangi waktu peredaran dalam usus besar. Beberapa
kelompok menyarankan diet yang mengadung sedikit lemak hewan dan tinggi sayuran dan
buah-buahan (e.g Mormons, seventh Day Adventists).
Makanan yang harus dihindari :

Daging merah
Lemak hewan
Makanan berlemak
Daging dan ikan goreng atau panggang
Karbohidrat yang disaring (example:sari yang disaring)

Makanan yang harus dikonsumsi:

Buah-buahan dan sayur-sayuran khususnya Craciferous Vegetables dari golongan

kubis (seperti brokoli,brussels sprouts)


Butir padi yang utuh
6

Cairan yang cukup terutama air


Karena sebagian besar tumor Colon menghasilkan adenoma, faktor utama yang

membahayakan terhadap kanker Colon menyebabkan adenoma. Ada tiga type adenoma
Colon : Tubular, Villous dan Tubulo Villous. Meskipun hampir sebagian besar kanker Colon
berasal dari adenoma, hanya 5% dari semua Adenoma Colon menjadi manigna, Villous
Adenoma mempunyai potensial tinggi untuk menjadi manigna. Faktor yang menyebabkan
adanya adenoma benigna atau manigna tumor tidak diketahui, poliposis yang bergerombol
bersifat herediter yang tersebar pada gen autosom dominan. Ini di karakteristikkan pada
permulaan adematus polip pada colon dan rektum. Resiko dari kanker pada tempat femiliar
poliposis mendekati 100 % dari orang yang berusia 20 30 tahun.
Orang-orang yang telah mempunyai Ulcerative Colitis atau penyakit Crohns juga
mempunyai resiko terhadap kanker Colon. Penambahan resiko pada permulaan usia muda
dan tingkat yang lebih tinggi terhadap keterlibatan colon. Resiko dari kanker Colon akan
menjadi 2/3 kali lebih besar jika anggota keluarga menderita penyakit tersebut.

C. Tanda dan Gejala


Mula-mula gejalanya tidak jelas, seperti berat badan menurun (sebagai gejala
umum keganasan) dan kelelahan yang tidak jelas sebabnya. Setelah berlangsung
beberapa waktu barulah muncul gejala-gejala lain yang berhubungan dengan keberadaan
tumor dalam ukuran yang bermakna di usus besar. Makin dekat lokasi tumor dengan anus
biasanya gejalanya makin banyak. Bila kita berbicara tentang gejala tumor usus besar,
gejala tersebut terbagi tiga, yaitu gejala lokal, gejala umum, dan gejala penyebaran
(metastasis).
D. Patofisiologi

Perubahan Patologi Tumor terjadi ditempat yang berada dalam colon mengikuti
kira-kira pada bagian ( Sthrock 1991 a ) :
26 % pada caecum dan ascending colon
10 % pada transfersum colon
15 % pada desending colon
20 % pada sigmoid colon
30 % pada rectum
Karsinoma Colon sebagian besar menghasilkan adenomatus polip. Biasanya
tumor ini tumbuh tidak terditeksi sampai gejala-gejala muncul secara berlahan dan
tampak membahayakan.Penyakit ini menyebar dalam beberapa metode.Tumor mungkin
menyebar dalam tempat tertentu pada lapisan dalam di perut,mencapai serosa dan
mesenteric fat. Kemudian tumor mulai melekat pada organ yang ada disekitarnya,
kemudian meluas kedalam lumen pada usus besar atau menyebar ke limpa atau pada
sistem sirkulasi. Sistem sirkulasi ini langsung masuk dari tumor utama melewati
pembuluh darah pada usus besar melalui limpa,setelah sel tumor masuk pada sistem
sirkulasi,biasanya sel bergerak menuju liver. Tempat yang kedua adalah tempat yang jauh
kemudian metastase ke paru-paru. Tempat metastase yang lain termasuk :

Kelenjar Adrenalin
Ginjal
Kulit
Tulang
Otak

Penambahan untuk infeksi secara langsung dan menyebar melalui limpa dan sistem
sirkulasi,tumor colon juga dapat menyebar pada bagian peritonial sebelum pembedahan
tumor belum dilakukan. Penyebaran terjadi ketika tumor dihilangkan dan sel kanker dari
tumor pecah menuju ke rongga peritonia
E. Komplikasi
Komplikasi terjadi sehubungan dengan bertambahnya pertumbuhan pada lokasi
tumor atau melelui penyebaran metastase yang termasuk :
Perforasi usus besar yang disebabkan peritonitis
Pembentukan abses
Pembentukan fistula pada urinary bladder atau vagina

Biasanya tumor menyerang pembuluh darah dan sekitarnya yang menyebabkan


pendarahan.Tumor tumbuh kedalam usus besar dan secara berangsur-angsur membantu
usus besar dan pada akirnya tidak bisa sama sekali. Perluasan tumor melebihi perut dan
mungkin menekan pada organ yang berada disekitanya ( Uterus, urinary bladder,dan
ureter ) dan penyebab gejala-gejala tersebut tertutupi oleh kanker.
F. Klasifikasi
Tumor pada kolon dan rektum (kolorektal) atau usus besar ada dua macam, yaitu
tumor jinak (benigna) dan tumor ganas (maligna).
Tumor jinak dibagi atas :

Tumor Epitelial, terdiri atas: Adenoma dan Adenomatosis


Tumor Nonepitelial, terdiri atas: Leomioma, Hemangioma, dan Lipoma

Tumor ganas terdiri atas :

Karsinoma
Sarkoma

Untuk menemukan tumor jinak ini, harus dilakukan pemeriksaan radiologis dan
endoskopis yang meliputi pemeriksaan sigmoidaskopi dan kolonoskopi. Pengobatan tumor
jinak biasanya dilakukan dengan cara operasi. Sebagian besar penderita tumor jinak biasanya
tidak mempunyai keluhan, kecuali jika telah ada komplikasi tidak menyebabkan diare.
Apabila letak tumor ada dibagian kolon paling bawah, biasanya menimbulkan perdarahan.
Keluhan lain, yang jarang terjadi, yaitu diare berlendir yang kadang-kadang disertai dengan
nyeri perut.
Kanker rektum atau kanker usus besar atau kolorektal termasuk penyakit ganas urutan
ke-10 tersering di dunia, termasuk Indonesia. Kanker rektum biasanya ditemukan pada pria
dan wanita berusia di atas 50 tahun. Seiring dengan perubahan gaya hidup, pada saat ini, 50%
penderita kanker kolon berusia di bawah 40 tahun. Kanker kolon tergolong fatal karena
diperkirakan 50% penderitanya meninggal akibat penyakit ini.
Terdapat beberapa macam klasifikasi staging pada kanker kolon, ada klasifikasi TNM,
klasifikasi Dukes, namun yang akan saya jabarkan klasifikasinya adalah sebagai berikut
(mirip dengan klasifikasi Dukes) :

Stadium 1 : Kanker terjadi di dalam dinding kolon


Stadium 2 : Kanker telah menyebar hingga ke lapisan otot kolon
9

Stadium 3 : Kanker telah menyebar ke kelenjar-kelenjar limfa


Stadium 4 : Kanker telah menyebar ke organ-organ lain

G. Penatalaksanaan
Perawatan penderita tergantung pada tingkat staging kanker itu sendiri. Terapi
akan jauh lebih mudah bila kanker ditemukan pada stadium dini. Tingkat kesembuhan
kanker stadium 1 dan 2 masih sangat baik. Namun bila kanker ditemukan pada stadium
yang lanjut, atau ditemukan pada stadium dini dan tidak diobati, maka kemungkinan
sembuhnya pun akan jauh lebih sulit. Di antara pilihan terapi untuk penderitanya, opsi
Operasi masih menduduki peringkat pertama, dengan ditunjang oleh kemoterapi dan/atau
radioterapi (mungkin diperlukan). Penatalaksanaan Medis.
H. Pengobatan
Bila sudah pasti ditemukan karsinoma kolorektal, maka kemungkinan
pengobatannya adalah:
1. Pembedahan Reseksi.
Satu-satunya pengobatan definitif adalah pembedahan reseksi dan biasanya diambil
sebanyak mungkin dari kolon, batas minimal adalah 5 cm di sebelah distal dan
proksimal dari tempat kanker. Untuk kanker di sekum dan kolon asendens biasanya
dilakukan hemikolektomi kanan dan dibuat anastomosis ileo-transversal.Untuk
kanker di kolon transversal dan di pleksura lienalis, dilakukan kolektomi subtotal dan
dibuat anastomosis ileosigmoidektomi. Pada kanker di kolon desendens dan sigmoid
dilakukan hemikolektomi kiri dan dibuat anastomosis kolorektal transversal. Untuk
kanker di rektosigmoid dan rektum atas dilakukan rektosigmoidektomi dan dibuat
anastomosis. Desenden kolorektal. Pada kanker di rectum bawah dilakukan
proktokolektomi dan dibuat anastomosis kolorektal.
2. Kolostomi
Kolostomi merupakan tindakan pembuatan lubang (stoma) yang dibentuk dari
pengeluaran sebagian bentuk kolon (usus besar) ke dinding abdomen (perut), stoma
ini dapat bersifat sementara atau permanen. Tujuan Pembuatan Kolostomi adalah.
Untuk tindakan dekompresi usus pada kasus sumbatan / obstruksi usus. Sebagai anus
setelah tindakan operasi yang membuang rektum karena adanya tumor atau penyakit
lain. Untuk membuang isi usus besar sebelum dilakukan tindakan operasi berikutnya
untuk penyambungan kembali usus (sebagai stoma sementara).
Perawatan Pasca Operasi Kolostomi :
10

Keseimbangan cairan dan elektrolit. Asenden colostomy atau colostomy yang


diikuti dengan reseksi mungkin faecesnya cair diperlukan menjaga

keseimbangan cairan dan elektrolit.


Perawatan kulit. Jika ada iritasi kulit harus dikaji secara tepat guna sehingga
tindakan yang diambil tepat.

Prinsip pencegahan kulit sekitar stoma :


Pencegahan primer bertujuan untuk proteksi : Bersihkan dengan perlahan- lahan,
gunakan skin barier, ganti segera kantong bila terjadi kebocoran / rembes atau
penuh.
Pencegahan sekunder / penanganan kulit yang sudah terjadi kerusakan. Kulit
dengan eritema : ganti kantong kolostomi setiap 24 jam, bersihkan ku1it dengan
air hangat pakai kapas dan keringkan, gunakan kantong kolostomi yang tidak
menimbulkan alergi ku1it yang erosi, sama dengan eritema tetapi setelah
dibersihkan olesi daerah erosi dengan zalf misalnya zinksalf.
3. Diet.
Dianjurkan mengkonsurnsi diet yang seimbang terutama dengan stoma permanen.
Diet yang dikonsurnsi sifatnya individual asal tidak menyebabkan diare, konstipasi
dan menimbu1kan gas.
4. Irigasi kolostomi bertujuan untuk :
Mengeluarkan faeses, gas dan lendir/mukus yang memenuhi kolon.
Membersihkan saluran pencernaan bagian bawah.
Menetapkan suatu pengeluaran sehingga dapat melakukan aktivitas normal.
5. Membantu pasien stoma.
Pertemuan grup
Penyuluhan untuk pasien dan keluarga serta, support mental
Radioterapi
Setelah dilakukan tindakan pembedahan perlu dipertimbangkan untuk
melakukan radiasi dengan dosis adekuat. Memberikan radiasi isoniasi pada
neoplasma. Karena pengaruh radiasi yang mematikan lebih besar pada sel-sel
kanker yang sedang proliferasi, dan berdiferensiasi buruk, dibandingkan terhadap
sel -sel normal yang berada di dekatnya, maka jaringan normal mungkin
mengalami cidera da1am derajat yang dapat ditoleransi dan dapat diperbaiki,
sedangkan sel-sel kanker dapat dimatikan, selanjutnya dilakukan kemoterapi.
6. Kemoterapi

11

Kemoterapi yang diberikan ialah 5-flurourasil (5-FU). Belakangan ini sering


dikombinasi dengan leukovorin yang dapat meningkatkan efektifitas terapi. Bahkan
ada yang memberikan 3 macam kombinasi yaitu: 5-FU, levamisol, dan leuvocorin.
Dari hasil penelitian, setelah dilakukan pembedahan sebaiknya dilakukan radiasi dan
kemoterapi.

BAB III
ASKEP TEORITIS
1. Pengkajian
Identitas Klien
Meliputui nama,umur, jenis kelamin, MR, pekerjaan.
2. Riwayat Kesehatan
3. RKD
Memiliki riwayat merokok, minum alkohol, masalah TD, perdarahan pada rektal,
perubahan feses.
4. RKS
Biasanya alopesia,lesi,mual muntah, nyeri ulu hati, perut begah, pusing,
5. RKK
Riwayat penyakit keluarga adanya riwayat kanker.
6. Pemeriksaan Fisik
Pengkajian pada pasien dengan kanker kolon menurut Marilynn E. Doenges (1999)
diperoleh data sebagai berikut sbb :
7. Aktivitas/istirahat Pasien dengan kanker kolorektal biasanya merasakan tidak nyaman
pada abdomen dengan keluhan nyeri, perasaan penuh, sehingga perlu dilakukan
pengkajian terhadap pola istirahat dan tidur.
8. Sirkulasi

12

Gejala: Palpitasi, nyeri dada pada pergerakan kerja. Kebiasaan: perubahan pada tekanan
darah.
9. Integritas ego
Faktor stress (keuangan, pekerjaan, perubahan peran) dan cara mengatasi stress
(misalnya merokok, minum alkohol, menunda mencari pengobatan, keyakinan religius/
spiritual) Masalah tentang perubahan dalam penampilan misalnya, alopesia, lesi, cacat,
pembedahan. Menyangkal diagnosis, perasaan tidak berdaya, putus asa, tidak mampu,
tidak merasakan, rasa bersalah, kehilangan.
10.

Eliminasi

Adanya perubahan fungsi kolon akan mempengaruhi perubahan pada defekasi pasien,
konstipasi dan diare terjadi bergantian. Bagaimana kebiasaan di rumah yaitu: frekuensi,
komposisi, jumlah, warna, dan cara pengeluarannya, apakah dengan bantuan alat atau
tidak adakah keluhan yang menyertainya. Apakah kebiasaan di rumah sakit sama dengan
di rumah.
Pada pasien dengan kanker kolerektal dapat dilakukan pemeriksaan fisik dengan
observasi adanya distensi abdomen, massa akibat timbunan faeces. Massa tumor di
abdomen, pembesaran hepar akibat metastase, asites, pembesaran kelenjar inguinal,
pembesaran kelenjar aksila dan supra klavikula, pengukuran tinggi badan dan berat
badan, lingkar perut, dan colok dubur.
11.

Makanan/cairan

Gejala: kebiasaan makan pasien di rumah dalam sehari, seberapa banyak dan komposisi
setiap kali makan adakah pantangan terhadap suatu makanan, ada keluhan anoreksia,
mual, perasaan penuh (begah), muntah, nyeri ulu hati sehingga menyebabkan berat badan
menurun.
Tanda: Perubahan pada kelembaban/turgor kulit; edema
12.

Neurosensori

Gejala: Pusing; sinkope, karena pasien kurang beraktivitas, banyak tidur sehingga
sirkulasi darah ke otak tidak lancar.
13.

Nyeri/kenyamanan

Gejala: Tidak ada nyeri, atau derajat bervariasi misalnya ketidaknyamanan ringan sampai
nyeri berat (dihubungkan dengan proses penyakit)
13

14.

Pernapasan
Gejala: Merokok (tembakau, mariyuana, hidup dengan seorang perokok).

Pemajanan asbes
15.

Keamanan

Gejala: Pemajanan pada kimia toksik, karsinogen. Pemajanan matahari lama/berlehihan.


Tanda: Demam. Ruam ku1it, ulserasi

16.

Seksualitas

Gejala: Masalah seksual misalnya dampak pada hubungan peruhahan pada tingkat
kepuasan. Multigravida lebih besar dari usia 30 tahun Multigravida, pasangan seks
multipel, aktivitas seksual dini, herpes genital.
17.

Interaksi sosial

Gejala: Ketidak adekuatan/kelemahan sistem pendukung


Riwayat perkawinan (berkenaan dengan kepuasan di rumah, dukungan, atau bantuan)
I. Diagnosa Keperawatan
1. Ansietas / ketakutan berhubungan dengan krisis situasi (kanker)
2. Nyeri (akut) berhubungan dengan trauma jaringan dan reflek spasme otot sekunder
akibat kanker usus besar.
3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan status
hipometabolik berkenaan dengan kanker.
J. Intervensi Keperawatan
Diagnosa Keperawatan

Tujuan

14

Intervensi

Setelah dilakukan tindakan

Dorong pasien untuk

berhubungan dengan

keperawatan ansietas dapat

mengungkapkan

krisis situasi (kanker)

berkurang

1. Ansietas / ketakutan

atau

dapat

dikontrol.

pikiran dan perasaan.


Berikan lingkungan
terbuka dimana pasien

merasa aman.
Petahankan kontak

sering dengan pasien.


Bantu pasien/ orang
terdekat dalam mengen

Setelah dilakukan tindakan


keperawatan diharapkan
pasien dapat melaporkan
2. 2. Nyeri (akut) berhubungan
dengan terputusnya
kontinuitas jaringan kulit

ali rasa takut


Tingkatkan rasa tenang
dan lingkungan tenang

Tentukan riwayat
nyeri, misalnya lokasi

penghilangan nyeri

nyeri, frekuensi,

maksimal/control dengan

durasi, dan intensitas,

pengaruh minimal.

serta tindakan

sekunder terhadap

penghilang yang

tindakan pembedahan.

dilakukan.
Berikan tindakan
kenyamanan dasar dan

aktivitas hiburan.
Dorong ketrampilan
manajemen nyeri
misalnya teknik
relaksasi napas dalam
(dengan cara tarik
nafas melalui hidung
tahan sampai hitungan
sepuluh lalu
hembuskan pelan
pelan melalui mulut

15

sambil dirasakan),
tertawa, musik, dan
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan diharapkan

nyeri/ kontrol.

pasien dapat
3. 3. Perubahan nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh

sentuhan terapetik.
Evaluasi penghilangan

mendemonstrasikan berat
badan stabil.

berhubungan dengan
status hipermetabolik
berkenaan dengan kanker

Pantau masukan setiap

hari.
Timbang berat badan
setiap hari atau sesuai

indikasi.
Dorong pasien untuk
makan diet tinggi
kalori dan kaya nutrien
dengan masukan cairan

adekuat.
Dorong pasien untuk
makan dengan porsi

kecil tetapi sering.


Ciptakan suasana
makan yang

menyenangkan.
Ientifikasi pasien yang
mengalami
mual/muntah yang
diantisipasi.

16

K. Implementasi
Setelah rencana keperawatan disusun, selanjutnya dilakukan dalam tindakan yang
nyata untuk mengatasi masalah yang dihadapi klien. Tindakan tersebut harus dijelaskan
secara terperinci sehingga dapat dengan mudah diterapkan.
L. Evaluasi
Merupakan tahap akhir dalam proses keperawatan, dimana perawat mampu
menilai apakah tujuan dapat tercapai atau tidak.
1. ansietas dapat berkurang atau dapat dikontrol.
2. pasien dapat melaporkan penghilangan nyeri maksimal/control dengan pengaruh
minimal.
3. pasien dapat mendemonstrasikan berat badan stabil.

17

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kanker colon adalah suatu kanker yang yang berada di colon. Kanker colon
adalah penyebab kedua kematian di Amerika Serikat setelah kanker paru-paru (ACS
1998) Penyakit ini termasuk penyakit yang mematikan karena penyakit ini sering tidak
diketahui sampai tingkat yang lebih parah. Pembedahan adalah satu-satunya cara untuk
mengubah kanker Colon.
Penyebab dari pada kanker Colon tidak diketahui. Diet dan pengurangan waktu
peredaran pada usus besar (aliran depan feces) yang meliputi faktor kausatif. Petunjuk
pencegahan yang tepat dianjurkan oleh Amerika Cancer Society (The National Cancer
Institute), dan organisasi kanker lainnya.
B. Saran
Kepada pembaca diharapkan dengan adanya makalah ini dapat memahami dan
mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari bagaimana tindakan yang dapat dilakukan
jika menderita ca. Colon dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah penyakit ca.colon
dengan memakan makanan yang tidak mengandung zat kimia yang berlebihan dengan
mengkonsumsi makanan yang seimbang.

18

DAFTAR PUSTAKA
1. Doenges, Marilynn E. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. (terjemahan).
Penerbit buku Keperawatan EGC. Jakarta.
2. Long, Barbara C. (1996). Perawatan Medikal Bedah. Volume I. (terjemahan). Yayasan
Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran. Bandung.
3. Mansjoer, Arif., et all. (1999). Kapita Selekta Keperawatan. Fakultas Keperawatan :
Media Aescullapius.
ganas. Neoplasma ganas disebut juga sebagai kanker (cancer). (SylviaA Price, 2005).
2.

Karsinoma atau kanker kolon ialah keganasan tumbuh lambat

19

20

21

22

23