Anda di halaman 1dari 4

Perlaku Hidup Sehat (PHBS)

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga merupakan salah satu
upaya strategis untuk menggerakan dan memberdayakan keluarga atau anggota rumah
tangga untuk hidup bersih dan sehat. Melalui ini setiap anggota rumah tangga
diberdayakan agar tahu, mau dan mampu menolong diri sendiri dibidang kesehatan
dengan mengupayakan lingkungan yang sehat, mencegah dan menanggulangi masalahmasalah kesehatan yang dihadapi, serta memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
Setiap rumah tangga juga digerakkan untuk berperan aktif dalam mewujudkan
kesehatan masyarakatnya dan mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat
(Depkes RI, 2006).
Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat(PHBS) di Rumah Tangga
1)

Persalinan Ditolong Oleh Tenaga Kesehatan

Definisi
Adalah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan (bidan, dokter, dan tenaga para
medis lainnya). Tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu
persalinan, sehingga keselamatan Ibu dan bayi lebih terjamin. Apabila terdapat kelainan
dapat diketahui dan segera ditolong atau dirujuk ke Puskesmas atau rumah sakit
Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menggunakan peralatan yang aman,
bersih, dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehata lainnya.
2)

Memberi ASI Eksklusif

Bayi usia 0-6 bulan hanya diberi ASI saja tanpa memberikan tambahan makanan atau
minuman lain
3)

Menimbang Bayi dan BALITA

Definisi
Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk memantau pertumi hannya setiap
bulan. Penimbangan bayi dan balita dilakukan setiap buian mulai umur 1 bulan sampai 5
tahun di Posyandu.
4)

Menggunakan Air Bersih

Peran kader dalam menggerakan masyarakat untuk menggunakan air bersih


5)

Mencuci Tangan dengan Air Bersih dan Sabun

Definisi

Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit Bila
digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke
dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit.Sabun dapat membersihkan kotoran dan
membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.
6) Menggunakan Jamban Sehat
Definisi
Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia
yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher
angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk
membersihkannya.
7) Memberantas Jentik di Rumah
Definisi
Rumah bebas Jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan pemeriksaan Jentik
secara berkala tidak terdapat Jentik nyamuk.
8)

Makan Buah dan Sayur Setiap Hari

Definisi
Setiap anggota rumah tangga mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran
atau sebaliknya setiap hari. Makan sayur dan buah setiap hari sangat penting, karena
mengandung vitamin dan mineral, yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh
dan mengandung serat yang tinggi.
9)

Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari

Definisi
Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan
pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental, dan
mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari. adalah
anggota keluarga meiakukan aktivitas fisik 30 menit setiap hari.

10)

Tidak Merokok di Dalam Rumah

Definisi
Setiap anggota keluarga tidak boleh merokok di dalam rumah. Rokok ibarat pabrik
bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang diisap akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan
kimia berbahaya, di antaranya yang paling berbahaya adalah Nikotin, Tar, dan Carbon
Monoksida (CO). Nikotin menyebabkan ketagihan dan merusakjantung dan aliran darah.
Tar menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan kanker. CO menyebabkan berkurangnya
kemampuan darah membawa oksigen, sehingga sel-sel tubuh akan mati.
(Sumber

https://chandrarandy.wordpress.com/2012/09/06/phbsperilaku-

hidup-bersih-dan-sehat/)

Dampak Paparan Asap Rokok Pada Kehamilan


Paparan asap rokok dapat menyebabkan berbagai dampak negatif pada kesehatan
, khususnya pada ibu hamil. Kejadian paparan asap rokok orang lainmenjadi masalah di
seluruh dunia. Adapun bukti untuk efek racun dari merokok aktif pada kesuburan dan
kehamilan, dalam sebuah penelitian hubungan antara paparan asap rokok orang lain, ibu
yang terpapar paparan asap berakibat bayi lahir dengan berat lahir menurun telah cukup
terdokumentasi dengan baik, baru-baru ini studi epidemiologi mulai memberikan bukti
sugestif untuk menunda konsepsi, mengubah siklus menstruasi, keguguran dini
(misalnya spontan aborsi), kelahiran prematur, dan cacat bawaan dalam kaitannya
dengan paparan asap rokok orang lain (NIH, 2014).
Perokok pasif merupakan salah satu risiko terjadinya Suddent Infant Deadth
Syndrom. Bayi yang terpapar dengan kadar asap rokok dari ibu yang merokok lebih 20
batang sehari akan mengalami perubahan struktur nafas dimana terjadi penebalan
dinding saluran nafas yang dapat menyebabkan penyempitan saluran nafas hebat dan
mengakibatkan kematian mendadak (Rad Marssy, 2007). Ibu hamil yang terpapar oleh
asap rokok orang lain, mempunyai risiko untuk melahirkan janin dengan berat badan
lahir rendah. Karbon monoksida yang terkonsentrasi dalam darah janin, zat ini akan
meracuni dan mengurangi jumlah oksigen yang dibawa ke dalam darah sehingga berat
janin menjadi rendah. (Oktaviais, 2011 dalam Oktalili, 2013 ). Nikotin dalam rokok
dapat menimbulkan kontraksi pada pembuluh darah sehingga aliran darah ke tali pusat
jani menjadi berkurang sehingga distribusi zat-zat makanan dan oksigen berkurang yang
bisa menyebabkan bayi lahir prematur (Amiruddin, 2006.Dalam asiyah , 2010). Dampak
negatif rokok dan asapnya terhadap ibu hamil diantaranya ancaman persalinan prematur,
ketuban pecah dini, ancaman lepasnya plasenta sebelum lahir, plasenta previa(Oktaviais,
2011 dalam Oktalili, 2013 ).