Anda di halaman 1dari 2

Aplikasi Koloid dalam Bidang Kesehatan dan Kedokteran

Beberapa contoh aplikasi koloid dalam bidang kesehatan diantaranya :


1. Proses Penggumpalan Darah
Darah mengandung sejumlah koloid protein yang bermuatan negatif.
Jika terdapat luka kecil, maka luka tersebut dapat diobati dengan pensil
stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al 3+ dan Fe3+. Ion-ion ini
akan menetralkan muatan-muatan partikel koloid protein dan
membantu penggumpalan darah.
2. Proses Pencucian Darah
Pencucian darah dilakukan oleh salah satu organ tubuh yang disebut
ginjal. Namun, di saat ginjal tidak dapat berfungsi sebagaimana
mestinya, maka perlu dilakukan suatu cara agar tubuh tetap sehat dan
terhindar dari keracunan limbah metabolisme tubuh yang berbahaya.
Cara yang saat ini dapat dilakukan adalah dialisis atau cuci darah
dengan alat bantu mesin tertentu yang disebut prosesnya disebut
Homodialisis. Sebuah mesin hemodialisis memiliki filter khusus yang
disebut dialyzer, atau ginjal buatan, berfungsi membersihkan darah.
Untuk mengalirkan darah ke dialyzer, petugas kesehatan perlu
membuat akses, atau pintu masuk, ke dalam pembuluh darah. Hal ini
dilakukan dengan operasi kecil, biasanya pada lengan. Dialyzer, atau
filter, memiliki dua bagian, satu bagian untuk darah penderita, dan
bagian lainnya untuk cairan cuci disebut dialisat. Sebuah membran
tipis yang memisahkan kedua belah pihak. Sel darah, protein, dan halhal penting lainnya tetap dalam darah, karena mereka terlalu besar
untuk melewati membran. Produk limbah yang lebih kecil seperti urea,
kreatinin dan cairan ekstra melewati membran dan dibuang.
Perubahan dialisat atau pembersihan cairan dapat dibuat sesuai
dengan kebutuhan khusus pasien. Dialyzer berfungsi sebagai ginjal
buatan. Berisi ribuan serat berongga kecil, dan darah mengalir melalui
serat ini, sementara cairan dialisis mengalir di sekitar arah yang
berlawanan. Serat berfungsi sebagai membran semipermeabel, yang
berarti beberapa zat dapat melewati itu sementara yang lain tidak
bisa.