Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulis

BAB II

TINJAUAN PISTAKA

BAB III

PEMBAHASAN
3.1 skenario
Seorang anak laki-laki umur 8 tahun datang ke klinik IKGA dengan keluhan gigi 85 sakit tadi
malam cekat-cekot sehingga menggangu tidur. Dulu pernah sakit setelah diberi obat penghilang
rasa sakit kemudian sembuh. Pada pemeriksaan klinis terdapat karies distal gigi 85. Secara klinis
tampak perforasi. Hasil pemeriksaan rongent foto gigi 85 terlihat kavitas sudah mendekati
jaringan pulpa, akar masih utuh belum resopsi.
Pertanyaan:
1. Verbalkan dan tuliskan diagnosa untuk kasus tersebut ?
2. Verbalkan dan tuliskan rencana perawatan yang dilakukan ?
3.2 Terminologi
a) Karies profunda
Karies yang telah mengenai setengah atau lebih dentin dan kadang-kadang telah
mencapai atap pulpa. Karies dalam mencapai pulpa terbagi dua yaitu tertutup (masih ada
selapis dentin) dan terbuka (sudah mencapai atap pulpa).
b) Perforasi
Perforasi dalah lubang yang terjadi karena kesalahan secara mekanis ataupun karena
karies.
c) Kavitas
Kerusakan permanen yang terjadi pada jaringan permukaan keras gigi dan memiliki
ukuran bervariasi.
d) Jaringan pulpa
Suatu jaringan ikat pada gigi yang terdiri dari sel saraf dan pembuluh darah.
e) Resopsi akar
Resopsi yang telah mengenai sementum akar gigi

3.2 Identifikasi Masalah


a) Apa diagnosa dari kasus tersebut ?
b) Apa rencana perawatan bagi kasus tersebut ?
3.3 Analisa Masalah

1. Diagnosa
Berdasarkan kasus didapatkan diagnosa ialah Nekrose of the pulp (ICD Term) atau karies
mengenai pulpa non vital.
2. Rencana Perawatan
Rencana perawatan yang dilakukan ialah Pulpektomi karena infeksi sudah mencapai
saluran akar (perforasi).
Pulpektomi merupakan suatu tindakan pengambilan seluruh jaringan pulpa dari

kamar pulpa dan saluran akar.


Jenis pulpektomi yang dilakukan ialah pulpektomi nonvital karena sesuai dengan
indikasi dari pulpektomi itu sendiri. Indikasinya ialah mahkota gigi masih dapat
direstorasi, gigi tidak goyah dan jaringan periodontal normal, resorpsi akar tidak

melebihi 1/3 apikal dan tidak ada granuloma, kondisi pasien baik.
Langkah-langkah pulpektomi nonvital :
a. Kunjungan pertama
1. Lakukan rontgen foto.
2. Lakukan isolasi pada daerah kerja (rubber dam).
3. Buang semua jaringan karies dengan ekskavator, selesaikan preparasi dan
4.
5.
6.
7.
8.
9.

1.
2.
3.
4.

desinfeksi kavitas.
Buka atap pulpa selebar mungkin.
Jaringan pulpa dibuang dengan ekskavator sampai muara saluran akar terlihat.
Irigasi kamar pulpa untuk melarutkan dan membersihkan debris.
Letakkan cotton pellet yang dibasahi trikresol formalin pada kamar pulpa.
Tutup kavitas dengan tambalan sementara.
Intruksikan pasien untuk kembali 2 hari kemudian.

b. Kunjungan kedua
Isolasi gigi.
Buang tambalan sementara.
Jaringan dari saluran pulpa diekstirpasi, lakukan reaming, filling, dan irigasi.
Berikan beechwood creosote. Celupkan cotton pellet dalam beechwood creosot, buang

kelebihannya, lalu letakkan dalam kamar pulpa.


5. Tutup kavitas dengan tambalan sementara.
6. Instruksikan pasien untuk kembali 3 sampai 4 hari kemudian.
c. Kunjungan ketiga
1. Isolasi gigi.
2. Buang tambalan sementara.
3. Keringkan kamar pulpa, dengan cototon pellet yang berfungsi sebagai stopper
masukkan pasta sambil ditekan dari saluran akar sampai apeks.

4. Letakkan semen zinc fosfat.


5. Restorasi gigi dengan tambalan permanen.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Pada kasus yang diberikan, diagnosa dari pasien tersebut adalah nekrose of the pulp (karies
mengenai pulpa nonvital) dan perawatan yang tepat dilakukan bagi pasien ialah pulpektomi.
Kelompok kami memilih perawatan pulpektomi nonvital.
4.2 Saran
Kesempurnaan makalah ini tergantung pada motivasi dan saran yang membangun dari para
pembaca. Maka dari itu, penulis mengharapkan masukan ataupun saran yang membangun demi
kesempurnaan makalah ini.