Anda di halaman 1dari 125

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR ELEKTRO
SUB SEKTOR ELEKTRONIKA
BIDANG/SUB BIDANG INDUSTRI
PENGENDALIAN MOTOR TIGA PHASE
DENGAN INVERTER
ELK.EL.02.026.00

BUKU INFORMASI

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.


DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

BALAI BESAR PENGEMBANGAN LATIHAN KERJA LUAR NEGERI


(BBPLKLN) CEVEST BEKASI
Jl. Guntur Raya No.1 Bekasi 17144, Telepon 021-8841147 Fax.021-8841146

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

KATA PENGANTAR

Dalam rangka mewujudkan pelatihan kerja yang efektif dan efesien serta
meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja diperlukan suatu sistem pelatihan
yang sama. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 tentang Sistem Pelatihan
Kerja Nasional yang mengamanatkan bahwa pelatihan kerja berbasis kompetensi.
Dalam rangka menerapkan pelatihan berbasis kompetensi tersebut diperlukan
adanya standar kompetensi kerja sebagai acuan yang diuraikan lebih rinci ke dalam
program, kurikulum dan silabus serta modul pelatihan.
Untuk memenuhi salah satu komponen dalam proses pelatihan tersebut maka
disusunlah modul pelatihan berbasis kompetensi. Modul pelatihan berbasis kompetensi
terdiri dari 3 buku yaitu buku informasi, buku kerja dan buku penilaian. Ketiga buku
tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh, dimana buku yang satu dengan yang
lainnya saling mengisi dan melengkapi, sehingga dapat digunakan untuk membantu
pelatih dan peserta pelatihan untuk saling berinteraksi.
Demikian modul pelatihan berbasis kompetensi dengan judul Pengendalian Motor
Tiga Phase Dengan Inverter Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang
Industri ini kami susun, semoga bermanfaat untuk menunjang proses pelaksanaan
pelatihan di lembaga pelatihan kerja.

Bekasi,

........................ 2009

KEPALA
BALAI BESAR PENGEMBANGAN LATIHAN
KERJA LUAR NEGERI CEVEST BEKASI

Drs. Edy Dawud, M.Si


NIP. 19570228 197903 1 002

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 1 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ------------------------------------------------------------------------------

DAFTAR ISI --------------------------------------------------------------------------------------

BAB I

STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI) DAN SILABUS


PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) -------------------------------------A. Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) -------------------------------B. Unit Kompetensi Prasyarat ----------------------------------------------------C. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)

5
5
7
8

BAB II URAIAN SINGKAT MATERI PELATIHAN ------------------------------------------A. Latar Belakang ------------------------------------------------------------------B. Tujuan ----------------------------------------------------------------------------C. Ruang Lingkup ------------------------------------------------------------------D. Pengertian-Pengertian -----------------------------------------------------------

10
10
10
10
10

BAB III MATERI PELATIHAN -----------------------------------------------------------------A. Diagram Alir Kompetensi ------------------------------------------------------B. Dasar-Dasar Inverter ------------------------------------------------------------1. Blok diagram Inverter -----------------------------------------------------2. Prinsip kerja bagian konverter -------------------------------------------3. Arus input peralatan inverter ---------------------------------------------4. Rangkaian penghambat aliran arus -------------------------------------5. Rangkaian pengereman ---------------------------------------------------6. Prinsip kerja rangkaian Inverter -----------------------------------------7. Pengontrol output ----------------------------------------------------------8. Prinsip modulasi PWM -----------------------------------------------------9. Bagian rangkaian kontrol -------------------------------------------------10. Fungsi pengaman ----------------------------------------------------------11. Pengontrol tegangan/frekuensi (V/f control) --------------------------12. Vektor pengontrolan -------------------------------------------------------13. Pengukuran tegangan, arus, daya listrik rangkaian inverter --------14. Karakteristik motor apabila Inverter sedang running-----------------15. Karakteristik start-up dan percepatan motor dengan Inverter ------16. Karakteristik pengendalian dan perlambatan (driving and slowdown) dengan inverter -----------------------------------------------------

11
11
12
12
14
15
16
17
17
19
20
21
22
23
24
25
28
29

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

30

Halaman: 2 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

C. DASAR PENGOPERASIAN PERALATAN INVERTER --------------------------1. Prosedur dan cara mengatur beberapa fungsi Inverter --------------2. Bagaimana mengendalikan Inverter ------------------------------------3. Dasar pengoperasian -------------------------------------------------------

31
31
33
34

D. PENGATURAN KERJA ------------------------------------------------------------1. Mengatur peningkatan torsi (kopel) -------------------------------------2. Mengatur batas frekuensi terendah/penekan --------------------------3. Mengatur frekuensi dasar -------------------------------------------------4. Mengatur banyak langkah kecepatan -----------------------------------5. Penyetelan waktu ----------------------------------------------------------6. Pengaturan panas elektronik ---------------------------------------------7. Mengatur pengereman DC ------------------------------------------------8. Mengatur frekuensi start-up ----------------------------------------------9. Pemilihan beban yang tersedia ------------------------------------------10. Pengaturan input panas eksternal ---------------------------------------11. Pengaturan batas arus tingkat operasional ----------------------------12. Pemilihan banyak langkah kecepatan pada input tambahan --------13. Pemilihan daetah perintah frekuensi tegangan ------------------------14. Memilih model pengatur kecepatan -------------------------------------15. Mengatur
pembangkitan
rem
dengan
menggunakan
perbandingan frekuensi ---------------------------------------------------16. Lonjakan frekuensi ---------------------------------------------------------17. Pengaturan secara otomatis penguatan torsi --------------------------18. Pengaturan letak terminal output----------------------------------------19. Pengaturan lebar pengoperasian frekuensi yang dicapai ------------20. Pengaturan deteksi frekuensi output------------------------------------21. Pengaturan kedua fungsi kontrol ----------------------------------------22. Pengaturan kedua pencegah kemacetan tingkat operasional -------23. Pemilihan monitor, output dan sinyal -----------------------------------24. Pemilihan fungsi pengatur remote---------------------------------------25. Menggerakan kembali setelah berhenti sejenak ----------------------26. Kecanggihan pemilihan mode --------------------------------------------27. Fungsi untuk mencoba kembali ------------------------------------------28. Pemilihan motor yang tersedia -------------------------------------------29. Pengaturan frekuensi pembawa PWM ----------------------------------30. Pemilihan output kode alarm ---------------------------------------------31. Memilih mode pengendalian ----------------------------------------------32. Memilih vektor pengontrolan fluk magnetik----------------------------33. Pengaturan penguat dan pembias sinyal pengesetan frekuensi -----

38
38
40
40
41
42
45
46
47
47
48
49
50
51
53

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

55
56
57
58
59
60
60
62
63
64
65
69
69
71
72
73
74
75
76

Halaman: 3 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

E. PENGENDALIAN DENGAN UNIT PILIHAN PERALATAN --------------------1. Program pengendalian ----------------------------------------------------2. Menjalankan kontrol PI -----------------------------------------------------

78
78
81

BAB IV SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN


KOMPETENSI -------------------------------------------------------------------------A. Sumber-sumber perpustakaan ------------------------------------------------1. Daftar Pustaka --------------------------------------------------------------2. Buku Referensi--------------------------------------------------------------B. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan---------------------------------------------

86
86
86
86
86

TIM PENYUSUN ----------------------------------------------------------------------------------

87

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 4 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

BAB I
STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)
DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

A. STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)


KODE UNIT
:
JUDUL UNIT
:
DESKRIPSI UNIT :

ELKA.EI.24.01.02.01
Mengendalikan Motor Induksi Tiga Phase Dengan Inverter
Unit ini berhubungan dengan keahlian, pengetahuan dan sikap dari
teknik-teknik motor induksi tiga phasa, membuat program kendali
untuk menggerakkan motor induksi tiga phasa.

Persyaratan pendahuluan:
EL.02.004.01
: Penerapan Dasar-dasar listrik di tempat kerja
BSDC-0107
: Penggunaan alat ui dasar untuk memeriksa, merawat dan
memperbaiki kesalahan peralatan listrik/elektronik.
..................
: Motor listrik induksi 3 phasa
ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01. Memahami dasar-dasar


inverter

a.
b.
c.
d.

Blok diagram inverter digambarkan.


Prinsip kerja bagian-bagian inverter dijelaskan
Tegangan, arus, dan daya listrik diukur.
Karakteristik motor linduksi istrik dikendalikan dengan
inverter

02. Mengoperasikan
peralatan inverter

a.
b.
c.

Cara mengendalikan inverter didemonstrasikan


Pengaturan fungsi parameter diperagakan.
Program pengendalian motor induksi listrik tiga phase yang
telah didemonstrasikan.

Batasan Variabel
1. Batasan konteks:
Standar kompetensi ini digunakan untuk mengendalikan motor induksi tiga phase.
2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk:
a. Spesifikasi pabrik motor induksi 3 phase
b. Spesifikasi inverter
c. SOP (Standard Operation Procedures)
d. Persyaratan di tempat kerja/industri
e. Kebutuhan pelanggan
3. Sumber-sumber dapat termasuk:
Peralatan tangan/hand tools, peralatan bertenaga/power tools
Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 5 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

4. Kegiatan:
Kegiatan harus dilaksanakan dibawah kondisi kerja normal dan harus meliputi:
penilaian pendengaran, visual dan fungsi.
5. Persyaratan khusus:
Motor induksi tiga phasa.
6. Variabel lain dapat termasuk:
a. Panduan Penilaian
1. Konteks:
a. Pengetahuan dan ketrampilan dasar dapat dinilai melalui pekerjaan dan tidak
melalui pekerjaan.
b. Penilaian ketrampilan dapat dilakukan setelah periode pelatihan yang diawasi dan
pengalaman melakukan sendiri pada tipe yang sama. Jika kondisi tempat kerja
tidak memungkinkan, penilaian dapat dilakukan melalui simulasi.
c. Hasil yang telah ditentukan harus dapat tercapai tanpa pengawasan langsung.
d. Kompetensi harus dinilai sesuai konteks kualifikasi yang sedang diperhatikan.
2. Aspek-aspek penting:
Kompetensi penting diamati secara menyeluruh agar mampu menerapkan
kompetensi pada keadaan yang berubah-ubah dan merespon situasi yang berbeda
pada beberapa aspek-aspek berikut: mengikuti prosedur pengendalian motor tiga
phasa dengan inverter
3. Pengetahuan dasar:
a. Dasar kelistrikan
b. Peralatan ukur dan instrumentasi
c. Motor listrik tiga phasa.
d. Persyaratan keamanan perlengkapan kerja
e. Persyaratan keselamatan diri
4. Penilaian praktek:
a. Mengakses, memahami dan menerapkan informasi teknik
b. Mendeteksi koneksi bagian inverter
c. Menginstal motor induksi tiga phasa dan inverter
d. Program pengendali motor induksi tiga phasa
e. Mengoperasikan motor induksi tiga phasa
f. Sikap kerja (performance)
5. Unjuk Kerja dari ketrampilan yang diperlukan:
a. Melaksanakan tugas rutin dengan prosedur yang ditetapkan dimana kemajuan
ketrampilan seseorang di awasi secara berkala oleh pengawas.
b. Melaksanakan tugas yang lebih luas dan sulit dengan peningkatan kemandirian
dan tanggung jawab individu. Hasil pekerjaan diperiksa oleh pengawas.
c. Melaksanakan kegiatan yang kompleks dan tidak rutin; menjadi mandiri dan
bertanggung jawab untuk pekerjaan yang lainnya.
Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 6 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Kompetensi Kunci
No
1
2
3
4
5
6
7

Kompetensi Kunci Dalam Unit ini


Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi
Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi
Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas
Bekerja dengan orang lain dan kelompok
Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika
Memecahkan masalah
Menggunakan teknologi

Tingkat
1
2
1
1
2

B. UNIT KOMPETENSI PRASYARAT


Sebelum mengikuti pelatihan unit kompetensi Mengendalikan Motor Tiga Phasa Dengan
Inverter ini peserta harus sudah kompeten untuk unit kompetensi sebagai berikut:
EL.02.004.01
: Penerapan dasar-dasar listrik di tempat kerja
BSDC-0107
: Penggunaan alat ui dasar untuk memeriksa, merawat dan
memperbaiki kesalahan peralatan listrik/elektronik.

: Motor induksi (3 phasa)

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 7 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

C.

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

Judul Unit Kompetensi


Kode Unit Kompetensi
Deskripsi Unit Kompetensi
Perkiraan Waktu Pelatihan
Tabel Silabus Unit Kompetensi

Elemen
Kompetensi

1. Memahami
dasar-dasar
inverter

:
:
:
:
:

Kriteria
Unjuk Kerja

a. Blok diagram
inverter dijelaskan

Mengendalikan motor tiga phasa dengan inverter


ELK.EL.02.026.00
Unit ini mengidentifikasikan kompetensi yang dibutuhkan untuk mengendalikan motor listrik 3 phase
24 Jp @ 45 Menit

Indikator
Unjuk Kerja

1) Dapat menjelaskan fungsi


setiap blok diagram inverter
2) Dapat menjelaskan prinsip
kerja inverter
3) Dapat menjelaskan prinsip
kerja converter
4) Dapat mengidentifikasi
rangkaian converter dan
inverter

b. Karakteristik motor 1) Dapat menjelaskan


induksi listrik tiga
karakteristik motor saat
running.
phasa dikendalikan
2) Dapat menjelaskan
dengan inverter
karakteristik pengendalian
motor induksi tiga phasa
dengan inverter

Judul Modul: Mengendalikan motor induksi tiga phasa dengan inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Materi Pelatihan
Pengetahuan
a) Blok diagram inverter
b) Prinsip kerja inverter
c) Arus input peralatan
inverter
d) Rangkaian penghambat
aliran arus
e) Rangkaian pengereman
f) Prinsip kerja rangkaian
inverter
g) Pengontrol output
h) Prinsip modulasi PWM
i) Bagian rangkaian
pengontrol
j) Fungsi pengamanan
k) Pengontrol
tegangan/frekuensi
l) Vektor pengontrol
m) Pengukuran tegangan, arus
daya listrik rangkaian
inverter
n) Karakteristik pengendalian
motor induksi tiga phasa
dengan inverter

Keterampilan

Sikap

Perkiraan
Waktu Pelatihan
Penge- Keteramtahuan
pilan
4
1

Melakukan pengecek Cermat


Teliti
kondisi rangkaian
inverter dan converter Tekun
Sopan/ santun

Halaman: 8 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Elemen
Kompetensi

Kriteria
Unjuk Kerja

Indikator
Unjuk Kerja

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Materi Pelatihan
Pengetahuan

Keterampilan

1) Dapat mengatur beberapa


a) Dasar pengoperasian
2. Mengoperasikan a. Cara
a) Menguji beberapa
peralatan
mengendalikan
fungsi inverter
peralatan inverter
fungsi parameter
inverter
inverter untuk
2) Dapat mengendalikan
b) Pengesetan parameter
b) Membuat program
mengendalikan
didemonstrasikan
inverter
(pemilihan parameter)
kendali
motor tiga
untuk mengendalikan kerja c) Menjalankan
phasa
b. Pengaturan fungsi Dapat memperagakan
motor induksi tiga phasa.
progam
parameter
penggunaan beberapa fungsi
diperagakan.
parameter untuk
mengendalikan motor induksi
tiga phasa

Sikap

Perkiraan
Waktu Pelatihan
Penge- Keteramtahuan
pilan
4
15

Cermat
Teliti
Tekun
Sopan/ santun

1) Dapat membuat program


c. Pengendalian
pengendalian
motor induksi
listrik tiga phase 2) Dapat mengoperasikan
inverter untuk
yang telah
didemonstrasikan
mengendalikan motor induksi
tiga phasa
Asesmen Pelatihan
8

Judul Modul: Mengendalikan motor induksi tiga phasa dengan inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

16

Halaman: 9 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

BAB II
URAIAN SINGKAT MATERI PELATIHAN

A.

LATAR BELAKANG : Teknologi industri yang semakin pesat perkembangannya


kalau dunia pendidikan khususnya yang non formal seperti
pelatihan tenaga kerja tidak segera menyesuaikan maka
akan semakin jauh tertinggal dan akan sulit untuk
memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri. Oleh karena itu
perlu adanya pelatihan antara lain MENGENDALIKAN
MOTOR TIGA PHASA DENGAN INVERTER

B.

TUJUAN

: Setelah menyelesaikan pelatihan ini, peserta mampu


Menggambarkan blok diagram peralatan inverter
Mengendalikan motor induksi tiga phasa dengan inverter

C.

RUANG LINGKUP

Memahami Dasar-dasar
Inverter

Mengoperasikan Peralatan
Inverter Untuk Mengendalikan
Motor Induksi Tiga Phasa

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Blok diagram inverter


Prinsip kerja inverter
Arus input peralatan inverter
Rangkaian penghambat aliran arus
Rangkaian pengereman
Prinsip kerja rangkaian inverter
Pengontrol output
Prinsip modulasi PWM
Bagian rangkaian Pengontrol
Fungsi pengamanan
Pengontrol tegangan/frekuensi
Vektor pengontrol
Pengukuran tegangan, arus daya listrik rangkaian
inverter
14. Karakteristik pengendalian motor induksi tiga
phasa dengan inverter
1. Dasar pengoperasian peralatan inverter
2. Pengesetan parameter (pemilihan parameter)
untuk mengendalikan kerja motor induksi tiga
phasa.

D. PENGERTIAN-PENGERTIAN
Motor listrik : adalah peralatan listrik yang berja merubah tenaga listrik menjadi
tenaga gerak dengan menggunakan elektromagnit.
Induksi
:
Motor induksi :
Phasa
:
Vektor
:
Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 10 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

BAB III
MATERI PELATIHAN

A. DIAGRAM ALIR UNIT KOMPETENSI

MULAI
Mempersiapkan bahan, fasilitas
pelatihan
Mempersiapkan peserta pelatihan
untuk menerima materi pelatihan
Menyampaikan materi pelatihan

Dasar-dasar Inverter
Menyampaikan materi pelatihan

Dasar Pengoperasian Peralatan


Inverter
Menyampaikan materi pelatihan

Pengaturan Kerja
Menyampaikan materi pelatihan

Pengendalian Motor Induksi 3


Phase Dengan Inverter

SELESAI

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 11 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

B. DASAR-DASAR INVERTER
1. Blok diagram lnverter

Gambar 1-1 Blok diagram Inverter


lnverter adalah suatu peralatan yang dapat merubah sinyal-sinyal AC pada frekuensi
50Hz/60H2 (sumber daya dari PLN) menjadi DC, dan kemudian diubah ke dalam tegangan
AC dengan frekuensi yang dapat diubah-ubah sesuai yang diinginkan. Dengan demikian,
frekuensi sumber daya yang diberikan pada motor listrik dapat diubah-ubah, sehingga
kecepatan putaran motor listrik dapat diatur-atur.
Pada gambar 1-1, rangkaian penyearah daya yang merubah ac ke dc disebut converter, dan
pengubah daya yang merubah dc ke ac disebut lnverter. Biasanya, peralatan inverter secara
umum disebut lnverter, termasuk di dalamnya bagian converter dan rangkaian pengendali
yang merupakan satu kesatuan.
Bagian rangkaian utama inverter merupakan kombinasi dari dua alat pengubah sumber
daya. Tetapi dalam inverter, ada berapa jenis rangkaian formulasi atau rangkaian dasar.

Gambar 1-2 Jens-jenis Inverter

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 12 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Gambar 1-3 menunjukkan blok diagram perangkat keras (Hardware) inverter yang mana
dalam mikroprosesor dilengkapi dengan konverter A/D. Pada inverter terdapat beberapa
rangkaian khusus lainnya seperti PROM, RAM yang menyebabkan mikroprosesor bekerja
dengan baik.
Adapun rangkaian-rangkaian itu adalah :
1. Rangkaian penggerak basis yang menyebabkan transistor dapat bekerja.
2. Rangkaian input sequensial untuk memberikan perintah input sehingga dapat
menjalankan atau menghentikan motor.
3. Rangkaian input frekuensi untuk memberikan komando frekuensi input yang diberikan
pada inverter.
4. Rangkaian output sequensial untuk menampilkan frekuensi otuput atau melihat
gangguan-gangguan yang ada.
5. Memori sementara untuk menyimpan sementara pengaturan (pengesetan) V/f ataur
kecepatan motor.
6. Operator yang menunjukkan keadaan di dalam inverter, dan pengesetan-pengesetan
yang telah ditetapkan. Juga termasuk susunan rangkaian pembangkit gelombang PWM
atau rangkaian pendeteksi gangguan.

Gambar 1-3 Blok diagram hardware inverter.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 13 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

2. Prinsip kerja bagian konverter

Gambar 1-4 Rangkaian Konverter


Pada gambat 1-4 menunjukkan rangkaian konverter yang mengubah tegangan sumber AC
menjadi tegangan DC yang digunakan pada inverter.
Bagian konverter terdiri dari :
1. Konverter
2. Kondensator perata
3. Rangkaian penghambat arus.
Ketiga kaki katoda Du+ - Dw+ dihubungkan satu dengan lainnya menjadi satu. Pada
keadaan ini maka energi potensial (tegangan) pada anoda lebih besar sehingga dioda
bekerja (on), selain itu dioda mati (off).
Bila ketiga kaki anoda Du- - Dw- dihubungkan menjadi satu, maka potensial listrik
(tegangan) pada katoda lebih rendah sehingga dioda bekerja (on). Bila anda mengetahui
bahwa dioda telah kerja (on), anda dapat mengetahui potensial listrik (energi) pada vp, vq
pada tiiik p, q maka bisa digambarkan tegangan phasa Vu * Vw seperti pada gambar 1-5.
Tegangan output jembatan 3 phasa Vd = Vp - Vq dan bentuk gelombangnya seperti
gambar 1-6.

Gambar 1-5

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Gambar 1-6

Halaman: 14 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

3. Arus input peralatan inverter

Gambar 1-7

Gambar 1-8

Gambar 1-9
Apabila gelombang AC 3 (tiga) fasa semua telah disearahkan oleh rangkaian penyearah
seperti pada gambar 1-7, tiap-tiap dioda akan menghantar pada saat seperti gambar 1-8.
Sehingga bentuk gelombang arus input tiap-tiap fasa akan berubah menjadi seperti pada
gambar 1-9.
Apabila tegangan input inverter tidak sama, maka tegangan input bisa menjadi sama sekali
tidak seimbang. Hal ini akan terjadi apabila tegangan bus-bar Dc (DC bus-bar voltage)
tinggi dan bebannya ringan. Pada keadaan yang demikian akan menimbulkan
kerusakan/gangguan pada fasa. Sehingga untuk mengukur tegangan input inverter, anda
perlu mengukur tegangan input tiap-tiap fasa dan membandingkannya.
Bila inverter berhenti (mati), tegangan bus-bar DC akan menjadi dua kali QXl4 dari
tegangan input AC (200volt AC) sehingga kira-kira menjadi 280 V. Tetapi hal ini bisa naik
menjadi 400 V pada waktu terjadi tegangan balik maksimum. Anda dapat mengukur
tegangan bus-bar antara terminal P - N pada inverter dengan tester.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 15 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

4. Rangkaian penghambat aliran arus


Pada arus input inverter, arus kejutan yang besar mengalir dan mengisi kondensator
perata. Sehingga aliran arus kejutan yang besar ini dihambat oleh resistor" Setelah
kondensator perata selesai rnengisi muatan (penuh), maka kedua ujung resistor
penghambat akan dihubung-singkatkan oleh saklar penghubung.

Gambar 1-10. Rangkaian penghambat arus kejutan Gambar 1-11 Arus normal

Apabila saklar sumber tegangan inverter sering hidup-mati (on-off) oleh kontaktor
elektromagnet, maka arus yang mengalir ke rangkaian konverter akan menjadi besar,
sehingga bisa merusak dioda. Hal ini juga akan menyebabkan saklar rangkaian
penghambat arus menjadi tidak awet (cepat rusak). Aliran arus adalah berbanding terbalik
dengan impedansi sumber.

Gambar 1-12. Tegangan/Arus start-up inverter

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 16 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

5. Rangkaian pengereman

Gambar 1-13. Rangkaian Pengereman


lnverter dilengkapi dengan rangkaian pengereman putaran motor dengan memanfaatkan
energi baru yang dihasilkan oleh perubahan fungsi motor (pada saat ada beban) menjadi
generator (pada saat tanpa beban). Rangkaian pengereman yang terpasang seperti pada
gambar 1-13, tegangan E pada kondensator perata akan bertambah naik dengan adanya
energi baru tersebut. Apabila tegangan pada kondensator perata tersebut melewati batas
tegangan pengesetan yang telah ditetapkan (kira-kira 370V), maka transistor Trd pada
rangkaian pengereman akan menghantar, sehingga arus ld akan mengalir melewati resistor
R. Dengan adanya arus ini, maka resistor akan menjadi panas, dan membuang energi baru
tersebut.
Kemudian pengisian energi pada kondensator perata akan turun dan tegangan E juga akan
berkurang. Apabila tegangan E berkurang (lebih rendah) dari nilai pengesetan, maka
transistor Trd pada kondisi tidak menghantar, sehingga arus ld pada rangkaiana
pengereman tidak mengalir. Operasi ini akan memperlambat kecepatan, tetapi apabila
energi baru (regenerative energi) menjadi kecil, (torsi yang diperlukan untuk
memperlambat kecil) batas pemakaian arus pada rangkaian pengereman menjadi lebih
kecil atau menjadi sama sekali tidak berfungsi.
Batas penggunaan rangkaian pengereman telah ditetapkan pada 2o/o * 3,/o dari kapasitas
panas. Bila resistor pengereman diganti dengan nilai yang tidak sama (sembarangan),
maka akan menimbulkan panas yang berlebihan atau meyebabkan transistor rnenjadi
rusak.

6. Prinsip kerja rangkaian lnverter

Gambar 1-14.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 17 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Prinsip kerja inverter dijelaskan di bawah ini dengan mengambil contoh inverter tipe
tegangan yang merupakan rangkaian utama dari inverter pada umumnya. Gambar 1-14
adalah merupakan struktur dasar rangkaian utama pada inverter transistor tipe tegangan.
Tetapi untuk mengetahui prinsip kerjanya, maka 6 (enam) buah transistor tersebut
diumpamakan sebagai 6 (enam) buah saklar yaitu s1 - s6. Anda bisa menggambarkan
bentuk gelombang AC (frekuensi) yang dibentuk oleh saklar on/off sesuai dengan time
chart yang telah ditentukan.

Gambar 1- 1 5, Rangkaian dasar inverter 3 fasa


Bila saklar 51 SO anda on/off kan seperti gambar 1-16, maka bentuk gelombang pulsa
akan sama dengan interval antara U-V, U-W, W-U dan dapat diatur-atur. Tegangan AC
yang berbentuk pulsa (segi empat) ini yang dipakai (yang dihubungkan) ke motor.

Gambar 1-1 6. Bagaimana cara mengatur tegangan AC 3 fasa


Dengan perubahan waktu waktu on/off, sesuai dengan frekuensi yang diinginkan dan
outputnya dihubungkan ke motor. Apabila tegangan DC E anda rubah, pada saat yang
sama maka tegangan input motor juga berubah.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 18 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

7. Pengontrol output
lnverter kontrol PWM dan kontrol PAM adalah sebagai cara untuk mengontrol tegangan
dan frekuensi. Pada kontrol PWM (Pulse Width Modulation), tegangan yang telah
ditentukan (ditetapkan) pada output konverter (AC -+ DC) atau bentuk gelombang yang
dikeluarkan oleh output frekuensi pada bagian inverter (DC -+ AC) akan dibentuk oleh
beberapa pulsa tegangan. Dengan cara mengubah lebar pulsa ini, maka tegangan output
rata-rata yang dipilih bisa ditentukan.

(a). Blok diagram inverter kontrol PWM

(b). Blok diagram inverter kontrol PAM


Gambar 1-17.Blok diagram kontrol PWM dan kontrol PAM

Pada kontrol PAM (Pulse Amplitude Modulation), tegangan pada bagian konverter (AC -+
DC) bisa dirubah-rubah atau pada tingkat terakhir. Tegangan ini dirubah ke tegangan
gelombang persegi (square) yang menentukan frekuensi output pada bagian inverter (DC
+ AC) ke output. lnverter tipe tegangan ini lebih sering digunakan untuk beberapa
kepentingan umum diperusahaan adalah inverter jenis kontrol PWM karena tidak
memerlukan banyak bagian hanya dengan cara mengontrol tegangan dan frekuensi.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 19 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

8. Prinsip modulasi PWM

Output
Gambar 1-18 Prinsip pembangkitan sinyal PWM dengan Komparator Sinyal basis
transistor dari output inverter PWM dibuat pada rangkaian susunan gerbang (gate array)
di dalam rangkaian pengontrol. Formula yang umum diperlihatkan pada gambar 1-18. Di
sini digunakan komparator. Pada komparator ada 2 (dua) terrninal input. Terminal input
inverting (-) diberikan input gelombang segi tiga (sebagai frekuensi pembawa) dan
terminal non inverting diberikan input tegangan komando (gelombang sinus). Komparator
akan bekerja sebagai berikut :
Tegangan komando > gelombang segi tiga -+ di outputkan ke + Vcc
Tegangan komando > gelombang segi tiga + di outputkan ke bias tegangan negatip
Vse
Dengan menggunakan garis gelombang pulsa dari komparator, banyak pensaklaran bisa
dibuat dalam satu perioda output inverter. Sehingga dengan mengatur perioda
pensaklaran tersebut, maka amplitudo gelombang dasar dari tegangan output dapat
dikontrol, dan frekuensi harmonik yang tinggi bisa dihilangkan.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 20 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

9. Bagian rangkaian pengontrol

Gambar 1-19
Rangkaian pengontrol adalah untuk memberikan sinyal pengontrol ke bagian rangkaian
utama yang mensuplai sumber daya supaya tegangan/frekuensi yang ke motor induksi
dapat diatur".
Bila hanya rangkaian kontrol bagian A yang dipasang pada rangkaian kontrol, seperti
yang digambarkan dengan garis putus-putus pada gambar 1-19 di atas, maka rangkaian
pendeteksi kecepatan tidak bisa dikeluarkan (exit). Sehingga hal ini menjadi rangkaian
kontrol loop terbuka.
Dengan menambahkan rangkaian kontrol bagian B pada rangkaian pendeteksi kecepatan
akan menjadi peralatan kontrol loop tertutup yang memungkinkan untuk mengontrol
kecepatan motor induksi listrik yang lebih teliti sesuai dengan kecepatan yang diinginkan.

Rangkaian penghitung
Rangkaian ini menentukan tegangan/frekuensi dari inverter, membandingkan dan
menghitung arus, tegangan dan sinyal dari rangkaian pendeteksi dengan yang
dioperasikan dari luar (yang diinginkan) seperti torsi, atau kecepatan.
Rangkaian pendeteksi tegangan/arus
Rangkaian ini akan mendeteksi teganga/arus isolasi yaitu potensial listrik yang
berasal dari rangkaian utama. CT, shunt, lubang CT, PT, resistansi tekanan parsial
yang berfungsi untuk metoda pendeteksian.
Rangkaian penggerak.
Rangkaian ini menggerakkan elemen rangkaian utama, dan meng-on/off-kan
tegangan isolasi dari rangkaian pengontrol.
Rangkaian pendeteksi kecepatan
Sinyal yang berasal dari detektor kecepatan (TG,PLG, dll) ditempelkan pada poros
motor induksi listrik untuk dikirimkan ke rangkaian penghitung sebagai sinyal
kecepatan. Dengan perintah penghitungan, motor induksi dan digerakkan sesuai
dengan kecepatan yang diperintahkan (diinginkan).

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 21 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Rangkaian pengaman
Rangkaian pengaman ini mendeteksi tegangan/arus rangkaian utama. Pada waktu
ada gangguan seperti kelebihan beban (over load) atau kelebihan tegangan (over
voltage), maka rangkaian ini teganganiarus atau menghentikan inverter untuk
inverter atau pada motor induksi listrik.

10. Fungsi Pengaman

Gambar 1-20 Rangkaian yang membatasi fungsi pengamanan


lnverter mempunyai fungsi pengamanan yang bervariasi. Tujuannya secara garis
besarnya adalah untuk melindungi inverter sendiri dan juga untuk melindungi motor
induksi listrik.
Demikian pula, inverter dilengkapi dengan fungsi alarm yang memberi tanda atau isyarat
apabila ada bagian atar.l kondisi yang tidak bekerja (tidak sesuai).

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 22 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

11. Pengontrol tegangan/frekuensi (V/f control)

V : Terminal tegangan
E : Tegangan lnduksi internal
I1 : Arus primer
I2 : Arus sekunder
Io : Arus bantu (exciting current)
F : Frekuensi output inverter
Fs : Frekuensi slip.

R1 : Resistansi primer
R2 : Resistansi sekunder
L1 : Kerugian induktansi primer
L2 : Kerugian induktansi sekunder
Lm : lndukstansi bantu (Exciting inductance)
S : Slip

Gambar 1-21. Ketentuan rangkaian ekivalen motor induksi listrik satu fasa

Rangkaian pengubah DC -+ AC di dalam inverter yang diatur tidak hanya frekuensi AC


yang dipilih tetapi juga tegangan
Jumlah putaran motor induksi listrik ditentukan oleh frekuensi dan jumlah kutub.

Ns =

120 f
( RPM )
p

Bila jumlah putaran hanya dikontrol oleh frekuensi, perubahan rasio (perbandingan) daya,
efisiensi, dan torsi per jumlah putaran dapat ditentukan. Sehingga ketetapan karakteristik
motor listrik tersebut tidak bisa diperoleh. Berkaitan dengan hal ini, maka di dalam
inverter dilengkapi dengan alat pengontrol tegangan dan frekuensi yang telah ditetapkan.
Pada gambar 1-23,

E = I2
I2 =

R2
f
= I 2 R2
S
fs

fs.E
R2 . f

Fluk magnetik $ yang berhubungan dengan konduktor sekunder dari motor induksi listrik
adalah

= Lm.Io = Lm

E
2fLm

Pembangkitan torsi akan ditimbulkan oleh fluk magnetik 0 yang menghubungkan dengan
arus sekunder lz dan konduktor sekunder.

Toc. .I 2 =
Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Informasi
Versi: 2009

fs E 2
2R2 f
Halaman: 23 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Fluk magnetik S dapat ditetapkan dengan mencampur perbandingan antara frekuensi f


dan tegangan induksi E. Torsi T adalah sebanding dengan arus sekunder 12. (Arus yang
sebanding dengan torsi yang mengalir ker beban). Jumlah putaran yang stabil dalam
jangkah yang luas dapat dikontrol dengan cara ini.

12. Vektor Pengontrolan


Sebagai penyuplai arus primer ke motor induksi listrik yang menyalurkan ke arus torsi lz
dan arus pembangkitan lm di dalam motor induksi listrik, vektor pengontrol adalah
metode untuk mengontrol frekuensi, ukuran arus primer dan fasa (Arus vektor). Hal ini
akan memperluas jangkah penggunaan motor induksi listrik di dalam sistim pengaturan
kecepatannya.

Gambar 1-22
Dari rangkaian ekivalen pada gambar 1-22.(b), hubungan antara arus primer 11 , srUS
pembangkitan lm dan arus torsi I, adalah diperlihatkan sebagai berikut :

I 1 = I m + I 22

. (1)

2f1 MI m = I 2

r2
. (2)
S

Rumus (2) dijelaskan sebagai berikut, bahwa fs = sfr ( fs : frekuensi slip)

fs =

J
1
. 2
2Tz ' I m

dimana, Tz'. (=Mlrz) Waktu konstan rangkaian sekunder.


Demikian pula, hubungan antara frekuensi primer fi dan frekuensi slip fs adalah fr = fs +
fn. Sehingga, apabila jumlah putaran motor induksi listrik fn diketahui, anda bisa
memperoleh pengesetan frekuensi slip fs yang telah diset dengan kebalikan dari
pengoperasian f1.
Dengan kondisi demikian, dan dengan rumus berikut ini, anda bisa menggerakkan fasa S
dari arus primer. Kemudian vektor pengontrol tanpa dengan pergeseran getaran ke
pembangkitan torsi dapat direalisasikan.

= tan 1 I 2 I

P( Ns N ) Ps Ns
* fs =
=
= S f1
120
120
Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 24 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Pada waktu inverter melakukan vektro kontrol, apabila pada waktu motor berputar
kemudian beban naik, inverter akan merubah arus sekunder dari lz menjadi 121 seperti
pada gambar 1-23, dengan perubahan ini maka perlu torsi. Di dalam penambahan, hal
ini, pengontrol arus yang layak akan merubah arus fase dari 0 ke 01. Perubahan inverter
akan membangkitkan komponen arus sekunder tanpa dengan merubah arus
pembangkitan [o, dan akan membuat membangkitkan torsi yang lebih cepat. (Pada
keadaan ini, frekuensi slip fs akan berubah sesuai dengan perubahan torsi).
Hal ini akan menjaga agar tegangan induksi di
dalam motor induksi listrik tetap konstan, untuk
melawan pergeseran fluktuasi beban. Dan ini
akan merubah torsi tanpa dengan merubah
pergeseran fluk magnetik. Pengontrol akan
merespon dengan baik. Gerakan ini dapat
dianggap sebagai pembangkit arus lo dari
motor induksi listrik yang cocok untuk arus
medan motor listrik DC, dan arus sekunder lz
cocok untuk arus angker pada motor listrik DC.
Gambar 1-23
Pengontrol vektor dapat dicapai dengan tingkat pengontrolan motor induksi listrik yang
tinggi, dan memperluas jangkauan pemakaiannya. Hal-hal berikut ini adalah
keistimewaan pokok untuk membandingkan pengontrol Vlf yang konstan.
1. Lebar jangkauan pengatur kecepatan. Mengatur kecepatan mulai dari 0
2. Bisa digunakan untuk mengontrol torsi
3. Respon kontrol yang baik.
4. Karakteristik pengatur kecepatan baik.

13. Pengukuran tegangan, arus, daya listrik rangkaian inverter

Gambar 1-24.Bentuk gelombang input dan output

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 25 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Gambar 1-25. Peralatan pengukuran dan titik+itik yang diukur

Pengukuran tegangan, arus, dan daya listrik rangkaian inverter.


1. Bagian input dan bentuk gelombangnya.
Gunakan singkroskop (osiloskop) yang sesuai untuk mengukur bentuk gelombangnya.
Bentuk gelombang penggerak dasar atau input-output dapat diamati dengan
menggunakan sinkroskop (osiloskop) yang berkemampuan kira-kira 10 Mhz. Tetapi
apabila anda mengukur gelombang sinyal stant yang berubah dengan cepat, anda
memerlukan sinkroskop (osiloskop) yang rnempunyai kemampuan lebih dari 200 MHz.
2. Cara mengukur tegangan dan arus.
Sumber daya inverter, arus.tegangan pada sisi output terdapat frekuensi harmonik
yang lebih tinggi. Sehingga, hasil data pengukuran akan berbeda tergantung peralatan
ukur atau rangkaian pengukuran yang digunakan. Sebagai contoh, peralatan ukur dan
titik-titik yang diukur pada inverte tipe FR- 200 adalah diperlihatkan pada tabel 1-1.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 26 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Tabel 1-1 Pealatan pengukuran dan titik-titik pengukuran

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 27 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

14. Karakteristik motor apabila inverter sedang running

Gambar 1-26

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 28 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Pada keadaan motor induksi listrik sedang berputar, yang digerakkan dengan inverter,
biasanya arus akan meningkat dibandingkan dengan motor yang digerakkan untuk
komersial. Bentuk gelombang tegangan yang ditimbulkan oleh motor akan terpuntir,
sehingga arus motor yang mempunyai torsi standar menjadi lebih kuat kira-kira 10% dari
pada sumber daya komersial. Hal ini mungkin akan menjadi masalah untuk frekuensi 50
Hz di dalam ruangan yang sangat kecil bertentangan dengan nilai normalnya. Pada
umumnya, apabila anda menjalankan motor terus menerus pada frekuensi ini, maka anda
akan menahan torsi beban sampai pada 85%. Pada keadaan frekuensi 60 Hz, adalah
untuk ruangan dengan temperatur standar. Jadi apabila arus naik, nilai standar dapat
dipertahankan. Sehingga anda tidak perlu menurunkan nilai torsinya.

15. Karakteristik Start-up dan percepatan motor dengan inverter

Gambar 1-27.

Gambar 1-28.

Apabila motor mulai berputar yang dikendalikan dengan inverter, adalah merupakan
frekuensi output start-up dari inverter, dan motor akan membangkitkan torsi. Bila torsi
start-up motor lebih kuat dari torsi start-up beban pada frekuensi start-up, maka motor
mulai berputar. Apabila torsi beban lebih besar, maka motor dalam keadaan terkunci dan
frekuensi output akan berangsur-angsur naik, hal ini akan memutar motor jika torsi output
lebih besar dari pada torsi beban seperti pada gambar 1-27. Akan tetapi bila frekuensi pada
waktu start-up lebih kuat, maka arus pengunci motor juga menjadi lebih besar, dan
inverter terjadi trip. Setelah motor mulai berputar, anda naikkan frekuensi output perlahanlahan untuk nilai frekuensi komando, sesuai dengan nilai pengesetan waktu percepatannya.
Percepatan motor mengalami penundaan slip selama s menit dari kecepatan sinkronus
yang sebanding dengan frekuensi output f. Pada saat ini, ukuran perbedaan slip
tergantung pada jumlah beban GDr, torsi beban dan pembangkitan torsi pada motor.
Apabila anda mengeset percepatan dalam waktu yang lama, frekuensi output f adalah
hampir sebanding dengan jumlah kenaikan putaran motor N.
Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 29 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Gambar 1-29 Operasi pengaman kemacetan


pada waktu percepatan.
Apabila dalam percepatan, arus motor
melebihi 150% hal ini akan menyebabkan
frekuensi output melonjak naik (melebihi
jumlah beban yang diizinkan pada inverter)
dan pengaman kemacetan beroperasi
sebelum pengaman pemutus kelebihan arus

16. Karakteristik pengendalian dan perlambatan (driving and slow-down)


dengan inverter

Gambar 1-30 Karakteristik perlambatan

Gambar 1-3I Operasi pencegah


kemacetan pada waktu
perlambatan

Apabila frekuensi output inverter cocok dengan nilai frekuensi pengesetan, percepatannya
adalah penuh dan kecepatan putaran mulai konstan. Selama kecepatan putaran konstan,
apabila arus motor melebihi 150% (jumlah overload yang diizinkan inverter), frekuensi
output akan turun. Apabila arus motor di bawah 150o/a, maka frekuensi output akan
kembali ke putaran yang rata.Setelah input sinyal pengendalian berhenti, frekuensi outpur
inverter perlahan-lahan turun sesuai dengan nilai pengesetan waktu (perlambatan) slowdown. Pada waktu perlambatan (slow-down), jumlah putaran motor akan melebihi
frekuensi output seperti pada gambar 1-3O. Motor, akan menjadi generator, karena
merubah energi putar menjadi energi listrik dan kembali ke inverter ( Hal ini disebut
regenerasi). Tegangan kondensator perata pada bagian konvertera akan menjadi naik.
Apabila anda menghentikan motor dengan sumber daya komersial, yang bisa mengerem
motor dan menghentikannya hanyalah beban torsinya saja. Tetapi bila dengan inverter,
untuk menghentikan motor adalah dengan menggunakan energi pembangkitan
(regeneration) oleh nilai pengesetan waktu perlambatan (slow-down) seperti tersebut di
atas. Atau bila nilai pengesetan waktu perlambatan (slow-down) adalah lebih lama dari
pada waktu putaran berhenti, hal ini akan menghentikan motor dengan perlahan-lahan
sebagai daya running.
Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 30 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Kondisi pembangkitan pengereman akan terjadi bila nilai pengeseten waktu perlambatan
(slow-down) lebih singkat (pendek) dari pada waktu bebas putaran" Motor, akan rnenjadi
generator, dan akan rnengisi kondensaton perata pada bagian komparator. Sehingga
tegangannya akan bertambah naik. Apabila nilai tegangan ini melebihi nilai tegangan
normal, atau bila arus motor pada saat perlambatan (slow-down) melebihi nilai normalnya,
maka pencegah kemacetan akan bekerja untuk menurunkan frekuensi output.

C. DASAR PENGOPERASIAN PERALATAN INVERTER


1. Prosedur dan cara mengatur beberapa fungsi inverter
Garis besar prosedur pengoperasian
Pada umumnya untuk menggerakkan inverter menggunakan sinyal external,
prosedurnya adalah sebagai berikut :
Sumber tenaga ON

Pada bagian
input menggunakan kontak
magnit listrik
( MC ON)

Fungsi pengesetan

Perlu mengatur fungsi nilai dengan unit


parame-ter (
penga-turan
awal )

Start

Mulai bergerak (start-up)


dan percepatan, sinyal
start-up.
STF-SD ON.

Kerja

Kecepatan
dapat dirubah dengan
mengatur
sinyal frekwensi.

Stop

Sumber tenaga OFF

Perlambatan
dan stop,
menghentikan sinyal
start-up.
STF-SD OFF.

Pada bagian
input menggunakan
kontak
magnit listrik
( MC OFF)

Cara mengatur beberapa fungsi


Inverter mempunyai bermacam-macam fungsi, bilamana beberapa fungsi telah di set
pada beban, sehingga bisa berjalan tanpa setting. Pengaturan beberapa fungsi dengan
menentukan pengendalian khusus.
1. Pada pengaturan nilai beban yang tepat.
Anda tidak harus mengatur beberapa fungsi pada peralatan inverter
2. Beberapa fungsi yang sering diatur.
Perbedaan beberapa fungsi dari pengendalian khusus, tetapi beberapa fungsi berikut ini
adalah khas, contoh dari seringnya mengatur beberapa kondisi.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 31 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

FUNGSI

Fungsi
Dasar

NO.
PARA
METER

NAMA

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

TAMPILAN

SKALA

PENAMBAHAN
MIN.

PENGATURAN
DARI PABRIK

Kenaikan torsi
( manual )

Trq. Bst1

0 - 30 %

0,1 %

6%/3%

Frekuensi maksimum

Max. F1

0 - 120 Hz

0,1 %

120 Hz

Frekuensi minimum

Min. F1

0 - 120 Hz

0,1 %

0 Hz

Frekuensi Dasar

VFbaseF1

0 - 400 Hz

0,1 %

60 Hz

Pengatur multi kecepatan


( kecepatan tinggi )

PresetF1

0 - 400 Hz

0,1 %

60 Hz

0,1 %

30 Hz

Pengatur multi kecepatan


( kecepatan menengah )

PresetF2

0 - 400 Hz

Pengatur multi kecepatan


( kecepatan rendah )

PresetF3

0 - 400 Hz

0,1 %

10 Hz

Waktu percepatan

Acc.T1

0,1 det / 0,01


det

Waktu perlambatan

Dcc.T1

0,1 det / 0,01


det

5 det/15 det

0 - 3600 det
/ 0 - 360
det
0 - 3600 det
/ 0 - 360
det

5 det/15 det

Relai O/L panas


Elektronik

Set THM

0 - 500 A

0,01 A

Nilai arus
output

10

Frekuensi kerja rem


injeksi DC

DC.Br.F

0 - 120 Hz,
9999

0,01 Hz

3 Hz

11

Waktu kerja rem injeksi


DC

DC.Br.T

0 - 10 det,
8888

0,1 det

0,5 det

12

Tegangan rem injeksi DC

DC.Br.V

0 - 30 %

0,1 %

6%/3%

13

Frekuensi Start

Start F

0 - 6- Hz

0,01 Hz

0,5 Hz

14

Memilih pemakaian beban

Load VF

1,2,3,4,5

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 32 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

2. Bagaimana mengendalikan inverter


INVERTER
NFB

MC

MOTOR

FR-1200
R
S
T

Sumber daya

Start-up/Stop

STF(ST
R)
SD
RH
RM
RL
10
2

Pengendalian Frekuensi dipilih


dengan sakelak titik kontak
Mengatur volume Frekuensi

Sinyal input bagian dalam

0.0

5
Sinyal digital (BCD Biner )

FR-APA
FR-APE
FR-APB
FR-APC

Hubungan dengan alat hitung


Hubungan dengan data (kabel optic)

Pengendalian dengan
sinyal external

Pengendalian dengan
unit parameter

Gambar 2-1 Cara pengendalian inverter

Inverter dapat dikendalikan dengan bermacam-macam sinyal. Cara mengendalikan (StartUp, Stop, mengatur kecepatan).secara kasar adalah sebagai berikut :

Pengendalian dengan unit parameter ---- Pengendalian hanya dengan kerja tombol dari unit
parameter ( FR-PU02)
Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 33 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

3. Dasar pengoperasian

Tombol Help (bantuan)

Tampilan/tayangan

Biasanya disebut menu help pada


layar untk memilih beberapa item
bantu.
Bertindak sebagai alat untuk memonitor daftar atau tombol untuk
menayangkan daftar parameter
pa-da monitor atau pengaturan
mode.
Tekan
tombol
ini
untuk
pengaturan beberapa parameter
yang menun-jukkan hubungan
grafik
parameter
yang
ditampilkan pada layar mo-nitor.

FR-PU02 E

Tombol Clear (penghapusan)

Biasanya menghapus data yang


sudah diatur atau nilai yang salah
dalam pengeturan mode.

Bertindak sebagai tombol untuk


menghentikan penayangan suatu
grafik.Tekan tombol ini hanya
untuk kembali dari mode help ke
mode sebelumnya.
Tombol Shift (pemindahan)

Biasanya untuk memindahkan ke


item
berikutnya
dalam
pengaturan
atau
memonitor
mode.
Tekan tombol ini dan salah satu

dari tombol ( ) atau ( ) bersamaan dengan menu pada layar

PARAMETER

MON

SET

EXP
OP

HELP

SHIFT

CLEA
R

PU
OP

ACCE
L

FWD

Tombol fungsi dan angka


Digunakan untuk memilih
bebera-pa fungsi dasar dan
memasukan Frekuensi, angka
parameter dan pengaturan nilai.

WRITE

STOP

READ

Juga digunakan sebagai tombol titik desimal


Ditekan setalah angka parameter dimasukan dalam
pengaturan mode.
Sebagai tombol untuk memilih item pada menu di layar
seperti daftar parameter atau daftar memonitor.
Sebagai tombol untuk menampil-kan pendefinisian
alarm dalam tampilan mode alaram.
Sebagai tombol read penentu te-gangan dalam
mengkalibrasi mode.

Biasanya untuk menaikan atau


menurunkan getaran Frekuensi.
Tekan salah satu tombol untuk
mengatur mode pada layar dengan merubah parameter
sehing-ga nilainya berubah
terus sela-ma tombol ditekan.

Pada saat memonitor,


parameter atau menu help pada
layar, tom-bol-tombol ini
digunakan untuk menggeser
kursor.Tekan tombol SHIFT
dan tekan salah satu tombol
untuk kembali ke level atas
yang ditampilkan dalam satu
Tombol perintah kerja

Tombol Read (membaca)

Tombol pemilih mode

Biasanya memilih PU Op. dan


EXT.Op.(pengope-rasiannya
menggunakan
sakelar,
pengatur Frekuensi, potensiometer dsb) pengaturan mode
dan memo-nitor mode.
Tombol-tombol untuk merubah
Frekuensi

REV

Menampilkan 13 karakter x 4
baris
untuk
menunjukan
tayang-an grafik parameter dan
perba-ikan gangguan dan juga
memo-nitor
20 tipe data
seperti fre-kwensi, arus motor
dan terminal I/O.

Digunakan untuk memberikan


putaran maju, putaran balik
dan perintah stop dalam unit
para-meter pengoperasian
mode.

Tombol Write (menulis)

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Digunakan untuk menulis


suatu pengesetan nilai di dalam
peng-aturan mode.
Melayani seperti tombol clear
dalam seluruh parameter clear
atau alarm mode clear
Bertindak sebagai tombol reset
dalam inverter mode reset.

Halaman: 34 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Mengendalikan motor dengan unit parameter


a. Pengendalian dengan dengan pengesetan input langsung (awal) untuk frekuensi yang
diinginkan (Pengesetan langsung).
Tekan
tombol PU

Ketik Frekuensi
yang diinginkan

Tekan tombol
Write

Pilih putaran
maju/mundur

Tekan tombol
Stop

Mengatur pengendalian frekuensi -- Kecepatan putaran motor dapat dirubah dengan


mengulangi langkah kerja ini.
b. Untuk merubah pengesetan langsung pada input pengendalian Frekuensi (Pengesetan
langsung)
Tekan
tombol PU

Ketik Frekuensi
yang diinginkan

Tekan tombol
Write

Pilih putaran
maju/mundur

Tekan tombol
Stop

Mengatur pengendalian Frekuensi -- Kecepatan putaran motor dapat dirubah


mengulangi langkah kerja ini.
c. Pengesetan Frekuensi yang diinginkan dengan menekan tombol
menerus. ( Langkah pengesetan )
Tekan
tombol PU

atau

Tekan tombol
Write

Pilih putaran
maju/mundur

dengan

terus-

Tekan tombol
Stop

d. Pengendalian JOG
Tekan
tombol PU

Shift

Pilih putaran
maju/mundur

Mengendalikannya hanya jika putaran motor normal (membalik) di tekan.


Pada pengendalian JOG, pengedalian Frekuensi, dengan mengatur nilai pada parameter
15.

Pengaturan parameter
1. Untuk dapat menggunakan parameter dengan menekan langsung tombol set, kemudian
ketik nomor parameternya.
Tekan
tombol PU

Tekan
tombol SET

Nomor
parameter

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Tekan
tombol

Nilai
pengesetan

Tekan
tombol

Halaman: 35 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

2. Untuk mendapatkan daftar parameter tekan tombol set.


Tekan
tombol PU

Tekan
tombo

Tekan
tombol

Tekan
tombol

Nilai
pengeseta

Tekan
tombol

Monitor
Memilih monitor untuk menampilkan beberapa item beban meter, arus penguat motor,
posisi pulsa dan waktu membangkitkan tenaga komulatif.
Bilamana beban meter, arus penguat motor telah dipilih, arus outputnya ditampilkan
pada layer monitor. Bilamana posisi pulsa atau dan waktu membangkitkan tenaga
komulatif telah dipilih, tegangan outputnya ditampilkan pada layar monitor. Bilamana dari
empat item ini telah dipilih, arus output atau tegangan output tidak dapat ditayangkan
bersama.sama.

Prioritas
tampilan

MONITOR

Bilamana monitor
telah memilih posisi
pulsa atau saat
energi komulatif
diperlu-kan, akan
ditampil-kan pada
layar.

Bilamana monitor
beban meter atau
penguat arus motor telah dipilh, akan
ditampilkan pada
layar.

SHIF

0.00

SHIF

0.00

HZ
---STOP EXT
Monitor Frekuensi output

< HELP >

V
---STOP EXT
Monitor tegangan output

SHIF
OTHERS

0.00

A
---STOP EXT
Monitor arus output

SHIF

ALARM HISTORY
< READ >

Memilih monitor arus atau monitor tenaga


Menurut data bahwa arus tidak melebihi 5 % dari arus inverter yang telah ditentukan
sehingga tidak dapat dideteksi dan ditampilkan.
Menurut data bahwa relay panas elektronik tidak bekerja berdasarkan pada arus. Untuk
pengaman motor, pemeriksaan menggunakan detektor suhu external dan lain-lain
sejenisnya.
Contoh : Bilamana motor kecil ( 0,4 kW ) bekerja pada inverter berkapasitas besar (55
kW), tenaga yang dimonitor lamban.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 36 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Fungsi HELP
Tekan tombol HELP dua kali untuk beberapa operasi mode untuk ditampilkan pada menu
HELP, dengan bemacam-macam fungsi dapat dilakukan.

Layar menu tayangan 1


1.
2.
3.
4.

MONITOR
PU Uper
Pr. List
Pr. Clear

1. MONITOR
Tayangan daftar monitor dan memperbolehkan layar monitor
diubah dan prioritas layar pertama untuk di set.

2. PU OPERATION ( PU Op )
Menginformasikan bagaimana memilih mode PU Op dan PU
dibantu operasi mode jog melalui input langsung
(pengaturan langsung dari sepuluh bantalan tombol) dan
bagaimana mengoperasikan tombol-tombol itu.

3. PARAMETER
Tekan tombol SHIFT
dan ( ) bersamasama untuk diproses
ke tayangan
berikutnya.

Tayangan menu parameter dan menunjukkan empat item


berikut ini untuk dipilih dan dilaksanakan.
1. Setting
2. Pr. List
3. Set Pr. List
4. Def. Pr. List.

4. PARAMETER CLEAR
Layar menu tayangan 2
1.
2.
3.
4.

Alarm Hist
Alarm Clear
Inv. Reset
T/Shootong

Menayangkan menu parameter dan menunjukkan tiga item


untuk dipilih dan dilaksanakan.
1. Clear Pr.
2. Clear All
3. Clear None

5. ALARM HISTORY
Menayangkan isi dari delapan alarm terdahulu.

6. ALARM HISTORY CLEAR


Membersihkan semua alarm data.
Tekan beberapa tombol
[MONOTOR],[SET],[EX
T OP] dan [PU] dengan
sakelar penghubung
mode

7. INVERTER RESET
Mereset inverter.

8. TROUBLE SHOOTING
Tampilan inverter sangat mungkin tak sebanding kerja inverter
dengan pengoperasian / pengaturan atau penyebab dari
kesalahan inverter

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 37 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

D. PENGATURAN KERJA
1. Mengatur peningkatan torsi ( kopel )
100%
Tegangan
output

Pr.0

Batas
pengesetan
Frekuensi
output (Hz)

Frekuensi
dasar

Gambar 3-1 Peningkatan torsi (kopel)

- Mengatur torsi (kopel) motor dalam daerah (range) Frekuensi rendah sesuai dengan
beban.
Tegangan output inverter dikontrol dengan V/f = konstan, dibawah Frekuensi dasar
(Frekuensi jika dibandingkan dengan perbandingan torsi motor). Tetapi Resistansi
lilitan primer R1 dan penurunan impedansi disebabkan adanya kebocoran induktansi
L1, sehingga torsi yang dibangkitkan oleh motor induksi akan turun.

V = V-V
R1

L1
V
R2
S

Lm
Gambar 3-2.

Jika beban ringan, arus primer I1 kecil sehingga anda dapat mengabaikan penurunan
impedansi. Sehingga kira-kira V/f menjadi konstan dan torsi rata-rata sebanding dengan
Frekuensi. Pada motor standart, kumparannya dibuat dengan memperhatikan tegangan
jatuh pada Frekuensi komersial. Bilamana anda melakukan suatu pengendalian inverter,
pemakaian tegangan adalah rendah selama pengendalian kecepatan juga rendah (jika
Frekuensinya rendah). Bilamana penurunan impedansinya besar. Kemudian pembangkitan
torsi motor sangat kecil sehingga daerah Frekuensinya rendah, tegangan dinaikkan dari
porsi V pada rumus untuk mencocokkan dengan penuruan tegangan. Pengurangan
tegangan motor diperlambat seperti gambar 3-1 Pr.0, penambahan tegangan dari
pengaturan porsi disebut kenaikan torsi. Pada Inverter tipe Mitsubishi FR-200. anda dapat
mengatur pada daerah 0 - 30 % dengan nomor parameter 0.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 38 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Kenaikan
torsi max.

T
o 10
r 0
s
i
(%)
50

Kenaikan
torsi normal

Kenaikan torsi besar

0
Melewati batas arus

A
r
u
s
(%)

100
Kenaikan torsi cukup

Batas arus
inverter

150
A
r
u 100
s
(%)

Kenaikan torsi kecil


0
Ukuran beban (%)

50

0
Kecepatan putar an(rpm)

Gambar 3-3. Contoh torsi motor

Gambar 3-3. Contoh daerah beban


arus pada start-up
dan arus motor

Hubungan torsi motor dan arus ketika tegangan dinaikkan dengan peningkatan torsi
seperti yang ditunjukkan pada gambar 3-3.
Batas arus yang diperbolehkan (150% dari arus yang diizinkan) dalam menjalankan
inverter. Pada saat start-up nilai torsi maksimum dan arusnya besar. Jika nilai peningkatan
torsi diatur terlalu tinggi, fungsi pengaman arus lebih akan bekerja.
Pada

beban ringan ---

Pada beban berat -----

Fluks magnit dari motor inti besi akan jenuh dan arus akan
menjadi besar. Fungsi pengaman arus lebih bisa bekerja.
Menambah peningkatan torsi pada lilitan primer motor dan
penurunan
porsi
tegangan
dengan
kabel.
Untuk
membangkitkan torsi motor yang besar dan penurunan slip
sehingga arus lebih banyak turun jika beban ringan. (Gambar
3-4 berhubungan dengan contoh daerah beban dan arus).

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 39 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

2. Mengatur batas Frekuensi terendah/penekan

100%

Daerah pengaturan
Frekuensi penekan

Frekuensi
output
Batas daerah pengaturan Frekuensi terendah

Sinyal pengatur Frekuensi

5V
(10V)
(20mA)

Gambar 3-5

- Batas klem terendah/teratas dari Frekuensi output.


Penekanan Frekuensi.
Dengan PU, Frekuensi penekan yang keluar dapat diatur. Pengaturan pada parameter 1
jika Frekuensi penekan pada daerah 0 - 120 Hz, dan pengaturan pada Pr.18 pada
daerah 120 - 400 Hz.
Batas Frekuensi terendah.
Dengan PU, batas Frekuensi terendah dapat keluar selama pengesetan pengendali
konstan. Batas Frekuensi terendah dapat di set di bawah Frekuensi start-up, bilamana
tidak dapat mengeluarkan Frekuensi output. Bilamana anda menggunakan pengatur
Frekuensi sinyal input dengan analog. Frekuensi output tertahan dan tidak akan berada
di bawah batas Frekuensi terendah meskipun sinyal dibawah Pr.2 batas Frekuensi
terendah(sama jika inputnya nol). Anda dapat mengatur di bawah batas Frekuensi
terendah dengan PU, tetapi Frekuensi output tidak berada dibawah batas Frekuensi
terendah (kecuali Frekuensi JOG).

3. Mengatur Frekuensi dasar


Pengaturan batas Frekuensi dasar

100%

Pr.19
Tegangan
output

Tegangan
Frekuensi
dasar

Pr.3

Frekuensi dasar

400 Hz

Gambar 3-6

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 40 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Memungkinkan untuk mengatur Frekuensi dasar (Frekuensi standart pada saat torsi
motor yang diizinkan) dengan memilih pada skala 0 -400 Hz sesuai dengan
peringkat motor.
Dengan mengatur Pr.19 ( tegangan Frekuensi dasar ) anda dapat menggunakan
sebuah motor dengan nilai tegangan lebih rendah dari tegangan sumber daya
inverter yang optimal. Hal itu baik sekali jika anda menggunakan sebuah motor
dengan tegangan 200V pada power supply 230V.

Selain itu bagaimana untuk menentukan Frekuensi dasar dari motor yang dimaksud
secara umum adalah sebagai berikut :
a. Pada kenyataanya mesin sekarang ini dapat mengeluarkan 60 Hz untuk mesin yang
Frekuensinya 50 Hz. Selain itu anda dapat menggunakan torsi motor dengan efektif,
jika Frekuensi dasar tidak pada 50 Hz tetapi 60 Hz, sehingga Frekuensi 60 Hz sangat
berguna.
b. Bilamana anda menggunakan mesin inverter sudah tidak bisa dipungkiri dari
pengendalian sumber daya komersil pada Frekuensi 50 Hz, anda atur pada 50 Hz.
c. Umumnya tidak bermanfaat nilai Frekuensi dasar terlalu tinggi dari 60 Hz, jika anda
bekerja pada Frekuensi dasar lain, anda memerlukan motor yang didesain untuk
Frekuensi dasar itu.

4. Mengatur banyak langkah kecepatan

Frekuensi
output
(Hz)

Kecepatan1
(Kecepatan

Kecepatan.-5

Kecepatan2
(Kecepatan

Kecepatan.-6

Kecpt.-4
Kecepatan3
Kecepatan

Kecepatan7

Waktu
RH - SD
RM - SD

RL - SD

ON ON ON

ON
ON

ON
ON

ON

ON ON
ON

Gambar 3-7
Pilih setiap kecepatan dengan kontak saklar sinyal pada bagian luar ( RH-SD, RM-SD
atau RL-SD ).
Memungkinkan untuk mengatur dengan optimal setiap kecepatan (Frekuensi) di
dalam daerah 0 - 400 Hz selama pengendalian inverter. Memungkinkan untuk
mengatur dengan tombol atau .
Memungkinkan untuk mengatur pada kecepatan-10 di maksimum dengan
mengkombinasikan Frekuensi JOG (Pr.15), Frekuensi penekan (Pr.1), batas Frekuensi
terendah (Pr.2).

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 41 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Tabel 3-1 Pengaturan banyak langkah kecepatan


Terminal input
RH-SD

RM-SD

RL-SD

No. parameter

Daerah
pengesetan
Frekuensi

Kecepatan-1 (kecepatan Tinggi)

ON

OFF

OFF

Pr.4

0 - 400 Hz

Kecepatan-2 (kecepatan
menengah)

OFF

ON

OFF

Pr.5

0 - 400 Hz

Kecepatan -3 (kecepatanrendah)

OFF

OFF

ON

Pr.6

0 - 400 Hz

Kecepatan-4

OFF

ON

ON

Pr.24

0 - 400 Hz, 9999

Kecepatan-5

ON

OFF

ON

Pr.25

0 - 400 Hz, 9999

Kecepatan-6

ON

ON

OFF

Pr.26

0 - 400 Hz, 9999

Kecepatan-7

ON

ON

ON

Pr.27

0 - 400 Hz, 9999

Pengaturan external

OFF

OFF

OFF

Pengatur
Frekuensi

0 - nilai
maksimum

Kecepatan

5. Penyetelan waktu

Pr.20
Pengendalian
Frekuensi

Pr.8
Perlambatan

Pr.7
Percepatan

Waktu

Gambar 3-8

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 42 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Waktu percepatan (Pr.7) adalah waktu mengatur dari 0 Hz untuk m=pengaturan


nilai Frekuensi standart (Pr.20). Waktu perlambatan adalah waktu mengatur dari
pengaturan nilai Pr.20 ke 0 Hz.
Penyetelan unit waktu Pr.21 dapat dipakai untuk mengatur batas waktu yang lama
atau singkat.
Nilai pengaturan 0
: 0 - 3600 detik (pengaturan minimum 0,1 detik)
Nilai pengaturan 1
: 0 - 360 detik (pengaturan minimum 0,01 detik)

Motor akan berjalan dari Frekuensi rendah dan secara berangsur-angsur Frekuensi naik,
pada saat start arus motor akan terkendali dibawah pemutus arus lebih dari inverter.
Juga dalam hal perlambatan, anda menurunkan Frekuensi secara berangsur-angsur
untuk mencegah tegangan bus-bar linier menjadi lebih besar dari tegangan balik.
Oleh sebab itu anda perlu mengatur waktu untuk merubah Frekuensi output dari
inverter, yaitu pada waktu penyetelan..
Anda harus mengatur waktu yang lama dari waktu percepatan atau perlambatan yang
diperoleh dari energi beban (GD2), motor, beban torsi, pembangkit torsi motor yang
dikendalikan oleh inverter.
Jika waktu percepatan terlalu singkat, fungsi pengaman arus lebih akan bekerja untuk
menghentikan inverter. Jika waktu perlambatan terlalu singkat, fungsi pengaman arus
lebih atau fungsi pengaman tegangan balik akan bekerja untuk menghentikan inverter.
Bilamana anda tidak tahu beban torsi yang lain (GD2) anda untuk sementara waktu
mengatur penyetelan waktu cukup lama, kemudian anda monitor arus percepatan dan
penurunannya dan mengubah pengesetan yang waktunya dapat diatur dalam daerah
100 - 140 % dari yang diperbolehkan.
Seperti gambar 3-9, Bilamana anda menginginkan percepatan motor, yang mana
penyetelan kecepatan Frekuensi dasar diatur pada 60 Hz untuk 10 detik dari 45 rpm (15
Hz) ke 1350 rpm ( 45 Hz) selama mengendalikan pengaturan waktunya adalah :

Mengatur kecepatan Frekuensi


dasar ( Pr.20 )
1800 rpm
(60 Hz)
1350rpm
(45 Hz

450rpm
(15 Hz)
10 det
0 rpm
Pengaturan waktu percepatan t (det)

Gambar 3-9
a. Waktu percepatan
Menurut penggunaan beban dan kondisi motornya, anda periksa waktu percepatan
yang linier dapat dilakukan untuk penggunaan Frekuensi maksimum .Kemudian anda
rubah waktu percepatannya dari stop ke penyetel kecepatan Frekuensi dasar (Pr.20)
dengan rumus berikut ini :

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 43 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Pengaturannilai waktu percepatan =


Penyetelk ecepatan frekwensidasar(Pr .20)
(waktu percepatan sampai penggunaanfrekmaks)
Penggunaanfrek maks frek start up (Pr .13)
Waktu perlambatan adalah sebagai berikut :

60( Hz )
10 = 20 (det)
45( Hz ) 15( Hz )

b. Waktu perlambatan
Menurut penggunaan beban dan kondisi motornya, anda periksa waktu perlambatan
yang linier dapat dilakukan untuk penggunaan Frekuensi maksimum ke stop.
Kemudian anda rubah waktu perlambatanya dari penyetel kecepatan Frekuensi
dasar (Pr.20) ke stop dengan rumus berikut ini

Pengaturan nilai waktu perlambatan =


Penyetel kecepatan Frekuensi dasar (Pr.20) x (waktu perlambatan dari peng
Penggunaan frek. maks - frek. pada saat pegunaan frek. maks. ke stop.
ngereman linier
Pengaturannilai waktu perlambatan =
Penyetelk ecepatan frekwensidasar(Pr .20)
(waktu perlambtan dari frek makskke stop)
Penggunaanfrek maks frek saat pengeremanlinier

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 44 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

6. Pengaturan panas elektronik


Jika anda atur 50% nilai- Jika anda atur nilai
nya (nilai arus) inverter arus output (3A jika
dari penilaian arus output FR_A200-0,4K
30Hz

30 Hz
180

Bukan daerah kerja

0..5Hz

0. 5Hz

Daerah kerja
Daerah kanan dari kurva
karakteristik

Karakteristik bilamana pengaman


pa-nas elektronik dari motor tidak
beker-ja (OFF), (Target nilai
pengesetan adalah 0 Ampere)

120

60
Panas elektronik
untuk transistor
pengaman

52. 5%

50

105%

100

150

180 200

Arus motor listrik (%) ( % batas arus output yang menuju inverter )
Karakteristik panas elektronik

Gambar 3-10 Karakteristik opersional panas elektronik

Cara mengatur panas elektronik.


Karakteristrik pengaman panas elektronik didasari pada nilai arus motor yang
diperbolehkan.
Nilai pengaturan = penilaian nilai arus x a (A)
200v50Hz .........................1,0
a:
200/220c60Hz ...................1,1
Pengaturan pada nilai ampere dengan unit parameter ( Fungsi Pr.9 )
Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 45 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

7. Mengatur pengereman DC

Frekuensi
output

Pr.10
Frekuensi
kerja
Waktu
Pr.12
Tegangan
penge-reman

Tegangan kerja
Pr.11

Waktu
Saat
bekerja

Gambar 3-11
- Aturlah torsi pengereman DC (tegangan) saat berhenti dan Frekuensi pada saat startup dan bekerja. Kemudian anda dapat mengatur ketepatan saat stop setiap posisi
pengendalian sesuai dengan beban.
Metoda pengereman mengikuti arus DC pada kumparan motor listrik, dan pemakain
tenaga listrik pada rotor. Khususnya peralatan yang tidak perlu dapat disederhanakan
dan metodenya tidak menyulitkan. Juga porsi tegangan DC inverter dapat diberikan ke
motor listrik. Tetapi tenaga pengeremannya antara 40 - 60%. Tugas pengendalian
ditentukan sekitar 3 - 5% yang dikendalikan dengan panas motor listrik (sesuai gambar
3-12).
Jika pengereman DC berhenti, motor listrik terbebani sebab ditekan tegangan DC,
sehingga anda perlu hati-hati untuk tidak menambah tekanan pada jumlah tegangan DC
yang tidak diperlukan.

Inverter

Tegangan
DC

Energi
panas
Motor
Listri
k

Sumber daya

Arus
DC

Beban

Energi putar

Gambar 3-12

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 46 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

8. Mengatur Frekuensi start-up

Frekuensi output (Hz)

Batas
pengaturan
Pr.13

Pengaturan sinyal
Frekuensi (V)

Waktu
Waktu

Gambar 3-13
- Frekuensi start-up diatur pada daerah (range) 0 - 60 Hz.
Bilamana sinyal start-up pada terminal STF (atau STR) ON, Frekuensi start-up diatur.
Pemilihan Frekuensi start-up sebagaian besar digunakan pada pengaturan torsi dengan
pengikatan torsi Pr.0. Kenaikan Frekuensi start-up sangat besar sesuai tegangan
output. Arus start-up maupun torsi start-up akan naik.
Agar arus start-up tidak melebihi arus pengopersian yang aman, nilainya harus sesuai
dengan ketentuan.
Pada
pemakaian
normal
0,5
Hz
(Pengaturan
nilai
muatan)
untuk
menaikkan/menurunkan alat 3 Hz. Jika anda melepaskan rem mekanik pada saat startup, muatan itu akan bergerak turun dengan cepat sebab Frekuensi start-up menjadi
turun. Untuk pencegahannya, mengingat Frekuensi di atas. Inverter tidak dapat start
jika pengaturan nilai Frekuensinya di bawah Frekuensi start.

9. Pemilihan beban yang tersedia


Nilai pengaturan 0 ( untuk muatan )

Nilai pengaturan 1

Untuk bebab torsi yang konstan


(Conveyer, truk, dll)

Untuk mengurangi beban torsi


(Kipas angin, pompa)

100%

100%

Tegangan
output

Tegangan
output

Frekuensi
dasar
Frekuensi output (Hz)

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Frekuensi
dasar
Frekuensi output (Hz)

Halaman: 47 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Pengaturan nilai 2

Pengaturan nilai 3

Untuk menaikkan/menurunkan beban


Menaikkan putaran normal
----------Pengaturan nilai Pr.0
Penguatan yang berlawanan
----------Pengaturan nilai 0%

Untuk menaikkan/menurunkan beban


Menaikkan putaran normal
-----------Pengaturan nilai 0%
Penguatan yang berlawanan
-----------Pengaturan nilai Pr.0

100%

Tegangan
output

100%
Putaran
normal

Putaran
mundur

Tegangan
output

Putaran
mundur

Pr.0

Putaran
normal

Pr.0
Frekuensi output (Hz)

Frekuensi
dasar

Frekuensi output (Hz)

Frekuensi
dasar

Gambar 3-14
Anda dapat memilih karakteristik output optimal (karakteristik V-F) untuk pemakaian atau
karakteristik beban dengan Pr.14.

10. Pengaturan input panas eksternal


Nilai pengesetan 0

Nilai pengesetan 1
Relay panas

FR-A

FR-A
JOG/OH

U
V

JOG

Motor

IM

SD

Motor

JOG/OH
Output Stop

SD

MRS

Output Stop
MRS

SD

SD

Nilai pengesetan 2

Nilai pengesetan 3

FR-A

FR-A

JOG/OH

Relay panas
Motor

U
V

JOG

IM

Motor

W
JOG/OH

SD
Output Stop

SD

MRS
MRS

SD

OutputStop
Stop
Output

SD

Gambar 3-15
Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 48 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Anda pilih fungsi terminal input JOG/OH dengan pengaturan nilai ) dan 1. JOG adalah
sebuah fungsi untuk mengendalikan input JOG dalam menyeleksi titik kontak sinyal jika
relay panas diatur pada bagian external inverte, atau ketika sensor temperatur
dilengkapi dengan motor. Gunakan Pr.17.
Jika anda menggunakan pengaturan nilai 2, 3 , anda hubungkan fungsi terminal MRS
ke spesifikasi input titik kontak b.(Kontak input tertutup).
Tabel 3-2

Nilai pengaturan
Pr.17
0
1
2
3

Fungsi terminal JOG/OH


Mode JOG
OH (Input
panas eksternal)
O
O
O
O

Fungsi terminal MRS


Kontak input
Kontak input
terbuka
tertutup
O
O
O
O

11. Pengaturan batas arus tingkat operasional


Pr.23

Jika nilai pembebanan= 9999

Pr.22

Batas arus
tingkat
operasional
(%)
Pr.23
uruan (%)

Pr.66

Frekuensi output
400Hz

Gambar 3-16
Anda atur untuk memperlambat pengamanan tingkat operasional (tingkat batas arus)
dengan Pr.22. Pada umumnya diatur pada 150 (%) (pada pembebanan).
Bilamana anda kendalikan pada kecepatan tinggi lebih dari 120 Hz, anda dapat
mengurangi tingkat batas arusnya pada daerah Frekuensi tinggi. Untuk menambak
karakteristik percepatan motor. Dengan Pr.66 Frekuensi start-up dikurangi. Dengan
Pr.23 prosentase dikurangi. Umumnya diatur pada 60 Hz untuk Pr.66 dan 100% untuk
Pr.23.
Jika andan atur 9999 ( pada nila pembebanan ) dengan Pr.23, tingkat batas arus telah
mengatur nilainya dengan Pr.22 dan akan konstan sampai 400Hz.
Inverter mempunyai fungsi untuk mengendalikan arus motor. Jika arus melebihi sekitar
150%, anda hentikan kenaikan Frekuensi selama percepatan, untuk mengurangi arus
beban. Anda juga menurunkan Frekuensi output selama pengendalian kecepatan
konstan, dan menunggu penurunan arus beban. Ketika menerima arus balik 150%,
Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 49 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

anda naikkan Frekuensi lagi dan percepat sampai pada pengaturan Frekuensi untuk
menggerakkannya.

Selama percepatan

Selama
pengendalian
kecepatan konstan

Selama
perlambatan
kecepatan

Arus

150%

100%

Waktu

Frekuensi
output

rasi kerja pencegah kemacetan


Waktu

Gambar 3-17

12. Pemilihan banyak langkah kecepatan pada input tambahan


Kecepatan tinggi

penambahan
Tambahan daerah(range)
untuk mwngabaikan
kecepatan medium

Frekuensi
output

Kecepatan rendah

Gambar 3-18. Kecepatan tambahan untuk banyak langkah kecepatan


Anda masukkan sinyal tambahan untuk tambahan pada terminal input/ Kemudian anda
dapat menambah kecepatan (Frekuensi) terhadap bagian pengatur banyak langkah
kecepatan yang dipilih pada terminal RH, RM, RL.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 50 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Tabel 3-3
Nomor
parameter

Nilai pengaturan

Menambah dengan input tambahan

28

Tanpa tambahan
(mengatur pembebanan)

Memungkinkan untuk ditambah

Bilamana Pr.28 cocok dengan adanya penambahan, berikut ini tiga macam penambahan
eksternal yang dapat dilakukan dengan pengaturan dari Pr.73.
a. Mengabaikan penambahan (pengaturan nilai dengan Pr.73 yaitu 4 atau Penambahan
sinyal tegangan input analog antara 1 - 5.
Penambahan sinyal arus input analog antara 4 - 5.
b. Mengabaikan penambahan (pengaturan nilai dengan Pr.73 yaitu 4 atau
Penambahan sinyal tegangan input analog antara 1 - 5.
Penambahan sinyal arus input analog antara 4 - 5.
c. Tambahan penambahan yang dapat mengendalikan putaran normal atau
kebalikkannya dengan porlaritas. ( pengaturan nilai Pr.73 yaitu 10 - 13 ).
Terminal input analog antara 1 - 5.

13. Pemilihan daerah perintah Frekuensi tegangan


Pr.73
Pengaturan
nilai
0

Terminal
sinyal AU

Terminal 1
tegangan
input
0 10 V

Terminal 4
tegangan
input
X

Mengabaikan fungsi

OFF

Terminal 2
tegangan
input
0 10 V

Polaritas
dapat
dibalik
*3

OFF

05 V

0 10 V

*3

OFF

0 10 V

05 V

*3

OFF

05 V

05 V

*3

OFF

0 10 V

0 10 V

*3

OFF

05 V

05 V

*3

Pr.73
Pengaturan
nilai
10

Terminal
sinyal AU

Terminal 1
tegangan
input
0 10 V

Terminal 4
tegangan
input
X

Mengabaikan fungsi

OFF

Terminal 2
tegangan
input
0 10 V

Polaritas
dapat
dibalik
O

11

OFF

0 10 V

12

OFF

05 V

05 V

13

OFF

05 V

14

OFF

0 10 V

0 10 V

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 51 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

15

OFF

05 V

05 V

ON

0 10 V

*3

ON

0 10 V

*3

ON

05 V

*3

ON

05 V

*3

ON

0 10 V

*3

ON

05 V

*3

10

ON

0 10 V

11

ON

0 10 V

12

ON

05 V

13

ON

05 V

14

ON

0 10 V

15

ON

05 V

*1
*2
*3

: Terminal 1 ( pengaturan Frekuensi input tambahan ) ditambah terutama pengaturan sinyal kecepatan pada terminal 2 atau 4.
: Bilamana anda memilih untuk mengabaikannya, terminal 1 atau 4 menjadi
pengatur kecepatan penuh.
: Sinyal komando Frekuensi dari polaritas minus memungkinkan untuk diterima.

Catatan :
1. Tanda X, maksudnya tidak dapat menerima sinyal.
2. Pengatur dari penguatan sinyal pengatur Frekuensi dan penyetelan waktu tidak
dipengaruhi oleh perubahan pengaturan Pr.73.
3. Tanda O adalah pengaturan pembebanan.
Spesifikasi input dari terminal 1,2,4 dan ada atau tidaknya pengabaian fungsi untuk
diatur.
Jumlah penambahan dan pengaturan penolak sinyal.
150%

Penambaha 100%
n jumlah
50%
0

2,5 (5)

5V
(10V)

Terminal 2

Gambar 3-19

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 52 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Dalam hal ini jika input penambahan normal, jumlah penambahan secara tetap digunakan
setiap kecepatan. Jika anda merubah setiap kecepatan sama, anda dapat melakukannya
dengan mudah dengan menggunakan fungsi penolakan (override).
Anda setel Pr.73 salah satu nilai dari 4,5,14,15. Kemudian anda dapat merubah arus
input diantara terminal 3-5 atau input analog antara 1-5 atau mengatur kelipatan tingkat
kecepatan dengan parameter melalui sinyal analog yang inputnya dari luar diantara
terminal 1-5 pada daerah 50 150%.
Untuk mencari kecepatan (Frekuensi f).

f = fpr x

10

fpr : Pengaturan nilai kecepatan (Hz)


: Jumlah penolakan tambahan (%)
Conveyer
( ban berjalan )

Motor
INVERTER

1M

Sumber daya
Putaran
normal
Putaran balik

STF
STR
SD

Pemilih
kecepatan

RH

10

RM

RL

Pengatur sinyal
override
(penolakan)

Gambar 3-20

14. Memilih model pengatur kecepatan

Pengaturan nilai 0
( Penyetelan
kecepatan linier )

Pengaturan nilai 1
Penyetelan kecepatan A
seperti huruf S

fm

Pengaturan nilai 2
Penyetelan kecepatan B
seperti huruf S
f1

Frekuensi
output (Hz)

fb

Waktu

f2

Gambar 3-21

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 53 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Anda dapat memilih model pengatur kecepatan, gunakan Pr.29.


Pengaturan nilai 0 (penyetelan kecepatan linier) adalah model biasa dari pengatur
kecepatan. Pengatur ini biasa digunakan.
Pengaturan nilai 1 (penyetelan kecepatan A seperti huruf S ) digunakan jika anda
mengatur kecepatan sampai pada daerah kecepatan tinggi lebih dari 60Hz untuk waktu
singkat. fb (base frequency = Frekuensi dasar) adalah perubahan dari titik menjadi huruf
S. Anda dapat mengatur waktu penyetelan kecepatan yang sesuai untuk mengurangai
torsi motor pada daerah pengendalian output yang konstan pada Frekuensi lebih dari 60
Hz. Jika hal itu layak digunakan untuk poros utama peralatan mesin.
Pengaturan nilai 2 (penyetel kecepatan B seperti huruf S) adalah untuk mengatur
kecepatan f2 (Frekuensi sekarang) ke f1 (Frekuensi berikutnya) yang konstan membentuk
huruf S. Menghindari penyetelan kecepatan yang mengejutkan sehingga mencegah
jatuhnya muatan.
Suatu kebalikan dari fungsi pengukuran slip-balik roda gigi mesin yang sederhana dapat
dilakukan dari pengaturan nilai 3. Bilamana anda merubah Frekuensi output untuk sesaat
pada pengatur kecepatan, pengkopelan mesin yang sederhan akan membangkitkan
kejutan (slip balik roda gigi). Tetapi dapat disederhanakan dengan Pr.33 Pr.36 yang
digunakan pada pengaturan parameter untuk mengukur perlawanan slip balik roda gigi.

Pengaturan nilai 3
Mengukur perlawanan slip balikroda gigi
Frekuensi
output

f2 Pr.35

f1 Pr.33
Waktu
f1 Pr.34

f2 Pr.36

Gambar 3-22

Tabel 3-5
No.
Pr

Fungsi

33

Percepatan slip-balik roda gigi


Menghentikan Frekuensi
Percepatan slip-balik roda gigi
Menghentikan Frekuensi
Perlambatan slip-balik roda gigi
Menghentikan Frekuensi
Perlambatan slip-balik roda gigi
Menghentikan Frekuensi

34
35
36

Daerah pengesetan
(skala)
0 400 Hz

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

0 - 360 detik
0 400 Hz
0 - 360 detik

Pembebanan
1 Hz
( 9999 )
0,5 detik
( 9999 )
1 Hz
( 9999 )
0,5 detik
( 9999 )

Halaman: 54 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

15. Mengatur pembangkitan rem dengan menggunakan perbandingan


%ED = x 100
tc
tb

Perbandingan waktu pembangkitan beban


(Frekuensi kerja)
* Contoh 1 Pemindahan penggerak

(melanjutkan
waktu kerja)

* Contoh 2 Penggerak naik/turun

naik
tb

Waktu

t
turun

Waktu

tc
t1

t2 t3 t4

Gambar 3-23

Pengaturan ini digunakan apabila menggunakan perbandingan dari pembangkitan rem


yang dibutuhkan untuk memperbesar dengan Frekuensi start-up dan menghentikan
penggerak. Dalam hal ini, kapasitas penghambat rem akan diperbesar sehingga
menghambat Frekuensinya tingggi.
Setelah anda mengatur pada nilai 1 dengan Pr.30 (menggunakan perubahan perbandingan
yang ditetapkan) anda atur penggunaan perbandingan dengan Pr.70.
Mitsubishi FR-200 0,4K dilengkapi dengan pengosongan resistor dari pembangkitan rem.
Kapasitas panasnya anatara 100 150% torsi dan khususnya untuk waktu singkat ( 5
detik ).
Bilamana terjadi pengereman ini lebih dari yang dibutuhkan (pada saat pengereman yang
dilakukan transistor melampaui kapasitas) pengaman resistansi panas pada rem akan
berfungsi mematikan transistor. Jika pengosongan resistor diturunkan setelah pengereman
dihentikan, anda dapat menggunakan rem lagi.
Juga kapasitas panas dapat dinaikkan dengan menggunakan pengosongan resistor untuk
rem eksternal.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 55 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Tabel 3-6 Beberapa fungsi dihubungkan dengan menggunaan tingkat pengereman


No.
fung
si

Nama fungsi

Daerah
pengesetan

Pembangkitan
rem

Unit
pengesetan
min.

Pembebanan

Penggunaan
kapasitas
rem
3%

0%

dibawah
3,7K 200V
200V5,5K;
7,5K
dibawah
7,5K 200V
diatas 11K

atur dengan
Pr.70

semua
kapasitas

30
Penggunaan
tingkat
perubahan
pilihan

Kapasitas
inverter

2%

* nilai% ED ditunjukan pada daftar penggunaan kapasitas rem.

16. Lonjakan Frekuensi


Daerah lompatan
Pr.36 3B
Pr.35 3A
Frekuensi
output (Hz)

Pr.34 2B
Pr.33 2A

Pr.32 1B
Pr.31 1A

Komando
pengendalian
Frekuensi dalam daerah
pengesetan
yang
mengendalikan Frekuensi
pada bagian .
Sinyal pengatur
Frekuensi

Gambar 1-24
Bilamana anda menghindari resonansi dengan jumlah getaran alami dari sistem
mekanik, pembangkitan Frekuensi resonansi dapat melonjak yaitu tiga titik lonjakan.
Lonjakan Frekuensi dapat diatur pada titik atas atau bawah dari setiap tempat.
Pengaturan nilai 1A, 2A dan 3A akan menjadi titik lonjakan dan penghendalian
dilakukan pada Frekuensi ini.
Daerah lonjakan Frekuensi yang dimaksudkan bukan lebar lonjakan tetapi daerahnya
(range) ditentukan dengan pengaturan titik atas atau bawah yang pengendaliannya
dihindari.
Parameter A nama fungsi digunakan untuk mengatur titik lonjakan pada daerah
lonjakan.
Kira-kira anda mengatur daerah lonjakan pada 32 38Hz. Bilamana didalamya ada
sinyal pengatur Frekuensi, anda pilih 32Hz atau 38Hz untuk mengendalikannya.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 56 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Pada gambar 3-25 sebelah kiri Frekuensinya 32Hz dan sebelah kanan Frekuensinya
38Hz.

38

38

Frekuensi
output (Hz)
32

32

Sinyal pengatur
Frekuensi

Sinyal pengatur
Frekuensi

Gambar 3-25

17. Pengaturan secara otomatis penguatan torsi


100%

Tegangan
output
Frekuensi dasar

Frekuensi
output (Hz)

Gambar 3-26
Tegangan output (torsi) inverter dikontrol secara otomatis dengan mendeteksi arus .
Anda mendeteksi arus motor selama menggerakkan motor atau percepatan. Ketika
torsi besar, (arus motor meningkat) anda tingkatkan torsi motor dengan manikkan
tegangan output secara otomatis. Jika anda atur arus kerja saat start-up pada Pr.39,
tegangan output akan meningkat dari yang ditentukan dengan penambahan jumlah
dari Pr.38, berikut ini ukuran arus output inverter.

Tabel 3-7 Beberapa fungsi dihubungkan dengan penguatan torsi otomatis


No. Fungsi

38
39

Nama Fungsi
Penguatan torsi
(otomatis)
Penguatan torsi
(otomatis)
Pengoperasian
arus start-up

Skala

Pengaturan unit
min.

Pembebanan

0 200%

0,1%

0 500A

0,01A

0A

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 57 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Pada istilah penguat torsi (otomatis) mengopersikan arus start-up, aturlah arus beban (A)
debanding dengan torsi motor.
Penambahan jumlah tegangan V
V = (Pr.38) x R(IM-Pr.39)(V)
R
: Nilai resistansi kumparan primer
IM
: Arus motor efektif

18. Pengaturan letak terminal output

No.
Pr

Nilai
0

Fungsi
alamat
kabel
RUN

SU

IPF/UVT

OL

FU1

Hubungan Pr
Fungsi

Penjelasan pengoperasian

Selama inverter
bekerja

Untuk output selama


beropera-si, bila inverter
melebihi Frekuensi start
Untuk output bila Frekuensi
output melebihi Frekuensi
setting
Untuk output pada waktu
penghentian atau ketiadaan
tegangan
Untuk output pada waktu
pembatas arus bekrja
Untuk output yang menandakan adanya kelebihan
Frekuensi
Untuk output yang menandakan adanya kelebihan
Frekuensi
Sebelum alarm output yang
menggunakan perbandingan
dari pengatur pengereman
pada Pr.70 daik menjadi 85.
Pada output bilamana panas
elektronik digabungkan
nilainya naik 85%
Output selama
mengendalikan mode
penggerak
output dalam hal ini memilih
mode penggerak PU

Jangkauan
Frekuensi
Saat penghentian
atau ketiadaan tegangan
Tanda beban lebih

40

FU2

RBP

THP

PRG

PU

Pendeteksian
Frekuensi
Pendeteksian frekwensi sekunder
Pengereman
sebelum ada
alarm
Alarm panas
elektronik
Pada waktu
pengendalian
mode program
Mode penggerak
PU

-------------

Pr.41

-------------

Pr.22,23
Pr.42,43

Pr.50

Pr.70

Pr.9

Pr.79

-------------

Setiap fungsi terminal output termasuk SU, IPF, OL, atau FU dapat dirubah untuk
menempatkan 10 macam fungsi yang berbeda. Penempatan ini dilakukan dengan 4
digit bilangan bulat dengan mengatur Pr.40. Jumlah setiap digit menunjukkan fungsi
setiap terminal.

Pr.40 1-digit : 1-digit


2-digit
Terminal : SU, IPF, OL, FU

3-digit

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

( pembebanan 1234 )

Halaman: 58 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

(Contoh) Bilamana nilai pengaturan pada Pr.40 adalah 3249.


Terminal
Terminal
Terminal
Terminal

SU : Sinyal OL ( Alarm beban lebih )


IPF
: Sinyal IPF/UVT ( Alarm saat berhenti/tanpa tegangan )
OL : Sinyal FU1 ( Pendeteksian Frekuensi )
FU : Sinyal PU ( Selama PU bergerak )

19. Pengaturan lebar pengopersian Frekuensi yang dicapai


Pengendalian
Frekuensi

Mengatur
jarak

Frekuensi
output

Sinyal output
SU-SE

Tingkat H

Tingkat L

Waktu

Tingkat H

Gambar 3-27
Anda dapat mengatur lebar pengopersian dalam jarak 0 100% dari Frekuensi
kendali, jika Frekuensi output mencapai Frekuensi kendali.
Hubungan pendeteksian beberapa sinyal ( sinyal RUN, SU, FU ) ditunjukkan pada
diagram operasional berikut ini :
OFF
Sinyal selama inverter
berjalan (RUN)

OFF

Sinyal jangkauan
Frekuensi (SU)

OFF

Sinyal deteksi
Frekuensi (FU)

OFF

Frekuensi output
inverter

t
t

Pengaturan
Frekuensi FU
Kerja rem
DC
t

fs
t

Gambar 3-28 Contoh grafik pengoperasian sinyal RUN, SU, FU.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 59 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

20. Pengaturan deteksi Frekuensi output

Memungkinkan untuk
mengatur deteksi Frekuensi

Frekuensi
output

Pr.42

Sinyal output
antara FU-SE

Level H

Level L

Level H

L : Transistor output ON
H : Transistor output OFF

Putaran normal

Mendeteksi Frekuensi
Pr.42
Frekuensi
output

Waktu
Pr.43
Mendeteksi Frekuensi
Putaran balik

Gambar 3-29
Frekuensi output menjadi level L jika melebihi pengaturan Frekuensi pendektesian.
(pengaturan nilai fengan Pr.42 deteksi Frekuensi output). Dan menjadi level H jika
dibawah Frekuensi pendektesian. Ini digunakan untuk pengoperasian rem magnit
listrik, sinyal terbuka.
Pendeksian Frekuensi semata-mata untuk membalik yang dioperasikan dengan
mengatur Pr.43. (Dalam hal ini, pengaturan pada Pr.42 hanya putaran normal). Hal ini
efektif jika anda merubah waktu pengoperasian ren magnit listrik pada waktu
naik/turun pada setiap putaran normal, (Naik) terbalik. (Turun) pembebanan,
pengaturan 9999 dengan Pr.42 keduanya berputar normal dan terbalik.

21. Pengaturan kedua fungsi kontrol


Dari sinyal kontrol external (antara terminal RT-SD ) anda dapat merubah penyetel
waktu kecepatan, Pengaturan penguatan secara kolektip.
Hal ini akan efektip jika dua buah motor denmgan pengaturan parameter yang
berbeda untuk menaikkan/menurunkan atau gerakan menyilang.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 60 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

MC1

FR-200

IM
1
MC2

IM
2
Gambar 3-30

Waktu
perlambatan
Pr.8

Waktu percepatan
Pr.7

Frekuensi
output

Waktu percepatWaktu
an
keduapercepatan

Frekuensi
Start-up
Pr.13

Waktu
perlambatan kedua
Pr.45

Pengereman
DC 3Hz

Pr.44

0,5H
ON
Antara terminal
STF(STR)-SD

ON

ON

Antara terminal RT-SD

Gambar 3-31 Contoh penggunaan penyetel kedua kecepatan

Berikut ini adalah penggunaan fungsi pengatur dua kecepatan.


1. Sakelar untuk keadaan normal dan darurat.
2. Sakelar untuk keadaan beban berat dan ringan.
3. Merubah pengatur waktu kecepatan dengan mengatur garis sudut kecepatan.
4. Karakteristik saklar motor utama dan sub motor.
5. Keunggulan fungsi sakelar dan lain-lain.
Mengatur waktu kecepatan, penguatan torsi dan Frekuensi dasar akan sesuai
menurut keadaan diantara terminal RT-SD (lihat 3-31).
1) Bila keadaan terminal RS-SD terbuka, start dilakukan saat mengatur waktu
percepatan dengan Pr.7, juga perlambatan dilakukan saat penyetelan waktu
perlambatan dengan Pr.8. Pengendalian dibuat sehubungan dengan nilai pengatur
Frekuensi dasar pada Pr.3, dan Pr.0 untuk penguatan torsi.
2) Bila anda hubungkan singkat terminal RT-SD, anda dapat mempercepat atau
memperlambat dengan perbedaan waktu dari penyetelan waktu kecepatan (10.
Dengan mengatur Pr.44 atau Pr.45. Penguatan torsi menggunakan suatu
pengatur nilai penguatan torsi kedua dengan Pr.46, dan Frekuensi dasar
menggunakan V/f kedua dengan Pr.47.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 61 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

22. Pengaturan kedua pencegah kemacetan tingkat operasional


Mencegah
pengurangan
arus
operasional
Pr.48

Saat percepatan
Pengaturan nilai (%)
menunjukan rasio inverter
menuju tingkatan arus
output
Saat percepatan
perlambatan /
kecepatan

Pr.49

Pengendalian
kecepatan

Gambar 3-32

Anda dapat merubah pengurangan (batasan arus)untuk mencegah tingkat operasional


dari skala 0 ke nilai pengesetan pada Pr.49. Hal ini menjadi efektif untuk berhenti
sesaat yang mana membutuhkan torsi yang rendah.
Fungsi ini hanya efektif saat perlambatan atau putaran konstan dan tidak efektif saat
percepatan. Kedua fungsi pencegah kemacetan yang tidak bekerja bilamana Pr.49
diset pada 0 (pembebanan).
Anda atur level arus (%nilai pada inverter mengukur arus output) yang mana
mengurangi keselamatan kerja.
Sinyal output (terminal OL pada pengaturan normal) juga dapat digunakan selama
beroperasi. Gunakan kedua pecegah kemacetan level operasional dapat membatasi
skala yang lebih besar.
Tabel 3-10 Hubungan beberapa fungsi dengan kerja pencegah kemacetan
No. Fungsi

Nama Fungsi

22

Pencegah kemacetan level


operasional
Kedua
pencegah
Arus
kemacetan
level
operasional
Frekuensi
Pencegah
Operasional
kemacetan
level 2 (arus)
pada
kecepatan
Pengurangan
ganda
Frekuensi
start-up

48

49
23

66

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Pengaturan
skala
0 200%

Unit
Pengaturan min.
0,1%

Pembebanan

0 200%

0,1%

150%

0 400Hz
0 200%
9999

0,01Hz
0,1%

0Hz
9999

0 400Hz

0,01Hz

60Hz

150%

Halaman: 62 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Catatan :
1) Output sinyal pencegah kemacetan beroperasi pada kedua pengurangan untuk
mencegah operasi.
2) Level operasional dari Pr.22 atau Pr.48. Dan memperkecil nilai pengaturan akan
menjadi lebih baik.
3) Bilamana pengaturan level nilai arus menjadi 0, pencegah kemacetan tidak
beroperasi.
4) Pencegah kemacetan kedua tidak bekerja pada percepatan.

23. Pemilihan monitor, output dan sinyal


Tabel 3-11
Macam-macam
sinyal

Unit
indikator

Pr.51
LED
utama

Tanpa indikator
Frekuensi output
Arus output
Tegangan output

Hz
A
V

X
1
2
3

Indikasi
kesalahan
Pengaturan nila
Frekuensi
Pengendalian
kecepatan

Hz

Penagaturan nilai parameter


Pr.52
Pr.53
Pr.54
MoniLevel
FM
AM
tor PU
PU
Termin termin
utama
meter
al
al
X
0
X
X
0
1
1
101
0
2
2
102
0
3
3
103

Nilai skala
penuh
FM, AM,
level meter

Pr.55
Pr.56
400V atau
800V
-

105

Pr.55

r/min

106

Torsi motor

107

Tegangan output
converter
Pemabangkitan
ren menggunakan rasio
Rasio panas
beban elektronik

108

109

Nilai pada
Pr.55
dikonversikan
pada Pr.37
Nilai torsi
motor yang
sesuai 2X
400V atau
800V
Pr.70

10

10

10

110

11

11

11

111

Tingkat
operasional
thermal
Pr.56

Nilai arus puncak


output
Nilai puncak
tegangan output
converter
Tegangan input

12

12

12

112

400V atau
800V

KW

13

13

13

113

Tegangan output

KW

14

14

14

114

Nilai tenaga
listrik yang
digunakan
motor 2X
Nilai tenaga
listrik yang
digunakan

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 63 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kondisi terminal
input
Kondisi terminal
output
Meter beban
Tambahan arus
motor
Posisi pulsa
Waktu
operasional
integral
Tekanan
tegangan dasar

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

motor 2X
-

%
A

17
18

17
18

17
18

17
18

117
118

Pr.56
Pr.56

hr

X
X

19
20

X
X

X
X

X
X

21

121

Output 1440Hz
pada terminal
FM dan
Tegangan
skala penuh
pada terminal
AM

Jika anda atur nilai pada tabel 3-11 pada monitor dan sinyal output, anda dapat memilih
antara 21 maam sinyal.
Ada dua macam sinyal output. Pertama adalah terminal FM dan yang lain adalah terminal
AM dari output analog. Anda pilih salah sati diantara nya dengan mengatur nilai pada
Pr.54.

24. Pemilihan fungsi pengatur remote


Contoh pengoperasian
Catatan) Nilai pengaturan pada Pr. 44/Pr.45
digunakan untuk menyetel watu kecepatan

Hubungan
Putaran normal

STF

Putaran terbalik

STR

Percepatan

RH

Perlambatan

RM

Pembersihan

RL
SD

Frekuensi
output

Putaran normal
(STF)
Putaran terbalik
(RH)
Perlambatan (RM)
Pembersihan (RL)

Gambar 3-33
Dengan mengatur pada angka 1 atau 2 pada Pr.59, anda dapat merubah fungsi
terminal RH, RM terhadap funsi input pengatur remote.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 64 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Tabel 3-12
Pengaturan
nilai Pr.59
0
1
2

Keterangan pengoperasian
Fungsi pengatur remote
Fungsi memori pengatur nilai Frekuensi
X
O
O
O
X

X : ada
O : tidak ada
Jika kondisi terbuka dari terminal RH-SD dan terminal RM-SD memungkinkan lebih
dari satu menit, nilai pengaturan Frekuensi kendali pada saat itu disimpan dalam
memori.
Walaupun sumber daya terputus dan dimasukkan lagi, pengendaliannya disesuaikan
dengan pengaturan nilainya.
Frekuensi output merupakan penambahan dari pengaturan Frekuensi dan penambahan
input ( terminal 1 ). Bilamana kondisi terbuka dari terminal RH-D dan terminal RM-SD
lebih dari satu menit, saat Pr.59 diset pada angka 1, pengaturan Frekuensi saat ini
disimpan pada memori. (E2ROM) Juga, ketika terminal RH-SD hubung singkat,
pengaturan Frekuensi akan dihapus dengan 0(Hz). Nilai yang disimpan dalam memori
akan dihapus juga.

25. Menggerakan kembali setelah berhenti sejenak


15mdet 100mdet

15 mdet
Sumber daya

Kecepatan
putaran
motor(N) output
inverter (f)

Sumber daya

f
N

15 mdet
Pengereman luar

N
Menghentikan
putaran bebas
motor

Bergerak terus
t

(1) Berhenti sejenak kurang dari 15 mdet

Maintenance

Kesalahan output / indikasi

(2) Berhenti sejenak selama 15 100 mdet

Jika berhenti sejenak, rangkaian kontrol tegangan sumber daya ke control inverter
akan hilang. Tanpa membuat pengoperasia yang salah dar pengontrol, anda gunakan
pengaman berhentisejenak untuk menghentikan output inverte dan menahan kondisi
tersebut. Pencegahan pengopersian ini bisa berbeda, tergantung pada saat berhenti.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 65 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

1) Jika waktu berhenti kurang dari 15 mdet, fungsi pengaman tidak bekerja
sehingga pengendalian dapat berjalan normal.
2) Jika waktunya 15 mdet 100 mdet, fungsi pengaman bekerja dan output
inverter akan berhenti ( menghentikan putaran bebas motor ).
3) Jika lebih dari 100 mdet, pemulihan sumber daya secara otomatis, sehingga
inverter akan dapat start lagi.

15 mdet 100 mdet

Sumber daya

f
N

Pengereman luar

N
Menghentikan putaran
bebas motor

(3) Berhenti sejenak lebih dari 100 mdet.


Waktu berhenti
Sumber daya (R, T, S)

Kecepatan putaran motor N


(r/min)
Frekuensi output inverter (Hz)

Tegangan output inverter EV)


15 mdet
(aktu reset) + (Waktu mendeteksi kecepatan putar)
Nilai pengaturan Pr.57

Pengaturan nilai Pr.58 Waktu tegangan epelindung

Pengaturan nilai Pr.7 Waktu percepatan normal

Gambar 3-34
Anda dapat mulai menjalankan inverter tanpa menghentikan motor (pada kondisi
bebes putaran) setelah berhenti sejenak, jika pemulihan atau jika anda
menghubungkan pengendali komersial ke pengendali inverter.
Pr.57 (waktu bebas putaran).

Tabel 3-13
Nilai pengaturan
9999 (pembebanan)
0; o,1 5

Kebenaran/kesalahan menjalankan kembali


Salah
Benar

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 66 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Waktu bebas putaran menunggu waktu pengontrol start untuk mulai lagi setelah
berputar.
Jika anda atur dengan Pr.57 pada angka 0, waktu bebas putar akan diset pada
waktu standart seperti dibawah. Umumnya anda dapat mengendalikan dengan cara
mengatur, tetapi anda dapat menyetel waktu pada skala 0,1 5 det sesuai dengan
ukuran torsi atau energi beban momen. (GD2)
0,4K 1,5K --- 0,2 det.
2,2K 7,5K --- 0,4 det.
lebih dari 11K --- 1,0 det.
Pengaturan Pr.58 tegangan output (waktu pembangkitan)
Umumnya parameter itu dapat dikendalikan dengan waktu 0,5 det. (pada
pembebanan) Tetapi jika waktu pembangkitan tegangan output pengontrol bekerja
lagi disetel pada ukuran beban khusus, (Enersi momen, torsi) anda dapat menyetel
pada skala 0,1 5 det.
(1). Fungsi penghubung komersial dan mulai kerja lagi setelah berhenti sejenak.

Hati-hati

- Fungsi ini hanya dapat menyediakan jika ada sebuah


motor yang dibuhubungkan dengan inverter.

Sakelar komersial

-Jika anda merubah dari pengendali komersial ke


pengendalian inverter, inverter dapat start-up tanpa
menghentikan motor (kondisi free-run).

Berjalan lagi
setelah berhenti
sejenak

-Jika berhenti sejenak dan start lagi , pengendalian


dapat diteruskan tanpa menghentikan motor.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 67 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

AC220
Tegangan
sumber daya

60 Hz
60 Hz

(B)

Frekuensi
output
1800r/min

Bebas putaran
motor

Kecepatan
putaran motor

1800r/mi

A )

50 A

Pengaruh
tegangan DC

Tegangan
sumber daya

440mdet
Saat istirahat
sejenak

600mdet

300mdet 520mdet
Saat pengurangan
tegangan

Saat mendeteksi
kecepatan putar
140mdet

Gambar 3-35 Contoh pengoperasian setelah istirahat sejenak

(2).

Pengoperasian kembali setelah berhenti sejenak


a) Bilamana sumber daya motor mati pada saat pengendalian, motor akan
berputar bebas.
b) Bilaman tegangan DC dipengaruhi oleh motor ke inverter selama kondisi
berputar bebas, arus DC akan mengalir ke motor.(lihar bagian A pada
gambar 3-35_. Arus DC ini termasuk bagian dari periodok ripple yang
sebanding dengan putaran motor.
c) Pengambilan sinyal dari arus detektor dalam CPU, anda hitung periode
bagian ripple. Dan anda pertimbangkan kecepatan putaran motor.
d) Frekuensi pada output inverter sesuai dengan jumlah putaran (lihat bagian
B gambar 3-35). Sesudah itu, berangsur-angsur anda naikkan tegangan
outputnya.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 68 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

26. Kecanggihan pemilih mode


3-14. Kecanggihan mode pengendalian
Nilai pengesetan
Item
Pr. 60
Mode Normal
Pengaturan kecepatan
terpendek mode I

Pengaturan kecepatan
terpendek mode II
Pengaturan mode
kecepatan optimal

Mode penyimpan energi


(V/F otomatis)

Mesin Naik/Turun
mode I
Mesin Naik/Turun
mode I

I s i

Perubahan parameter

Mode pengendalian normal untuk mengeset


parameter tersendiri
Tidak ada hubungannya dengan nilai pengesetan
waktu pengaturan kecepatan, hal ini akan
mengatur kecepatan dalam waktu tersingkat,
dengan batas operasi
arus.
Waktu batas arus 150% (I) 180% (II)
Dengan sendirinya, nilai pengesetan penguatan
torsi atau waktu pengaturan kecepatan bekerja
secara otomatis sehingga arus selama
pengaturan akan mendekati ukuran arus
inverter.
Untuk menjaga agar selama pemilihan te-gangan
output agar selama pengendalian kecepatan
konstan, tegangan outputnya dalam keadaan
minimum.
Untuk menjaga
agar
selama
pemilihan
penguatan torsi agar torsinya cukup kuat
jika bebannya berat dan bila bebannya ringan
tidak akan kelebihan eksitasi .
Waktu batas arus 150% (I) 180% (II)

_______
Pr.7 : Waktu pengaturan
kecepatan
Pr.8 : Waktu slow-down
Pr.22 : Nilai batas arus
Pr. 0 : Penguatan torsi
Pr. 7 : Waktu percepatan
Pr. 8 : Waktu perlambatan (slow-down)

Pr. 0 : Penguat torsi


Pr. 14: Pemilih penggunaan beban
Pr. 0 : Penguat torsi
Pr.13: Frekuensi start-up
Pr.19: Tegangan jika
frekuensi dasar
Pr.22: Nilai batas arus

Dengan memilih beberapa parameter, anda dapat mengendalikan sebuag inverter


dengan kondisi yang sama, jika anda atur nilai yang tepat atau cocok untuk tiaptiap parameter, tanpa dengan mengeset waktu pengaturan kecepatan atau model
V/F
Hal ini sangat bermanfaat jika anda berkeinginan hanya untuk mengendalikan
tidak dengan pengesetan parameter secara mendetail.
Inverter akan secara otomatis melilih parameter yang sesuai untuk
mengenalikannya.

27. Fungsi untuk mencoba kembali


Apabila alarm inverter berdering, inverter akan otomatis direset dan kembali lagi
melanjutkan pengendalian.
Anda dapat mengeset kembali waktu dimana alarm berdering pada Pr. 67.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 69 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Start kembali

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Penggantian kembali

Terjadi kesalahan
Pr. 68

Pr. 68 X 5

Frekuensi
output inverter

Jumlah penggantian + 1

Angka berapa kali penggantian kembali

Waktu

Gambar 3-36

Tabel 3-15
Nilai pengesetan Pr. 67
0
1 ~ 10

Angka berapa kali dicoba kembali


Belum dicoba kembali
1 ~ 10

Setelah alarm inverter berdering pada Pr. 67, anda dapat mengeset waktu tunggu
sampai start kembali. Inverter tidak bisa dicoba kembali pada nilai pengesetan.
(Dalam pembebanan)
Jika anda membaca pada Pr. 69, anda dapat mengetahui angka yang progresip,
berapa kali dapat dicoba kembali. Bila pengesetannya 0 maka berarti untuk
menghapus angka.
Perhatian :
Setelah mencoba mengeset waktu tunggu pada Pr. 68, inverter mulai
mengendalikan secara otomatis.
Mengumpulkan data termasuk panas elektronik, perbandingan yang digunakan
untuk menghidupkan pengereman akan direset dari permulaan lagi. (Sama
seperti mereset sumber daya).

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 70 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

28. Pemilihan motor yang tersedia

O
u
t
p
u
t
T
o
r
s
i
(%)

Torsi dekendalikan terus-menerus

Jika pengontrol vektor


fluk magnetik

T 150
o
r
130
s
i
(%)
(
s 100
t
75
a
n
d
a
r
50

220 V 200 V

100
90
80

50

Torsi maksimum
waktu paling singkat

Jika pengontrol V/F


terus menerus
mengendalikan torsi

60
Hz)
30
20
3

20

30

60

120

Frekuensi output (Hz)

20

30

120

Frekuensi output (Hz)

1. Contoh karakteristik torsi - frekuensi dasar

2. Contoh karakteristik
torsi motor tetap

torsi- frekuensi

Gambar 3-16.
Apabila anda menggunakan torsi motor Mitsubishi, anda set Pr. 71 pada 1. Panas
elektronik akan diset pada karakteristik panas dari torsi motor tetap.
Tabel 3-16
Nilai pengesetan Pr.
71
0
1

Karakteristik panas elektronik


Karakteristik panas yang tertulis pada motor yang bersifat umum
Karakteristik panas yang tertulis pada motor Mitsubishi dengan torsi
motor tetap
Karakteristik panas untuk motor-motor yang bersifat umum, V/F dapat
diatur 5 poin. (Tidak mampu diset jika Pr. 19 = 9999)
Pengendalian dengan model V/F yang diset tersendiri 5 poin sehingga
terhubungkan.

1. Motor standar
Apabila anda menjalankan inverter dengan motor standar, kenaikan temperatur
motor akan lebih besar dari pada sumber daya komersial. Torsi bergerak terus
menerus sampai batas-batas kemampuannya. Jika kecepatan rendah, efek
pendinginan mungkin turun sehingga anda bisa mengurangi torsi output motor.
2. Torsi motor tetap
Jika dengan metode kontrol V/F, torsi 100% dipakai sampai kecepatan rendah.
Anda juga tidak bisa mengurangi beban torsi jika dijalankan terus menerus yang
memungkinkan dalam kecepatan rendah. Torsi tetap berjalan terus-menerus 100%
hanya mungkin dalam batas perbadingan kecepatan 1/10. (6 ~ 60Hz).

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 71 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

29. Pengaturan frekuensi pembawa PWM


Bila frekuensi pembawa rendah

Setengah perioda

Bila frekuensi pembawa tinggi

Setengah perioda

Gambar 3-38. Perbedaan antara bentuk gelombang tegangan output


dengan frekuensi pembawa
Frekuensi pembawa PWM seri FR-A adalah 14.5 Khz. Tetapi anda dapat merubah
frekuensi ini dari Pr. 72 bila hal ini diperlukan dalam hubungannya dengan frekuensi
resonansi dari motor atau sistim mekanik.
Apabila frekuensi pembawa PWM rendah, nois motor akan naik. Akan tetapi nois yang
dibangkitkan dari inverter atau arus kebocoran akan turun.
Pada gambar 3-38, jumlah pulsa output PWM dari inverter akan ditentukan oleh
frekuensinya. Selama frekuensi pembawa lebih tinggi, maka bentuk gelombang arus
akan menjadi baik. Akan tetapi kecepatan pensaklaran dari transistor daya adalah
terbatas. Biasanya frekuensinya adalah sekitar 2 ~ 3 Khz. (Keadaan pada transistor
IGBT, 10 ~ 15 Khz). Inverter seri A mempunyai getaran motor yang halus berkat
gelombang sinus kontrol PWM mempunyai frekuensi pembawa yang tinggi.
Akan tetapi dibandingkan untuk mengendalikan sumber daya komersial, hal ini
getarannya sangat kecil pada waktu motor dihubungkan dengan mesin.
Pembangkitan getaran ini menandakan ada perluasan lebar batas pengaturan
kecepatam dalam beberapa keadaan. Hal-hal berikut ini dapat terjadi.
1. Getaran yang disebabkan oleh putaran bodinya tidak seimbang termasuk mesin
atau pasangannya.
2. Resonansi yang disebabkan oleh jumlah getaran sistim mekanik. Anda harus
berhati-hati apabila anda menambahkan pengaturan kecepatan pengendalian
mesin yang mempunyai kecepatan konstan. Dengan memakai ban penghubung
atau karet pencegah getaran akan berguna untuk menurunkan trasnsmisi
getaran. Anda juga dapat menjauhkan dari tempat yang beresonansi jika anda
menggunakan fungsi pnegganda frekuensi. Bila anda menjalankan motor bipolar
pada lebih dari 60 Hz, mungkin akan terjadi kesalahan getaran.
IGBT = Insulated Gate Bipolar Transitor (Transistor dwikutub gerbang terisolasi)

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 72 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

30. Pemilihan output kode alarm


Tabel 3-17
Nilai
Pengesetan
0
(Ada muatan)
1

2
3
Output pengendalian
program

Terminal Output
IPF
OL
FU
Hal ini tergantung pada alokasi terminal output
(Pr. 40)
Kode Alarm
Kode Alarm
Kode Alarm
Kode Alarm
bit 3
bit 2
bit 1
bit 0
Jika putaran normal
---Sinyal kondisi pengendalian
(Sama seperti nilai pengesetan 0)
Jika terjadi kesalahan ---Sinyal kode alarm
Jika kenaikan
waktu (time-up)
Kelompok tiga
Kelompok dua
Kelompok satu
Output
Berjalan
Berjalan
Berjalan
SU

Anda dapat mengoutputkan isi kesalahan dengan 4 bit sinyal digital dengan mengeset
Pr. 76 dari output fungsi terminal diatur pada nilai 1 (Selalu kode output alarm) atau
2 (output kode alarm hanya dalam kesalahan). Sinyal output adalah output yang
berasal dari terminal output korektor terbuka yang biasanya dilengkapi dengan
sebuah inverter. Penyesuaian antara kode alarm dengan isi kesalahan di perlihatkan
di bawah ini. Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang isi dengan nomor indikasi,
jika dengan unit parameter.
Tabel 3-18 Daftar kode-kode alarm
0 : Transistor output OFF
1 : Transistor output ON (Terminal Common SE)
Isi Kesalahan
(Fungsi Pengamanan)
Pengendalian normal
Pemutus
Selama percepatan
kelebihan
Selama kecepatan
arus
tetap
Selama perlambatan
Pemutus kelebihan tegangan
regenerasi
Panas
Garansi motor
Elektronik
Garansi inverter
Berhenti sesaat
Kekurangan tegangan
Kesalahan pada transistor pengereman
Pembuangan arus lebih pada sisi
output
Operasi panas eksternal
Berhenti dengan operasi macet
Pilihan kesalahan yang dibuat
Kesalahan parameter
PU fall out
Kelebihan jumlah percobaan
Kesalahan CPU

Indikasi
(LED bodi utama)
-----E.OC1
E.OC2

Operasi terminal output


SU
IPF
OL
FU
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0

Kode
Alarm
0
1
2

E.OC3
E.OV1~3

0
0

0
1

1
0

1
0

3
4

E.THM
E.THT
E.IPF
E.UVT
E.BE
E.GT

0
0
0
1
1
1

1
1
1
0
0
0

0
1
1
0
1
1

1
0
1
0
0
1

5
6
7
8
A
B

E.OHT
E.OLT
E.OPT
E.PE
E.PUE
E.RET
E.CPU

1
1
1
1

1
1
1
1

0
0
1
1

0
1
0
1

C
D
E
F

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 73 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

31. Memilih mode pengendalian


Tabel 3-19
Nilai pengesetan
0
Nilai pengesetan
1
Nilai pengesetan
2
Nilai pengesetan
3
Nilai pengesetan
4
Nilai pengesetan
5

Pr.
79

Memungkinkan untuk menjalankan, merubah unit parameter atau


pengendalian eksternal
Memungkinkan untuk pengendalian hanya tempat parameter
Memungkinkan untuk pengendalian hanya tempat pengerak luar
Frekuensi pengendalian
Sinyal start-up
Frekuensi pengendalian
Sinyal start-up
Menjalankan program
Mulai menjalankan --Memilih kelompok ----

-------------

Diset oleh unit parameter


Input sinyal eksternal
Input sinyal eksternal
Diset oleh unit parameter

STF Mereset Timer


RH, RM, RL

----

STR

Hal tersebut diatas semua dijalankan dengan unit parameter dan dengan sinyal
eksternal dalam mode pengendalian inverter. Anda dapat membatasi salah satu dari
semuanya atau digunakan bersama-sama pada waktu yang sama.
1. Sinyal-sinyal berikut ini adalah efektif jika digunakan bersama-sama antara
parameter dan sinyal eksternal.
Tabel 3-20
Nilai
pengesetan
3

Frekuensi pengendalian
Unit parameter
Pengesetan langsung dan
tombol
pengesetan
Frekuensi JOG (Pr. 15)
Terminal sinyal
Antara 2 - 5 DC 0 ~ 5V
Antara 2 - 5 DC 0 ~ 10V
Antara 4 - 5 DC 4 ~ 20mA
Antara 1 - 5 DC 0 ~ 5V
DC 0 ~ 10V
Memilih kecepatan bertingkat banyak
(Pr. 4 ~ 6, 24 ~ 27)

Sinyal start-up
Terminal sinyal
STF
STR
JOG/OH
Unit parameter
Tombol putaran normal
Tombol putaran mundur
Operasi JOG

Dengan fungsi pengendalian program, anda dapat mengeset frekuensi pengendalian


putaran langsung yang dipilih dalam 3 (tiga) kelompok masing-masing 10 jenis.
Sehingga pengendalian secara otomatis dapat dibuat dalam program dan pola yang
telah dirancang. Apabila anda tidak ingin bila dihentikan sejenak program yang telah
diset tidak hilang, anda perlu melengkapi dengan peralatan pilihan fugnsi kontrol
otomatis tipe FR-APD. Unit ini terdapat batere cadangan.

Perhatian :
Penulisan kembali nomor fungsi dapat pula dilakukan oleh mode
pengendalian eksternal.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 74 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

32. Memilih vektor pengontrol fluk magnetic


Tabel 3-21. Fungsi-fungsi yang berhubungan dengan vektor pengontrol fluk magnetik
Nomor
Fungsi
80

Nama
Fungsional
Kapasitas
motor

81

Jumlah
kutub motor

Batas
Pengesetan
9999
0.4 ~ 55KW

Nilai
Pengesetan
9999
0.4 ~ 55
9999
2,4,6

9999
2,4,6

12

12,14,16

14
16

71

Memilih
jenis motor

0,1,2

0
1
2

Isi
Untuk memilih kontrol V/F
Untuk mengeset kapasitas motor
Untuk memilih kontrol V/F
Untuk mengeset jumlah kutub
motor
Hidupkan saklar pada terminal
RT-SD. Waktu itu kontrol V/F
memilihnya jika jumlah kutub
motor telah dipilih
Sesuai untuk kutub motor 12:2
Sesuai untuk kutub motor 14:4
Sesuai untuk kutub motor 16:6
Motor standar
Motor torsi tetap
Karakteristik Motor standar pola
V/F yang bisa diatur 5 poin

Ada
muatan
O

Panas elektronik adalah juga dipilih pada waktu yang sama.


Apabila anda memilih mode pengontrol vektor fluk magnetik, anda perlu mengeset
kapasitas motor dan jumlah kutub motor yang dipakai. (2,4,6). Apabila anda
menggunakan motor dengan torsi konstan,anda harus mengeset Pr. 71 (Memilih
motor yang dipakai) pada 1. (Motor dengan torsi konstan)

Perhatian :
Apabila anda mempergunakan mode pengontrol vektor fluk magnetik, keadaan
berikut ini perlu diperhatikan :
1. Kapasitas motor harus sama levelnya dengan kapasitas inverter, atau dibawah
satu level dari kapasitas inverter. Motor seharusnya Mitsubishi yang digunakan
secara umum jenis motor sangkar (Di atas 0.4 KW) atau motor dengan torsi yang
telah ditetapkan oleh Mitsubishi (Di atas 0.4 KW).
2. Jumlah kutub motor 2,4,6 kutub
3. Satu motor dikendalikan oleh satu inverter.
4. Frekuensi output selaman pengendalian adalah selalu naik turun (berayun), dan
tidak disamakan dengan pengesetan frekuensi.
5. Pengawatan antara motor dan inverter maksimum 30 m
6. Apabila hal-hal tersebut di atas dilaksanakan, maka kondisi pengendalian dapat
dicapai dengan baik.
Karakteristik dan penggunaan utama dari pengontrol vektor fluk magnetik adalah
sebagai berikut :
1. Putaran yang rendah tidak teratur yang ke pengontrol V/F agak kecil
2. Pada waktu start-up keadaan penundaan operasinya adalah 0.1 ~ 0.2 detik.
3. Pengontrol vektor fluk magnetik cocok digunakan pada :
Mesin-mesin yang membutuhkan torsi start-up yang besar
Mesin-mesin yang membutuhkan torsi kecepatan yang cukup rendah.
Mesin-mesin dengan fluktuasi beban yang besar.
Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 75 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

4. Pengontrol vektor fluk magnetik tidak sesuai bila digunakan untuk :


Mesin pengepak atau mesin pengasah.
Mesin-mesin yang memerlukan putaran yang tidak teratur.

33. Pengaturan penguat dan pembias sinyal pengesetan frekuensi


Pengesetan
frekuensi
Nilai
Pr.903

60 Hz
Pr.903
Ada muatan

Pr.902

0 Hz
0V

5 V(10V)

Tegangan yang terpasang


antara terminal 1-5

Pemilihan pada
Pr.73

Gambar 3-39. Penguat dan bias tegangan pengesetan frekuensi


Hubungan antara frekuensi output dan sinyal input pengesetan frekuensi yang
merupakan input pengesetan pada terminal 1-5. Hubungannya diperlihatkan pada
gambar 3-39.
1. Apabila anda mengeset penguat pengesetan frekuensi pada Pr. 903, (Nomor
fungsional) anda tidak mempunyai pengaruh tegangan antara terminal 2 - 5. Di
antara terminal 10 (10E) - 5 pada sumber daya untuk pengesetan frekuensi yang
melengkapi bodi inverter, pemilih tegangan pada Pr. 73 (Pemilih batas tegangan
komando frekuensi) akan distandarkan.
Jika Pr. 73 adalah 1,3,5,13,15
: 5V
Jika Pr. 73 adalah 0,2,4,10,12,14 : 10V
Tegangan pada sumber daya diantara terminal 10 (10E) - 5 (DC 5V0.2V atau DC
10V0.4V) untuk komando pengesetan frekuensi pada setiap inverter tidak
beraturan atau tidak sama. Sehingga pengesetan tegangna yang tepat untuk
output frekuensi pada terminal 2 - 5 pengesetan frekuensi inputnya berbeda-beda
pada setiap mesin. Apabila anda mengontrol beberapa inverter dengan sinyal
input pengesetan frekuensi bersama-sama (common), maka anda perlu untuk
mengoreksi hasilnya dengan penguat tegangan pengeset frekuensi Pr. 903
2. Jika dikendalikan pda mode eksternal, hubungan antara tegangan pengeset
frekuensi analog dan output frekuensi adalah dengan mengeset pada 60 Hz
dengan ada muatan. Hubungan yang proporsional diantaranya adalah
diltunjukkan dengan garis tebal pada gambar 3-39.
Hubungan ini dapat diatur secara bebas seperti pada garis putus-putus.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 76 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Tabel 3-22
Nomor
Fungsi
902

Nama
Fungsional
Bias tegangan pengesetan frekuensi

Batas
pengesetan
0 ~ 60 Hz

Unit pengesetan
minimum
0.01 Hz

Ada
muatan
0 Hz

903

Penguat tegangan pengesetan frekuensi

1 ~ 400 Hz

0.01 Hz

60 Hz

Hubungan frekuensi output dan sinyal input frekuensi yang merupakan input ke
terminal 4 harus diset. Hubungan frekuensi output dan arus input pengesetan
frekuensi akan tunjukkan seperti gambar 3-40 berikut ini.

Frekuensi
60 Hz

Pr.905

Ada muatan

Pr.904

0 Hz
0

4 mA

20 mA

Arus input antara


terminal 4 - 5

Gambar 3-40 Penguat dan pembiasan arus pengesetan frekuensi


1. Apabila anda mengeset penguat pengeset frekuensi pada Pr. 905, anda tidak
perlu memperhatikan arah aliran ke terminal 3-5. Tetapi impedansi input arus
pengesetan frekuensi pada terminal 4 untuk setiap mesin tidak sama,
(2502%). Sehingga, pengesetan arus input yang tepat pada setiap mesin akan
berbeda-beda. Apabila anda mengendalikan beberapa inverter dengan sinyal
input pengesetan frekuensi bersama-sama (common), anda anda perlu
mengoreksi hasilnya dengan pembiasan Pr. 904 atau penguat arus penguatan
frekuensi
Pr. 905
2. Jika dikendlikan dengan mode eksternal, hubungan frekuensi output dan arus
pengesetan frekuensi 4 ~ 20 mA adalah frekuensi output diset pada 0 Hz dan jika
pada 4 mA dalam muatan atau frekuensi output diset pada 60 Hz, jika arus dalam
muatan 20 mA. Hubungan yang sebanding diantaranya diperlihatkan pada garis
tebal pada gambar 3-40.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 77 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Tabel 3-22
Nomor
Fungsi
904

Nama
Fungsional
Bias arus pengesetan frekuensi

Batas
pengesetan
0 ~ 60 Hz

Unit pengesetan
minimum
0.01 Hz

Ada
muatan
0 Hz

905

Penguat arus pengesetan frekuensi

1 ~ 400 Hz

0.01 Hz

60 Hz

E. PENGENDALIAN DENGAN UNIT PILIHAN PERALATAN


1. Program pengendalian

R
U

Sumber daya

MOTOR

S
V

FR-ARD

T Pilihan
Sinyal untuk memulai
menjalankan program
Sinyal pemilih kelompok
Sinyal waktu reset

Kelompok sinyal permulaan (time up)

STF

TST
TG1 Sinyal batere
TG2 cadangan

Sinyal untuk memulai


menjalankan program
Sinyal pemilih kelompok
Sinyal waktu reset

RH
RM

TG3

RL

TRS

STR

SD

SD
FU

TU1

OL

TU2

IPF

TU3

SU
SE

Sinyal kelompok
dalam pengoperasian
Sinyal selama
pengendalian
Sinyal permulaan (time up)

(Perhatian 1)
Bila bukan FR-APD,
andaikata Pr.79=5,
fungsinya sebagai
sinyal kiri

Pada saat Pr.76=3,


berfungsi sebagai
sinyal kiri

Gambar 4-1
Pengendalian program adalah untuk menjalankan peralatan secara otomatis oleh timer
yang ada di dalam inverter, sesuai dengan arah putaran, frekuensi, waktu pengendalian
yang mana telah diset sebelumnya. Apabila anda melengkapi inverter tipe FR-A200
dengan unit pemilih FR-APD, pengendalian program terus kontinyu sekalipun sumber
daya inverter mati (OFF) karena ada batere cadangan (back-up). Tetapi bila anda tidak
melengkapinya dengan unit pemilih FR-APD, pengendalian program dapat dibuat pada
bodi utama inverter, tetapi bilamana sumber daya inverter mati (OFF) maka
programnya akan hilang atau terhapus.
Cobalah anda set pada pemilih mode pengendalian yaitu Pr. 79 pada posisi 5, dan
saklar terminal output Pr. 76 pada 3.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 78 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Tabel 4-1. Penjelasan terminal


SIMBOL TERMINAL
TG1,TG2,TG3

NAMA TERMINAL
Kelompok pemilih sinyal

TRS

Sinyal pereset waktu

TST

Sinyal yang mulai


menjalankan program
Kelompok sinyal permulaan

TU1
TU2
TU3

FUNGSI
Untuk memilih kelompok pengendalian
program
Untuk memberikan input waktu standar
menjadi 0
Untuk
memberikan
input
jika
anda
menjalankan program
Untuk meng-output-kan jika setiap kelompok
dijalankan semua (lengkap)
Untuk menghapus bila waktunya di-reset atau
kelompok lain dijalankan

Sekalipun parameter nomor 79 pada setiap terminal STF, RH, RM, RL, STR pada bodi
utama inverter diset pada angka 5, (Mode pengendalian program) dapat dikembalikan
ke fungsi normalnya (STF : Putaran normal (ke kanan); STR : Putaran mundur (ke kiri);
RH : Putaran tinggi; RM : Putaran sedang; RL : Putaran rendah (lambat) dengan
menambahkan pilihan FR-APD.
Tabel 4-2
Nomor
Fungsional
Pr. 200

Pr. 201
Pr. 202

Nama
Pemilih
pengendalian
program
menit/detik

Pengesetan
pengendalian
program

Pr. 203

Pr. 231

Pengesetan
Timer

Jangkauan

Unit

Muatan

0~3

0~2
0 ~ 400
Hz
0-99:59

1
0,1Hz
mnt
det.

0 ~ 99,59

9999

Keterangan
unit 0-mnt.det. penayangan
tegangan
unit 1-jam mnt. penayangan
tegangan
unit 1-mnt. det. penayangan waktu
standar
unit 2-jam mnt. penayangan waktu
standar
Arah putaran 0-berhenti
1-putaran normal (ke kanan) 1mundur (ke kiri)
Pengesetan 5 9999 : Nomor
pengesetan
Waktu
Mengirimkan waktu pengesetan timer
(RAM)

Apabila anda merubah isi Pr. 200 sembarangan, unit Pr. 231 dan 201 ~ 203 akan
ikut berubah. (Nomornya tidak berubah).
Jika pengesetan Pr. 200 = 2 atau 3, penayangan waktu standar akan menimpa
penayangan tegangan untuk menandakan penayangan waktu standar.

Pengesetan waktu pengendalian, frekuensi dan arah putaran.


Kombinasi dari ketiga isi tersebut pada poin 1 di atas, anda bisa membagi ke dalam 2
kelompok masing-masing 10 poin. Pengesetan ini bisa dilakukan pada Pr. 200 ~ 232.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 79 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Poin pengesetan
Kelompok 1

Arah putaran, frekuensi, waktu start-up

No. 1

Pr.
Pr.
Pr.
Pr.

2
3
4

10
Kelompok 2

201
202
203
204

Pr.210

No. 11

Pr. 211

20

Kelompok 3

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Pr. 220

No. 21

Pr. 221

30

Pr. 230

Gambar 4-2
Waktu standar
Berdasarkan timer yang ada di dalam inverter, pengendalian program yang ada dalam
(RAM) akan bekerja. Pada saat sumber daya mati (OFF), maka batere cadangan pada
waktu itu pula akan berfungsi.
Waktu standar akan direset oleh saklar sinyal reset yang di hidupkan (di-ON kan).
(Antara terminal TRS - SD).
Cara pengesetan frekuensi dan
arah putaran

Cara pengesetan waktu

Indikasi layar PU

Indikasi layar PU

201
PRG set
1
Laporan
1
Pengesetan
30.00Hz
Waktu

201
PRG set
1
Laporan
1
Pengesetan
30.00Hz
Waktu
4:30S

Arah putaran
0 : Berhenti
Unit jam mnt. - Mnt Pr. 200 = 1.3
1 : Putaran ke kanan Unit Mnt. det. - det Pr. 200 = 0.2
2 : Putaran ke kiri
3 ke atas : salah
Frekuensi

Unit 0.1 Hz (0 ~ 400Hz)

Untuk menuliskan nilai arah putaran =


0, frekuensi dalam keadaan berhenti
Untuk mengeset nilai 9999 jika belum di
set.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Jika anda berikan input 1:80 (59 det.)


lebih dari 59 det. akan menjadi salah)
Untuk mengeset nilai 9999 jika belum di
set.

Halaman: 80 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Pemilihan unit waktu dapat dilakukan pada Pr. 200


(Pilih mnt./det. dari pengendalian program) Gambar 4-3
Setelah pengesetan, hidupkan (ON-kan) saklar pemilih sinyal pada kelompok
pengendalian yang diinginkan. (Jika kelompok 1, TG1 - SD adalah singkat). Kemudian
anda persingkat sinyal waktu start. (TST) timer yang ada di dalam inverter (Waktu
standar) akan direset secara otomatis, dan kelompok pengendalian dapat bekerja yang
sesuai dengan pengesetan. Setelah menjalankan kelompok, sinyal akan dikirimkan ke
terminal output time-up. (Jika pada kelompok 1, antara kolektor TU1 - SE2 akan hidup
atau ON).
Pengesetan frekuensi outpur inverter kelompok 1

TST

TG1
f3
f2
Frekuensi
output inverter

f1
f4

0f1

t1

t2

t3

t4

t5

0
t6

Pengesetan kelompok 1

TU1

Gambar 4-4

2. Menjalankan kontrol PI
a. Blok diagram sistem kontrol PI
Nilai yang
diingnkan

Penyimpangan

Kuantitas
FR-APD
Rangkaian
Kp ( 1 + 1 ) Operasional
penggerak
Ti .
fi
inverter
Operasi PI

Kp : Perbandingan konstanta Ti : Integral waktu

Motor
y

S : Operator

Gambar 4-5

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 81 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Pengontrolan proses kecepatan aliran, volume gas, dan tekanan dapat dilakukan oleh
inverter.
Garis besar cara kerja PI
Cara kerja PI adalah merupakan gabungan dari cara kerja proporsional dan cara kerja
integral. Gerakan ini adalah untuk memberikan jumlah operasional yang sesuai
dengan perubahan waktu atau ukuran penyimpangan.
Contohnya bila nilai pengukuran berubah perlahan-lahan.

Penyimpangan

Penyimpangan
Nilai
Pengukuran

Aksi P

Aksi I

Aksi PI

Aksi PI adalah merupakan penambahan aksi P/I


Gambar 4-6

Gerakan normal

Gerakan mundur

Nilai pengukuran

Penyimpangan

Nilai yang diinginkan

Nilai yang diinginkan

Nilai pengukuran
Penyimpangan

Gambar 4-7

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 82 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Gerakan normal dan kebalikannya (mundur)


Gerakan normal : Apabila simpangan X (Nilai yang diinginkan - nilai pengukuran)
hasilnya negatip, hal ini akan meningkatkan kuantitas operasinya dan pada saat
hasilnya positip akan menurunkan kuantitasnya.
(Misalnya pada pendingin udara)
X>0
Nilai yang diinginkan

Terlalu dingin

fi lebih kecil

X<0 Panas

fi lebih

besar
Nilai pengukuran

Gerakan mundur : Apabila simpangan X (Nilai yang diinginkan - Nilai pengukuran)


hasilnya positip, hal ini akan menaikkan kuantitas operasionalnya (frekuensi output)
dan seandainya hasilnya positip maka akan menurunkan kuantitasnya.
(Misalnya pada mesin pemanas)
X>0
Nilai yang diinginkan

Dingin

X<0

Panas

fi lebih besar

fi lebih kecil

Nilai pengukuran

Hubungan antara penyimpangan dan kuantitas operasional (frekuensi output)

Positip

Simpangan
Negatip

Gerakan mundur
Gerakan normal

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 83 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Inverter
R
S
T

Sumber daya

FR-APD

Putaran normal

STF

FUP

Batas atas

Putaran mundur

STR

FDN

Batas bawah

SD

RLF

Output putaran normal

RLR

Output putaran
mundur

10

Nilai pengesetan
(Nilai pengesetan
yang diingnkan)

2
5
1

Sinyal penyimpangan

PIS
FBS
SD

Pemilih kontrol PI

Bila menggunakan
sistim 2 kabel
Bila menggu
nakan sistim
Detektor 2 kabel

Pemilih input nilai


pengukuran
(CO
M)
(OU
T)
24
V

SE2

(Nilai Pengesetan) 4~20mA

0 24 V
Sumber daya

AC 1
200/220V 50/60Hz

Gambar 4-8. Diagram sambungan eksternal

Tabel 4-3
PIS

Terminal input

Untuk memilih antara terminal PIS - SD pada kontrol PI

pemilih kontrol PI

FBS

Nama

FUP

dan
fungsi

FDN

terminal
RLF

Terminal pemilih

Untuk memilih antara terminal FBS - SD bila anda memberikan

input nilai

sinyal input 4~20 mA pada pada bagian detektor sinyal nilai

pengukuran

pengukuran

Terminal output

Untuk meng-output-kan bila sinyal nilai pengukuran melebihi

batas atas

batas atas nilai pengesetan. Output kolektor terbuka

Terminal output

Untuk meng-output-kan bila sinyal nilai peng-ukuran kurang

batas bawah

dari batas bawah nilai pengesetan. Output kolektor terbuka

Terminal output

Untuk meng-output-kan bila indikasi output unit parameter

arah putaran

berputar normal. (FWD) output kolektor terbuka

normal
RLR

Terminal output

Untuk meng-output-kan bila indikasi output unit parameter

arah putaran

berputar mundur. (FWD) output kolektor terbuka

mundur

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 84 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Tabel 4-4 Tabel Daftar Parameter


Nomor
Fungsional
128
129
130

Unit
Mnt
___

Nama

Jangkauan

Pemilih grakan PI

______

Ban proporsional
PI
Waktu integral

0.1~1000%
9999
0.1~3600
det.
9999

0.1%

100%

0.1
det.

1 det.

Batas atas

0 ~ 100%

0.1%

9999

0.1%

9999

0.1%

0%

131

Muatan
0

9999
132

Batas bawah

0 ~ 100%
9999

133

Nilai kontrol PI
yang dimaksud
pada pengendali
PU

Perhatian

0 ~ 100%

:
Pengesetan fungsi
pengendalian.

nomor

129,130,133

Keterangan
0 : Gerakan PI mundur
1 : Gerakan PI normal
Jika 9999 hanya gerakan
proporsional yang efektif.
Jika 9999 hanya gerakan
propor-sioanl yang efektif.
Nilai batas atas
Jika jumlah nilai umpan balik
melebihi nilai pengesetan,
maka outputnya adalah FUP
Nilai batas bawah
Jika jumlah nilai umpan balik
kurang dari nilai pengesetan,
maka outputnya adalah FDN
Hal ini akan efektrif hanya jika
perintah PU dari pengendalian
PU atau digunakan bersamaan
dengan hubungan luar.

dapat

dirubah-rubah

selama

Pengesetan Parameter
Pemilih gerakan PI (Pr. 128)
Gerakan normal dan gerakan mundur diset sesuai dengan objek yang akan dikontrol
Contoh :
Gerakan mundur (Pr. 128 = 0) Jika digunakan untuk mengontrol mesin pemanas,
pengontrol tekanan dll.
Gerakan normal (Pr. 128 = 1) Jika digunakan untuk mengontrol mesin pendingin
udara dll.

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 85 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

BAB IV
SUMBER-SUMBERYANG DIPERLUKAN
UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

A. SUMBER-SUMBER PERPUSTAKAAN
1. Daftar Pustaka
a. Motor listrik induksi 3 phase
b. Peralatan Ukur Listrik/ELektronika
c. Inverter

2. Buku Referensi
a. Manual trainer inverter

b.
c.

B. DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN


Daftar Peralatan/Mesin
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Nama Peralatan/Mesin

Keterangan

Trainer Inverter
Media dasar mesin listrik induksi
Mesin induksi 3 phase
Avo meter
Dst

Daftar Bahan
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Nama Bahan

Keterangan

Transformator 3A
Dioda 3A
Elco 2200uF/50V
Resistor 10K/5W
Kabel serabut NYM
PCB lobang
Timah 60/40

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Halaman: 86 dari 88

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

TIM PENYUSUN

No.

Nama

Institusi

1.

Drs. Hismadi T.P., MM

BBPLKLN CEVEST BEKASI

2.

Budi Wikaningtyas, M.Eng

BBPLKLN CEVEST BEKASI

3.

Sri Hardono, A.Md

BBPLKLN CEVEST BEKASI

Judul Modul: Mengendalikan Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Informasi
Versi: 2009

Keterangan

Halaman: 87 dari 88

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI


SEKTOR ELEKTRO
SUB SEKTOR ELEKTRONIKA
BIDANG/SUB BIDANG INDUSTRI
PENGENDALIAN MOTOR TIGA PHASE
DENGAN INVERTER
ELK.EL.02.026.00

BUKU KERJA

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.


DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

BALAI BESAR PENGEMBANGAN LATIHAN KERJA LUAR NEGERI


(BBPLKLN) CEVEST BEKASI
Jl. Guntur Raya No.1 Bekasi 17144, Telepon 021-8841147 Fax.021-8841146

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

DAFTAR ISI
Tugas Praktik V ----------------------------------------------------------------------Tugas Praktik Dst --------------------------------------------------------------------TUGAS TEORI -------------------------------------------------------------------------

A. Tugas Teori I ---------------------------------------------------------------------

BAB II URAIAN PRAKTIK ---------------------------------------------------------------------

A. Tugas Praktik I -------------------------------------------------------------------

B. Tugas Praktik II -------------------------------------------------------------------

10

C. Tugas Praktik III ------------------------------------------------------------------

17

D. Tugas Praktik IV ------------------------------------------------------------------

23

2.1
BAB I

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 2 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

BAB I
TUGAS TEORI

A. TUGAS TEORI
Perintah Tugas

Waktu Penyelesaian Tugas

Soal Tugas

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini


dengan singkat
1 JP

1. Gambarkan blok diagram inverter dan jelaskan!


.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
2. Jelaskan prinsip kerja converter!
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 3 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

3. Jelaskan prinsip kerja inverter!


.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................

4. Jelaskan garis besar pengoperasian peralatan inverter!


.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
5. Jelaskan cara menggunakan unit parameter untuk mengendalikan motor dengan
mengatur :
a. Frekuensi
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 4 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................

b. parameter
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
6. Sebutkan urutan membuat program pengendali motor tiga phase!
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 5 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Lembar Evaluasi Tugas Teori :


Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani.
No.

Benar

Salah

No.

1.

5.

2.

6.

3.

7.

4.

8.

Benar

Salah

Apakah semua pertanyaan Tugas Teori I dijawab dengan benar dengan waktu
yang telah ditentukan ?
YA

TIDAK

NAMA

TANDA TANGAN

PESERTA

..............................................

...................................

PENILAI

..............................................

...................................

Catatan Penilai :

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 6 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

BAB II
URAIAN PRAKTIK

Pada bagian ini berisikan tentang tugas pelaksanaan praktek kerja unit kompetensi
untuk masing-masing elemen sesuai yang tertera pada silabus kolom keterampilan yang
mencakup nama tugas, waktu penyelesaian tugas, tujuan tugas, daftar peralatan/mesin
dan bahan, keselamatan dan kesehatan kerja, instruksi kerja, daftar cek unjuk kerja.

A.

TUGAS PRAKTIK I
1. Nama Tugas I

: Memeriksa terminal-terminal modul Converter


dan modul Inverter dari rangkaian utama
inverter.

2. Waktu Penyelesaian Tugas I : 1 JP


3. Tujuan Tugas I

: Setelah menyelesaikan tugas I pada unit


kompetensi pengendalian motor induksi tiga
phasa dengan inverter, peserta mampu
menguji/memeriksakan terminal terminal
modul Converter dan modul Inverter dari
rangkaian utama inverter.

4. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan :


No.
A.
1.
2.
3.
B.
1.
2.

Nama Barang
Peralatan/Mesin
Trainer Inverter
Motor Induksi 3 phase
AVO meter
Bahan

Spesifikasi

Keterangan

Sanwa

5. Keselamatan dan Kesehatan Kerja :


Keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu dilkaukan pada waktu melakukan
praktik kerja ini adalah:
- Bekerjalah dengan tertib dan selalu utamakan keselamatan kerja.
- Jangan menghubungkan rangkaian yang saudara buat ke POWER SUPPLY,
sebelum diperiksa oleh Instruktur.
- Tempatkan peralatan pada tempat yang semestinya dan jangan sampai
mengganggu pekerjaan.
- Bekerjalah sesuai dengan SOP.
Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 7 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

6. Instruksi Kerja Tugas I :


a) Persiapan : Hubungkan motor induksi listrik dengan kabel pada terminal
U, V, W dan hubungkan power supply dengan kabel pada terminal R,S,T
dari luar. Dan atur polaritas multitester pada range x1.
b) Lakukan pemeriksaan terhadap kondisi pada terminal dasar inverter dan
catat hasil pengukuran pada tabel yang sudah disediakan di bawah ini.

Data hasil pengukuran rangkaian modul converter dan modul inverter dari rangkaian
utama inverter

MO
DUL

Kompo Probe tester


nen
+
D1
R
P
P
R
CON
D2
S
P
VERT
P
S
ER
D3
T
P
P
T
TR1
U
P
P
U
IN
V
P
VER TR2
P
V
TER
TR3
W
P
P
W

Hasil
Pengukuran

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Kompo Probe tester


nen
+
D4
R
N
N
R
D5
S
N
N
S
D6
T
N
N
T
TR4
U
N
N
U
TR5
V
N
N
V
TR6
W
N
N
W

Hasil
Pengukuran

Halaman: 8 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

7. Daftar Cek Unjuk Kerja Tugas I :


Check List
Ya
Tidak

NO

Langkah Kerja / Aktivitas Yang Dilakukan

1.

Menghubungkan motor induksi listrik dengan kabel pada


terminal U, V, W

2.

Menghubungkan power
terminal R,S,T dari luar

3.

Mengatur polaritas multitester pada range x1.

4.

Memeriksa terminal-terminal modul Converter


rangkaian utama inverter dengan AVO meter.

5.

Memeriksa terminal-terminal modul Inverter dari rangkaian


utama inverter dengan AVO meter.

6.

Memeriksa sekali lagi, apakah ada kesalahan pada


hubungan peralatan inverter dengan motor induksdi
listrik/power supply.

7.

Mengembalikan peralatan pada tempatnya.

supply

dengan

kabel

pada

dari

NAMA

TANDA TANGAN

PESERTA

..............................................

...................................

PENILAI

..............................................

...................................

Catatan Penilai :

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 9 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

B.

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

TUGAS PRAKTIK 2
1. Nama Tugas 2

2. Waktu Penyelesaian Tugas 2 :


3. Tujuan Tugas 2

Dasar Pengoperasian Inverter


3 JP

Setelah menyelesaikan tugas I pada unit kompetensi pengendalian motor induksi


tiga phasa dengan inverter, peserta mampu :
a) Mengendalikan motor induksi 3 phase dengan unit parameter.
b) Mengoperasikan motor listrik 3 phase dengan menggunakan parameter (Pr.).
c) Memilih monitor untuk menampilkan beberapa item
d) Menggunakan beberapa operasi yang ditampilkan pada menu HELP
e) Membuat karakteristik V/f motor induksi listrik.
f) Membuat karakteristik Torsi motor induksi listrik

4. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan :


No.

Nama Barang

A.
1.
2.
B.
1.
2.

Peralatan/Mesin
Trainer Inverter
Motor Induksi 3 phase
Bahan

Spesifikasi

Keterangan

5. Keselamatan dan Kesehatan Kerja :


Keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu dilkaukan pada waktu melakukan
praktik kerja ini adalah:
- Bekerjalah dengan tertib dan selalu utamakan keselamatn kerja
- Jangan menghubungkan rangkaian yang saudara buat ke POWER SUPPLY,
sebelum diperiksa oleh Instruktur.
- Jaga jangan sampai oli berceceran ditempat kerja.
- Tempatkan peralatan pada tempat yang semestinya dan jangan sampai
mengganggu pekerjaan.
- Bekerjalah sesuai dengan SOP.

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 10 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

6. Instruksi Kerja Tugas 2 :


MENGENDALIKAN MOTOR DENGAN INVERTER
*. Garis besar prosedur pengoperasian :
1) Sumber tenaga ON menggunakan kontak magnit listrik (MC-ON).
2) Lakukan pengesetan dengan unit parameter.
3) START, motor mulai berputar dengan percepatan (sinyal start-up STF-SD
ON).
4) Motor beroperasi pada Frekuensi yang telah ditentukan.
5) STOP, motor mulai melakukan perlambatan dan stop (sinyal start-up STF-SD
OFF).
6) Sumber tenaga OFF (MC-OFF).
a. Pengendalian dengan pengesetan langsung Frekuensi input (awal) :
1) Tekan tombol PU
2) Ketik Frekuensi yang diinginkan
3) Tekan tombol Write
4) Pilih putaran maju/mundur (tekan tombol FWD atau tombol REV)
5) Tekan tombol STOP
b. Merubah pengesetan langsung Frekuensi input (awal) :
1) Tekan tombol PU
2) Ketik Frekuensi yang diinginkan
3) Tekan tombol Write
4) Pilih putaran maju/mundur (tekan tombol FWD atau tombol REV)
5) Tekan tombol STOP
c. Pengesetan Frekuensi dengan menggunakan tombol / terus menerus :
1) Tekan tombol PU
2) Tekan tombol
/
terus menerus sampai diperoleh nilai Frekuensi
yang diinginkan.
3) Tekan tombol Write
4) Pilih putaran maju/mundur (tekan tombol FWD atau tombol REV)
5) Tekan tombol STOP
d. Pengendalian JOG :
1) Tekan tombol PU.
2) Tekan tombol SHIFT
3) Pilih putaran maju/mundur (tekan tombol FWD atau tombol REV)
Pada pengendalian JOG, pengendalian Frekuensi dengan mengatur nilai
parameter 15.

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 11 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

MEMILIH MONITOR
Lihat gambar kerja

MENGGUNAKAN PARAMETER
a. Menggunakan parameter untuk mengoperasikan motor listrik :
1) Tekan tombol PU.
2) Tekan tombol SET.
3) Ketik nomor parameter yang diperlukan.
4) Tekan tombol READ.
5) Ketik nilai pengesetannya
6) Tekan tombol WRITE
7) Ulangi langkah 2 s/d 6, apabila menggunakan lebih dari satu parameter.
b. Untuk mendapatkan daftar parameter :
1) Tekan tombol PU.
2) Tekan tombol SET.
3) Tekam tombol HELP.
4) Tekan Tombol
5) Tekan tombol READ.
6) Ketik nilai pengesetan yang diinginkan.
7) Tekan tombol WRITE.

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 12 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

MENAMPILKAN FUNGSI HELP


Tekan tombol HELP dua kali (2x) untuk beberapa operasi mode yang
ditampilkan pada menu HELP dengan bermacam-macam fungsi dapat
dilakukan.

Layar menu tayangan 1


1.
2.
3.
4.

MONITOR
PU Oper
Pr. List
Pr. Clear

1. MONITOR
Tayangan daftar monitor dan memperbolehkan layar monitor
dirubah dan prioritas layar pertama untuk di set.
2. PU OPERATION ( PU Op )
Menginformasikan bagaimana memilih mode PU Op dan PU
dibantu operasi mode jog melalui input langsung dan
bagaimana mengoperasikan tombol-tombol itu.

Tekan tombol SHIFT dan


( ) bersama-sama untuk
diproses ke tayangan
berikutnya

Layar menu tayangan 2


5.
6.
7.
8.

Alarm Hist
Alarm Clear
Inv. Reset
T/Shooting

3. PARAMETER
Tayangan menu parameter dan menunjukkan empat item
berikut ini untuk dipilih dan dilaksanakan.
1. Setting
2. Pr. List
3. Set Pr. List.
4. Def. Pr. List.
4. PARAMETER CLEAR
Menayangkan menu parameter dan menunjukkan tiga item
untuk dipilih dan dilaksanakan
1. Clear Pr.
2. Clear All
3. Clear None
5. ALARM HISTORY
Menayangkan isi dari delapan alarm terdahulu.

Tekan beberapa tombol


[MONITOR],[SET],[EXT
OP] dan [PU] dengan
sakelar penghubung

6. ALARM HISTORY CLEAR


Membersihkan semua alarm data.
7. INVERT RESET
Mereset invereter
8. TROUBLE SHOOTING

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 13 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

KARAKTERISTIK V/f
Setelah anda atur nilai Frekuensi seperti pada tabel di bawah ini, terus
jalankan motor induksi listrik, kemudian anda lihat pada monitor nilai
tegangan dengan menekan tombol SHIFT. Catat hasil pengamatan dan
buatlah karakteristik V/f nya.

Frekuensi kerja
(Hz)

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

110

120

Tegangan
Output (V)

T
E
G
A
N
G
A
N
(V)

FREKUENSI (HZ)

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 14 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

KARAKTERISTIK TORSI
Hitunglah nilai torsi motor dari dibawah ini, jika nilai k = 1. Buatlah
karakteristik torsinya.

Frekuensi
(Hz)

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

Tegangan
(V)
Arus (I)
Torsi T =
k.V.I/f

T
O
R
S
I

FREKUENSI (HZ)

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 15 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

7. Daftar Cek Unjuk Kerja Tugas 2 :


Check List
Ya
Tidak

No.

Langkah Kerja / Aktivitas Yang Dilakukan

1.

Mengendalikan motor induksi 3 phase dengan unit


parameter.
Mengoperasikan motor listrik 3 phase dengan menggunakan
parameter (Pr.).
Memilih monitor untuk menampilkan beberapa item
Menggunakan beberapa operasi yang ditampilkan pada
menu HELP
Membuat karakteristik V/f motor induksi listrik.
Membuat karakteristik Torsi motor induksi listrik

2.
3.
4.
5.
6.

NAMA

TANDA TANGAN

PESERTA

..............................................

...................................

PENILAI

..............................................

...................................

Catatan Penilai :

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 16 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

C.

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

TUGAS PRAKTIK 3

1. Nama Tugas 3

Pengesetan Parameter Pada Inverter

2. Waktu Penyelesaian Tugas 3

8 JP

3. Tujuan Tugas 3

Setelah menyelesaikan tugas I pada unit kompetensi pengendalian motor induksi


tiga phasa dengan inverter, peserta mampu :
a) Membuat karakteristik penguatan torsi.
b) Membuat grafik hubungan antara tegangan dan Frekuensi output pada setiap
perubahan torsi.
c) Mengatur daerah Frekuensi kerja motor listrik dengan menggunakan Pr.1 dan
Pr.2.
d) Mengatur Frekuensi dasar dan tegangan Frekuensi dasar sesuai dengan
peringkat motor listrik yang digunakan dengan inverter.
e) Merubah kecepatan motor dari kecepatan 1 s/d 7 dengan penggunakan
beberapa parameter dan kontak saklar sinyal dari luar.
f) Mengatur waktu percepatan untuk mengendalikan putaran motor saat start.
g) Mengatur waktu perlambatan untuk mengendalikan motor akan behenti.
h) Mengatur Frekuensi start-up motor induksi listrik.
i) Mengatur pengereman dengan tegangan DC sampai motor berhenti.
4. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan :
No.
A.
1.
2.
B.
1.
2.

Nama Barang

Spesifikasi

Keterangan

Peralatan/Mesin
Trainer Inverter
Motor Induksi 3 phase
Bahan

5. Keselamatan dan Kesehatan Kerja :


Keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu dilkaukan pada waktu melakukan
praktik kerja ini adalah:
- Bekerjalah dengan tertib dan selalu utamakan keselamatn kerja
- Jangan menghubungkan rangkaian yang saudara buat ke POWER SUPPLY,
sebelum diperiksa oleh Instruktur.
- Jaga jangan sampai oli berceceran ditempat kerja.
- Tempatkan peralatan pada tempat yang semestinya dan jangan sampai
mengganggu pekerjaan.
- Bekerjalah sesuai dengan SOP.

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 17 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

6. Instruksi Kerja Tugas 3 :


PENGUATAN TORSI
Atur nilai penguatan torsi dengan parameter 0 (Pr.0), lihat tabel dan aturlah
nilai Frekuensi seperti pada tabel. Ukurlah nilai arus dan tegangan setiap
pengaturan Frekuensi outputnya serta buatlah grafiknya!
Frekuensi
(Hz)
Tegangan
dan Arus
Torsi Boost
(%)
3
6
10
20

10
Teg.
(V)

20
Arus
(A)

Teg.
(V)

30
Arus
(A)

Teg.
(V)

40
Arus
(A)

Teg.
(V)

50
Arus
(A)

Teg.
(V)

60
Arus
(A)

Teg.
(V)

Arus
(A)

200

T
E
G
A
N
G
A
N
(V)

100

10

20

30

40

50

60

70

FREKUENSI (HZ)

MENGATUR BATAS FREKUENSI OUTPUT

Frekuensi
output

Pr.1 (Frekuensi maksimum)

Pr.2 (Frekuensi minimum)

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 18 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Dengan menggunakan PU (Parameter Unit), anda dapat mengatur Frekuensi


output.
Dengan menggunakan parameter 1 (Pr.1), anda dapat mengatur Frekuensi
output dari 0 s/d 120 Hz; atau dengan menggunakan parameter 18 (Pr.18)
anda dapat mengatur Frekuensi output dari 120 s/d 400 Hz.
Untuk percobaan, tentukan batas Frekuensi maksimum dan Frekuensi
minimum, kemudian lakukan pengesetan Frekuensi output dengan PU ( lihat
tabel ); ukur Frekuensi, tegangan dan arus outputnya!

PENGATURAN
FREKUENSI
Dengan
Parameter

PENGATURAN
FREKUENSI
Secara Langsung

FREKUENSI
OUTPUT
(lihat monitor)

TEGANGAN
OUTPUT
(lihat monitor)

ARUS
OUTPUT
(lihat monitor)

10 Hz
20 Hz
Pr.1 ( 60 Hz )

30 Hz

dan

40 Hz

Pr.2 ( 20 Hz )

50 Hz
60 Hz
70 Hz

MENGATUR FREKUENSI DASAR

Pr.19 (tegangan Frekuensi dasar)

Pr.3 (Frekuensi dasar)

Memungkinkan untuk mengatur Frekuensi dasar dengan memilih pada


skala 0 - 120 Hz sesuai dengan peringkat motor.
Dengan mengatur Pr.19 anda dapat menggunakan sebuah motor dengan
nilai tegangan lebih rendah dari tegangan sumber inverter yang optimal.
Hal itu baik sekali jika anda menggunakan sebuah motor dengan
tegangan 200V pada power supply 230V.

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 19 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Untuk percobaan, lakukan pengesetan dengan menggunakan Pr.3 dan Pr.19


serta pengesetan Frekuensi secala langsung dengan menggunakan PU (lihat
tabel), ukurlah tegangan outputnya!
Pr.3 ( 60 Hz ), Pr.19 ( 120V)
Frekuensi

20 Hz

40 Hz

60 Hz

80 Hz

100 Hz

Tegangan

MENGATUR BANYAK KECEPATAN

Tentukan beberapa kecepatan dan mengatur kecepatan pada terminal input


dari kecepatan pertama sampai kecepatan ketujuh sebagai berikut :
Gunakan parameter 4,5, dan 6 untuk kecepatan pertama, kedua dan
ketiga.
Gunakan parameter 24, 25, 26 dan 27 untuk kecepatan keempat sampai
dengan ketujuh.
Pilih setiap kecepatan dengan kontak saklar sinyal pada bagian luar (RHSD, RM-SD, atau RL-SD).
Memungkinkan untuk mengatur kecepatan dengan mengkombinasikan
Frekuensi JOG (Pr.15), Frekuensi maksimum (Pr.1), batas Frekuensi
terendah/minimum (Pr.2).
NOMOR

FREKUENSI

TERMINAL INPUT

KECEPATAN

PARAMETER

( Hz )

RH-SD

KECEPATAN-1

KECEPATAN-2

KECEPATAN-3

KECEPATAN-4

24

KECEPATAN-5

25

KECEPATAN-6

26

KECEPATAN-7

27

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

RM-SD

RL-SD

Halaman: 20 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

PERCEPATAN DAN PERLAMBATAN


Pr.20

percepatan
(Pr.7)

perlambatan
(Pr.8)

Untuk mengatur waktu percepatan gunakan Pr.7 dan waktu perlambatan


gunakan Pr.8 dan tentukan Frekuensi kerjanya.
Untuk mengatur waktunya ada 2 pilihan dengan Pr.21, Yaitu :
pilih angka 0
untuk 0 - 3600 detik (long time) atau
pilih angka 1
untuk 0 - 360 detik (short time).
FREKUENSI START DAN PENGEREMAN DC
Frekuensi
output

Batas
pengaturan
Pr.13

Pengaturan
sinyal Frekuensi
(V)

Waktu

Frekuensi
Output

Pr.10 (Frekuensi kerja)


Waktu

Tegangan
pengereman
DC

Pr.12
(tegangan
Waktu

Pr.11 (saat bekerja)


Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 21 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

7. Daftar Cek Unjuk Kerja Tugas 3 :

No.
1.
2.
3.
4.

5.

6.
7.
8.
9.

Check
List
Ya

Langkah Kerja / Aktivitas Yang Dilakukan

Tidak

Membuat karakteristik penguatan torsi.


Membuat grafik hubungan antara tegangan dan Frekuensi
output pada setiap perubahan torsi
Mengatur daerah Frekuensi kerja motor listrik dengan
menggunakan Pr.1 dan Pr.2
Mengatur Frekuensi dasar dan tegangan Frekuensi dasar
sesuai dengan peringkat motor listrik yang digunakan
dengan inverter
Merubah kecepatan motor dari kecepatan 1 s/d 7 dengan
penggunakan beberapa parameter dan kontak saklar sinyal
dari luar
Mengatur waktu percepatan untuk mengendalikan putaran
motor saat start
Mengatur waktu perlambatan untuk mengendalikan motor
akan behenti
Mengatur Frekuensi start-up motor induksi listrik
Mengatur pengereman dengan tegangan DC sampai
motor berhenti.

NAMA

TANDA TANGAN

PESERTA

..............................................

...................................

PENILAI

..............................................

...................................

Catatan Penilai :

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 22 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

D. TUGAS PRAKTEK 4

1. Nama Tugas 4

2. Waktu Penyelesaian Tugas 4 :

3. Tujuan Tugas 4

Mengendalikan
Otomatis

Putaran

Motor

Secara

4 JP

Setelah menyelesaikan tugas I pada unit kompetensi pengendalian motor induksi


tiga phasa dengan inverter, peserta mampu :
a) Membuat program untuk mengendalikan motor induksi 3 phase sesuai time
chart.
b) Memasukkan program melalui unit paramater
c) Mengoperasikan inverter untuk mrngendalikan motor induksi 3 phase

4. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan :


No.
A.
1.
2.
B.
1.
2.

Nama Barang

Spesifikasi

Keterangan

Peralatan/Mesin
Trainer Inverter
Motor Induksi 3 phase
Bahan

5. Keselamatan dan Kesehatan Kerja :


Keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu dilkaukan pada waktu melakukan
praktik kerja ini adalah:
- Bekerjalah dengan tertib dan selalu utamakan keselamatn kerja
- Jangan menghubungkan rangkaian yang saudara buat ke POWER SUPPLY,
sebelum diperiksa oleh Instruktur.
- Jaga jangan sampai oli berceceran ditempat kerja.
- Tempatkan peralatan pada tempat yang semestinya dan jangan sampai
mengganggu pekerjaan.
- Bekerjalah sesuai dengan SOP.

6. Instruksi Kerja Tugas 4

a) Buatlah program untuk mengendalikam motor induksi seperti gambar


diagram dibawah ini.
Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 23 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Putaran
maju
90

40
20
0

15detik
5detik

25 detik

35 detik

30

Putaran mundur
No.

No. Parameter

Arah putaran

Frekuensi (Hz)

Waktu (detik)

Keterangan

b) Buatlah program pengendalian motor sesuai gambar diagram dibawah ini :


Putaran maju
60

20

6 detik

12 detik

20 detik

0
20

10detik

8detik

10detik

15detik

60

Putaran mundur
Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 24 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

No.

No. Parameter

Arah putaran

Frekuensi (Hz)

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Waktu (detik)

Keterangan

c) Buatlah program untuk diagram sebagai berikut :


Grup

No.
Parameter

Arah
Putaran

Frekuensi
(Hz)

Waktu
(detik)

Putaran
mundur

Putaran maju
10 det
20 Hz

10 det

20 Hz

10 det
20 Hz

10 det

20 Hz

10 det
20 Hz

10 det

20 Hz

10 det
30 Hz

10 det

60 Hz

10 det

100Hz
20 Hz

10 det

20 Hz

10 det

20 Hz

10 det
20 Hz

10 det

20 Hz

10 det
20 Hz

10 det

20 Hz

10 det
30 Hz

10 det

60 Hz

10 det

120Hz

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

10 det

10 det

20 Hz

10 det

20 Hz

10 det

20 Hz

10 det

Halaman: 25 dari 26

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

7. Daftar Cek Unjuk Kerja Tugas 4 :


Cecklist
Ya
Tidak

No.

Langkah Kerja / Aktivitas Yang Dilakukan

1.

Membuat program untuk mengendalikan motor induksi 3


phase sesuai time chart.
Memasukkan program melalui unit paramater
Mengoperasikan inverter untuk mrngendalikan motor
induksi 3 phase

2.
3.
4.
5.
6.

NAMA

TANDA TANGAN

PESERTA

..............................................

...................................

PENILAI

..............................................

...................................

Catatan Penilai :

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Kerja
Versi: 2009

Halaman: 26 dari 26

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI


SEKTOR ELEKTRO
SUB SEKTOR ELEKTRONIKA
BIDANG/SUB BIDANG INDUSTRI
PENGENDALIAN INDUKSI TIGA PHASE
DENGAN INVERTER
ELK.EL.02.026.00

BUKU PENILAIAN

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.


DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

BALAI BESAR PENGEMBANGAN LATIHAN KERJA LUAR NEGERI


(BBPLKLN) CEVEST BEKASI
Jl. Guntur Raya No.1 Bekasi 17144, Telepon 021-8841147 Fax.021-8841146

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ---------------------------------------------------------------------------------------

BAB I

PENILAIAN TEORI ------------------------------------------------------------------

A. Kunci Jawaban Tugas Teori I -------------------------------------------------

3
7

BAB II

BAB III

BAB IV

PENILAIAN PRAKTIK ---------------------------------------------------------------

A. Lembar Penilaian Praktik I ----------------------------------------------------

B. Lembar Penilaian Praktik II ----------------------------------------------------

C. Lembar Penilaian Praktik III ---------------------------------------------------

D. Lembar Penilaian Praktik IV ---------------------------------------------------

REKAPITULASI TUGAS --------------------------------------------------------------

10

A. Rekapitulasi Tugas Teori ------------------------------------------------------

10

B. Rekapitulasi Tugas Praktik -----------------------------------------------------

10

CHECK LIST INDIKATOR UNJUK KERJA -----------------------------------------

11

Cacatan:
Tidak copy paste dari buku kerja?
MUK terpisah dari teori buku kerja?

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Penilaian
Versi: 2009

Halaman: 2 dari 11

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

BAB I
PENILAIAN TEORI

A. Kunci Jabawan Tugas Teori I


1. Gambarkan blok diagram inverter dan jelaskan.
Jawab :

lnverter adalah suatu peralatan yang dapat merubah sinyal-sinyal AC pada frekuensi
50Hz/60H2 (sumber daya dari PLN) menjadi DC, dan kemudian dirubah ke dalam
tegangan AC dengan frekuensi yang dapat diubah-ubah sesuai yang diinginkan. Dengan
demikian, frekuensi sumber daya yang diberikan pada motor listrik dapat diubah-ubah,
sehingga kecepatan putaran motor listrik dapat diatur-atur. Rangkaian penyearah daya
yang merubah ac ke dc disebut converter, dan pengubah daya yang merubah dc ke ac
disebut lnverter. Biasanya, peralatan inverter secara umum disebut lnverter, termasuk di
dalamnya bagian converter dan rangkaian pengendali yang merupakan satu kesatuan.

2. Jelaskan prinsip kerja converter!


Jawab :

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Penilaian
Versi: 2009

Halaman: 3 dari 11

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Apabila bagian converter dihubungkan dengan power supply, maka 6 biuah dioda akan
bekerja bergantian, 2 dioda ON dan 1 dioda OFF seperti gambar di bawah ini :

(a)

(b)

(c)

3. Jelaskan prinsip kerja inverter!


Jawab :

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Penilaian
Versi: 2009

Halaman: 4 dari 11

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Prinsip kerjanya, jika 6 buah transistor tersebut diumpamakan sebagai 6 buah saklar yaitu
s1 - s6. Anda bisa menggambarkan bentuk gelombang AC (frekuensi) yang dibentuk oleh
saklar on/off sesuai dengan time chart yang telah ditentukan. Bila saklar 51 SO anda
on/off kan seperti gambar 2-16, maka bentuk gelombang pulsa akan sama dengan
interval antara U-V, U-W, W-U dan dapat diatur-atur. Tegangan AC yang berbentuk pulsa
(segi empat) ini yang dipakai (yang dihubungkan) ke motor. Dengan perubahan waktu
waktu on/off, sesuai dengan frekuensi yang diinginkan dan outputnya dihubungkan ke
motor. Apabila tegangan DC E anda rubah, pada saat yang sama maka tegangan input
motor juga berubah.

4. Jelaskan garis besar pengoperasian peralatan inverter!


Jawab :
Pada umumnya untuk menggerakkan
prosedurnya adalah sebagai berikut :
Sumber tenaga ON

Pada bagian
input menggunakan
kontak
magnit listrik
( MC ON)

Fungsi pengesetan

Perlu
mengatur
fungsi nilai
dengan unit
parameter (
penga-turan
awal )

Start

inverter

Kerja

Mulai bergerak (startup) dan


perce-patan,
sinyal startup.
STF-SD ON.

Kecepatan
dapat dirubah dengan
mengatur
sinyal frekwensi.

menggunakan

Stop

sinyal

external,

Sumber tenaga OFF

Perlambatan
dan stop,
menghentikan sinyal
start-up.
STF-SD
OFF.

Pada bagian
input menggunakan
kontak
magnit listrik
( MC OFF)

5. Jelaskan cara menggunakan unit parameter untuk mengendalikan motor dengan


mengatur :
a. Frekuensi
b. parameter
Jawab :
a). Frekuensi
Untuk merubah pengesetan langsung pada input pengendalian Frekuensi.
(Pengesetan langsung)
Tekan
tombol PU

Ketik Frekuensi
yang diinginkan

Tekan tombol
Write

Pilih putaran
maju/mundur

Tekan tombol
Stop

Mengatur pengendalian Frekuensi -- Kecepatan putaran motor dapat dirubah dengan


mengulangi langka kerja ini.

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Penilaian
Versi: 2009

Halaman: 5 dari 11

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Pengesetan Frekuensi yang diinginkan dengan menekan tombol


terus-menerus. ( Langkah pengesetan )
Tekan
tombol PU

Tekan tombol
Write

atau

Pilih putaran
maju/mundur

Tekan tombol
Stop

b). parameter
Untuk dapat menggunakan parameter dengan menekan langsung tombol set,
kemudian ketik nomor parameternya.
Tekan
tombol PU

Tekan
tombo

Nomor
parameter

Tekan
tombol

Nilai
pengesetan

Tekan
tombol

Untuk mendapatkan daftar parameter tekan tombol set.


Tekan
tombol PU

Tekan
tombo

Tekan
tombol

Tekan
tombol

Nilai
pengesetan

Tekan
tombol

6. Sebutkan urutan membuat program pengendali motor induksi tiga phase!


Jawab :

Pr.79
Pr. 76
Pr.200
Pr.231

pilih
pilih
pilih
pilih

5
3
0
0

Poin pengesetan
Kelompok 1

No. 1
2
3
4

10

Kelompok 2

No. 11

No. 21

Pr.
Pr.
Pr.
Pr.

201
202
203
204

201
PRG set
1
Laporan
1
Pengesetan
30.00Hz
Waktu
4:30S

Pr.210
Pr. 211

20

Kelompok 3

Arah putaran, frekuensi, waktu start-up

30

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Penilaian
Versi: 2009

Pr. 220
Pr. 221

Pr. 230

Halaman: 6 dari 11

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

BAB II
PENILAIAN PRAKTIK

A. LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK I


PENILAIAN PRAKTIK
Tugas Praktik I

No.
1.
2.
3.
4.

5.

6.

7.

Memeriksa terminal-terminal modul Converter dan modul Inverter dari


rangkaian utama inverter

Indikator Penilaian Praktik

BK

Menghubungkan motor induksi listrik dengan


kabel pada terminal U, V, W
Menghubungkan power supply dengan kabel
pada terminal R,S,T dari luar
Mengatur polaritas multitester pada range
x1.

Rekomendasi

Power OFF
Ohm meter terkalibrasi

Memeriksa terminal-terminal modul Converter


dari rangkaian utama inverter dengan AVO
meter.
Memeriksa terminal-terminal modul Inverter
dari rangkaian utama inverter dengan AVO
meter.
Memeriksa sekali lagi, apakah ada kesalahan
pada hubungan peralatan inverter dengan
motor induksdi listrik/power supply.
Mengembalikan peralatan ukur pada
tempatnya.

Dilakukan sesuai table


pada buku kerja
Dilakukan sesuai table
pada buku kerja

Ketepatan Waktu Kerja

B. LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK II


PENILAIAN PRAKTIK
Tugas Praktik II

No.
1.
2.
3

Dasar pengoperasian inverter

Indikator Penilaian Praktik


Melakukan persiapan dengan mengecek
instalasi inverter
Mengendalikan motor induksi 3 phase dengan
unit parameter.
Mengoperasikan motor listrik 3 phase dengan
menggunakan parameter (Pr.).

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Penilaian
Versi: 2009

BK

Rekomendasi

Lakukan sesuai SOP


Lakukan sesuai SOP

Halaman: 7 dari 11

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

4.
5
6
7.

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

Memilih
monitor
untuk
menampilkan
beberapa item
Menggunakan
beberapa
operasi
yang
ditampilkan pada menu HELP
Membuat karakteristik V/f motor induksi listrik
Membuat karakteristik Torsi motor
induksi listrik

Lakukan sesuai SOP


Lakukan sesuai SOP
Lakukan sesuai SOP
Lakukan sesuai SOP

8.
Ketepatan Waktu Kerja

C. LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK III


PENILAIAN PRAKTIK
Tugas Praktik III :
No.
1.
2.

4.

7.
8.
9.

Pengesetan parameter pada inverter

Indikator Penilaian Praktik

BK

Rekomendasi

Membuat karakteristik penguatan torsi.


Membuat grafik hubungan antara
tegangan dan Frekuensi output pada
setiap perubahan torsi.
Mengatur daerah Frekuensi kerja motor
listrik dengan menggunakan Pr.1 dan
Pr.2.
Mengatur Frekuensi dasar dan tegangan
Frekuensi dasar sesuai dengan peringkat
motor listrik yang digunakan dengan inverter
Merubah kecepatan motor dari kecepatan
1 s/d 7 dengan penggunakan beberapa
parameter dan kontak saklar sinyal dari
luar.
Mengatur
waktu
percepatan
untuk
mengendalikan putaran motor saat start.

Lakukan sesuai SOP


Lakukan sesuai SOP

Mengatur waktu perlambatan untuk


mengendalikan motor akan berhenti
Mengatur Frekuensi start-up motor induksi
listrik
Mengatur pengereman dengan tegangan DC
sampai motor berhenti.

Lakukan sesuai SOP

Lakukan sesuai SOP

Lakukan sesuai SOP

Lakukan sesuai SOP

Lakukan sesuai SOP

Lakukan sesuai SOP


Lakukan sesuai SOP

Ketepatan Waktu Kerja

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Penilaian
Versi: 2009

Halaman: 8 dari 11

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

D. LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK IV


PENILAIAN PRAKTIK
Tugas Praktik IV
No.
1.
2.
3

Mengendalikan putaran motor secara otomatis

Indikator Penilaian Praktik


Membuat
program untuk mengendalikan
motor induksi 3 phase sesuai time chart.
Memasukkan program melalui unit paramater
Mengoperasikan
inverter
untuk
mrngendalikan motor induksi 3 phase

BK

Rekomendasi
Lakukan sesuai SOP
Lakukan sesuai SOP
Lakukan sesuai SOP

4.
5
6
7.
8.
Ketepatan Waktu Kerja

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Penilaian
Versi: 2009

Halaman: 9 dari 11

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

BAB III
REKAPITULASI TUGAS

A. REKAPITULASI TUGAS TEORI


REKAP TUGAS TEORI
TUGAS

BENAR

SALAH

CATATAN

I.
II.
III.
IV.
V.
VI.

B. REKAPITULASI TUGAS PRAKTIK


REKAP TUGAS PRAKTIK

TUGAS

I.

II.

JUDUL TUGAS

HASIL
BELUM
KOMPETEN
KOMPETEN

CATATAN

Memeriksa terminalterminal modul Converter


dan modul Inverter dari
rangkaian utama inverter
Dasar pengoperasian
inverter

III.

Pengesetan parameter
pada inverter

IV.

Mengendalikan Putaran
Motor Secara Otomatis

V.
VI.

Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter


Buku Penilaian
Versi: 2009

Halaman: 10 dari 11

Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi


Sektor Elektro Subsektor Elektronika Bidang/Subbidang Industri

Kode Modul
ELK.EL.02.026.00

BAB IV
CHECK LIST INDIKATOR UNJUK KERJA

IUK
Memahami
dasar-dasar
inverter

TUGAS

HAL YANG DIAMATI

a. Menjelaskan blok
diagram inverter

1. Dapat menjelaskan fungsi


setiap blok diagram inverter
2. Dapat menjelaskan prinsip
kerja inverter
3. Dapat menjelaskan prinsip
kerja converter
4. Dapat mengidentifikasi
rangkaian converter dan
inverter
1. Dapat menjelaskan
karakteristik motor saat
running.
2. Dapat menjelaskan
karakteristik pengendalian
motor induksi tiga phase
dengan inverter
1. Dapat mengatur beberapa
fungsi inverter
2. Dapat mengendalikan
inverter
Dapat memperagakan
penggunaan beberapa fungsi
parameter untuk
mengendalikan motor induksi
tiga phase
1. Dapat membuat program
pengendalian
2. Dapat mengoperasikan
inverter untuk
mengendalikan motor
induksi tiga phase

b. Mengendalikan
karakteristik
motor induksi
listrik tiga phase
dikendalikan
dengan inverter
Mengoperasikan
peralatan
inverter untuk
mengendalikan
motor tiga
phase

a. Cara
mengendalikan
inverter
didemonstrasikan
b. Pengaturan
fungsi parameter
diperagakan

c. Pengendalian
motor induksi
listrik tiga phase
yang telah
didemonstrasikan

PENILAIAN
K
BK

CATATAN :

Tanda Tangan Asesi


Tanda Tangan Asesor
Judul Modul: Pengendalian Motor Tiga Phase Dengan Inverter
Buku Penilaian
Versi: 2009

Halaman: 11 dari 11