Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT


DI RUANG ANAK 7B

RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG


2017

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Pokok Bahasan

: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Sasaran

: Keluarga pasien, pasien dan pengunjung

Tempat

: Ruang Penyuluh IRNA IV (7B) Rumah Sakit Saiful Anwar


Malang

Hari/Tanggal

: Kamis, 05 Januari 2017

Waktu

: 10.00 10.30 WIB

A. Latar Belakang
Perilaku Sehat adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan proaktif untuk
memelihara dan mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari
ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat
.Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku yang dilakukan
atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya
sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan
dimasyarakat (Depkes, 2008).
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PBHS) adalah sebagai wujud operasional
promosi kesehatan merupakan dalam upaya mengajak, mendorong kemandirian
masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat.Berdasarkan beberapa defenisi
PHBS adalah upaya untuk mewujudkan kesehatan anggota keluarga agar tahu,
mau dan mampu melaksakan perilaku hidup bersih dan sehat (Ekasari, 2008).
Cuci tangan memakai sabun (CTPS) merupakan cara yang sangat efektif
untuk membatasi transmisi berbagai penyakit pada anak, termasuk diare dan
infeksi pernapasan yang bersama-sama menyebabkan sekitar 5 juta kematian anak
secara global tiap tahun. UNICEF juga menekankan bahwa diare sendiri telah
menyebabkan kematian anak setiap 30 detik sehingga diare menempati posisi
pertama sebagai penyebab kematian anak dengan angka 35% disusul dengan
infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebanyak 32% (Scott et al., 2007).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di beberapa negara seperti India, Peru,
Sinegal, dan Inggris diperoleh hasil bahwa praktik CTPS setelah dari kamar
mandi dan setelah mengganti popok bayi hanya dilakukan oleh 0-47% ibu. Begitu

pula survei yang pernah dilakukan oleh Scott et al. (2007) di Ghana pada ibu,
ditemukan bahwa hanya 4% ibu yang mencuci tangan setelah buang air besar dan
2% setelah mengganti popok anaknya. Dalam survei juga ditemukan hanya 5%
ibu yang mencuci tangannya sebelum memberi makan anak, dan hanya 1% di
antaranya yang menggunakan sabun (Scott et al., 2007). Padahal berdasarkan
Curtis & Cairncross (2003), seperti yang dituliskan dalam The Handwashing
Handbook dengan melakukan CTPS, resiko diare dapat menurun 42-47%,
sedangkan untuk penyakit ISPA dapat menurun sampai dengan 30%.
.
B. Tujuan Instruksional Umum
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang perilaku
hidup bersih dan sehat yaitu dengan mencuci tangan yang benar selama di
Rumah Sakit maupun di rumah, Klien dan Keluarga mengerti mengenai
perilaku hidup bersih dan sehta dan dapat mengetahui cara mencuci
tangan yang baik dan benar selama di Rumah Sakit maupun di rumah.
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang perilaku
hidup bersih dan sehat selama di rumah sakit maupun di rumah,
a.
b.
c.
d.
e.
f.

diharapkan klien dan keluarga mengerti:


Menjelaskan pengertian PHBS
Menyebutkan pengertian dari cuci tangan
Menyebutkan alasan dari pentingnya mencuci tangan
Meyebutkan manfaat melakukan 6 Langkah cuci tangan yang benar
Menyebutkan 5 waktu penting melakukan cuci tangan sehari-hari
Menyebutkan 5 waktu penting melakukan cuci tangan di lingkungan

rumah sakit
g. Mampu menjelaskan dan memperagakan 6 langkah cuci tangan dengan
benar menggunakan sabun dan hand rub
C. Sub Pokok Bahasan
a. Pengertian mencuci tangan
b. Pentingnya mencuci tangan
c. Manfaat melakukan 6 langkah cuci tangan yang benar

d. waktu penting melakukan cuci tangan sehari-hari dan


dilingkungan rumah sakit
D. Metode
1.

Ceramah

2.

Tanya Jawab

E. Media
1.

Power Point

2.

Leaflet 6 langkah Cuci Tangan yang benar

F. Kegiatan Penyuluhan
No.
1.

Tahap
kegiatan
Pembukaan
(5 Menit)

Kegiatan Penyuluhan
Salam pembuka

Kegiatan Peserta
Memperhatikan,

Menjelaskan maksud tujuan mendengarkan


dan kontrak waktu penyuluhan dan menjawab

Metode dan
Media
Ceramah dan
tanya jawab

Memberikan pertayaan tentang pertayaan


2.

Penyajian

materi yang akan disampaikan


Menyampaikan materi:

(10 menit)

Pengertian mencuci
tangan

Pentingnya mencuci
tangan

Manfaat melakukan
langkah cuci tangan
yang benar

waktu

penting

melakukan
tangan

cuci

sehari-hari

dan di lingkungan

Memperhatikan

Ceramah dan

dan

ppt ( Power

mendengarkan

Point)

rumah sakit
3.

4.

Tanya

Memberikan kesempatan

jawab

bertaya tentang hal yang

pertayaan pada

belum dimengerti
Memberikan kesimpulan

penyaji
Memperhatikan,

Ceramah dan

Mengevaluasi hasil

mendengarkan

tanya jawab

penyuluhan dengan pertayaan

dan menjawab

(evaluasi)

tentang materi

salam

(10 Menit)
Penutup
(5 Menit)

Mengajukan

Tanya jawab

Salam penutup
G. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur

Kesiapan materi

Kesiapan SAP

Kesiapan media : chart, brosur

Peserta hadir ditempat penyuluhan

Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Ruang Anak IRNA IV


(7B) Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.

Pengorganisasian

penyelenggaraan

penyuluhan

dilakukan

sebelumnya
2. Evaluasi Proses

Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.

Peserta antusias terhadap materi penyuluhan

Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara


benar

Suasana penyuluhan tertib

Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan

Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 10 orang.

3. Evaluasi Hasil
Klien dan keluarga dapat :

a. Menjelaskan pengertian mencuci tangan


b. Menjelaskan pentingnya mencuci tangan
c. Menjelaskan manfaat melakukan 6 langkah cuci tangan yang
benar
d. Menjelaskan waktu penting melakukan cuci tangan sehari-hari
dan lingkungan rumah sakit
H. Materi Penyuluhan
1. Definisi
Mencuci tangan adalah proses yang secara mekanik melepaskan kotoran
dan debris dari kulit tangan dengan menggunakan sabun biasa dan air
(Depkes RI, 2009).
2. Tujuan
Menurut Susiati (2008), tujuan dilakukannya cuci tangan yaitu untuk
mengangkat mikroorganisasi yang ada ditangan, membuat kondisi tangan
steril sehingga bisa mecegah bakteri.
3. Manfaat mencuci tangan
Tangan merupakan salah satu penghantar utama masuknya kuman/mikroba

penyebab penyakit. Bakteri & virus ke dalam tubuh, bakteri/mikroba


tersebut masuknya dapat melalui makanan dan minuman, yang menempel
ditangan kita, atau bahkan secara sengaja atau tidak sengaja tangan
bersentuhan dengan mulut dan hidung kita sendiri.
Tentu keadaan tangan tidak selalu dalam kondisi bersih/steril karena
seringnya menyentuh atau memegang benda/barang, misalnya; memegang
telepon, bersalaman, memegang hewan peliharaan, habis berkebun, main
diluar rumah, membersihkan selokan, menutup bersin/flu dengan tangan
dan masih banyak pekerjaan yang dilakukan oleh sepasang tangan kita.
4. Waktu untuk mencuci tangan
a. Sebelum dan setelah makan
b. Sebelum mengobati luka pada kulit
c. Sebelum dan setelah merawat orang sakit
d. Sebelum melakukan kegiatan apa pun yang mencakup memasukan jari
dalam atau dekat pada mulut, mata, dll.
e. Setelah pakai WC (toilet)
f. Setelah menangani sampah
g. Setelah mengganti popok

h. Setelah main dengan atau menyentuh hewan, termasuk hewan


peliharaan
5. Enam Langkah cuci tangan
a. Ratakan sabun dengan kedua telapak tangan.
b. Gosokan punggung dan sela-sela jari tangan dengan tangan kanan dan
sebaliknya.
c. Gosokan kedua telapak tangan dan sela-sela jari.
d. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci.
e. Kemudian gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan
dan lakukan sebaliknya.
f. Gosok dengan memutar ujung jari ditelapak tangan kiri dan sebaliknya.

Daftar Pustaka
Ekasari, F, M. (2008). Keperawatan Komunitas. Jakarta : Trans Info Medika
JNPK_KR. (2004). Panduan Pencegahan Infeksi Untuk Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawiroharjo.
Susiati. (2008). Keterampilan Keperawatan Dasar Paket 1. Jakarta : Erlangga.
Tarwoto & Wartonah. (2000). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses
Keperawatan : Jakarta.