Anda di halaman 1dari 17

BAB I

RENCANA KEGIATAN DAN DESKRIPSI PROYEK

1.1

Latar Belakang
Pasa masa sekarang ini, dengan peningkatan jumlah penduduk dan

perekonomian maka jumlah limbah yang dihasilkan akan mengalami peningkatan


pula. IPAL Keramatwatu terletak di Kabupaten Serang, kerap tidak dapat
mencukupi untuk melayani pengolahan air limbahnya dibeberapa wilayah,
sehingga perlu penambahan kapasitas IPAL. Untuk itu, dipilihlah Kecamatan
Keramatwatu sebagai lokasi IPAL yang merupakan bagian wilayah Kota Serang
yang mempunyai potensi besar dalam bidang industri.
Peran IPAL Keramatwatu masih belum bisa memenuhi pelayanan
untuk Kecamatan Keramatwatu. Guna melayani kebutuhan masyarakat
secara menyeluruh maka, direncanakan dibangun pembangunan Instalasi
Pengelolaan Air Limbah (IPAL) domestik di Serang dengan luasan area
3 Ha dan dirancang dengan kapasitas beban organik 3 ton/hari untuk
melayani 130,675 orang.
Pada kawasan dengan luasan lahan tersebut secara bertahap akan
dibangun bangunan kantor, unit proses pengolahan fisik (Grit Chamber,
dan Bar Screen dengan ukuran > 50 mm) dan unit proses pengolahan
biologi (2 kolam aerobik, 1 kolam fakultatif, dan 1 kolam maturasi).
Oleh karena itu, rencana pembangunan ini adalah untuk memudahkan
pelayanan pengelolaan air limbah yang berasal dari masyarakat agar lebih optimal
dan memperbaiki kualitas lingkungan karena air limbah tidak dibuang ke badan
sungai Cidurian tanpa melalui pengelolaan sebelumnya. Air limbah yang dibuang
ke badan sungai penerima harus sudah sesuai dengan Baku Mutu Air Limbah
(Kepmen LH no. 05 Tahun 2012). Untuk hasil samping lumpur akan dikirim ke
pihak ketiga yaitu PPLI.

I-1

I-2

Mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05
Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/Atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dengan batasan rencana kegiatan pembangunan dengan luas
lahan 3 Ha dan 2,4 ton/hari atau setara dengan layanan untuk 100.000 orang, maka rencana
kegiatan tersebut di atas tergolong sebagai kegiatan yang wajib melakukan kajian studi AMDAL
dalam kegiatannya.
1.2. Tujuan dan Manfaat
1.2.1. Tujuan Rencana Kegiatan
Pada hakekatnya tujuan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) domestik
Keramatwatu adalah untuk menunjang pelayanan pengelolaan air limbah domestik dan
memperbaiki kualitas lingkungan di Serang.
1.2.2. Manfaat Rencana Kegiatan
Manfaat rencana kegiatan pembangunan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air
Limbah (IPAL) Domestik Keramatwatu adalah :
Perencanaan kegiatan ini untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan air limbah domestik di
wilayah Serang.
Mengurangi beban pengelolaan IPAL Keramatwatu.
Mengoptimalkan kinerja IPAL Keramatwatu.
Dapat melayani semua cakupan daerah pelayanan yang belum terlayani oleh IPAL
Keramatwatu.

1.3

Lokasi Rencana Kegiatan

1.3.1. Lokasi Rencana Kegiatan


Lokasi rencana kegiatan pembangunan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah
(IPAL) domestik di Keramatwatu dengan luasan area 3 Ha dan dirancang dengan kapasitas beban
organik 3 ton/hari untuk melayani 130,675 orang.

I-3

Batas wilayah Serang :


Sebelah Timur
Sebelah Selatan
Sebelah Barat
Sebelah Utara

: berbatasan dengan Kabupaten Tangerang


: berbatasan dengan Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang
: berbatasan dengan Kota Cilegon dan Selat Sunda
: berbatasan dengan Laut Jawa

I-4

1.3.2 Status Studi AMDAL


Status studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)
rencana proyek dilakukan setelah pekerjaan penyusunan Master Plan dan
pekerjaan penyusunan Site Plan dan konsep desain selesai dibuat, sehingga
penyajian data dan informasi dalam dokumen Amdal, khususnya yang berkaitan
dengan rencana kegiatan akan mengacu ke kedua pekerjaan tersebut di atas
disamping data lain yang tergali melalui asistensi dan diskusi.

1.4. Kesesuaian Lokasi Rencana Kegiatan dengan Rencana Tata Ruang


Wilayah (RTRW)
Peraturan Daerah Kota Serang No. 6 Tahun 2011 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kota Serang Tahun 2011-2031 lokasi rencana kegiatan diarahkan
menjadi IPAL Komunal. Lokasi rencana kegiatan pembangunan IPAL Komunal
Pemkot Serang

di Kramatwatu dan saat ini telah ada aturan dari Gubernur

Provinsi Banten.

1.5. Gambaran Umum Rencana Kegiatan


Penggunaan Lahan Eksisting
Pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) domestik di
Keramatwatu. Lokasi ini memiliki potensi yang sangat baik, yakni jauh dari
pemukiman dan dapat mencakup semua daerah layanan. Lahan ini semula
merupakan tanah masyarakat yang telah dan akan dibebaskan untuk kepentingan
Pemerintah. Penggunaan lahan eksisting di wilayah studi terdiri atas sawah dan
kebun masyarakat.
Rencana penggunaan lahan terbagi dalam 3 zona, yaitu :
a. Unit Proses Fisik, terdiri atas unit Bar screen, grit chamber, bak
sedimentasi, bak equalisasi, flotasi, transfer gas, dan lain-lain.
b. Unit Proses Biologi, termasuk unit proses ini antara lain: 2 Kolam aerobik,
2 kolam fakultatif, dan 1 kolam maturasi.
c. Unit Pelengkap, terdiri dari Laboratorium, gedung perkantoran, mess
operator, gudang perlengkapan, bengkel instalasi, rumah jaga, rumah dinas
pengawas instalasi, dan green house.

I-5

Tabel 1.1
Perincian Rencana Penggunaan Lahan

No
A.

B.

Penggunaan Lahan
Unit Proses Fisik
Bar Screen
Grit chamber
Bak sedimentasi
Bak equalisasi
Sludge drying bed (bak
pengering lumpur)
Unit Proses Biologi
Kolam Aerobik
Kolam Fakultatif
Kolam Maturasi
Unit Pelengkapan
Laboratorium
Gedung perkantoran
Mess operator
Gudang perlengkapan
Bengkel Instalasi
Rumah jaga
Rumah dinas pengawas
instalasi
Green

House

Luas lahan
(m2)

% Total

10
10
6100
6100
150

0,03
0,03
17,43
17,43
0,43

6800
6800
6800

19,43
19,43
19,43

124
824
58
239
412
8

0,35
2,35
0,17
0,68
1,18
0,02

530

1,51

35
35.000

0,10
100

(ruang

pengkondisian tanaman)
TOTAL
Sumber : Hasil Analisa

Adapun gambar skema proses pengolahan limbah IPAL Kramatwatu ditunjukkan


pada Gambar 1.2 dibawah ini :

I-6

Gambar 2.1 Skema Proses Pengolahan Limbah IPAL Kramatwatu


1.6

Tahapan Rencana Kegiatan

1.6.1 Tahap Pra Konstruksi

Perijinan Yang Telah Ditempuh


Pada saat ini perijinan yang telah diperoleh untuk rencana pembangunan

komplek perkantoran Pemda Kota bandung disajikan pada Tabel 1.2.


Tabel 1.2
Perijinan dan Kelengkapan Yang Telah Ditempuh
No

Jenis Perijinan
Peraturan

Nomor Ijin
No. 18 tahun

Daerah

2001

Detail Tata Ruang Kawaan

No. 08 Tahun

Kota Serang
Terkait dengan

Kota

Serang
Peraturan
Daerah

Kota

Pemberi Ijin
Walikota

Walikota

2008

Serang

Terkait

Keterangan
dengan Recana

pembangunan

rencana
Jangka

Panjang Daerah (RPJPD)

Sumber:

Kegiatan Konstruksi
a. Penetapan Tapak dan Sigi Lapangan
Penetapan Tapak
Lokasi rencana kegiatan pembangunan pembangunan komplek perkantoran
Pemda Kota Serang telah ditetapkan berdasarkan SK Walikota Kota Serang
berdasarkan perijinan yang telah disajikan pada Tabel 1.2.
Pemilihan rencana kegiatan ini telah dilakukan dengan mempertimbangkan
beberapa aspek yang mempengaruhi berdasarkan pertimbangan studi
kelayakan, DED dan pertimbangan teknis yang dilakukan berdasarkan
kajian sebelumnya.

I-7

Segi Lapangan
Sebelum pelaksanaan rencana kegiatan telah dilakukan segi lapangan oleh
Pemerintah Kota Serang konsultan penyusun studi kelayakan, DED tahun
2013.

b. Pembebasan Lahan
Lahan yang dibutuhkan untuk rencana kegiatan sekitar 3 Ha dan luas
lahan yang telah dibebaskan dan menjadi milik Pemerintah Kabupaten
Serang adalah sekitar 2 Ha, sedangkan sisa lahan 2 Ha masih dalam tahap
proses. Pelaksanaan kegiatan pembebasan lahan telah dilakukan oleh
Pemkot Kota Bandung melalui BPN selaku panitia pengadaan lahan.

Tahapan Proses Pengadaan Lahan


Tahapan proses pengadaan lahan akan meliputi: rapat koordinasi instansi
terkait,

sosialisasi/penyuluhan

berkaitan

dengan

rencana

kegiatan,

pengukuran pada lokasi yang akan terkena dampak, pendataan lahan yang
akan terkena rencana proyek kegiatan, evaluasi hasil pendataan,
pengumuman, rapat koordinasi pelaksanaan, musyawarah akan mengacu
pada Pepres 36 tahun 2005 dan Pepres 65 tahun 2006.
1.6.2 Tahap Konstruksi
a. Mobilisasi Tenaga Kerja
Perekrutan Tenaga Kerja
Jumlah tenaga kerja untuk konstruksi fisik berdasarkan kegiatan sejenis
diperkirakan dapat mencapai sekitar 450 orang termasuk seluruh tenaga
kerja skill, semi skill dan non skill. Perkiraan jumlah tenaga kerja disajikan
pada Tabel 1.3.

I-8

Pekerjaan tahap konstruksi akan ditangani oleh pihak kontraktor dan


perekrutan tenaga kerja akan mengacu pada keahlian dan kualitas pekerjaan
tenaga kerja yang bersangkutan dan memprioritaskan tenaga kerja lokal di
daerah sekitar proyek. Pekerjaan fisik akan ditangani oleh kontraktor untuk
masing-masing pekerjaan konstruksi.
Asal Tenaga Kerja
Tenaga kerja tahap konstruksi untuk tenaga kasar ataupun tenaga kerja semi
terlatih akan diprioritaskan dari penduduk setempat sesuai dengan
kualifikasi yang dibutuhkan khususnya yang berada di sekitar tapak proyek.
Bilamana tenaga kerja yang dibutuhkan tidak diperoleh akan mengambil
dari daerah sekitar untuk lingkup yang lebih luas lagi.

Tabel 1.3 Perincian Jumlah Tenaga Kerja Untuk Kegiatan Konstruksi


No
1
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.

Jenis Tenaga Kerja


Jumlah Orang
General manager
1
Site engineer/MP
1
Pelaksana struktur bangunan
1
Pelaksana mekanik-listrik
1
Pelaksana perpipaan
1
Pelaksana geodesi
1
Asisten pelaksana struktur bangunan
1
Asisten pelaksana mekanik-listrik
1
Asisten pelaksana perpipaan
1
Asisten pelaksana geodesi
4
Draftman
1
Estimator/quantity engineer
1
Administrasi teknis
2
Adminstrasi umum dan keuangan
2
Logistik dan pergudangan
2
Peralatan dan pemeliharaan alat
1
Supir kendaraan dump truck + kenek
10
Operator alat berat
4
Buruh lapangan/pekerja
25
Bagian Keamanan
4
Total Tenaga Kerja
450
Sumber : Dinas Cipta Karya Kota Serang, 2014

Spesifikasi
S1
S1
S1
S1
S1
S1
D3
D2
D3
S1
D3
S1
S1
S1/D3
D3
D3
SLTA/STM
STM
SLTA/SLTP
STLA

I-9

Prosedur Perektrutan Tenaga Kerja


Sebelum pelaksanaan penyerapan tenaga kerja oleh pihak kontraktor yang
terpilih akan melakukan koordinasi dengan aparat daerah setempat guna
melibatkan penduduk lokal sesuai kualifikasi dan kualifikasi baku yang
ditetapkan yang dibutuhkan proyek.

Bace Camp untuk Pekerja


Sebelum kegiatan pembangunan perkantoran Pemda Kabupaten Bandung
Barat dimulai, maka dilakukan pembangunan base camp/barak untuk
pekerja yang dibangun di sekitar tapak proyek. Bangunan akan dibuat tidak
permanen untuk pekerja selama kegiatan fisik berlangsung. Base camp
tersebut direncanakan dapat menampung sebagian para pekerja, baik untuk
tempat tinggal dan kantor proyek maupun kegiatan perbengkelan. Untuk itu
base camp dilengkapi dengan MCK, tempat penampungan sampah
sementara/TPS, peralatan kantor dan peralatan kendaraan/pertukangan
b. Mobilisasi Alat dan Bahan
Kebutuhan Material, Bahan dan Peralatan
Alat-alat yang digunakan pada tahap konstruksi antara lain, dump truk untuk
mobilisasi alat dan bahan, bulldozer, excavator, grader dan stomewalls
untuk pembukaan/pematangan lahan dan pembuatan jalan, dan lainnya
untuk konstruksi tiang pancang berupa crane pancang, concrete pump,
concrete bucket, concrete vibrator, compressor, mobile crane, jack hummer,
dll. Peralatan ini akan didatangkan dari Kota Serang dan sekitarnya
(Banten). Sementara pada saat pelaksanaan pengangkutan material/bahan
bangunan dengan menggunakan truk, kontraktor akan berkoordinasi terlebih
dahulu dengan instansi terkait, antara lain yaitu Dinas Perhubungan Kota

I-10

Serang,

sehingga

kegiatan

mobilisasi

dapat

dilakukan

dengan

meminimalkan gangguan lalulintas ke lingkungan sekitarnya.


Adapun jenis material dan bahan utama yang akan digunakan, antara lain
meliputi: pasir pasang, pasir beton, batu split, bata merah, tanah urugan,
rumput, semen, pipa-pipa, besi beton, baja, kayu, aspal, lembaran non
woven geotextile, black rubber fibres, paving block, batu alam dan material
finishing seperti cat, ubin/keramik, kunci-kunci dan kaca. Material-material
tersebut didatangkan dari wilayah Kabupaten Serang, Serang, dan
Sekitarnya seperti pasir, batu split dan pasir beton, kayu.
Sementara yang didatangkan dari luar Kota Serang seperti kaca, besi dan
baja dari Cilegon, sedangkan semen dari Cilegon. Kebutuhan material pada
tahap konstruksi dapat dilihat pada Tabel 1.4.
Tabel 1.4
Kebutuhan Material Pada Tahap Konstruksi
N

Spesifikasi Material

Unit

Volume

o
1
2
3
4
5
6
7
8

Batu kali
Pasir
Semen
Hebel
Besi
Grass block (40 x 30 cm)
Beton
Gypsum

M3
M3
Zak
Buah
Ton
Buah
M3
Lemba

20.00
4.082
21.364
229.152
3.000
12.500
24.000
17.000

r
9
Keramik
M2
11.000
10 Metal deck
M2
8.000
11 Kap baja
Ton
600
Sumber : Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Serang, 2016

Tabel 1.5
Jenis Alat Berat Untuk Kegiatan Konstruksi
N

Jenis & Tipe Peralatan

Volume

Kegunaan

o
1
2
3
4

Crane panjang
Crane service
Excavator
Bulldozer

3
2
1
2

Pancang
Erection baja
Cut and Fill, Perataan tanah
Perataan

I-11

5
Vibro
1
Pemadatan
6
Dump-truck
4-8
Erection baja
7
Truk
5-10
Pengangkutan, mobilisasi
8
Back-hoe
4
Pengangkutan
9
Molen
2
Pengadukan semen
10 Hydraulic jack-hammer
1
Pemancangan
Sumber : Dinas Cipta Karya Kota Serang, 2016

Guna menghindari kerusakan jalan yang digunakan untuk mobilisasi alat


bahan, maka akan mensyaratkan kepada pelaksana kontraktor angkutan
untuk:

Melaksanakan kegiatan mobilisasi sesuai dengan tonase kendaraan yang


digunakan yang disesuaikan dengan kelas jalan.

Pembatasan kecepatan kendaraan sesuai kelas jalan dan lebar jalan serta
penggunaan kendaraan yang laik jalan guna meminimalkan bising ke
lingkungan sekitar.

Menggunakan terpal penutup bak truk bagi yang mengangkut tanah pada
saat pematangan lahan, agar tanah tidak berceceran dan mengotori jalan
setempat.

Menggunakan kendaraan angkutan yang telah lolos uji emisi guna


meminimalkan pencemar udara.

c. Pembangunan Fisik
Pembangunan Sarana dan Prasarana
Konstruksi IPAL komunal Keramatwatu di Kota Serang secara garis besar
dibagi 3 (tiga) pekerjaan yaitu, Pekerjaan Struktur, Pekerjaan Arsitektur, dan
Pekerjaan Mekanikal-Elektrikal (M & E).
Pekerjaan Struktur
Pekerjaan struktur yang terkait langsung dengan masalah dampak terhadap
lingkungan adalah Pekerjaan pondasi selain Pekerjaan tanah dan Pekerjaan
struktur pada bangunan-bangunan utama.

I-12

Pada Pekerjaan pondasi terutama untuk bangunan perkantoran kegiatan


utamanya adalah pembuatan tiang pancang beton 450450 & 400400
dengan kedalaman 18 m, termasuk menyediakan tempat di lapangan,
mobilisasi dan demobilisasi peralatan pemancangan, memindah-mindahkan
alat pemancang, setting out, mendatangkan tiang pancang, pemancangan
dan pengetesan lateral dan axial serta semua alat bantu yang dibutuhkan.
Pada pekerjaan struktur atas meliputi pembuatan tangga dan rangka
konstruksi baja. Pekerjaan struktur atas ini terdiri dari pekerjaan kolom,
balok, balok lisplang dan lantai. Untuk pembuatan tangga ini bahannya
merupakan beton bertulang mutu K-300, termasuk tulangan besi baja dan
kegiatannya meliputi bekesting, pengecoran setempat, pembukaan bekesting
acian dan perataan permukaan sesuai dengan persyaratan teknis serta semua
alat bantu yang diperlukan, sedangkan untuk rangka konstruksi baja,
meliputi pekerjaan kolom dan rangka kuda-kuda, balok anak dan balok
pengaku, gording dan ikatan angin, kabel gantung HTB dia. 56 mm, balok
beton. Rangka kuda-kuda terbuat dari pelat dengan tebal bervariasi dengan
konstruksi las dan baut terpasang pada posisinya.
Pekerjaan Arsitektur
Pekerjaan arsitektur, antara lain, meliputi: pekerjaan atap dan penutupnya,
pekerjaan pintu dan jendela kaca, dan pekerjaan dinding precast dan
penyelesaiannya, dll.
Pekerjaan atap dan penutupnya: penutup atap dipasang sesuai
rekomendasi manufakturnya, ketebalan dan warna mengikuti spesifikasi
teknis.
Pekerjaan pintu dan jendela : pintu dan jendela dari rangka
aluminium/kayu dengan kaca tebal 10 cm terpasang lengkap termasuk
alat pengunci dan penggantung.
Pekerjaan dinding precast dan penyelesaiannya : dinding terbuat dari
pasangan batu bata tebal 12 cm. Pekerjaan ini juga meliputi plesteran
balok dan kolom, dinding kamar mandi, dan railing setinggi 80 cm. Pada

I-13

dinding kamar mandi akan dipasang keramik 20 x 20 cm dan untuk


railing akan dibuat dari komponen pipa galvanis di 1, 1 , dan 2
dirakit dengan las.

Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal


Pekerjaan mekanikal dan elektrikal, antara lain terdiri dari:
Pemasangan perpipaan (plumbing) untuk air bersih, air hujan dan air
kotor termasuk pipa bawah tanah.
Pemasangan pompa-pompa, seperti pompa kebakaran, pompa reservoir
raw water dan pompa penyiraman.
Pemasangan alat pemadam kebakaran ringan (fire extinguiser) dan
hydrant box dan hydrant pillar.
Pemasangan mesin diesel/genset dan transformer.
Pemasangan panel-panel, termasuk: panel distribusi utama (Low Voltage
Main Distribution Panel - LVMDP), panel sub distribusi (SDP), panel
lighting/AC dan utility serta pemasangan panel distribusi untuk ruang
transmisi yang di supply langsung dari LVMDP.
Pemasangan sistem proteksi yang meliputi: proteksi untuk sistem listrik,
panel SDP dan panel-panel distribusi daya lainnya, semua bagian metal
dari peralatan listrik (dengan sistem pembumian sesuai peraturan umum
instalasi penangkal petir), dan untuk LVMDP pada sisi incoming dan
outgoing harus dilengkapi dengan surge arrester, termasuk pada SDP dan
panel distribusi daya.
Pemasangan sistem penerangan dan stop kontak.
Pemasangan listrik arus lemah (komunikasi) dan sistem tata suara.

I-14

Berikut ini merupakan sarana dan prasarana yang direncanakan pada


pembangunan IPAL Keramatwatu Pemerintahan Kota Serang.
Prasarana Jalan
Jalan menggunakan 1 jalur masuk dan keluar pada ruas Jalan Pamekar
Timur Konstruksi jalan berupa beton dan conblok.

Area Parkir Kendaraan


Fasilitas penunjang yang akan dibangun antara lain adalah lahan parkir.
Lahan perparkiran yang akan dibangun seluas 31.209 m2 dengan
menggunakan material grassblock yang akan memungkinkan air hujan
meresap kedalam tanah. Fasilitas perparkiran ini dapat menampung
kendaraan sebanyak 1.838 unit kendaraan, terdiri dari 1.313 mobil, 25 bus
dan 1.000 sepeda motor.
Prasarana Drainase dan Pembangunan Sumur Resapan
Drainase direncanakan dari beton precast type U-ditch (saluran terbuka) dan
Buis Beton (saluran Tertutup). Menurut Permen LH No.12 tahun 2009 Pasal
3 disebutkan bahwa setiap penanggung jawab bangunan wajib melakukan
pemanfaatan air hujan. Pemanfaatan air hujan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dilakukan dengan cara membuat: Kolam pengumpul air hujan,
sumur resapan; dan/atau lubang resapan biopori. Menurut Pasal 4
disebutkan bahwa Pemerintah kabupaten/kota melakukan pemantauan dan
pengawasan terhadap pelaksanaan pemanfaatan air hujan. Air hujan akan
diresapkan langsung ke dalam tanah dan di serap melalui sumur resapan
untuk selanjutnya dialirkan ke waduk yang akan menampung air hujan di
kawasan komplek perkantoran.
Perhitungan sumur resapan berdasarkan Permen LH No.12 tahun 2009
adalah sebagai berikut:
-

Setiap penutupan lahan seluas 50 m2 dibuat 1 buah sumur resapan.

Luas lahan tertutup bangunan sebesar 40.000 m2.

Jumlah sumur resapan: 40.000 m2 : 50 m2 = 800 buah.

I-15

Penggunaan lahan ini berupa lahan tertutup bangunan sebesar 40 % atau


sebesar 14.000 m2. Tutupan lahan ini dapat mempengaruhi besarnya air
larian yang masuk ke badan air penerima.
Energi Listrik
Jaringan listrik merupakan salah satu sarana utilitas yang sangat diperlukan
untuk operasionalisasi kegiatan ini.
Di kawasan ini direncanakan sistem jaringan kabel bawah tanah untuk
menghindari ketidakteraturan view kawasan dan untuk memberikan tingkat
keamanan yang lebih baik. Bangunan pembangkit listrik mandiri (Genset)
yang Direncanakan sebagai sumber cadangan. Kebutuhan listrik untuk
komplek perkantoran sebesar 2.000 KVA.
Jaringan Komunikasi
Jaringan komunikasi di komplek perkantoran terdiri dari jaringan
telekomunikasi eksternal dan internal. Jaringan telekomunikasi eksternal
ditujukan untuk hubungan antara gedung atau antara gedung dan luar
gedung baik lokal maupun interlokal. Sarana yang direncanakan jaringan
PT. Telkom baik dengan media kabel maupun wireless.
Sedangkan jaringan komunikasi internal ditujukan untuk hubungan di dalam
gedung itu sendiri. Sarana yang direncanakan jaringan intercom atau
fasilitas PABX, Hotspot area, media centre.
Ruang Terbuka Hijau
Secara umum ruang terbuka hijau merupakan zona tidak terbangun yang
akan dikembangkan untuk beberapa fungsi aktivitas, fungsi ekologis
maupun fungsi estetis. Pada prinsipnya semua fungsi tersebut dapat
menunjang seutuhnya fungsi kawasan secara menyeluruh, untuk RTH yang
berfungsi sebagai Buffer Zone. Ruang terbuka hijau erat kaitannya dengan
BCR atau KDB (rasio liputan bangunan). BCR secara keseluruhan dalam
zona inti kawasan adalah sekitar 3,63 % lahan bangunan dan 82,64 % lahan
hijau.
Pekerjaan Pemasangan Perlengkapan Pencegah Kebakaran

I-16

Sistem penanggulangan kebakaran akan menggunakan peralatan dan system


penanggulangan kebakaran yang seefisien mungkin dengan perincian
sebagai berikut:

Alat pemadam Api Ringan (Fire Extinguesher)

Sistem Hydrant

Kotak hidran gedung dan peralatannya

Hidran halaman (Pillar & kotak hydrant) dan peralatannya

Pompa hidran / sprinkler listrik

Pompa hidran / sprinkler diesel

Pompa Jockey hidran / sprinkler

Instalansi pipa hidran

Sistem Sprinkler

Sprinkler head

Pompa sprinkler / hidran listrik

Pompa hidran / sprinkler diesel

Pompa Jockey hydrant/sprinkler

Instalansi pipa hidran / sprinkler

Sistem Deteksi Kebakaran

Heat Detector (detector panas)

Manual Iniating Device (manual alarm box, alarm box, alarm lawp &
alarm bell)

Central Fire Control Panel

Instalansi Kabel Detector

Sambungan Regu Pemadam Kebakaran Kota

Pressurized Fan

Lift Kebakaran dan Tangga Darurat

Kapasitas tangga darurat dan lift kebakaran dan instalansi sistem


penanggulangan kebakaran akan mengacu pemenuhan persyaratan sesuai
pada peraturan-peraturan yang berlaku dari instalansi terkait.

I-17

1.6.3 Tahap Operasi


a. Mobilisasi dan Perekrutan Tenaga Kerja
Pada tahap operasional kegiatan perkantoran tidak akan direkrut tenaga
kerja baru, karena tenaga kerja merupakan tenaga kerja lama yang telah
bekerja pada dians pekerjaan umum di Kota Serang.
Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk operasional Hotel sebanyak 50
orang. Karyawan untuk kegiatan perhotelan mayoritas bertempat tinggal
disekitar wilayah studi, sedangkan sisanya dari luar wilayah studi.

b. Pemeliharaan Sarana dan prasarana


Operasional Penyediaan Air Bersih
Sumber air bersih untuk memasok kebutuhan operasional sumber air utama
diharapkan dari mata air Citarum dengan kapasitas 20 L/detik. Air tersebut
ditampung ditangki air bawah (ground water tank (GWT)) dengan kapasitas
150 m3 kemudian dipompakan ke tangki air atas (roof tank). Air dari tangki
atas akan dipompakan ketiga lantai teratas dan dialirkan secara grafitasi
untuk semua lantai dibawahnya. Dengan standar kebutuhan air bersih
sebesar 120 L/orang/hari dan untuk penyiraman 0,864 L/m2/hari (sumber:
Kepmen Kimpraswil No. 534 KPTS M 2001).