Anda di halaman 1dari 7

PROSEDUR PEMASANGAN AKBK / IMPLANT

No. Dokumen
445.1/263.04/SPO/III/2015

No. Revisi

Halaman
1/ 1

0
RSUD I. A. Moeis
Samarinda
Standar Prosedur
Operasional

Tanggal terbit

Ditetapkan
Direktur

1 Maret 2015
dr. Hj. Mieke Dhipa Anggraeni, M.Kes
NIP. 19581222 198709 2 001
PE NGERTIAN

AKBK / implant (alat kontrasepsi bawah kulit) adalah metode


kontrasepsi hormonal yang efektif tidak permanen dan dapat mencegah
kehamilan anatara 3 sampai 5 tahun, yang di pasang di bawah kulit.

TUJUAN

Untuk mencegah / menjarangkan kehamilan.

KEBIJAKAN
PROSEDUR

SK Direktur RSUD I.A Moeis Tentang SPO Keperawatan


A. PERSIAPAN ALAT
1. Meja periksa untuk tempat tidur klien
2. Penyangga lengan atau meja samping
3. Sabun untuk mencuci tangan
4. Kapsul implant dalam kemasan steril
5. Kain penutup steril (doek)
6. 3 mangkok steril (1 untuk larutan antiseptic, 1 untuk tempat
air DTT/steril, kapas dan 1 untuk tempat kapsul implant) .
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

kapsul implant -2 Plus dan Fin ada di dalam trokar steril


Sarung tangan steril
Larutan antiseptik
Anestesi local (konsentrasi 1% tanpa epinefrin)
Tabung suntik (5 atau 10 ml) dan jarum suntik (needle no 22)
Trokar no 10 dan pendorongnya
Scalpel no 11
Pola terbuat dari plastik (template) untuk menandai posisi

kapsul (huruf V)
14. Band aid (plester untuk luka ringan) atau kassa steril dengan
plester
15. Kassa pembalut
16. Epinefrin untuk syok anafilaktik (harus selalu tersedia untuk
keadaan darurat)

PROSEDUR PEMASANGAN AKBK / IMPLANT


No. Dokumen
445.1/263.04/SPO/III/2015

No. Revisi

Halaman
1/ 1

0
RSUD I. A. Moeis
Samarinda
Standar Prosedur
Operasional

Tanggal terbit

Ditetapkan
Direktur

1 Maret 2015
dr. Hj. Mieke Dhipa Anggraeni, M.Kes
NIP. 19581222 198709 2 001
B. PERSIAPAN PASIEN
1. Salam therapeutik
2. Klien diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan di lakukan
3. Memastikan kembali bahwa klien telah mantap memilih
metode AKBK.
4. Mempersilahkan dan mengatur posisi klien
C. PELAKSANAAN
1. Memastikan kembali bahwa klien telah mantap memilih
2.

metode AKBK.
Melakukan seleksi klien (anamnesa) secara cermat untuk
memastikan tidak ada masalah kondisi kesehatan sebagai

3.
4.

pemakai AKBK tentang riwayat kesehatan reproduksinya


Jelaskan tindakan yang akan dilakukan kepada pasien
Pastikan klien telah mencuci dan membilas lengan atas hingga

5.

bersih
Lapisi tempat penyangga lengan atau meja samping dengan

6.

kain bersih
Persilahkan klien berbaring dengan lengan atas yang telah
disiapkan, ditempatkan di atas meja penyangga, lengan atas

7.

membentuk sudut 30o terhadap bahu


Tentukan tempat pemasangan yang optimal, 8 cm di atas

8.

lipatan siku dan reka posisi kapsul di bawah kulit


Siapkan tempat peralatan dan bahan serta buka bungkus steril
tanpa menyentuh peralatan yang ada di dalamnya, untuk

9.

implant-2 Plus sudah berada dalam trokar


Buka dengan berhati-hati kemasan steril Norplan dengan

PROSEDUR PEMASANGAN AKBK / IMPLANT


No. Dokumen
445.1/263.04/SPO/III/2015

No. Revisi

Halaman
1/ 1

0
RSUD I. A. Moeis
Samarinda
Standar Prosedur
Operasional

Tanggal terbit

Ditetapkan
Direktur

1 Maret 2015
dr. Hj. Mieke Dhipa Anggraeni, M.Kes
NIP. 19581222 198709 2 001
menarik kedua lapisan pembungkus dan jatuhkan seluruh
kapsul ke dalam mangkuk steril, untuk implan-2 plus, kapsul
sudah berada di dalam trokar.
10. Cuci tangan dengan sabun dan air, keringkan dengan kain
bersih
11. Pakai sarung tangan steril/DTT
12. Atur alat dan bahan-bahan sehingga mudah dicapai
13. Persiapkan tempat insisi dengan mengoleskan larutan
antiseptic. Hapus antiseptic yang berlebihan bila larutan ini
mengaburkan tanda yang sudah dibuat sebelumnya
14. Fokuskan area pemasangan dengan menempatkan kain
penutup (doek) . letakkan kain steril di bawah lengan atas
15. Setelah memastikan tidak ada riwayat alergi( dari anamnesa)
terhadap obat anastesi, isi alat suntik dengan 3 ml obat
anastesi (lidocaine 1% tanpa epinefrin)
16. Lakukan anastesi local. Intrakutan dan subkutan. Hal ini akan
membuat kulit terangkat dari jaringan lunak di bawahnya dan
dorong jarum untuk menyuntikkan anestesi pada kedua jalur
kapsul (masing-masing 1 ml membentuk huruf V
17. Sebelum membuat insisi, pastikan efek anestesi telah
berlangsung dan sensasi nyeri hilang.
18. Pegang scalpel dengan sudut 45o , buat insisi dangkal hanya
untuk menmbus kulit
19. Ingat keguanaan ke-2 tanda trokar. Trokar harus dipegang
dengan ujung yang tajam menghadap ke atas. (ada tanda

PROSEDUR PEMASANGAN AKBK / IMPLANT


No. Dokumen
445.1/263.04/SPO/III/2015

No. Revisi

Halaman
1/ 1

0
RSUD I. A. Moeis
Samarinda
Standar Prosedur
Operasional

Tanggal terbit

Ditetapkan
Direktur

1 Maret 2015
dr. Hj. Mieke Dhipa Anggraeni, M.Kes
NIP. 19581222 198709 2 001
pada trokar, tanda (1) dekat pangkal menunjukkan batas
trokar dimasukkan ke bawah kulit sebelum memasukkan
setiap kapsul. Tanda (2) dekat dengan ujung menunjukkan
batas trokar yang harus tetap di bawah kulit setelah
memasang setiap kapsul).
20. Dengan ujung yang tajam menghadap ke atas dan pendorong
di dalamnya, masukkan ujung trokar melalui luka insisi
dengan posisi 45o kemudian turunkan menjadi 30o saat
memasuki lapisan subdermal dan sejajra permukaan kulit saat
mendorong hingga tanda (1)
21. Untuk meletakkan kapsul tepat di bawah kulit, angkat trokar
ke atas, sehingga kulit terangkat. Masukkan perlahan dan hatihati kea rah tanda (1)
22. Saat trokar masuk sampai tanda (1), cabut pendorong dari
trokar
23. Masukkan kapsul pertama ke dalam trokar. Gunakan pinset
atau klem untuk mengambiol kapsul dan memasukkan ke
dalam trokar.( bila kapsul di ambil dengan tangan, pastikan
sarung tangan tersebut bebas dari bedak tau partikel
lain).untuk mencegah kapsul jatuh pada waktu dimasukkan ke
dalam trokar, letakkan satu tangan di bawah kapsul untuk
menangkap bila kapsul jatuh. Dorong kapsul sampai
seluruhnya masuk ke dalam trokar dan masukkan kembali

PROSEDUR PEMASANGAN AKBK / IMPLANT


No. Dokumen
445.1/263.04/SPO/III/2015

No. Revisi

Halaman
1/ 1

0
RSUD I. A. Moeis
Samarinda
Standar Prosedur
Operasional

Tanggal terbit

Ditetapkan
Direktur

1 Maret 2015
dr. Hj. Mieke Dhipa Anggraeni, M.Kes
NIP. 19581222 198709 2 001
pendorong.
24. Gunakan pendorong untuk mendorong kapsul kea rah ujung
trokar sampai terasa ada tahanan ( jika setengah bagian
pendorong masuk ke dalam trokar).
25. Tahan pendorong di tempatnya, kemudian tarik trokar dengan
menggunakan ibu jari dan telunjuk mendekati pangkal
pendorong sampai tanda (2) muncul di luka insisi, dan
pangkalnya menyentuhpegangan pendorong
26. Saat pangkal trokar menyentuh pegangan pendorong, tanda(2)
harus terlihat di tepi luka insisi dan kapsul saat itu keluar dari
trokar tepat di bawah kulit. Raba ujung kapsul dengan jari
untuk memastikan kapsul keluar seluruhnya dari trokar.
27. Tanpa mengeluarkan seluruh trokar, putar ujung dari trokar ke
arah lateral kanan dan kembalikan lagi ke posisi semula untuk
memastikan kapsul pertama bebas.
28. Selanjutnya geser trokar sekitar 30o, mengikuti pola V pada
lengan (fiksasi kapsul pertama dengan jari telunjuk) dan
masukkan kembali trokar pelan-pelan sepanjang sisi jari
telunjuk sampai tanda (1).
29. Bila tanda (1) sudah tercapai, masukkan kapsul berikutnya ke
dalam trokar dan lakukan hal yang sama seperti langkah
sebelumnya.
30. Pada pemasangan kapsul berikutnya, untuk mengurangi risiko
infeksi atau ekspulsi, pastikan bahwa ujung kapsul yang

PROSEDUR PEMASANGAN AKBK / IMPLANT


No. Dokumen
445.1/263.04/SPO/III/2015

No. Revisi

Halaman
1/ 1

0
RSUD I. A. Moeis
Samarinda
Standar Prosedur
Operasional

Tanggal terbit

Ditetapkan
Direktur

1 Maret 2015
dr. Hj. Mieke Dhipa Anggraeni, M.Kes
NIP. 19581222 198709 2 001
terdekat kurang dari 5 mm dari tepi luka insisi. Pastikan juga
jarak antara ujung setiap kapsul yang terdekat dengan tepi
luka insisi (dasar huruf V) tidak lebih lebar dari 1 kapsul.
31. Sebelum mencabut trokar, raba kapsul untuk memastikan
kedua kapsul telah terpasang.
32. Pastikan ujung dari nkedua kapsul harus cukup jauh dari luka
insissi (sekitar 5 mm). bila sebuah kapsul keluar atau terlalu
dekat dengan luka insisi, harus di cabut dengan hati-hati dan
dipasang kembali di tempat yang tepat.
33. Setelah kedua kapsul terpasang dean posisi setiap kapsul
sudah dipastikan tepat, keluarkan trokar pelan-pela. Tekan
tempat insisi dengan jari menggtunakan kassa selama 1 menit
untuk

menghentikan

perdarahan.

Bersihkan

tempat

pemasangan dengan kassa antiseptic.


34. Menutup luka insisi
35. Temukan tepi kedua luka insisi dan gunakan band aid atau
plester dengan kassa steril untuk menutup luka insisi, luka
insisi tidak perlu dijahit karena dapat menimbulkan jaringan
parut.
36. Periksa

adannya

pemasangandengan

perdarahan.
pembalut

untuk

Tutup
hemostasis

daerah
dang

mengurangi memar (perdarahan subkutan)


37. Pembuangan darah dan dekontaminasi
38. Sebelum melepas sarung tangan, masukkan alat-alat ke wadah
yang berisi larutan klorin 0,5% untuk dekontaminasi.

PROSEDUR PEMASANGAN AKBK / IMPLANT


No. Dokumen
445.1/263.04/SPO/III/2015

No. Revisi

Halaman
1/ 1

0
RSUD I. A. Moeis
Samarinda
Standar Prosedur
Operasional

Tanggal terbit

Ditetapkan
Direktur

1 Maret 2015
dr. Hj. Mieke Dhipa Anggraeni, M.Kes
NIP. 19581222 198709 2 001
Dekontaminasi juga jarum dan alat suntik, pendorong dan
trokar.
39. Kain penutup taruh di tempat cucian
40. Buang bahan-bahyan terkontaminasi ke tempat yang telah
disediakan
41. Celupkan tangan dalam larutan klorin buka dalam keadaan
terbalik dan rendam
42. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan.
43. Amati klien lebih kurang 15-20 menit untuk kemungkinan
perdarahan

dari

luka

insisi

atau

efek

lainsebelum

memulangkan klien. Beri petunjuk untuk perawatan luka


insisi setelah pemasangan, kalu bias secara tertulis.
44. Buat catatan pada rekam medic tempat pemasangan kapsul
dan kejadian tidak umum yang mungkin terjadi selama
UNIT TERKAIT

pemasangan
Poli Kebidanan