Anda di halaman 1dari 9

RUMAH SAKIT TINGKAT IV IM 07.

01 LHOKSEUMAWE

HASIL MONITORING DAN EVALUASI


PENGELOLAAN LINEN DI RUANG LAUNDRY
RUMKIT TK IV IM 07.01 LHOKSEUMAWE

RUMAH SAKIT TK IV IM 07.01 LHOKSEUMAWE


2016

HASIL MONITORING DAN EVALUASI PENGELOLAAN LINEN


DI RUANG LAUNDRY
RUMKIT TK IV IM 07.01 LHOKSEUMAWE
TAHUN 2016
I. PENDAHULUAN
Penyediaan linen bersih, serta proses pembersihan linen kotor
merupakan tugas dan tanggung jawab RS selaku penyedia layanan
kesehatan bagi pasien yang dirawat inap.
Linen merupakan alat tenun yang fungsinya penting bagi pasien yang
dirawat inap yaitu sebagai kenyamanan, keindahan dan kerapihan di suatu
ruang perawatan contohnya seperti alat tenun seperti linen/sprey tidur, baju
operasi dan sebagainya.
Linen yang kotor terkontaminasi cairan tubuh pasien merupakan
sumber infeksi penyakit yang bisa menularkan ke petugas ruangan, pekarya,
petugas laundry dan lingkungannya. Linen kotor terkontaminasi cairan tubuh
pasien harus segera dikelola dengan menerapkan kewaspadaan standar bagi
petugas guna mencegah transmisi penularan penyakit.
Ruang laundry merupakan bagian unit pelayanan RS yang bertugas
menyediakan linen bersih dan membersihkan linen linen yang tercemar mulai
dari perendaman hingga penyetrikaan.
Proses Pencegahan dan pengendalian infeksi dimulai dari proses
transfer linen yang bersih, harum dan nyaman sampai dengan penyimpanan
linen bersih tertutup di ruangan selanjutnya mengantar alat tenun kotor
tercemar infeksi dan non infeksi dari ruangan ke ruang laudry.
Untuk meningkatkan mutu layanan penyedian linen di Ruang laundry
Perlu monitor dan evaluasi berkelanjutan pihak-pihak terkait.
Berdasarkan fenomena diatas maka diperlukan monev dan tindak
lanjut bagi kemajuan ruang laudry kedepan

II. TUJUAN
A. TUJUAN UMUM
Memonitoring dan mengevaluasi pengelolaan linen bersih dan kotor di ruang
Laundry Tahun 2016
2

1.

B. TUJUAN KHUSUS
memonitor dan mengevaluasi

2.

tercemar cairan tubuh pasien tahun 2015


memonitor dan mengevaluasi fasilitas pengelolaan linen kotor tidak tercemar

pengelolaan linen kotor tidak tercemar dan

dan tercemar di ruang laudry tahun 2015


III. TEHNIK PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan monitor/pengamatan dilakukan oleh tim PPIRS dengan mengisi
Lembar Observasi berupa instrument PENILAIAN Monitoring dan evaluasi
kegiatan fasilitas, pengelolaan linen kotor tercemar dan tidak tercemar cairan
tubuh pasien.
IV.WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Monev telah dilakukan setiap bulan minggu pertama di Ruang laundry oleh 2
orang dari tim PPIRS yang ditunjuk oleh ketua tim.
V. SASARAN
1

Petugas yang diamati semuanya mulai dari proses penerimaan linen kotor
sampai dengan distribusi linen bersih ke ruangan. Petugas terbagi 2 shift jaga

pagi dan sore


Fasilitas di ruang laundy
VI. TEHNIK EVALUASI

Instrument yang terisi setiap bulannya dikumpulkan dan di tabulasi


dijumlahkan jawaban Ya dibagi total indicator ( ya+tidak) hasilnya di
persentase JUMLAH = Jawaban ya / jawaban ya dan tidak x 100% Kemudian

2
3

discoring
kemudian mencari rata-rata nilai yaitu jumlah setiap bulan ditambahkan
semuanya kemudian dibagi 12 bulan dan dikalikan 100%
Skala penilaian
Nilai dibawah <60 kurang baik
Nilai 71-86 cukup baik
Nilai >87 baik sekali

VII. HASIL MONITORING PENGELOLAAN LINEN DI RUANG LAUNDRY TAHUN


2015
3

VII.1 HASIL MONITORING FASILITAS PENGELOLAAN LINEN

FASILITAS PENGELOLAAN LINEN TAHUN 2015


100
80
60
NILAI CAPAIAN DALAM %

40
20
0

Nilai Rata-rata pertahun =14/27x100= 52%

VII.2 HASIL MONITORING DAN EVALUASI PENGELOLAAN LINEN DI RUANG


LAUNDRY TAHUN 2015

nilai capaian dalam %

90
80
70
60
50
40
30
20
10
0

Pengelolaan Linen di Instalasi Laundry

Nilai Rata-rata pertahun = 884/12x100%= 73,67%

VII.1 ANALISA HASIL MONITORING DAN EVALUASI PENGELOLAAN LINEN DI


RUANG LAUNDRY
VII.1 ANALISA HASIL MONEV FASILITAS DI PENGELOLAAN LINEN
Hasil monitoring dan evaluasi fasilitas pengelolaan linen di ruang
laundry tahun 2015 yaitu rata-rata sangat kurang baik yaitu 53% dimana
lembar observasi untuk indicator penilaian memiliki kelemahan yaitu gedung
laundry belum standar dimana salah satunya tidak ada ruangan khusus
penerimaan linen kotor yang berisi timbangan, meja untuk pencatatan data
dari pekarya ruangan. Serta bagian ruangan lainnya seperti perendaman,
pencucian, penyetrikaan, pelipatan dan penyimpanan masih belum standar.
Selanjutnya belum ada petunjuk pemakaian dan pelepasan APD, belum ada
kode/tanda panas, belum tersedia petunjuk rehidrasi cairan bagi petugas,
dan petunjuk penatalaksanaan bila petugas terkena bahan kimia, petugas
belum tahu sumber air yang disepakati bila terjadi air mati, belum tersedia
sepatu tertutup,kurangnya handscrub di tempat penyimpanan linen bersih.

VII.2. ANALISA HASIL MONEV PROSES PENGELOLAAN LINEN DI RUANG


LAUNDRY TAHUN 2015
Hasil monitoring dan evaluasi pengelolaan linen cukup baik yaitu
dengan rata-rata NILAI 73,67%. Kelemahan di ruang laundry ini adalah linen
terkontaminasi cairan tubuh masih dikelola diruangan tidak terjadi proses
perendaman dan penyikatan linen di ruang laundry,selanjutnya cuci tangan
belum dilaksanakan dengan benar dan pelaporan belum ditembuskan ke
PPIRS.

VIII. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil monev diatas dapat disimpulkan:
VII. 1. Fasilitas pengelolaan linen di ruang laundry kurang baik nilai rata-rata 53%
VII.2 . Proses pengelolaan linen di instlasi laundry cukup baik yaitu rata-rata 73,67%
IX. RENCANA TINDAK LANJUT
Untuk 2015 perlu direalisasikannya yaitu:
IX.1

membuat gedung ruang

laundry sesuai standar mengacu prinsip standar

ruangan laudry
IX.2 berkoordinasi dengan ruang laundry untuk membuat petunjuk pemakaian dan
pelepasan APD, pentingnya petunjuk dan fasilitas rehindrasi di area panas di
ruangan ruang laundry, alur penatalaksanaan bila terkena bahan kimia yang
menarik untuk dibaca dan mudah di pahami.

IX.3

membuat kesepakatan bagi petugas laundry untuk menyimpan sumber air


cadangan yang digunakan apabila sumber air RS mati/tidak berfungsi saat
mata petugas terpapar cairan kimia.

IX.4

berkoordinasi dengan bagian IPSRS tentang member/membuat tanda/kode


merah pada zona panas seperi penyetrikaan.

IX.5

merekomendasikan penyediaan alas kaki tertutup dan menambah penyediaan


cuci tangan berbasis alcohol di lokasi distribusi linen bersih di ruang laundry

IX.6

monitoring dan evaluasi program kegiatan di ruang laundry

Ketua Panitia PPIRS

dr. Andi Mahato Lase

LEMBAR OBSERVASI
MONITORING DAN EVALUASI DI RUANG LAUNDRY
RUMKIT TK IV IM 07.01 LHOKSEUMAWE
Bulan :
N
O
I

Tahun:
INDIKATOR PENILAIAN

TIDA

I. FASILITAS RUANG LAUNDRY


1

Ada tempat serah terima linen kotor ke laundry dari pekarya

ruangan
Ada ruangan /sekat ruang dan tempat penyikatan untuk

3
4
5
6
7
8
9
10

perendaman linen infeksi segera dibersihkan setelah linen datang


Ada ruangan khusus pencucian
Ada ruangan khusus untuk pengeringan
Ada ruangan khusus untuk penyetrikaan
Ada ruangan khusus untuk pelipatan
Ada ruangan khusus untuk penyimpanan
Ada rak penyimpanan linen bersih
Ada ruangan khusus permintaan/pendistribusian linen ke ruangan
Tersedia cukup Bahan-bahan pembersihan linen seperti detergen,lq
sour,super b,super soft,FGO, boost dan d.stain
7

II

11
12
13
14
15
16

Tersedia air mengalir


Tersedia listrik non stop
Ada sikat untuk menyikat linen yang tercemar
IPAL mangalir lancar
Semua mesin berfungsi baik
Tersedia APD; sarung tangan RT, masker,geoogle, apron/skort,

17
18

penutup kepala dan sepatu bot


Tersedia petunjuk pemakaian dan cara pelepasan APD
Tersedia kotak sampah infeksi untuk membuang APD saat proses

19
20
21
22

pengelolaan linen selesai dan sampah non infeksi bila perlu


Petugas tidak boleh merokok
Ada kode area panas
Tersedia petunjuk rehidrasi cairan bagi petugas
Ada petunjuk penatalaksanaan terkena cairan kimia seperti

23

pembersih, deterjen dsb


Ada persediaan sumber air yang diketahui petugas bila terjadi henti

air mengalir.
24
Ruangan harus bersih saat proses pengelolaan linen bersih
25
Tersedia Sepatu tertutup bagi petugas
26
Ada hanscrub di tempat pengambilan linen bersih
27
Ada troli bersih dengan sarung biru dan merah buat linen kotor
PROSES LINEN KOTOR INFEKSIUS DAN NON INFEKSIUS HINGGA
BERSIH DI RUANG LAUNDRY
1
Menerima linen kotor dalam kantong plastik hitam dan kuning,
mencatat jumlah linen dan menimbang linen yang diserahkan oleh
2
3
4

petugas ruangan ke petugas laundry


Memakai APD lengkap
Memisahkan segera kantong plastic warna kuning
Bersihkan linen di kantong kuning dengan cara direndam selama

30-60 menit dengan baycline sesuai aturan SPO yang berlaku


Menumpahkan perendaman linen guna Membuang air dan kotoran
yang menempel di linen, air harus selalu hidup untuk penyikatan

linen yang infeksius


Pastikan linen bersih tidak menempel kotoran yang akan merusak

mesin cuci
Untuk bahan linen tercemar Siapkan air 1200 cc dalam mesin cuci
dengan bahan linen 110 kg kering selanjutnya, masukan bahan

chemical sejumlah 300cc


Dan untuk bahan linen yang tercemar bahan chemikalnya sejumlah

9
10
11
12
13
14
15

700cc
Lakukan pencucian di mesin cuci infeksi selama 7 menit
Proses pembilasan 2 tahap dengan pengisian air
Dan pemberian zat pewangi selama 10 menit
Pemerasan dan pengeringan /steam 90 derajat
Penyetrikaan
Mencuci tangan
Penyimpanan linen bersih
8

16
Distribusi
17
Dokumentasi
18
Pelaporan kegiatan setiap bulan ke tim PPIRS
Medan, ..
Tim Monev PPIRS

tanda tangan

1.
2